• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemasangan dan Pemeliharaan Grounding (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pemasangan dan Pemeliharaan Grounding (1)"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Pemasangan dan

Pemeliharaan

Grounding

Erfin Saputra

(2)

 Pembumian atau Grounding adalah

benda logam yang di tanam dalam tanah berfungsi sebagai pelepasan muatan listrik , tanah atau bumi adalah sebuah masa yang bersifat netral dan memiliki volume yang luar biasa besar sehingga mampu untuk menyerap dan menetralkan muatan listrik sebesar apapun .

(3)

 Meniadakan bahaya tegangan atau arus kejut,  Meniadakan bahaya kebakaran

 Meniadakan ketidakstabilan tegangan

(4)

Bagian pembuangan muatan listrik dari

lightening arrester

Bagian instalasi yang terbuat dari logam

Titik netral dari transformator atau generator

(5)

 Pengaruh keadaan struktur tanah  Pengaruh unsur kimia

 Pengaruh iklim

 Pengaruh temperatur tanah

Faktor yang mempengaruhi

(6)

 Gardu Induk merupakan suatu sistem Instalasi listrik yang terdiri dari

beberapa peralatan listrik dan menjadi penghubung listrik dari jaringan transmisi ke jaringan distribusi primer.

 Gardu Induk befungsi sebagai penyalur daya (KVA, MVA) sesuai

dengan tegangan operasinya.

 Karena peranannya yang sangat penting dalam menyalurkan daya

listrik dan menjadi penghubung listrik dari jaringan transmisi ke jaringan distribusi primer maka harus diterapkan sistem pentanahan yang memenuhi persyaratan sistem pengaman yaitu :

(7)

 Sistem pentanahan Gardu Induk harus peka terhadap gangguan yang

terjadi, dan secara proposional mampu mendeteksi gangguan dengan tepat di area atau zona yang di amankan

1. Kepekaan (Sensitivity)

 Sistem Pentanahan Gardu Induk harus handal. Tidak boleh gagal,

mampu bekerja sesuai dengan pengaturan yang diterapkan pada sistem pentanahan tersebut.

2. Keandalan (Reliability)

 Sistem Pentanahan Gardu Induk harus handal. Tidak boleh gagal,

mampu bekerja sesuai dengan pengaturan yang diterapkan pada sistem pentanahan tersebut.

(8)

Hal – hal yang

diperlukan dalam

(9)

1. Toolkit Set.

(10)
(11)

4. Cangkul, Tali.

(12)
(13)

1. Helm Pengaman. 2. Sepatu Karet.

3. Sarung Tangan Kulit. 4. Pakaian Kerja.

5. Sabuk Pengaman 6. P-3 K

(14)

1. Ground Rod 2. BC 50 mm2

3. Klem Pentanahan 4. Pipa Galvanis

5. Stainless Steel Strap dan Stopping Buckles 6. CCO (Connector Al/Cu)

(15)

 1. Earth Tester

(16)

cara penggunaan earth tester:

Pada switch pilih mode Ω. Tekan push button.

Lihat penunjuk voltase tanah

apabila jarum bergerak dengan

cepat sampai mentok ke ujung volt metercheck kembali instalasi

kabel.

Cara kerja Earth Tester

Adjust

 ohm meter sampai nilai

voltase pada 

galvanometer

 “0 volt”.

Lakukan instalasi 

earth tester 

seperti tampak

jarak 

adalah sebesar 5 meter.

(17)

Pemilihan LokasiPemilihan Bahan

Penanaman Grounding Road

Cara Penyambungan Grounding Road dengan Kabel

Grounding

Penanaman Kabel Grounding

(18)

Lakukan pemilihan lokasi penanaman grounding

road disekitar rumah anda, rencanakan berapa titik

yang akan ditanamkan.

Jika anda akan memasang beberapa buah

grounding road usahakan jangan terlalu

berdekatan , ditujukan supaya pembumian

menyebar disekitar rumah anda. Dan juga untuk

menjaga bialamana salah satu grounding rod sitim

pembumiannya  tidak bagus maka bisa dibumikan

oleh grounding rod lainnya.

Harus diperhatikan  bahwa masing masing

grounding road semua harus terhubung.

(19)

Lakukan pencarian tanah yang mudah

ditancapkan. Hindari penanaman grounding

road di daerah tanah berbatu atau berpasir.

Usahakan lokasi penempatan grounding

road tidak terlalu jauh dari bangunan

rumah, tapi harus diingat jangan sampai

merusak sistim instalasi / pemipaan yang

telah tertanam.

Usahakan penempatan antara grounding

(20)

 Pemilihan grounding road dan kabel grounding yang akan diinstlasi harus sesuai

standar , baik jenis maupun ukurannya.

 Grounding road yang paling bagus adalah pipa padat yang terbuat dari tembaga.

Disamping sebagai daya hantar yang kuat, tembaga tidak mudah berkarat. Anda perlu memeriksa barang tersebut saat pembelian, karena kadang kadang banyak pipa yang dijual kelihatannya terbuat dari bahan tembaga padahal bagian dalamnya adalah besi biasa tapi bagian luarnya disepuh dengan tembaga. Untuk menchecknya anda bisa memotong secara diagonal maka akan kelihatan apakah asli atau tidak.

 Penggunaan besi biasa harus dihindari karena bahan ini sangat mudah berkarat.

(21)

 Lakukan penggalian tanah ukuran 30 x 30 kedalaman 50 cm

 Pertama coba tancapkan grounding road tersebut apakah mudah

atau susah ditancapkan.

 Jika agak susah , buatkan  bentuk  lubang dimana grounding rod akan

ditanamkan.

