• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT desa tanjun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT desa tanjun"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) : “Mesin Pengupas Pinang Bagi

Masyarakat Desa Tanjung Meriah Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe

Kabupaten Pakpak Bharat”

Disusun Oleh :

Eswanto, ST., M.Eng

NIDN : 0111128404

Ir. Zainuddin, MT

NIDN : 0010065404

Ir. Nurdiana, MT

NIDN : 0118066702

H.Munajat, SE, M.Si

NIP : 196709222005011001

JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN

(2)

i

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT sang penguasa segala kehidupan dan kematian, tempat kelak kita mempertanggung jawabkan segala amal perbuatan selama di dunia dan karena rahmat, hidayah dan karunia-Nya pulalah penulis dapat menyelesaikan laporan akhir kegiatan pengabdian masyarakat yang telah selesai dilaksanakan di desa Tanjung Meriah kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara.

Dalam abdimas ini begitu banyak hal baru dan menarik yang diperoleh selama proses pelaksanaan pengabdian masyarakat, mulai dari surat menyurat dari institusi ITM ke daerah tempat pengabdian sampai dengan waktu perjalanan begitu sangat menantang andrenalin karena letak geografisnya, berbukit belum lagi cuaca dingin, jalan rusak,antrian kendaraan, yang dapat ditempuh selama kurang lebih 6 jam perjalanan dari kota medan. Kondisi tersebut akan hilang seketika pada saat sampai ditempat tujuan karena masyarakatnya flural dan ramah ditambah lagi keindahan daerah tersebut yang dikelilingi oleh bukit-bukit yang masih hijau yang terkenal dengan bukit kuping gajah.

Pada kesempatan ini tim abdimas banyak mendapatkan semangat dan dukungan ataupun bantuan dalam bentuk moril ataupun materil dari berbagai pihak hingga terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat ini, dimana kegiatan ini sebagai wujud dari Tridarma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh setiap dosen.

Penulis menyadari bahwa keberhasilan dalam menyusun laporan akhir pengabdian masyarakat ini tidak terlepas dari bantuan, saran dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, perkenankanlah penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ketua Yayasan dwiwarna Medan

2. Rektor Institut Teknologi Medan, Dr. Ir.Mahrizal Masri, MT

3. Ibu Dr, Cut Nuraini, ST,MT sebagai Ketua LPM-ITM yang selalu memberi arahan format kegiatan pengabdian

4. Ketua dan sekretaris jurusan teknik mesin, terimakasih atas dukungannya 5. Ir.Suwarno,MT sebagai Dekan FTI, terimakasih atas dukungannya 6. Bapak Feri, Driver selama kegiatan ke pakpak bharat

7. Semua pihak yang telah banyak membantu dan tidak dapat disebutkan satu persatu. Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa laporan pengabdian ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis meminta maaf serta menerima kritik dan saran dari semua pihak yang sifatnya membangun untuk kita bersama.

Akhir kata hanya Allah SWT pemilik kesempurnaan itu tempat penulis mohon petunjuk dan harapan, semoga tulisan laporan akhir pengabdian ini dapat bermanfaat terutama bagi penulis sendiri dan juga seluruh pembaca. Amin ya Robbal allamin.

September, 2016

(3)

ii

2.1. Solusi yang ditawarkan ... 6

2.1. Target Luaran ... 7

BAB 4. KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI ... 10

4.1. Kinerja Lembaga Pengabdian Masyarakat ... 11

BAB 5. HASIL YANG DICAPAI ... 13

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN ... 14

DAFTAR PUSTAKA ... 15

(4)

1

yang tersebar di 8 kecamatan, adapun kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe adalah kecamatan

yang mempunyai penduduk yang lebih besar dibanding 7 kecamatan yang lain yaitu ±

11.000 jiwa berada dikecamatan ini ( Sumber : hasil wawancara dengan camat STU Jehe ).

