42
Universitas Kristen Petra
3. DATA LAPANGAN
3.1. Data Non Fisik “Ndalem Mangkubumen Yogyakarta: 3.1.1. Sejarah “Ndalem Mangkubumen Yogyakarta”
Selain keberadaan Keraton Yogyakarta terdapat Ndalem Mangkubumen sebagai bagian dari Kesultanan Ngayogyakarto Hadiningrat yang dibangun pada tahun 1865 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VI, Dalem Mangkubumen didirikan sebagai tempat tinggal putra mahkota atau Pangeran Adipati Anom.
Dalem Mangkubumen merupakan suatu komplek yang terdiri dari beberapa bangunan dan dikelilingi oleh tembok pembatas. Berdasarkan prasasti yang terdapat di beberapa bangunan komplek dalem Mangkubumen, dapat diketahui berdirinya dalem ini. Bangunan yang tertua yaitu bangunan Sriwedari yang dibangun tahun 1874, sedangkan Bangsal Prabayeksa dibangun mulai tanggal 3 Februari 1876 dan selesai pada tahun 1877, yaitu pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877). Menurut S.Ilmi Albiladiyah, dalam Dalem Mangkubumen Kodya Yogyakarta dan Kompleks Makam Girigondo Temon Kulonprogo, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta, 1985/1986, fungsi - fungsi yang pernah terjadi pada Dalem Mangkubumen adalah :
1. Sebagai tempat tinggal Pangeran Adipati Anom atau Pangeran Pati
2. Sebagai tempat tinggal Pangeran Mangkubumi, putra dari Sri Sultan Hamengku Buwono VI dan adik dari Pangeran Adipati Anom, hingga tahun 1918.
3. Sebagai tempat tinggal Pangeran Buminoto, putra dari Sri Sultan Hamengku Buwono VI dan adik dari pangeran Mangkubumi, hingga tahun 1928.
4. Tidak berfungsi hingga tahun 1942
5. Sebagai tempat pengungsian Jendral Soedirman walau hanya sehari di tahun 1948, tetapi selanjutnya keluarganya tinggal di dalem ini hingga perang berakhir pada tahun 1949
43
Universitas Kristen Petra
6. Tidak berfungsi hingga tahun 1952 dan dikelola sepenuhnya oleh Kawedanan Hageng Punakawan Wahana Sarta Kriya (kantor gedung-gedung kraton Yogyakarta)
7. Sebagai kampus sementara Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sampai tahun 1982
8. Tidak berfungsi hingga tahun 1983 dan dikelola lagi oleh Kawedanan Hageng Punakawan Wahana Sarta Kriya
9. Sebagai tempat pendidikan Yayasan Mataram hingga saat ini.
Saat ini, beberapa bangunan di dalam komplek Dalem Mangkubumen digunakan Yayasan Mataram untuk menyelenggarakan pendidikan bagi Universitas Widya Mataram Yogyakarta dan SMU Mataram, beberapa bangunan sebagai tempat tinggal keluarga kerabat keraton, satu bangunan untuk Sekolah Taman Kanak-kanak dan beberapa bangunan untuk magersari.
3.1.2. Tata Ruang
Tata Ruang Dalem Mangkubumen mengikuti orientasi kosmologi Kraton, mengarah selatan-utara (Siti Widayatsari, 2002, Tata Ruang Rumah Bangsawan Yogyakarta, dalam Jurnal Ilmiah Dimensi Volume 30 Nomor 2, LPPM Universitas Kristen Petra, Surabaya). Secara keseluruhan tata ruang Dalem Mangkubumen dapat dilihat pada gambar berikut :
Bangunan Pokok Dalem Mangkubumen :
Bangsal Prabayeksa Bangsal Pringgitan
Gedhong Inggil (sekarang digunakan sebagai ruang rektorat)
Bangsal Ageng (Pendhapa Agung) Regol Cemeng
44
Universitas Kristen Petra
Dari arah selatan menuju utara dapat dijumpai bangunan-bangunan yang masih berbentuk tradisional. Bangunan terdepan di ujung selatan dalem Mangkubumen, adalah Bangsal Banjar Andhap. Ruang di sekitar bangunan ini bersifat sangat umum, dapat diakses dari luar (timur, selatan dan barat). Berikutnya ke arah utara terdapat Regol Cemeng yang diapit 2 pintu gerbang menuju bagian tengah. Pada bagian tengah terdapat Bangsal Ageng. Sebelah utaranya terdapat bangunan Gedhong Inggil dan Bangsal Pringgitan. Di bagian paling belakang bersifat privat yang dulunya sebagai tempat hunian keluarga Pangeran Adipati Anom adalah Bangsal Prabayeksa yang diapit Bangsal Aalit Wetan dan Bangsal Alit Kilen.
3.1.3. Perkembangan “Ndalem Mangkubumen Yogyakarta” Menjadi Sarana Pendidikan
Dalam perkembangannya Ndalem Mangkubumen ini tidak hanya digunakan oleh Pangeran Adipati Anom. Ndalem Mangkubumen ini mengalami alih fungsi. Perubahan dari rumah untuk pangeran menjadi saran pendidikan.
Adapun Sma Mataram dan Universitas Widya Mataram didirikan pada 1982 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX bersama KGPH Mangkubumi sebagai pengejawantahan atas upaya pencerdasan kehidupan
Saat ini Dalem Mangkubumen difungsikan sebagai SMA Mataram dan Kampus Universitas Widya Mataram Jogja. Kampus ini didirikan oleh Almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang pada saat itu masih Pangeran. Universitas Widya Mataram Yogyakarta (selanjutnya disingkat UWMY) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Yogyakarta. tercatat dalam Akte Notaris No. 153 tanggal 28 Mei 1982.[1] UWMY dikelola oleh Yayasan Mataram Yogyakarta
Kampus ini didirikan untuk orang-orang yang golongan ekonomi lemah agar sama-sama dapat merasakan dunia pendidikan tinggi. Pada kenyataannya mulai dari menengah bawah sampai menengah atas bisa menikmati pendidikan disini. Rumah ini terdiri dari bangunan utama seperti istana (saat ini sebagai ruang rektorat dan ruang kelas) yang didepannya berdiri pendhapa dengan
45
Universitas Kristen Petra
halaman yang luas ditanami pohon sawo. Di kiri-kanannya ada beberapa bangunan rumahtinggal yang diantaranya ditempati kerabat keraton. Dalem ini dikelilingi oleh dinding benteng, selain bangunan utama ada juga bangunan masjid, pintu gerbang dan beberapa bangunan yang digunakan untuk ruang kelas, senat dan kantor Universitas.
3.1.4. Karakteristik “Ndalem Mangkubumen Yogyakarta”
Adat istiadat kraton melekat pada diri para bangsawan karena kedekatan hubungan keluarga dengan Sri Sultan.Rumah bangsawan atau lazim disebut
dalem, biasanya berhalaman luas terletak pada lahan antara 2 000 – 10 000 m2. Lokasinya di lingkungan kraton, di dalam dan luar benteng, merupakan salah satu dari berbagai tingkatan terbesar dan terlengkap dalam arsitektur rumah tradisional Jawa. Rumah-rumah ini mudah dikenali karena struktur, bentuk atap, bangunan dan luas lahan berbeda dengan rumah penduduk sekitar, dikelilingi dinding tembok setinggi ± 3 m disebut cepuri. Jalan masuk ke arah dalem
disebut gledegan, berupa akses dari pintu masuk atau regol ke jalan, panjang atau pendek tergantung jarak dengan jalan terdekat. Dalem dapat dikategorikan dalam rumah joglo yang paling besar dan lengkap, dengan bagianbagiannya. Joglo dapat diartikan sebagai suatu bentuk atau sistem konstruksi bagian dari kompleks rumah. Joglo, dalam hal ini diartikan sebagai keseluruhan atau kompleks rumah, termasuk dinding keliling, halaman, regol dan semua bagian di dalamnya.
3.1.5. Visi Misi “Universitas Widya Mataram Yogyakarta”
Visi dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta ini yaitu “visi kebudayaan dinamis, yang mampu mempertajam pemikiran,kecerdasan, dan prilaku”. Misi – misi yang diemban antara lain :
Berinovasi dalam pendidikkan
Membantu mencerdaskan kehidupan dengan biaya yang minim Memberikan kesempatan yang sama bagi semua potensi anak bangsa Mengenalkan dan menerapkan kebudayaan di dalam dunia pendidikan Memberikan fasilitas pendidikkan sebaik mungkin
46
Universitas Kristen Petra
Dengan memberikan kesempatan yang sama bagi semua potensi anak bangsa untuk mendapatkan pengajaran dan pendidikan. Pendidikan adalah hak setiap warga dimana negara berkewajiban menyediakannya.
Pada pijakan yang sama,kita memiliki tanggungjawab yang sama untuk meningkatkan potensi sumberdaya manusia Indonesia. Dengan pendidikan kesempatan kita ciptakan untuk meretas bersama masa depan.Semoga, ini bisa menjadi wadah bagi civitas akademika (dosen, pegawai, mahasiswa, alumni) khususnya, serta masyarakat dan bangsa Indonesia pada umumnya untuk berbagi dan merentang tangan dalam satu irama : untuk Indonesia.
3.1.6. Struktur Organisasi
Bagan 3.1. Struktur Organisasi Universitas Widya Mataram
3.2. Data Fisik Fisik “Ndalem Mangkubumen Yogyakarta: 3.2.1. Lokasi Bangunan
Objek penelitian adalah Ndalem Mangkubumen, yang berlokasi di Ndalem Mangkubumen KT III/237, Yogyakarta.
Pemilik :
Sri Sultan Hamengku Buwono X
Rektor :
Prof. Dr. Muchsan. Sh.M.Hum
Wakil Rektor I : Dr. Ambar Rukmini .Mt Senat Universitas : Eman Darmawan, STP. MP BAAK BAUK Bagian Akademik & Kemahasiswaan Bagian Perencanaan & Kerjasama
Bagian Umum Bagian Keuangan
& Kepegawaian Sekretariat Wakil Rektor II :
47
Universitas Kristen Petra
3.2.2. Kondisi Luar Tapak
Bangunan Ndalem Mangkubumen ini mengarah ke selatan. Daerah sekitar “Ndalem Mangkubumen” merupakan daerah yang mudah diakses menggunakan transportasi umum karena termasuk dalam wilayah pusat Kota Yogyakarta. Bangunan-bangunan umum disekitarnya berupa SD Keputran IV, pasar tradisional Ngasem dan Taman Sari, dan Pojok Benteng. Batas – batasnya sebagai berikut : Selatan : Pasar Tradisional Ngasem
Utara : Pemukiman warga Kadipaten dan Pojok Beteng Barat : SD Keputran
Timur : Pemukiman warga Kadipaten 3.2.3. Kondisi Dalam Tapak
Secara umum, di dalam kompleks bangunan “Ndalem Mangkubumen” yang bertempat di Ndalem Mangkubumen KT III/237 Yogyakarta ini memiliki bangunan utama atau rumah inti dimana terdapat pembagian ruang yang jelas.pembagian area publik, semi publik, semi privat dan area privat sangat jelas. Namun berdasar kebutuhan ruang pendidikkan maka dibentuk beberapa ruang tambahan dengan menggunakan dinding partisi / non permanen, yaitu menggunakan triplek. Maka dari itu sifat – sifat ruang yang ada juga mengalami perubahan. Adapun pembagiannya yaitu :
a. Area parkir sepeda motor terletak di samping kiri dan kanan halaman depan, dekat dengan area pendhapa. (Publik)
b. Area publik berada di halaman luar serta pendhapa sifatnya yang semi publik menjadi publik karena diggunakan untuk tempat berkumpul para mahasiswa ataupun tempat belajar bersama karena dilengkapi fasilitas wiffi.
c. Area semi publik berada di bangunan samping kanan dan belakang dari rumah inti, yaitu diarea gandhok serta gadri
d. Area semi privat berada di rumah bangunan inti atau dalem ageng dan area ini diggunakan sebagai rektorat. Baik senthong tengah,senthong kiwo dan
senthong tengen diperggunakan sebagai kantor. Kantor rektorat ini merupakan bagian dari Bangsal Inggil.
