• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi DKI Jakarta

No. 41/09/31/Th.XIX, 4 September 2017

DKI JAKARTA

BULAN AGUSTUS

2017 MENGALAMI

INFLASI 0,13

PERSEN YANG

DISEBABKAN

OLEH KELOMPOK

MAKANAN JADI,

MINUMAN, ROKOK

& TEMBAKAU

PERKEMBANGAN INDEKS

HARGA KONSUMEN

 Bulan Agustus 2017, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi 0,13 persen. Laju inflasi Tahun 2017 mencapai 2,86 persen dan laju inflasi tahun ke tahun DKI Jakarta 3,82 persen.

 Tujuh kelompok pengeluaran yang diteliti, tiga terbesar yang mengalami inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,50 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,37 persen; serta kelompok sandang 0,36 persen.

 Berdasarkan 461 komoditi yang didata, yang memberikan sumbangan inflasi diatas 0,02 persen diantaranya komoditi angkutan udara (0,0840 persen); rokok kretek filter (0,0306 persen), nasi dengan lauk (0,0264 persen); dan jeruk (0,0246 persen).

 Pada bulan Agustus 2017, dari 82 kota yang diteliti 35 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kota Lhokseumawe 1,09 persen dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah Kota Batam 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi adalah Kota Ambon 2,08 persen dan deflasi terendah adalah Kota Samarinda 0,03 persen. Kota Jakarta menempati urutan 26 dari seluruh kota yang mengalami inflasi

 Jika dibandingkan dengan inflasi daerah satelit yang berada di sekitar DKI Jakarta, Kota Tangerang (-0,07 persen), Kota Bekasi (-0,10 persen), Kota Depok (-0,22 persen), dan Kota Bogor (-0,36 persen)

(2)

I. INFLASI UMUM

Berdasarkan grafik 1, perkembangan inflasi DKI Jakarta sangat berfluktuatif dan terjadi inflasi yang cukup tinggi pada bulan Januari 2017 dan Mei 2017. Inflasi yang hampir mendekati 1 persen terjadi pada bulan Januari 2017 sebesar 0,99 persen, yang disebabkan naiknya harga pada komoditi tarip perpanjangan STNK dan tarip pulsa ponsel.

II. INFLASI KELOMPOK PENGELUARAN

Inflasi terbesar bulan Agustus 2017 terjadi pada kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,50 persen, hal ini terutama disebabkan tingginya inflasi pada sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol, yaitu naiknya harga pada komoditi rokok kretek filter dan rokok kretek.

Kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok & tembakau dan kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan merupakan penyumbang inflasi terbesar pada bulan Agustus 2017 sebesar 0,08 persen, sehingga menyebabkan DKI Jakarta mengalami inflasi 0,13 persen, hal ini disebabkan andil inflasi terbesar dari angkutan udara (0,0840 persen); dan rokok kretek filter (0,0306 persen). Bulan sebelumnya pada Juli 2017, DKI Jakarta mengalami inflasi 0,40 persen yang didorong oleh sumbangan inflasi terbesar dari kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen. 0.01 0.18 0.25 0.24 0.27 0.99 0.33 0.05 -0.02 0.49 0.46 0.40 0.13 -0.20 0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20

Aug-16 Sep-16 Oct-16 Nov-16 Dec-16 Jan-17 Feb-17 Mar-17 Apr-17 May-17 Jun-17 Jul-17 Aug-17

Per

sen

Grafik 1

Perkembangan Inflasi DKI Jakarta, Agustus 2016 – Agustus 2017

- Tarip perpanjangan STNK - Tarip pulsa ponsel

(3)

Tabel 1

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi DKI Jakarta Juli 2017 dan Agustus 2017

Kelompok Pengeluaran Juli 2017 (%) Agustus 2017 (%)

(1) (2) (3)

Umum 0,40 0,13

1. Bahan Makanan 0,06 -0,08

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0,11 0,08

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,03 0,02

4. Sandang 0,01 0,03

5. Kesehatan 0,00 0,00

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,05 0,00

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,14 0,08

Tabel 2

Laju Inflasi DKI Jakarta Agustus 2017, Tahun 2017 dan Tahun ke Tahun menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran Laju Inflasi Agustus 2017 Laju Inflasi Tahun 2017

Laju Inflasi Tahun ke Tahun

(1) (2) (3) (4)

Umum 0,13 2,86 3,82

1. Bahan Makanan -0,48 1,33 2,03

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0,50 3,34 4,26

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,07 2,93 4,83

4. Sandang 0,36 3,80 2,71

5. Kesehatan 0,02 1,88 2,62

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,01 0,66 0,43

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,37 4,20 5,78

Berdasarkan tabel 2, laju inflasi DKI Jakarta bulan Agustus 2017 tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,50 persen), kedua terbesar pada kelompok pengeluaran transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,37 persen), serta urutan ketiga pada kelompok pengeluaran sandang (0,36 persen). Laju inflasi DKI Jakarta tahun 2017 sebesar 2,86 persen, dipengaruhi oleh tingginya inflasi yang terjadi pada kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan 4,20 persen, dan kelompok sandang 3,80 persen. Sedangkan yang terjadipada laju inflasi tahun ke tahun mencapai 3,82 persen yang dipicu oleh inflasi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 5,78 persen yang merupakan inflasi tahun ke tahun yang terbesar dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.

(4)

III. SUMBANGAN KOMODITI MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN a. Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Agustus 2017 mencapai 147,03 dan bulan sebelumnya 147,74 sehingga mengalami penurunan indeks atau deflasi 0,48 persen.

Dari sebelas sub kelompok yang termasuk di dalam kelompok bahan makanan, empat sub kelompok mengalami deflasi antara lain: sub kelompok bumbu-bumbuan 4,44 persen; sub kelompok sayur-sayuran 3,57 persen; sub kelompok lemak dan minyak 2,81 persen; dan sub kelompok ikan segar 0,30 persen. Sedangkan tujuh sub kelompok lainnya mengalami inflasi, yaitu sub kelompok buah-buahan 2,82 persen; sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,70 persen; sub kelompok ikan diawetkan 0,65 persen; sub kelompkok bahan makanan lainnya 0,64 persen; sub kelompok kacang-kacangan 0, 46 persen; serta sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya; dan sub kelompok daging dan hasil-hasilnya masing-masing 0,09 persen.

b. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Agustus 2017 adalah 143,42 dan bulan sebelumnya 142,71 sehingga mengalami inflasi 0,50 persen.

Dari tiga sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, seluruh sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol 1,50 persen; sub kelompok makanan jadi 0,28 persen; dan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,26 persen.

2.86 1.33 3.34 2.93 3.80 1.88 0.66 4.20 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50

Umum / Total Bahan Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok

& Tembakau

Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Sandang Kesehatan Pendidikan,

Rekreasi dan Olah Raga Transpor. Komunikasi dan Jasa Keuangan Per sen Grafik 2

(5)

c. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan Agustus 2017 adalah 128,16 dan bulan sebelumnya 128,07 sehingga mengalami inflasi 0,07 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,40 persen; sub kelompok biaya tempat tinggal 0,08 persen; dan sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,01 persen. Sementara sub kelompok perlengkapan rumahtangga mengalami deflasi 0,22 persen.

d. Sandang

Indeks kelompok sandang pada bulan Agustus 2017 adalah 122,15 dan bulan sebelumnya 121,71 sehingga mengalami inflasi 0,36 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, seluruh sub kelompok mengalami inflasi, yaitu sub kelompok sandang anak-anak 0,80 persen; sub kelompok sandang laki-laki 0,08 persen; dan sub kelompok sandang wanita 0,04 persen.

e. Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Agustus 2017 adalah 122,68 dan bulan sebelumnya 121,65 sehingga mengalami inflasi 0,02 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu sub kelompok mengalami inflasi, yaitu sub kelompok obat-obatan 0,25 persen. Sedangkan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika deflasi 0,04 persen.

f. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Agustus 2017 adalah 110,85 dan bulan sebelumnya sebesar 110,84 sehingga kelompok ini mengalami inflasi 0,01 persen.

Dari lima sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, hanya sub kelompok perlengkapan/ peralatan pendidikan mengalami inflasi 0,21 persen. Sementara sub kelompok rekreasi mengalami deflasi 0,04 persen.

g. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Indeks kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan pada bulan Agustus 2017 mencapai 125,63 dan bulan sebelumnya 125,17 sehingga kelompok ini mengalami inflasi 0,37 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok transpor 0,61 persen; sub kelompok jasa keuangan 0,20 persen; dan sub kelompok komunikasi dan pengiriman 0,02 persen. Sedangkan satu sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks.

(6)

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen DKI Jakarta Bulan Juli 2017 dan Agustus 2017, Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi Agustus 2017 (2012 =100) Kelompok/Sub Kelompok DKI Jakarta Indeks Juli 2017 Indeks Agt 2017 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 129.71 129.88 0.13 0.13 I. BAHAN MAKANAN 147.74 147.03 -0.48 -0.08

a. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya 139.08 139.20 0.09 0.00

b. Daging dan Hasil-hasilnya 144.82 144.95 0.09 0.00

c. Ikan Segar 145.73 145.29 -0.30 -0.01

d. Ikan Diawetkan 169.07 170.17 0.65 0.01

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 133.42 134.36 0.70 0.02

f. Sayur-sayuran 179.78 173.37 -3.57 -0.06

g. Kacang-kacangan 135.05 135.67 0.46 0.01

h. Buah-buahan 159.14 163.63 2.82 0.05

i. Bumbu-bumbuan 173.57 165.87 -4.44 -0.07

j. Lemak dan Minyak 127.18 123.61 -2.81 -0.03

k. Bahan Makanan Lainnya 131.53 132.37 0.64 0.00

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 142.71 143.42 0.50 0.08

a. Makanan Jadi 148.78 149.20 0.28 0.03

b. Minuman Tidak Beralkohol 125.59 125.92 0.26 0.01

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 143.28 145.43 1.50 0.04

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR 128.07 128.16 0.07 0.02

a. Biaya Tempat Tinggal 118.55 118.64 0.08 0.01

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 153.27 153.29 0.01 0.00

c. Perlengkapan Rumahtangga 120.86 120.59 -0.22 -0.01 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 127.87 128.38 0.40 0.01 IV. SANDANG 121.71 122.15 0.36 0.03 a. SandangLaki-Laki 121.27 121.37 0.08 0.00 b. Sandang Wanita 118.66 118.71 0.04 0.00 c. Sandang Anak-Anak 115.41 116.33 0.80 0.01

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 125.24 125.83 0.47 0.02

V. KESEHATAN 121.65 121.68 0.02 0.00

a. Jasa Kesehatan 113.38 113.38 0.00 0.00

b. Obat-obatan 114.79 115.08 0.25 0.00

c. Jasa Perawatan Jasmani 137.48 137.48 0.00 0.00

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 129.63 129.58 -0.04 0.00

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 110.84 110.85 0.01 0.00

a. Pendidikan 116.45 116.45 0.00 0.00

b. Kursus-kursus/Pelatihan 102.94 102.94 0.00 0.00

c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 106.54 106.76 0.21 0.00

d. Rekreasi 106.80 106.76 -0.04 0.00

e. Olahraga 105.06 105.06 0.00 0.00

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 125.17 125.63 0.37 0.08

a. Transpor 139.26 140.11 0.61 0.08

b. Komunikasi dan Pengiriman 103.88 103.90 0.02 0.00

c. Sarana dan PenunjangTranspor 132.52 132.52 0.00 0.00

(7)

Tabel 4

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi, Agustus 2017 untuk 82 Kota

No Kota Pering kat IHK Agustus 2017 Inflasi Agustus 2017 No Kota Pering Kat IHK Agustus 2017 Inflasi Agustus 2017 (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) 1 MEULABOH 15 128.30 0.24 42 KEDIRI - 125.70 -0.17

