• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Kelola TIK (Review Infra)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Tata Kelola TIK (Review Infra)"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Rumus tekanan :

(P = F / A),

dimana P=tekanan, F=gaya, dan

A=luas penampang.

Rumus diatas bila diuraikan dengan kalimat matematis

menjadi : tekanan berbanding lurus dengan gaya.

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)

No Nama Keterangan Pasal dan ancaman 01 Prita Mulyasari Digugat dan dilaporkan ke Polisi oleh Rumah Sakit

Omni Internasional atas tuduhan Pencemaran nama baik lewat millis.Kasus ini bermula dari surat elektronik yang dibuat oleh Prita yang berisi pengalamannya saat dirawat di unit gawat darurat Omni Internasional

Pasal 27 UU ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda

Rp 1 miliar

02 Narliswandi Piliang

wartawan yang kerap menulis disitus Presstalk.com 14 Juli 2008 lalu di laporkan oleh Anggota DPR Alvin lie ke Polda Metrojaya.Kasus Tersebut bermula dari tuliasn narliswandi Piliang yang berjudul “Hoyak Tabuik Adaro dan Soekanto”, yang berisikan “PAN meminta uang sebesar Rp 2 Triliun kepada Adaro agar DPR tidak lakukan hak angket yang akan menghambat IPO Adaro

Pasal 27 UU ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda

(12)

03 Agus

Hamonangan

Agus Hamonangan adalah moderator milis FPK. (lihat kasus 02)Diperiksa sebagai saksi perkara pencemaran nama baik di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya. Pelapor kasus tersebut adalah Anggota DPR Fraksi Partai Amanat Nasional Alvin Lie, terkait pemuatan tulisan berjudul Hoyak Tabuik Adaro dan Soekanto, karya Narliswandi Piliang.

Pasal 27 UU ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda

Rp 1 miliar

04 EJA (38) inisial

Atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong melalui sistem elektronik .EJA Dijadikan sebagai tersangka karena meengirimkan e-mail kepada kliennya soal lima bank yang dilanda kesulitan likuiditas, EJA telah resmi ditahan. Informasi EJA itu katanya dikhawatirkan akan menyebabkan rush atau kekacauan. Dikatakan bahwa EJA mendengar rumor soal sejumlah bank kesulitan likuidasi dari para broker secara verbal. EJA lalu menginformasikan hal itu kepada para kliennya melalui e-mail dengan domain perusahaannya. Informasi inilah yang lalu tersebar luas

Pasal 27 UU ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda

(13)
(14)

1. Content Provider

2. Jasa ICT System Integrator

3. Jasa Konsultan IT Security, Jasa Cyber-Lawyer,

4. Production House : Digital Animasi, Digital Music

5. Sertifikasi IT, IT Audit

6. Jasa Sistem Monitoring (surveilance), Jasa VPN

7. Jasa Terpadu IT-Ekspor utk support KUKM

8. On-line Product Reseller, Jasa Reservasi On-Line

9. IT Clinic for Dummies

(15)

DEFINISI TATA KELOLA (GOVERNANCE) TI

adalah suatu cabang dari tata kelola perusahaan yang

terfokus pada

Teknologi informasi

serta

manajemen

Kinerja

dan

risikonya.

(16)

Tatakelola teknologi informasi bukan bidang yang terpisah

dari pengelolaan perusahan, melainkan merupakan

komponen pengelolaan perusahaan secara keseluruhan,

dengan tanggung jawab utama sebagai berikut:

1. Memastikan kepentingan

stakeholder diikutsertakan

dalam penyusunan strategi perusahaan.

2. Memberikan arahan kepada proses-proses yang

menerap kan strategi perusahaan.

3. Memastikan proses-proses tersebut menghasilkan

keluaran yang terukur.

4. Memastikan adanya informasi mengenai hasil yang

dipero leh dan mengukurnya.

(17)

Pentingnya Tata Kelola TI

Di lingkungan yang sudah memanfaatkan Teknologi

Informasi (TI), tata kelola TI menjadi hal penting yang

harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan ekspektasi dan

realitas seringkali tidak sesuai. Pihak

shareholder

perusahaan selalu berharap agar perusahaan dapat :

1. Memberikan solusi TI dengan kualitas yang bagus,

tepat waktu, dan sesuai dengan anggaran.

2.

Menguasai

dan

menggunakan

TI

untuk

mendatangkan keuntungan.

(18)

Pengabaian Tata Kelola TI

Tata kelola TI yang dilakukan secara tidak efektif akan

menjadi awal terjadinya pengalaman buruk yang

dihadapi

perusahaan,

yang

memicu

munculnya

fenomena investasi TI yang tidak diharapkan, seperti:

1.

Kerugian bisnis, berkurangnya reputasi, dan

melemahnya posisi kompetisi.

2.

Tenggang waktu yang terlampaui, biaya lebih

tinggi dari yang di perkirakan, dan kualitas lebih rendah

dari yang telah diantisipasi.

3.

Efisiensi dan proses inti perusahaan terpengaruh

secara negatif oleh rendahnya kualitas penggunaan TI.

(19)

Manfaat Tata kelola TI

adalah

untuk

mengatur

(20)
(21)

STRATEGIC ALIGNMENT

Memastikan adanya hubungan

perencanaan organisasi dan TI

dengan

cara

menetapkan,

(22)

VALUE DELIVERY

(23)

RESOURCE MANAGEMENT

(24)

RISK MANAGEMENT

Untuk

melaksanakan

pengelolaan

(25)

PERFORMANCE MEASUREMENT

(26)

MODEL TATAKELOLA TEKNOLOGI INFORMASI

1. The IT Infrastructure Library

(27)

ITSM memfokuskan diri pada 3 (tiga) tujuan utama, yaitu:

1. Menyelaraskan layanan TI dengan kebutuhan

sekarang dan akan datang dari bisnis dan

pelanggannya.

2. Memperbaiki kualitas layanan-layanan TI.

3. Mengurangi biaya jangka panjang dari pengelolaan

layanan-layanan tersebut

Standar

ITI-Library

berfokus

kepada

pelayanan

customer, dan sama sekali tidak menyertakan proses

penyelarasan strategi perusahaan terhadap strategi TI

yang dikembangkan.

(28)

2. ISO/IEC 17799

ISO/IEC 17799 dikembangkan oleh

The International

Organization for Standardization (ISO) dan

The International Electrotechnical Commission (IEC)

ISO/IEC 17799 bertujuan memperkuat 3 (tiga) element

dasar keamanan informasi, yaitu:

1.

Confidentiality

– memastikan bahwa informasi

hanya dapat

diakses oleh yang berhak.

2.

Integrity

– menjaga akurasi dan selesainya

informasi dan

metode pemrosesan.

3.

Availability

– memastikan bahwa user yang

terotorisasi

mendapatkan akses kepada informasi dan aset yang

terhubung dengannya ketika memerlukannya

(29)

3. COSO

COSO merupakan kependekan

dari

Committee of Sponsoring Organization of

the Treadway Commission, sebuah

organisasi di Amerika yang

berdedikasi

dalam meningkatkan kualitas pelaporan

finansial mencakup etika bisnis, kontrol

internal dan

corporate governance

(30)

COSO

framework terdiri dari 3 dimensi yaitu:

3. 1. Komponen kontrol COSO

COSO mengidentifikasi 5 komponen kontrol yang

diintegrasikan dan dijalankan dalam semua unit

bisnis, dan akan membantu mencapai sasaran

kontrol internal:

a. Monitoring.

b. Information and communications.

c. Control activities.

d. Risk assessment.

e. Control environment.

(31)

3.2. Sasaran kontrol internal

Sasaran kontrol internal dikategorikan menjadi

beberapa area sebagai berikut:

a.