48
Universitas Kristen Petra
Gambar 3.2 Layout Awal (1867) Gambar 3.3. Layout Sekarang (2012)
Sumber : Ndalem Mangkubumen Yogyakarta
Bangunan rumah tradisional Jawa ini mengalami renovasi berupa pembentukkan ruangan – ruangan baru yang dijadikan kelas, ruang rapat, lab, perpustakaan, ruang BAAK, kantor dosen, ruang rektor, ruang wakil rektor, ruang sekretariat, ruang senat, ruang rapat,serta kantor fakultas pembagian ruangan bersifat non permanen pada bangunan inti, namun ada pula bangunan tambahan yang bersifat semi permanen tapi tidak merubah ataupun merusak struktur asli bangunan rumah Jawa ini karena Ndalem Mangkubumen ini termasuk bangunan cagar budaya yang harus dilindungi keasliannya dan diawasi oleh Dinas Cagar Budaya Bangunan Purbakala.
49
Universitas Kristen Petra
Pembentukkan ruang – ruang baru hanya berdasarkan kebutuhan tanpa perencanaan perancangan yang sesuai dengan aturan umum seperti luas minimum ruang kelas, sirkulasinya, pencahayaan, dan penghawaan semua renovasi yang dikerjakan hanya berdasarkan kebutuhan dan tidak mempertimbangkan syarat – syarat ruang kelas dan kantor yang baik.
3.2.4. Orientasi Bangunan
Bangunan rumah Jawa ini merupakan bangunan yang terbagi – bagi namun merupakan suatu kesatuan yang memiliki fungsi tersendiri. Ndalem Mangkubumen menghadap ke arah selatan. Memasuki bangunan Ndalem Mangkubumen ini pertama – tama kita melewati jalan dan disambut adanya
regol,regol merupakan dinding sepanjang 10m dengan tinggi 2.5m. Setelah melewati regol barulah terlihat adanya pendhapa serta rumah – rumah para
magersari disekelilingnya, magersari merupakan warga biasa yang tidak memiliki hubungan darah dengan pihak Keraton namun mereka merupakan para abdi ndalem sehingga diberi izin untuk tinggal di area Ndalem Mangkubumen oleh pihak Keraton.
3.2.5.Program dan Organisasi Ruang
50
Universitas Kristen Petra
Legenda: 1.Regol. 2.Rana. 3.Sumur. 4.Langgar. 5.Kuncung. 6.Kandang kuda. 7.Pendapa. 8.Longkonan. 9.Seketheng. 10.Pringgitan. 11.Dalem. 12.Senthong kiwa (kiri). 13.Sentong tengah (kanan). 14.Sentong kanan. 15.Ganchok. 16.Dapur dan lain-lain. A.Halaman luar. B.Halaman dalam. (Sumber : Lukito Kartono)
Urutan pembahasan dimulai dari luas dalem terkecil sampai dalem terluas dan yang paling kompleks. Dari arah selatan menuju utara dapat dijumpai bangunan-bangunan yang masih berbentuk tradisional. Bangunan terdepan di ujung selatan dalem Mangkubumen, adalah Bangsal Banjar Andhap. Ruang di sekitar bangunan ini bersifat sangat umum, dapat diakses dari luar (timur, selatan dan barat). Berikutnya ke arah utara terdapat Regol Cemeng yang diapit 2 pintu gerbang menuju bagian tengah. Pada bagian tengah terdapat Bangsal Ageng. Sebelah utaranya terdapat bangunan Gedhong Inggil dan Bangsal Pringgitan.
Di bagian paling belakang bersifat privat yang dulunya sebagai tempat hunian keluarga Pangeran Adipati Anom adalah Bangsal Prabayeksa yang diapit
Bangsal Aalit Wetan dan Bangsal Alit Kilen.
3.2.6. Elemen Pembentuk Ruang 3.2.6.1. Lantai
Dalam perancangan interior, fungsi lantai sangat penting karena selain menutupi bagian bawah dalam suatu ruang, lantai juga berfungsi sebagai penahan beban yang berasal dari benda-benda seperti manusia, perabot, dan sebagainya.
Karena itu, lantai dituntut untuk memiliki kekuatan yang mampu menopang beban-beban yang terjadi. Lantai juga memiliki kegunaan yang lain, seperti dapat mengarahkan manusia untuk menuju ke suatu area tertentu. Sedangkan material yang digunakan sebaiknya memiliki koefisien gesek yang cukup tinggi sehingga tidak membuat orang terpeleset, serta memiliki kemudahan dalam hal perawatannya.
Bahan-bahan penutup lantai sebaiknya juga dapat memberikan nilai estetika pada suatu ruangan, yang dapat dilakukan dengan cara memberikan variatif pada warna, tekstur, motif, bahkan material yang berbeda.
