• Tidak ada hasil yang ditemukan

serial of social dynamic environment

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "serial of social dynamic environment"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

DINAMIKA SOSIAL 8

Interaksi Antara Tingkah Laku Sosial dan Lingkungan

(2)
(3)

Takanan Penduduk: Jebakan Malthus

Jumlah penduduk dunia (miliar)

Pertembahan penduduk dunia:

http://www.worldometers.info/world-population/

Jebakan Thomas Malthus (kondisi kekurangan pangan

dan kepunahan manusia) akan menjadi kenyataan jika

manusia tidak mampu menggunakan dan

(4)

Perangkap Malthus

adalah teori yang mengusulkan bahwa pada sebagian

besar sejarah manusia, pendapatan seringkali stagnan karena inovasi dan

kemajuan teknologi hanya menambah jumlah penduduk, daripada

peningkatan standar kehidupan.

Malthus membuat ramalan yang terkenal bahwa jumlah

populasi

akan

mengalahkan pasokan makanan, yang menyebabkan berkurangnya jumlah

makanan per orang. (Case & Fair, 1999: 790).

Ia bahkan meramalkan secara spesifik

bahwa hal ini pasti akan terjadi pada

pertengahan abad ke-19, sebuah ramalan

yang gagal karena beberapa alasan,

termasuk penggunaan analisis statisnya,

yang memperhitungkan

kecenderungan-kecenderungan mutakhir dan

(5)
(6)

Bonus demografi (demographic dividend): perubahan struktur umur penduduk dan

menurunnya beban ketergantungan.

Kesempatan yang hanya muncul sekali dalam sejarah bangsa ini wajib dimanfaatkan

untuk menaikkan kesejahteraan masyarakat.

Hampir semua analis sepakat bahwa pada periode 2020-2030 rasio ketergantungan

(dependency ratio) mencapai titik terendah, sekitar 44 per 100 penduduk usia kerja window of opportunity.

Kesejahteraan dan harapan hidup membuat rasio ketergantungan meningkat, seiring

dengan meningkatnya proporsi penduduk lansia.

Bonus demografi wajib dimanfaatkan secara baik untuk membangun fondasi ekonomi

pangan berkualitas, penguatan kapasitas SDM dan inovasi sebagai prasyarat dayasaing.

Kunci: reformasi bidang pendidikan (dasar, menengah, tinggi), pendidikan vokasi,

(7)
(8)

SUSTAINABILITY – TRIPLE BOTTOM LINE - PPP

Konsep yang dikembangkan oleh John Elkington 1994

konsep ini digunakan pertama kali secara publik di Tahun

1997 oleh Shell

Konsep sustainability berorientasi pada 3 dimensi

keberlanjutan, yaitu: berkelanjutan usaha ekonomi

(profit), berkelanjutan kehidupan sosial (people),

keberlanjutan ekologi alam (planet)

Belakangan berbagai konsep pembangunan termasuk

(9)
(10)

Perkembangan Interaksi Sosial dan Lingkungan

(ADAPTASI)

Interaksi manusia dengan lingkungannya: proses yang sering dikenal dengan

adaptasi manusia; dikenal denganTeori Adaptasi

Sebelum

Darwin

, ilmuwan lain seperti

Empedocles

,

Aristotle

,

William Paley

,

Lamarck

dan

Buffon

menerima bukti : setiap species selalu berubah, mereka tidak

paham alasan adanya perubahan, bahwa adaptasi adalah proses yang terus

berkelanjutan tanpa adanya format final.

Teori Adaptasi: ada 3 perubahan bila

terjadi perubahan habitat;

habitat

tracking

, perubahan genetik

, atau

pemusnahan

. Dari 3 perubahan tsb,

hanya perubahan genetik yang

(11)

Inti Proses Adaptasi

Perubahan pada habitat tempat manusia tinggal, seperti evolusi

habitat, intervensi manusia pada alam, dsb, akan berpengaruh

pada bentukan fisik manusia itu sendiri.

