• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Kejadian Perdarahan Postpartum dengan Faktor Risiko Karakteristik Ibu di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Januari 2012 - April 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hubungan Kejadian Perdarahan Postpartum dengan Faktor Risiko Karakteristik Ibu di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Januari 2012 - April 2013"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Distribusi frekuensi perdarahan postpartum
Tabel  2.  Distribusi  frekuensi  etiologi  perdarahan
Tabel  5.  Hubungan  perdarahan  postpartum  dengan

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian terlihat bahwa pada kelompok kasus didapatkan ibu dengan perdarahan postpartum terbanyak adalah terjadi pada usia >30 tahun yaitu sebanyak 7

Adapun karakteristik penderita perdarahan postpartum yang terlama berada pada kelompok umur 20-35 tahun, suku batak, beragama Kristen, pendidikan SLTA, ibu rumah

Hal ini menunjukkan meskipun tidak bermakna secara statistik, perdarahan postpartum meningkat seiring dengan peningkatan paritas dan sesuai dengan yang dikemukakan

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Karakteristik Ibu Bersalin dengan Perdarahan Postpartum di RSUD Banjarnegara Periode 2009- 2010 Berdasarkan Paritas. (Sumber : Data

Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square diperoleh hasil tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor risiko (usia ibu, paritas, usia

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi dapat diketahui bahwa kejadian perdarahan postpartum tidak hanya terjadi oleh karena faktor dari usia ibu bersalin yang berisiko,

Analisis bivariat dalam tabel 4.5 menunjukkan bahwa kejadian perdarahan postpartum lebih banyak terjadi pada ibu dengan riwayat preeklampsia, yaitu dari 70 sampel

postpartum < 20 tahun seluruhnya mengalami proses involusi uteri yang cepat, ibu postpartum yang dalam usia reproduksi sehat (20-35 tahun) involusinya sebagian besar