ITPC BUSAN
SEPTEMBER 2017
MARKET BRIEF
PAKAIAN JADI
(T-SHIRTS, SINGLETS & OTHER VEST)
DI KOREA SELATAN
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 2 DAFTAR ISI DAFTAR ISI ... 2 DAFTAR TABEL ... 3 DAFTAR GAMBAR ... 4 KATA PENGANTAR ... 5 1 Latar Belakang ... 6
1.1. Profil Singkat Negara ... 6
1.2. Pemilihan Negara ... 7
1.3. Kerjasama Ekonomi Korea Selatan dan Indonesia ... 9
2 Peluang Dan Strategi Penetrasi Pasar ... 11
2.1. Sekilas Mengenai Pakaian Jadi ... 11
2.2. Perdagangan Pakaian Jadi di Dunia ... 11
2.2.1. Tren Pakaian Jadi di Dunia ... 11
2.2.2. Ekspor Impor Pakaian Jadi di Dunia ... 12
2.3. Perdagangan Pakaian Jadi di Korea Selatan ... 14
2.3.1. Tren Penggunaan Pakaian Jadi di Korea Selatan ... 14
2.3.2. Tren Impor Pakaian Jadi di Korea Selatan ... 18
2.4. Perdagangan Pakaian Jadi di Indonesia ... 20
2.4.1. Industri Pakaian Jadi Indonesia... 20
2.4.2. Ekspor Pakaian Jadi Indonesia ... 22
2.5. Kebijakan Tariff ... 23
2.6. Strategi Memasuki Pasar ... 24
3 Regulasi Produk Pakaian Jadi di Korea Selatan ... 28
3.1. Peraturan Umum ... 28
3.2. Prosedur Impor (Import Procedures) ... 29
3.3. Pengurusan Ijin Impor (Import Clearence) ... 31
3.4. Standarisasi Produk Pakaian Jadi di Korea Selatan ... 32
4 Informasi Penting ... 37
4.1. Nama Perwakilan Korea Selatan di Indonesia ... 37
4.2. Nama Perwakilan Indonesia di Korea Selatan ... 37
4.3. Perusahaan Importir Pakaian Jadi di Korea Selatan ... 38
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 3
DAFTAR TABEL 1.1 Peringkat Negara Berdasarkan GDP ... 8
1.2 Perkembangan GDP Korea Selatan tahun 2010 – 2021 ... 9
2.1 Kode HS 6109 dan Deskripsi ... 11
2.2 10 Negara Terbesar Konsumsi T-shirt Tahun 2015... 12
2.3 Perkembangan Ekspor Impor Dunia HS 6109 Tahun 2007 - 2016 ... 13
2.4 Negara Eksportir HS 6109 Tahun 2012-2016 ... 13
2.5 Negara Importir HS 6109 Tahun 2012-2016 ... 14
2.6 Survey Terhadap Konsumsi Rumah Tangga Korea Selatan Tahun 2015 ... 15
2.7 Penjualan Produk Pakaian Jadi di Korea Selatan Tahun 2014 - 2017 ... 16
2.8 Penjualan Online Pakaian Jadi di Korea Selatan Tahun 2015 - 2017... 17
2.9 Perkembangan Impor Korea Selatan HS 6109 Tahun 1998 - 2017 ... 19
2.10 Negara Asal Impor HS 6109 Korea Selatan Tahun 2013 - 2017... 20
2.11 Industri Konveksi KBLI 14111 Skala Besar dan Sedang di Indonesia Tahun 2010 - 2013 ... 21
2.12 Industri Pakaian Jadi KBLI 14 Skala Mikro dan Kecil di Indonesia Tahun 2010 - 2015 ... 21
2.13 Perkembangan Ekspor Indonesia HS 6109 Tahun 2007 - 2016 ... 21
2.14 Nilai Dan Negara Tujuan Ekspor HS 6109 Indonesia Tahun 2012-2016 ... 21
2.15 Pengenaan Tarif Produk HS 6109 Berdasarkan FTA ... 23
3.1 Persyaratan Keamanan Tekstil Untuk Produk Bayi ... 34
3.2 Persyaratan Keamanan Tekstil Untuk Produk Anak dan Dewasa ... 34
4.1 Daftar Nama Perwakilan Korea Selatan di Indonesia ... 37
4.2 Daftar Nama Perwakilan Indonesia di Korea Selatan ... 37
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 4
DAFTAR GAMBAR 1.1 Peta Korea Selatan ... 6
2.1 Produk Indonesia Yang Beredar di Korea Selatan ... 18
2.2 Busan International Textile And Fashion Show ... 26
3.1 Diagram Prosedur Impor ke Korea Selatan ... 29
3.2 Prosedur Bea Cukai Impor ... 30
3.3 Diagram Prosedur Bea Cukai Korea Selatan di bawah FTA ... 31
3.4 Tanda Sertifikasi Standar Korea ... 32
3.5 Diagram Prosedur Mendapatkan Sertifikasi Untuk Produk Barang ... 35
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 5 KATA PENGANTAR
Potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia begitu besar. Salah satu fakta yang dapat terlihat adalah pada perkembangan pelaku usaha yang bergerak di bidang industri t-shirts optimis akan berkembang dalam percepatan industri ekonomi kreatif. Indonesia yang sedang mencanangkan industri ekonomi kreatif yang ditopang oleh UMKM dapat menjadi tulang punggung baru industri ini selain dari pemain lama industri ini yang berskala besar (pabrik).
Penulisan Market Brief ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kondisi pasar komoditas pakaian jadi dengan kode HS 6109 di Korea Selatan. Beberapa data statistik dan regulasi yang berkaitan dengan komoditas tersebut di dalam laporan ini disadur dari berbagai sumber dan pusat data terpercaya sehingga data-data yang tersaji adalah valid adanya. Market Brief ini juga diharapkan dapat menjadi acuan informasi bagi pengusaha Indonesia yang ingin memasarkan produknya ke pasar Korea Selatan khususnya untuk komoditas pakaian jadi serta membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia dalam perdagangan global.
Busan, September 2017 ITPC Busan
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 6 1. Latar Belakang
1.1. Profil Singkat Negara
GAMBAR 1.1 PETA KOREA SELATAN
Korea Selatan adalah negara yang berbentuk Republik. Sistem pemerintahan di Korea Selatan terbagi kedalam tiga bagian yaitu eksekutif, yudikatif dan legislatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh Presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan Majelis Nasional. Presiden bertindak sebagai Kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun. Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup. Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih.
Secara geografis Korea Selatan memiliki luas sebesar 100.460 km1 dengan jumlah penduduk 50,42 jt2 yang tersebar di berbagai kota-kota besar, seperti Seoul, Busan, Incheon, Daegu, Daejeon, Gwangju, dan Suwon. Korea Utara merupakan satu-satunya
1 http://kbriseoul.kr/
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 7
negara yang berbatasan langsung dengan Korea Selatan, dengan panjang perbatasan 238 km yang ditetapkan dengan DMZ (Garis Demarkasi Militer). Wilayahnya sebagian besar dikelilingi perairan dan memiliki panjang garis pantai 2.413 km. Sebelah barat dibatasi oleh Laut Kuning, sebelah selatan dengan Laut Cina Timur, sementara sebelah timur berbatasan dengan perairan Laut Jepang.
Sektor ekonomi Korea Selatan memulai pertumbuhannya pada tahun 1964 setelah terjadi perang Korea pada tahun 1950an. Pada tahun 1971, terjadi peningkatan Gross National Product (GNP) sebesar 9 persen. Pada tahun yang sama, komiditi ekspor Korea Selatan mencapai US$ 1,132 juta dimana ekspor manufaktur mencapai 86 persen dari total ekspor. Ketika terjadi krisis ekonomi yang melanda Asia pada tahun 1997, Korea Selatan terkena dampaknya dan menjadikan negara ini sebagai pasien International Monetary Fund (IMF) hingga tahun 2000, dimana pada tahun tersebut Korea Selatan berhasil meningkatkan GDP hingga 10.9 persen. Korea Selatan kembali mengalami resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 2007 hingga 2009 sebagai akibat dari krisis finansial dunia yang memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang melambat sebesar 0.2 persen. Namun pada tahun 2016 kemarin, kondisi ekonomi Korea Selatan menunjukkan kecenderungan yang positif dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 2.7 persen3.
Selama beberapa dekade pemerintah memberikan dukungan kepada berbagai perusahaan raksasa yang dikenal dengan istilah “chaebol” (perusahaan yang dimiliki oleh sebuah keluarga maupun kelompok industri tertentu). Hal ini tentu menjadikan Korea Selatan salah satu negara dengan perekonomian terbesar serta pengekspor produk eletronik dan otomotif terbesar di dunia. Namun akhir-akhir ini sistem perekonomian Korea Selatan mengalami perubahan dari centrally-planned government directed investment menjadi market oriented model.
1.2. Pemilihan Negara
Korea Selatan merupakan terbesar ke-sebelas berdasarkan GDP4. Korea Selatan tergabung dalam beberapa organisasi ekonomi internasional seperti G-20 ekonomi utama, APEC, WTO dan OECD. Pertumbuhan ekonominya yang sangat cepat membuat negara ini dikenal dengan sebutan Macan Asia dan dikategorikan sebagai salah satu negara yang akan
3 http://data.worldbank.org/
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 8
menguasai perekonomian dunia di grup The Next Eleven. Pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat ini sering dijuluki dengan istilah Keajaiban di Sungai Han. Tabel 1.1 di bawah ini menginformasikan mengenai rangking negara berdasarkan GDP tahun 2016 yang lalu.
TABEL 1.1
PERINGKAT NEGARA BERDASARKAN GDP (CURRENT PRICE)
Pertumbuhan GDP Korea Selatan dari tahun 2010 sampai dengan 2016 dapat dikatakan relatif stabil, meskipun terjadi penurunan sebesar 1.4 persen pada tahun 2012. Pada tahun-tahun berikutnya mengalami peningkatan hingga tahun 2014 yang mencatatkan GDP sebesar 3.3 persen dengan nilai mencapai US$ 1.411.33 miliar. Pada tahun 2015 terjadi penurunan kembali sebesar 0.5 persen, dari yang sebelumnya 3.3 persen menjadi 2.8 persen dengan nilai sebesar US$ 1.382.76 miliar. Pada tahun 2016 yang lalu pertumbuhan GDP Korea Selatan stabil pada angka 2.8 persen dengan nilai sebesar US$ 1.411.25 miliar.
Menurut data yang diperolah dari www.knoema.com, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada tahun 2017 dan tahun-tahun berikutnya diperkirakan akan relatif stabil pada angka 3.0 persen hingga 3.1 persen. Tabel 1.2 di bawah ini menunjukkan perkembanga GDP Korea Selatan dari tahun 2010 hingga 2021.
(billion USD) No Negara 2014 2015 2016 1 United States 17,391.10 18,036.70 18,561.90 2 China 10,557.60 11,181.60 11,391.60 3 Japan 4,595.50 4,124.20 4,730.30 4 Germany 3,885.40 3,365.30 3,494.90 5 United Kingdom 3,002.40 2,858.50 2,649.90 6 France 2,843.70 2,420.20 2,488.30 7 India 2,042.60 2,073.00 2,251.00 8 Italy 2,141.90 1,815.80 1,852.50 9 Brazil 2,417.20 1,772.60 1,769.60 10 Canada 1,783.80 1,550.50 1,532.30 11 Korea 1,411.30 1,377.90 1,404.40 12 Russia 2,031.00 1,326.00 1,267.80 13 Australia 1,444.40 1,225.30 1,256.60 14 Spain 1,383.50 1,199.70 1,252.20 15 Mexico 1,298.20 1,143.80 1,063.60 16 Indonesia 890.6 859 941.00 17 Netherlands 881 750.7 769.90 18 Turkey 798.7 717.9 735.70 19 Switzerland 701.2 664 662.50 20 Saudi Arabia 753.8 646 637.80
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 9 TABEL 1.2
PERKEMBANGAN GDP KOREA SELATAN TAHUN 2010 – 2021
1.3. Kerjasama Ekonomi Korea Selatan dan Indonesia
Semenjak dibukanya hubungan diplomatik pada tahun 1966, hubungan bilateral antara Indonesia dan Republik Korea (ROK) terus mengalami perkembangan dan peningkatan dari tahun ke tahun di berbagai bidang. Hubungan yang erat ini dapat dilihat dari meningkatnya kerjasama dalam 5 (lima) tahun terakhir yang tercermin dari bertambahnya ikatan kerjasama antara kedua negara di berbagai bidang seperti politik, keamanan, ekonomi, perdagangan dan sosial budaya.
Dalam konteks hubungan bilateral, Indonesia–Korsel berada pada posisi yang saling melengkapi. Kedua negara berpotensi untuk saling mengisi satu sama lain. Di satu pihak, Indonesia memerlukan modal/investasi, teknologi dan produk-produk teknologi dan di lain pihak, Korsel memerlukan sumber alam/mineral, tenaga kerja dan pasar Indonesia yang besar. ROK merupakan alternatif sumber teknologi khususnya di bidang heavy industry, IT dan telekomunikasi.
Hubungan kerjasama bilateral RI-ROK yang terbina dengan baik di bidang ekonomi dan politik, dapat dilihat dari tingginya tingkat kunjungan antar pemimpin kedua negara seperti diantaranya:
1. Kunjungan Kenegaraan Presiden Lee Myung Bak, Maret 2009
2. Kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (ASEAN-ROK Commemorative Summit), Juni 2009
Year prices, billion $USGDP, current GDP, current PPP dollars, bln. Real GDP Growth, %
2010 1,094.50 1,473.65 6.5 2011 1,202.46 1,559.45 3.7 2012 1,222.81 1,624.58 2.3 2013 1,305.61 1,698.63 2.9 2014 1,411.33 1,786.82 3.3 2015 1,382.76 1,856.43 2.8 2016 1,411.25 1,934.03 2.8 2017* 1,521.00 2,029.90 3.0 2018* 1,591.30 2,141.70 3.1 2019* 1,669.00 2,255.70 3.0 2020* 1,746.80 2,372.60 3.0 2021* 1,819.30 2,496.50 3.0
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 10
3. Kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (G-20 Summit), Nopember 2010 4. Kunjungan Presiden Lee Myung Bak (Bali Democracy Forum), Desember 2010 5. Kunjungan Presiden Lee Myung Bak (ASEAN plus three, East Asia), Nopember 2011 6. Kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (Nuclear Security Summit), Maret
2012
7. Kunjungan Presiden Lee Myung Bak (Bali Democracy Forum), Nopember 2012
8. Kunjungan Kenegaraan Presiden Park Geun Hye (APEC dan State Visit), Oktober 2013 9. Kunjungan Presiden Joko Widodo (25th Asean – ROK Commemorative Summit),
Oktober 2014
10. Kunjungan Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ke Seoul, 15-18 Mei 2016
Dalam hubungan kerjasama di sektor ekonomi, pencapaian target untuk meningkatkan kerjasama RI-ROK juga didukung dengan membentuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) untuk melengkapi perjanjian ASEAN-ROK Free Trade Area (FTA) yang telah ada sebelumnya.
Perundingan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IKCEPA) saat ini telah terselenggara sebanyak tujuh kali. Pelaksanaan terakhir diadakan di Seoul, Korea, pada tanggal 21-28 Februari 2014. Putaran ini merupakan lanjutan dari putaran keenam IKCEPA yang diadakan di Bali pada tanggal 4-8 Nopember 2013. IKCEPA terakhir telah dicapai suatu kesepakatan dimana telah disepakati untuk dibentuk pilar utama untuk meningkatkan akses pasar perdagangan barang dan jasa, fasilitasi perdagangan dan investasi serta cooperation termasuk capacity buiding.
Hubungan kerjasama terus terjalin, ini dibuktikan dengan dilaksanakannya pertemuan ke-5 Indonesia-Korea Working Level Task Force (WLTF) on Economic Cooperation pada tanggal 29-30 September 2014 di Seoul, dimana pelaksanaan tersebut diwakili dari berbagai Kementerian RI dan Korea Selatan. Dalam pertemuan ke-5 WLTF tersebut, kedua pihak membahas berbagai proyek yang sedang berlangsung maupun yang akan dilakukan. Kedua pihak sepakat untuk mengakselerasi kerjasama bilateral dengan memprioritaskan 10 proyek utama. Pertemuan ke-5 Plenary WLTF juga sepakat untuk memperpanjang TOR pembentukan Joint Secretariat yang akan segera berakhir sehingga Joint Sekretariat yang telah berjalan sejak bulan Februari tahun 2012 tersebut dapat terus berjalan untuk menjembatani berbagai kerjasama antara kedua negara.