Proses adaptasi merupakan proses penyesuaian secara bertahap

dan waktu yang lama terhadap kondisi habitat manusia tsb tinggal

Manusia adalah mahluk yang paling adaptif dan kuat dalam

(12)
(13)
(14)
(15)
(16)

Konsep Balancing Compensation on Natural

Resources Management

Tahun 2002 Indonesia pasca krisis ditawari negara maju mekanisme

pembebasan utang dengan sistem tukar guling dengan program pelestarian

lingkungan, penanaman pohon dan penghentian eksploitasi alam.

Balancing Compensation on Natural Resources Management

dan

Debt for

Natural Swap

, menempatkan asas ekonomi sebagai dasar pertimbangan dalam

pembangunan yang berkelanjutan.

Permasalahannya adalah nilai dari eksploitasi sudah pasti akan lebih kecil dari

kemampuan negara penghasil polutan untuk mensubtitusi kegiatan konservasi..

Perlu 2 pendekatan, yaitu

kompensasi dari negara-negara maju pengkontribusi polusi dunia, dan

(17)

Konstelasi Interaksi Manusia Dengan Lingkungan,

Sebuah Proses Adaptasi

Fenomena dan jawaban alam terhadap rangsangan interaksi

manusia terbangun dalam sistem yang relative pelan dan

memakan waktu; umumnya sulit untuk diprediksi secara akurat.

Respon alam terhadap interaksi manusia biasanya sangat

bergantung pada besaran rangsangan yang diberikan manusia

itu sendiri.

Adanya time lag antara rangsangan dengan respon yang

(18)

Negara Penyumbang Kerusakan Terbesar di Bumi

Peringkat #10, PERU

Dari 179 negara, Peru menempati peringkat 2 untuk penangkapan liar di laut dan peringkat ke 7 untuk penangkapan ilegal spesies yang terancam punah.

Penangkapan yang berlebihan dan perdagangan spesies terlarang menjadi penyebab utamanya.

Peringkat #9, AUSTRALIA

Sekarang sekitar 11.5 % total lahan tanah di Australia kini telah dilindungi oleh pemerintah, lahan ini adalah tempat tumbuhnya banyak pepohonan. Meskipun bertempat di padang pasir gersang Lahan ini dilindungi pemerintah demi

mengendalikan tingkat konversi lahan yang mulai tak terkendali.

(19)

Peringkat #8, RUSIA

Hanya kurang dari separuh penduduk Rusia memiliki yang akses terhadap air

minum yang aman. Limbah kota dam kontaminasi nuklir menambah masalah

besar pada sumber air utama. Rusia di posisi ke-4 untuk pencemaran air

terburuk. Peringkat 5 terburuk pada kualitas udara emisi CO2 – kualitas udara

sama buruknya dengan kualitas air. Ada lebih dari 200 kota yang sering

melebihi batas polusi Rusia. Peringkat 7 untuk penangkapan liar di laut.

Peringkat #7, INDIA

India berada pada peringkat ke-3 dunia untuk pencemaran air. Hal ini terjadi

sebagai dampak meningkatnya persaingan air di berbagai sektor, termasuk

pertanian, industri, domestik, minum, pembangkit energi dan lain-lain.

(20)

Peringkat #6, MEXICO

Memiliki lebih banyak spesies tanaman dan hewan dari hampir semua negara lain: 450 mamalia; sekitar 1000 burung, 693 reptil, 285 amfibi, dan lebih dari 2000 ikan.

Pertengahan 1990-an, banyak spesies yang diketahui terancam: 64 mamalia, 36 burung, 18 reptil, 3 amfibi, dan 85 ikan. Meksiko tidak bergabung dengan Konvensi Perdagangan

Internasional Spesies Langka (CITES), perjanjian internasional utama untuk menghentikan perdagangan flora fauna terancam dan hampir punah, berlaku sejak 1975, hingga tahun 1991. Ini menjadikan Mexico menempati peringkat 1 untuk spesies terancam. Juga

peringkat 9 pada tingkat kehilangan hutan alam paling banyak di dunia.

