• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI DAN PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM SEKAR ANYAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI DAN PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM SEKAR ANYAR"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Uswatun Hasanah1, Hikmatussolehah2, Nurul faiseh3, Adisyah4, Muzayyanah5, Sri Astutik6, Erna elfiana7, Nawamah8, Istianah9,

Syafa’ah10,Vina maulidatul M11, Merie satya angraini12 STAI Miftahul Ulum Pamekasan

Email Author

[email protected], [email protected],

[email protected], [email protected],

[email protected], [email protected],

[email protected], [email protected], [email protected],

[email protected], [email protected],

[email protected]

Abstrak

Tujuan pengabdian ini adalah untuk membentuk kepribadian kepribadian yang memiliki jiwa keperdulian terhadap sesama serta mengimplementasikan pengetahuan yang mahasiswa miliki. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang terjadi pada santri di PP Sekar anyar yaitu (1) Santri memiliki krakter yang kurang baik dalam hal budi pekerti, (2) Kurang optimalnya lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai, cita-cita dan motivasi yang akan mendorong santri memiliki kepribadian yang baik, (3) kurangnya pengetahuan para pengurus mengenai cara membentuk krakter santri agar memiliki kepribadian yang baik dalam hal budi pelerti. PP Sekar anyar memiliki kurikulum yang lebih mengutamakan pendidikan krakter dalam proses pembelajarannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dangan pendekatan kualitatif untuk lebih menggali inti dari permasalahan penelitian dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara pada pengelola, pengajaran dan santri sebagai objek pendidikan. Hasil penelitian yang di dapat

(2)

bentuk-bentuk pengembangan krakter santri meliputi : (a) Santri diberi amanah untuk terus mengadakan acara muballighin setiap setengah bulan, (b) Santri dianjurkan untuk tetap mengikuti praktek ubudiyah, (c) Santri tetap dianjurkan untuk mengikuti ajian kitab di dukung dengan bimbingan Al miftah lilulum.

Kata Kunci:. Karakter santri, Pendidikan Karakter, Pondok

Pesantren

Abstract

The purpose of this service is to form a personality personality that has a spirit of caring for others and implements the knowledge that students have. This research is motivated by a phenomenon that occurs in students in PP Sekar Newar, namely (1) Santri have poor character in terms of character, (2) Less optimal educational institutions in instilling values, ideals and motivation that will encourage The students have a good personality, (3) lack of knowledge of the administrators about how to form the character of the santri in order to have a good personality in terms of character. PP Sekar Anyar has a curriculum that prioritizes character education in the learning process. The research method used is descriptive method with a qualitative approach to further explore the core of the research problem with data collection techniques using interviews with managers, teaching and students as educational objects. The results of the research in the forms of character development of students include: (a) Santri are given the mandate to continue to hold preaching events every half month, (b) Santri are encouraged to continue to follow the ubudiyah practice, (c) Santri are still encouraged to follow the teachings of the book in support with the guidance of Al miftah lilulum.

(3)

Keywords: Character of students, character education, Islamic boarding schools

PENDAHULUAN

Pada era saat ini sangat mendorong suatu terjadinya persaingan yang sangat kuat dalam segala bidang, termasuk bidang pendidikan. Agar dapat bertahan dan dapat memenangkan persaingan di era ini tentu saja dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan siap berkompetisi agar tidak terpinggirkan oleh bergulirnya perubahan zaman.1

Pendidikan tidak dapat terpisahkan dari kenyataan suatu kehidupan di masa yang akan mendatang, yakni masa di mana anak didik itu mengarungi kehidupan. Oleh karena itu pendidikan harus ada suatu perubahan untuk kehidupan lebih baik pada masa yang akan mendatang, begitu pula penanaman nilai-nilai yang mampu membekali kehidupan dimasa datang, yang bersumber dari agama juga harus diberikan.2 Pendidikan yang basisnya agama m erupakan suatu fungsi untuk menyiapkan kualitas SDM yang tinggi, baik hal itu untuk menguasai pada ilmu pengetahuan, tekhnologi ataupun sikap, moral dan juga karakter.3

Pesantren merupakan suatu lembaga yang bisa membantu terbentuknya karakter seseorang, pesantren juga merupakan lembaga

1Sri Sumarni, dkk., Peta Sumber Daya Manusia Universitas Islam Negeri Sunan

Kalijaga Yogyakarta, Laporan penelitian Proyek Peningkatan Perguruan Tinggi

Agama IAIN Sunan Kalijaga, (Yogyakarta: 2004), 1

2Azizy Qodry, Melawan Globalisasi Reinterpretasi Ajaran Islam. (Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2004), 70

3Muchlas Samani dan Hariyanto, Konsep dan model Pendidikan Karakter.

(4)

paling tua yang melekat dalam perjalanan kehidupan manusia, ia dipandang sebagai lembaga ritual, dan lembaga pembinaan moral. Dalam struktur pendidikan nasional, pondok pesantren merupakan mata rantai yang penting, karena pondok pesantren telah secara signifikan ikut andil dalam upaya ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.4Pendidikan yang ada di pesantren lebih mudah untuk membentuk karakter santri-santrinya, karena institusi pendidikan yang namanya pesantren ini memakai sistem asrama yang memungkinkannya untuk mengimplemintasikan nilai-nilai dan pandangan dunia yang dianutnya dalam kehidupan keseharian santri yang berada di pondok pesantren. Yang merupakan suatu bagian contoh dari nilai-nilai yang berperan sangat penting pada membentukan karakter santri yang hidup di pesantren yaitu adalah nilai-nilai yang biasa disebut dengan istilah “panca-jiwa” pesantren. Jadi Nilai-nilai inilah yang menjadi suatu landasan dan suatu motor penggerak semua aktivitas yang berada ada di pesantren. Yang pacajiwa pesantren tersebut yakni: (a) kesederhanaan, (b)keikhlasan, (c)persaudaraan, (d) kemandirian, dan yang terakhir (e) kebebasan untuk menentukan lapangan sebuah perjuangan dan juga kehidupan.5

Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sekar Anyar Merupakan suatu lembaga yang bergerak di bidang keagamaan dan pendidikan pondok pesantren yang terletak di Jl.KH.Moh. Sa’ed Pangdlupang,

4Rohadi, Rekonstruksi Pesantren Masa Depan, (Jakarta : PT. Listarafiska Putra,

2008), IV

5 H.A Rodli Makmun Pembentukan Karakter Berbasis Pendidikan pesantren

(5)

Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, yang mana pesantren ini sedang mempersiapkan santrinya bekal agar memiliki Karakter-karakter yang membentuk santrinya melalui program-program pengabdian, yang diselenggarakan oleh (KPM) Kuliah Pengabdian Masyarakat STAI-Miftahul Ulum Pamekasan.

METODE PENELITIAN.

Adapun metode dalam penelitian ini adalah penelitian adalah kualitatif deskriftif, yaitu penelitian menggambarkan suatu objek yang berkenaan dengan maslah yang diteliti tanpa mempermasalhkan hubungan antar vareabel penelitian.6Penelitian ini juga menggunakan data dokumen, yang jenis datanya berupa: junal, surat-surat, hasil rapat, memo, dan bentuk laporan pogram. Sumber data yang digunakan ada dua, yaitu: 1). Data primer, yang mana data in diperoleh dari penelitian secara langsung melalui narasumber terpercaya. 2). Data sekunder, yang mana data ini diperoleh secara tidak langsung, tetapi melalui media perantara seperti berita acara, internet, buku dan lainnya.

Metode yang dipakai oleh peneliti dalam pengumpulan sumber data yaitu:7

6Sanapiah Faisol, format-format penelitian social, jilid 1, (Jakarta: Rajawali Press,

1992), 18.

(6)

1. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survei yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subyek penelitian.

2. Observasi merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan langsung. Peneliti melakukan pengamatan ditempat menggunakan alat yaitu pancaindra.

PEMBAHASAN

Pembentukan Karakter Santri Dan Pendidikan

Secara bahasa, karakter berarti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak.8Dalam strategi pesantren dalam membentuk karakter atau

akhlakul karimah adalah dengan cara ibdak bi nafsik yaitu baik itu

pengasuh, ustadz dan pengurus pondok di sekar anyar, pengurumemberikan contoh secara langsung kepada santri-santrinya tentang bagaimana berakhlakul karimah. Namun apabila ketahuan pelanggaran akhlakul karimah tersebut maka santri akan mendapatkan teguran/pendekatan. Apabila tidak ada perubahan pada anak maka ada laporan atau kerja sama dengan orang tua Adapun untuk pencapaian yang tidak bisa diukur kita banyak mendengar dari masyarakat bahwa ada perbedaan yang mencolok dalam hal akhlakul karimah antara anak yang belajar di pondok dengan anak di luar pondok Faktor yang paling dominan dalam pembentukan karakter di dalam proses

8Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Gramedia Pustakatama, 2008),

(7)

pembelajaran.9Karakter dimaknai sebagai cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk hidup bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.10Lebih jauh karakter dapat dimaknai sebagai nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan, yang membedakannya dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.11

Dari dua pengertian di atas, lahir pemahaman tentang karakter yang lebih realistis dan utuh, yakni kondisi kejiwaan yang belum selesai. Karakter dalam pengertian ini dipandang merupakan kondisi kejiwaan yang bisa diubah dan disempurnakan. Bahkan karakter bisa pula ditelantarkan sehingga tidak ada peningkatan mutu atau bahkan terpuruk.12

Mengutip Lickona, Saptono menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja untuk mengembangkan karakter yang baik (good character) berlandaskan kebajikan-kebajikan (core virtues) yang secara objektif baik bagi individu maupun masyarakat.13 E. Mulyasa mengemukakan bahwa pendidikan karakter merupakan penanaman kebiasaan (habit) tentang hal-hal yang baik dalam kehidupan, sehingga seseorang memiliki

9Imam Barizi, wawancara ,(Pengurus pp sekar anyar:Pamekasan 29 Januari 2021) 10Muchlas samani dan Hanriyanto, Konsep dan Model Pendidikan (Bandung:

Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 41

11Ibid., hlm. 43.

12Saptono, Dimensi-dimensi Pendidikan Karakter: Wawasan, Strategi, dan langkah

Praktis (Jakarta: Esensi Divisi Penerbit Erlangga, 2011), hlm. 18

(8)

kesadaran dan pemahaman yang tinggi, serta kepedulian dan komitmen untuk menerapkan kebajiakan dalam kehidupan sehari-hari.14

Ada empat alasan mendasar mengapa lembaga pendidikan pada saat ini perlu lebih bersungguh-sungguh menjadikan dirinya tempat terbaik bagi pendidikam karakter. Keempat alasan itu adalah: (a) karena banyak keluarga (tradisional maupun non-tradisional) yang tidak melaksanakan pendidikan karakter; (b) Sekolah tidak hanya bertujuan membentuk anak yang cerdas, tetapi juga anak yang baik; (c) kecerdasan seseorang hanya bermakna manakala dilandasai dengan kebaikan; (d) karena membentuk anak didik agar berkarakter tangguh bukan sekedar tambahan pekerjaan bagi guru, melainkan tanggungjawab yang melekat pada peran seorang guru.15

Atas dasar itu, pendidikan karakter bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, lebih dari itu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang hal mana yang baik sehingga peserta didik menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah, mampu merasakan(afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor). Dengan kata lain, pendidikan karakter yang baik harus melibatkan bukan saja aspek “pengetahuan yang baik (moral knowing), akan tetapi juga “merasakan dengan baik atau loving good (moral feeling), dan perilaku yang baik (moral action). Pendidikan karakter menekankan

14E. Mulyasa, Manajemen Pendidikan Karakter (Jakarta: Bumi Aksara, 2011),

hlm.3.

(9)

pada habit atau kebiasaan yang terus-menerus dipraktikkan dan dilakukan.16

Model Pendidikan Di Pondok Pesantren Sekar Anyar

Berikut adalah beberapa metode pembelajaran yang menjadi ciri has pembelajaran dipesantren:

a) Metode sorogan

Sorogan berasal dari kata sorog ( bahasajawa ), yang berarti menyodorkan, sebab setiap santri menyodorkan kitabnya dihadapan kiai atau pembantunya (badal atau asisten kiai), system sorogan ini termasuk belajar secara individual, diamana seorang santri berhadapan dengan seorang guru dan terjadi interaksi saling mengenal antara keduanya.

Pembelajaran dengan system sorogan ini biasanya diselenggarakan pada ruang tertentu. Ada tempat duduk kiai atau ustadz, didepannya ada meja pendek untuk meletakkan kitab bagi santri yang menghadap. Setelah kiai atau ustadz membacakan teks dalam kitab kemudian santri mengulanginya, sedangkan santri-santri lainnya, baik yang mengaji kitab yang sama ataupun yang berbeda duduk agak jauh sambil mendengarkan apa yang disampaikan oleh kiai atau ustadz. Metode sorogan dilakukan secara bebas (tidak ada paksaan ,dan bebas dari hambatan formalitas.

16Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat

Kurikulum dan Perbukuan, Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter: Berdasarkan Pengalaman di satuan Pendidikan Rintisan (Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2011), hlm. 1

(10)

b) Metode wetonan/ bandongan

Wetonan istilah ini berasal dari kata wektu (bahasa jawa) yang berarti waktu, sebab pengajian tersebut diberikan pada waktu- waktu tertentu, yaitu sebelum ataupun sesudah melakukan sholat fardhu. Metode wetonan ini merupakan metode kuliah, diamna para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kiai yang menerangkan pelajaran secara kuliah, santri menyimak kitab masing- masing dan membuat catatan padanya. Istilah watonan ini di jawa barat disebut dengan bandongan.

Peleksanaan metode ini yaitu: kiai membaca, menerjemah, menerangkan dan seringkali mengulas teks- teks kitab berbahasa arab tanpa harkat (gundul). Santri dengan memegang kitab yang sama, masing- masing melakukan pendhabitan harkat kata yang langsung dibawah kata. Metode ini digunakan pada pondok-pondok pesantren salaf.

c) Metode musyawarah / bahtsulmasa’il

Metode musyawaroh atau dalam istilah lain bahtsulmasa’il merupakan metode pembelajaran yang lebih mirip dengan metodediskusi atau seminar .beberapa orang santri dengan jumlah membentuk halaqoh yang di pimpin langsung oleh kyai atauustadz, atau mungkin juga senior, untuk membahas atau mengkaji suatupersoalan yang telah ditentukan sebelumnya

(11)

.dalam pelaksanaanya ,para santri dengan bebas mengajukan pertanyaan atau pendapatnya.17

PROGRAM PENDIDIKAN SANTRI BANIN DAN BANAT SETIAP MINGGUNYA

a) Muballighin

Kegiatan dakwah yang dilaksanakan secara rutin pada setengah bulan sekali, selain itu oleh lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) Pondok pesantren sekar anyar merupakan sebuah media pembelajaran para santri khususnya agar bisa memahami kondisi masyarakat pada era seperti ini, sehingga bisa mempersiapkan diri untuk mengais banyak ilmu yang dibutuhkan sebagai bekal.

b) Praktek Ubudiyah

Pengurus ubudiyah pondok pesantren sekar anyar menggelar praktek sholat massal untuk santri baru yang bertempat di musollah. Tujuan utama pelaksanaan praktek sholat ini tidak lain hanya untuk membenahi sholat santri baru yang belum sempurna. c) Praktek Muamalah

Muamalah merupakan peraturan-peraturan Allah SWT. Yang harus di ikuti dan ditaati dalam hidup masyarakat. Contoh muamalah dalam kehidupan

(12)

sehari-hari berdasarkan definisi ini meliputi interaksi hidup bertetangga atau berteman.

d) Al Miftah lil Ulum

Metode Al Miftah lil Ulum merupakan rangkuman padat dari kitab jumriyah, imtithi, dan alfiyah, oleh sebab itu dalam metode ini tidak dimunculkan istilah-istilah baru dalam ilmu nahwu bahkan tetap mempertahankan keoriginalan istilah dari kitab nahwu klasik.

e) Olahraga ( senam )

Senam merupakan suatu cabang olahraga yang melibatkan performa gerakan yang dibutuhkan kekuatan kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur.

f) Ngaji kitab ke pengasuh

Kegiatan ngaji kitab ke pengasuh merupakan program pengajian kitab karya para ulama’ klasik di berbagai bidang studi islam yang dibimbing langsung oleh pengasuh atau pimpinan pondok pesantren sekar anyar.18

TIPE PENDIDIKAN PESANTREN

Menurut Peraturan Mentri Agama Nomor 3 Tahun1979, pondok pesantren dibagi menjadi empat tipe:

(13)

1. Tipe A, yaitu pondok pesanten dimana santri belajar dan bertempat tinggal diasrama lingkungan pondok pesantren dengan pembelajaran secara tradisional.

2. Tipe B, yaitu pembelajaran secara klasikal oleh kyai.

3. Tipe C, yaitu pesantren disini hanya merupakan asrama sebagai tempat tinggal sedangkan para santrinya belajar dan menuntut ilmu di luar.

4. Tipe D, yaitu pondok pesantren yang berfungsi ganda dalam sistem pondok dan sistem sekolah atau madrasah.

PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM SEKAR ANYAR

a. Sejarah Berdirinya

Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sekar Anyar Merupakan suatu lembaga yang bergerak di bidang keagamaan dan pendidikan pondok pesantren yang terletak di Jl.KH.Moh. Sa’ed Pangdlupang, Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Menurut hasil wawancara awal mulanya pesantren ini bernama Cen Tampes, latar belakang perubahan nama belum diketahui secara pasti. Pesntren ini berdiri sekitar tahun 1917, Sebelum berdirinya ORMAS NU. Yang didirikan oleh KH.Abdurrohman Bin Bakri. Dan adapun faktor pendukung dari pondok pesantren sekar anyar yakni sebagai berikut :

1. KH.Abdurrohman Bin Bakri di PP. Sekar Anyar

2. KH.Abd.Rohman adalah Pendiri pertama PP Sekar Anyar. Pada waktu itu KH.Abd.Rohman yang merupakan kerabat

(14)

atau golongan keluarga dari Pondok Pesantren Banyu Ayu yang kemudian menikah degan Nyai.Khozaimah, dulu KH.Abdurrohman sangat berbaur dengan masyarakat di sekitar, karna disamping itu beliu menjadi penghulu, lalu di beri kepercayaan atau di tunjuk oleh masyarakat sekar anyar untuk menetap sekaligus mendirikan majlis ilmu. KH.Abd.Rohman memiliki putra putri yang berjumlah tujuh, lima putra dan dua putri. putranya bernama K.Jufri Bin Abdurrohman, K.Saed, K.Nasir dan dua almarhum, sedangkan putrinya bernama Nyai Hafila dan Nyai Jami’ah.19 Pada masa beliau jumlah santri sekitar 20-an, sepuluh santri putri dan sepuluh santri putra. pendidikan pada saat itu masih menggunakan metode sorogan, watonan meneruskan jejak K. Abd Rohman. Program lain yang di tambah oleh K. Saed diantaranya Fatayat NU dan Muslimat setiap setengah bulan bergantian. KH.Abd.Rohman wafat sekitar tahun 70-an, setelah itu di ganti oleh putra tertuanya yang bernama KH. Jufri babdurrohman.

3. Generasi kepemimpinan pengasuh di PP. Sekar Anyar KH. Jufri babdurrohman Merupakan Pengasuh pengganti dari KH.Abd.Rohman sesudah wafat. Pada masa itu program-program pondok pesantren sekar anyar masih

(15)

melanjutkan program-program pada masa kepemimpinan KH.Abdurrohman karena staturnya dari KH. Jufri ini hanyalah penggati dari Abahnya yang telah wafat, Namun tidak lama dari itu KH. Jufri pindah ke Bringin Anom Pamoroh Kadur pamekasan.

Kemudian setelah itu di ganti oleh putra yang bungsu dari ke 5 bersaudara tersebut, Yaitu KH.Said abdurrohman merupakan pengasuh kedua pondok pesantren sekar anyar, namun diwaktu kepemimpinannya ajal lebih dahulu menjemputnya, dari saudara-saudara dari beliau. KH, Sa’ed mempuyai tiga putra yaitu K.H.Afifur rohman, K.H.Muhammad dan K. Sofaur rohman. Dan kemudian setelah wafatnya beliau kepemimpinan pondok pesantren sekar anyar di percayakan kepada putra yang ke 4 yaitu KH, Nasiruddin Abdurrohman namun KH nasir ini hanyalah pengganti sementara, Karena pada saat iyu KH. Yang Wafat ke tiga putranya masih sangat kecil-kecil dan masih Yatim . Karena disamping itu KH, Nasir juga mendirikan pondok pesantren yang bernama PP. Ombul sari Tlambah sampang. Sedangkan ke dua besaudara, yang merupakamn putri ke dua dan juga ke tiga beliau yaitu Nyai Hj. Jami’ah abdurrahman dan Nyai Hj.Hafilah Abdurrohman , Yang mana beliau mendirikan Pondok Pesantren Yang bernama, PP. Karang Durin Tlambah Karang Penang Sampang Dan PP. Taman sari Palengaaan

(16)

Laok pamekasan. Yang kesemua Putra putri dari beliau teah Meninggal. Dan kepemimpinan PP Sekar anyar Saat ini di percayakan kepada ketida putra dari KH. Moh Said abdurrohman. yaitu K.H.Afifur rohman, K.H.Muhammad dan K. Sofaur Rohman.

KESIMPULAN

Pesantren merupakan suatu lembaga yang bisa membantu terbentuknya karakter seseorang atau santri didiknya. Karena pesantren juga merupakan lembaga paling tua yang melekat dalam perjalanan kehidupan manusia, ia dipandang sebagai lembaga ritual, dan lembaga pembinaan moral.

Karakter santri lebih banyak dibentuk dari pembiasaan untuk hidup lillahi ta’ala, mengabdi, menghormati, jujur, ikhlas sederhana, mandiri, dan bebas dalam komunitas pesantren.

strategi pesantren dalam membentuk karakter atau akhlakul

karimah adalah dengan cara ibdak bi nafsik yaitu baik itu

pengasuh, ustadz dan pengurus pondok di sekar anyar, pengurumemberikan contoh secara langsung kepada santri-santrinya tentang bagaimana berakhlakul karimah.

NOTASI

Sitasi

Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Gramedia Pustakatama, 2008)

(17)

H.A Rodli Makmun Pembentukan Karakter Berbasis

Pendidikan pesantren Pesantren (Stain Ponorogo: Jurnal, 2014)

Imam Barizi, wawancara ,(Pengurus pp sekar anyar:Pamekasan 29 Januari 2021)

Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter: Berdasarkan Pengalaman di satuan Pendidikan Rintisan (Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2011),

Muchlas samani dan Hanriyanto, Konsep dan Model Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011),

Mulyasa, Manajemen Pendidikan Karakter (Jakarta: Bumi Aksara, 2011

Sanapiah Faisol, format-format penelitian social, jilid 1, (Jakarta: Rajawali Press, 1992),

Saptono, Dimensi-dimensi Pendidikan Karakter

Saptono, Dimensi-dimensi Pendidikan Karakter: Wawasan, Strategi, dan langkah Praktis (Jakarta: Esensi Divisi

Penerbit Erlangga, 2011)

Sri Sumarni, dkk., Peta Sumber Daya Manusia Universitas

Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Laporan penelitian

Proyek Peningkatan Perguruan Tinggi Agama IAIN Sunan Kalijaga, (Yogyakarta: 2004)

(18)

Daftar Rujukan

Azizy Qodry, Melawan Globalisasi Reinterpretasi Ajaran Islam. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004

Muchlas Samani dan Hariyanto, Konsep dan model Pendidikan

Karakter. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011)

Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif , (Bandung : Alfabeta, 2010) Rohadi, Rekonstruksi Pesantren Masa Depan, (Jakarta : PT.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilatar belakangi pelaksanaan kegiatan bimbingan khithabah dalam membentuk rasa percaya diri santri, sehingga rumusan masalah yang diajukan dalam p

Proses Pembentukan Karakter Santri Pondok Pesantren Panggung ...114. Hasil Pembentukan Karakter Santri Pondok Pesantren Panggung

Setiap santri wajib belajar di sekolah baik formal dan/atau non formal diniyah;Setiap santri wajib menegur dan/atau memperingatkan teman/santri lain yang tidak

Selain memberikan hukuman, upaya yang dilakukan adalah memberikan penghargaan atau hadiah. Menghukum setiap kesalahan tapi tidak memberi hadiah atas prestasi bisa membuat

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Ribathi Miftahul Ulum, Kecamatan Dampit Malang, mengenai Model Komunikasi Kyai dan Santri, maka

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Ribathi Miftahul Ulum, Kecamatan Dampit Malang, mengenai Model Komunikasi Kyai dan Santri, maka

Selain pihak-pihak yang terkait dalam membangun karakter santri, terdapat beberapa faktor pendukung dalam membangun karakter santri, seperti dalam hasil wawancara

Metode Tawidiyah Pembiasaan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Taman Sari Jember menggunakan metode pembiasaan kepada santri untuk melatih santri agar memiliki Akhlak Al-Karimah,