Berikut adalah macam/jenis penutup lantai yang umum digunakan, beserta sifat dan karakteristik yang dimiliki :
51
Universitas Kristen Petra
a. Keramik : memiliki banyak pilihan warna, mudah dalam perawatannya, tahan api, tahan gores, cocok untuk menutupi lantai utama dan area sirkulasi. b. Granit : kesan estetika tinggi, kuat, tidak tahan lama, cocok digunakan untuk area yang memiliki sirkulasi padat.
c. Marmer : merupakan biji keramik yang diolah dengan semen, mampu memberikan nilai estetika yang tinggi, tahan lama, kuat, tetapi harga cukup mahal. d. Parket : memiliki nilai estetika tinggi karena memiliki motif alami, tidak tahan lama, mudah dalam pemasangan, membutuhkan perawatan yang baik. e. Vinyl : Permukaan bertekstur, banyak pilihan warna dan motif, mudah dalam pemasangan dan perawatan, cocok untuk area sirkulasi yang padat.
f. Karpet : lunak, dapat menyerap suara, tahan lama, pilihan warna dan motif banyak. (Holman 68-69)
Penggunaan material untuk lantai menggunakan beberapa jenis material diantaranya terasso polos dengan ukuran 40 x 40 yang dipasang secara diagonal, marmer berwarna coklat sembur abu – abu dengan ukuran 40 x40, keramik polos putih dengan ukuran 30 x 30, keramik motif sembur abu – abu ukuran 30x30, keramik merah tua dengan ukuran 20 x 10, dan tegel kunci kuno dengan motif floral berwarna hitam putih ukuran 20x20, selain itu interior bangunan ini juga sebagian menggunakan karpet berwarna biru tua polos.
Gambar 3.5.Lantai Ruang Dosen Gambar3.6.Lantai Ruang Kelas Sumber : Dokumentasi Pribadi
52
Universitas Kristen Petra
Gambar 3.7.Lantai Pendhapa Gambar3.8.Lantai marmer pendhapa
Gambar 3.9.Lantai terasso Gambar 3.10. Karpet biru tua Sumber: Dokumentasi pribadi
3.2.6.2. Dinding
Dinding pada interior serta eksterior ini dominan menggunakan warna putih. Namun pada ruang rapat dinding menggunakan cat kuning gading. Sedangkan untuk material dinding sebagian ruangan tambahan atau buatan di bangunan ini merupakan dinding non permanen, dibuat secara sederhana dengan bahan rangka kayu dan triplek. Namun pada ruang dosen terdapat dinding yang sebagian permanen dan sebagian lagi tidak permanen.
Dinding merupakan elemen kedua yang dapat membentuk suatu ruang, yang mana menurut Francis D.K. Ching dalam buku “Arsitektur dan Susunannya”, dinding merupakan unsur vertical dari suatu ruangan yang dapat menjadi penyangga bidang lantai suatu bangunan. Unsur tersebut mengendalikan kontinuitas ruang visual serta kontinuitas ruang antara ruang dalam dan ruang luarnya. Dinding juga merupakan alat Bantu penyaring udara, cahaya, suara, dan
53
Universitas Kristen Petra
sebagainya yang melewati ruang dalam suatu bangunan. Sedangkan menurut Suptandar dinding merupakan unsur penting dalam pembentukan ruang, baik sebagai unsur penyekat atau pembagi ruang, maupun sebagai unsur dekoratif. Selain itu, dinding juga dapat difungsikan sebagai elemen penahan struktur dari bangunan, karena itu dinding yang difungsikan sebagai penopang beban, dituntut untuk memiliki kekuatan dan kestabilan dalam menahan beban di atasnya.
Adapun macam-macam dinding dalam dunia interior, yaitu :
Dinding permanen : Dinding yang memiliki struktur dan kolom.
Dinding partisi penuh (dari lantai hingga plafon) : dapat digunakan untuk mambagi area servis atau membentuk ruang privat.