Operations

– efisisensi dan efektifitas operasi

dalam

mencapai sasaran bisnis yang juga meliputi tujuan

performansi dan keuntungan.

b.

Financial reporting

– persiapan pelaporan

anggaran finansial yang dapat dipercaya.

c.

Compliance

– pemenuhan hukum dan aturan

yang

dapat dipercaya.

(32)

3.3. Unit/Aktifitas Terhadap Organisasi

Dimensi ini mengidentifikasikan unit/aktifitas

pada organisasi yang menghubungkan kontrol

internal.

Kontrol internal menyangkut keseluruhan

organisasi dan semua bagian-bagiannya.

Kontrol internal seharusnya diimplementasikan

terhadap unit-unit dan aktifitas organisasi.

(33)

4. Control Objectives for Information and related

Technology (COBIT)

COBIT Framework dikembangkan oleh IT Governance

Institute, sebuah organisasi yang melakukan

studi tentang

model pengelolaan TI yang berbasis di Amerika Serikat

COBIT

Framework terdiri

atas 4 domain utama:

1.

Planning & Organisation

.(Strategi & Manajemen

)

2.

Acquisition & Implementation.

(Pemilihan Terbaik Utk

Penerapan)

3.

Delivery & Support.

( Pengadaan/Investasi Dan

Dukungan Teknis – Non Teknis)

4.

Monitoring.

(Pengawasan Ketercapaian 1, 2, 3)

(34)

1.

Planning & Organisation.

Domain ini menitikberatkan pada proses perencanaan dan

penyelarasan strategi TI dengan strategi perusahaan.

2.

Acquisition & Implementation.

Domain ini menitikberatkan pada proses pemilihan,

pengadaaan dan penerapan teknologi informasi yang

digunakan.

3.

Delivery & Support.

Domain ini menitikberatkan pada proses pelayanan TI dan

dukungan teknisnya.

4.

Monitoring.

Domain ini menitikberatkan pada proses pengawasan

pengelolaan TI pada organisasi.

(35)

COBIT

mempunyai model kematangan

(

maturity models), untuk mengontrol

proses-proses TI

dengan menggunakan

metode penilaian (

scoring)

sehingga

suatu organisasi dapat menilai

proses-proses TI yang dimilikinya dari skala

non-existent sampai

dengan

optimised

(dari 0 sampai 5).

(36)

COBIT juga mempunyai ukuran-ukuran

lainnya sebagai berikut:

1.

Critical Success Factors (

CSF)

2.

Key Goal Indicators (

KGI)

(37)

1. Critical Success Factors (

CSF)

mendefinisian

hal-hal atau kegiatan

penting yang dapat digunakan manajemen

untuk dapat mengontrol proses-proses TI

di organisasinya.

(38)

2.

Key Goal Indicators (

KGI)

Mendefinisikan

ukuran-ukuran yang akan memberikan

gambaran kepada manajemen apakah proses-proses TI yang

ada telah memenuhi kebutuhan proses bisnis yang ada. KGI

biasanya berbentuk kriteria informasi:

a. Ketersediaan informasi yang diperlukan dalam mendukung

kebutuhan bisnis.

b. Tidak adanya resiko integritas dan kerahasiaandata.

c. Efisiensi biaya dari proses dan operasi yang dilakukan.

d. Konfirmasi reliabilitas, efektifitas, dan compliance.

(39)

3. Key Performance Indicators (KPI)

mendefinisikan

ukuran-ukuran untuk

menentukan kinerja proses-proses TI

dilakukan untuk mewujudkan tujuan yang

telah ditentukan. KPI biasanya berupa

indikator kapabilitas, pelaksanaan, dan

kemampuan sumber daya TI.

(40)

1. Pengendalian sebuah sistem

Terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang

berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu

maksud atau tujuan

2. Keabsahan dari suatu kegiatan

Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otori sasi, tidak

akurat, tidak lengkap, redundansi ,tidak efektif atau tidak efisien

pemasukan data kedalam sistem.

