Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak 176
VISUALISASI DATA KEPENDUDUKAN (PARSIAL DAN
GEOGRAFIS) MENGGUNAKAN SIG BERBASIS WEB
Priyono1, Rudiyanto2
1,2 Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta 1e-mail: [email protected]
Abstrak
Data kependudukan memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Data kependudukan (jumlah dan kepadatan penduduk) dapat digunakan sebagai bahan perencanaan dan pengembangan wilayah. Keberadaan teknologi SIG dalam bidang kependudukan mampu memvisualisasikan data kependudukan dalam bentuk parsial maupun spasial, sehingga banyak diminati oleh berbagai kalangan stakeholder. Namun demikian, perangkat lunak SIG berbasis desktop yang banyak dipakai selama ini memiliki keterbatasan terutama masalah aksesibilitas dan interoperabilitasnya.Sebagai upaya untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pengembangan aplikasi SIG dapat beralih menggunakan teknologi web. Saat ini tersedia berbagai macam perangkat lunak yang bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi SIG berbasis web. Salah satunya adalah perangkat lunak Quantum GIS. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat visualisasi data kependudukan berbasis web GIS. Metode yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi adalah dengan Rapid Aplication Development (RAD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi SIG berbasis web efektif digunakan untuk visualisasi data kependudukan. Selain itu aplikasi yang dihasilkan lebih mudah diakses dan dioperasikan.
Kata Kunci: perangkat lunak spasial, open source, data kependudukan, web GIS. Abstract
Population data has an important role in supporting national development. Population data (number and population density) can be used as materials for regional planning and development. The existence of GIS technology in the field of residence is able to visualize the population data in the form of partial or spasial, so much in demand by various stakeholders. Nevertheless, the widely used desktop-based GIS software has its limitations mainly on accessibility and interoperability issues. In an effort to overcome these limitations, GIS application development can switch to using web technology. Currently available a variety of software that can be used to develop web-based GIS applications. One of them is Quantum GIS software. The purpose of this research is to make a visualization of GIS web-based population data. The method used in developing applications is with Rapid Application Development (RAD). The results showed that the use of web-based GIS applications effectively used for data visualization of population. In addition the resulting application is more accessible and interoperable.
Keywords: spasial software, open source, population data, GIS web.
PENDAHULUAN
Pada saat ini sebuah agenda reformasi yang penting dilaksanakan oleh Negara Indonesia adalah mewujudkan pemerintahan yang baik atau yang dikenal dengan sebutan good governance. Adapun salah satu ciri good governance tersebut adalah pemerintahan yang memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak 177
Pelayananyang dilakukan pemerintah meliputi semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk di bidang kependudukan (Soleh, 2001: 23)
Salah satu masalah pelik yang dihadapi saat ini adalah masalah kependudukan. Masalah kependudukan menjadi lebih pelik lagi apabila mendekati musim pemilu. Pada saat musim pemilu banyak ditemukanpenduduk yang ber-KTP ganda, penduduk yang belum melakukan rekam data E-KTP dan lainnya. Semakin berkembangnya jumlah penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran, kematian dan migrasimenjadi sebuah pekerjaan tersendiri bagi Pemerintah.Dari data kependudukan dapat diketahui jumlah penduduk usia produktif dan tidak produktif, kepadatan penduduk, mata pencaharian penduduk,jumlah penduduk tidak mampu, jumlah usia sekolah dan lain sebagainya. Data kependudukan sangatlah penting untuk menentukanberbagai kebijakan pemerintahan untuk menyejahterakan masyarakat dan pemerataan pembangunan.
Pengelolaan data kependudukan telah di atur dalam UU No 23 tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan, Sistem InformasiKependudukan adalah
suatu sistem informasi yang pengelolaan, pengkajian, penyimpandan
pengembangan Sistem Informasi Kependudukan untuk tercapai tertib administrasi di bidang kependudukan. Pada Pasal 83 dalam Undang-Undang tersebut lebih dijelaskan tentang Sistem Informasi Administrasi Kependudukan adalah sebagai berikut: (1) Data penduduk yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dan tersimpan di dalam database kependudukan dimanfaatkan untuk kepentingan perumusan kebijakan di bidang pemerintahan dan pembangunan; (2) Pemanfaatan data penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapatkan izin Penyelenggara; dan (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara mendapatkan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Peraturan Menteri.
Pada era komputerisasi ini kemajuan teknologi informasi tidak bisa dipisahkan dari segala bidang, karena dengan adanya aplikasi komputer tersebut dapat meningkatkan kinerja sistem informasi, misalnya data yang diolah menjadi lebih lengkap, akurat, mudah dan tepat waktu, sehingga informasi yang dihasilkan akan dapat mendukung pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kegiatan
Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak 178
manajemen mulai dari perencanaan sampai pada evaluasi. Selain itu melihat informasi jumlah penduduk dan kepadatan penduduk berdasarkan kewilayahan sangat diperlukan untuk memudahkan pelaksanaan perencanaan pembangunan di tiap-tiap wilayah. Saat ini visualisasi data kependudukan juga sudah berbasis sistem informasi dengan tampilan berupa tabel dan grafik.
Upaya meningkatkan visualisasi data kependudukan tersebut maka diperlukan pengembangan sistem informasi berbasis komputer dengan pendekatan spasial (kewilayahan) yakni dengan membuat perangkat lunak yang secara spesifik dapat digunakan untuk memudahkan sharing informasi terkait data kependudukan secara lebih lengkap dan cepat serta dengan penyajian yang menarik.
Pengembangan aplikasi SIG berbasis web untuk visualisasi data
kependudukanakan sangat cocok diterapkan karena sifatnya yang lebih mudah diakses dan dioperasikan apabila dibandingkan dengan SIG berbasis dekstop, sehingga informasi akan mudah diakses oleh semua pengguna dari manapun dan oleh siapapun.
Berdasarkan uraian permaslahan tersebut, maka tujuan utama dari penelitian ini adalah membuat visualisasi data kependudukan (jumlah penduduk, dan kepadatan penduduk) berbasis web GIS dengan memanfaatkan perangkat lunak yang bebas lisensi, yakni Quantum GIS
Penelitian mengenai penerapan E-Government dalam kependudukan telah dilakukan oleh Larasati dan Nurhadrayani (2012) dengan judul penelitiannya
“E-Government Kependudukan Indonesia: Pengembangan Instrumen dan Evaluasi Website Kependudukan Indonesia” dan termuat dalam jurnal Ilmu Komputer
Agri-Informatika yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dari sampel yang diambil hanya 50% BPS Indonesia ditingkat kabupaten atau kota yang mempunyai website yang bisa diakses. Namun, website tersebut baru menyajikan 29% dari 39 variabel kependudukan. Website hanya dapat berfungsi sebagai penyedia informasi kependudukan yang bersifat statis, belum berfungsi sebagai penyedia service online seperti registrasi kelahiran, kematian, pernikahan atau perceraian atau perpindahan penduduk. Masyarakat masih harus mendatangi kantor untuk proses yang
Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak 179
berhubungan dengan kependudukan. Website belum dijadikan sebagai alat komunikasi antara BPS dan pengunjung.
Website BPS berada pada tahap paling awal (web presence). Hasil penelitian
ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 (Nurhadryani 2010). Hal ini menunjukkan bahwa selama 2 tahun terakhir penerapan
e-government melalui website di Indonesia belum memperlihatkan kemajuan yang
signifikan. Saat ini, website BPS dan website pemerintah Indonesia masih dalam tahapmenampilkan informasi statis (web presence). Hal ini menunjukkan
e-government Indonesia memerlukan penanganan yang serius untuk menyajikan
pelayanan online yang memerlukanmanajemen database dan sistem yang lebih kompleks untuk dapat mencapai level interaction dan transaction.
Santosa, dkk. (2008) menyatakan bahwa dalam pembuatan SIG berbasis web untuk penyebaran penduduk berdasarkan tingkat usia di Kabupaten Sleman menerapkan teknologi Web Mapping. Adapun teknologi Web Mapping ini menggunakan perangkat lunak MapServer for Windows (MS4W) versi 4.4 untuk menampilkan peta kartografi dan perangkat lunak ESRI ArcView GIS 3.3 dan untuk proses editing Dataset GIS yang berupa ESRI shapefiles. Macromedia Dreamweaver MX untuk melakukan proses layout web dan penulisan source
programming, pembentukan file fungsi java script serta penulisan file “*.MAP”
.PHP dan MySQL yang digunakan sebagai perangkat lunak pembantu untuk editor programnya dalam membentuk halaman web dengan ekstensi “.PHP” serta pembuatan basis datanya. Microsoft Windows XP Proffesional Version 2002
Service Pack 1 sebagai operating system. Adapun hasil dari pengembangan aplikasi
Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak 180 Gambar 1 Implementasi Halaman Home
(Sumber: Santosa, dkk., 2008)
METODE
Metode Pengembangan Sistem
Pengembangan aplikasi SIG berbasis web untuk visualisasi data kependudukan (parsial dan geografis) di Kabupaten Klaten menggunakan metode
Rapid Aplication Development (RAD). RAD adalah sebuah metode pengembangan
perangkat lunak yang diciptakan untuk menekan waktu yang dibutuhkan untuk mendesain serta mengimplementasikan sistem, informasi sehingga dihasilkan siklus pengembangan yang sangat pendek.
Gambar 2 Pengembangan Sistem dengan Metode RAD (Sumber: Priyono, dkk., 2017)
Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak 181 Penggunaan Perangkat Lunak dalam Desain Sistem
Proses penyusunan program (coding) meliputi penyusunan script PHP untuk menampilkan pemodelan spasial dan non spasial yang melibatkan beberapa program penting, antara lain: (1) Perangkat lunak untuk desain basis data: ArcGIS 9.3, untuk analisis data spasial dan layout peta, Quantum GIS Valmiera, untuk migrasi data shapefile ke RDBMS; (2) Perangkat lunak yang berjalan di server
(server-side), antara lain: MySQL spasial, berfungsi sebagai sistem basis data yang
menyimpan baik data spasial maupun data non-spasial; Apache dan PHP, merupakan perangkat lunak yang berfungsi sebagai server web; dan (3) Perangkat lunak yang berjalan di client (client-side), antara lain: Internet Browser (Microsoft Internet Explorer, Mozila Firefox, Opera, dan lain-lain), digunakan untuk browsing aplikasi; OpenLayers 2.2 untuk visualisasi data spasial; dan Google Map API untuk menyediakan peta dasar.
Basis Data
Basis data yang digunakan dalam aplikasi ini dibagi menjadi dua sub basisdata, antara lain: sub basisdata spasial dan sub basisdata non-spasial. Basisdata spasial dan non spasial dalam penelitian ini berupa data sekunder yang bersumber dari berbagai instansi. Data spasial bersumber dari Badan Informasi Geospasial dan data non spasial bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Klaten. Secara detail mengenai data dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2.
Tabel 1 Data Spasial SIG
Data Cara Memperoleh Sumber
Peta administrasi Klaten skala
1:100.000 Sekunder peta digital
Peta (jalan, jembatan, sungai)
skala 1:100.000 Sekunder peta digital
Subbasis data non-spasial juga terdiri atas data sekunder (Tabel 2). Data sekunder ini bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Klaten.
Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak 182 Tabel 2 Data Non - Spasial SIG
Data Cara Memperoleh Sumber
Data jumlah penduduk
tahun 2016 sekunder BPS Kabupaten Klaten
Data kepadatan penduduk
tahun 2016 sekunder BPS Kabupaten Klaten
HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Daerah Penelitian
Kabupaten Klaten terletak secara geografis antara 110 ̊26’14’’ - 110 ̊48’33’’ Bujur TImur dan 7 ̊32’19’’ - 7 ̊48’33’’ Lintang Selatan. Letak Kabupaten Klaten cukup strategis karena berbatasan langsung dengan Kota Surakarta, yang merupakan salah satu pusat perdagangan dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar dan kota wisata. Wilayah Kabupaten Klaten berbatasan dengan beberapa kabupaten: (1) Sebelah Utara: Kabupaten Boyolali; (2) Sebelah Timur: Kabupaten Sukoharjo; (3) Sebelah Selatan: Kabupaten Gunung Kidul (DI Yogyakarta); dan (4) Sebelah Barat : Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta).
Dari sisi bentangan garis katulistiwa, Kabupaten Klaten terletak antara 7032`19” Lintang Selatan sampai 7048`33” Lintang Selatan dan antara 110026`14” Bujur Timur sampai 110047`51” Bujur Timur. Secara Administrasi, Kabupaten Klaten dibagi menjadi 26 (dua puluh enam) Kecamatan, 391 (tiga ratus Sembilan puluh satu) desa dan 10 (sepuluh) Kelurahan. Jumlah Rukun Tetangga (RT) sebanyak 9.559 RT, dan Rukun Warga (RW) sebanyak 3.663 RW. Jumlah penduduk Kabupaten Klaten pada tahun 2016 adalah sebesar 1.163.218 jiwa. Jumlah penduduk pada tahun 2016 naik sebesar 4.423 jiwa atau 0,38% dari tahun 2015. Kenaikan penduduk tersebut menyebabkan tingkat kepadatan penduduknya menjadi 655,56 jiwa/km2.