Partisi freestanding : dapat berfungsi untuk membagi dan memisahkan dua ruang tanpa membatasi view (pandangan) serta udah dipindahkan. Beberapa jenis bahan untuk dinding :
a. Cat
Warna merupakan elemen kunci dalam interior dan cat merupakan salah satu cara yang paling sederhana dan paling murah yang biasa digunakan di rumah, kantor, atau toko. Dahulu diniding perusahaan atau kantor diplester dan dicat warna putih karena latar belakang yang netral untuk segala sesuatu. Namun sayangnya warna putih sangat reflektif dan menyilaukan mata, itulah sebabnya mengapa sekarang warna lembut lebih disukai dalam berbagai macam aplikasi.
b. Wallpaper
Wallpaper biasanya terbuat dari kain, kertas, atau kertas bacled pvc. Vinyl papers
tahan air, bisa dicuci dan lebih kuat daripada material paper lainnya. Wallpaper
lebih popular karena dapat menutupi area atau permukaan yang tidak sempurna atau cacat. Tipe vinyl sering digunakan di area commercial.
c. Marble, stone dan brick
Marmer secaraluas digunakan dalam ruang monumental dan lokasi prestise seperti bank. Marmer tersedia berbagai warna dan pola serat yang menarik.
d. Cladding
Kayu adalah material yang biasanya digunakan sebagai cladding, dan dapat menimbulkan kesan mewah. Cladding dapat di finishing dengan di cat atau dengan di finishing natural dengan di pernis untuk menutup serat atau lapisan
54
Universitas Kristen Petra
kayu. Plywood and veneer panels ketika diapliaksikan dapat memberi kesan menarik pada dinding.
e. Material lainnya
Meskipun kain sering digunakan sebagai wallcovering yang tersedia dalam berbagai macam warna dan tekstur, vinyl dan bahan plastik lainnya sekarang sedang popular dan banyak digunakan sebagai wallcovering.
Gambar 3.11.Ruang Kelas Gambar 3.12.Ruang Rapat Sumber: Dokumentasi pribadi
3.2.6.3. Plafond
Plafond merupakan elemen ketiga, sebagai elemen pembentuk ruang. Dalam hal ini, plafon juga merupakan elemen yang penting dalam membentuk suatu ruang. Menurut Suptandar fungsi plafond selain sebagai pelindung dari cuaca dan pemberi efek bentuk bangunan seutuhnya, plafond juga mencerminkan karakter dari suatu bangunan atau suatu ruang. Fungsi lain adalah sebagai penutup perlengkapan
engineering dan sistem utilitas lainnya.
Dalam penggunaan materialnya, plafond terbagi menjadi tiga jenis, yaitu :
a. Accountical ceiling : berfungsi sebagai isolator suara dan mengurangi tingkat kebisingan suara.
b. Luminous ceiling : berfungsi untuk memendarkan cahaya dan memberi efek cahaya khusus pada ruangan.
c. Baffle ceiling : berfungsi meredam suara dan memberikan suasana tertentu pada ruangan. (Holman 71)
Dinding pada interior serta eksterior ini dominan menggunakan warna putih. Namun pada ruang rapat dinding menggunakan cat kuning gading.
55
Universitas Kristen Petra
Sedangkan untuk material dinding sebagian ruangan tambahan atau buatan di bangunan ini merupakan dinding non permanen, dibuat secara sederhana dengan bahan rangka kayu dan triplek. Namun pada ruang dosen terdapat dinding yang sebagian permanen dan sebagian lagi tidak permanen.
Gambar 3.13.Plafond kayu Gambar 3.14.Plafond triplek Sumber: Dokumentasi pribadi
Gambar 3.15. Plafond Gypsum Gambar 3.16.Plafond Triplek Sumber: Dokumentasi pribadi
3.2.7. Elemen Transisi
Elemen transisi yang memisahkan area – area di dalam Ndalem Mangkubumen setelah fungsi interiornya berubah adalah pintu, jendela, serta adanya penggunaan material karpet untuk lantai ruang rektorat.
3.2.7.1. Pintu
Pintu sebagai elemen transisi dalam bangunan induk terdiri dari pintu masuk utama (main entrance) yang berada di bagian depan ruang rektorat. Pintu masih mengandung gaya kolonial dengan ciri dua daun pintu, sebagian merupakan kaca dan ditututp dengan kain vitras dan bagian atas pintu terdapat lubang angin yang menyerupai jendela kecil dengan dilengkapi ornamen hias geometris yang
56
Universitas Kristen Petra
menyerupai trails serta pintu – pintu disetiap ruang perkuliahan. Material yang diggunakan merupakan kayu dan difinishing dengan cat hijau dan sebagian krem sehingga seratnya tertutup.
Gambar 3.17. Pintu Ruang Rektor Gambar 3.18. Pintu Ruang Rapat Sumber: Dokumentasi pribadi
3.2.7.2. Jendela
Jendela pada bangunan ini menggunakan material kayu dipadukan dengan menggunakan kaca dan dilengkapi teralis besi. Jendela memiliki beberapa jenis bentuk diantaranya memanjang dengan ukuran panjang 45cm dan tinggi jendela mencapai 120cm, ada pula yang memanjang kesamping dengan 4 buah daun jendela. Jendela berbahan kayu ini difinishing dengan cat serupa dengan pintu.
Gambar 3.19.Jendela Ruang Dosen Gambar3.20.Jendela Ruang Kelas Sumber: Dokumentasi pribadi
57
Universitas Kristen Petra
3.2.8. Elemen Pengisi Ruang
Elemen pengisi ruang yang terdapat di Ndalem Mangkubumen ini terdapat tiang – tiang yang disebut saka guru yang terdapat di pendhapa.
Gambar 3.21.Tiang Pendhapa Gambar 3.22.Saka Guru Sumber: Dokumentasi pribadi
3.2.9. Elemen Dekoratif dan Ragam Hias
Elemen dekoratif terdapat pada dalem ageng serta di area pendhapa, sedangkan di gandhok tidak terdapat elemen dekoratif. Elemen dekoratif yang dimaksud adalah berupa ukir – ukiran, lukisan – lukisan serta pajangan benda – benda antik yang terdapat di ruang rektorat atau dalem ageng.
Gambar 3.23. Lukisan Gambar 3.24. Lukisan di Dalem Ageng
58
Universitas Kristen Petra
Adanya ragam hias pada bangunan ini sangat tampak menonjol dibagian
pendhapa. Pada bagian pendhapa ini terdapat banyak ragam hias. Yang dimaksud dengan ragam hias adalah semua bentuk dekorasi yang dipakai untuk memperindah bangunan. Ragam hias pada Ndalem Mangkubumen ini sendiri memiliki pattern language (penyelarasan tingkah laku dan cara kehidupan manusia) (A. Christopher, Pattern Language. 1977). Maka sesuai teori Christopher ragam hias di Ndalem Mangkubumen ini dapat memperingati manusia akan peristiwa tertentu, batasan ritual, dan sebagainya.
Dalam hubungan dengan pattern language ragam hias dapat digolongkan sebagai berikut :
Motif alam : matahari, bintang, bulan, awan, lidah api, himpunan bintang dan sebagainya.
Motif binatang : kerbau sebagai lambang kesuburan, gajah sebagai kendaraan nenek moyang menuju surga, burung sebagai roh nenek moyang, naga melambangkan dunia jahat, Dewi Sri sebagai kesuburan tanah, dan garuda sebagai sumber keramat.
Motif tanaman : teratai atau padma, uthpala, kumuda. Motif tersebut melambangkan peralihan dunia tertinggi ke yang terendah.
Motif hasil kecerdasan manusia : berupa titik – titik, garis sejajar, garis lengkung, garis potong, garis lingkar, spiral dan sebagainya yang kemudian membentuk suatu lambang penghargaan tinggi biasanya berupa mahkota.
Gambar 3.25.Ukir – ukiran pada Pendhapa
59
Universitas Kristen Petra
Gambar 3.26. Motif alam berupa matahari Gambar 3.27.Lantai motif tanaman Sumber: Dokumentasi pribadi Sumber: Dokumentasi pribadi
Gambar 3.28. Motif tanaman yaitu nanasan Gambar 3.29. Motif floral teratai
Sumber: Dokumentasi pribadi Sumber: Dokumentasi pribadi
Warna memiliki keterkaitan dengan makna simbolik pada bangunan Jawa ini. Warna yang terdapat pada ragam hias yang ada juga memiliki nilai simbolis yaitu sebagai berikut :
Kuning : penolak rasa mengantuk
Biru : penolak rasa sakit
Hitam : penolak rasa lapar
Hijau : penolak rasa angkara murka Putih : penolak rasa birahi
Oranye : penolak rasa takut Merah : penolak rasa amarah