• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Makalah Mikroprosesor Data Serial

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tugas Makalah Mikroprosesor Data Serial"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Makalah Mikroprosesor

Data Serial dan Program 8259 pada Mikroprosesor

Disusun oleh:

Nama: Alifian Odi Mahendra (2015-31-165)

Titis Faya Q. (2015-31-)

Vincentia Reynada P. (2015-31-)

Kelas: G

SEKOLAH TINGGI TEKNIK – PLN JAKARTA

(2)

Data Serial

Komunikasi serial merupakan komunikasi data dengan pengiriman data

secara satu per satu dengan menggunakan satu jalur kabel data. Sehingga

komunikasi serial hanya menggunakan 2 kabel data yaitu kabel data untuk

pengiriman yang disebut transmit (Tx) dan kabel data untuk penerimaan yang

disebut receive (Rx). Kelebihan dari komunikasi serial adalah jarak pengiriman

dan penerimaan dapat dilakukan dalam jarak yang cukup jauh dibandingan

dengan komunikasi parallel tetapi kekurangannya adalah kecepatan lebih lambat

daripada komunikasi parallel, untuk saat ini sedang dikembangkan teknologi

serial baru yang dinamakan USB (Universal Serial Bus) yang memiliki kecepatan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat disbanding serial biasa.

Beberapa contoh : komunikasi Serial RS-232 dan RS-48

Berikut ini merupakan gambar rangkaian dari RS-232 dan RS-485 yang

digunakan untuk melakukan komunikasi serial.

I/O SERIAL

I/O serial adalah unit masukan keluaran yang bekerja atas dasar prinsip urut/seri.

Dalam hal ini diperlukan proses konversi dari data paralel ke bentuk serial. Ada

dua teknik konversi yang ditawarkan yaitu :

•Teknik perangkat lunak •Teknik perangkat keras.

I/O Serial Perangkat Lunak

Serialisasi dan deserialisasi suatu data diselenggarakan oleh suatu perangkat

program. Pada masukan program menunggu sampai menerima suatu bit start,

kemudian membaca bit data. Pada keluaran program mengirim suatu urutan bit

demi bit.

Prinsip utama serialisasi adalah merakit data 8 bit (atau lebih) di akumulator dan

menggeser keluar bit demi bit pada frekuensi tertentu. Cara yang sederhana adalah

mengeluarkan isi akumulator ke salah satu saluran dari port I/O (Port 0).

(3)

selanjutnya dikeluarkan sampai semua bit data paralel dikeluarkan.

Sebaliknya deserialisasi dilakukan dengan membaca bit 0 dan merekamnya ke

akumulator. Akumulator di geser kekiri satu posisi dengan tunda tertentu.

Kemudian bit 0 dibaca lagi dan dilakukan proses pencatatan dan penggeseran

akumulator sampai data byte terselesaikan.

Keuntungan I/O terprogram terletak pada ketersederhanaannya dan tidak perlu

harus menyiapkan perangkan keras. Kelemahannya terletak pada masalah waktu

yaitu lambatnya proses.

I/O Serial Perangkat Keras

Salah satu komponen LSI standar adalah Universal Asynchronous

Receiver-Transmitter (UART). UART bekerja mengubah data serial ke paralel dan data

paralel ke serial. UART paling sering digunakan untuk ope rasi kecepatan rendah

ke sedang. Sedangkan untuk transmisi kecepatan tinggi digunakan jenis Universal

Synchronous Receiver Transmitter (USRT).

Fungsi UART adalah pada pengubahan serial – paralel.

Dua fungsi pokok UART adalah :

•Mengambil data paralel dan mengubah menjadi arus bit serial dengan diawali bit

start, bit data, bit paritas, dan karakter penghenti.

•Mengambil arus bit serial dan mengubahnya menjadi bit paralel.

Sebuah UART standar mempunyai tiga seksi yaitu : sebuah penerima, sebuah

pengirim, dan sebuah seksi pengendali.

UART memerlukan baik port masukan maupun port keluaran untuk perantaraan

dengan sistem mikroprosesor. Dua diantara piranti UART adalah :

•MC 8650 Asynchronous Comunication Interface Adaptor (ACIA) dari

Motorolla.

•8251 Universal Synchronous and Asynchronous Receiver Transmitter (USART)

(4)

PPI 8255

8255 adalah chip Programmable Peripheral Interface, berfungsi untuk

antar muka paralel dengan perilaku dapat diatur dengan program. PPI 8255 terdiri

dari tiga port I/O 8 bit yaitu : Port A, Port B, dan Port C. Masing-masing port

dapat dibuat menjadi port masukan maupun port keluaran. Gambar 8.

menunjukkan diagram blok bagian dalam dari PPI 8255.

PPI 8255 memiliki buffer bus data dua arah, yang berarti dapat berfungsi baik

sebagai port input maupun port output. Arah aliran data dapat dijelaskan

menggunakan pengaturan logika Read/Write. Secara mudah dapat diuraikan

(5)

PPI 8255 bekerja dalam tiga mode, yaitu :

1. Mode 0 : Port A, Port B, dan Port C bekerja sebagai port I/O sederhana tanpa

jabat tangan. Pada mode ini CPU sama sekali tidak memperhatikan status 8255.

CPU mentransfer data tanpa mempersoalkan apa yang terjadi pada 8255. Port A

dan Port B bekerja sebagai port 8 bit sedangkan Port C dapat dibuat bekerja dalam

8 bit atau berdiri sendiri dalam 4 bit lower dan 4 bit upper secara terpisah.

2. Mode 1 : Port A, Port B bekerja sebagai port I/O dengan jabat tangan

menggunakan sebagian dari pena Port C. Saluran PC0, PC1, dan PC2 berfungsi

sebagai saluran jabat tangan untuk Port B sedangkan Port A menggunakan saluran

PC3, PC4, dan PC5 sebagai sinyal jabat tangan. PC6 dan PC7 dapat digunakan

(6)

3. Modus 2 : Hanya Port A dapat dibuat sebagai port I/O dua arah dengan jabat

tangan. Port A dapat digunakan sebagai port untuk transfer data dua arah dengan

jabat tangan. Ini artinya data dapat masuk atau keluar dari saluran yang sama.

Mode ini mengembangkan sistem saluran (bus) ke mikroprosesor atau

mentransfer byte data ke dan dari floppy disk controller. Pada mode 2 saluran PC3

sampai PC7 digunakan sebagai saluran jabat tangan untuk Port A.

AT89C51 mempunyai On Chip Serial Port yang dapat digunakan untuk komunikasi data serial secara Full Duplex sehingga Port Serial ini masih dapat

menerima data pada saat proses pengiriman data terjadi. Untuk menampung data

yang diterima atau data yang akan dikirimkan, AT89C51 mempunyai sebuah

register yaitu SBUF yang terletak pada alamat 99H di mana register ini berfungsi

(7)

dan data kedua belum diterima secara penuh, maka data ini tidak akan hilang

Pada serial terdapat 4 mode, yaitu mode 0,1,2, dan 3. Kita akan membahas satu

persatu dari mode mode tersebut.

Mode serial port :

1. Pada mode 0, Pin TX mengeluarkan shift clock, dan pin RX dapat menerima

maupun mengirim data, dengan format 8 bit data dimulai dengan LSB dulu

yang dikirim. Jadi pada saat dikirim data melalui RX maka sekalian pin TX

(8)

frekuensi osilatornya.

2. Pada mode 1, Pin TX berfungsi untuk mengirim data dan RX berfungsi untuk

menerima data, data yang dikirim formatnya 8 bit data dengan LSB dikirim

dahulu, serta 1 start bit( berlogika 0 ) dan 1 stop bit( berlogika 1 ). Baud ratenya

variabel tergantung dari nilai yang ada pada register timer 1 maupun timer 2.

3. Pada mode 2, Pin TX berfungsi untuk mengirim data dan RX untuk menerima

data, format datanya sama dengan mode 1 hanya saja terdapat parity bitnya

sehingga total bit yang terkirim sebanyak 11 bit. Bit paritynya dapat diset

melalui TB8( lihat pada SCON ). Baud ratenya hanya ada 2 pilihan yaitu 1/32

atau 1/64 dari frekuensi osilatornya.

4. Pada mode 3 identik dengan mode 2, hanya saja Baud ratenya variabel

tergantung nilai yang terdapat pada register dari timer 1 dan timer 2.

Cara Menset Mode serial ialah melalui Register SCON :

Dalam coding serial dalam MCS, terdapat 2 konsep yaitu secara polling

maupun secara interrupt. Seperti yang sudah dijelaskan diatas mengenai TI dan

RI,

maka dalam menerima data RI akan terset secara hardware sedangkan TI diset

pada

saat data hampir selesai dikirim, dan dalam hal transmisi data sangat perlu untuk

“CEK” kondisi TI. Bila TI sudah berlogika 1 berarti data yang ditaruh dalam

SBUF

sudah selesai dikirim dan harus diclear secara software( secara program ), sebab

bila tidak dicek apakah TI sudah ‘1’ atau belum maka mungkin saja terjadi SBUF

sudah direload dengan data baru sedangkan data yang lama belum selesai dikirim

sehingga terjadi apa yang disebut dengan data corruption. Maka sebelum mengirim

byte data yang selanjutnya sangatlah perlu untuk mengecek TI dulu.

Bila coding serial dengan konsep polling maka codenya harus terus menerus

mengecek flag TI dan RI, apakah berlogika ‘1’, bila berlogika ‘1’ maka langsung

lompat ke procedure yang bersangkutan, dengan jangan lupa secepatnya

(9)

flag TI atau RI, agar tidak lompat ke int. veltor dari serial. Keuntungan konsep

polling adalah codenya yang simple, tetapi menghabiskan cpu time sebab selalu

mengecek flag TI dan RI terus menerus tanpa dapat melakukan tugas yang lain,

sebab bila melakukan yang lain maka pada saat salah satu flag tersebut menjadi

satu

maka akan langsung lompat ke int. vektor serial sehingga program akan menjadi

kacau.

Bila coding serial dengan konsep interrupt, maka program serialnya hanya

ada pada subroutine dari int. serial saja, dimana hanya mengecek oleh flag mana

interrupt serial terpanggil? Oleh TI atau RI? Bila oleh TI maka taruh datanya ke

SBUF TI utk dikirim, dan bila karena RI maka selamatkan datanya ke suatu

variabel dari SBUF RI. Keuntungannya code kita dapat melakukan tugas yang

lainnya, kerugiannya adalah code yang cukup kompleks ( walaupun sebetulnya

masalah kompleks relatif bagi setiap orang ).

Data transfer rate dinyatakan dalam baud rate, yaitu kecepatan perubahan data per waktu. Cara menset serial serta BAUD yang dibutuhkan hanya cukup

menset register IE, SCON (mengatur mode Serial), TCON, TMOD.

Parallel Port Interface (PPI)

Parallel Port Interface (PPI) berfungsi sebagai interface suatu port secara

parallel antara mikrokontroler, mikroprosesor maupun keomputer dengan beban

atau alat yang dikendalikan menggunakan komunikasi data secara parallel. PPI 8255 merupakan salah satu contoh parallel port interface dengan 24 bit port parallel yang tersusun dalam 3 port parallel yang dapat digunakan oleh

mikrokontroller ataupun komputer dalam menghubungkan suatu beban atau alat

sekaligus untuk menambah port parallel dari mikrokontroler ataupun komputer

(10)

port-port pada 8255 dilakukan dalam grup bukan pada masing-masing port. PIO

8255 dapat diprogram untuk 3 mode yaitu:

• Mode 0 (simple I/O)

• Mode 1 (handshake I/O)

• Mode 2 (double handshake I/O)

ntuk menggunakan port-port 8255 terlebih dulu kita harus memprogram port-port

itu sesuai dengan yang diinginkan. Pemrograman dapat dilakukan dengan

mengirim bit-bit bit kendali (control word) Control Word ini akan menentukan kerja dari 8255 tersebut apakah menggunakan mode 0, mode 1 atau mode 2.

Disamping itu control word ini juga digunakan untuk mengatur ketiga port apakah

ketiganya sebagai masukan, keluaran atau kombinasi keduanya.

Model paralellism mulanya diusulkan oleh Flynn, dengan beberapa model sebagai

berikut :

Single Instruction, Single data (SISD).

Single Instruction, Multiple Data (SIMD).

Multiple Instruction, Single Data (MISD).

Referensi

Dokumen terkait

The candidate has fulfilled all the conditions laid down in the academic ordinance of the Aligarh Muslim University, Aligarh for the above

Pada pembuatan brownies kukus bahan- bahan utama yang digunakan terdiri dari tepung gandum, telur, mentega, gula, dan cokelat batang serta cokelat bubuk.. Bahan

Kriteria 1.1 Perusahaan harus secara sahterdaftar dan memiliki izin sebagai usaha dan disetujui untuk melakukan kegiatan usaha yang ditetapkan dengan pihak berwenang yang

Namun dari hasil yang didapat terdapat usia 27 tahun yang mengalami tingkat kegagalan kognitif yang tinggi pada pegawai administrasi, ini dapat disebakan

Hasil karakterisasi dari sifat listrik film tipis ZnO doping Al menggunakan I-V meter menunjukkan bahwa variasi tekanan oksigen yang diberikan pada proses annealing dapat

Putusan adalah pernyataan hakim yang dituangkan dalam bentuk tertulis dan diucapkan oleh hakim dalam sidang terbuka untuk umum sebagai hasil dari pemeriksaan perkara

DAFTAR PENYESUAIAN NAMA JABATAN DI LINGKUNGAN POLITEKNIK NEGERI SEMARANG.. No NAMA NIP GOL JABATAN LAMA

Pemberian sediaan uji dilakukan pada hari ke-6 sampai pada hari ke-15 kehamilan, karena pada masa ini mencit sangat rentan terhadap senyawa yang bersifat teratogen,