• Tidak ada hasil yang ditemukan

KINETIKA DAN TERMODINAMIKA ADSORBSI Cu 2+ DENGAN ADSORBEN KARBON AKTIF ARANG BATU BARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KINETIKA DAN TERMODINAMIKA ADSORBSI Cu 2+ DENGAN ADSORBEN KARBON AKTIF ARANG BATU BARA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3. Perbandingan Konsentrasi Cu 2+  Awal (C ø )dengan Konsentrasi Cu 2+  Setelah Adsorpsi (C)  Konsentrasi Cu 2+  (ppm)
Gambar 3 menunjukkan bahwa Q e  Freundlich lebih mendekati Q e  data dari pada Q e  Langmuir ini  menunjukkan bahwa isoterm adsorpsi Freundlich yang sesuai untuk data penelitian ini
Gambar 5 menunjukkan bahwa hubungan konsentrasi logam berat Cu 2+  (C ø ) dengan konstanta kecepatan  adsorpsi (k 1 ) pada model pseudo-first-order rate

Referensi

Dokumen terkait

Adsorpsi ion logam Cd(II) pada HAS dan HAS-M dengan pH yang bervariasi dari pH 3-9 pada konsentrasi ion logam 100 ppm dan waktu kontak 60 menit .... Adsorpsi ion logam Cu(II) pada

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pH, konsentrasi ion logam, dan waktu kontak (kondisi adsorpsi) antara ion logam (Ion Cu(II) dan Cr(VI))

Proses adsorpsi yang mengikuti model kinetika orde dua memiliki makna bahwa kecepatan penyerapan adsorben karbon aktif terhadap logam Cu (II) dan Pb (II) per satuan

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis kemampuan adsorpsi arang batang rambutan dalam menjerap ion logam tembaga (Cu 2+ ) pada larutan dengan pH 4,5 dengan

Pengujian model kesetimbangan ini bertujuan untuk menentukan model kesetimbangan yang dipakai pada adsorpsi logam Cu dengan adsorben karbon aktif dari ampas

Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Grossl dan Sparks (1994) tentang kecepatan kinetik adsorpsi ion logam Cu 2+ dengan menggunakan goethite sebagai adsorben

maka didapat data Serapan Karbon Aktif Tongkol Jagung yang memiliki kapasitas serapan Ion Logam Cu 2+ yang optimum adalah Karbon Aktif yang diaktivasi pada waktu 60 menit

Untuk mempelajari daya jerap dan kinetika adsorpsi logam Cu (II) dengan serbuk gergaji terasetilasi pada proses continue, dilakukan variasi tinggi unggun adsorben yaitu : 10 ;