Problematika Pendidikan Anak Jalanan (Studi Anak Penjual Koran di Kota Kupang)
Teks penuh
Dokumen terkait
Karena sebanyak 22 responden (68,75%) anak di bawah usia kerja menggunakan waktu yang sebentar untuk menempuh perjalanan dari tempat tinggal menuju tempat
Dengan bekerja banyak anak menjadi putus sekolah, anak yang putus sekolah memiliki kemungkinan kecil untuk bersaing dalam mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, sehingga
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Anak jalanan di Rumah Singgah Anak Mandiri Yogyakarta terdiri dari anak putus sekolah, eks pengamen dan penjual koran yang usianya mulai
Dapat memberikan informasi mengenai latar belakang keluarga dan pendidikan pada anak jalanan, serta menjadi bahan untuk membuat kebijakan terkait dengan masalah kesejahteraan
Kedua , Anak jalanan yang ditemui oleh penulis juga memberikan informasi bahwa mereka berada di jalanan juga mengalami berbagai problematika yang sangat kompleks,
Latar belakang ekonomi keluarga juga ikut menjadi faktor yang mendorong anak-anak harus bekerja dan putus sekolah atau bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali,
Penjelasan diatas, mengenai eksploitasi pada anak jalanan penjual tisu terlihat bahwa masalah pada anak jalanan semakin beragam dan kompleks, ditambah lagi peneliti melihat
Letak anak jalanan sebagai masalah sosial adalah karena dengan menjadi anak jalanan mereka telah kehilangan hak-hak seperti hak untuk sekolah atau mendapatkan