BAB II
RENCANA KEGIATAN KKN PPM
2.1. Identifikasi Permasalahan
No. Permasalahan Lokasi Sumber
(P/M/D)* 1. Kurang meratanya penyediaan air
bersih dengan sistem perpipaan
Desa Yehembang
P
2. Kurangnya kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan
Desa Yehembang
P
3. Tidak tersedia transportasi untuk pengangkut sampah
Desa Yehembang
P
4. Kurangnya pengetahuan warga tentang pentingnya Sistem 3R sebagai solusi pengelolaan sampah
Desa Yehembang
P
5. Tingginya angka kejadian DBD (Demam Berdarah Dengue)
Desa Yehembang
P
6. Tingginya kasus HIV/AIDS Desa
Yehembang
P
7. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya narkoba
Desa Yehembang
P
8. Penurunan hasil perkebunan (kelapa) Desa Yehembang
P
9. Penurunan kualitas tanah pertanian Desa Yehembang
P
10. Penggunaan kotoran sapi belum dimanfaatkan untuk pupuk
Desa Yehembang
P
11. Kurangnya pemahaman remaja tentang bahaya narkoba
Desa Yehembang
P
12. Kurangnya keterampilan staf di desa dalam mengelola website Desa Yehembang
Desa Yehembang
2.2. Prioritas Pemilihan Permasalahan
No. Permasalahan Alasan
1. Kurang meratanya
penyediaan air bersih dengan sistem perpipaan
Berdasarkan analisis KUWAT (Kesempatan, Uang, Waktu, Alat Dan Tenaga), permasalahan ini dapat diangkat menjadi salah satu program KKN PPM.
Desa Yehembang belum memiliki Sistem Penyediaan Air Minum Perpipaan berbasis masyarakat. Hal ini terkendala oleh minimnya sumber mata air dan terkait dengan pembebasan lahan untuk SPAMDES Hal ini mengakibatkan kurang meratanya penerimaan air bersih untuk masyarakat desa Yehembang karena sebagian besar mengandalkan PDAM. Oleh karena itu, perlu adanya program-program untuk perencanaan SPAMDES guna meningkatkan sistem penyediaan air minum perpipaan di Desa Yehembang.
2. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya
Berdasarkan analisis KUWAT (Kesempatan, Uang, Waktu, Alat Dan Tenaga), permasalahan ini dapat diangkat menjadi salah satu program KKN PPM.
Banyak sampah yang berserakan di jalanan yang dapat merusak kesehatan dan merusak lingkungan. Penempatan tempat sampah di sekolah ini adalah agar sejak usia dini memiliki kesadaran bahwa membuang sampah
haruslah pada tempatnya bukan dibuang sembarangan yang dapat merusak lingkungan.
3. Kurangnya pengetahuan warga tentang pentingnya Sistem 3R sebagai solusi pengelolaan sampah
Berdasarkan analisis KUWAT (Kesempatan, Uang, Waktu, Alat Dan Tenaga), permasalahan ini dapat diangkat menjadi salah satu program KKN PPM XIII.
Pemilihan program ini dikarenakan, kurangnya pengetahuan warga dalam memperhatikan kesehatannya dan juga lingkungan sekitarnya. Ditambah lagi banyaknya penyakit yang di timbulkan dari sampah yang berserakan. Selain itu nantinya warga tahu bagaimana cara pengolahan sampah agar dapat menghasilkan uang.
4. Tingginya angka kejadian DBD (Demam Berdarah Dengue)
Berdasarkan analisis KUWAT (Kesempatan, Uang, Waktu, Alat Dan Tenaga), permasalahan ini dapat diangkat menjadi salah satu program KKN PPM XIII.
Pemilihan program penyuluhan tentang DBD dikarenakan tingginya angka kejadian kasus DBD di hampir ke semua wilayah desa. Dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengertian, penyebab, cara penularan DBD dan upaya pemberantasan sarang nyamuk sehingga dapat meningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan kegiatan PSN.
5. Tingginya kejadian HIV/AIDS
Berdasarkan analisis KUWAT (Kesempatan, Uang, Waktu, Alat dan Tenaga), permasalahan ini dapat diangkat menjadi salah satu program KKN PPM.
Pemilihan program penyuluhan tentang HIV/AIDS dikarenakan tingginya angka kejadian HIV dan bahkan telah mengakibatkan kematian.
Dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengertian, cara penularan, dan pencegahan HIV/AIDS.
6. Kurangnya pengetahuan tentang bahaya narkoba
Berdasarkan analisis KUWAT (Kesempatan, Uang, Waktu, Alat Dan Tenaga), permasalahan ini dapat diangkat menjadi salah satu program KKN PPM XIII.
