• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANTASKAH LKS FISIKA KREATIF VIVA PAKARI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PANTASKAH LKS FISIKA KREATIF VIVA PAKARI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PANTASKAH LKS FISIKA KREATIF VIVA PAKARINDO DIGUNAKANKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR?

Ni Made Sastri Dwisarini, I Gede Dana Santika, Ni Kadek Vingky Aryanti, Ni Putu Eriawati Pembimbing: Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si

Jurusan Pendidikan Fisika, FMIPA, UNDIKSHA, 17 Mei 2015 Email: [email protected]

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo dengan tujuan pembelajaran fisika SMA Kurikulum 2013, yaitu pengembangan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif. Terdapat tiga tahap yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu tahap pra-analisis, analisis, dan pasca analisis. LKS dinilai berdasarkan instrumen penelian yang diadaptasi dari BSNP. Hasil penilaian menyatakan bahwa: (1) ditinjau dari aspek kognitif, konten LKS Kreatif Viva Pakarindo berada pada kategori cukup sesuai terhadap tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013, dengan skor penilaian rata-rata sebesar 118,75; (2) ditinjau dari aspek sikap, konten LKS Kreatif Viva Pakarindo cukup sesuai terhadap tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 dengan skor penilaian rata-rata sebesar 75; (3) ditinjau dari aspek keterampilan, rata-rata skor kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo terhadap tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 adalah 88,75 dengan kategori cukup sesuai; dan (4) ditinjau dari kesuluruhan aspek, diperoleh rata-rata skor kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 sebesar 282,5 dengan kategori cukup pantas.

Kata kunci: LKS Kreatif Viva Pakarindo, pembelajaran fisika SMA, Kurikulum 2013

PENDAHULUAN

Sumber belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Tak dapat dipungkiri bahwa guru dan siswa di setiap tingkat pendidikan menggunakan lebih dari satu sumber belajar dalam proses pembelajarannya. AECT (Depdiknas, 2008) mendefinisikan sumber belajar sebagai sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Terdapat berbagai jenis sumber belajar yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran. Secara umum, sumber belajar tersebut terbagai menjadi dua, yaitu buku paket (hardcopy dan BSE) dan lembar kerja siswa (Fitrianingrum, 2013). Umumnya, buku paket digunakan sebagai sumber pembelajaran materi atau konsep, sedangkan

sumber soal ulangan harian, UTS, ataupun UAS.

Dalam Kurikulum 2013, sumber belajar berupa buku paket sudah disediakan oleh pemerintah pusat dan wajib digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran (Barmoyo & Wasis, 2014). Strategi ini bertujuan untuk menuntun arah pembelajaran nasional agar sesuai dengan tujuan pembelajaran Kurikulum 2013, yaitu pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Pemerintah pusat beranggapan bahwa otoritas yang diberikan kepada guru untuk memilih sumber belajar dapat menyebakan tidak maksimalnya pencapaian tujuan pembelajaran, disamping potensi timbulnya ketidakseragaman atau penyimpangan materi ajar.

(2)

pemerintah pusat. Guru diberikan kewenangan untuk menyusun LKS secara mandiri (Indriyani, 2013). Kebijakan ini menimbulkan permasalahan bagi guru. Banyaknya administrasi pembelajaran yang harus dilengkapi guru dalam Kurikulum 2013 menyebabkan kurangnya kesempatan guru untuk menyusun LKS, sehingga kebanyakan guru memilih untuk menggunakan LKS konvensional yang secara langsung dapat dibeli di pasaran (Prastowo dalam Indriyani, 2013). Penggunaan LKS konvensional ini menimbulkan pertanyaan, apakah konten LKS tersebut telah sesuai dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang dituntut dalam silabus mata pelajaran fisika Kurikulum 2013.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan LKS konvensional memiliki keterbatasan dalam meningkatkan kompetensi dan karakteristik siswa. Materi, pertanyaan-pertanyaan, dan

tugas-tugas dalam LKS konvensional tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan tidak kontekstual (Indriyani, 2013), sehingga kurang meningkatkan kompetensi siswa yang seharusnya dapat ditingkatkan seoptimal mungkin.