Jenis tanah di Kabupaten Klaten, terdiri dari 5 (lima) macam, yaitu: Litosol, Regosol Kelabu, Grumusol Kelabu Tua, Kompleks Regosol Kelabu dan Kelabu Tua, serta Regosol Coklat Kekelabuan. Wilayah Kabupaten Klaten termasuk dalam wilayah DAS Bengawan Solo yaitu Sub DAS Bengawan Solo hulu. Ada beberapa
Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak 183
sumber air yang terdapat di Kabupaten Klaten dan sangat bermanfaat untuk keperluan rumah tangga, irigasi, industri serta kepentingan-kepentingan lainnya. Sungai-sungai besar yang mengalir dari atas pegunungan menuju dan bermuara di Bengawan Solo diantaranya: Kali Dengkeng, Kali Simping, Kali Pusur, Kali Brambang, dan Kali Soko. Sungai-sungai tersebut mempunyai beberapa anak sungai pada bagian hulunya. Kecuali pemanfaatan air beserta sumber-sumber air tersebut, terutama ditujukan untuk menjaga kelestarian serta mencegah pencemaran terhadapnya. Dengan adanya banyak sungai (air permukaan) yang mengalir diwilayah Kabupaten Klaten tersebut akan membawa manfaat dan pengaruh terhadap kedalaman air tanah. Adanya sungai-sungai tersebut merupakan suatu cara untuk menaikkan kedalaman air tanah sebagai discharge atau sebagai pengisi yang merupakan suplai air tanah, di samping untuk kegiatan pengairan serta kegiatan-kegiatan lainnya.
Basis Data
Berdasarkan analisis terhadap kebutuhan sistem selanjutnya dapat diinventarisir kebutuhan data digunakan dalam sistem yang akan dibuat berupa data spasial dan non-spasial (tekstual). Subbasis data spasial dapat dikelompokkan secara tematik sesuai keperluannya antara lain: data informasi umum, dan data informasi jumlah dan kepadatan penduduk (spasial dan non spasial).
Arsitektur Sistem
Adapun arsitektur sistem ini disajikan pada Gambar 3. Database spasial yang tersimpan pada database dapat divisualisikan pada Open Layers (javascript
Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak 184 Gambar 3 Arsitektur Sistem
(Sumber: Priyana, dkk., 2015)
Desain Aplikasi
Desain antarmuka halaman utama (interface) mencakup representasi spasial dan non spasial, menu, dan alat navigasi dan analisis geografis. Secara umum dibagi menjadi 8 bagian utama, antara lain (Gambar 5): 1) Header, footer, dan Title aplikasi; 2) Menu Utama; 4) Menu Navigasi Peta (map tools); 5) Tab layer control, legenda, dan penelusuran data; 6) Layer Control; 7) Ruang Peta (map space); 8) Panel penunjuk koordinat posisi pointer. Secara detail mengenai desain aplikasi dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5.
Gambar 4 Halaman Depan atau Frontend Sistem
Web Server Database
Client Database spatial dan non-spatial PHP MySQL PHP API profile.class profile.jar Internet PHP GML Generato r PHP Browser HTML OpenLayers Interface Generator PHP PHP Open Street Map (basemap) In te rn et
Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak 185 Gambar 5 Tampilan Menu Peta Online
Prototype Aplikasi
Pada tahap ini sudah dibangun prototype aplikasi yang nantinya akan digunakan untuk evaluasi lanjutan tim peneliti. Prototipe aplikasi tersebut tersedia masih dalam server lokal atau belum dionlinekan karena masih pada tahap penyempurnaan dan evaluasi.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan aplikasi SIG berbasis web, sangat efektif untuk memvisualisasikan data kependudukan yang meliputi jumlah dan kepadatan penduduk. Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan program berjalan dengan baik.
Rekomedasi yang bisa diberikan bahwa untuk menampilkan data kependudukan yang interaktif, bisa diakses, dan dioperasikan oleh semua pengguna, teknologi ini layak untuk diimplementasikan dan dikembangkan. Selain itu teknologi yang ditawarkan ini memiliki keunggulan, yakni bebas lisensi atau tidak memerlukan biaya, sehingga bisa dikembangkan oleh siapapun.
DAFTAR PUSTAKA
Demers, M.N. 1997. Fundamentals of Geographic Information System. New York: John Wiley & Sons, Inc
Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak 186
Larasati, Inne, & Nurhadryani, Y. 2012. E-Government Kependudukan Indonesia: Pengembangan Instrumen dan Evaluasi Website Kependudukan Indonesia.
Jurnal Ilmu Komputer Agri-Informatika, 1(1): 13-21.
Nurhadryani, Y. 2010. Assessing the Role of the Internet in the Democratization of
Governance: a Comparative Analysis of the Development of e-Government in Indonesia Since 1998 [disertasi]. Sendai (JP): Tohoku University.
Priyana, Y., Jumadi, Sigit, Agus, A., & Rudiyanto. 2015. Pengembangan Aplikasi SIG Berbasis Web untuk Mendukung Kolaborasi dan Pengambilan Keputusan dalam Pengelolaan Airtanah di Kabupaten Karanganyar.
Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah (ATPW), Surabaya, 11 Juni 2015. Surabaya: Institut Teknologi Surabaya
Santosa, B., Sofyan, H., & Widiyastuti, W.A. 2008. Sistem Informasi Geografis Penyebaran Penduduk berdasarkan Tingkat Usia di Kabupaten Sleman Berbasis Web. Makalah Seminar Nasional Informatika 2008 (semnas IF