Pemasangan dan
Pemeliharaan
Grounding
Erfin Saputra Pembumian atau Grounding adalah
benda logam yang di tanam dalam tanah berfungsi sebagai pelepasan muatan listrik , tanah atau bumi adalah sebuah masa yang bersifat netral dan memiliki volume yang luar biasa besar sehingga mampu untuk menyerap dan menetralkan muatan listrik sebesar apapun .
Meniadakan bahaya tegangan atau arus kejut, Meniadakan bahaya kebakaran
Meniadakan ketidakstabilan tegangan
Bagian pembuangan muatan listrik dari
lightening arrester
Bagian instalasi yang terbuat dari logam
Titik netral dari transformator atau generator
Pengaruh keadaan struktur tanah Pengaruh unsur kimia
Pengaruh iklim
Pengaruh temperatur tanah
Faktor yang mempengaruhi
Gardu Induk merupakan suatu sistem Instalasi listrik yang terdiri dari
beberapa peralatan listrik dan menjadi penghubung listrik dari jaringan transmisi ke jaringan distribusi primer.
Gardu Induk befungsi sebagai penyalur daya (KVA, MVA) sesuai
dengan tegangan operasinya.
Karena peranannya yang sangat penting dalam menyalurkan daya
listrik dan menjadi penghubung listrik dari jaringan transmisi ke jaringan distribusi primer maka harus diterapkan sistem pentanahan yang memenuhi persyaratan sistem pengaman yaitu :
Sistem pentanahan Gardu Induk harus peka terhadap gangguan yang
terjadi, dan secara proposional mampu mendeteksi gangguan dengan tepat di area atau zona yang di amankan
1. Kepekaan (Sensitivity)
Sistem Pentanahan Gardu Induk harus handal. Tidak boleh gagal,
mampu bekerja sesuai dengan pengaturan yang diterapkan pada sistem pentanahan tersebut.
2. Keandalan (Reliability)
Sistem Pentanahan Gardu Induk harus handal. Tidak boleh gagal,
mampu bekerja sesuai dengan pengaturan yang diterapkan pada sistem pentanahan tersebut.
Hal – hal yang
diperlukan dalam
1. Toolkit Set.
4. Cangkul, Tali.
1. Helm Pengaman. 2. Sepatu Karet.
3. Sarung Tangan Kulit. 4. Pakaian Kerja.
5. Sabuk Pengaman 6. P-3 K
1. Ground Rod 2. BC 50 mm2
3. Klem Pentanahan 4. Pipa Galvanis
5. Stainless Steel Strap dan Stopping Buckles 6. CCO (Connector Al/Cu)
1. Earth Tester
cara penggunaan earth tester:
Pada switch pilih mode Ω. Tekan push button.
Lihat penunjuk voltase tanah
apabila jarum bergerak dengan
cepat sampai mentok ke ujung volt meter, check kembali instalasi
kabel.
Cara kerja Earth Tester
•
Adjust
ohm meter sampai nilai
voltase pada
galvanometer
“0 volt”.
•
Lakukan instalasi
earth tester
seperti tampak
jarak
L
adalah sebesar 5 meter.
Pemilihan Lokasi Pemilihan Bahan
Penanaman Grounding Road
Cara Penyambungan Grounding Road dengan Kabel
Grounding
Penanaman Kabel Grounding
Lakukan pemilihan lokasi penanaman grounding
road disekitar rumah anda, rencanakan berapa titik
yang akan ditanamkan.
Jika anda akan memasang beberapa buah
grounding road usahakan jangan terlalu
berdekatan , ditujukan supaya pembumian
menyebar disekitar rumah anda. Dan juga untuk
menjaga bialamana salah satu grounding rod sitim
pembumiannya tidak bagus maka bisa dibumikan
oleh grounding rod lainnya.
Harus diperhatikan bahwa masing masing
grounding road semua harus terhubung.
Lakukan pencarian tanah yang mudah
ditancapkan. Hindari penanaman grounding
road di daerah tanah berbatu atau berpasir.
Usahakan lokasi penempatan grounding
road tidak terlalu jauh dari bangunan
rumah, tapi harus diingat jangan sampai
merusak sistim instalasi / pemipaan yang
telah tertanam.
Usahakan penempatan antara grounding
Pemilihan grounding road dan kabel grounding yang akan diinstlasi harus sesuai
standar , baik jenis maupun ukurannya.
Grounding road yang paling bagus adalah pipa padat yang terbuat dari tembaga.
Disamping sebagai daya hantar yang kuat, tembaga tidak mudah berkarat. Anda perlu memeriksa barang tersebut saat pembelian, karena kadang kadang banyak pipa yang dijual kelihatannya terbuat dari bahan tembaga padahal bagian dalamnya adalah besi biasa tapi bagian luarnya disepuh dengan tembaga. Untuk menchecknya anda bisa memotong secara diagonal maka akan kelihatan apakah asli atau tidak.
Penggunaan besi biasa harus dihindari karena bahan ini sangat mudah berkarat.
Lakukan penggalian tanah ukuran 30 x 30 kedalaman 50 cm
Pertama coba tancapkan grounding road tersebut apakah mudah
atau susah ditancapkan.
Jika agak susah , buatkan bentuk lubang dimana grounding rod akan
ditanamkan.
Tuangkan air kedalam lubang tersebut hingga penuh
Tancapkan grounding rod kedalam lubang tersebut dan tekan secara
pelan pelan hingga beberap centimeter
Angkat sedikit grounding rod, dan biarkan air turun kebawah Tekan kembali grounding rod hingga beberapa centimeter dari
kedalaman awal
Tuangkan kembali air kedalam lubang , lalu ulangi menekan
grounding rod. Sepanjang anda tidak menemukan tanah yang keras atau tanah berbatu , air akan membantu anda untuk
menggeser lumpur atau pasir di dalam tancapan hingga grounding roda tertancap sampai habis.
Lakukan hal tersebut secara berulang hingga grounding rod
Cara menghubungkan yang paling bagus antara grounding rod
dengan kabel grounding adalah dengan sistim pengelasan dengan menggunakan alat Cadweld. Setipa penyambungan harus
menggunakan bubuk mesiu standar , karena pemakaian bubuk
mesiu akan memepengaruhi kekuatan sambungannya. Hal ini juga dilakuan untuk penyambungan antara kabel grounding dengan kabel grounding dan juga untuk penyambungan antara kabel grounding ke plate terminal grounding.
Lakukan penggalian tanah dari titik dimana grounding menuju masing
masing titik grounding yang saling terhubung. Dan juga lakukan penggalian kea rah terminal grounding
Buat galian disepanjang jalur lintasan dengan kedalaman antara 50
-60 cm
Tarik kabel grounding melalui jalur kabel tersebut, kemudian
tempatkan di bawah galian. Pastikan panjang kabel sudah cukup hingga proses pengikatan dengan grounding road tidak akan susah. Jangan biarkan kabel grounding berlebih.
Setelah semua sambungan telah di koneksi dengan sistim cadwell,
berikan pipa marking di tempat grounding rod tersebut. Gunakan pipa PVC 4 ‘’ dan ditutup dop pipa.
Kemudian lakukan penimbunan tanah didaerah galian sampai
ketinggian 20 cm. Lalu padatkan. Kemudian beri tanda misalanya batu bata supaya dikemudian hari jika ada penggalian di
sepanjang areal penanaman kabel, maka kabel akan aman.
Setelah bata terpasang semua, kemudain timbun kembali hingga
Memaksimalkan umur pakai peralatan.
Menjaga agar peralatan berfungsi secara baik, handal dan aman.
1. Pelaksanaan pemeliharaan atas dasar PK dari atasan yang
berwenang.
2. Lakukan pemeriksaan ke lokasi, untuk dasar persiapan pekerjaan.
3. Siapkan alat kerja, alat K-3 dan material kerja yang diperlukan.
4. Konfirmasikan tanggal dan jam pelaksanaan pemeliharaan.
5. Laksanakan pekerjaan sesuai dengan jadual yang sudah disepakati.
6. Selesai melaksanakan pekerjaan, segera melaporkan kepada Posko.
7. Buat laporan tertulis kepada atasan yang menugaskan.
1. Petugas pelaksana menerima PK dari Asman Distribusi untuk
melakukan pemeliharaan Sistim Pembumian.
2. Siapkan Alat Kerja, Alat Ukur, Alat K-3, Material Kerja dan Alat Bantu
sesuai dengan kebutuhan.
3. Setelah Petugas sampai di lokasi, gunakan Alat
K-3 pasang rambu peringatan untuk publik dan selanjutnya lapor ke
Posko bahwa petugas akan melakukan pemeliharaan sistim
pembumian.
4.Periksa sambungan-sambungan dan kawat sistim pentanahan secara
visual.
5.Apabila terdapat kelainan misalnya putus atau hilang maka gantilah
dengan penghantar yang baru dengan cara menghubungkan kawat
arde dengan netral sementara ujung yang lain biarkan tidak
terhubung dengan Ground Rod.
6. Bebaskan Tegangan
7. Pasang Grounding Local
8. Lepaskan kawat pentanahan dari peralatan yang dihubungkan ke tanah.
9. Lepaskan kawat pentanahan dari elektroda pentanahan, dan bersihkan bagian atas elektrodanya.
10. Lakukan pengukuran Tahanan Pentanahan / Ground Rod sesuai dengan instruction manual dan catat nilai tahanannya di Formulir BA.
11. Pengukuran tahanan pentanahan :
- Bila nilainya masih sesuai dengan ketentuan periksa dan perbaiki sambungan – sambungan kawat pentanahan.
12. Lakukan pengukuran ulang dan catat nilai tahanan pentanahan di formulir Berita Acara (BA).
13.Lakukan penyembungan kawat arde ke Ground Rod dengan menggunakan klem arde.
14. Pasang kembali pentanahan ke peralatan yang ditanahkan
15. Lepaskan kembali grounding lokal
16. Masukkan tegangan
18. Lapor ke Posko bahwa pekerjaan pemeliharaan telah selesai.
19. Bereskan peralatan kerja & K-3 dan rambu peringatan untuk publik serta bersihkan areal pekerjaan.
20. Buat Laporan dan Berita Acara pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan sistem pentanahan.