EDISI III/TAHUN 2014
28
dengan melakukan pengurangan jumlah BBM bersubsidi dari 48 juta kilo liter menjadi 46 juta kilo liter.
Secara khusus, sebaran realisasi BBM subsidi untuk NTT sebesar 238.569 Kilo Liter untuk periode Januari hingga Juni 2014. “Tingginya permintaan akan BBM pada kenyataannya tidaklah sebanding dengan pasokan. Data kita menunjukan jika lebih dari 60% konsumsi BBM memang berada di wilayah Jawa dan Bali.
Walaupun kita memiliki sumber bahan bakar potensial lainnya, saat ini belum dapat kita manfaatkan karena keterbatasan teknolgi dan tingginya biaya investasi. Strategi jangka panjang untuk bahan bakar alternatif memang mendesak untuk dipikirkan secara serius” demikian penjelasan Andy.
Merujuk ketentuannya, yang dimaksudkan dengan BBM jenis tertentu adalah bahan bakar yang berasal dari dan/atau diolah dari minyak minyak bumi dan/atau bahan bakar yang berasal dan/ atau diolah dari minyak bumi yang dicampurkan dengan bahan bakar nabati (biofuel) sebagi bahan bakar lain dengan jenis, standard an
mutu (spesifikasi), harga, volume dan konsumen tertentu.
BBM jenis ini terdiri dari minyak tanah, bensin dan solar atau nama lain yang sejenis dengan standar dan mutu yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya