EVALUASI PENERIMAAN SISTEM INFORMASI DENGAN PENDEKATAN TEORI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) (Studi Kasus: Sistem Informasi Penasehat Akademik Universitas Budi Luhur)
Dyah Retno Utari 1) Arief Wibowo 2) 1)
Program Studi Sistem Informasi, Fak. Teknologi Informasi email : [email protected]
2)
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi email : [email protected]
Universitas Budi Luhur Jl. Cileduk Raya, Petukangan Utara, Jakarta Selatan 12260 ABSTRAK
Teknologi perangkat lunak sistem informasi merupakan salah satu bagian penting dalam penanganan proses pengolahan data transaksional dan informasional. Sistem informasi yang baik tentu akan mendapatkan respon positif dari penggunanya. Sebagai pihak yang memberikan masukan dan menerima hasil dari sebuah sistem informasi, pengguna memiliki perilaku tertentu yang akan mempengaruhi proses penggunaan sistem informasi itu sendiri.
Bagi sebuah Universitas, Sistem Informasi Penasehat Akademik adalah salah satu bagian dari sistem informasi yang diharapkan dapat membantu tugas Penasehat Akademik untuk menjalankan tugas dan kewajibannya. Seorang Penasehat Akademik membutuhkan dukungan informasi yang lengkap, relevan, cepat dan akurat agar bisa menunjang tugasnya dalam memberikan arahan, bimbingan, motivasi bagi mahasiswa yang dibimbingnya dengan tujuan agar proses studi mahasiswa dapat diselesaikan dengan baik.
Penelitian ini mengevaluasi penerimaan Sistem Informasi Penasehat Akademik di Universitas Budi Luhur sebagai salah satu teknologi perangkat lunak sistem informasi, dengan model pendekatan teori Technology Acceptance Model (TAM). Untuk pengujian statistik dilakukan dengan Structural Equation Modeling (SEM) pada Software Lisrel 8.30. Keywords:
Sistem Informasi Penasehat Akademik, Technology Acceptance Model (TAM), Structural Equation Modeling (SEM).
1. PENDAHULUAN
Sistem Informasi adalah kesatuan dari perangkat keras, perangkat lunak, data dan brainware (pengguna). Sistem informasi yang baik akan menciptakan informasi yang berkualitas dengan dimensi akurat, relevan, lengkap dan tepat waktu. Mengingat bahwasanya sistem informasi diciptakan untuk menjawab kebutuhan informasi penggunanya, maka dalam perancangan dan analisis sistem informasi diperlukan kajian yang tepat agar kelak sistem informasi tidak hanya mudah dioperasikan namun juga mencapai kinerja yang diharapkan.
Dengan berubahnya media dan karakteristik jaringan, maka siapa pun dituntut untuk dapat mengoperasikan sistem informasi yang dikembangkan. Tak terkecuali seorang penasehat akademik pada institusi pendidikan. Seorang Penasehat Akademik dalam sebuah Universitas misalnya, memiliki tanggung jawab untuk membimbing, mengarahkan dan membina mahasiswa agar menempuh studinya dengan baik. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah sistem informasi yang mampu menyediakan informasi untuk memonitor, mengevaluasi dan mengambil keputusan dalam memberikan bimbingan akademik kepada mahasiswa.
Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara kualitatif, tentang penerimaan Sistem Informasi bagi Penasehat Akademik (PA) pada sebuah Universitas di Jakarta, yaitu Universitas Budi Luhur. Diharapkan dari penelitian ini dapat diketahui tingkat penerimaan terhadap Sistem Informasi PA yang disediakan oleh
Fakultas hasil tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam melakukan pengembangan Sistem Informasi PA pada masa berikutnya.
2. Landasan Teori & Obyek Penelitian 2.1 Penasehat Akademik
Penasehat Akademik adalah dosen yang memberikan bantuan berupa nasehat akademik kepada mahasiswa, sesuai dengan program studinya berdasar kemampuan yang ada, sehingga program studinya selesai dengan baik.
Dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan tata aturan Penasehat Akademik tiap semester memperhatikan hasil belajar:
1. Mahasiswa asuhannya secara perorangan atau kelompok.
2. Semua mahasiswa fakultas yang bersangkutan secara kelompok untuk angkatan tahun yang bersangkutan atau sebelumnya.
2.2 Technology Acceptance Model (TAM)
Technology Acceptance Model diadopsi dari Theory of Reasoned Action (TRA) yaitu teori tindakan yang beralasan dengan satu premis bahwa reaksi dan persepsi seseorang terhadap sesuatu hal, akan menentukan sikap dan prilaku orang tersebut (AJZEN 1975),302). Technology Acceptance Model yang dikembangkan dari teori psikologis, menjelaskan prilaku pengguna komputer yaitu berlandaskan pada kepercayaan (belief), sikap (attitude), intensitas (intention) dan hubungan prilaku pengguna (user behaviour relationship).
Tujuan model ini untuk menjelaskan faktor-faktor utama dari prilaku pengguna Teknologi Informasi (TI) terhadap penerimaan pengguna TI, secara lebih terinci menjelaskan penerimaan TI dengan dimensi-dimensi tertentu yang dapat mempengaruhi dengan mudah diterimanya TI oleh si pengguna (user).
Tingkat penerimaan pengguna teknologi informasi ditentukan oleh 6 konstruk yaitu: Variabel dari luar sistem (external variables), persepsi pengguna terhadap kemudahan (perceived ease of use), persepsi pengguna terhadap kemanfaatan (perceived usefulness), sikap pengguna (attitude toward using), kecenderungan tingkah laku (behavioral intention), dan pemakaian aktual (actual usage) (DAVIS 1989),320)
Penelitian yang dilakukan oleh (DAVIS 1989) membahas mengenai “Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of Information Technology”. Penelitian tersebut dilakukan untuk menguji variabel-variabel yang dapat memprediksi tingkat penerimaan komputer terhadap pengguna. Penelitian ini menunjukkan bahwa Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use merupakan penentu dasar penggunaan komputer.
2.3 Sistem Informasi Penasehat Akademik UBL
Sistem Informasi Penasehat Akademik (SIPA) adalah Sistem Informasi berbasis Client and Server yang disediakan oleh Universitas melalui setiap fakultas yang ada. Sistem ini dikembangkan oleh Biro Sistem Pelayanan Informasi sebagai unsur pelaksana administrasi yang langsung bertanggungjawab kepada Yayasan Pendidikan Budi Luhur.
Sistem Informasi Penasehat Akademik seperti halnya Sistem Informasi lain di Universitas Budi Luhur dibangun dengan Oracle Form dan Report Builder 6i dengan menggunakan database Oracle 9i Enterprise Edition Release 9.0.0.1.0. Untuk Client menggunakan Oracle Form Runtime dan Report Runtime 6i.
Sistem Informasi Penasehat Akademik merupakan dukungan yang diberikan oleh fakultas bagi Penasehat Akademik karena sistem ini mampu menyediakan informasi akademik seorang mahasiswa. Meliputi histori nilai, transaksi keuangan, histori bimbingan, kehadiran kuliah, nilai ujian dan sebagainya. Dengan Sistem
kemampuan dan kekuatan studi mahasiswa yang dibimbingnya untuk kemudian menjadi dasar pengambilan keputusan dalam memberikan nasehat akademik selama masa studi mahasiswa yang dibimbingnya.
2.4 Variabel Penelitian
Penelitian ini merupakan salah satu penelitian lanjutan yang dikembangkan dari Technology Acceptance Model yang diperkenalkan (DAVIS 1989) yang menguji enam faktor penerimaan teknologi yaitu External Variables (EV), Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATU), Behavior Intention to Use (ITU) dan Actual System Usage (ASU).
2.4.1 External Variables
External Variables yang mempengaruhi Persepsi Kemanfaatan dan Persepsi Kemudahan Penggunaan (IQBARIA 1994),89) adalah:
1. Internal Support
Dukungan pengetahuan komputer secara interen organisasi, merupakan dukungan pengetahuan teknis yang dimiliki secara individual maupun kelompok mengenai pengetahuan komputer.
3.1.1.1 Internal Training
Pengalaman pelatihan interen organisasi, merupakan sejumlah pelatihan yang sudah pernah diperoleh pengguna.
3.1.1.2 Management Support
Dukungan Manajemen, merupakan tingkat dukungan secara umum yang diberikan oleh Top Manajemen dalam perusahaan.
3.1.1.3 External Support
Pengetahuan komputer secara eksteren organisasi, merupakan dukungan pengetahuan teknis dari pihak luar yang dimiliki secara individual misalnya pelatihan-pelatihan komputer.
3.1.1.4 External Training.
Pengalaman pelatihan eksteren organisasi, merupakan sejumlah pelatihan yang sudah diperoleh pengguna dari pengguna lainnya atau spesialisasi dari pihak luar perusahaan.
2.4.2 Perceived Ease of Use (PEOU)
Persepsi kemudahan penggunaan didefinisikan sebagai sebagai suatu ukuran dimana seseorang percaya bahwa komputer dapat dengan mudah dipahami (DAVIS 1989),324).
Beberapa indikator kemudahan penggunaan teknologi informasi (DAVIS 1989),324), meliputi:
1.
Komputer sangat mudah dipelajari2.
Komputer mengerjakan dengan mudah apa yang diinginkan oleh pengguna3.
Keterampilan pengguna dapat bertambah dengan menggunakan komputer4.
Komputer sangat mudah untuk dioperasikan 2.4.3 Perceived Usefulness (PU)Persepsi kemanfaatan didefinisikan sebagai suatu ukuran dimana kepercayaan seseorang terhadap penggunaan sesuatu akan dapat meningkatkan prestasi kerja orang yang menggunakannya (DAVIS 1989),326).
Beberapa dimensi tentang kegunaan TI, dimana kegunaan tersebut dibagi kedalam dua kategori, yaitu: kegunaan dengan estimasi satu faktor dan kegunaan dengan estimasi dua faktor (kegunaan dan efektivitas) (TODD 1995),562).
Kegunaan dengan satu faktor meliputi (1) Menjadikan pekerjaan lebih mudah; (2) Bermanfaat; (3) Menambah produktivitas; (4) Mempertinggi efektivitas; (5) Mengembangkan kinerja pekerjaan.
2.4.4 Attitude Toward Using (ATU)
Attitude toward using the system yang dipakai dalam Technology Acceptance Model didefinisikan sebagai suatu tingkat penilaian yang dirasakan (negatif atau positif) yang dialami sebagai dampak bila seseorang menggunakan suatu teknologi dalam pekerjaannya (DAVIS 1989),330). 2.4.5 Behavioral Intention to Use (ITU)
Behavioral Intention to Use adalah kecenderungan tingkah laku untuk mengetahui seberapa kuat perhatian seorang pengguna untuk menggunakan sebuah teknologi.
Tingkat penggunaan sebuah teknologi komputer pada seseorang dapat diprediksi dengan akurat dari sikap perhatiannya terhadap teknologi tersebut, misalnya keinginanan menambah peripheral pendukung, motivasi untuk tetap menggunakan, serta keinginan untuk memotivasi pengguna lain (DAVIS 1989),330).
Peneliti selanjutnya menyatakan bahwa sikap perhatian untuk menggunakan adalah prediksi yang baik untuk mengetahui Actual Usage (MALHOTRA 1999),14).
2.4.6 Actual System Usage (ASU)
Perilaku pemakaian nyata pertama kali dikonsepkan dalam bentuk pengukuran frekuensi dan durasi waktu terhadap penggunaan sebuah teknologi (DAVIS 1989),324).
Seseorang akan puas menggunakan sistem jika mereka meyakini bahwa sistem tersebut mudah digunakan dan akan meningkatkan produktifitas mereka, yang tercermin dari kondisi perilaku nyata pemakai (IQBARIA 1997),281).
Technology Acceptance Model yang digunakan dalam penelitian ini merupakan modifikasi dari penelitian sebelumnya, yaitu meniadakan faktor Attitude Toward Using (ATU), karena faktor sikap sebagai salah satu aspek yang mempengaruhi perilaku individual yang terdiri dari komponen kognisi, afeksi, dan komponen-komponen yang berkaitan dengan perilaku (THOMPSON 1991),130) tidak bisa diterapkan pada seorang Penasehat Akademik karena teknologi yang akan digunakan
Gambar 1. Technology Acceptance Model( (DAVIS 1989) Perceive d Usefulne Perceived Ease of Use Attitude Toward Using Behavior al Intention to Use Actual System Usage External Variables
3. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi pengguna Sistem Informasi Penasehat Akademik di Universitas Budi Luhur adalah Penasehat Akademik di lima fakultas. Jumlah Penasehat Akademik yang hendak dijadikan responden adalah keseluruhan dari jumlah populasi yaitu 160 orang.
Dalam penelitian ini, jumlah seluruh variabel indikator adalah 13 sedangkan rule of thumb untuk perbandingan jumlah sampel terhadap jumlah indikator adalah 1 : 5 (JUNIARTI 2001),35). Jadi jika indikator dalam penelitian ini sebanyak 13 maka minimal sampel untuk pengolahan data dengan Structural Equation Model (SEM) adalah 65, tetapi (HAIR 1996),126) merekomendasikan jumlah sampel minimal untuk SEM adalah 100-200.
Jenis data yang digunakan adalah data primer. Dalam hal ini berupa kuesioner yang penulis sebarkan kepada para Penasehat Akademik. Untuk mengantisipasi tingkat pengembalian kuesioner agar relatif tinggi, kuesioner-kuesioner tersebut diserahkan secara langsung kepada responden.
3.2 Metode Pengumpulan Data 3.1.1 Penelitian Perpustakaan
Dimaksudkan untuk mendapatkan data atau fakta yang bersifat teoritis yang berhubungan dengan tesis ini, yang diperoleh dengan cara mempelajari literatur-literatur, jurnal-jurnal penelitian, bahan kuliah dan sumber-sumber lain yang ada hubungannya dengan permasalahan yang penulis bahas.
3.1.2 Kuesioner
Merupakan pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh penulis untuk mengetahui bagaimana pengaruh antara Eksternal Variabel (External Variables/EV), Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU), Persepsi Kemanfaatan (Perceived Usefulness/PU), Perilaku Pengguna (Behavioral Intention to Use /ITU) dan Perilaku Nyata (Actual System Usage/ASU) dari responden terhadap Sistem Informasi Penasehat Akademik di Universitas Budi Luhur.
4. Hasil Penelitian
Berdasarkan data kuesioner yang diolah menggunakan Lisrel 8.30 berikut ini adalah sebagian dari output:
Goodness of Fit Statistics Degrees of Freedom = 55
Minimum Fit Function Chi-Square = 76.70 (P = 0.028)
Normal Theory Weighted Least Squares Chi-Square = 72.73 (P = 0.055) Chi-Square Difference with 1 Degree of Freedom = 9.97 (P = 0.0016)
Estimated Non-centrality Parameter (NCP) = 17.73 90 Percent Confidence Interval for NCP = (0.0 ; 43.98)
Minimum Fit Function Value = 0.56 Population Discrepancy Function Value (F0) = 0.13 90 Percent Confidence Interval for F0 = (0.0 ; 0.32) Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) = 0.048
90 Percent Confidence Interval for RMSEA = (0.0 ; 0.076) P-Value for Test of Close Fit (RMSEA < 0.05) = 0.51
Dari output Lisrel diketahui selain data terdistribusi secara normal, juga diperoleh hasil bahwa nilai p-value Skewness and Kurtosis adalah 0.000 sehingga dapat dikatakan bahwa data telah terdistribusi secara normal. Skewness mengukur kemencengan dari data dan kurtosis mengukur puncak dari distribusi data, Q-plots menunjukkan terpenuhi tidaknya asumsi normalitas dan juga kemungkinan model fit jika garis residual sejajar dengan garis diagonal, sehingga hasil di atas menunjukkan bahwa data tersebut memenuhi asumsi normalitas data dan kecukupan model fit (Normalitas dan Linearitas).
Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menguji hubungan antar variabel laten pada persamaan 1 sampai 4 dan keempat model struktural (yang menggambarkan 6 hipotesis) yang diuji secara serentak. Berikut hasil pengujian hipotesis:
H1: Variabel Eksternal (External Variables/EV) berpengaruh terhadap Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU)
Hipotesis di atas dinyatakan dalam persamaan 1 (PU=PEOU) yang diuji dengan Lisrel dan menghasilkan output sebagai berikut:
Output Lisrel dengan nilai t sebesar 4.40 yang besarnya jauh di atas batas kritis tingkat signifikansi 5% yaitu 1.65 maka pengaruh yang diberikan EV terhadap PEOU terbukti signifikan. Nilai koefisien variabel laten EV sebesar 0.78 yang berarti variabel EV memberikan pengaruh sebesar 78% terhadap variabel PEOU dan H1 diterima.
Hipotesis berikutnya dinyatakan dalam persamaan 2 (PU=EV+PEOU) sebagai berikut: H2: Variabel Eksternal (External Variables/EV) berpengaruh terhadap Perceived
Usefulness (PU)
H3: Perceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh terhadap Perceived Usefulness (PU)
Berdasarkan Output Lisrel terlihat bahwa nilai t-value variabel EV adalah 2.03 yang jauh di atas batas kritis (1.65) maka pengaruh yang diberikan EV terhadap PU terbukti signifikan dengan nilai koefisien variabel laten EV sebesar 0.28 yang artinya variabel PU memberikan pengaruh sebesar 28% terhadap PU dan H2 diterima.
Sedangkan untuk penjelasan hubungan antara variabel PEOU terhadap PU menghasilkan nilai t sebesar 0.23 di bawah batas kritis yang ditetapkan yaitu 1.65 dengan koefisien yang dimiliki hanya 0.13 maka variabel PEOU belum menunjukkan pengaruhnya terhadap variabel PU dengan demikian H3 tidak diterima.
Hipotesis berikutnya adalah:
H4: Perceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh terhadap Behavioral Intention to Use (ITU)
H5: Perceived Usefulness (PU) berpengaruh terhadap Behavioral Intention to Use (ITU)
Kedua hipotesis di atas dinyatakan dalam persamaan 3 (ITU=PEOU+PU) dan pengolahan dengan Lisrel mengenai pengujian hipotesis di atas, menghasilkan output sebagai berikut:
Output Lisrel dengan nilai t pada variabel laten PEOU sebesar 3.73 jauh di atas batas kritis dengan nilai koefisien 0.18 berarti variabel PEOU memberikan pengaruh sebesar 18% terhadap variabel ITU dan H4 diterima.
Persamaan yang sama juga menunjukkan nilai t dari variabel PU berada sedikit di bawah kritis, yaitu hanya sebesar 1.64 dengan koefisien 0.25 yang berarti variabel PU walau memberikan pengaruh sebesar 25% terhadap variabel ITU namun H5 tidak diterima.
H6: Behavioral Intention to Use (ITU) berpengaruh terhadap Actual System Usage (ASU)
Hipotesis di atas dinyatakan dalam persamaan 4 (ASU=ITU), namun dengan modifikasi yang telah dilakukan, telah melahirkan persamaan baru (ASU=PU+ITU) yang diuji dengan Lisrel dengan output berikut ini:
Persamaan di atas menjelaskan hubungan antara variabel ITU terhadap ASU menunjukkan nilai t sebesar 4.08 dari variabel ITU dengan koefisien 0.11 yang berarti variabel ITU memberikan pengaruh sebesar 11% terhadap variabel ASU dan dengan demikian H6 diterima.
5. Kesimpulan
Berdasarkan pengujian-pengujian yang telah dilakukan terhadap hipotesis telah menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Dalam penggunaan Sistem Informasi PA, diketahui bahwa Variabel Eksternal (External Variables/EV) yang meliputi pengetahuan teknis tentang komputer, pelatihan dari organisasi dan dukungan manajemen berpengaruh signifikan terhadap Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU) dengan kata lain, semakin banyak dukungan yang diberikan pihak fakultas kepada Penasehat Akademik akan semakin memudahkan bagi para PA untuk menjalankan tugasnya dengan bantuan Sistem Informasi yang disediakan. 2. Dalam penggunaan Sistem Informasi PA, diketahui pula bahwa Variabel
Eksternal (External Variables/EV) tersebut berpengaruh signifikan terhadap Persepsi Kemanfaatan (Perceived of Use/PU) bagi para Penasehat Akademik dalam pengunaan Sistem Informasi PA, yang meliputi efektifitas dalam pemberian bimbingan, mempercepat penyelesaian pekerjaan dan peningkatan kinerja yang dirasakan.
3. Perilaku Pengguna (Behavioral Intention to Use/ITU) Sistem Informasi PA berpengaruh signifikan terhadap Perilaku nyata pengguna (Actual System Usage/ASU) Sistem Informasi PA yang ditunjukkan dengan frekuensi penggunaan. Bagi para Penasehat Akademik, ada motivasi untuk terus menggunakan Sistem Informasi PA di luar waktu yang tersedia, karena hal tersebut berarti akan semakin meningkatkan kinerja sebagai Penasehat Akademik. Motivasi tersebut tercermin dari frekuensi penggunaan yang meningkat, khususnya menjelang masa pelaporan kegiatan PA kepada Kaprodi masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
1.
(AJZEN 1975) Ajzen, Fishbein, M., “I. Belief, Attitude, Intention and Behavior: An Introduction to Theory and Research”, Reading MA: Addison-Wesley, 19752.
(DAVIS 1986) Davis, Fred D, “A technology acceptance model for empirically testing new end-user informations system: Theory and results”, Doctoral dissertation, Sloan School of Management, Massachussetts Institute of Technology, 19963.
(DAVIS 1989) ___________, “Perceived usefulness, Perceived Ease of Use, and user acceptance of information technology”, MIS Quarterly, 13(3), 319-339, 19894.
(GHOZALI 2005) Imam Ghozali “Structural Equation Model, Teori, Konsep dan Aplikasi dengan Program Lisrel 8.54”, Penerbit Undip, Semarang 20055.
(HAIR 1996) Hair, J.F. Anderson, R.E., Tatham, R.L. and Black, W.C, ”Multivariate data analysis”, Edisi ke 5, Prentice Hall International, UK, 19966.
(IQBARIA 1997) Iqbaria, M., Zinatelli, N., Cragg, P. and Cavaye, A. L. M, ”Personal computing acceptance factors in small firms: A structural equation model”, MIS Quartely, 21(3), 279-305, 19977.
(MALTHORA 1999) Malthora, Yogesh and Galletta, Dennis F., “Extending the Technology Acceptance Model to Account for Social Influence: Theoretical Bases and Empirical Validation”, Proceedings of the 32nd Hawaii International Conference on System Sciences, 19998.
(THOMPSON 1991) Thompson, R., Higgins, C. A. and Howell, J. M., “Personal Computing: Toward a conceptual model of utilization”, MIS Quarterly, 15, 125–143, 19999.
(TODD 1995) Taylor, S. and Todd, P, “Assessing IT usage: The role of prior Experience”. MIS Quarterly, 19, 561–570, 1995'