Peringkat #5, JEPANG

Menempati peringkat 4 untuk penangkapan ikan di laut. Pada tahun 2004, jumlah tuna sirip biru Atlantik dewasa yang berada pada umur pemijahan telah turun menjadi sekitar 19% dibandingkan tahun 1975, yang memiliki 1/4 dari pasokan dunia dari 5 besar spesies ikan tuna: Sirip biru, Sirip biru selatan, Bigeye, Madidihang & Albacore.

Setelah moratorium penangkapan ikan paus komersial tahun 1986, pemerintah mulai lagi dengan “penangkapan ikan paus untuk penelitian” berikutnya, penelitian ini

(21)

Peringkat #4, INDONESIA

Menurut Global Forest Watch, Indonesia adalah wilayah padat hutan pada tahun 1950,

namun 40% dari hutan yang ada pada tahun 1950 tersebut telah hilang hanya dalam waktu 50 tahun berikutnya. Jika dibulatkan, Hutan hujan tropis di indonesia jumlahnya jatuh dari 162 juta ha menjadi hanya 98 juta ha2 saja . Untuk ini, Indonesia menempati peringkat 2 di hilangnya hutan alam, efek ini menyebabkan indonesia menempati peringkat 3 tempat

untuk spesies terancam. Indonesia menempati peringkat ke-3 untuk emisi CO2, 6 untuk

penangkapan di laut, 6 untuk penggunaan pupuk, dan 7 untuk pencemaran air.

Peringkat #3, CHINA

Perairan pesisir Cina semakin tercemar oleh segala sesuatu mulai minyak, pestisida, dan air limbah, Pencemaran ini membantu Cina mendapatkan peringkat 1 nya untuk pencemaran air di dunia. Di Cina, 20 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum bersih; lebih dari 70 persen dari danau dan sungai tercemar, dan insiden polusi besar terjadi di dekat

rumah-rumah. WHO baru-baru ini memperkirakan bahwa hampir 100.000 orang meninggal setiap tahunnya karena penyakit yang bersumber dari polusi air. Di China, kepentingan

(22)

Peringkat #2, USA

Meskipun menempati peringkat 211 terbaik untuk konversi tempat tinggal dan menghormati alam- namun banyak perilaku buruknya yang melampaui negara-negara lain. Amerika adalah pengguna

terbesar dalam penggunaan pupuk dan nitrogen, fosfor dan potassium (NPK). Penggunaan pupuk yang berlebihan mengakibatkan pencemaran bahan kimia ke dalam air tanah, bahkan mengubah atau

menghancurkan habitat alam.

Amerika juga peringkat 1 untuk emisi CO2, peringkat 2 sebagai tempat polusi air, tempat ke-3 untuk penangkapan ikan di laut, dan 9 tempat untuk spesies terancam. Tidak semua orang amerika bangga menjadi orang Amerika saat ini.

Peringkat #1, BRAZIL

Dari semua tujuh kategori yang dipertimbangkan untuk hasil penelitian ini, Brasil berada dalam semua peringkat 10 besar dalam kategori penyumbang kerusakan terbesar di Bumi, kecuali penangkapan ikan dilaut. Peringkat 1 untuk kehilangan hutan alam , tempat ke-3 untuk menggunakan pupuk, posisi ke-4 untuk spesies terancam, posisi ke-4 untuk emisi CO2, dan tempat ke 8 untuk polusi air .

Untuk apakah perusakan lingkungan yang luar biasa ini ditujukan? Sebagian besar kerusakan hutan di Brasil terkait erat dengan hutan hujan Amazon yang luas pembukaan lahan untuk Pastureland oleh

kepentingan komersial dan spekulatif, kebijakan pemerintah salah arah, tidak sesuai proyek Bank Dunia. Ditambah eksploitasi komersial sumber daya hutan menjadi lahan Kedelai dan tanaman kakao dan

peternakan.

Bertambahnya populasi manusia di Brazil, kualitas hidup manusia akan menurun secara substansial dalam waktu dekat. Meningkatnya kompetisi untuk sumber daya akan menyebabkan perselisihan dan perang sipil tinggi akan lebih sering. Lanjutan degradasi lingkungan ini menuntut negara2 lain di dunia

(23)

1. People, Plans, and Policies; Herbert J. Gans,

Columbia Univ Press, 1993

Referensi

Dokumen terkait