2 BANDA ACEH 8 123.11 0.42 43 MALANG - 130.01 -0.57

3 LHOKSEUMAWE 1 125.68 1.09 44 PROBOLINGGO - 125.86 -0.19

4 SIBOLGA 3 132.94 1.01 45 MADIUN - 127.55 -0.16

5 PEMATANG SIANTAR 4 134.16 0.83 46 SURABAYA - 129.51 -0.19

6 MEDAN 2 133.87 1.06 47 TANGERANG - 136.35 -0.07 7 PADANGSIDIMPUAN 7 127.50 0.43 48 CILEGON 19 136.58 0.21 8 PADANG - 134.25 -0.36 49 SERANG 27 138.64 0.12 9 BUKITTINGGI 12 126.23 0.28 50 SINGARAJA 6 137.26 0.49 10 TEMBILAHAN 5 133.96 0.80 51 DENPASAR 13 126.05 0.26 11 PEKANBARU 20 131.26 0.20 52 MATARAM - 127.17 -0.38 12 DUMAI 24 132.13 0.14 53 BIMA 14 132.22 0.25 13 BUNGO - 128.34 -0.19 54 MAUMERE 28 123.09 0.12 14 JAMBI - 127.98 -0.19 55 KUPANG - 129.12 -0.61 15 PALEMBANG - 127.30 -0.20 56 PONTIANAK 25 139.80 0.14 16 LUBUKLINGGAU 16 127.36 0.23 57 SINGKAWANG 23 130.31 0.18 17 BENGKULU 22 138.86 0.19 58 SAMPIT - 130.19 -1.09

18 BANDAR LAMPUNG - 129.95 -0.42 59 PALANGKARAYA 29 127.09 0.12

19 METRO - 136.31 -0.13 60 TANJUNG - 129.73 -0.29

20 TANJUNG PANDAN - 137.94 -0.70 61 BANJARMASIN 34 130.44 0.03

21 PANGKAL PINANG - 134.88 -0.78 62 BALIKPAPAN - 133.25 -0.62

22 BATAM 35 129.50 0.01 63 SAMARINDA - 133.21 -0.03

23 TANJUNG PINANG 21 128.73 0.20 64 TARAKAN - 140.32 -0.80

24 DKI JAKARTA 26 129.88 0.13 65 MANADO - 129.61 -0.21

25 BOGOR - 129.66 -0.36 66 PALU 32 132.23 0.05 26 SUKABUMI 30 129.15 0.09 67 BULUKUMBA 10 136.39 0.39 27 BANDUNG 31 128.07 0.06 68 WATAMPONE 11 126.91 0.30 28 CIREBON - 125.61 -0.28 69 MAKASSAR - 130.71 -0.34 29 BEKASI - 125.80 -0.10 70 PARE-PARE - 125.32 -0.33 30 DEPOK - 128.55 -0.22 71 PALOPO 33 127.53 0.05 31 TASIKMALAYA 17 128.23 0.23 72 KENDARI - 126.86 -1.48 32 CILACAP - 131.79 -0.23 73 BAU-BAU - 132.46 -1.76 33 PURWOKERTO - 126.78 -0.54 74 GORONTALO - 126.20 -0.97 34 KUDUS - 135.38 -0.16 75 MAMUJU 9 129.54 0.42 35 SURAKARTA - 124.72 -1.02 76 AMBON - 128.03 -2.08 36 SEMARANG - 127.63 -0.48 77 TUAL - 151.21 -2.05 37 TEGAL - 126.04 -0.30 78 TERNATE - 132.53 -1.51 38 YOGYAKARTA - 126.61 -0.45 79 MANOKWARI - 123.32 -1.30 39 JEMBER - 125.76 -0.09 80 SORONG - 129.08 -0.40 40 BANYUWANGI - 125.12 -0.11 81 MERAUKE - 132.36 -0.88 41 SUMENEP - 125.85 -0.25 82 JAYAPURA 18 129.87 0.22

(8)

2. 44 2. 29 1. 05 1. 03 0. 94 0. 91 0.86 0. 86 0. 80 0.75 0. 60 0. 600. 58 0. 57 0. 55 0. 54 0. 53 0. 50 0. 50 0. 48 0. 47 0. 46 0. 43 0. 41 0. 40 0. 38 0. 37 0. 35 0. 34 0. 32 0. 31 0. 31 0. 30 0. 30 0. 30 0. 28 0. 26 0. 21 0. 19 0. 18 0. 17 0. 15 0. 15 0.15 0. 14 0. 14 0. 13 0. 12 0. 10 0. 10 0. 09 0. 07 0. 06 0. 05 0. 05 0. 05 0. 05 0. 03 0. 01 -0.0 7 -0 .0 7 -0 .0 9 -0.11 -0 .1 2 -0 .1 2 -0.1 3 -0 .1 4 -0.1 7 -0 .2 0 -0.2 2 -0 .2 3 -0 .2 4 -0.2 7-0 -0.27 .3 2 -0 .3 3 -0.3 9 -0.4 4 -0 .5 0 -0.5 2 -1.1 3 -1.5 0 -2 .0 0 -1 .5 0 -1 .0 0 -0 .5 0 0. 00 0. 50 1. 00 1. 50 2. 00 2. 50 LH OK SEU MA WE MED AN SIB OLG A PE MA T A NG SIA NTA R T EM BIL AH AN SIN GA RA JA PA DA NG SID IM PU AN BA ND AA CE H MA MU JU BU LU KU MB A WA T A MP ON E BU KIT T IN GG I DEN PA SA R BIM A MEU LA BO H LU BU KL IN GG AU T A SIK MA LA YA JA YA PU RA CIL E G ON PE KA NB AR U T A NJU NG PIN AN G BE NG KU LU SIN GK AW AN G DU MA I PO NTI AN AK DK IJ AK AR T A SER AN G MA UM E R E PA LA NG KA RA YA SU KA BU MI BA ND UN G PA LU PA LO PO BA NJA RM AS IN BA T A M SA MA RIN DA T A NG ER AN G JE MB ER BE KA S I BA NY UW AN GI MET RO KU DU S MA DIU N KE DIR I BU NG O JA MB I PR OB OLI NG GO SU RA BA YA PA LEM BA NG MA NA DO DEP OK CIL AC AP SU MEN E P CIR E B ON T A NJU NG T EG AL PA RE -P AR E MA KA SSA R PA DA NG BO GO R MA T A RA M SO RO NG BA ND AR LA MP UN G YO GY AK AR T A SEM AR AN G PU RW OK E R T O MA LA NG KU PA NG BA LIK PA PA N T A NJU NG PA ND AN PA NG KA LP IN AN G T A RA KA N MER AU KE GO RO NTA LO S U RA KA RT A SA MP IT MA NO KW AR I KE ND AR I T ER NA T E BA U-B AU T U AL AM BO N Pe rs en

G

ra

fik

3

Pe

rb

an

di

ng

an

In

fla

si

un

tu

k

82

Ko

ta

Bu

la

n

Ag

us

tu

s2

01

7

% pe ru ba ha n te rh ad ap Ju li 20 17

(9)

BPS Provinsi DKI Jakarta Jl Salemba Tengah No. 36-38 Jakarta Pusat 10440 Homepage:

http://jakarta.bps.go.id

Dewi Kundalini Saraswati, SE Kepala Bidang Statistik Distribusi

Telp: 021-37928493, Pesawat 500

Referensi

Dokumen terkait

Penggunaan superdisintegrant yaitu Explotab ® dalam formulasi dapat meningkatkan waktu hancur tablet, Explotab ® adalah salah satu dari super disintegrant yang efektif

Sistem saraf pada Coelenterata Pada Coelenterata akuatik seperti Hydra, ubur-ubur dan Anemon laut pada Mesoglea yang terletak diantara epidermis (ektoderm)

Penemuan ini memberikan arti bahwa teori keagenan yang dikembangkan tidak dapat mengurangi biaya keagenan yang terjadi antara investor dengan manajer, walaupun

Nilai moral “ sopan santun “ terdapat dalam film La Vie En Rose. Sikap dan perilaku yang tertib sesuai dengan adat istiadat atau norma – norma yang berlaku didalam masyarakat.

ini ke dalam seni kriya dengan media kulit sebagai objek penerapan konsep tersebut. Kulit yang digunakan dalam penciptaan karya berupa kulit yang diolah dengan teknik

Proses transfer gen dari Agrobacterium tumefaciens ke dalam genom tanaman terjadi melalui beberapa tahap yaitu kolonisasi bakteri, induksi sistem virulensi bakteri,

Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian lebih lanjut adalah analisis deskriptif tentang konsep – konsep model RIDEE (Reading, Identify, Define,

Persentase jumlah guru mata pelajaran yang memiliki dokumen perencanaan proses pembelajaran yang sesuai dengan roh KTSP (berbasis kompetensi, menganut paham konstruktivistik,