Pemilihan program ini dikarenakan,
maraknya penyebaran dan
penyalahgunaan narkoba hingga sudah sampai ke wilayah desa. Dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang bahaya pemakaian narkoba dan dapat meningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghindarkan diri dari bahaya pemakaian narkoba.
2.3. Rencana Program KKN PPM 2.3.1. Rencana Program Pokok Tema A. Bidang Prasarana Fisik
No. No. Sektor Nama
Program Bahan Volume
Sumber Dana 1. 03.1.9.99 Program Pembuatan Peta Tematik Desa Kertas, Pulpen, Pensil, Spidol, Penggaris, Penghapus, dll 10 orang Mahasiswa 2. 03.1.9.99 Perencanaan sumber daya air 16 orang Mahasiswa 3. 15.1.4.07 Pengembangan dan konservasi sumber daya air Bibit pohon 16 orang Mahasiswa
B. Bidang Kesehatan Masyarakat 1. 13.1.1.55 Penyuluhan tentang DBD dan PSN Materi penyuluhan, poster dan leaflet 10 orang Mahasiswa, 2. 13.1.1.55 Penyuluhan tentang HIV/AIDS Materi penyuluhan, poster, dan leaflet 10 orang Mahasiswa
2.3.2. Rencana Program Pokok Non Tema No. No. Sektor Nama
Program Bahan Volume
Sumber Dana
Keluarga kunjungan dan intervensi masalah
orang
A. Bidang Prasarana Fisik No. No. Sektor Nama
Program Bahan Volume
Sumber Dana 1. 15.1.3.06 Program Menyediakan Tempat Sampah Tempat Sampah 10 orang Mahasiswa
B. Bidang Peningkatan Produksi No. No. Sektor Nama
Program Bahan Volume
Sumber Dana 1. 01.1.1.01 Pembinaan pengusahaan industri kecil makanan Materi penyuluhan dan flayer 16 orang Mahasiswa
C. Bidang Sosial Budaya No. No. Sektor Nama
Program Bahan Volume
Sumber Dana 1. 17.2.3.55 Penyuluhan Bahaya Narkoba Materi penyuluhan, poster, dan leaflet 16 Mahasiswa 2. - Memberikan pelatihan tari tradisional untuk siswa 10orang Mahasiswa 3 11.3.3.06 Pembinaan pelajaran tambahan di Modul bahasa inggris, 16 orang Mahasiswa
SD
2.3.3. Rencana Program Bantu Tema No. No. Sektor Nama
Program
Bahan Volume Sumber Dana 1. 11.1.9.55 Sosialisasi pengelolaan bank sampah Materi penyuluhan 10 orang Mahasiswa
2.3.4. Rencana Program Bantu Non Tema No. No. Sektor Nama
Program
Bahan Volume Sumber Dana 1. - Program Gotong Royong di Lingkungan Desa Yehembang - 16 orang Mahasiswa 2. - Membantu acara kegiatan HUT RI pada tanggal 17 Agustus 2016 di Desa Yehembang - 16 orang Mahasiswa
2.4. Deskripsi Rencana Program KKN PPM 2.4.1. Rencana Program Pokok Tema
A. Bidang Prasarana Fisik
1. Pembaharuan Peta Tematik Desa, IMAP (Identifikasi Masalah dan Potensi) dan Portofolio Desa.
Desa merupakan suatu bagian terkecil dari pemerintahan yang strategis dalam pengembangan masyarakat mandiri untuk terus membangun dan dikembangkan sesuai dengan potensinya. Pembangunan, baik fisik dan material maupun mental spiritual merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga Negara Indonesia. Pembangunan membutuhkan kerja keras dan pengabdian dari segenap masyarakat, oleh karena itu usaha pembangunan menjadi tanggung jawab bersama semua pihak baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun lembaga perguruan tinggi beserta civitas akademiknya.
Perguruan tinggi sebagai pusat pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi selain mendidik mahasiswa agar berjiwa penuh pengabdian serta kegairahan untuk meneliti dengan penuh rasa tanggung jawab juga dituntut dapat menggiatkan mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya sehingga bermanfaat bagi pembangunan daerah dan nasional.
Sebuah perguruan tinggi dituntut untuk berorientasi dan menyerasikan kurikulum kepada kebutuhan pembangunan yang dapat menghayati dan mengatasi masalah di dalam masyarakat. Hal ini akan berpengaruh karena pada dasamya ilmu pengetahuan dan teknologi itu harus diabdikan kepada pembangunan manusia seutuhnya.