Sebenarnya Pakpak Bharat bukan wilayah baru. Kabupaten yang mengambil tiga kecamatan

dari Dairi ini mengambil nama sub-Wilayah suku Pakpak. Sebelum Belanda masuk ke Pakpak

/Dairi, suku yang penduduknya tersebar di Kabupaten Pakpak Bharat, Aceh Selatan, dan

Pakpak Bharat ini sudah mempunyai struktur pemerintahan tersendiri. Hampir 90 persen

penduduk di wilayah Pakpak Bharat beretnis Pakpak. Berbeda dengan kabupaten induknya

yang dihuni bermacam-macam suku, seperti Pakpak, Batak Toba, Mandailing, Nias, Karo,

Melayu, Angkola, dan Simalungun serta suku lainnya. Agaknya, hal inilah yang menjadi

pendorong wilayah Pakpak untuk memekarkan diri. Selain Alasan utamanya adalah untuk

mengoptimalkan penggarapan potensi, percepatan pembangunan fisik, dan pertumbuhan

(5)

2

Gambar 1. Kantor camat dan kantor polsek sibande, pakpak bharat

Dalam penggunaan lahan di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe terdiri dari

penggunaan lahan untuk lahan kering dan lahan sawah. Penggunaan lahan kering lebih

mendominasi dari pada lahan sawah, penggunaan tanah untuk lahan kering terdiri dari

perkampungan, Tegal/kebun, kebun campuran, perkebunan rakyat, alang-alang, belukar,

hutan suaka dan hutan lebat. Tanaman pinang dapat dijadikan tanaman pagar, penghijauan,

bahan bangunan, dan hiasan, bagian-bagian tanamannya pun sangat berguna. Kandungan

zat-zat dalam bagian-bagian tanamannya sangat berkhasiat menyembuhkan beberapa

penyakit, oleh karena itu masyarakat di daerah ini banyak menanam pinang, masyarakat

juga berharap hasil dari buah pinang ini dapat menjadi masukan penghasilan tambahan

keluarga. Pinang merupakan tanaman serba guna, seperti untuk ramuan obat, bahan baku

industri, bahan bangunan, dan tanaman pagar yang sangat prospektif dan banyak diminati

untuk dikembangkan. Biji pinang berkhasiat sebagai obat cacing, obat luka paru, peluruh

haid, pelangsing tubuh, peluruh air seni. Biji pinang (Areca catechu .L) mengandung zat

kimia yaitu, alkaloida, saponin, dan flavonoida. Perbanyakan pinang sirih dilakukan dengan

biji dari buah yang benar – benar sudah tua. Biji yang akan dijadikan benih harus diambil

dari pohon induk yang berumur kira – kira 15 tahun, akan tetapi lebih baik lagi kalau

produksi buah dari pohon induk tersebut dari setiap tahunnya mampu menghasilkan sekitar

(6)

3

kulitnya maka dapat digunakan dengan mesin pengupas.. Para petani pinang tentunya

berharap agar proses pengupasan kulit pinang ini bisa berjalan lebih cepat sehingga hasil

yang didapat lebih maksimal dalam waktu yang relatif lebih singkat. Untuk itu diperlukan

suatu alat bantu atau mesin yang dapat memenuhi tujuan diatas.

(7)

4

1.2. Permasalahan Mitra

Buah pinang merupakan salah satu potensi dari perkebunan masyarakat di desa

tanjung meriah Kecamatan sitellu tali urang jehe, selama ini masyarakat mengolah pinang

dengan cara manual, untuk mendapatkan biji pinang harus melakukan kegiatan dengan cara

buah pinang dibelah dengan parang, selalunya pembelahan buah pinang tangan pekerja

terluka karena parang seperti jaring telunjuk dan ibu jari. Pekerjaan mendapatkan biji

pinang ini relatif lama yaitu 50Kg per oranng per hari. Untuk mengatasi resiko terlukanya jari

tangan, dan lamanya proses mendapatkan biji pinang, untuk cara ini dirasa kurang efektif

dan membutuhkan banyak orang untuk pekerjaan mengupas sehingga pekerjaan menjadi

lama dan biaya menjadi besar ditambah resikonya. Untuk mendapatkan hasil yang prima,

buah pinang dijemur selama 3 hari (tergantung cuaca) untuk melepaskan biji pinang dari

serabut buah pinang. Penjemuran yang sempurna ditandai dengan terdengarnya goncangan

biji buah pinang apabila buah pinang diguncangkan dekat telinga. Buah pinang yang sudah

kering ini dimasukkan ke dalam mesin pengupas sehingga biji pinang yang dihasilkan

berbentuk bulat.. Mesin pengupas pinang sangat berguna bagi masyarakat petani yang

menanam buah pinang, karena petani tidak perlu lagi menjual buah pinang yang sudah tua

dalam bentuk mentah, tanpa diolah. Biji pinang yang dihasilkan tidak terbelah, tetapi dalam

bentuk lebih baik (bulat), biasanya harga jualnya lebih tinggi dari yang dibelah.