LKS Kreatif Viva Pakarindo merupakan LKS konvensional yang digunakan dalam pembelajaran fisika oleh sebagaian besar SMA Negeri di Kota Singaraja. Studi pendahuluan menyatakan bahwa LKS ini telah digunakan oleh SMAN 1 Singaraja, SMAN 2 Singaraja, SMAN 3 Singaraja, dan SMAN 4 Singaraja sebagai sumber latihan soal, soal PR, dan soal ulangan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti berinisiatif untuk menganalisis kesesuaian konten LKS ini terhadap tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013, dengan harapan hasilnya dapat digunakan sebagai pertimbangan penggunaan LKS ini dalam pembelajaran fisika di sekolah bersangkutan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif evaluatif. Metode penelitian ini digunakan sebagai prosedur dalam menganalisis kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo terhadap tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013, yaitu pengembangan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Terdapat tiga tahap yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu tahap pra-analisis, tahap analisis, dan tahap pasca analisis. Tahap pra-analisis merupakan tahap penyusunan, perencanaan, dan penyiapan segala bentuk materi yang dibutuhkan sebagai bahan pada tahap analisis (Sugiyono, 2008). Pada tahap ini, beberapa aktivitas yang dilakukan, antara lain pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 dan teknis penyusunan

(3)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Penggunaan LKS Kreatif Viva Pakarindo dalam Pembelajaran Fisika SMA di Kota Singaraja

Berdasarkan hasil observasi di seluruh SMA Negeri di Kota Singaraja, ditemukan bahwa hanya 2 sekolah yang menggunakan LKS Kreatif Viva Pakarindo, yaitu SMAN 3 Singaraja dan SMAN 4 Singaraja. Hasil wawancara dengan beberapa guru SMAN 3 Singaraja dan SMAN 4 Singaraja menunjukkan bahwa LKS Kreatif Viva Pakarindo sudah menyajikan konten yang mendukung tujuan pembelajaran Kurikulum 2013. Selain itu, LKS ini juga telah disepakati penggunaannya dalam MGMP Fisika. Berdasarkan hasil seleksi berbagai macam LKS konvensional yang ada di pasaran yang dilakukan oleh MGMP, LKS Kreatif Viva Pakarindo dinilai paling layak untuk digunakan. Selain kontennya yang dianggap paling sesuai, LKS ini juga mematok harga yang murah, sehingga semua siswa mampu membeli LKS ini. Hal ini bertujuan untuk menunjang kelancaran

proses pembelajaran. Pihak distributor LKS Kreatif ini telah lama menjalin kerja sama dengan MGMP Fisika di Singaraja. Menurut kesaksian guru, LKS ini digunakan karena kuota buku pegangan siswa berbasis Kurikulum 2013 yang diberikan pemerintah tidak cukup jika dibandingkan dengan jumlah murid. Oleh sebab itu, MGMP Fisika Kota Singaraja memutuskan untuk menggunakan LKS ini. LKS Kreatif Viva Pakarindo ini sering digunakan guru sebagai sumber soal tugas bagi siswa, baik tugas sekolah maupun PR, serta sebagai latihan soal agar siswa rajin berlatih. Beberapa bagian konten digunakan sebagai pedoman praktikum.

Kesesuaian Konten LKS Kreatif Viva Pakarindo terhadap Tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 Ditinjau dari Aspek Kognitif

Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek kognitif ditunjukkan pada Tabel 1 dan Tabel 2.

Tabel 1. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas X Semester 2 dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek kognitif

No Nama Sekolah Kelas/Reviewer Skor Penilaian

1 SMA Negeri 3 Singaraja X/I Gede Dana Santika 160

2 SMA Negeri 4 Singaraja X/ Vingki Aryanti 115

Total 275

Rata-rata 137,5

Kategori Sesuai

Tabel 1 menunjukkan bahwa konten aspek kognitif dalam LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas X Semester 2 berada pada kategori sesuai dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013, yaitu dengan skor penilaian rata-rata sebesar 137,5. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa LKS tersebut telah sangat mendukung pencapaian KI-3 dan

(4)

kontekstual melalui penerapan materi pembelajaran dalam bidang teknologi dan kehidupan keseharian siswa.

LKS menyajikan pertanyaan yang bersifat open-ended yang termuat pada

bagian “Review dan Penerapan”, “Refleksi”,

serta soal objektif diperluas pada bagian

“Ulangan Harian”. LKS juga menyajikan

konten yang bersifat tidak memberi tahu siswa, tetapi siswa sendiri mencari tahu

melalui aktivitas pada bagian “Tugas

Individu”,“Tugas Kelompok” serta “Proyek”.

Namun demikian, bagian-bagian tersebut belum mencantumkan prosedur yang tepat. LKS kurang menyajikan simbol besaran vektor, serta tidak konsisten seperti pada materi pegas. LKS menyajikan permasalahan yang bersifat menganalisis yang sebagian

besar termuat pada bagian “Berpikir Kritis”.