3. Pemeriksaan

digunakan untuk mencegah (

prevent

),

mendeteksi, atau mengoreksi kejadian yang tidak sesuai

(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)

a. Pemeriksaan Pencegahan (Preventive control)

Instruksi yang ditempatkan pada dokumen dasar

(sumber) untuk mencegah kemungkinan petugas salah

dalam mengisi dokumen (out incorrectly).

b. Pemeriksaan Detektif / pengintaian (Detectivecontrol)

Program dapat mengidentifikasi kesalahan pemasukan

data ke dalam sistem melalui terminal (alat masukan).

c. Pemeriksaan Koreksi (Corrective control) Program

(53)

Teknologi

Infrastruktur Dalam

Proses Audit

(Pemeriksaan)

53

(54)

Sukses

Kebetulan

Sukses

Gagal

Berhasil

Tidak

Berhasil

Merencanak

an

Merencanakan

Tidak

SIKAP TERHADAP PERENCANAAN

(55)

BAGAIMANA MANAJEMEN WAKTU

BAGAIMANA MANAJEMEN WAKTU

Jika Kita hidup 60 tahun, maka :

1. Tidur 8 jam sehari

2. Nonton TV 2 jam sehari

3. Makan (3 kali) 2 jam sehari

4. Terjebak macet 3 jam sehari

5. Update status di sosmed ???

6. Main game online ???

7. Ngrumpi sama ttg ????

1.Totalnya 20 tahun seumur hidup

2. Totalnya 5 tahun seumur hidup

3. Totalnya 5 tahun seumur hidup

4. Totalnya 7.5 tahun seumur hidup

5. Totalnya ????...

6. Totalnya ????...

7. Totalnya ????...

(56)

Sylvester Stallone. Untuk memasarkan

Rocky dia ditolak 1855 kali.

1

Thomas Alfa Edison dalam proses menciptakan bola lampu gagal 9999 kali. “Aku tidak gagal, aku berhasil membuktikan bahwa 9.999 jenis bahan mentah itu tidak bisa dipakai. Aku akan

meneruskan percobaan ini sampai menemukan bahan yang cocok”.

2

Walt Disney mengajukan proposal

“Disneyland” kepada bank-bank di

Amerika Serikat ia ditolak sebanyak

302 kali.

3

Sebelum menemukan elemen radium,

penelitian Marie Curie gagal sebanyak 48 kali.

Sesungguhnya perlu 100 tahun lagi untuk

menemukan elemen ini, dan selama saya masih

4

MEREKA YANG PENUH PERJUANGAN

(57)

BAGAIMANA SORANG PENGAJAR

BAGAIMANA SORANG PENGAJAR

Anda tidak dapat mengajari orang

apapun juga; anda hanya dapat

membantu

dirinya

untuk

menemukannya

sendiri

(Galileo

(Galileo

Galilei)

(58)

Bila kita bukan

anak raja,

juga bukan

anak ulama

besar, maka

menulislah.

(59)

Albert Einstein

Albert Einstein

, “

P

P

enyusun Teori Relativitas:

enyusun Teori Relativitas:

”Ilmu tanpa agama adalah

”Ilmu tanpa agama adalah

b

b

uta sebaliknya

uta sebaliknya

agama tanpa ilmu adalah lumpuh

(60)
(61)
(62)
(63)

BERLAKU SABAR

(64)

Sasaran

Memahami

manfaat

kategorisasi

komponen

infrastruktur

dalam

manajemen infrastruktur TI.

Mengenali struktur lapisan (

layer

) dan

komponen-komponen sistem aplikasi

perusahaan.

Memahami

strategi

pengelolaan

(65)

Filosofi

Semua

komponen

sistem

aplikasi

berpotensi menjadi infrastruktur TI

Berdasarkan

prinsip

pemakaian

ulang/silang

komponen (

reuse

).

