Rumus tekanan :
(P = F / A),
dimana P=tekanan, F=gaya, dan
A=luas penampang.
Rumus diatas bila diuraikan dengan kalimat matematis
menjadi : tekanan berbanding lurus dengan gaya.
No Nama Keterangan Pasal dan ancaman 01 Prita Mulyasari Digugat dan dilaporkan ke Polisi oleh Rumah Sakit
Omni Internasional atas tuduhan Pencemaran nama baik lewat millis.Kasus ini bermula dari surat elektronik yang dibuat oleh Prita yang berisi pengalamannya saat dirawat di unit gawat darurat Omni Internasional
Pasal 27 UU ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda
Rp 1 miliar
02 Narliswandi Piliang
wartawan yang kerap menulis disitus Presstalk.com 14 Juli 2008 lalu di laporkan oleh Anggota DPR Alvin lie ke Polda Metrojaya.Kasus Tersebut bermula dari tuliasn narliswandi Piliang yang berjudul “Hoyak Tabuik Adaro dan Soekanto”, yang berisikan “PAN meminta uang sebesar Rp 2 Triliun kepada Adaro agar DPR tidak lakukan hak angket yang akan menghambat IPO Adaro
Pasal 27 UU ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda
03 Agus
Hamonangan
Agus Hamonangan adalah moderator milis FPK. (lihat kasus 02)Diperiksa sebagai saksi perkara pencemaran nama baik di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya. Pelapor kasus tersebut adalah Anggota DPR Fraksi Partai Amanat Nasional Alvin Lie, terkait pemuatan tulisan berjudul Hoyak Tabuik Adaro dan Soekanto, karya Narliswandi Piliang.
Pasal 27 UU ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda
Rp 1 miliar
04 EJA (38) inisial
Atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong melalui sistem elektronik .EJA Dijadikan sebagai tersangka karena meengirimkan e-mail kepada kliennya soal lima bank yang dilanda kesulitan likuiditas, EJA telah resmi ditahan. Informasi EJA itu katanya dikhawatirkan akan menyebabkan rush atau kekacauan. Dikatakan bahwa EJA mendengar rumor soal sejumlah bank kesulitan likuidasi dari para broker secara verbal. EJA lalu menginformasikan hal itu kepada para kliennya melalui e-mail dengan domain perusahaannya. Informasi inilah yang lalu tersebar luas
Pasal 27 UU ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda
1. Content Provider
2. Jasa ICT System Integrator
3. Jasa Konsultan IT Security, Jasa Cyber-Lawyer,
4. Production House : Digital Animasi, Digital Music
5. Sertifikasi IT, IT Audit
6. Jasa Sistem Monitoring (surveilance), Jasa VPN
7. Jasa Terpadu IT-Ekspor utk support KUKM
8. On-line Product Reseller, Jasa Reservasi On-Line
9. IT Clinic for Dummies
DEFINISI TATA KELOLA (GOVERNANCE) TI
adalah suatu cabang dari tata kelola perusahaan yang
terfokus pada
Teknologi informasi
serta
manajemen
Kinerja
dan
risikonya.
Tatakelola teknologi informasi bukan bidang yang terpisah
dari pengelolaan perusahan, melainkan merupakan
komponen pengelolaan perusahaan secara keseluruhan,
dengan tanggung jawab utama sebagai berikut:
1. Memastikan kepentingan
stakeholder diikutsertakan
dalam penyusunan strategi perusahaan.
2. Memberikan arahan kepada proses-proses yang
menerap kan strategi perusahaan.
3. Memastikan proses-proses tersebut menghasilkan
keluaran yang terukur.
4. Memastikan adanya informasi mengenai hasil yang
dipero leh dan mengukurnya.
Pentingnya Tata Kelola TI
Di lingkungan yang sudah memanfaatkan Teknologi
Informasi (TI), tata kelola TI menjadi hal penting yang
harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan ekspektasi dan
realitas seringkali tidak sesuai. Pihak
shareholder
perusahaan selalu berharap agar perusahaan dapat :
1. Memberikan solusi TI dengan kualitas yang bagus,
tepat waktu, dan sesuai dengan anggaran.
2.
Menguasai
dan
menggunakan
TI
untuk
mendatangkan keuntungan.
Pengabaian Tata Kelola TI
Tata kelola TI yang dilakukan secara tidak efektif akan
menjadi awal terjadinya pengalaman buruk yang
dihadapi
perusahaan,
yang
memicu
munculnya
fenomena investasi TI yang tidak diharapkan, seperti:
1.
Kerugian bisnis, berkurangnya reputasi, dan
melemahnya posisi kompetisi.
2.
Tenggang waktu yang terlampaui, biaya lebih
tinggi dari yang di perkirakan, dan kualitas lebih rendah
dari yang telah diantisipasi.
3.
Efisiensi dan proses inti perusahaan terpengaruh
secara negatif oleh rendahnya kualitas penggunaan TI.
Manfaat Tata kelola TI
adalah
untuk
mengatur
STRATEGIC ALIGNMENT
Memastikan adanya hubungan
perencanaan organisasi dan TI
dengan
cara
menetapkan,
VALUE DELIVERY
RESOURCE MANAGEMENT
RISK MANAGEMENT
Untuk
melaksanakan
pengelolaan
PERFORMANCE MEASUREMENT
MODEL TATAKELOLA TEKNOLOGI INFORMASI
1. The IT Infrastructure Library
ITSM memfokuskan diri pada 3 (tiga) tujuan utama, yaitu:
1. Menyelaraskan layanan TI dengan kebutuhan
sekarang dan akan datang dari bisnis dan
pelanggannya.
2. Memperbaiki kualitas layanan-layanan TI.
3. Mengurangi biaya jangka panjang dari pengelolaan
layanan-layanan tersebut
Standar
ITI-Library
berfokus
kepada
pelayanan
customer, dan sama sekali tidak menyertakan proses
penyelarasan strategi perusahaan terhadap strategi TI
yang dikembangkan.
2. ISO/IEC 17799
ISO/IEC 17799 dikembangkan oleh
The International
Organization for Standardization (ISO) dan
The International Electrotechnical Commission (IEC)
ISO/IEC 17799 bertujuan memperkuat 3 (tiga) element
dasar keamanan informasi, yaitu:
1.
Confidentiality
– memastikan bahwa informasi
hanya dapat
diakses oleh yang berhak.
2.
Integrity
– menjaga akurasi dan selesainya
informasi dan
metode pemrosesan.
3.
Availability
– memastikan bahwa user yang
terotorisasi
mendapatkan akses kepada informasi dan aset yang
terhubung dengannya ketika memerlukannya
3. COSO
COSO merupakan kependekan
dari
Committee of Sponsoring Organization of
the Treadway Commission, sebuah
organisasi di Amerika yang
berdedikasi
dalam meningkatkan kualitas pelaporan
finansial mencakup etika bisnis, kontrol
internal dan
corporate governance
COSO
framework terdiri dari 3 dimensi yaitu:
3. 1. Komponen kontrol COSO
COSO mengidentifikasi 5 komponen kontrol yang
diintegrasikan dan dijalankan dalam semua unit
bisnis, dan akan membantu mencapai sasaran
kontrol internal:
a. Monitoring.
b. Information and communications.
c. Control activities.
d. Risk assessment.
e. Control environment.
3.2. Sasaran kontrol internal
Sasaran kontrol internal dikategorikan menjadi
beberapa area sebagai berikut:
a.
Operations
– efisisensi dan efektifitas operasi
dalam
mencapai sasaran bisnis yang juga meliputi tujuan
performansi dan keuntungan.
b.
Financial reporting
– persiapan pelaporan
anggaran finansial yang dapat dipercaya.
c.
Compliance
– pemenuhan hukum dan aturan
yang
dapat dipercaya.
3.3. Unit/Aktifitas Terhadap Organisasi
Dimensi ini mengidentifikasikan unit/aktifitas
pada organisasi yang menghubungkan kontrol
internal.
Kontrol internal menyangkut keseluruhan
organisasi dan semua bagian-bagiannya.
Kontrol internal seharusnya diimplementasikan
terhadap unit-unit dan aktifitas organisasi.
4. Control Objectives for Information and related
Technology (COBIT)
COBIT Framework dikembangkan oleh IT Governance
Institute, sebuah organisasi yang melakukan
studi tentang
model pengelolaan TI yang berbasis di Amerika Serikat
COBIT
Framework terdiri
atas 4 domain utama:
1.
Planning & Organisation
.(Strategi & Manajemen
)
2.
Acquisition & Implementation.
(Pemilihan Terbaik Utk
Penerapan)
3.
Delivery & Support.
( Pengadaan/Investasi Dan
Dukungan Teknis – Non Teknis)
4.
Monitoring.
(Pengawasan Ketercapaian 1, 2, 3)
1.
Planning & Organisation.
Domain ini menitikberatkan pada proses perencanaan dan
penyelarasan strategi TI dengan strategi perusahaan.
2.
Acquisition & Implementation.
Domain ini menitikberatkan pada proses pemilihan,
pengadaaan dan penerapan teknologi informasi yang
digunakan.
3.
Delivery & Support.
Domain ini menitikberatkan pada proses pelayanan TI dan
dukungan teknisnya.
4.
Monitoring.
Domain ini menitikberatkan pada proses pengawasan
pengelolaan TI pada organisasi.
COBIT
mempunyai model kematangan
(
maturity models), untuk mengontrol
proses-proses TI
dengan menggunakan
metode penilaian (
scoring)
sehingga
suatu organisasi dapat menilai
proses-proses TI yang dimilikinya dari skala
non-existent sampai
dengan
optimised
(dari 0 sampai 5).
COBIT juga mempunyai ukuran-ukuran
lainnya sebagai berikut:
1.
Critical Success Factors (
CSF)
2.
Key Goal Indicators (
KGI)
1. Critical Success Factors (
CSF)
mendefinisian
hal-hal atau kegiatan
penting yang dapat digunakan manajemen
untuk dapat mengontrol proses-proses TI
di organisasinya.
2.
Key Goal Indicators (
KGI)
Mendefinisikan
ukuran-ukuran yang akan memberikan
gambaran kepada manajemen apakah proses-proses TI yang
ada telah memenuhi kebutuhan proses bisnis yang ada. KGI
biasanya berbentuk kriteria informasi:
a. Ketersediaan informasi yang diperlukan dalam mendukung
kebutuhan bisnis.
b. Tidak adanya resiko integritas dan kerahasiaandata.
c. Efisiensi biaya dari proses dan operasi yang dilakukan.
d. Konfirmasi reliabilitas, efektifitas, dan compliance.
3. Key Performance Indicators (KPI)
mendefinisikan
ukuran-ukuran untuk
menentukan kinerja proses-proses TI
dilakukan untuk mewujudkan tujuan yang
telah ditentukan. KPI biasanya berupa
indikator kapabilitas, pelaksanaan, dan
kemampuan sumber daya TI.
1. Pengendalian sebuah sistem
Terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang
berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu
maksud atau tujuan
2. Keabsahan dari suatu kegiatan
Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otori sasi, tidak
akurat, tidak lengkap, redundansi ,tidak efektif atau tidak efisien
pemasukan data kedalam sistem.
3. Pemeriksaan
digunakan untuk mencegah (
prevent
),
mendeteksi, atau mengoreksi kejadian yang tidak sesuai
a. Pemeriksaan Pencegahan (Preventive control)
Instruksi yang ditempatkan pada dokumen dasar
(sumber) untuk mencegah kemungkinan petugas salah
dalam mengisi dokumen (out incorrectly).
b. Pemeriksaan Detektif / pengintaian (Detectivecontrol)
Program dapat mengidentifikasi kesalahan pemasukan
data ke dalam sistem melalui terminal (alat masukan).
c. Pemeriksaan Koreksi (Corrective control) Program
Teknologi
Infrastruktur Dalam
Proses Audit
(Pemeriksaan)
53
Sukses
Kebetulan
Sukses
Gagal
Berhasil
Tidak
Berhasil
Merencanak
an
Merencanakan
Tidak
SIKAP TERHADAP PERENCANAAN
BAGAIMANA MANAJEMEN WAKTU
BAGAIMANA MANAJEMEN WAKTU
Jika Kita hidup 60 tahun, maka :
1. Tidur 8 jam sehari
2. Nonton TV 2 jam sehari
3. Makan (3 kali) 2 jam sehari
4. Terjebak macet 3 jam sehari
5. Update status di sosmed ???
6. Main game online ???
7. Ngrumpi sama ttg ????
1.Totalnya 20 tahun seumur hidup
2. Totalnya 5 tahun seumur hidup
3. Totalnya 5 tahun seumur hidup
4. Totalnya 7.5 tahun seumur hidup
5. Totalnya ????...
6. Totalnya ????...
7. Totalnya ????...
Sylvester Stallone. Untuk memasarkan
Rocky dia ditolak 1855 kali.
1
Thomas Alfa Edison dalam proses menciptakan bola lampu gagal 9999 kali. “Aku tidak gagal, aku berhasil membuktikan bahwa 9.999 jenis bahan mentah itu tidak bisa dipakai. Aku akan
meneruskan percobaan ini sampai menemukan bahan yang cocok”.
2
Walt Disney mengajukan proposal
“Disneyland” kepada bank-bank di
Amerika Serikat ia ditolak sebanyak
302 kali.
3
Sebelum menemukan elemen radium,
penelitian Marie Curie gagal sebanyak 48 kali.
“
Sesungguhnya perlu 100 tahun lagi untuk
menemukan elemen ini, dan selama saya masih
4
MEREKA YANG PENUH PERJUANGAN
BAGAIMANA SORANG PENGAJAR
BAGAIMANA SORANG PENGAJAR
Anda tidak dapat mengajari orang
apapun juga; anda hanya dapat
membantu
dirinya
untuk
menemukannya
sendiri
(Galileo
(Galileo
Galilei)
Bila kita bukan
anak raja,
juga bukan
anak ulama
besar, maka
menulislah.
Albert Einstein
Albert Einstein
, “
P
P
enyusun Teori Relativitas:
enyusun Teori Relativitas:
”Ilmu tanpa agama adalah
”Ilmu tanpa agama adalah
b
b
uta sebaliknya
uta sebaliknya
agama tanpa ilmu adalah lumpuh
BERLAKU SABAR
Sasaran
Memahami
manfaat
kategorisasi
komponen
infrastruktur
dalam
manajemen infrastruktur TI.
Mengenali struktur lapisan (
layer
) dan
komponen-komponen sistem aplikasi
perusahaan.
Memahami
strategi
pengelolaan
Filosofi
Semua
komponen
sistem
aplikasi
berpotensi menjadi infrastruktur TI
Berdasarkan
prinsip
pemakaian
ulang/silang
komponen (
reuse
).
Berdasarkan
independensi pengembangan
dan
pengelolaan
antar komponen.
Pendekatan
:
Uraikan
sistem
menjadi
Strategi: Pengelompokan
Melihat komponen-komponen TI
berdasarkan kategori/kelompok
memudahkan:
Pengorganisasian keahlian dan SDM yang
mengelolanya.
Penetapan
standard
.
Analisa dan perancangan aplikasi atau
layanan TI baru
Pemilihan dan pemanfaatan (
reuse
) produk
Strategi: Pengelompokan
Pengelompokan dibuat berdasarkan:
Persamaan teknologi.
Domain
arsitektur aplikasi.
Bagian dari fungsional yang sama.
Bagian dari proses bisnis yang sama.
Dikelola oleh bagian yang sama.
Platform
Terminologi untuk kategori komponen
infrastruktur.
Idealnya, jumlah kategori tidak terlalu
Prinsip: Partisi Arsitektur
Aplikasi
Sistem aplikasi modern terpartisi dalam
lapisan-lapisan:
Arsitektur
client-server
.
Arsitektur
3-tier
: presentasi, logika aplikasi,
dan penyimpanan data.
Arsitektur
N-tier
: presentasi, logika
presentasi, logika aplikasi, penyimpanan
data.
Prinsip: Partisi Arsitektur
Aplikasi
Client-Server, 3-Tier, n-Tier
Prinsip: Partisi Aplikasi
Sistem aplikasi modern terdiri dari
komponen-komponen:
Runtime library
:
dynamically linked library
(DLL), dsb.
Plugins
:
Active-X
,
Component Object Model
(COM), dsb.
Aplikasi lain
:
Object Linking & Embedding
(OLE),
COM automation
, dsb.
Service
: layanan pada
remote server
Prinsip: Partisi Aplikasi
drag & dropPrinsip: Integrasi Antar Partisi
Sistem aplikasi modern saling terhubung
(terintegrasi):
Data sharing
: replikasi, dsb.
Remote service
:
Remote Procedure Call
(RPC).
Web-based services.
Enkapsulasi
legacy application
.
Teknologi
integrasi antar aplikasi
:
Prinsip: Integrasi Antar Partisi
Trend
Penyediaan infrastruktur aplikasi dalam
framework
application server
:
J2EE dengan Enterprise Java Bean.
Microsoft .NET
Modularisasi arsitektur aplikasi mendorong
pengembangan dan adopsi standar-standar
industri (
open standards
):
Standar berbasis XML: WSDL, SOAP, UDDI,
dsb.
Trend
service
requestor providerservice service
Call-Level Interface (API)
Call-Level Interface (API)
Driver Manager
Application ApplicationApplication
Function calls
RDBMS
.NET
Platform
Kategori umum platform:
Fisik
Fasilitas fisik koneksi, penyimpanan data, dan
pemrosesan.
Fungsional
Fasilitas “lunak” untuk memasukkan, memproses,
mengelola, dan memper-tukarkan data.
Interface
Fasilitas penghubung antar subsitem: manusia dan
Komponen Fisik
Network Layer
Termasuk perlengkapan
jaringan dan protocol
stack.
Storage Layer
Termasuk berbagai media
penyimpan-an data dan
DBMS.
Server Layer
Termasuk hardware dan
operating system.
Regulasi Platform
Pilihan produk teknologi setiap platform
harus diselaraskan dengan rencana
strategis perusahaan.
Perlu dibuat panduan penerapan teknologi:
Panduan berdasarkan prinsip-prinsip.
Standard yang dianut perusahaan.
Ketentuan perundangan (jika ada).
Panduan disusun dengan
Network Layer
Komponen network umumnya terdiri dari berbagai
segmen: