DAFTAR PUSTAKA
- C.H, Joseph. 1980.Time-Saver standart for building Standart. Jail and Prisons. McGraw-Hill,Inc. USA.
- Poerbo, Hartono. Utilitas Bangunan. Jakarta : Djambatan
- McConville, Sean.2000. Prison Architecture. Poicy Design and Experience. Oxford: Architecture Press
- Akbar, Patrialis. . Fe o e a Le baga Pe asyarakata di I do esia . KOMPA“ Net, 8 Agustus 2013.
- (2011). Lapas Klas I Cipinang. http://www.ditjenpas.go.id/content/lapas-klas-i-cipinang.html , 16 Februari 2014
- Dharmawan, Vippy. September 2009, Tesis Desai Le baga Pe asyarakata . http://itsmaster.net/thesis/desain/18771-32092009.html, 11 Februari 2014
- UU No.12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan
- Kepmen No. M.01.PL.01.01 Tentang Pola Unit Bangunan Lapas
- ICJR ( Institute for Criminal Justice Reform) (1999). Tentang Pembinaan dan Bimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan. Indonesia: peraturan Pemerintah RI
- M.04-UM.01.06 (1983). Tata Cara Penempatan, Perawatan Tahanan dan Tata Tertib Rumah Tahanan Negara. Indonesia: Putusan Menteri Kehakiman RI
Lampiran
BERITA ACARA SIDANG KELAYAKAN LP3A TUGAS AKHIR 126/48
Dengan ini menyatakan bahwa telah dilaksanakan Sidang Kelayakan LP3A pada : Hari : Jumat
Tanggal : 28 Maret 2014
Waktu : 09.45- 10.30 WIB
Tempat : Ruang Lab. Sejarah
Kampus Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang
Sidang kalayakan sinopsis dihadiri oleh : [1] Bharoto ,ST.MT dan [2] Ir. Sri Hartuti Wahyuningrum,MT selaku dosen pembimbing serta [3] Ir.Abdul Malik, MSA selaku dosen pnguji. [4] Sallvyna D.Dewi.Lubis NIM.21020110110043 selaku peserta sidang dengan judul LP3A ‘Cabang Lembaga Pemasyarakatan (BAPAS) Tanjung Gusta di Kabupaten Padang Lawas’.
Dengan pelaksanaan sidang :
Sidang kelayakan LP3A dengan judul “Cabang Lembaga Pemasyarakatan (BAPAS) Tanjung Gusta di Kabupaten Padang Lawas” dimulai pukul 09.45 WIB, pemaparan presentasi dengan waktu 10 menit dengan materi pendekatan program perencanaan berupa aktifitas, fasilitas hingga pemilihan lokasi tapak. Pada LP3A masih mempunyai beberapa kekurangan, seperti lokasi tapak yang terletak jauh dari kota Medan, sehingga untuk sistem utilitas bangunan sebaiknya disebutkan secara rinci, bagaimana pasokan listrik dan airnya, apakah di daerah sekitar lokasi sudah terdapat jaringan listrik maupun air atau tidak.
Kemudian membahas tentang bagaimana pemanfaatan tapak yang terlalu lebar luasannya, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan ruang yang sudah dihitung dengan pertimbangan sistem kemanan pada bapas terkait lingkungan yang masih jauh dari kota.
Berkaitan dengan pendekatan sistem, program ruang dan utilitas pada BAPAS yang mengacu pada Kepmen, sebaiknya tetap fokus pada acuan tersebut, dan lebih memikirkan space ruang yang disediakan untuk dapat mengakomodasi luasan utilitas yang akan diterapkan.
Dalam penyusunan program perancangan, banyak yang msih kurang lengkap. Misalnya landasasan program ruang, seharusnya sudah dilengkapi dengan dimensi yang jelas. Untuk poin tampilan bangunan, sebaiknya merujuk salah satu bangunan yang sudah ada agar dapat mudah memberi gambaran bagi yang membaca.
Dari beberapa uraian diatas, dapat disimpulkan LP3A seharusnya disusun dengan lengkap dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam merancang sebuah bapas, sehingga memudahkan proses eksplorasi desain.
- Peserta sidang LP3A dinyatakan layak oleh Tim dosen Penguji maupun pembimbing untuk melanjutkan ke tahap Eksplorasi Desain.
- Tim dosen pembimbing dan penguji berharap peserta sidang sinopsis nantinya dapat melengkapi data yang dianggap kurang dalam LP3A yaitu berupa lokasi tapak yang jelas dimensi nya maupun penjabaran beberapa poin permasalahan desain.
Demikian Berita Acara Sidang kelayakan LP3A dibuat agar digunakan sebagaimana mestinya.
Semarang,4 April 2014 Peserta Sidang,
Sallvyna D.Dewi Lubis NIM. 21020110110043
Mengetahui
Pembimbing I, Pembimbing II,
Bharoto,ST.MT Ir. Sri Hartuti Wahyuningrum, MT
19730616 199903 1001 196701231994012
Penguji,