Berdasarkan

independensi pengembangan

dan

pengelolaan

antar komponen.

Pendekatan

:

Uraikan

sistem

menjadi

(66)

Strategi: Pengelompokan

Melihat komponen-komponen TI

berdasarkan kategori/kelompok

memudahkan:

Pengorganisasian keahlian dan SDM yang

mengelolanya.

Penetapan

standard

.

Analisa dan perancangan aplikasi atau

layanan TI baru

Pemilihan dan pemanfaatan (

reuse

) produk

(67)

Strategi: Pengelompokan

Pengelompokan dibuat berdasarkan:

Persamaan teknologi.

Domain

arsitektur aplikasi.

Bagian dari fungsional yang sama.

Bagian dari proses bisnis yang sama.

Dikelola oleh bagian yang sama.

(68)

Platform

Terminologi untuk kategori komponen

infrastruktur.

Idealnya, jumlah kategori tidak terlalu

(69)

Prinsip: Partisi Arsitektur

Aplikasi

Sistem aplikasi modern terpartisi dalam

lapisan-lapisan:

Arsitektur

client-server

.

Arsitektur

3-tier

: presentasi, logika aplikasi,

dan penyimpanan data.

Arsitektur

N-tier

: presentasi, logika

presentasi, logika aplikasi, penyimpanan

data.

(70)

Prinsip: Partisi Arsitektur

Aplikasi

Client-Server, 3-Tier, n-Tier

(71)

Prinsip: Partisi Aplikasi

Sistem aplikasi modern terdiri dari

komponen-komponen:

Runtime library

:

dynamically linked library

(DLL), dsb.

Plugins

:

Active-X

,

Component Object Model

(COM), dsb.

Aplikasi lain

:

Object Linking & Embedding

(OLE),

COM automation

, dsb.

Service

: layanan pada

remote server

(72)

Prinsip: Partisi Aplikasi

drag & drop

(73)

Prinsip: Integrasi Antar Partisi

Sistem aplikasi modern saling terhubung

(terintegrasi):

Data sharing

: replikasi, dsb.

Remote service

:

Remote Procedure Call

(RPC).

Web-based services.

Enkapsulasi

legacy application

.

Teknologi

integrasi antar aplikasi

:

(74)

Prinsip: Integrasi Antar Partisi

(75)

Trend

Penyediaan infrastruktur aplikasi dalam

framework

application server

:

J2EE dengan Enterprise Java Bean.

Microsoft .NET

Modularisasi arsitektur aplikasi mendorong

pengembangan dan adopsi standar-standar

industri (

open standards

):

Standar berbasis XML: WSDL, SOAP, UDDI,

dsb.

(76)

Trend

service

requestor providerservice service

Call-Level Interface (API)

Call-Level Interface (API)

Driver Manager

Application ApplicationApplication

Function calls

RDBMS

(77)

.NET

(78)
(79)

Platform

Kategori umum platform:

Fisik

Fasilitas fisik koneksi, penyimpanan data, dan

pemrosesan.

Fungsional

Fasilitas “lunak” untuk memasukkan, memproses,

mengelola, dan memper-tukarkan data.

Interface

Fasilitas penghubung antar subsitem: manusia dan

(80)

Komponen Fisik

Network Layer

Termasuk perlengkapan

jaringan dan protocol

stack.

Storage Layer

Termasuk berbagai media

penyimpan-an data dan

DBMS.

Server Layer

Termasuk hardware dan

operating system.

(81)

Regulasi Platform

Pilihan produk teknologi setiap platform

harus diselaraskan dengan rencana

strategis perusahaan.

Perlu dibuat panduan penerapan teknologi:

Panduan berdasarkan prinsip-prinsip.

Standard yang dianut perusahaan.

Ketentuan perundangan (jika ada).

Panduan disusun dengan

(82)

Network Layer

Komponen network umumnya terdiri dari berbagai

segmen:

LAN: Ethernet standard.