Bagian ini memuat pertanyaan dengan tingkat kesulitan soal bervariasi hingga C4. Di samping itu, terdapat pula analisis data

praktikum pada bagian “Tugas Kelompok

dan Tugas Individu”.

Tabel 2. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas XI Semester 2 dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek kognitif

No Nama Sekolah Kelas/Reviewer Skor Penilaian

1 SMA Negeri 3 Singaraja XI/Ni Made Sastri Dwisarini 125

2 SMA Negeri 4 Singaraja XI/Ni Putu Eriawati 125

Total 250

Rata-rata 125

Kategori Sesuai

Tabel 2 menunjukkan bahwa konten aspek kognitif dalam LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas XI Semester 2 berada pada kategori sesuai terhadap tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 dengan skor penilaian rata-rata sebesar 125. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa LKS tersebut telah sangat mendukung pencapaian KI-3 dan KD yang tercantum dalam silabus. LKS juga telah menyajikan konten secara sistematis (mudah ke sulit, konkrit ke abstrak). Namun, terdapat pilihan ganda yang tidak dibuat sesuai dengan aturan. Sebagian besar LKS kurang menyajikan konten yang konseptual, di mana materi hanya dideskripsikan secara kualitatif tanpa penggambaran, serta terdapat simbol-simbol yang salah. LKS menyajikan konten yang kontekstual melalui penerapan materi pembelajaran dalam bidang teknologi

dan kehidupan keseharian siswa. LKS menyajikan pertanyaan yang bersifat open-ended yang sebagian besar termuat pada

bagian “Review dan Penerapan”, “Refleksi”,

serta soal objektif diperluas pada bagian

“Ulangan Harian” pada setiap bab. LKS

menyajikan konten yang bersifat tidak memberi tahu siswa, tetapi siswa sendiri mencari tahu melalui aktivitas pada bagian

“Tugas Individu”, “Tugas Kelompok” serta

“Proyek”. Namun demikian, bagian-bagian

tersebut belum mencantumkan prosedur yang tepat. LKS kurang menyajikan simbol besaran vektor. LKS menyajikan permasalahan yang bersifat menganalisis

(5)

Kesesuaian Konten LKS Kreatif Viva Pakarindo terhadap Tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 Ditinjau dari Aspek Afektif

Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek afektif ditunjukkan pada Tabel 3 dan Tabel 4. Tabel 3 menunjukkan bahwa konten aspek sikap dalam LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas X Semester 2 cukup sesuai terhadap tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 dengan skor penilaian rata-rata sebesar 80. Hasil penilaian kualitatif

pada dimensi sikap spiritual dapat digeneralisasikan bahwa konten pada LKS sudah mengungkapkan beberapa hukum alam, seperti Hukum Hooke, Hukum Pascal, Hukum Archimedes, Hukum Fluida Statis, Asas Black, dan Hukum Pemantulan; serta apersepsi yang dipaparkan pada awal bab. Namun demikian, hukum fisis, fenomena fisis, dan apersepsi tersebut hanya diungkapkan dalam tataran pernyataan. Visualisasi dari hal tersebut belum banyak digambarkan pada LKS, sehingga hal tersebut belum mampu mendukung peningkatan kesadaran siswa akan kebesaran Tuhan melalui hukum alam ciptaan-Nya. Tabel 3. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas X Semester 2 dengan

tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek afektif

No Nama Sekolah Kelas/Reviewer Skor Penilaian

1 SMA Negeri 3 Singaraja X/I Gede Dana Santika 90

2 SMA Negeri 4 Singaraja X/ Vingki Aryanti 70

Total 160

Rata-rata 80

Kategori Cukup Sesuai

Generalisasi dari hasil penilaian dimensi sikap spiritual menunjukkan bahwa LKS sudah menyajikan konfrontasi konten untuk membangkitkan kesadaran bersyukur atas anugerah dan berkat Tuhan, antara lain anugerah diberikan alat penglihatan berupa mata, anugerah adanya matahari sebagai penghangat bumi, dan fenomena lainnya. Fenomena tersebut disajikan dalam bentuk tugas pengamatan dan apersepsi yang dipaparkan pada awal bab. Namun, hal tersebut kurang dijelaskan secara detail. Sebagai contoh, pada alat penglihatan yaitu mata. Pada bagian itu, penyajiannya hanya pada mata sebagai lensa, tetapi penyajian bagaimana mata bisa melihat bayangan tidak dijelaskan. Hal itu juga terjadi pada contoh lainnya, sehingga siswa cenderung berimajinasi.

(6)

Tabel 4. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas XI Semester 2 dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek afektif

No Nama Sekolah Kelas/Reviewer Skor Penilaian

1 SMA Negeri 3 Singaraja XI/Ni Made Sastri Dwisarini 70

2 SMA Negeri 4 Singaraja XI/Ni Putu Eriawati 70

Total 140

Rata-rata 70

Kategori Cukup Sesuai

Tabel 4 menunjukkan bahwa konten aspek sikap dalam LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas XI Semester 2 cukup sesuai dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013, dengan skor penilaian rata-rata sebesar 70. Hasil penilaian kualitatif pada dimensi sikap spiritual menunjukkan bahwa konten LKS sudah mengungkapkan beberapa hukum alam, antara lain Hukum Newton, Asas Bernoulli, Hukum Ekuipartisi Energi dan Hukum Kekekalan Momentum. Namun demikian, beberapa hukum fisis hanya diungkapkan dalam tataran pernyataan tanpa dilengkapi keterangan visual.

Generalisasi dari dimensi sikap spiritual menunjukkan bahwa LKS sudah menyajikan konfrontasi konten untuk membangkitkan kesadaran bersyukur atas anugerah dan berkat Tuhan, antara lain fenomena pemanasan global berupa efek

rumah kaca, perubahan iklim, dan peningkatan tinggi permukaan air laut.

Selain penilaian dimensi sikap spiritual, berikut disajikan penilaian pada dimensi sikap sosial. Hasil penilaian kualitatif pada dimensi sikap sosial dapat digeneralisasikan sebagai berikut. Masing-masing bab dalam LKS sudah menyajikan konten yang dapat mengembangkan sikap sosial siswa. Konten tersebut antara lain tugas kelompok dan tugas individu berupa pengamatan dan praktikum, paper, dan tugas proyek. Konten-konten tersebut didukung dengan lembar penilaian sikap yang disajikan pada akhir bab. Namun demikian, konten-konten itu hanya mengembangkan 4 sikap sosial dari 11 sikap sosial yang seharusnya disajikan, yaitu sikap jujur, disiplin, tanggungjawab, dan kerjasama.

Kesesuaian Konten LKS Kreatif Viva Pakarindo terhadap Tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 Ditinjau dari Aspek Psikomotor

Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek psikomotor ditunjukkan pada tabel 5 dan tabel 6. Tabel 5 menunjukkan bahwa ditinjau dari aspek keterampilan, rata-rata skor kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas X Semester 2 terhadap tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 adalah 110 dengan kategori sesuai. Analisis

kualitatif menunjukkan bahwa LKS menyajikan kegiatan aspek menanya, mengamati, mencoba, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan dalam pendekatan

saintifik melalui “Tugas Individu” yang

memaparkan kegiatan praktikum mandiri untuk siswa, seperti kegiatan menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya

Modulus Young pada bahan; “Tugas

Kelompok” yang memaparkan kegiatan

praktikum secara berkelompok, seperti faktor-faktor yang mempengaruhi pemuaian;

dan “Proyek” yang memuat kegiatan siswa

(7)

merancang sebuah pompa hidrolik sederhana. Semua kegiatan tersebut termuat pada setiap bab dalam LKS. Pada beberapa bagian dari ketiga kegiatan tersebut, siswa ditugaskan untuk menyusun laporan hasil praktikum dan mempresentasikannya. Hal tersebut dinilai

mampu mengembangkan aspek

mengkomunikasikan siswa. Namun, paparan kegiatan pada ketiga bagian tersebut belum memuat pertanyaan penuntun bagi siswa untuk menarik kesimpulan. Disamping itu, hanya terdapat 2 bab dari 4 bab yang menugaskan siswa untuk melaporkan dan

mempresentasikan hasil praktikum. Ditinjau dari kesesuaian terhadap KI dan KD aspek keterampilan pada RPP guru, konten LKS dinilai sangat sesuai. Tabel 6 menunjukkan bahwa ditinjau dari aspek keterampilan, rata-rata skor kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas XI Semester 2 terhadap tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 adalah 95 dengan kategori sesuai. Analisis kualitatif kelas XI ini menunjukkan hasil yang sama dengan analis kualitatif LKS kelas X.

Tabel 5. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas X Semester 2 dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek psikomotor

No Nama Sekolah Kelas/Reviewer Skor Penilaian

1 SMA Negeri 3 Singaraja X/I Gede Dana Santika 125

2 SMA Negeri 4 Singaraja X/ Vingki Aryanti 95

Total 220

Rata-rata 110

Kategori Sesuai

Tabel 6. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas XI Semester 2 dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek psikomotor

No Nama Sekolah Kelas/Reviewer Skor Penilaian

1 SMA Negeri 3 Singaraja XI/Ni Made Sastri Dwisarini 95

2 SMA Negeri 4 Singaraja XI/Ni Putu Eriawati 95

Total 190

Rata-rata 95

Kategori Sesuai

Pantaskah LKS Konvensional Fisika Kreatif Viva Pakarindo Digunakan sebagai Sumber Belajar?

Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 secara keseluruhan ditunjukkan pada tabel 7 dan tabel 8. Tabel 7 menunjukkan bahwa ditinjau dari kesuluruhan aspek yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor, diperoleh rata-rata skor kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas X Semester 2

(8)

Tabel 7. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas X Semester 2 dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 secara keseluruhan

No Nama Sekolah Kelas/Reviewer Skor Penilaian

1 SMA Negeri 3 Singaraja X/I Gede Dana Santika 375

2 SMA Negeri 4 Singaraja X/ Vingki Aryanti 280

Total 655

Rata-rata 327,5

Kategori Pantas

Tabel 8. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas XI Semester 2 dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 secara keseluruhan

No Nama Sekolah Kelas/Reviewer Skor Penilaian

1 SMA Negeri 3 Singaraja XI/Ni Made Sastri Dwisarini 290

3 SMA Negeri 4 Singaraja XI/Ni Putu Eriawati 290

Total 580

Rata-rata 290

Kategori Cukup Pantas

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa LKS Kreatif Viva Pakarindo SMA kelas XI dan Kelas XI Semester 2 cukup pantas digunakan sebagai sumber pembelajaran fisika.

SARAN DAN IMPLIKASI

Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan, dapat dipaparkan beberapa saran sebagai berikut. (1) Guru hendaknya menfaatkan LKS Kreatif Viva Pakarindo dengan baik, tidak hanya untuk memberikan PR atau tugas, namun guru juga harus memanfaatkan konten tugas proyek dan tugas individu yang termuat pada LKS. (2) Kelemahan dan kekurangan LKS yang dipaparkan dalam penelitian ini hendaknya digunakan sebagai bahan revisi dan penyempurnaan LKS oleh pihak penerbit.

UCAPAN TERIMAKASIH

Terimakasih kami ucapkan kepada Kepala SMAN 3 Singaraja dan Kepala SMAN 4 Singaraja atas ijin yang diberikan untuk mengambil data di sekolah yang

dipimpinnya. Terimakasih juga kami ucapkan kepada guru dan siswa responden, Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si selaku pembimbing, serta kepada DIKTI yang telah membiayai pelaksanaan penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Barmoyo, N. Q. & Wasis. 2014. Analisis soal-soal dalam BSE, UN, dan TIMSS ditinjau dari domain kognitif dan indikator keterampilan berpikir kritis.

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika. 3(1): 8-14.

Fitrianingrum, N., Sunarno, W., & Harjunowibowo, D. 2013. Analisis miskonsepsi gerak melingkar pada buku sekolah elektronik fisika SMA kelas X semester 1. Jurnal Pendidikan Fisika. 1(1): 73-80.

Indriyani, I. R. 2013. Pengembangan LKS fisika berbasis siklus belajar 7E untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa SMA kelas X. Tesis Online Universita s Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Gambar

Tabel 1. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas X Semester 2 dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek kognitif
Tabel 2. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas XI Semester 2 dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek kognitif
Tabel 3. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo Kelas X Semester 2 dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek afektif
Tabel 4. Hasil penilaian kesesuaian konten LKS Kreatif Viva Pakarindo  Kelas XI Semester 2 dengan tujuan pembelajaran fisika Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek afektif
+3

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data sebagaimana disajikan dalam hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Terdapat peningkatan percaya diri

Dari hasil analisis daya setiap alternatif di atas, pada PLTMH Andungbiru 1 dapat diketahui dari tabel 4.21 bahwa kondisi optimal untuk data pengukuran pada beban

Keyword: open ended approach, ability on mathematical representation, differential calculus Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan peningkatan

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk menghasilkan bahan ajar interaktif sistem persamaan linear dengan menggunakan microsoft excel yang valid

Tes tertulis yang digunakan berupa masalah uraian materi persamaan garis lurus yang terdiri dari 2 soal uraian dengan tipe yang sama untuk memberikan

Sesuai dengan peraturan Rektor UNNES nomor 22 tahun 2008, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intra kurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa

rekayasa perangkat lunak sebagai penerapan suatu pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi atas pengembangan,. penggunaan dan pemeliharaan perangkat lunak, serta

Danau Buyan merupakan danau tertutup, sehingga sumber airnya hanya berasal dari curah hujan dan limpasan yang berasal dari daerah tangkapan.. Kedua