• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI (1)"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem 2.1.1. Pengertian Sistem

Menurut Tata Sutabri (2012:10) ”secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, kompenen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.”Pada dasarnya sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan yang dihasilkan oleh suatu proses tertentu yang bertujuan untuk menyediakan informasi untuk membantu mengambil keputusan manajemen operasi perusahaan dari hari ke hari serta menyediakan informasi yang layak untuk pihak diluar perusahaan.

2.1.2.Karakteristik Sistem

Menurut Tata Sutabri (2012:20)”model umum suatu sistem adalah input,

proses, dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

(2)

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,artinya saling bekerjasama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen system tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar atau sering disebut “supra system”.

2. Batas Sistem (Boundary)

Ruang lingkup ssitem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sitem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan .

3. Lingkungan Luar Sistem (Environtment)

Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan mengganggu kelangsungan sistem tersebut.

4. Penghubung Sistem (Interface)

(3)

subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

5. Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukkan kedalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Contoh, didalam suatu unit sistem komputer, “program” adalah maintenance inputyang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan “data” adalah signal input

untuk diolah menjadi informasi. 6. Kuluaran Sistem (Output)

Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan Keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsistem lain.

7. Pengolah Sistem (Proses)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, contohnya adalah sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen. 8. Sasaran Sistem

(4)

2.1.3. Klasifikasi Sistem

System dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya menurut Sutabri (2012:22), adalah sebagai berikut :

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik

Sistem Abstrak yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran hubungan antara manusia dan Tuhan, sedangkan Sistem Fisik merupakan sistem yang ada secara fisik,sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia dan lain sebagainya.

2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia

Sistem Alamiah adalah system yang terjadi melalui proses alam (system matahari, system luar angkasa, system reproduksi, dan lain-lain), Sistem Buatan Manusia adalah system yang dirancang oleh manusia sedangkan sistem buatan manusia yang melibatkan mesin disebut human machine system (sistem informasi).

3. Sistem Determinasidan Sistem Probabilistik.

Sistem Tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministic. Sistemkomputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program kompuetr yang dijalankan, sedangkan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur

probabilistic.

(5)

Sistem tertutup merupakan system yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya.Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pihak luar, sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainnya.

2.1.4. Pengertian Informasi

Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Menurut Tata Sutabri (2012:29) dalam bukunya yang berjudul Konsep Sistem Informsi : “Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.”

Kualitas suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal, yaitu : informasi harus akurat (accurate), tepat waktu (timelines), dan relevan (relevance). Penjelasan tentang kualitas informasi tersebut akan dipaparkan dibawah ini.

1. Akurat (Accurate)

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena biasanya dari sumber informasi sampai penerima informasi ada kemungkinan terjadi gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.

(6)

Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat maka berakibat fatal bagi organisasi.

3. Relevan (Relevance)

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk orang satu dengan orang lain berbeda, misalnya informasi sebab musabah kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalh kurang relevan dan akan lebih relevan apabila ditunjuk kepada ahi teknik perusahaan. Sebaliknya, informasi mengenai harga pokok produksi untuk ahli teknik merupakan informasi yang kurang relevan, tetapi akan sangat relevan untuk seorang akuntan perusahaan.

2.1.5. Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi menurut Tata Sutabri (2012:46) sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentudengan laporan-laporan yang diperlukan.

(7)

1. Blok Masukan (Input Block)

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input yang dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakaian sistem.

4. Blok Teknologi (Control Block)

Teknologi merupakan “tool-box” dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software),dan perangkat keras (hardware). 5. Blok Basis Data (Database Block)

(8)

didalam basis data perlu diorganisasikan sedemikan rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas.

6. Blok Kendali (Control Block)

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Beberapa penegndalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bia terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.1.6. Sistem Informasi Manajemen

Menurut Tata Sutabri (2012:46) sistem informasi manajemen (SIM) merupakan peranan sistem informasi didalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan untuk semua tingkatan manajemen. Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen didalam pengambilan keputusan.Sistem Informasi Manajemen merupakan penerapan sisitem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.

2.1.7. Pengertian Koperasi dan Koperasi Simpan Pinjam

(9)

rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan dapat menjadi alternatif pembiayaan untuk menambah modal kerja dan investasi bagi perusahaan mikro kecil dan menengah, sedangkan Koperasi Simpan Pinjam merupakan koperasi dengan bidang usaha pelayanan tabungan dan pinjaman bagi anggotanya.

2.1.8. Basis Data (Database)

Menurut Sri Sulistiyani dalam buku yang berjudul Paduan Aplikasi dan Solusi (PAS) Micrososft Visual Basic 2010dan MySQL untuk Aplikasi Point of Sales (2011:3) secara harfiah database merupakan sekumpulan data yang tersusun dengan aturan tertentu dalam bentuk tabel. Adapun secara fungsi, database merupakan suatu tempat yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan data dalam format tertentu.

2.1.9. Pengembangan Perangkat Lunak dengan Model Waterfall

(10)

Desain

Analis Pengodean Pungujian

Analisis

Sistem / Rekayasa Informasi

Sumber : Rosa dan Shalahudin (2015:29) Gambar II.1. Model Waterfall

a. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.

b.Desain

Desain perngkat lunak adalah proses perangkat multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termaksud struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antar muka, dan prosedur pengkodean.

(11)

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

d. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

e. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Hal psositifdari model air terjun adalah struktur tahap pengembangan sistem jelas, dokumentasi yang dihasilkan disetiap tahap pengembangan, dan sebuah tahap dijalankan setelah tahap sebelumnya selesai dijalankan (tidak ada tumpang tindih pelaksanaan tahap).

2.2. Peralatan Pendukung (Tools System)

(12)

2.2.1. Diagram Alir Data (Data Flow Diagram)

Menurut Rosa dan Shalahuddindalam bukunya yang berjudul Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek (2015:70) “Data Flow Diagram (DFD)atau dalam bahasa Indonesia menjadi Diagram Alir Data (DAD) adalah representasi grafik yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi informasi yang diaplikasikan sebagai data yang mengalir dari masukan (input) dan keluaran (output)”.

1. Ketentuan yang digunakan dalam Diagram Alir Data

Menurut Kendall (2010:264) emapt simbol dasar yang digunakan untuk memetakan gerakan diagram alir data adalah :

a. Entitas

Sumber : Kendall (2010:265)

Gambar II.2. Simbol Entitas

(13)

b. Alir Data

Sumber : Kendall (2010:265)

Gambar II.3. Alir Data

Tanda panah menunjukkan perpindahan data dari satu titik ke titikLainnya, dengan kepala tanda panah mengarah ketujuan data. Aliran data yang muncul simultan bisa digambarkan hanya dengan menggunakan tanda panah pararel. Karena sebuah tanda panah menunjukkan seseorang, tempat, atau sesuatu, maka harus digambarkan dalam kata benda.

c. Proses

Sumber : Kendall (2010:265)

Gambar II.4. Proses

(14)

aliran data yang meninggalkan suatu proses selalu diberi label yang berbeda dari aliran data yang masuk.

d. Penyimpana Data

Sumber : Kendall (2010:265)

Gambar II.5.

Penyimpanan Data

Simbol dasar terakhir yang digunakan dalam diagram alir data adalah bujur sangkar dengan ujung terbuka, yang menunjukkan penyimpanan data. Penyimpanan data menandakan penyimpanan manual, seperti lemari file, atau sebuah file atau basisdata terkomputerisasi

Dalam Diagram Alir Logika, jenis penyimpanan manual seperti lemari

file (missal disk) tidak ditetapkan. Penyimpanan dapat berupa penyimpanan manual seperti lemari file atau sebuah file atau basis data terkomputerisasi.

Didalam Diagram Alir Dataterdapat aturan yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Didalam Diagram Alir Data tidak boleh menghubungkan Antara external entity dengan external entity secara langsung.

(15)

3. Setiap Diagram Alir Data tidak boleh menghubugkan external entity dengan

data store secara langsung.

4. Setiap proses harus ada alir data yang masuk da nada data yang keluar.

Tahapan-tahapan dalam pembuatan Diagram Alir Data dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :

1. Diagram Konteks

Diagram Konteks dibuat untuk menggambaerkan sumber serta tujuan data yang akan diproses untuk menggambarkan system secara umum.

2. Diagram Nol

Diagram Nol menggambarkan tahapan proses yang ada didalam diagram konteks, tetapi penjabarannya lebih terinci.

3. Diagram Detail

Diagram Detail dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih detail lagi dari diagram nol.

Teknik atau cara yang lazim digunakan di dalam membuat Diagram Alir Data adalah sebagai berikut :

1. Mulai dari yang umum atau tingkatan yang lebih tinggi, kemudian diuraikan atau dijelaskan sampai yang lebih detail atau tingkatan yang lebih rendah, yang lebih dikenal dengan istilah Top Down Analysis.

2. Jabarkan proses yang terjadi didalam alir sedetail mungkin sampai tidak dapat diuraikan lagi.

(16)

4. Berikan label yang bermakna untuk setiap symbol yang digunakan seperti : a. Nama yang jelas untuk External Entity

b. Nama yang jelas untuk Process

c. Nama yang jelas untuk Data Store

d. Nama yang jelas untuk Data Flow

Bentuk-bentuk kesalahan umum dalam pembuatan Diagram Alir Data (DAD) :

1. Black Hole

Adalah kesalahan pada proses yang memiliki input tetapi tidak menghasilkan

output.

2. Miracle

Adalah keajaiban yakni kesalahan ketika ada output terapi tidak memiliki

input.

2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram (ERD) menurut Frieyadie (2007:10) pemodelan Entity Relationship Diagram (ERD) banyak digunakan dalam merancang tabel dan database serta relasinya.

1. Berikut simbol-simbol yang digunakan dalam merancang dengan menggunakan ERD:

(17)

Entitas adalah suatu data yang dapat disimpan dan berguna bagi badan atau perusahaan, dengan kata lain, suatu objek yang dapat dibedakan dengan objek lainnya.

NAMA ENTITAS

Sumber: Frieyadie (2007:10)

Gambar II.6.

Simbol Entitas

b. Atribut

Atribut menunjukkan karakteristik dari tiap-tiap entitas.

Sumber: Frieyadie (2007:11)

Gambar II.7.

Simbol Atribut

c. Relationship

(18)

Sumber: Frieyadie (2007:11)

Gambar II.9.

Simbol Relasi

d. Line Connector

Line Connectordigambarkan dengan bentuk garis tunggal.

:

Sumber :Frieyadie (2007:11)

Gambar II.10.

Line Connector

2. Kardinalitas atau derajat relasi

Menurut Frieyadie (2007:12)kardinalitas merupakan tingkat hubungan yang terjadi antara didalam sebuah sistem. Terdapat juga tingkat hubungan yang terjadi, yaitu :

a. Hubungan satu pada satu (One to One atau 1:1)

Tingkat hubungan dinyatakan satu pada satu, jika satu kejadian pada entitas pertama hanya mempunyai satu hubungan dengan suatu kejadian pada entitas kedua. Demikian juga sebaliknya.

Contoh : Setiap satu mobil mempunyai satu STNK.

(19)

Gambar II.9. Hubungan One to one

b. Hubungan Satu pada Banyak (One to Many atau 1:M )

Tingkat hubungan pada satu kbanyak (1:M), adalah sama dengan banyak pada satu (M:!) , tergantung dari arah mana hubungan itu dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua dan sebaliknya.

Contoh : Satu bus di naiki banyak penumpang.

BUS 1 NAIK M PENUMPANG

Gambar II.10. Hubungan One to Many

c. Hubunga banyak pada banyak (Many to Many atau M:N)

Tingkat hubungan banyak pada banyak (M:N), terjadi jika setiap kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya, baik dilihat dari sisi entitas yang pertama maupun dilihat dari sisi entitas yang kedua.

(20)

Gambar II.11. Hubungan Many to Many

2.2.3. Logical Relationship Structure (LRS)

Menurut Frieyadi (2007:13) “LRS (Logical Relationship Structure) merupakan hasil dari pemodelan Entity Relatinship (ER), berserta atributnya sehingga bisa terlihat hubungan–hubungan antar entitas”. Dapat diartikan bahwa

Logical Record adalah suatu set dari field yang berisi dari seseorang, benda, tempat, atau kejadian. Sebagai contoh , sebuah Logical Record pelanggan berisi spesifikasi isi field untuk seorang pelanggan, termaksud nomerpelanggan, nama, alamat. Program aplikasi melihat logical record sebagai kesatuan dari field saling berelasi tanpa memperhatikan bagaimana atau dimana data disimpan secara fisik.

2.2.4. Kamus Data (Data Dictionary)

Menururut Kendall (2010:333) kamus data adalah suatu aplikasi khusus dari jenis kamus-kamus yang digunakan sebagai referensi kehidupan setiap hari. Kamus data merupakan hasil referensi data mengenai data (maksudnya,

metadata), suatu data yang disusun oleh penganalisis sistem untuk membimbing mereka selama melakukan analisis dan desain. Sebagai dokumen, kamus data mengumpulkan dan mengkoordinasi istilah-istilah data tertentu , dan menjelaskan apa artinya setiap istilah yang ada.

Sebagai tambahan untuk dokumentasi serta mengurangi redudansi, kamus data bisa digunakan untuk :

(21)

2. Menyediakan suatu titik awal untuk mengembangkan layar dan laporan-laporan.

3. Menentukan muatan data yang disimpan dalam file-file. 4. Mengembangkan logika untuk proses-proses diagram alir data.

Isi kamus data harus mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatat. Maka data harus memuat hal-hal sebagai berikut :

1. Nama Arus Data

Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di diagram alir data, maka nama dari arus data juga harus dicatat di kamus data. Sehingga mereka yang membaca diagram alir data dan memerlukan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di diagram alir data dapat langsung mencarinya dengan di kamus data.

2. Alias

Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen yang satu dengan yang lainnya.

3. Bentuk Data

(22)

Arus data menujukan dari mana data mengalir dan kemana data akan menuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat di kamus data, fungsinya untuk memudahkan mencari arus data di dalam Diagram Alir Data (DAD).

5. Penjelasan

Untuk lebih memperjelas makna dari arus data yang dicatat di kamus data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data tersebut.

6. Periode

Peiode ini menunjukan kapan terjadinya arus data. Periode dicatat di kamus data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukan kedalam sistem, kapan proses program harus dilakukan dan kapan laporan—aporan harus dihasilkan.

7. Volume

Volume yang perlu dicatat didalam kamus data adalah volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukan banyaknya arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak menunjukan volume yang terbanyak. Volume ini digunakan untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan, kapasitas dan jumlah dari alat input, dan pemroses dan alat output.

8. Struktur Data

(23)

2.2.4. Notasi Kamus Data

Selain hal-hal tersebut diatas, kamus data juga mempunyai suatu bentuk untuk mempersingkat arti makna dari symbol yang dijelaskan, yang disebut notasi. Notasi atau symbol yang digunakan dibagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut :

1. Notasi Tipe Data

Notasi Tipe Data digunakan untuk membuat spesifikasi format input maupun

output suatu data. Notasi yang umum digunakan berada dalam table dibawah ini

Table II.1 Notasi Tipe Data

NOTASI KETERANGAN

X Setiap karakter

9 Angka numeric

A Karakter alphabet

Z Angka nol ditampilkan sebagai spasi kosong . Titik, sebagai pemisah ribuan

, Koma, sebagai pemisah pecahan ~ Hypen, sebagai tanda penghubung / Slash, sebagai tanda pembagi Sumber : Sutabri (2010:172)

(24)

Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data. Sehingga secara prinsip struktur dari data ini dapat digambarkan dengan menyebutkan nama dari item datanya. Notasi yang umum digunakan berada pada table dibawah ini.

Table II.2 Notasi Struktur Data

NOTASI KETERANGAN

= Terdiri dari

+ And (dan)

[ ] Pilih salah satu pilihan, pemisah pilihan didalam tanda [ ]

{ } Iterasi / pengulangan ( ) Pilihan (Ya atau Tidak) * Keterangan atau catatan @ Petunjuk (key field)

Sumber : Sutabri (2010:172)

2.2.5. Pengkodean

(25)

Ada 3 (tiga) bentuk pengkodean diantaranya : 1. Sekuensial

Dimana pengkodean dilakukan dengan mengasosiasikan data dengan kode Terurut (biasanya berupa bilangan asli atau abjad), misalnya data nilai mutu kuliah (‘Sempurna’, ‘baik’, ‘Cukup’, ‘Kurang’, ‘Buruk’) dikodekan dengan ‘A’, ‘B’, ‘C’, ‘D’, dan ‘E’.

2. Mnemonic

Dimana pengkodean dilakukan dengan membentuk suatu singkata dan data yang ingin dikodekan, misalnya data jenis kelamin(‘Laki-laki’ dan ‘ Perempuan’) dikodekan dengan ‘L’ dan ‘P’.

3. Blok

Dimana pengkodean dinyatakan dalam format tertentu, misalnya data no.induk mahasiswa dengan format XXYYYY yang terbentuk atas XX, dua dijit terakhir angka tahun masuk dan YYYY = no.urut mahasiswa.

2.2.6. Hipo (Hierarchy Input Process Output)

(26)

a. Seorang manajer dapat menggunakan dokumen HIPO untuk memeroleh gambaran umum sistem.

b. Seorang programer menggunakan HIPO untuk menentukan fungsi-fungsi dalam program yang dibuatnya.

c. Programer juga dapat menggunakan HIPO untuk mencari fungsi-fungsi yang dimodifikasikan dengan cepat.

Jenis diagram HIPO terdiri dari 3 jenis diagram yaitu : Diagram Daftar Isi Visual (Visual Table of Content), Diagram Ringkas (Overview Diagram), dan Diagram Rinci (Detail Diagram).

1. Diagram Daftar Isi Visual (DIV)

(27)

Sistem Presensi

Sumber : Hanif Al Fattah (2007:148)

Gambar II.12.

Diagram Daftar Isi Visual DIV

2. Diagram Ringkas

(28)

3.1

Pengisian citra non wajah 3.2

Pengisian citra wajah

File citra wajah

Tabel karyawan Data

Karyawan (Raw Data)

Sumber : Hanif Al Fattah (2007:149)

Gambar II.13. Diagram Ringkas

3. Diagram Rinci

(29)

3.1

File citra wajah terdiri dari :

Kumpulan foto karyawan

Sumber : Hanif Al Fattah (2007:150)

Gambar

Gambar II.1.
Gambar II.9.
Gambar II.9.
Table II.1Notasi Tipe Data
+4

Referensi

Dokumen terkait

pengembangan motorik kasar dan halus Anak dapat berkreasi dengan jari tangannya dengan bimbingan orangtua Anak dapat berkreasi dengan jari tangannya sendiri Anak dapat

ngonyap (v) makan nasi lengkap, bubur, kue, buah yang dikupas kulitnya, atau memakan buah tanpa dikupas kulitnya dengan cara dikunyah dalam jumlah banyak dan

proporsi yang besar dari hutang jangka pendek terhadap pendanaan jangka panjang. z Pada dunia yang ideal, aset jangka

Sebagai akibat perubahan asumsi dasar ekonomi makro dan perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal, dalam APBN-P 2012, pendapatan negara dan hibah diperkirakan

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui ada tidaknya pengaruh persepsi siswa atas lingkungan dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar

Setiap 1 gram karbohidrat akan dihasilkan 4 kilokalori (kkal). Glukosa dapat berasal dari zat tepung dan gula, asam amino, serta gliserol. Di dalam tubuh, glukosa

dengan melakukan pengukuran tingkat kecemasan khususnya pasangan infertil yang sedang menjalani pengobatan infertilitas, dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi

Program Peningkatan Keuangan Daerah Dalam Kegiatan Identifikasi Pemanfaatan Aset Kabupaten Pasuruan, Terkait Dengan Kajian Identifikasi KSO Pasar Sebagai Aset Daerah