(83)

Storage Layer

Trend: penggunaan

Storage

Area Network

(SAN) untuk

konsolidasi/ kolokasi

fasilitas storage lintas

perusahaan.

Memudahkan pengelolaan

secara terpadu, termasuk

backup dan data sharing.

Memudahkan penerapan

virtualisasi storage

(84)

Server Layer

Sistem terdistribusi dengan

server di tiap layer aplikasi:

presentasi, fungsional, dan

penyimpanan data

Web server

Application server

Database server

File server:

Network

Attached Storage

(NAS)

(85)

Pemilihan Server

Berdasarkan

Total Cost of Ownership

(TCO)

Harga hanya prosentase kecil (25%) –

dengan terus menurunnya harga komponen

server.

Supportability

lebih utama, baik support oleh

vendor maupun tenaga internal.

Supportability

termasuk biaya dukungan

operasi.

OS yang dominan: Windows dan Unix

(86)

Komponen Fungsional

Database Layer

DBMS

Trend: federasi database.

Integration Layer

Penghubung antara

web server

dan

application server

,

application server

dan

database server

, dsb.

Application Server Layer

(87)

Integration Layer

Konsolidasi akses

ke sistem-sistem

aplikasi

perusahaan.

Inter-operasi antar

(88)

Application Integration Layer

Komponen-komponennya

Adapter (Connector)

Interface ke mekanisme transport.

Transport

Messaging, data packing-unpacking.

Formatting

Standard message formats.

Routing

Event/content based.

Workflow atau Business Process

Automation (BPA)

Untuk transaksi lintas beberapa sesi aplikasi.

Program dengan Business Process Execution

(89)

Application Server Layer

Sun J2EE vs Microsoft .NET

IBM WebSphere, BEA WebLogic, JBoss on

Windows.

(90)

Komponen Interface

Presentation Layer

Separasi antara logika aplikasi (di application

server) dan logika presentasi (di web server).

Trend:

multiple device access

– lewat web,

mobile devices (

cellphone

, PDA),

voice

, dsb.

Application Programmer’s Interface

(91)

API Layer

Macam-macam API

API intra-aplikasi

Untuk interaksi

dengan runtime

library.

API antar-aplikasi

Untuk interaksi

dengan aplikasi lain.

API infrastruktur

Untuk interaksi

(92)

API Layer

Dibutuhkan suatu panduan dan prosedur

standar bagi pengembangan, pencatatan,

dan pengelolaan API perusahaan.

Dirumuskan oleh tim yang terdiri dari arsitek

(93)

Contoh Standarisasi

Network Domain Architecture - Department

of IT, State of Connecticut

2001 (lihat

suplemen), berisi:

Prinsip-prinsip mutu layanan (

quality of

service

) jaringan.

Klasifikasi jaringan dan

komponen-komponennya

Standard yang dipilih.

Panduan konfigurasi dan spesifikasi.

(94)

Daur Hidup Teknologi

Daur hidup teknologi/standard tercermin dari

kategorisasi standar:

Obsolete

: sudah tidak di-support oleh vendor,

tidak boleh dipilih dalam pengembangan

sistem baru.

Transitional

: ketinggalan dibanding standar

mutakhir, hanya dipilih jika tidak ada alternatif

yang sesuai dengan kebutuhan.

Strategic

: standard pilihan yang dianjurkan.

Harus sudah diuji coba.

Emerging

: kandidat standard strategic, masih

(95)

1.Penentuan rencana audit TI, faktor

sistem di evaluasi kedalam sub sistem.

2. Menentukan keandalan dari tiap

(96)
(97)
(98)
(99)
(100)

1. Pelaksanaan Program Keamanan

2. Sebagian Besar Ancaman dan

3. Pengukuran Perbaikan

(101)

1. Operasi Komputer

2. Operasi Jaringan

3. Penyiapan dan Pengentrian Data

4. Pengendalian Produksi

5. Pustaka File

6. Dokumentasi dan Pustaka Program

7. Help Desk / Dukungan Teknik

(102)

1. Fungsi QA

2. Pertimbangan Pengorganisasian

(103)

1. Pengendalian Cryptographic

2. Pengendalian Akses

3. Nomor Identifikasi Personal

4. Tandatangan Digital

5. Kartu Kredit

(104)

1.

Metode Input Data

2. Rancangan Dokumen Sumber

3. Rancangan Layar Entri Data

4. Pengendalian Kode Data

5. Pengecekan Digit

6.Pengendalian Batch

7.Validasi Input Data

8.Instruksi Masukan

(105)

1. Ekspos Sub sistem Komunikasi

2. Pengendalian Komponen Fisik

3. Pengendalian Baris Kesalahan

4. Pengendalian Flow

5. Pengendalian Hubungan

6. Pengendalian Topologi

7. Pengendalian Akses Chanel

8. Pengendalian Atas Ancaman Subversif

9. Pengendalian Antar Jaringan

(106)

1. Pengendalian Pemroses

2. Pengendalian Memori Nyata

3. Pengendalian Memori Virtual

4. Integrasi Sistem Operasi

5. Pengendalian Integritas

6. Pengendalian Software aplikasi

7. Pengendalian Audit Trail

(107)

1. Pengendalian Akses

2. Pengendalian Integritas

3. Pengendalian Software Aplikasi

4. Pengendalian Konkuren

5. Pengendalian Cryptographic

6. Pengendalian Penanganan File

7. Pengendalian Audit Trail

(108)

1. Pengendalian Inferensi

2. Pengendalian Distribusi dan Produksi Output Batch

3. Pengendalian Rancangan Laporan Batch

4. Pengendalian Distribusi dan Produksi Output On-line

5. Pengendalian Audit Trail

(109)

1.

UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah

2.

diubah kedua kali dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;

3.

UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;

4.

UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;

5.

UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;UU No. 25 Tahun 2009 tentang

Pelayanan Publik;

6.

InPres. No. 6 Tahun 2001 tentang Pengembangan dan Pendayagunaan

7.

Telematika di Indonesia;

8.

InPres. No. 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan

E-Government;

9.

Kep.Men.PAN No. 13/KEP/M.PAN/2003 tentang Pedoman Umum Perkantoran Elektronis

Lingkup Internet di Lingkungan Instansi Pemerintah

10. KEMENKOMINFO. 2016. Panduan Umum Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi

Nasional versi 5 tahun 2016.

11. IT Governance Institute. 2007. COBIT 4.1 (Control Objective for Information and Related

Technology), www. itgi.org

12. Open Group, 2013. TOGAF® Version 9.1, ISBN: 978-90-8753-679-4, Document Number:

G116, Published in the U.S. by The Open Group, 2014

13. PMI. 2008. Project Management Body Of Knowledge (PMBOK)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) di Kelurahan Kambiolangi Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang adalah

Surat Pemyataan tidak pemah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap dan tidak pemah diberhentikan.. o Pada

Funktio ei tarkoita, että ruumis palvelee jumalan sille antamaa tehtävää vaan yksinkertaisesti, että ruumiin kautta maailma on avoin meille tavalla, jolla se ei muuten sitä

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penggunaan model pembelajaran concept sentence terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMA Swasta YASPENDA

Berdasarkan penelitian yang dilakukan memperlihatkan bahwa paling banyak responden yang persepsi tentang bahaya merokok dalam kategori baik yaitu sebanyak 6

Pendidikan Nasional Jl.Jend Sudirman Senayan Jakarta 10270 37 38 6-Dec-08 Biro Umum Departemen. Pendidikan Nasional Jl.Jend Sudirman Senayan Jakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang komposisi jenis, keragaman vegetasi, regenerasi, dan tingkat kemiripan jenis di hutan rawa dan lahan gambut