 Tuangkan air kedalam lubang tersebut hingga penuh

 Tancapkan grounding rod kedalam lubang tersebut dan tekan secara

pelan pelan hingga beberap centimeter

(22)

 Angkat sedikit grounding rod, dan biarkan air turun kebawah  Tekan kembali grounding rod hingga beberapa centimeter dari

kedalaman awal

 Tuangkan kembali air kedalam lubang , lalu ulangi menekan

grounding rod. Sepanjang  anda tidak menemukan tanah yang keras atau tanah berbatu , air akan membantu anda untuk

menggeser lumpur atau pasir di dalam tancapan hingga grounding roda tertancap sampai habis.

 Lakukan hal tersebut secara berulang hingga grounding rod

(23)

 Cara menghubungkan yang paling bagus  antara grounding rod

dengan kabel grounding  adalah dengan sistim pengelasan dengan menggunakan alat Cadweld. Setipa penyambungan harus

menggunakan bubuk mesiu standar , karena pemakaian bubuk

mesiu  akan memepengaruhi kekuatan sambungannya. Hal ini juga dilakuan untuk penyambungan antara kabel grounding dengan kabel grounding dan juga untuk penyambungan antara kabel grounding ke plate terminal grounding.

(24)
(25)

 Lakukan penggalian tanah dari titik dimana grounding menuju masing

masing titik grounding yang saling terhubung. Dan  juga lakukan penggalian kea rah terminal grounding

 Buat galian disepanjang  jalur  lintasan  dengan kedalaman antara 50

-60 cm

 Tarik kabel grounding melalui jalur kabel tersebut, kemudian

tempatkan di bawah galian. Pastikan panjang kabel sudah cukup hingga proses pengikatan dengan grounding road tidak akan susah. Jangan biarkan kabel grounding berlebih.

 Setelah semua sambungan telah di koneksi dengan sistim cadwell,

berikan pipa marking di tempat grounding rod tersebut. Gunakan pipa PVC 4 ‘’ dan ditutup dop pipa.

(26)

 Kemudian  lakukan penimbunan tanah didaerah galian sampai

ketinggian 20 cm. Lalu padatkan. Kemudian beri tanda misalanya batu bata supaya dikemudian hari jika ada penggalian di

sepanjang areal penanaman kabel, maka kabel akan aman.

 Setelah bata terpasang semua, kemudain timbun kembali hingga

(27)
(28)

 Memaksimalkan umur pakai peralatan.

 Menjaga agar peralatan berfungsi secara baik, handal dan aman.

(29)

1. Pelaksanaan pemeliharaan atas dasar PK dari atasan yang

berwenang.

2. Lakukan pemeriksaan ke lokasi, untuk dasar persiapan pekerjaan.

3. Siapkan alat kerja, alat K-3 dan material kerja yang diperlukan.

4. Konfirmasikan tanggal dan jam pelaksanaan pemeliharaan.

5. Laksanakan pekerjaan sesuai dengan jadual yang sudah disepakati.

6. Selesai melaksanakan pekerjaan, segera melaporkan kepada Posko.

7. Buat laporan tertulis kepada atasan yang menugaskan.

(30)

1. Petugas pelaksana menerima PK dari Asman Distribusi untuk

melakukan pemeliharaan Sistim Pembumian.

2. Siapkan Alat Kerja, Alat Ukur, Alat K-3, Material Kerja dan Alat Bantu

sesuai dengan kebutuhan.

3. Setelah Petugas sampai di lokasi, gunakan Alat

K-3 pasang rambu peringatan untuk publik dan selanjutnya lapor ke

Posko bahwa petugas akan melakukan pemeliharaan sistim

pembumian.

4.Periksa sambungan-sambungan dan kawat sistim pentanahan secara

visual.

5.Apabila terdapat kelainan misalnya putus atau hilang maka gantilah

dengan penghantar yang baru dengan cara menghubungkan kawat

arde dengan netral sementara ujung yang lain biarkan tidak

terhubung dengan Ground Rod.

(31)

6. Bebaskan Tegangan

7. Pasang Grounding Local

8. Lepaskan kawat pentanahan dari peralatan yang dihubungkan ke tanah.

9. Lepaskan kawat pentanahan dari elektroda pentanahan, dan bersihkan bagian atas elektrodanya.

10. Lakukan pengukuran Tahanan Pentanahan / Ground Rod sesuai dengan instruction manual dan catat nilai tahanannya di Formulir BA.

11. Pengukuran tahanan pentanahan :

- Bila nilainya masih sesuai dengan ketentuan periksa dan perbaiki sambungan – sambungan kawat pentanahan.

(32)

12. Lakukan pengukuran ulang dan catat nilai tahanan pentanahan di formulir Berita Acara (BA).

13.Lakukan penyembungan kawat arde ke Ground Rod dengan menggunakan klem arde.

14. Pasang kembali pentanahan ke peralatan yang ditanahkan

15. Lepaskan kembali grounding lokal

16. Masukkan tegangan

(33)

18. Lapor ke Posko bahwa pekerjaan pemeliharaan telah selesai.

19. Bereskan peralatan kerja & K-3 dan rambu peringatan untuk publik serta bersihkan areal pekerjaan.

20. Buat Laporan dan Berita Acara pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan sistem pentanahan.

(34)
(35)

Referensi

Dokumen terkait

menghubungkan konsep yang tidak dikenal dengan konsep yang dikenal, dan siswa dapat menyatakan pemahaman baru yang tidak dikenal dalam satu pikiran yang logis. Siswa paham

yang berorientasi pada masyarakat banyak maka untuk menyukseskan program tersebut seharusnya pemerintah desa lebih meningkatkan koordinasi dengan sesama aparat desa dan