• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ILMIAH ILMU-ILMU KESEHATAN VOL. XIV NO. 2, AGUSTUS 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL ILMIAH ILMU-ILMU KESEHATAN VOL. XIV NO. 2, AGUSTUS 2016"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

 KOMBINASI BREAST CARE DAN TEKNIK MARMET TERHADAP PRODUKSI ASI POST SECTIO CAESARIA DI RUANG FLAMBOYAN RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

Happy Dwi Aprilina, Sri Suparti

 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PREEKLAMSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOKARAJA I

Kris Linggardini, Happy Dwi Aprilina

 HUBUNGAN DUKUNGAN SPIRITUAL DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

Endiyono, Wawan Herdiana

 SENAM KAKI UNTUK MENGENDALIKAN KADAR GULA DARAH DAN MENURUNKAN TEKANAN BRACHIAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS

Agus Santosa, Widi Rusmono

 PERBEDAAN VISUAL ANALOGUE SCORE (VAS) ANTARA PROSEDUR RESEKSI LAPARASKOPIK DENGAN LAPARATOMI PADA PENDERITA KANKER KOLON M. Hidayat Budi Kusumo, Parish Budiono

 PENYEDIAAN AIR BERSIH, PENGGUNAAN JAMBAN KELUARGA, PENGELOLAAN SAMPAH, SANITASI MAKANAN DAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN DIARE UMUR 15-50 TH

Ragil Setiyabudi, Veronika Setyowati

 PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN, FREKUENSI DAN LAMA HEMODIALISIS DI RSUD GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA

Sri Suparti, Umi Solikhah

 PENGARUH KUNJUNGAN NIFAS TERHADAP KOMPLIKASI MASA NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS SOKARAJA 1 KABUPATEN BANYUMAS

Khamidah Achyar, Isnaeni Rofiqoh

Penerbit :

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto

JURNAL ILMIAH ILMU-ILMU KESEHATAN

VOL. XIV NO. 2, AGUSTUS 2016

(2)

JURNAL ILMIAH ILMU-ILMU KESEHATAN

VOL. XIV NO. 2, AGUSTUS 2016

Daftar Isi

ARTIKEL PENELITIAN

1. KOMBINASI BREAST CARE DAN TEKNIK MARMET TERHADAP PRODUKSI ASI POST SECTIO CAESARIA DI RUANG FLAMBOYAN RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

1 – 9 Happy Dwi Aprilina, Sri Suparti

2. PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PREEKLAMSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOKARAJA I

10 – 15 Kris Linggardini, Happy Dwi Aprilina

3. HUBUNGAN DUKUNGAN SPIRITUAL DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

16 – 23 Endiyono, Wawan Herdiana

4. SENAM KAKI UNTUK MENGENDALIKAN KADAR GULA DARAH DAN MENURUNKAN TEKANAN BRACHIAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS

24 – 34 Agus Santosa, Widi Rusmono

5. PERBEDAAN VISUAL ANALOGUE SCORE (VAS) ANTARA PROSEDUR RESEKSI LAPARASKOPIK DENGAN LAPARATOMI PADA PENDERITA KANKER KOLON

35 – 40 M. Hidayat Budi Kusumo, Parish Budiono

6. PENYEDIAAN AIR BERSIH, PENGGUNAAN JAMBAN KELUARGA, PENGELOLAAN SAMPAH, SANITASI MAKANAN DAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN DIARE UMUR 15-50 TH

41 – 49

Ragil Setiyabudi, Veronika Setyowati

7. PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN, FREKUENSI DAN LAMA HEMODIALISIS DI RSUD GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA

50 – 58 Sri Suparti, Umi Solikhah

8. PENGARUH KUNJUNGAN NIFAS TERHADAP KOMPLIKASI MASA NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS SOKARAJA 1 KABUPATEN BANYUMAS

59 – 64 Khamidah Achyar, Isnaeni Rofiqoh

(3)

MEDISAINS

JURNAL ILMIAH ILMU-ILMU KESEHATAN ISSN : 1693-7309 Pelindung: Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Penasehat:

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Pemimpin Umum: Dedy Purwito Pemimpin Redaksi: Ragil Setiyabudi Redaktur Pelaksana: Sodikin, Siti Nurjanah, Agus S,

Jebul Suroso, Diyah YH, Endiyono, Wilis DP.

Sekretariat: Meida Laely Ramdani Inggar Ratna Kusuma

Keuangan: Alfi Noviyana Periklanan dan Promosi:

Bunyamin Muchtasjar Distribusi dan Pemasaran:

Devita Elsanti Rr. Dewi Rahmawati AP

Alamat Redaksi: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah

Purwokerto

Jl. Let. Jend. Suparjo Rustam KM. 7 Sokaraja 53181 Telp. 0281-6844052, 6844053

Fax.(0281) 6844052 Web & E-mail: http://jurnalnasional.ump.ac.id/

index.php/medisains [email protected]

Editorial

Alhamdulillah dengan mengucap syukur kepada Allah SWT Jurnal Medisains Vol 14, No 2, Agustus 2016 dapat terbit. Pada terbitan ini kami mempublikasikan judul dan penulis sebagai berikut; Kombinasi Breast Care dan Teknik Marmet Terhadap Produksi ASI Post Sectio Caesaria Di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (Happy Dwi Aprilina dan Sri Suparti), Pengaruh Pendidikan Kesehatan pada Ibu Hamil terhadap Pengetahuan tentang Preeklamsia di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja I (Kris Linggardini dan Happy Dwi Aprilina), Hubungan Dukungan Spiritual dan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (Endiyono dan Wawan Herdiana), Senam Kaki untuk Mengendalikan Kadar Gula Darah dan Menurunkan Tekanan Brachial Pada Pasien Diabetes Melitus (Agus Santosa, Widi Rusmono), Perbedaan Visual Analogue Score (VAS) antara Prosedur Reseksi Laparaskopik dengan Laparatomi pada Penderita Kanker Kolon (M. Hidayat Budi Kusumo dan Parish Budiono), Penyediaan Air Bersih, Penggunaan Jamban Keluarga, Pengelolaan Sampah, Sanitasi Makanan dan Kebiasaan Mencuci Tangan berpengaruh terhadap Kejadian Diare Umur 15-50 Th(Ragil Setiyabudi dan Veronika Setyowati), Perbedaan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik ditinjau dari Tingkat Pendidikan, Frekuensi dan Lama Hemodialisis di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga (Sri Suparti , Umi Solikhah), Pengaruh Kunjungan Nifas Terhadap Komplikasi Masa Nifas Di Wilayah Puskesmas Sokaraja 1 Kabupaten Banyumas (Khamidah Achyar, Isnaeni Rofiqoh)

Redaksi

MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember) oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jurnal ini merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, riset dan pengabdian masyarakat serta pemikiran ilmiah dalam bidang kedokteran, keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan kesehatan masyarakat.

(4)

MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, Vol 14 No 2, AGUSTUS 2016 | Halaman 35

PERBEDAAN VISUAL ANALOGUE SCORE (VAS) ANTARA PROSEDUR RESEKSI LAPARASKOPIK DENGAN LAPARATOMI PADA PENDERITA KANKER KOLON

M. Hidayat Budi Kusumo1, Parish Budiono2

1Bagian Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto 2Sub Divisi Bedah Digestif, Bagian Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang

Email: [email protected]

ABSTRAK

Latar Belakang: Reseksi keganasan kolorektal (KKR) dengan menggunakan pendekatan laparoskopik merupakan terobosan baru dalam bidang bedah digestif, dengan kelebihan memiliki outcome jangka pendek yang lebih baik.

Tujuan: Mengetahui perbedaan visual analogue score (VAS) antara reseksi laparaskopikdan laparatomi pada keganasan kolon di RSUP dr Kariadi Semarang. periode Juli 2010 sampai dengan Desember 2013.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observational retrospektif, dengan pendekatan cross-sectional terhadap penderita keganasan kolon yang dilakukan reseksi kolon(n=54), dengan pendekatan laparoskopik (n=23) dan laparotomi (n=31) selama periode Juli 2010 sampai dengan Desember 2013. Analisis deskriptif dan uji beda dengan Mann Whitney. Hasil: Visual analogue score (VAS) reseksi laparoskopik lebih rendah (2,83  0,650) dibandingkan laparatomi (4,13  1,565) pada penderita keganasan kolon, dan terdapat perbedaan bermakna dengan P = 0,001 (p < 0,05, CI = 95%).

Kesimpulan: Pendekatan bedah laparoskopik pada keganasan kolon memberikan outcome jangka pendek yang lebih baik.

Kata kunci: kanker kolon,reseksi laparoskopik, reseksi laparotomi, VAS, visual analogue score

PENDAHULUAN

Keganasan kolorektal (KKR) merupakan keganasan dengan penderita terbanyak ketiga didunia dengan jumlah kasus baru terdiagnosis sebanyak 1,4 juta pada tahun 2012. Jenis KKR yang banyak dijumpai adalah adenokarsinoma (95%), sedangkan jenis lain yang dapat dijumpai adalah karsinoma musinosa dan adenoskuamosa. Di Indonesia insidensi KKR menduduki urutan kesembilan kasus keganasan terbanyak di Indonesia dengan jumlah kasus 1,6 / 100.000 penduduk dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan perubahan pola hidup penduduk Indonesia (DepKes RI, 2008)

Risiko menderita KKR meningkat pada individu dengan riwayat keluarga

menderita kanker kolon (35%), seperti

familial adenomatous polyposis (FAP), diet

tinggi lemak, daging (terutama daging merah),serta rendah serat (IARC, 2012; Church, 2012).

Deteksi dini pada populasi berisiko secara substansial dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan outcome penderita, diantaranya dengan menggunakan

colonoscopy-based screening, karena KKR

yang terdeteksi pada stadium awal akan memiliki prognosis lebih baik jika dibandingkan yang stadium lanjut. Dua indikator prognostik utama yang sangat mempengaruhi prognosis penderita KKR adalah invasi dinding usus dan status nodal, sehingga reseksi lokoregional yang adekuat berdasarkan kaidah-kaidah onkologis

(5)

MHB Kusumo│ Perbedaan Visual Analogue Score (VAS) antara Prosedur Reseksi Laparaskopik dengan Laparatomi pada Penderita Kanker Kolon

MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, Vol 14 No 2, AGUSTUS 2016 | Halaman 36

menjadi sangat penting (Pezzoli et al, 2007; Sandhu, 2001).

Reseksi pada kasus kolorektal dengan menggunakan pendekatan laparoskopik sudah dikembangkan lebih dari 15 tahun yang lalu dan sudah banyak digunakan pada pengelolaan KKR setelah adanya publikasi Clinical Outcomes of

Surgical Therapy Study group (COST) pada

tahun 2004, sebuah penelitian multicenter

prospective randomized trial yang membandingkan antara reseksi laparoskopik dan laparotomi pada keganasan kolorektal.Penetilian awal COST banyak berfokus pada outcome jangka pendek yang lebih baik pada reseksi laparoskopik dibandingkan laparotomi, dengan rekurensi dan survivalitas yang tidak berbeda, bahkan pada follow up 5 tahun pasca reseksi (Fleshman, et al 2007). Temuan COST ini kemudian didukung oleh 2 penelitian multisenter,

prospective randomized trials yang membandingkan antara laparoskopi dengan

colectomy terbuka pada kanker yaitu

penelitian CLASICC (Inggris) dan COLOR (Eropa).Kedua penelitian ini juga menemukan bahwa survivalitas dan rekurensi pada laparoskopi dan kolektomi terbuka untuk kanker usus besar tidak berbeda (Fleshman, et al 2007)..

Prosedur laparoskopik memiliki keunggulan pada outcome jangka pendek dibandingkan operasi terbuka, antara lain lebih sedikit kehilangan darah intraoperatif, nyeri pasca operasi lebih rendah, masa pemulihan lebih pendek, dan masa rawat inap lebih pendek (Buunen et al, 2009)

Variabel keberhasilan pada operasi

KKR sangat komplek, antara lain jenis kelamin, usia, skor ASA, BMI, kadar Hb, kadar Albumin, kadar CEA, approach operasi, lama operasi, jumlah kehilangan darah, kebutuhan transfusi, komplikasi operasi, radikalitas (jumlah limfonodi yang bisa terambil, margin reseksi), visual

analogue score (VAS), infeksi luka operasi,

pemulihan pasca operasi (30 hari), danlama perawatan di rumah sakit/Length of stay

(LoS), sehingga diperlukan lebih banyak

penelitian untuk menjadikan laparaskopi sebagai alternatif pendekatan bedah pada kasus KKR (Nigro, 1975; Reddy, 1976; Norat, 2007; Chae & Stiegmann, 2006; Mutch & Cellini, 2012)

RSUP Dr. Kariadi sebagai salah satu pusat rujukan pelayanan bedah di Jawa tengah, dalam beberapa tahun terakhir sudah mulai menggunakan pendekatan laparaskopik untuk kasus KKR, sehingga masih diperlukan data ilmiah yang dapat mendukung pengembangan kemajuan bedah laparaskopik terutama pada kasus keganasan kolon.

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional retrospektif dengan pendekatan crosssectional terhadap penderita keganasan kolon yang dirawat inap dan menjalani operasi reseksi laparoskopik atau laparotomi di RSUP Dr. KariadiSemarang (RSDK) secara elektif dengan data diperoleh dari rekam medisperiode 1 Juli 2010 – 31 Desember 2013. Penderita yang meninggal selama perawatan tidak dimasukkan dalam sampel. Datarekam medis dari Instalasi

(6)

MHB Kusumo│ Perbedaan Visual Analogue Score (VAS) antara Prosedur Reseksi Laparaskopik dengan Laparatomi pada Penderita Kanker Kolon

MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, Vol 14 No 2, AGUSTUS 2016 | Halaman 37

Rekam Medis RSUP Dr. Kariadi Semarang disusun dalam bentuk tabel visual analogue

score (VAS) pada penderita keganasan

kolon yang menjalani prosedur reseksi laparoskopik dan penderita yang menjalani reseksi laparotomi.

Data hasil penelitian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel dan boxplot. Untuk mengetahui normalitas data

dilakukan uji normalitas menggunakan

Shapiro-Wilk test. Bila distribusi data normal

dan homogen, dilakukananalisis secara parametrik. Bila syarat-syarat analisis parametrik tidak terpenuhi maka dilakukan analisis non parametrik. Batas derajat kemaknaan adalah P < 0,05 dengan 95% interval kepercayaan. Analisis data dilakukan dengan program SPSS.

Gambar 1.Consolidated Report penelitian.

HASIL

Pengumpulan data rekam medis diperoleh 62 pasien keganasan kolon yang menjalani prosedur reseksi, terdiri dari 37 (58%) pasien laki-laki dan 25 (42%) pasien perempuan dengan usia berkisar antara 21 – 80 tahun, dengan rerata 55,4 tahun. Dilakukan eksklusi terhadap 8 pasien yaitu 6 pasien karena data rekam medis tidak lengkap dan 2 pasien karena meninggal dunia, sehingga total sampel yang dianalisis berjumlah 54.Penderita keganasan kolorektal dilakukan reseksi laparoskopik dan laparotomi. Pasca prosedur reseksi dilakukan evaluasi Visual Analog Score

(VAS) pada semua pasien dengan nilai

rerata 2,83+0,136 untuk laparoskopik, dan 4,13+0,281 untuk laparotomi.

Data sampel reseksi laparoskopik dan laparotomi dilakukan analisis distribusi dengan menggunakan uji Shapiro Wilk, menunjukkan distribusi data yang tidak normal (p < 0,05), sehingga dilakukan analisis uji non-parametrik Mann Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) Visual Analogue Score

(VAS) antara penderita yang menjalani

reseksi laparoskopik dengan yang menjalani laparotomi. Uji Beda Visual Analogue Score (VAS) Visual Analogue Score (VAS) 31 pasien reseksi laparotomi 23 pasien reseksi laparoskopik Eksklusi: 7 pasien Eksklusi: 1 pasien

62 Penderita keganasan kolon yang menjalani prosedur reseksi di RSDK1 Juli 2010-31 Desember 2013

(7)

MHB Kusumo│ Perbedaan Visual Analogue Score (VAS) antara Prosedur Reseksi Laparaskopik dengan Laparatomi pada Penderita Kanker Kolon

MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, Vol 14 No 2, AGUSTUS 2016 | Halaman 38

Tabel 1. Perbandingan Visual Analogue Score (VAS) antara reseksi laparoskopik dan laparotomi Variabel Mean  SD Median (min-max) Laparoskopi 2,83  0,650 3 (2 – 4)

Laparotomi 4,13  1,565 4 (2 – 7)

PEMBAHASAN

Penderita kanker colon yang menjalani operasi reseksi colon di RSUP dr Kariadi Semarang selama periode bulan Juli 2010 sampai dengan Desember 2013 sebanyak 62 pasien. Dari jumlah tersebut dilakukan evaluasi data pada 54 pasien, yang terdiri dari 31 pasien yang menjalani operasi laparatomi reseksi dan 23 pasien dilakukan operasi reseksilaparoskopik.

Hasil uji statistik terhadap visual

analogue score (VAS) didapatkan perbedaan yang bermakna antara yang dilakukan laparatomi reseksi dan laparoskopi reseksi pada penderita kanker colon. Hal ini sesuai dengan hasil beberapa penelitian sejenis yang telah dilakukan sebelumnya (Jayne et al, 2007; Morneau et al, 2013; Nelson et al, 2004)

Gambar 2. Box plot Reseksi Laparoskopik dengan Open Laparotomi.

Nyeri yang ditimbulkan pasca operasi laparoskopik lebih rendah, karena trauma jaringan yang lebih kecil, dalam hal ini trauma insisional, dibandingkan reseksi laparotomi. Disamping itu manipulasi terhadap jaringan juga lebih sedikit, sehingga reaksi inflamasi yang terjadi lebih ringan dibandingkan pada prosedur reseksi terbuka. Hal ini akan menekan penggunaan analgetika dan penderita pasca operasi

merasa lebih nyaman karena tidak nyeri, sehingga outcome jangka pendek akan lebih baik dan dapat memperpendek length

of stay (Arnell & Beart, 2009)

KESIMPULAN DAN SARAN

Penderita kanker kolon yang menjalani prosedur reseksi laparoskopik memiliki outcome jangka pendek lebih baik dibandingkan dengan yang menjalani

(8)

MHB Kusumo│ Perbedaan Visual Analogue Score (VAS) antara Prosedur Reseksi Laparaskopik dengan Laparatomi pada Penderita Kanker Kolon

MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, Vol 14 No 2, AGUSTUS 2016 | Halaman 39

prosedur reseksi laparotomi. Visual analogue score (VAS) penderita keganasan

kolon yang menjalani prosedur reseksi laparoskopik lebih rendah dibandingkan dengan yang menjalani laparotomi.

DAFTAR PUSTAKA

Arnell TD, dan Beart RW Jr. 2009.

Postoperative Management: Pain and Anesthetic, Fluids and Diet. Dalam:

Beck DE, Roberts PL, RombeauJL, Stamos MJ, Wexner SD, (Eds). The ASCRS Manual of Colon and Rectal Surgery. New York: Springer, 181-97. BuunenM,VeldkampR,HopWC,et al 2009.

SurvivalafterLaparoscopic Surgery Versus Open Surgery for Colon Cancer: LongtermOutcomeofARandomisedClini calTrial.LancetOncol, 10, 44–52.

Chae FH, dan Stiegmann GV. 2006.

Ambulation and Early Postoperative Performance Criteria. Dalam: Whelan

RL, Fleshman JWJr, Fowler DL, (Eds). The SAGES Manual Perioperative Care in Minimally Invasive Surgery. New York: Springer, 314-7.

Church J (2012). Hereditary Colorectal

Cancer. Dalam: Beck DE,Roberts PL,

Saclarides TJ, Senagore AJ, Stamos MJ, Wexner SD (Eds). The ASCRS Textbook of Colon and Rectal Surgery (2nd ed.). New York: Springer, 643-668. Departemen Kesehatan Republik Indonesia

2008. Profil Kesehatan Indonesia

2008.Retrivied June 24,2014 from

http://depkes.go.id/downloads/publikas i/Profil%20Kesehatan %20Indonesia% 202008.pdf.

Fleshman J, Sargent DJ, Green E, et al 2007. Laparoscopic Colectomy for Cancer is not Inferior to Open Surgery Based On 5-Year Datafrom The COST Study Group Trial. Ann Surg, 246,

655–62.

International Agency for Research on Cancer 2012. Globocan 2012: Estimated Cancer Incidence, Mortality

and Prevalence Worldwide in

2012.Retrivied June 24,2014 from

http://globocan.iarc.fr/Pages/fact_sheet s_population.aspx.

JayneDG,GuillouPJ,ThorpeH, et al. 2007. Randomized Trial of Laparoscopic-Assisted Resection of

Colorectal Carcinoma: 3-Year Results of the UK MRC CLASICC Trial Group.

J Clin Oncol, 25, 3061–8.

Larsson SC, Giovannucci E, Bergkvist L, Wolk A. 2005. Whole Grain Consumption and Risk of Colorectal Cancer: A Population-Based Cohort of 60,000 Women. Br J Cancer, 92,

1803–7.

Morneau M, Boulanger J, Charlebois P,Latulippe J, Lougnarath R,Thibault C, et.al. 2013. Laparoscopic Versus Open Surgery for the Treatment of Colorectal Cancer: A Literature Review and Recommendations from the ComitéDe L’évolution Des Pratiques En Oncologie. Can J Surg, 56(5), 297-310. Mutch M dan Cellini C. 2012. Surgical

Management of Colon Cancer.Dalam:

Beck DE,Roberts PL, Saclarides TJ, Senagore AJ, Stamos MJ, Wexner SD (eds.). The ASCRS Textbook of Colon and Rectal Surgery (2nd ed.) New York: Springer, 711-20.

Nelson H, Sargent DJ, Wieand HS, Fleshman J, Anvari M, Stryker SJ, et.al 2004. A Comparison of Laparoscopically Assisted and Open Colectomy for Colon Cancer - The Clinical Outcomes of Surgical Therapy Study Group. N Engl J Med, 350,

2050-9.

Nigro ND, Singh DV, Campbell RL, Sook M. 1975. Effect of Dietary Beef Fat on Intestinal Tumor Formation by Azoxymethane in Rats. J Natl Cancer

Inst, 54, 439–42.

Norat T, Lukanova A, Ferrari P, Riboli E. 2002. Meat Consumption and Colorectal Cancer Risk: Dose-Response Meta-Analysis of Epidemiological Studies. Int J Cancer,

98, 241–56.

Pezzoli A, Matarese V, Rubini M, Simoni M, Caravelli GC, Stockbrugger R, et.al. 2007. Colorectal Cancer Screening: Results of A 5-Year Program in Asymptomatic Subjects at Increased Risk. Dig Liver Dis, Jan39(1), 33-9. Reddy BS, Narisawa T, Vukusich D,

Weisburger JH, Wynder EL. 1976. Effect of Quality and Quantity of Dietary Fat and Dimethylhydrazine in Colon Carcinogenesis in Rats. Proc

Soc Exp Biol Med, 151, 237–9.

Sandhu MS, White IR, McPherson K. 2001. Systematic Review of the Prospective Cohort Studies on Meat Consumption

(9)

MHB Kusumo│ Perbedaan Visual Analogue Score (VAS) antara Prosedur Reseksi Laparaskopik dengan Laparatomi pada Penderita Kanker Kolon

MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, Vol 14 No 2, AGUSTUS 2016 | Halaman 40

and Colorectal Cancer Risk: A Meta-Analytical Approach. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev, 10, 439-446

Schatzkin A, Mouw T, Park Y, et al. 2007. Dietary Fiber and Whole-Grain Consumption in Relation to Colorectal Cancer in the NIH-AARP Diet and Health Study. Am J Clin Nutr.85,

1353–60.

Weeks JC, Nelson H, Gelber S, et al. 2002. Short-Term Quality-Of-Life OutcomesFollowingLaparoscopic-Assi stedColectomyVsOpen

ColectomyforColonCancer:ARandomiz edTrial.Jama, 287, 321–8.

World Cancer Research Fund International 2012. Colorectal Cancer Statistics.Retrivied June 24, 2 014 from: http://www.wcrf.org/cancer_statistics/d ata_specific_cancers/colorectal_cance r_statistics.php

Gambar

Gambar 1.Consolidated Report penelitian.
Gambar 2. Box plot Reseksi Laparoskopik dengan Open Laparotomi.

Referensi

Dokumen terkait

Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan masukan kepada pusat data dan informasi di kementrian kesehatan Republik Indonesia tentang bentuk-bentuk kesalahan

Tujuan Umum dalam penelitian ini adalah untuk menguji hubungan pengetahuan dengan kepatuhan menjalankan pola hidup sehat pada pasien pasca Intervensi koroner perkutan

rawat gabung, (2) perawat perlu memiliki pengetahuan yang tinggi tentang pengertian, tujuan, manfaat, dan kegiatan- kegiatan rawat gabung, (3) perawat perlu

Margono Soekarjo (Refni Riyanto, Ageng Brahmadhi), Perbandingan Resiko Terjadinya Retiopati Diabetik antara Pasien Hipertensi dan Non Hipertensi yang mengidap Diabetes

Pada terbitan ini kami mempublikasikan judul dan penulis sebagai berikut; Pengaruh Pengobatan Alternatif sebagai Faktor Penyebab Keterlambatan Penanganan Medis Penderita

Pada perempuan, pubertas ditandai dengan keluarnya darah menstruasi pertama kali sekali (menarche) yang dialami wanita, yang merupakan ciri kedewasaan seorang wanita

A Santosa│Prediksi Score Ankle Brachial Index (ABI) Ditinjau dari Tanda Gejala Peripheral Arterial Disease (PAD). MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, Vol 15 No 2,

Hasan Sadikin Bandung (Hasniatisari Harun, Kusman Ibrahim, Imas Rafiyah), Pendidikan Kesehatan Pertolongan Pertama Berpengaruh Terhadap Tingkat Pengetahuan dan