• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Geologi Karangsambung Terhadap Terobosan Dyke dan Sill Menggunakan Metode Gaya Berat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Geologi Karangsambung Terhadap Terobosan Dyke dan Sill Menggunakan Metode Gaya Berat"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2. Diagram Alir
Gambar  4  menunjukkan  pola  anomali  regional  yang  telah  dilakukan  Upward  Continuation  untuk  mengetahui  kondisi  geologi  umum  di  daerah  Karangsambung
Gambar 5. Peta anomali residual  3.3  Upward  Continuation  dari  Anomali
Gambar 7. Peta geologi Karangsambung pada pola Upward Continuation tahap Slicing   dengan lintasan penampang AA 1  – BB 1
+2

Referensi

Dokumen terkait

Telah dilakukan pengolahan data magnetik daerah Banyuasin Sumatera Selatan dengan tujuan untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan dan kemungkinan adanya

Keberadaan mineralisasi emas dalam batuan melalui survei geomagnetik digunakan hanya untuk identifikasi lapisan geologi bawah permukaan yang diinterpretasikan dari

Untuk mendapatkan gambaran struktur bawah permukaan yang baik maka dilakukan analisa spektrum yang berfungsi untuk mengetahui kedalaman sumber untuk anomali regional dan

Interpretasi lapisan geologi bawah permukaan dilakukan dengan membuat lintasan pada peta kontur anomali lokal daerah penelitian (Gambar 7) dari zona anomali

Berdasarkan hasil pengolaan, analisis dan interpretasi data penelitian dapata diambil kesimpulan yaitu struktur bawah permukaan di daerah pesisir Pantai Sitiris- Tiris

Bila ditinjau dari model geologi bawah permukaan yang pusat semburannya berada di sekitar patahan, diperkirakan posisi pusat semburan lumpur Sidoarjo ini berhubungan

Kemudian penelitian dilakukan oleh Erdiansyah dkk., pada tahun 2015 dengan tema Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Dengan Mengunakan Metode Magnetotellurik

Hasil forward modeling menunjukkan model bawah permukaan daerah penelitian bahwa terdapat batuan dasar yang mengalasi daerah penelitian diduga berupa kerak granitik