• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penuntun Prkatikum Mikrobiologi Peternakan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Penuntun Prkatikum Mikrobiologi Peternakan"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dr. Ir. Yunilas, M.P
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Peternakan
  • Topik: Penuntun Praktikum Mikrobiologi Peternakan
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2017
  • Kota: Medan

I. Tata Tertib Praktikum

Bagian ini menjelaskan aturan dan tata tertib yang harus diikuti oleh mahasiswa selama praktikum mikrobiologi. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan dan kebersihan di laboratorium, serta menjaga integritas praktikum. Mahasiswa diharapkan hadir tepat waktu, mengenakan perlengkapan yang sesuai, dan memahami materi praktikum. Aturan ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan aman, serta menghindari kecelakaan yang dapat terjadi akibat kelalaian.

II. Latihan 1: Pengenalan Alat

Latihan ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi, seperti tabung reaksi, cawan petri, dan mikropipet. Setiap alat dijelaskan fungsinya, pentingnya dalam proses praktikum, dan cara penggunaannya. Memahami alat-alat ini sangat penting bagi mahasiswa agar dapat melakukan praktikum dengan efektif dan menghindari kesalahan yang dapat mengakibatkan kontaminasi atau hasil yang tidak valid.

2.1. Fungsi Alat

Dalam sub-bagian ini, dijelaskan secara rinci fungsi dari masing-masing alat yang diperkenalkan. Misalnya, tabung reaksi digunakan untuk menumbuhkan mikroba, sementara cawan petri digunakan untuk isolasi dan pemurnian mikroorganisme. Pengetahuan ini memberi mahasiswa pemahaman dasar yang diperlukan untuk melakukan eksperimen mikrobiologi.

III. Latihan 2: Sterilisasi

Latihan ini membahas berbagai metode sterilisasi yang penting dalam mikrobiologi untuk memastikan alat dan bahan bebas dari kontaminasi. Mahasiswa diajarkan tentang sterilisasi fisik dan kimia, serta prosedur yang tepat untuk melakukan sterilisasi. Pemahaman tentang sterilisasi sangat penting untuk menjaga keakuratan hasil praktikum dan mencegah kesalahan akibat kontaminasi.

3.1. Metode Sterilisasi

Di sini, metode sterilisasi dibagi menjadi beberapa kategori, termasuk pemanasan basah menggunakan autoklaf dan pemanasan kering menggunakan oven. Penjelasan mengenai setiap metode, termasuk suhu dan waktu yang diperlukan, memberikan mahasiswa wawasan yang diperlukan untuk menerapkan teknik ini dalam praktik.

IV. Latihan 3: Media Pertumbuhan Mikroorganisme

Latihan ini menjelaskan jenis-jenis media pertumbuhan yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme. Mahasiswa belajar tentang komposisi media, cara membuat media, dan pentingnya media yang steril untuk pertumbuhan mikroba. Pengetahuan ini krusial untuk melakukan isolasi dan identifikasi mikroba yang tepat.

4.1. Jenis Media

Media dibedakan berdasarkan sifat fisik, komposisi, dan tujuan penggunaannya. Misalnya, media padat, semi padat, dan cair memiliki fungsi yang berbeda dalam pertumbuhan mikroorganisme. Dengan memahami jenis-jenis media, mahasiswa dapat memilih media yang tepat untuk eksperimen mereka.

V. Latihan 4: Teknik Isolasi Mikroorganisme

Latihan ini fokus pada teknik isolasi mikroorganisme dari lingkungan. Mahasiswa belajar cara mengambil sampel dan mengisolasi mikroba menggunakan metode pengenceran dan inokulasi. Teknik isolasi yang benar sangat penting untuk mendapatkan kultur murni yang akan digunakan dalam penelitian lebih lanjut.

5.1. Metode Pengenceran

Metode pengenceran digunakan untuk mengurangi konsentrasi mikroba dalam sampel sehingga memungkinkan isolasi koloni tunggal. Mahasiswa dilatih untuk melakukan pengenceran berseri dan memahami pentingnya teknik ini dalam mendapatkan hasil yang akurat.

VI. Latihan 5: Teknik Biakan Murni

Latihan ini mengajarkan mahasiswa tentang teknik untuk mendapatkan biakan murni dari mikroorganisme. Metode seperti streak plate dan spread plate diperkenalkan, memberikan mahasiswa keterampilan praktis yang diperlukan untuk isolasi mikroba. Biakan murni sangat penting dalam penelitian mikrobiologi untuk analisis lebih lanjut.

6.1. Metode Streak Plate

Metode ini memungkinkan mahasiswa untuk mengisolasi koloni mikroba dari campuran dengan cara menggoreskan kultur pada permukaan media agar. Teknik ini tidak hanya efisien tetapi juga menghemat bahan, sekaligus memberikan hasil yang diinginkan.

VII. Latihan 6: Uji Aktivitas Enzim Secara Kualitatif

Latihan ini bertujuan untuk menguji kemampuan mikroba dalam mendegradasi serat melalui pengamatan zona bening di sekitar koloni. Mahasiswa belajar cara melakukan uji kualitatif untuk menilai aktivitas enzim mikroba. Aktivitas enzim sangat penting dalam mikrobiologi, terutama dalam konteks aplikasi pertanian dan pakan ternak.

7.1. Prosedur Uji

Mahasiswa diajarkan untuk membuat suspensi bakteri dan mengamati pembentukan zona bening setelah inkubasi. Prosedur ini memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana mengukur aktivitas enzim dan relevansinya dalam penelitian mikrobiologi.

VIII. Latihan 7: Pengamatan Bakteri Secara Mikroskopis

Latihan ini mengajarkan mahasiswa cara mengamati morfologi bakteri menggunakan mikroskop. Teknik pewarnaan seperti pewarnaan sederhana dan pewarnaan Gram diperkenalkan, yang memungkinkan mahasiswa untuk membedakan jenis bakteri berdasarkan karakteristik morfologinya. Pemahaman ini sangat penting dalam identifikasi mikroba.

8.1. Teknik Pewarnaan

Mahasiswa belajar cara melakukan pewarnaan bakteri untuk meningkatkan visibilitas sel. Teknik pewarnaan ini adalah langkah awal yang penting dalam analisis mikrobiologi dan identifikasi spesies.

IX. Latihan 8: Pengamatan Fungi/Khamir Secara Mikroskopis

Latihan ini fokus pada pengamatan morfologi fungi dan khamir. Mahasiswa belajar cara mempersiapkan preparat dan menggunakan mikroskop untuk mengamati struktur jamur. Pengetahuan ini penting untuk memahami peran fungi dalam ekosistem dan aplikasinya dalam industri.

9.1. Metode Pengamatan

Mahasiswa diajarkan teknik untuk mengamati fungi dan khamir dengan menggunakan media PDA. Teknik ini memungkinkan pengamatan langsung terhadap morfologi dan karakteristik pertumbuhan jamur.

Referensi Dokumen

  • Introductory Mycology ( Alexopoulos, C.J and Mims, C.W )
  • Microbiology a Laboratory Manual ( Cappuccino, J.G. and N. Sherman )
  • Manual for the Identification of Medical Fungi ( Cowan, ST )
  • Mikrobiologi Pangan I ( Fardiaz, S )
  • Mikrobiologi I ( Pelczar, M.J. and E.C.S. Chan )

Gambar

Gambar 1.  Bagian-Bagian Mikroskop
Gambar Fungsi/Kegunaan
Gambar 2. Sterilkan meja kerja sebelum melakukan kegiatan
Gambar 3. Pembuatan media agar
+7

Referensi

Dokumen terkait