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 11 2. Peluang dan Strategi Penetrasi Pasar
2.1. Sekilas Mengenai Pakaian Jadi (T-shirt, Singlet dan Kaus kutang lainnya)
Dalam bahasa perdagangan, komoditas pakaian jadi (t-shirt, singlet dan kaus kutang lainnya) yang akan dibahas pada Market Brief Edisi September 2017 ini dikelompokkan ke dalam kode HS yaitu HS 6109. Untuk deskripsi yang lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 2.1 di bawah ini.
TABEL 2.1
KODE HS 6109 DAN DESKRIPSI
2.2. Perdagangan Pakaian Jadi di Dunia 2.2.1. Tren Pakaian Jadi di Dunia
Menurut riset pasar yang dilakukan oleh IndexBox, pada 2015, pasar t-shirt global mencapai 10.6 miliar unit. Dalam hal nilai, pasar berfluktuasi selama periode yang ditinjau. Ini tumbuh sebesar 2% pada tahun 2015, sebesar US$ 36 juta pada akhir tahun. Pasar t-shirt global diperkirakan akan tumbuh pada tingkat tahunan kurang lebih 1,7 persen untuk lima tahun ke depan, yang akan mendorong volume menjadi 11,5 miliar unit pada 2020.
Pada tahun 2015, Amerika Serikat (3,1 miliar unit) adalah pasar konsumen t-shirt terbesar, diikuti oleh Cina (850 juta unit), Inggris (626 juta unit), dan Kanada (506 juta unit). Bersama-sama, negara-negara ini menyumbang sekitar 48 persen konsumsi global.
Dari tahun 2007 sampai 2015, Cina mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,8 persen. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi pada periode tahun tersebut yang disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut seperti urbanisasi, meningkatnya popularitas gaya hidup barat, dan pertumbuhan penduduk. Setelah itu diikuti oleh Kanada dan Amerika Serikat, masing-masing dengan pertumbuhan 3,7 persen dan 2,5 persen.
T- shirt, singlet dan kaus kutang lainnya, rajutan atau kaitan.
6109 10 - Dari kapas:
6109 10 1000 - - Untuk pria atau anak laki- laki 6109 10 2000 - - Untuk wanita atau anak perempuan 6109 90 - Dari bahan tekstil lainnya:
6109 90 1000 - - Untuk pria atau anak laki- laki, dari rami, linen atau sutra 6109 90 2000 - - Untuk pria atau anak laki- laki, dari bahan lainnya 6109 90 3000 - - Lain-lain
Sumber : www.custom.go.kr
Kode HS Deskripsi
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 12
Negara-negara konsumen terbesar seperti Kanada dengan konsumsi t-shirt perkapita sebesar 14,1 unit /tahun pada tahun 2015, Amerika Serikat 9,8 unit /tahun, dan Inggris 9,7 unit /tahun, memiliki tingkat konsumsi yang secara signifikan lebih tinggi dari pada konsumsi t-shirt perkapita dunia yaitu sebesar rata-rata 1,4 unit /tahun. Sedangkan Cina hanya memiliki nilai konsumsi t-shirt perkapita sebesar 0,6 unit /tahun .T-shirt adalah komoditas yang diperdagangkan secara luas, dengan pangsa ekspor dalam jumlah output global berdiri pada sekitar 96% di tahun 2015. Intensitas perdagangan yang tinggi terutama disebabkan oleh perbedaan geografis antara negara-negara manufaktur kaos utama dan negara-negara konsumen utama .
Tabel 2.2 di bawah ini memberikan informasi mengenai 10 (sepuluh) negara yang mengkonsumsi t-shirt paling besar pada tahun 2015.
TABEL 2.2
10 NEGARA TERBESAR KONSUMSI T-SHIRT TAHUN 2015
2.2.2. Ekspor dan Impor Pakaian Jadi (T-shirt, Singlet dan Kaus kutang lainnya) di Dunia Data yang tercatat dari trademap.org, pada kurun waktu 1 (satu) dekade terakhir, nilai ekspor dan impor untuk pakaian jadi dengan kode HS 6109 ini mengalami peningkatan. Pada tahun 2007, nilai ekspor tercatat sebesar US$ 34,4 miliar naik menjadi US$ 43,2 miliar pada tahun 2016 yang lalu. Nilai imporpun demikian, pada tahun 2007 nilai impor dunia tercatat sebesar US$ 30 miliar naik menjadi US$ 37,3 miliar pada tahun lalu. Nilai impor dan ekspor dunia untuk produk pakaian jadi dengan kode HS 6109 dapat dilihat pada Tabel 2.3 di bawah ini.
unit : Juta pc
Ranking Negara Konsumsi
1 Amerika Serikat 3,150 2 Cina 850 3 Inggris 626 4 Kanada 506 5 Jerman 373 6 Jepang 335 7 Italia 299 8 Korea Selatan 254 9 Brasil 233 10 Perancis 230 Sumber : indexbox.com
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 13 TABEL 2.3
PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR DUNIA HS 6109 TAHUN 2007 – 2016
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Cina menjadi negara pengekspor terbesar untuk produk pakaian jadi dengan kode HS 6109 ini. Pada tahun 2016 yang lalu ekspor Cina untuk produk ini tercatat sebesar US$ 8,6 miliar. Sedangkan pada posisi berikutnya adalah Bangladesh dengan nilai ekspor sebesar US$ 5,6 miliar, Turki sebesar US$ 2,9 miliar, India sebesar US$ 2,7 miliar dan Jerman sebesar US$ 1,9 miliar. Indonesia sendiri berada pada posisi ke-20 dengan nilai ekspor mencapai US$ 489,7 juta. Tabel 2.4 di bawah ini memberikan informasi secara rinci mengenai negara pengekspor pakaian jadi dengan kode HS 6109 dari tahun 2012 hingga 2016 beserta dengan nilai ekspor negara tersebut.
TABEL 2.4
NEGARA EKSPORTIR HS 6109 TAHUN 2012 – 2016
Nilai Perub Nilai Perub
(US$1000) (%) (US$1000) (%) 2007 34,497,396 30,071,334 2008 36,067,739 4.55 32,092,466 6.72 2009 31,174,820 13.57 28,762,584 10.38 2010 34,907,893 11.97 31,731,387 10.32 2011 39,767,994 13.92 36,140,153 13.89 2012 39,278,091 1.23 34,429,222 4.73 2013 42,850,898 9.10 36,122,232 4.92 2014 46,508,260 8.54 38,464,392 6.48 2015 44,940,012 3.37 36,285,729 5.66 2016 43,219,120 3.83 37,378,065 3.01 Sumber : olah data dari trademap.org
Tahun
Ekspor Impor
unit : USD Thousand
2012 2013 2014 2015 2016 World 39,278,091 42,850,898 46,508,260 44,940,012 43,219,120 1 China 7,974,087 9,069,427 10,182,057 9,539,784 8,637,540 2 Bangladesh 4,694,225 4,609,477 6,100,606 5,647,910 3 Turkey 3,087,438 3,276,038 3,566,429 2,979,563 2,930,762 4 India 2,093,953 2,600,305 2,721,750 2,858,168 2,756,226 5 Germany 1,939,942 2,090,030 2,261,441 1,919,056 1,912,020 6 Viet Nam 1,152,080 1,398,346 1,617,271 1,871,403 1,536,664 7 Belgium 1,129,763 1,432,225 1,421,868 1,360,039 1,507,501 8 Italy 1,058,995 1,170,810 1,296,352 1,130,699 1,280,863 9 Spain 1,280,293 1,482,446 1,223,723 1,133,101 1,247,414 10 Cambodia 537,682 1,008,630 1,153,723 1,179,898 1,246,755 . . . . . 20 Indonesia 613,553 425,362 348,575 487,040 489,762 Sumber : trademap.org
Negara Eksportir Nilai Ekspor
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 14
Sedangkan untuk nilai impor dunia pada tahun 2016 yang lalu tercatat sebesar US$ 37,3 miliar. Angka ini meningkat sebesar 3,01 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 36,2 miliar. Pada tahun 2016 Amerika Serikat menjadi negara dengan nilai impor yang paling besar yaitu US$ 5,9 miliar. Kemudian diikuti oleh Jerman dengan nilai US$ 4 miliar, Inggris dengan nilai US$ 2,4 miliar, Perancis dengan nilai US$ 2,19 miliar dan Jepang dengan nilai impor sebesar US$ 2,13 miliar. Tabel 2.5 di bawah ini memberikan informasi secara rinci mengenai negara pengimpor produk pakaian jadi dengan kode HS 6109 dari tahun 2012 hingga 2016 beserta dengan nilai impor negara tersebut.
TABEL 2.5
NEGARA IMPORTIR HS 6109 TAHUN 2012 – 2016
2.3. Perdagangan Pakaian Jadi di Korea Selatan 2.3.1. Tren Pakaian Jadi di Korea Selatan
Tren pakaian jadi, terutama yang termasuk kedalam kode HS 6109 terutama t-shirts di Korea Selatan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor utama adalah musim. Di Korea Selatan mengalami empat kali pergantian musim. Pakaian jadi terutama t-shirt yang digunakan untuk masing-masing musim berbeda, sehingga mendorong masyarakat untuk membeli minimal sebanyak empat kali dalam satu tahun. Perbedaan yang mendasar pada t-shirts tersebut adalah ketebalan kainnya. Fashion atau mode menjadi faktor berikutnya yang memberikan tren positif terhadap industri ini. Tren mode masyarakat yang
unit : USD Thousand
2012 2013 2014 2015 2016
World 34,429,222 36,122,232 38,464,392 36,285,729 37,378,065 1 United States of America 5,422,029 5,495,994 5,624,779 6,006,288 5,992,866 2 Germany 3,941,980 4,338,638 4,603,300 4,072,912 4,009,775 3 United Kingdom 2,561,781 2,511,141 2,858,848 2,699,289 2,498,587 4 France 2,055,837 2,212,249 2,408,279 2,190,090 2,197,413 5 Japan 2,344,427 2,361,864 2,201,054 2,022,049 2,132,501 6 Spain 1,571,018 1,614,657 1,864,231 1,708,278 1,861,882 7 Netherlands 1,452,681 1,557,988 1,776,783 1,504,740 1,534,158 8 Italy 1,427,979 1,459,027 1,597,112 1,379,564 1,431,642 9 Belgium 1,085,130 1,248,317 1,267,392 1,034,228 1,163,261 10 United Arab Emirates 531,305 580,928 712,169 461,107 1,047,081
. . . . .
13 Korea, Republic of 501,934 570,841 592,951 622,533 677,846
Sumber : trademap.org
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 15
menghendaki kenyamanan ketika mengenakan t-shirt yang sesuai dengan kondisi musim menjadi pilihan pertama. Banyaknya artis-artis K-POP yang menggunakan t-shirt sebagai bagian dari mode berpakaian juga memberikan dampak terhadap permintaan produk ini. Faktor berikutnya adalah daya beli masyarakat yang tinggi. Pendapatan perkapita Korea selatan yang tinggi memberikan pengaruh terhadap daya beli yang tinggi sehingga sangat memungkinkan untuk membeli pakaian jadi bermerek dengan kualitas yang baik.
Menurut survey yang dilakukan www.kosis.kr, pada tahun 2015, pengeluaran masyarakat Korea Selatan untuk membeli pakaian memperoleh persentase sebesar 9,5 persen bagi pria dan 14,4 persen bagi wanita. Persentase ini termasuk tinggi bila dibandingkan dengan keperluan pengeluaran lainya seperti pengeluaran untuk pendidikan, pengeluaran untuk transportasi dan komunikasi, pengeluaran untuk kesehatan, pengeluaran untuk bahan bakar kendaraan dan yang lainnya. Pengeluaran untuk pakaian hanya lebih kecil dari pada pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan untuk makan di luar rumah. Tabel 2.6 di bawah ini memberikan penjelasan mengenai persentase rata-rata pengeluaran masyarakat Korea Selatan berdasarkan jenis kelamin pada tahun 2015.
TABEL 2.6
SURVEY TERHADAP KONSUMSI RUMAHTANGGA KOREA SELATAN TAHUN 2015
Menurut data yang diperoleh dari www.kosis.kr, dari tahun 2014 hingga 2017 kuartal ke-2, penjualan pertahun produk pakaian jadi selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 yang lalu, jumlah penjualan pakaian jadi mencapai mencapai 690,9 triliun won. Penjualan ini naik sebesar 18,44 persen bila dibandingkan dengan penjualan pada tahun
Male Female (%) (%) Groceries 14.9 20.6 Eating-out expenses 29.8 20.2 Clothing 9.5 14.4 Educational expenses 5.1 2.2
Transportation and communication 8.1 4.3
Cultural expenses 15.6 10.8 Medical expenses 3.5 5.5 Fuel 8.5 16.7 Family Events 4.6 4.1 Others 0.4 1.2 Total (%) 100 100 Sumber : kosis.kr Spending Classification
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 16
2015 yang mencapai 583,3 triliun won. Untuk informasi lebih detail dapat dilihat pada Tabel 2.7 di bawah ini.
TABEL 2.7
PENJUALAN PRODUK PAKAIAN JADI DI KOREA SELATAN TAHUN 2014– 2017
Sementara itu menurut data dari kostat.kr, penjualan pakaian jadi melalu online, baik itu menggunakan komputer maupun telepon selular dari tahun 2015 hingga 2017 kuartal ke-2 ini relatif meningkat. Data tersebut juga menunjukkan bahwa di Korea Selatan, pembelian online yang dilakukan masih didominasi oleh pembeli yang menggunakan komputer. Penjualan pada tahun 2017 sampai dengan kuartal ke-2 ini, online dengan menggunakan komputer mencatatkan angka sebesar 3,5 triliun won sedangkan dengan menggunakan telepon selular mencapai 2,4 triliun won. Sementara itu untuk penjualan online pada tahun 2016 menggunakan komputer mencatatkan penjualan sebesar 6,9 triliun won atau naik sebesar 18,27 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu untuk penjualan online dengan menggunakan telepon genggam mencatatkan penjualan sebesar 4,3 triliun won atau naik sebesar 35,41 persen dari tahun sebelumnya.
Data penjualan online yang terjadi di Korea Selatan dari tahun 2015 hingga 2017 kuartal ke-2 tersaji pada Tabel 2.8 di bawah ini.
unit : 100 juta won
Kuartal 1 1,156,136 Kuartal 2 1,191,688 3.08 Kuartal 3 1,064,309 10.69 Kuartal 4 1,699,194 59.65 Total 5,111,327 Kuartal 1 1,281,664 Kuartal 2 1,429,802 11.56 Kuartal 3 1,252,049 12.43 Kuartal 4 1,870,018 49.36 Total 5,833,533 14.13 Kuartal 1 1,495,980 Kuartal 2 1,619,147 8.23 Kuartal 3 1,460,614 9.79 Kuartal 4 2,333,471 59.76 Total 6,909,212 18.44 Kuartal 1 1,752,204 Kuartal 2 1,835,689 4.76
Sumber : Olah data dari kosis.kr
Jumlah Penjualan Perubahan Q on Q Perubahan Y on Y
Tahun Kuartal
2015
2016
2017 2014
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 17 TABEL 2.8
PENJUALAN ONLINE PAKAIAN JADI DI KOREA SELATAN TAHUN 2015 – 2017
Dibawah ini adalah beberapa produk pakaian jadi buatan Indonesia yang beredar di pasar Korea Selatan.
Merek : T-shirt Dickies Harga : 29.000 won Produksi : Indonesia
Sumber : www.gmarket.co.kr Merek : Raglan t-shirt Spao Harga : 17.900 won
Produksi : Indonesia
Sumber : www.gmarket.co.kr Merek : Adidas Stripes Original Harga : 17.900 won
Produksi : Indonesia
Sumber : www.gmarket.co.kr
unit : 100 juta won Online Shopping Q on Q Y on Y Mobile Shopping Q on Q Y on Y
Kuartal 1 12,838 6,375 Kuartal 2 14,313 11.49 7,752 21.60 Kuartal 3 12,543 12.37 7,198 7.15 Kuartal 4 18,756 49.53 10,944 52.04 Total 58,450 32,269 Kuartal 1 14,959 8,957 Kuartal 2 16,191 8.24 9,674 8.00 Kuartal 3 14,621 9.70 9,504 1.76 Kuartal 4 23,359 59.76 15,562 63.74 Total 69,130 18.27 43,697 35.41 Kuartal 1 17,591 11,993 Kuartal 2 18,339 4.25 12,954 Total 35,930 24,947
Sumber : Olah data dari kosis.kr
2017
Penjualan Melalui
2015
2016
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 18
Merek : Polo shirt Spao Harga : 21.900 won Produksi : Indonesia
Sumber : www.gmarket.co.kr Merek : Polo shirt Levi’s Harga : 31.400 won Produksi : Indonesia
Sumber : www.gmarket.co.kr
Merek : Adidas Original Ekuador Jersey Harga : 19.900 won
Produksi : Indonesia
Sumber : www.gmarket.co.kr Merek : T-shirt Original Spao Harga : 5.900 won
Produksi : Indonesia
Sumber : www.gmarket.co.kr GAMBAR 2.1
PRODUK INDONESIA YANG BEREDAR DI KOREA SELATAN 2.3.2. Tren Impor Pakaian Jadi di Korea Selatan
Perkembangan impor Korea Selatan untuk produk pakaian jadi dengan kode HS 6109 ini dalam 2 (dua) dekade hampir selalu mengalami peningkatan. Hanya pada tahun 2009 saja nilai impor tersebut mengalami penurunan.
Menurut data dari kita.org, peningkatan nilai impor yang signifikan terjadi mulai tahun 2002. Pada tahun tersebut nilai impor mencapai mengalami peningkatan sebesar 81 persen menjadi US$ 87,9 dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 48,6 juta. Pada tahun-tahun berikutnya rata-rata peningkatan nilai impor Korea Selatan setiap tahunnya adalah sebesar 17,44 persen.
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 19
Pada tahun 2017 hingga bulan Juli ini, impor Korea Selatan telah tercatat sebesar US$ 508,2 juta, sehingga prediksi nilai impor akhir tahun 2017 ini dapat melampaui nilai impor tahun 2016 yang lalu. Tabel 2.9 di bawah ini memberikan informasi mengenai perkembangan nilai dan volume impor Korea Selatan untuk produk pakaian jadi dengan kode HS 6109 dari tahun 1997 hingga 2017 kurtal ke-2.
TABEL 2.9
PERKEMBANGAN IMPOR HS 6109 KOREA SELATAN TAHUN 1998 – 2017
Cina menjadi negara pengimpor terbesar ke Korea Selatan sampai dengan kuartal ke-2 tahun ke-2017 ini. Pada periode tahun ke-2017 sampai dengan bulan Juli, nilai impor Korea Selatan dari Cina tercatat sebesar US$ 175,7 juta atau 34,61 persen dari total impor Korea Selatan. Nilai ekspor Cina ini berada di atas Vietnam, Bangladesh, Indonesia dan Kamboja. Untuk informasi lebih lanjut mengenai negara asal impor Korea Selatan untuk produk pakaian jadi dengan kode HS 6109 ini dapat dilihat pada Tabel 2.10 di bawah ini.
Nilai Perub Volume Perub
(US$1000) (%) (kg) (%) 1998 20,900 1,407,284 1999 28,623 36.95 2,569,631 82.60 2000 42,580 48.76 3,797,881 47.80 2001 48,600 14.14 4,526,245 19.18 2002 87,972 81.01 10,180,153 124.91 2003 116,292 32.19 11,463,443 12.61 2004 176,583 51.84 17,040,035 48.65 2005 235,018 33.09 21,409,639 25.64 2006 327,636 39.41 27,000,053 26.11 2007 410,968 25.43 30,199,770 11.85 2008 458,628 11.60 28,911,295 4.27 2009 324,763 29.19 21,390,343 26.01 2010 403,589 24.27 25,238,221 17.99 2011 494,650 22.56 25,607,397 1.46 2012 501,934 1.47 26,714,949 4.33 2013 570,841 13.73 28,949,739 8.37 2014 592,706 3.83 28,946,910 0.01 2015 622,533 5.03 29,745,353 2.76 2016 677,959 8.90 33,591,999 12.93 2017* 508,234 22,819,396
Sumber : olah data dari www.kita.org *perhitungan s/d bulan Juli Tahun
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 20 TABEL 2.10
NEGARA ASAL IMPOR HS 6109 KOREA SELATAN TAHUN 2013 – 2017
2.4. Perdagangan Pakaian Jadi di Indonesia 2.4.1. Industri Pakaian Jadi Indonesia
Industri pakaian jadi di Indonesia merupakan salah satu industri yang menyerap tenaga kerja sangat besar. Industri pakaian jadi selama ini lebih banyak dihasilkan oleh industri besar dan menengah baik dalam nilai maupun jumlah produksi.
Pemerintah kemudian mencanangkan percepatan industri kreatif dalam rangka meningkatkan potensi ekonomi Indonesia. Industri kreatif yang dapat dilakukan yang adalah salah satunya dengan meningkatkan bisnis konveksi di Indonesia.
Industri Konveksi di Indonesia dapat menjadi industri yang populer karena beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah karena produk yang dihasilkan oleh industri konveksi, yaitu pakaian merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, maka market untuk industri ini akan selalu ada. Faktor berikutnya adalah entry barrier untuk bisa memulai bisnis ini tidak terlalu besar. Seseorang bisa memulai sebuah bisnis konveksi dengan hanya bermodalkan dua atau tiga buah mesin jahit. Dan mesin jahit, adalah salah satu mesin produksi termurah. Tidak seperti mesin-mesin produksi di industri lainnya yang harganya bisa mencapai ratusan juta atau bahkan miliarn rupiah, seseorang bisa membeli mesin jahit hanya dengan harga ratusan ribu rupiah saja. Seseorang bisa memulai berbisnis konveksi dari garasi rumahnya yang luasnya hanya beberapa meter persegi saja, tidak perlu membuat pabrik yang luasnya ratusan atau ribuan meter persegi. Tabel 2.11 dan 2.12 di bawah ini memberikan informasi
unit : USD Thousand
2013 2014 2015 2016 2017* World 570,841 592,706 622,533 677,959 508,234 1 Pr.China 297,310 303,477 290,134 272,908 175,799 2 Viet Nam 79,829 79,477 103,679 160,063 147,905 3 Bangladesh 30,930 35,301 43,235 41,716 34,938 4 Indonesia 32,936 31,137 40,226 45,639 29,633 5 Cambodia 19,018 20,860 17,463 23,016 15,864 6 Myanmar 21,664 18,669 19,281 17,347 14,695 7 Portugal 8,118 10,855 11,428 13,010 12,149 8 Italy 15,924 17,778 13,288 15,409 11,879 9 Philippines 10,164 10,772 11,838 15,755 10,782 10 India 12,039 10,585 11,282 11,099 9,051
Sumber : olah data www.kita.org *perhitungan s/d bulan Juli 2017
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 21
mengenai jumlah unit usaha konveksi skala besar, sedang, mikro dan kecil di Indonesia pada periode waktu 2010 hingga 2015.
TABEL 2.11
INDUSTRI KONVEKSI KBLI 14111 SKALA BESAR DAN SEDANG DI INDONESIA TAHUN 2010 – 2013
Berdasarkan Tabel 2.11 di atas, jumlah unit usaha industri pakaian jadi (konveksi) dari tekstil mengalami penurunan pada tahun 2013 bila dibandingkan dengan tahun 2010, namun nilai produksi meningkat. Sementara itu menurut data yang tersaji di Tabel 2.12, industri pakaian jadi untuk skala mikro dan kecil mengalami peningkatan. Pada tahun 2010, jumlah unit usaha mikro berjumlah 244.810 unit dan skala kecil berjumlah 31.738 unit , meningkat menjadi 360.622 unit (skala mikro) dan 46.601 unit (skala kecil) pada tahun 2015 yang lalu.
TABEL 2.12
INDUSTRI PAKAIAN JADI KBLI 14 SKALA MIKRO DAN KECIL DI INDONESIA TAHUN 2010 – 2015
2.4.2. Ekspor Pakaian Jadi Indonesia
Jumlah Unit Usaha Nilai Produksi (dalam ribuan Rupiah) 2010 1.674 38.892.160.011 2011 1.462 38.538.111.004 2012 1.705 37.602.296.655 2013 1.535 52.614.718.823 Tren -1,06% 9,22% Sumber : Kemeperin Klasifikasi
14111 Industri pakaian jadi (konveksi) dari tekstil
KBLI Jenis Usaha Periode
Mikro Kecil 2010 244,810 31,738 2011 202,809 101,629 2012 347,887 107,141 2013 240,833 99,169 2014 304,418 50,165 2015 360,622 46,601
Sumber : badan pusat statistk
Pakaian Jadi 14
Jumlah Perusahaan Menurut 2 digit KBLI (unit)
Periode Klasifikasi
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 22
Nilai Ekspor Indonesia untuk komoditas pakaian jadi dengan kode HS 6109 ini dalam 1 (satu) dekade terakhir menunjukkan peningkatan, walaupun terjadi penurunan pada tahun-tahun tertentu. Pada tahun 2007, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 394 juta, pada tahun-tahun berikutnya nilai ini meningkat hingga mencapai US$ 613,5 juta pada tahun 2012. Pada tahun 2013 nilai ekspor mengalami penurunan sebesar 30,67 persen menjadi US$ 425,3 juta dan pada tahun berikutnya kembali mengalami penurunan sebesar 18,05 persen menjadi US$ 348,5 juta. Pada tahun 2015 nilai ekspor kembali menunjukkan gejala yang positif berupa peningkatan sebesar 39,72 persen menjadi US$ 487 juta. Pada tahun 2016 yang lalu nilai ekspor kembali meningkat menjadi US$ 489,7 juta atau naik sebesar 0,56 persen dari tahun sebelumnya. Untuk mengetahui lebih rinci mengenai volume dan nilai ekspor pakaian jadi dengan kode HS 6109 Indonesia dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir dapat melihat pada Tabel 2.13 di bawah ini.
TABEL 2.13
PERKEMBANGAN EKSPOR INDONESIA HS 6109 TAHUN 2007 - 2016
Amerika Serikat menjadi destinasi utama ekspor Indonesia untuk produk ini. Pada tahun 2016 yang lalu, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 165,5 juta atau 33,79 persen dari total ekspor pada tahun tersebut. Negara tujuan ekspor berikutnya adalah Jepang dengan nilai ekspor sebesar US$ 38,2 juta. Korea Selatan berada pada posisi ketiga dengan nilai sebesar US$ 29 juta. Jerman dan Australia berada pada posisi selanjutnya dengan nilai ekspor masing-masing sebesar US$ 28 juta dan US$ 18,4 juta. Tabel 2.14 di bawah ini menjelaskan secara rinci mengenai nilai dan negara tujuan ekspor Indonesia untuk produk HS 6109 pada kurun tahun 2012 hingga 2016.
Nilai Perub Volume Perub
(US$1000) (%) (ton) (%) 2007 394,296 42,163 2008 439,765 11.53 46,957 11.37 2009 445,663 1.34 39,787 15.27 2010 540,064 21.18 42,410 6.59 2011 609,264 12.81 40,042 5.58 2012 613,553 0.70 44,138 10.23 2013 425,362 30.67 31,176 29.37 2014 348,575 18.05 21,732 30.29 2015 487,040 39.72 32,341 48.82 2016 489,762 0.56 34,147 5.58
Sumber : olah data dari trademap.org Tahun
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 23 TABEL 2.14
NILAI DAN NEGARA TUJUAN EKSPOR HS 6109 INDONESIA TAHUN 2012 – 2016
2.5. Kebijakan Tarif
Berdasarkan kebijakan ASEAN - Korea FTA, tarif untuk produk pakaian jadi (t-shirts, singlet dan kaus kutang lainnya) dengan kode HS 6109 dari Indonesia dapat dilihat pada Tabel 2.15 di bawah ini :
TABEL 2.15
PENGENAAN TARIF PRODUK HS 6109 BERDASARKAN FTA
Menurut situs www.custom.go.kr produk sepatu olahraga untuk tariff ASEAN-FTA tidak dikenakan bea tarif atau dengan kata lain tarif sebesar 0 (nol).
unit : USD Thousand
2012 2013 2014 2015 2016
World 613,553 425,362 348,575 487,040 489,762
1 United States of America 249,974 129,416 131,868 194,228 165,589
2 Japan 45,035 34,640 49,294 74,598 85,911
3 Korea, Republic of 24,369 22,068 19,046 25,688 29,014
4 Germany 34,153 30,747 31,732 32,699 28,036
5 Australia 5,219 3,867 3,883 8,352 18,496
6 United Arab Emirates 28,583 28,547 7,849 9,848 16,132
7 China 3,954 6,018 5,341 9,146 15,959
8 Malaysia 6,620 9,916 7,872 9,100 13,454
9 Belgium 21,061 17,383 6,712 9,242 12,807
10 Italy 23,893 22,015 8,027 31,192 12,113
Sumber : trademap.org
No Negara Importir Nilai Ekspor
Mulai Selesai
T- shirt, singlet dan kaus kutang lainnya, rajutan atau kaitan.
6109 10 - Dari kapas:
6109 10 1000 - - T-shirt 0 01/01/2017 31/12/2017
6109 10 9000 - - Lain-lain 0 01/01/2017 31/12/2017
6109 90 - Dari bahan tekstil lainnya:
6109 90 10 - - Dari sutra
6109 90 1010 - - - T-shirt 0 01/01/2017 31/12/2017
6109 90 1090 - - - Lain-lain 0 01/01/2017 31/12/2017
6109 90 20 - - Dari wol atau bulu hewan halus
6109 90 2010 - - - T-shirt 0 01/01/2017 31/12/2017
6109 90 2090 - - - Lain-lain 0 01/01/2017 31/12/2017
6109 90 30 - - Dari serat buatan
6109 90 3010 - - - T-shirt 0 01/01/2017 31/12/2017
6109 90 3090 - - - Lain-lain 0 01/01/2017 31/12/2017
6109 90 90 - - Dari bahan lainnya
6109 90 9010 - - - T-shirt 0 01/01/2017 31/12/2017
6109 90 9090 - - - Lain-lain 0 01/01/2017 31/12/2017
Sumber : www.custom.go.kr
Kode HS Deskripsi Tarif ASEAN-FTA (%)
Waktu Berlaku
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 24 2.6. Strategi Memasuki Pasar
Strategi yang tepat diperlukan untuk dapat masuk ke pasar Korea Selatan. Pengusaha Indonesia harus dapat menggunakan strategi tersebut untuk mengatasi tantangan dan hambatan tersebut. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain adalah :
1. Melakukan Kerja Sama dengan Perusahaan Lokal
Melakukan kerja sama dengan perusahaan lokal merupakan salah satu strategi untuk dapat masuk ke pasar Korea Selatan. Selain kerjasama dengan perusahaan lokal, strategi lain yang dapat dilakukan antara lain adalah :
1) Direct Entry
Sebuah tenan perlu menyiapkan toko sendiri di sebuah department store, di jalan atau di pusat perbelanjaan.
2) Joint Venture
Sebuah perusahaan dapat membuat persetujuan joint venture dengan retailer lokal. Secara umum ada 3 pemain utama department store di Korea Selatan (Lotte Shopping, Shinsaegae, Hyundai Department Store Group)
3) Franchise
Perusahaan asing dapat masuk ke Korea Selatan dengan membuat perjanjian kerjasama franchise dengan lokal retailer atau pusat grosir.
4) Agent / Distributor
Penjualan dilakukan melalui agen atau distributor yang akan mendistribusikan merek. Biasanya, hal ini dilakukan oleh perusahaan skala kecil atau menengah dengan portfolio merek yang berbeda-beda.
5) Direct Sales
Perusahaan bisa melakukan penjualan langsung dengan mendirikan retail individu.
2. Meningkatkan Kualitas Produk
Korea Selatan memberlakukan peraturan yang ketat dalam memutuskan produk impor, seperti :
1) Kualitas bahan baku 2) Kebersihan produk
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 25
3) Proses produksi 4) Kemasan
5) Informasi Terkait Produk
3. Mencari informasi terkini dari organisasi terkait di Korea Selatan
Berikut ini adalah asosiasi dan kementerian di Korea Selatan yang berhubungan dengan produk pakaian jadi.
1) Korea Textile Trade Association (KTTA)
Alamat : 16F, Textile Center B/D, 518, Teheran-ro, Gangnam-gu Seoul Korea Telepon : +82-2-528-5157/5152
Faksimili : +82-2-528-5188/5154 Website : www.textra.or.kr
2) Korean Federation of Textile Industries (KOFOTI)
Alamat : 16F, Textile Center B/D, 518, Teheran-ro, Gangnam-gu Seoul Korea Telepon : +82-2-528-4030/4058
Faksimili : +82-2-528-4070 E-mail : [email protected] Website : www.kofoti.or.kr 3) Korea Textile Center (KTC)
Alamat : 3F, DTC Building, 303, 41028 Dong-gu 227, Daegu, Republik of Korea Telepon : +82-53-421-4200
Faksimili : +82-53-252-5564 Website : www.ktcin.com
4) Korea Textile Development Institute (KTDI)
Alamat : 703-712, 1083 Jungri-dong, Seo-gu, Daegu, Republik of Korea Telepon : +82-53-560-6680/6641
Faksimili : +82-53-560-6789/6715 E-mail : [email protected] Website : www.textile.or.kr
5) Korea Apparel Testing & Researh Institute (KATRI)
Alamat : #232-22, Yongdu-dong, Dongdaemun-gu, Seoul South KOrea Telepon : +82-22-3668-3090
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 26
E-mail : [email protected] Website : www.katri.re.kr
4. Berpartisipasi dalam berbagai pameran
Pengusaha Indonesia perlu mencari informasi mengenai pameran yang berhubungan dengan komoditas mereka, baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri. Kemudian yang harus dilakukan adalah mendaftar untuk ikut berpartisipasi di pameran tersebut, baik sebagai exhibitor maupun hanya sebagai visitor. Pameran yang berhubungan dengan produk pakaian jadi antara lain adalah :
1) Korea Style Week (Januari)
2) Korea International Textile Machinery Exhibition (Maret) 3) Seoul International Sourcing Fair (Maret)
4) Preview in Daegu (Maret) 5) Preview in Seoul (September)
6) Busan International Textile and Fashion Show (Oktober)
GAMBAR 2.2
BUSAN INTERNATIONAL TEXTILE AND FASHION SHOW 2010
Dengan menjadi peserta pameran, pengusaha Indonesia dapat memperkenalkan produknya dan menjalin relasi sebanyak mungkin. Selain itu juga mendapatkan keuntungan seperti perusahaan terdaftar di dalam katalog bisnis yang dapat dijadikan referensi untuk perdagangan internasional.
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 27
Jika ingin melakukan bisnis ke negara lain, adalah sebuah aset yang bermanfaat untuk mengetahui serta mempelajari budaya negara tersebut. Dengan memiliki pengetahuan tentang sejarah, bahasa, kultur, cara hidup, terlebih lagi kultur berbisnis Korea Selatan, akan mempermudah produsen maupun eksportir Indonesia untuk berhubungan bisnis dengan rekan Korea Selatan. Selain mengetahui dan mempelajari hal-hal seperti di atas, pengetahuan lebih jauh tentang pasar Korea Selatan juga sangat penting sehingga dapat memahami permintaan dan tren pasar. 6. Menjalin Kerjasama dengan perwakilan dagang di luar negeri
Pengusaha Indonesia harus aktif dalam mencari informasi mengenai pasar Korea Selatan, pencarian informasi ini dapat dilakukan dengan cara menghubungi Perwakilan Dagang Luar Negeri Indonesia di Korea Selatan dalam hal ini Kedutaan Besar RI dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan.
7. Memiliki Website perusahaan
Korea merupakan Negara yang memiliki jaringan internet tercepat di dunia dan orang-orang Korea cenderung untuk mencari informasi melalui internet. Salah satu cara efektif dalam memperkenalkan produk maupun perusahaan secara global adalah memiliki website. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menampilkan informasi di website perusahaan, yaitu :
1) Profil perusahaan, produk dan segala informasi ditampilkan dengan tata bahasa yang jelas dan harus ada pilihan bahasa dalam bahasa Inggris.
2) Memiliki e-mail resmi perusahaan.
3) Perusahaan harus memberi respon dengan cepat apabila ada permintaan dari calon konsumen baik melalui e-mail maupun media komunikasi lainnya seperti telepon atau faksimili.
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 28 3.1. Peraturan Umum
Bagi perusahaan yang ingin mengekspor ke Korea Selatan, berikut ini adalah beberapa dokumen yang harus disiapkan kepada Bea Cukai Korea Selatan. Dokumen tersebut antara lain :
1. Commercial Invoice
Dokumen tagihan asli dan 2 (dua) rangkap harus dilengkapi dengan dokumen pengiriman dan harus mencakup nilai total, nilai satuan, jumlah, tanda, deskripsi produk dan informasi asal dan tujuan pengiriman.
2. Certificate of Origin
Dokumen ini dibuat 2 (dua) rangkap dan eksportir dianjurkan untuk membahas persyaratan dokumen pengiriman dengan importir masing-masing.
3. Self Certification Of Origin By Producer Or Exporter
Sertifikasi ini merupakan dasar untuk menentukan bahwa barang tersebut memenuhi syarat untuk tarif preferensial. Sertifikasi dapat dibuat untuk pengiriman tunggal atau untuk pengiriman beberapa barang identik, hingga dua belas bulan, dengan menetapkan hal ini dalam sertifikasi. Importir mengajukan sertifikasi kepada Bea Cukai Korea, secara tertulis atau secara elektronik, dengan informasi sebagai berikut berikut :
a. Nama dan informasi kontak lembaga yang memberikan sertifikasi b. Informasi mengenai Importir
c. Informasi mengenai Eksportir d. Produsen produk yang di ekspor
e. Tarif HS (Harmonized System) klasifikasi dan deskripsi produk
f. Informasi yang menunjukkan bahwa produk ini asli buatan Indonesia dengan menunjukkan :
1) Sertifikasi produk dari produsen yang telah memenuhi syarat FTA-ASEAN 2) Tanggal sertifikat
3) Waktu masa berlaku sertifikat 4. Packing List
5. Bill Of Lading
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 29
Berikut ini adalah prosedur impor ke Korea Selatan menurut laman
www.customs.go.kr.
Sumber : http://www.customs.go.kr
GAMBAR 3.1
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 30 Sumber : http://www.customs.go.kr
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 31 3.3. Pengurusan Ijin Impor (Import Clearence)
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Indonesia sebagai anggota ASEAN yang ikut menandatangani FTA bersama dengan Korea Selatan diharuskan mengikuti import clearence FTA. Berikut ini adalah prosedur tersebut :
Sumber : http://www.customs.go.kr
GAMBAR 3.3
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 32 3.4. Standarisasi Produk Pakaian Jadi di Korea Selatan
Korea Selatan memberlakukan standar nasional yang disebut Korean Standards (KS). Standar ini di keluarkan oleh Korean Agency for Technology and Standard (KATS) dan di publikasi oleh Korean Standards Association (KSA). Selain itu ada beberapa Standar Internasional yang dapat menjadi acuan untuk produk impor di Korea Selatan. Adapun standar internasional yang dapat menjadi acuan tersebut adalah :
- ISO (International Standardization Organization) - IEC (International Electrotechnical Commission) - ASTM (American Society of Testing Materials) - EN (European Norm)
- DIN (Deusche Industrie Norm) - NF (Normes Francaises)
Korean Agency for Technology and Standards (KATS) adalah lembaga standarisasi nasional di Korea Selatan. Sistem standarisasi Korea memiliki dua stuktur, yaitu technical regulations (mandatory standards) yang dibuat oleh kementrian dan lembaga pemerintah, dan voluntary standards yang ditetapkan oleh KATS. Korean Standards Association (KSA) adalah distributor resmi dari Korean Industrial Standard (KS) yang dapat dibeli melalui laman Korean Standards Service Network (KSSN).
Untuk dapat di impor ke Korea Selatan, produk pakaian jadi ini harus mendapatkan sertifikasi dari Korean Agency for Technology and Standard (KATS). Sertifikasi tersebut berupa tanda KC. Tanda Korean Certification (“KC”) adalah sertifikasi wajib yang harus terlihat pada produk tekstil seperti yang dicantumkan pada Self Regulatory Safety Confirmation Act atau Safety Quality Act of the Quality Control and Safety Management of Industrial Products Law.
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 33
Produk tekstil untuk bayi (di bawah 36 bulan), seperti pakaian luar, pakaian dalam, sepatu, sapu tangan, topi, kaos, rok, celana, alas tidur, dan lain-lain serta aksesori untuk anak harus mengikuti standar Self Regulatory Safety Confirmation Act untuk bisa di impor. Manufaktur dan importir untuk produk tersebut harus melakukan tes pada institusi yang berwenang. Produk-produk tersebut harus memenuhi standar yang diperlukan untuk mendapatkan tanda KC dan boleh diimport serta diperjual-belikan di Korea.
Sedangkan untuk produk tekstil yang berkontak langsung dengan kulit, produk kulit dan karpet terkait dengan peraturan yang ada di Safety Quality Mark Act. Untuk dapat melakukan impor dan memperjual-belikan produk – produk tersebut dan mendapatkan sertifikasi tanda KC, manufaktur ataupun importir harus mencantumkan bahwa produk tersebut memenuhi persyaratan keamanan (lihat Tabel 3.1 dan Tabel 3.2). Meskipun bersifat individu (self-declaration of conformity) dari manufaktur atau importir dan tidak diperlukan untuk melakukan tes, jikalau produk tersebut tidak memenuhi persyaratan KC ketika investigasi atau sampling di Korea Consumer Agency, maka pihak manufaktur atau importir akan dikenakan hukum pidana.
Produk pakaian jadi harus di beri label dengan informasi yang disyaratkan untuk keperluan bea cukai Korea. Nama negara pengirim harus dicantumkan dalam bahasa Korea atau Inggris seperti “Made in (nama negara)” atau “Product of (nama negara)”. Semua persyaratan lainnya harus dituliskan dalam bahasa Korea. Persyaratan pelabelan tekstil tercantum dalam Safety and Quality Labeling for Textile Products, KATS di bawah Ministry of Knowledge Economy yang antara lain:
1. Fiber content
2. Country of manufacture 3. Size (suggested)
4. Manufactured date (suggested)
5. Care instructions (see Korean symbol system in Korean Industrial Standard - KS K 0021) 6. Name of manufacturer or importer
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 34 TABEL 3.1 PERSYARATAN KEAMANAN TEKSTIL UNTUK PRODUK BAYI
sumber : www.kats.go.kr
TABEL 3.2 PERSYARATAN KEAMANAN TEKSTIL UNTUK PRODUK ANAK DAN DEWASA
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 35
Label bahasa Korea, kecuali dari negara pengirim yang penandanya harus ditunjukkan pada saat bea cukai, dapat ditempelkan di produk pada area pemeriksaan sebelum atau sesudah bea cukai. Label negara pengirim tidak dapat direvisi di area pemeriksaan, kecuali tanda negara pengirim. Label bahasa Korea dapat ditempelkan setelah barang selesai diimpor. Korea menerapkan persyaratan wajib biotechnology labeling pada tahun 2007 untuk produk yang mengandung kapas bioteknologi.
Diagram di bawah ini memberikan informasi mengenai prosedur untuk mendapatkan serifikat untuk produk barang.
Sumber : http://www.customs.go.kr/
GAMBAR 3.5
DIAGRAM PROSEDUR MENDAPATKAN SERTIFIKASI UNTUK PRODUK BARANG Adanya proses sertifikasi untuk mendapatkan logo KC Mark ini memberikan dampak terhadap masyarakat di Korea Selatan. Sehingga masyarakat tidak ragu-ragu lagi dalam menggunakan karena sudah sesuai dengan standar yang berlaku.
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 36
Diagram di bawah ini menggambarkan bagaimana dampak KS terhadap pasar Korea Selatan.
GAMBAR 3.6
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 37 4. Informasi Penting
4.1. Perwakilan Korea Selatan di Indonesia TABEL 4.1
DAFTAR NAMA PERWAKILAN KOREA SELATAN DI INDONESIA
Nama Perwakilan Alamat
1 Kedutaan Besar Korea Selatan, Jakarta
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 57 Jakarta Selatan 12950 Tel : +62-21-2967-2555
Fax : +62-21-2967-2556 / 2557 E-mail : [email protected] 2 KOTRA
(Korea Trade Promotion Corporation)
Jakarta
Wisma GKBI, 21F Suite 2102
Jl. Jendral Sudirman Kav. 28, Jakarta 10210, Indonesia
Tel : +62-21-574-1522 Fax : +62-21-572-2187 E-mail : [email protected] 3 KOICA
(Korea International Cooperation Agency) Jakarta
Jl. Gatot Subroto No.58, Jakarta Selatan 12930,
Indonesia 4.2. Perwakilan Indonesia di Korea Selatan
TABEL 4.2
DAFTAR NAMA PERWAKILAN INDONESIA DI KOREA SELATAN
No Nama Perwakilan Alamat
1 Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan
di Seoul
55 Yeoeuido-dong, Yeongdeungpo-gu, Seoul 150-010, Republik Korea
Telp : +82-2-783-5675/77 +82-2-783-5371 atau 72 Fax : +82-2-780-4280
E-mail : [email protected] Website : www.indonesiaseoul.org /
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 38 2 Indonesian Trade and Promotion
Center (ITPC) Busan
1st floor, #103 Korea Express Building 1211-1 Choryang-dong, Dong-gu, Busan Korea Selatan
Telp : +82-51-441-1708 Fax : +82-51-441-1629 E-mail : [email protected] Website : www.itpc-busan.kr 4.3. Perusahaan Importir Pakaian Jadi di Korea Selatan
TABEL 4.3
DAFTAR NAMA PERUSAHAAN IMPORTIR PAKAIAN JADI DI KOREA SELATAN
No Nama Perusahaan Keterangan
1 T. S Apparel Co., Ltd CP : Sung, Tae Sub
130-100, 462-2,Jangan-dong, Dongdaemun-gu, Seoul, Korea Tel : +82-2-2242-1271/3 Fax : +82-2-2242-1274 Email : [email protected] Website : www.sos119.com 2 Soie Apparel Co., Ltd CP : Yoo, Yoon Soon
130-812, 102-41, Sinseol-dong, Dongdaemun-gu, Seoul, Korea
Tel : +82-2-920-4800 Fax : +82-2-920-4839 Email : [email protected] Website : www.soie.co.kr 3 Bang Bang Apparel Co., Ltd CP : Kwon, Jong Yeul
135-270, 943-1, Dogok 1-Dong Gangnam-Gu Seoul, South Korea
Tel : +82-2-576-0505 Fax : +82-2-571-2833 Email : [email protected]
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 39
Website : www.bangbang.co.kr 4 Dong Myung Apparel Ltd CP : Kim Hun
463-825, 10-1, Sunae-dong, Bundang-gu, Seongnam-si, Gyeonggi-do,463-825, KOREA Tel : +82-31-711-9263
Fax : +82-31-711-9264 Email : [email protected]
5 Ie Hyun Apparel CP : Lee Chun Ho
135-892, #502, Shinsa Plaza, 585-8, Shinsa-Dong, Gangnam-Gu, Seoul, Korea
Tel : +82-2-3445-1150 Fax : +82-2-3445-2654 Email : [email protected] Website : www.iehyun.com 6 Prost Apparel Co., Ltd. CP : Yoon Chang Won
110-062, 1-348, Sinmunno 2-ga, Jongno-gu, Seoul, 110-062, Korea
Tel : +82-2-730-9555 Fax : +82-2-730-9525 Email : [email protected]
7 Juno Apparel CP : Joo, No Ho
958-24, Gyesan 1-dong, Gyeyang-gu, Incheon, South Korea
Tel : +82-32-554-2614 Fax : +82-32-549-0225
MARKET BRIEF PAKAIAN JADI ITPC BUSAN 40 DAFTAR PUSTAKA Website : http://data.worldbank.org/ http://data.worldbank.org/country/korea-republic http://www.southkoreapages.com www.akfta.asean.org www.bizinkorea.org www.customs.go.kr www.foreign-trade.com/reference/hscode.cfm www.ftaarea.com www.intertek.com www.kats.go.kr www.kbriseoul.kr www.kesis.net www.kita.org www.knoema.com www.koreatextile.org www.kosis.kr www.kostat.kr www.southkoreayp.com www.tradeinfo365.com www.trademap.org www.tradingeconomics.com