Dalam konteks pemikiran yang demikian itu maka, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan akan dapat menjawab terhadap tantangan pembangunan dan masa depan tersebut. Kuliah Ketja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengintegrasian kegiatan antara masyarakat dengan pendidikan dan penelitian terutama oleh mahasiswa dengan bimbingan perguruan tinggi dan pemerintah daerah, dilaksanakan secara interdisipliner dan intrakurikuler.
Organisasi memiliki makna 2 orang atau lebih memiliki satu tujuan yang sama, dalam hal ini mahasiswa KKN diterjunkan langsung ke masyarakat
agar dapat melihat kekurangan dan kelebihan yang ada dalam masyarakat khususnya di Desa Yehembang, Kecamatan Medoyo, Kabupaten Jembrana. Peta Desa akan dapat membantu masyarakat mengenali Desa Yehembang dengan lebih mudah. Sedangkan untuk portofolio Desa dibuat agar masyarakat di luar Yehembang maupun dari Yehembang mengetahui potensi-potensi dan prestasi Desa Yehembang. Selain peta desa, perlu juga pengadaan Peta IMAP yang merupakan pemetaan terhadap potensi, masalah, dan kebutuhan yang terdapat di Desa Yehembang yang di presentasikan dengan bentuk pemetaan.
Tujuan Kegiatan :
a. Memberikan informasi terhadap pemetaan jalan dan tempat-tempat tertentu bagi masyarakat umum dan masyarakat Yehembang.
b. Memberikan informasi tentang karakteristik Desa Yehembang yang menyangkut potensi, masalah, dan kebutuhan Desa
c. Membantu masyarakat umum untuk mencari alamat.
d. Mempermudah perbekel atau kepala desa dalam pembuatan plang nama jalan dan gang.
e. Mempermudah masyarakat atau tokoh masyarakat untuk mempromosikan Desa Yehembang
Hasil yang diharapkan :
a. Masyarakat umum dapat mengetahui batas-batas desa Yehembang. b. Masyarakat mengetahui nama-nama jalan, gang, dan tempat-tempat
tertentu yang ada di Desa Yehembang.
c. Masyarakat Desa Yehembang dan masyarakat umum dapat mengetahui potensi, prestasi, dan kelebihan Desa Yehembang.
Berikut merupakan jadwal kegiatan program:
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
1. Penjelasan dan pembagian tugas 4 4
2. Surat menyurat ke dinas terkait dan pihak yang terkait seperti perangkat desa
4 8
3. Survei lokasi pemetaan di lokasi 10 18
5. Pembuatan peta tematik desa 20 43
6. Evaluasi 5 48
Anggaran Biaya : Uraian
Pekerjaan
Alat dan Bahan Satuan Harga Satuan (Rp) Vol Jumlah (Rp) Pembaharuan Peta Desa Kertas Vynil Glossy Uk. A0 + Cetak Lembar 140.000 1 140.000
Kayu Bingkai Batang 5 cm X 4m
30.000 2 60.000
Triplek Lembar 50.000 1 50.000
Plastik Bening Meter 30.000 2 60.000
Kayu Usuk Batang
2cmx3cm 15.000 3 45.000 Palu Biji 30.000 1 30.000 Paku 5cm, 3cm Kilogram 17.000 2 34.000 Jumlah 419.000 Pembaharuan Portofolio Desa Kertas Vynil Glossy Uk. A0 + Cetak Lembar 140.000 1 140.000
Kayu Bingkai Batang 5 Cm X 4m
30.000 2 60.000
Triplek Lembar 50.000 1 50.000
Plastik Bening Meter 30.000 2 60.000
Kayu Usuk Batang
2cmx3cm 15.000 3 45.000 Palu Biji 30.000 1 30.000 Paku 5cm, 3cm Kilogram 17.000 2 34.000 Jumlah 419.000 Peta IMAP (Identifikasi Kertas Vynil Glossy Uk. A0 + Lembar 140.000 1 140.000
2. Perencanaan sumber daya air
Perencanaan sumber daya sangat penting, hal ini dimaksudkan agar sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik bagi kebutuhan masyarakat. Perencanaan sumber daya terutama air terbagi atas beberapa tahapan, mulai dari pencarian sumber daya, merancang sistem penampungan, proses pendistrubusian hingga proses perawatan yang berkelanjutan.
Berikut merupakan jadwal kegiatan program:
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
1. Pembuatan surat kepada pihak terkait 4 4
2. Berkordinasi dengan pihak terkait 6 10
3. Melakukan Kegiatan 8 18
4. Evaluasi program 8 26
Anggaran biaya:
No. Nama Barang Jumlah Harga Satuan Total
1. Kertas HVS 1 rim Rp. 30.000 Rp. 30.000
2. Tinta Printer 4 buah Rp. 25.000 Rp. 100.000
TOTAL Rp. 130.000,00
Masalah dan Potensi)
Cetak
Kayu Bingkai Batang 5 Cm X 4m
30.000 2 60.000
Triplek Lembar 50.000 1 50.000
Plastik Bening Meter 30.000 2 60.000
Kayu Usuk Batang
2cmx3cm 15.000 3 45.000 Palu Biji 30.000 1 30.000 Paku 5cm, 3cm Kilogram 17.000 2 34.000 Jumlah 419.000 TOTAL 1.257.000
2. Pengembangan dan konservasi sumber daya air
Air merupakan salah satu bagian penting dari kehidupan manusia terutama untuk kegiatan sehari-hari, seperti kegiatan memasak, mandi, mencuci, irigasi, dan yang sangat penting untuk minum. Oleh karena itu kualitas air dan kelestariannya harus tetap di jaga agar keberadaannya terus ada dan nantinya tidak menimbulkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan air. Salah satu bentuk pelestarian sumber mata air tersebut adalah dengan melakukan penghijauan.
Berikut merupakan jadwal kegiatan program:
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
1. Pembuatan surat kepada pihak terkait 4 4
2. Berkordinasi dengan pihak terkait 6 10
3. Melakukan Kegiatan 8 18
4. Evaluasi program 8 26
Anggaran biaya :
No Pengeluaran Satuan Volume Harga Total
1. Poster Lembar 5 20.000 100.000
2. Bibit Pohon Biji 20 20.000 400.000
Total 500.000
B. Bidang Kesehatan Masyarakat
1. Penyuluhan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
Berdasarkan hasil diskusi dengan perangkat Desa Yehembang, permasalahan kesehatan yang saat ini terjadi di Desa Yehembang adalah tingginya kejadian DBD. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopictus yang tersebar luas di rumah-rumah dan tempat umum. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia karena sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan angka kematian yang besar. Selama ini penanganan permasalah DBD masih
berorientasi pada penyembuhan penyakit dan pengobatan serta pencegahan yang dilakukan hanya sebatas melakukan fogging.
Pencegahan terhadap penyakit DBD dapat dilakukan dengan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Upaya PSN merupakan salah satu upaya efektif untuk mencegah DBD karena pada dasarnya pencegahan lebih baik daripada mengobati. Seluruh masyarakat harus secara serentak dan berkelanjutan ikut serta memberantas sarang nyamuk. Kegiatan PSN biasanya dilakukan dalam bentuk 3 M, yaitu menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali, menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum dan lain-lain, mengubur semua barang bekas di sekitar rumah yang dapat menampung air hujan. Kegiatan Kegiatan PSN dengan 3 M biasanya juga ditambah dengan pemberian bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air.
Adapun rencana kegiatan terdiri atas penyampaian informasi mengenai DBD dan pentingnya melakukan PSN sejak dini melalui media powerpoint, poster dan leaflet. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa KKN-PPM Universitas Udayana, masyarakat desa Yehembang dan perwakilan Puskesmas II Mendoyo.
Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:
- Memberikan informasi kepada masyarakat tentang pengertian, penyebab, cara penularan dan upaya pencegahan penyakit DBD.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melakukan kegiatan PSN sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit DBD.
Hasil yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:
- Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengertian, penyebab, cara penularan dan upaya pencegahan penyakit DBD.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan kegiatan PSN sebagai bentuk pencegahan penyakit DBD.
Adapun jadwal kegiatan adalah sebagai berikut:
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
terkait
2 Persiapan alat dan bahan dan pembagian tugas kerja
6 12
3 Persiapan penyuluhan 4 16
4 Penyuluhan kepada masyarakat 4 20
5 Evaluasi program 2 22
Anggaran Biaya :
Pengeluaran Satuan Jumlah (Rp) Vol. Total
Poster DBD Buah 5.000 5 25.000
Leaflet DBD Buah 1.000 100 100.000
Hadiah Buah 30.000 3 90.000
Konsumsi peserta Buah 5.000 50 250.000
Total 465.000
2. Penyuluhan tentang HIV/AIDS
Kesehatan merupakan kebutuhan pokok dan salah satu hak dari setiap masyarakat, sehingga pengetahuan dan pencegahan terhadap suatu penyakit sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat untuk dapat hidup sehat. Salah satu penyakit yang berbahaya dan menjadi perhatian saat ini adalah HIV/AIDS. Penyakit HIV/AIDS merupakan suatu penyakit yang terus berkembangdan menjadi masalah global yang melanda dunia. Perlu pemahaman tentang perilaku seksual pada remaja sebab, masa remaja merupakan masa peralihan dari perilaku seksual anak-anak menjadi perilaku seksual dewasa. Kurangnya pemahaman tentang perilaku seksual pada remaja amat merugikan bagi remaja itu sendiri termasuk keluarganya, sebab pada masa ini remaja mengalami perkembangan yang penting yaitu kognitif, emosi, sosial dan seksual.
Penyakit HIV/AIDS ini dapat menular dan merusak generasi muda, sehingga sangat perlu dilakukan pencegahan agar tidak meluas dan merusak bangsa. Namun, pengetahuan masyakarat di desa Yehembang tentang pencegahan penyakit HIV/AIDS ini masih sangat minim. Berdasarkan hal
tersebut, maka perlu dilakukan suatu sosialisasi tentang bahaya, cara pencegahan dan penanganan HIV/AIDS tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan pencegahannya, serta untuk membekali generasi muda agar lebih mawas diri dalam menanggapi masalah penyakit seksual.
Hasil yang diharapkan pada kegiatan ini adalah pemahaman dan peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya pemuda-pemudi tentang bahaya, pencegahan penularan dan penanganan penyakit HIV/AIDS.
Adapun rencana kegiatan ini terdiri atas: kegiatan penyuluhan mengenai HIV/AIDS, yaitu pemberian informasi mengenai HIV/AIDS, cara penularan dan cara pencegahannya. Kegiatan penyuluhan tentang HIV/AIDS ini akan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Yehembang dengan kelompok yang menjadi sasaran kegiatan adalah perwakilan pemuda-pemudi di Desa Yehembang. Setelah pemberian materi, dibuka sesi tanya jawab seputar penyuluhan yang telah dilakukan kepada pemuda-pemudi yang hadir.
Pihak yang terlibat dalam program ini adalah mahasiswa KKN-PPM Universitas Udayana, Perwakilan pemuda-pemudi desa Yehembang, perwakilan dari kantor desa dan perwakilan Puskesmas II Mendoyo.
Berikut merupakan jadwal kegiatan program:
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif 1 Penjelasan, briefing dan pembagian tugas 1 1
2 Persiapan materi 4 5
3 Membuat surat, perijinan 1 6
4 Surat menyurat ke kepala desa 3 9
5 Mengedarkan undangan penyuluhan mengenai HIV/AIDS kepada masyarakat melalui kepala desa
3 12
6 Pemberian informasi atau materi mengenai HIV/AIDS
2 14
7 Evaluasi program 2 16
Anggaran Biaya :
Pengeluaran Satuan Jumlah (Rp) Vol. Total
Poster HIV/AIDS Buah 5.000 3 15.000
Leaflet HIV/AIDS Buah 1.000 50 50.000
Konsumsi peserta Buah 5.000 40 200.000
Total 265.000
2.4.2. Rencana Program Pokok Non Tema A. Program Pendamping Keluarga
Program Pendampingan Keluarga (PPK) adalah program unggulan yang dikembangkan sebagai muatan lokal dalam pelaksanaan program KKN PPM di Universitas Udayana. PPK termasuk dalam program pokok non-tema yang wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa peserta KKN yang bersifat individu. Jumlah jam kerja efektif mahasiswa untuk kegiatan PPK adalah 90 jam.
Maksud PPK adalah untuk membantu pemberdayaan keluarga melalui penerapan ilmu dan teknologi dalam bidang wirausaha, pendidikan dan keterampilan, KB dan kesehatan, serta pembinaan lingkungan untuk membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera. Tujuan PPK adalah untuk meningkatkan kepedulian dan kemampuan mahasiswa mempelajari dan mengatasi permasalahan keluarga melalui bantuan penyusunan rencana dan pendampingan pada pelaksanaan program yang inovatif dan kreatif melalui penerapan ilmu dan teknologi bersama masyarakat dan lembaga pedesaan lainnya. Sasaran PPK adalah Rumah Tangga Miskin (RTM) atau keluarga yang tergolong kedalam keluarga pra sejahtera (Pra- KS) atau keluarga yang mengalami ketertinggalan sehingga perlu pendampingan agar keluar dari ketertinggalan.
B. Bidang Prasarana Fisik
1. Pembuatan Fasilitas Umum Penunjang Desa
Desa adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah
desa merupakan kumpulan dari beberapa unit permukiman kecil yang disebut kampung (Banten, Jawa Barat) atau banjar (Bali). Sedangkan fasilitas umum adalah fasilitas yang diadakan untuk kepentingan umum, contohnya tempat pembuangan sampah dan alat penerangan umum.
Fasilitas umum adalah milik bersama yang harus dijaga dan dirawat dengan baik agar bisa selalu dimanfaatkan secara maksimal untuk jangka panjang. Warga masyarakat dapat saling bahu-membahu untuk membangun dan atau memperbaiki fasilitas umum sendiri jika memang sangat diperlukan tanpa bergantung kepada pemerintah. Tanpa adanya fasilitas umum yang memadai akan membuat hidup menjadi lebih sulit.
Fasilitas umum buatan pemerintah yang dirusak orang-orang yang tidak bertanggung jawab akan merugikan masyarakat secara umum. Fasilitas umum yang disediakan oleh pemerintah dibiayai oleh dana yang sebagian besar didapat dari pajak dan retribusi. Pajak dan retribusi dikumpulkan oleh pemerintah dari masyarakat, sehingga fasilitas umum merupakan milik masyarakat umum.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka kami ingin mengusulkan pembuatan fasilitas umum bagi Desa Yehembang, diantaranya:
a. Pengadaan tempat sampah.
b. Pembuatan plakat Desa Yehembang c. Pembuatan tapal batas Desa Yehembang. d. Pembuatan nama jalan di Desa Yehembang.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan fasilitas penunjang yang bermanfaat dan memadai bagi warga Desa Yehembang yang nantinya diharapkan dapat digunakan semaksimal mungkin bagi kehidupan sehari-hari.
Berikut merupakan jadwal kegiatan program:
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
1. Pembuatan surat kepada pihak terkait 4 4
2. Berkordinasi dengan pihak terkait 6 10
3. Melakukan Kegiatan 8 18
C. Bidang Sosial Budaya
1. Kampanye tentang Bahaya Narkoba
Maraknya pola hidup modernisasi membuat banyak orang kehilangan kesadaran diri untuk menjaga kesehatan tubuh. Hal itu terbukti dengan maraknya persebaran narkoba di Indonesia yang berujung kepada kematian. Dewasa ini, banyak anak muda kehilangan masa depannya karena telah menjadi pecandu narkoba. Beberapa kasus dilaporkan pemakaian narkoba sebagian besar adalah pada usia remaja dan sudah sampai ke pelosok-pelosok desa. Oleh karena itu, kami merasa perlu diadakan penyuluhan bahayanya menggunakan narkoba di desa Yehembang. Dalam program ini, kami akan mengenalkan jenis-jenis narkoba dan bahaya pemakaian narkoba serta mengenalkan usaha-usaha untuk menghindarkan diri dari bahaya pemakaian narkoba.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memberikan informasi tentang bahaya pemakaian narkoba dan dapat meningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghindarkan diri dari bahaya pemakaian narkoba. Hal tersebut diharapkan akan mampu mengurangi peredaran maupun penggunaan narkoba di kalangan remaja desa. Sehingga remaja di desa Yehembang dapat memahami dampak penggunaan narkoba dan dapat membantu mengurangi pemakaian narkoba di kalangan remaja.
Berikut merupakan jadwal kegiatan program:
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
1. Pembuatan surat kepada pihak terkait 2 2
2. Persiapan alat dan bahan serta pembagian jobdesc
6 8
3. Penyuluhan bahaya narkoba 3 11
4. Evaluasi program 2 13
Anggaran dana :
Pengeluaran Satuan Jumlah (Rp) Vol. Total
Snack Bungkus 5.000 5 25.000 Konsumsi (Pembicara, DPL, Kades) Buah 15.000 3 45.000 Total 77.500
2. Pelatihan Tari Tradisional Bali
Upaya melestarikan budaya Bali, dengan mengajarkan tarian Bali diharapkan mampu membantu untuk menghilangkan jenuh para siswa-siswi setelah melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas. Selain sebagai salah satu kegiatan untuk mengembangkan bakat, pelatihan ini juga dinilai dapat memotivasi dan membangun rasa percaya diri siswa siswi tersebut. Hal lain yang diharapkan didapat oleh siswa-siswi penerima pelatihan tersebut ialah siswa siswi dapat menguasai beberapa tarian yang nantinya dapat berguna baik itu untuk melengkapi proses upacara agama ataupun sebagai hiburan di masyarakat. Kegiatan pelatihan tersebut akan dilakukan dengan cara yang menyenangkan agar siswa-siswi merasa nyaman selama proses pelatihan. Berikut merupakan jadwal kegiatan program.
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
1. Pembuatan surat kepada pihak terkait 4 4
2. Berkoordinasi dengan pihak terkait 6 10
3. Melakukan Kegiatan 8 18
4. Evaluasi program 8 26
Anggaran biaya :
Pengeluaran Satuan Jumlah (Rp) Vol. Total
3.Pengajaran Bahasa Inggris
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa siswi SD di Yehembang dan membantu pihak sekolah dalam menumbuhkan motivasi
Spiker Buah 100.000 1 100.000
Kabel rol Buah 25.000 1 25.000
dalam diri siswa siswi TK dan SD dengan cara mengajar yang ‘fun’ dan disukai banyak siswa siswi dengan diselingi oleh game-game kecil yang tidak jauh dari materi pelajaran sebagai penunjang minat belajar bagi para siswa siswi sekolah dasar di Desa Yehembang. Selain itu kami mengadakan pengajaran yang sifatnya non formal, yang tujuannya apabila ada siswa- siswi yang ingin belajar tambahan dengan berbagai mata pelajaran, seperti membantu mereka di dalam mengerjakan PR yang diberikan di sekolah yang belum mampu mereka pecahkan, kami mahasiswa KKN PPM Udayana akan membantu mereka dengan semampu kami.
Berikut merupakan jadwal kegiatan program :
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
1. Pembuatan surat kepada pihak terkait 4 4
2. Berkordinasi dengan pihak terkait 6 10
3. Melakukan Kegiatan 8 18
4. Evaluasi program 8 26
Anggaran biaya :
Pengeluaran Satuan Jumlah (Rp) Vol. Total
C. Bidang Peningkatan Produksi
1. Melakukan sosialisai pengaplikasian pupuk organik (MOL CEM-CEM) dan aksi tebar flayer yang berisi tentang informasi hasil pertanian Desa Yehembang
Program pokok peningkatan produksi dengan sosialisai pengaplikasian pupuk organik serta aksi tebar flayer dilaksanakan bekerjasama dengan Perangkat Desa Yehembang dengan meyebarkan flayer yang berisikan informasi tentang potensi pengolahan hasil pertanian di Desa Yehembang dan mengaplikasikan pupuk organik kepada para petani. Diharapkan petani yang ada di desa Yehembang dapat mengubah mind set dan beralih ke pupuk
Modul Bahasa Inggris buah 5.000 25 125.000
Papan tulis kecil buah 50.000 1 50.000
Spidol buah 7.000 2 14.000
organik sehingga permasalahan penurunan produksi yang diakibatkan oleh menurunnya agregat serta unsur hara tanah yang mengakibatkan hasil panen menurun dapat diperbaiki unsur haranya. Dengan adanya sosialisasi ini juga mampu memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat desa mengenai potensi dan informasi bahan pangan yang berpotensi yang terdapat di desa yang nantinya diharapkan masyarakat desa dapat mengembangkan dan membantu menambah informasi pada petani di desa Yehembang. Dari hal tersebut diharapkan dapat membantu proses pemberdayaan masyarakat desa.
Berikut merupakan jadwal kegiatan program:
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
1. Pembuatan surat kepada pihak terkait 4 4
2. Berkordinasi dengan pihak terkait 6 10
3. Melakukan Kegiatan 8 18
4. Evaluasi program 8 26
Anggaran biaya :
Pengeluaran Satuan Jumlah (Rp) Vol. Total Pupuk organik cair
Mol Cem-Cem
botol 35.000 4 150.000
Flayer lembar 1.500 50 75.000
Total 225.000
2. Melakukan Sharing produksi jajan Desa Yehembang
Pada kegiatan ini akan dilakukan sharing dengan ibu-ibu PKK yang ada di desa mengenai produksi jajan yang dibuat kerjasama dengan perangkat desa Yehembang. Pada program ini juga akan membahas mengenai kendala yang dialami oleh ibu-ibu PKK mengenai ekspansi penjualan produk jajan khas desa Yehembang. Dengan adanya sharing dengan ibu-ibu PKK, diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai jual produk jajan dari desa Yehembang seperti ekspansi dalam cita ras produk atau dengan pelabelan produk yang dapat memperkenalkan produk jajan yang khas dari Desa Yehembang.