(8)

5

1.3. Tujuan Kegiatan

Secara umum tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu

masyarakat mempercepat proses pengupasan biji pinang dari kulitnya sehingga dapat

menghemat waktu dan tenaga kerja, hal ini yang tidak dapat dicapai selama ini yaitu dengan

cara manual menggunakan pisau ataupun parang. Oleh karena itu dengan diterapkannya

teknologi tepat guna (TTG) mesin pengupas pinang ini diharapkan dapat meningkatkan

produksi masyarakat dari hasil perkebunan tersebut dan juga harapannya setelah mesin ini

diterapkan, masyarakat dapat mengembangkan sesuai perkembangan kebutuhannya.

(9)

6

BAB 2

SOLUSI DAN TARGET LUARAN

2.1. Solusi yang ditawarkan

Berdasarkan situasi dan kondisi permasalahan mitra di atas, maka salah satu upaya

yang ditawarkan untuk dapat memberikan solusi kepada masyarakat adalah dengan cara

membuatkan mesin pengupas kulit pinang, dimana cara seperti ini belum pernah

diterapkan sebelumnya di desa tanjung meriah tersebut.

Dengan demikian solusi yang ditawarkan untuk memecahkan permasalahan tersebut

adalah:

1. Melakukan penyuluhan terkait pemanfaatan hasil perkebunan dan penerapan

teknologi tepat guna (TTG) yang diharapkan dapat membantu dalam proses

pengerjaan;

2. Memberikan peningkatan pengetahuan, wawasan dan intensitas informasi

dalam penerapan teknologi tepat guna (TTG) mesin pengupas pinang dan

pembuatan mesin pengupas pinang;

3. Melakukan persentasi tentang Cara penggunaan mesin pengupas kulit pinang,

dan cara perawatan mesin;

4. Melakukan peninjauan dan aplikasi langsung dilapangan dimana kegiatan

sangat efektif karena menunjukkan bukti nyata yang dapat dilihat sendiri oleh

kelompok sasaran;

(10)

7

2.2. Target Luaran

Dalam pengabdian masyarakat ini target luarannya adalah sebagai berikut:

1. Kebutuhan penduduk akan adanya mesin pengupas kulit pinang dapat terpenuhi;

2. Peningkatan pengetahuan penduduk tentang cara pengupasan kulit pinang maupun

pengeringannya untuk mendapatkan hasil pengupasan yang baik;

3. Dengan tersedianya mesin pengupas kulit pinang, diharapkan masyarakat akan

dapat mengatasi masalah waktu yang dibutuhkan intuk mengupas kulit pinang

dengan hasil pengupasan yang baik, sehingga dapat meningkatkan pendapatan

masyarakat;

4. Penerapan teknologi tepat guna (TTG) mesin pengupas pinang diharapkan dapat di

contoh dan dibuat kembali oleh masyarakat dengan biaya murah dan terjangkau;

5. Peningkatan kuantitas dan kualitas produk dari hasil tepat guna (TTG) mesin

pengupas pinang;

(11)

8

BAB 3

METODE PELAKSANAAN

3.1. Metode Pelaksanaan

Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu menerapkan

teknologi tepat guna (TTG) mesin pengupas pinang bagi masyarakat tanjung meriah. Untuk

mendukung pelaksanaan program penerapan TTG ini perlu dilakukan beberapa langkah

atau metode dalam melaksanakan solusi untuk mengatasi permasalahan mitra,

langkah-langkah tersebut antara lain sebagai berikut:

a) Dalam bidang produksi

Dalam bidang produksi permasalahan utama adalah belum adanya teknologi tepat guna

yang dimiliki oleh masyarakat tanjung meriah dalam proses pengupasan pinang, padahal

permintaan pasar semakin meningkat dan buah pinang di perkebunan masyarakat banyak

yang siap panen. Dalam melaksanakan solusi terkait dengan permasalahan mitra dalam

bidang produksi adalah dengan membuatkan mesin pengupas pinang.

b) Dalam bidang Manajemen

Dalam kaitannya dengan bidang manajemen solusi yang ditawarkan kepada mita adalah:

1. Memberi pelatihan terkait dengan pemakaian mesin pengupas pinang;

2. Membuka peluang untuk bekerjasama dengan pemda tingkat kabupaten kota

maupun tingkat propinsi untuk dapat dikembangkan menjadi Iptek bagi produk

ekspor, dimana hasil pinang dari masyarakat desa tanjung meriah dapat diekspor

keluar negeri dengan kualitas unggul;

3. Memberi penyuluhan dan pelatihan terkait manajemen pengelolaan produksi

(12)

9

3.2. Metode Pendekatan

3.2.1. Pemberian informasi dan penyuluhan

1. Penyuluhan Perseorangan

Kegiatan ini khususnya dilakukan pada para tokoh masyarakat yang diharapkan

dapat menjadi tokoh penghubung, seperti: Pimpinan cabang muhammadiyah

kecamatan STTU Jehe , ketua LKMD, ketua PKK ,Ketua perkumpulan pengajian

ibu-ibu Aisyiah, ketua Karang Taruna dan organisasi terkait lainnya. Kegiatan ini

dimaksudkan sebagai upaya pendekatan sosial kepada masyarakat, untuk

memberikan pemahaman tentang proses pengupasan kulit pinang.

2. Penyuluhan Kelompok Masyarakat

Metode ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan

penduduk/masyarakat, terutama dalam kaitannya dengan cara pengupasan kulit

pinang. Harapannya setelah penyuluhan selesai masyarakat dapat mandiri baik

dalam penggunaan TTG mesin pengupas pinang maupun jika ada

pengembangan mesin untuk lebih baik lagi dalam produksinya.

3.2.2. Demonstrasi (peragaan)

Demostrasi dilaksanakan dengan maksud untuk memberikan contoh nyata dan pemahaman

lebih mendalam bagi para kelompok sasaran tentang cara pengupasan kulit pinang. Untuk

pelaksanaan demonstrasi ini dilakukan penetapan lokasi tempat mesin pengupas kulit

pinang ( lokasi ditetapkan di halaman mesjid TAQWA di depan kantor camat dan kantor

polsek Sibande). Pada Demonstrasi ini Tim pengabdi langsung bersama masyarakat

(13)

10

BAB 4

KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI

Visi dan Misi Lembaga PenelitiandanPengabdankepadaMasyarakat (LPPM)

Visi: Menjadi Lembaga Penelitian danPengabdiankepadaMasyarakat (LPPM)Terkemuka

dalam Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Berdaya Saing Tinggi pada

Tataran Global.

Misi: (a)Menciptakan LPPM sebagai pusat Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang

berkualitas; (b) Mengkoordinir, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian

danpengabdiandi lingkungan ITM;(c) Mensosialisasi,memfasilitasi, dan mengelola sumber

daya untuk kegiatan penelitiandanpengabdian; (d)Meningkatkan LPPM dalam kegiatan

penelitiandanpengabdianserta pengembangan guna peningkatan kualitas Perguruan

Tinggi.(e) Menjadikan pusat informasi ilmiah bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; (f)

Menghasilkan berbagai tema penelitiandanpengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat

baik ditingkat lokal dan nasionalmaupun internasional; (g) Berupaya menghasilkan Hak

KekayaanIntelektual (HaKI) dari berbagai hasil penelitiandanpengabdian; (h) Membangun

kerjasamapenelitiandanpengabdian denganberbagaiinstitusi Perguruan Tinggi,

Pemerintahan, dan Industri.(i) Mengembangkan dan meningkatkan kualitas jurnal hasil-hasil

penelitian,pengabdian, dan artikel ilmiah; (j) Menciptakan iklim dan budaya meneliti

danpengabdiandengan berbagai pelatihan metodologis baik pada tingkat pemula maupun

lanjutan; (k) Mendorong bidang-bidang kajian:Penelitian dan Pengabdian; Jurnal/Informasi

PenelitiandanPengabdian; Pelatihan (Training) dan Peningkatan Sumber Daya Manusia.

Manajemen Lembaga

No Nama Lengkap Jabatan

1 Dr. Cut Nuraini, ST, MT Ketua LPPM

2 Eswanto, ST, M.Eng Sekretaris LPPM

3 Hasan Basri Tamba, S.Th.I Dokumen kontrol

4 Prof. DR. Alesyanty Reviewer Internal

5 Prof. DR. Ir. Ilmi Abdullah, M.Sc. Tenaga Ahli 6 Dr.Ir.Said Muzambiq, M.Si Tenaga Ahli 7 Dr. Ir. Hamzah Lubus, M.Si Tenaga Ahli 8 DR.Eng. Supriatno, ST., MT. TenagaAhli

(14)

11

Institut Teknologi Medan (ITM) berdiri sejak tahun 1984 telah menunjukkan

kemampuannya dalam menjalanlan program hibah yang dimenangkan secara kompetitif

melalui Dikti, PEMDA maupun hibah institusi. ITM memiliki staf akademik berbagai status

baik staf akademik tetap, kontrak, dan staf tidak tetap. Total staf akademik data per tahun

2016 adalah 290 yang terdiri 139 staf tetap, 44 staf kontrak, 107 staf tidak tetap dengan

kualifikasi pendidikan akademik 14% S3 : 84% S2 : 2% S1. Beberapa kelayakan yang menjadi

pertimbangan bahwa ITM layak untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat

adalah:

4.1. Kinerja Lembaga Pengabdian Masayarakat (LPM) 1 tahun terakhir

Dalam kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat, Perguruan Tinggi

merupakan sumber dan mediator bagi pelaksanaan program. Perguruan tinggi, khususnya

Institut Teknologi Medan (ITM), mewadahi tindakan – tindakan yang akan dilakukan dalam

kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat, yang direalisasikan dalam berbagai

program. Lembaga Penelitian dan pengabdian masyarakat-ITM, sampai saat ini telah

menjalankan visi dan misinya sesuai visi dan misi Perguruan Tinggi, dimana telah

melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat untuk berbagai bidang sesuai

dengan bidang keilmuan dan ketersediaan SDM yang dimiliki ITM, baik yang didanai oleh

DIKTI maupun Institusi ITM.

Kinerja LPM dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat satu tahun terakhir ini

telah banyak dilakukan. Pada tahun 2015 LPM ITM memperoleh hibah pengabdian

masyarakat dari DIKTI sebanyak 5 hibah dari berbagai program studi, dimana untuk

perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara menempati rangking ke-2 jumlah perolehan

hibah dari DIKTI, sedangkan perolehan dana hibah dari DIKTI pada tahun 2016 baik skema

pengabdian masyarakan maupun penelitian, ITM menempati urutan pertama jumlah

perolehan dana hibah dari DIKTI yang diperoleh secara kompetitif Nasional. Disamping

kegiatan abdimas yang didanai DIKTI, LPM juga melakukan kegiatan abdimas yang didanai

oleh ITM, dimana sejak tahun 2014 ITM mempunyai desa binaan di sei bingei Kabupaten

langkat, sumatera utara. Adapun kegiatan pengabdian masyarakat yang sudah dilaksanakan

(15)

12

1. Ibm Mesin Pengayak Pasir Sistem Rotari Dengan Memanfaatkan Energi Air Yang

Dibutuhkan Kelompok Masyarakat Penambang Pasir Di Desa Paya Jambu, Kabupaten

Langkat, Sumatera Utara, (Hibah Dikti);

2. IbM Mesin Pencetak Makanan Ringan Ceker Kremes Sistem Mekanis Yang

Dibutuhkan Kelompok Ukm Oleh-Oleh Khas Sergei Di Desa Deli Muda Hilir,

Deliserdang, Sumatera Utara, (Hibah Dikti);

3. IbM Mesin Pengupas Pinang Yang Dibutuhkan Masyarakat Di Kecamatan Sitellu Tali

Urang Jehe & Desa Tanjung Meriah, Pakpak Bharat, Sumatera Utara, (Hibah Dikti);

4. Pembuatan mesin pemecah kemiri bagi masyarakat desa sei bingei, kabupaten

langkat, sumatera utara ( desa binaan ITM- Dana Institusi);

5. Pembuatan mesin pemipil jagung jagung bagi masyarakat desa sei bingei, kabupaten

langkat, sumatera utara ( desa binaan ITM- Dana Institusi);

6. IbM Kincir Air Untuk Menaikkan Air Ke areal Persawahan Untuk Kelompok Tani Di

Desa Paya Jambu Kelurahan Pekan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara;

7. IbM Kelompok Tani Hortikultura Dan Ternak, Medan, (Hibah Dikti);

8. IbM Kecamatan Medan Selayang Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

(Community Based Solid Waste Management: Cbswm), Medan, Sumatera Utara,

(16)

13

BAB 5

HASIL YANG DICAPAI

Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penerapan

secara langsung Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin pengupas pinang yang mana sangat

dibutuhkan masyarakat desa tanjung meriah. Kegiatan ini dilakukan oleh Tim dosen jurusan

teknik mesin Institut Teknologi Medan atas persetujuan dari ketua lembaga Penelitian dan

Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM-ITM).

Berdasarkan hasil kegiatan dan sudah dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 10

September 2016 telah berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan, terlihat bahwa

antusias masyarakat sangat baik dalam mengikuti kegiatan tersebut, yaitu penerapan TTG

secara langsung dengan cara memberikan penyuluhan dan praktek penggunaan mesin

secara tepat dan lengkap sesuai dengan standar operional yang benar. Masyarakat yang ikut

dalam kegiatan tersebut merasa senang dan puas, karena saat kegiatan mendapatkan ilmu

baru terkait dengan penerapan TTG mesin pengupas pinang.

Diakhir kegiatan salah satu tokoh masyarakat desa tanjung meriah berpesan kepada

tim pengabdi sebagai perwakilan dari kampus ITM agar sesering mungkin dari kampus ITM

untuk memberikan kegiatan-kegiatan yang serupa, agar ada kerjasama yang terus berlanjut

antara sekolah dengan perguruan tinggi, khususnya dengan Institut Teknologi Medan

sehingga masyarakat di pedesaan dapat menikmati teknologi yang dibutuhkan.

(17)

14

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan ini, sangat

bermanfaat bagi masyarakat mitra (desa tanjung meriah, pakpak bharat). Masyarakat

sangat antusias dan berharap kegiatan-kegiatan serupa untuk terus dikembangkan dan

ditingkatkan dalam masa-masa yang akan datang, sehingga masyarakat di daerah yang baru

pemekaran ini dapat terbantu dengan adanya teknologi baru dalam membantu pekerjaan

masyarakat petani perkebunan, khususnya perkebunan pinang.

(18)

15

DAFTAR PUSTAKA

Sularso dan Suga, Kiyokatsu. 1991. Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin.

Jakarta: Erlangga.

Joseph E. “higley, Larry D. Mitchell, Gandhi Harahap , 1 4, Perencanaan Teknik Mesin

Edisi Keempat, Jilid 2, Penerbit Erlangga, Jakarta.

(19)

16

LAMPIRAN-LAMPIRAN

KEGIATAN PENGABDIAN DI DESA TANJUNG MERIAH

KECAMATAN SITELLU TALI URANG JEHE KABUPATEN

(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)

Gambar

Gambar 1. Kantor camat dan kantor polsek sibande, pakpak bharat
Gambar 2. Peta lokasi desa tanjung meriah kab. Pakpak Bharat
Gambar 3. Buah pinang yang sudah tua
Gambar 4. Diskusi dengan masyarakat terkait tujuan penerapan TTG
+5

Referensi

Dokumen terkait

Dan saya melihat bahwa semua itu mulai dengan Trinitas dan tarian agung kehidupan yang dibagikan oleh Sang Bapa, Sang Anak, dan Roh Kudus.. Itulah sajak dan alasan dan misteri

Kekerasan fisik dalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat.Kekerasan psikis adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya

urusan intern lembaga lokasi KKN, penyalahgunaan narkoba, perbuatan yang melanggar norma susila, dan perbuatan tercela lainnya yang dapat menjelekan nama almamater dan

Pada gambar 3 terlihat secara jelas perbedaan antara air sebelum difiltrasi dengan biosand, mapun air hasil olahan biosand.Secara kasat mata terlihat bahwa air sebelum difiltrasi

Di akhirat kelak Allah melakukan perhitungan atas amal perbuatan manusia dengan adil dan cermat, bagi hamba-hambanya yang beriman dan beramal saleh serta melaksanakan segala

Kelak di kemudian hari Allah akan membuat keputusan secara adil sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukan manusiadi dunia, hal ini karena Allah memiiki sifat a.. Al-Wahab adalah

Di akhirat kelak Allah melakukan perhitungan atas amal perbuatan manusia dengan adil dan cermat, bagi hamba-hambanya yang beriman dan beramal saleh serta melaksanakan segala yang

11 HASIL DAN PENUTUP Alhamdulillahirobbil ‘alamin, Kegiatan pelatihan berpidao sebagai upaya Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan di Ponpes Satu Atap Nurul Amal