Berikut merupakan jadwal kegiatan program:
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
1. Pembuatan surat kepada pihak terkait 4 4
2. Berkordinasi dengan pihak terkait 6 10
3. Melakukan Kegiatan 8 18
4. Evaluasi program 8 26
2.4.3. Rencana Program Bantu Tema
1. Percontohan pengelolaan sampah melalui Bank Sampah
Masalah sampah merupakan masalah yang dimiliki hampir seluruh desa di Bali, banyaknya penggunaan sampah non organik seperti botol plastik, kantung plastik dan berbagai bungkus makanan yang terbuat dari plastik mengakibatkan banyaknya sampah yang jika tidak dapat dikelola dengan baik akan mengakibatkan pencemaran lingkungan serta bencana alam yang tidak diinginkan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan utuk menanggulangi banyaknya sampah tersebut adalah dengan metode Bank Sampah. Bank Sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah.Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepulsampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat sekitar mengenai pengelolaan sampah di Desa Yehembang serta memanfaatkan sampah sebagai barang ekonomis yang dapat di jual langsung atau diolah terlebih dahulu.
Berikut merupakan jadwal kegiatan program:
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
2. Persiapan contoh alat dan bahan 6 10
3. SosialisasiPemanfaatanSampah 8 18
4. ManajemenSampah 6 24
Anggaran biaya :
Pengeluaran Satuan Jumlah (Rp) Vol. Total
Drum Plastik Buah 110.000 2 220.000
Contoh Buku
Tabungan Bank
Sampah
Buah 15.000 5 75.000
Buku Catatan Buah 15.000 1 15.000
Total 310.000
2.4.4. Rencana Program Bantu Non Tema
1. Program Gotong Royong di Lingkungan Desa Yehembang
Kami sebagai peserta KKN-PPM periode XIII di Desa Yehembang memiliki program bantu non tema yaitu melakukan kegiatan kerja bakti untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih.
Masyarakat perlu dihimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan yang baik. Saat melakukan proses pengenalan kesehatan lingkungan, dibutukan kesadaran masyarakat sehingga tujuan dari terciptanya kesehatan secara menyeluruh dapat dirasakan oleh semua pihak yang nantinya manfaat dari kesehatan lingkungan juga dapat menguntungkan segenap masyarakat. Saat menggerakkan masyarakat agar sadar pentingnya kebersihan bagi kehidupan, mereka memerlukan contoh konkret yang bisa dilihat dalam mendukung penciptaan lingkungan yang lebih baik. Pelaksanaan beberapa aktivitas dalam menggalang kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya tetap bersih dapat dilakukan dengan program pembersihan massal di daerah yang memungkinkan tempat berkumpulnya sumber penyakit seperti tempat pembuangan sampah akhir, sungai, gorong-gorong, hingga rumah masing-masing warga .
2. Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus
Peringatan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 merupakan perwujudan penghormatan terhadap usaha para pahlawan dengan jiwa nasionalismenya membela Indonesia dan membuat Indonesia lepas dari penjajah. Peringatan 17 Agustus sebagai salah satu sarana untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan bentuk penghormatan terhadap para pahlawan terdahulu sangat perlu diimplementasikan oleh Masyarakat Desa Yehembang, Jembrana, Bali.
Kegiatan ini ditujukan kepada anak–anak Sekolah Dasar di Desa Yehembang dengan tujuan untuk memupuk jiwa nasionalisme dan menambah wawasan anak – anak SD mengenai sejarah kemerdekaan Indonesia sejak usia dini, sehingga dengan bertambahnya usia, jiwa nasionalisme dapat berkembang dengan baik dan dapat disebarluaskan kepada masyarakat lainnya.
Bentuk kegiatan peringatan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus di Desa Yehembang ini berupa pemaparan sejarah melalui film dokumenter yang berhubungan dengan kemerdekaan Indonesia, serta dilanjutkan dengan beberapa kegiatan perlombaan, seperti: Lomba Cerdas Cermat Kemerdekaan Indonesia dan lomba estafet (makan krupuk, memasukkan paku dalam botol, dan pecah balon).
Berikut merupakan jadwal kegiatan program.
No Kegiatan Jam Jumlah
Kumulatif
1 Pembuatan surat kepada pihak terkait 6 6
2 Persiapan alat dan bahan serta pembagian jobdesk
6 12
3 Pelaksanaan Program Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus
7 19
4 Evaluasi program 2 21
Anggaran Biaya :
Pengeluaran Satuan Jumlah (Rp)
Sewa Proyektor Buah 300.000 1 300.000
Sewa Speaker+Mic Set 350.000 1 350.000
Hadiah Pemenang Set 15.000 20 300.000
Perlengkapan Lomba Set 250.000 1 250.000
Konsumsi (Air+Snack) 400.000