ITPC BUSAN
JUNI 2017
MARKET BRIEF
TEMBAKAU
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 2 DAFTAR ISI DAFTAR ISI ... 2 DAFTAR TABEL ... 3 DAFTAR GAMBAR ... 4 KATA PENGANTAR ... 5 1 Latar Belakang ... 6
1.1. Profil Singkat Negara ... 6
1.2. Pemilihan Negara ... 7
1.3. Kerjasama Ekonomi Korea Selatan dan Indonesia ... 9
2 Peluang Dan Strategi Penetrasi Pasar ... 11
2.1. Sekilas Mengenai Tembakau ... 11
2.2. Perdagangan Tembakau di Dunia ... 11
2.2.1. Produksi Tembakau di Dunia ... 11
2.2.2. Ekspor Impor Tembakau di Dunia ... 13
2.3. Perdagangan Tembakau di Korea Selatan ... 15
2.3.1. Tren Penggunaan Tembakau di Korea Selatan ... 15
2.3.2. Tren Impor Tembakau di Korea Selatan ... 17
2.4. Perdagangan Tembakau di Indonesia ... 18
2.4.1. Produksi Tembakau Indonesia ... 18
2.4.2. Ekspor Tembakau Indonesia ... 19
2.5. Kebijakan Tariff ... 21
2.6. Strategi Memasuki Pasar ... 21
3 Mekanisme Ekspor Tembakau ... 24
3.1. Tahapan Ekspor Komoditas Tembakau ... 24
3.2. Prosedur Impor (Import Procedures) ... 27
3.3. Pengurusan Ijin Impor (Import Clearence) ... 28
4 Informasi Penting ... 29
4.1. Nama Perwakilan Korea Selatan di Indonesia ... 29
4.2. Nama Perwakilan Indonesia di Korea Selatan ... 29
4.3. Perusahaan Importir Tembakau di Korea Selatan ... 30
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 3
DAFTAR TABEL 1.1 Peringkat Negara Berdasarkan GDP ... 8
1.2 Perkembangan GDP Korea Selatan tahun 2010 – 2021 ... 9
2.1 Kode HS 2403 dan Deskripsi ... 11
2.2 Jumlah Produksi Tembakau Dunia Tahun 2000 – 2013 ... 12
2.3 5 Negara Terbesar Hasil Tembakau Terbesar Tahun 2016 ... 12
2.4 Perkembangan Ekspor Impor Dunia HS 2403 Tahun 2012 - 2016 ... 13
2.5 Negara Eksportir HS 2403 Tahun 2012 – 2016 ... 14
2.6 Negara Importir HS 2403 Tahun 2012 – 2016 ... 15
2.7 Produksi Produk Tembakau Korea Selatan Tahun 1996 – 2016... 16
2.8 Penjualan Produk Tembakau di Korea Selatan Tahun 2009 – 2014 ... 16
2.9 Jumlah Toko Convenience di Korea Selatan Tahun 2008 - 2014 ... 17
2.10 Perkembangan Impor HS 2403 Korea Selatan Tahun 1990 - 2017 ... 17
2.11 Negara Asal Impor HS 2403 Korea Selatan Tahun 2013 – 2017 ... 18
2.12 Produksi Tembakau Indonesia Tahun 1990 - 2016 ... 19
2.13 Perkembangan Ekspor Tembakau HS 2403 Indonesia Tahun 2012 - 2016 ... 20
2.14 Nilai dan Negara Tujuan Ekspor HS 2403 Indonesia Tahun 2012 - 2016 ... 20
2.15 Pengenaan Tarif Produk HS 2403 berdasarkan FTA ... 21
4.1 Daftar Nama Perwakilan Korea Selatan di Indonesia ... 29
4.2 Daftar Nama Perwakilan Indonesia di Korea Selatan ... 29
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 4
DAFTAR GAMBAR 1.1 Peta Korea Selatan ... 6
2.1 Grafik Perbandingan Ekspor Impor Tembakau Dunia Tahun 2012 - 2016 ... 13
3.1 Diagram Prosedur Impor ke Korea Selatan ... 27
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 5 KATA PENGANTAR
Tembakau termasuk komoditas yang mempunyai arti penting bagi Indonesia, karena komoditas ini memberikan manfaat ekonomi maupun sosial. Peran tembakau dalam perekonomian Indonesia dapat dilihat dari besarnya cukai yang disumbangkan sebagai penerimaan negara, selain itu juga tembakau merupakan industri padat karya yang memberikan banyak lapangan pekerjaan baik dalam tahap penanaman dan pengolahan tembakau sebelum diekspor atau dibuat rokok, maupun pada tahap pembuatan rokok.
Indonesia merupakan salah satu diantara 5 (lima) negara penghasil tembakau terbesar didunia saat ini, dengan kemampuan produksi mencapai 3,4 persen dari total produksi tembakau dunia. Indonesia berada pada urutan ke-lima di bawah Cina, Brasil, India dan Amerika Serikat.
Penulisan Market Brief ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kondisi pasar komoditas tembakau di Korea Selatan. Beberapa data statistik dan regulasi yang berkaitan dengan komoditas tersebut di dalam laporan ini disadur dari berbagai sumber dan pusat data terpercaya sehingga data-data yang tersaji adalah valid adanya. Market Brief ini juga diharapkan dapat menjadi acuan informasi bagi pengusaha Indonesia yang ingin memasarkan produknya ke pasar Korea Selatan khususnya untuk komoditas tembakau serta membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia dalam perdagangan global.
Busan, Juni 2017
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 6 1. Latar Belakang
1.1. Profil Singkat Negara
GAMBAR 1.1 PETA KOREA SELATAN
Korea Selatan adalah negara yang berbentuk Republik. Sistem pemerintahan di Korea Selatan terbagi kedalam tiga bagian yaitu eksekutif, yudikatif dan legislatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh Presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan Majelis Nasional. Presiden bertindak sebagai Kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun. Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup. Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih.
Secara geografis Korea Selatan memiliki luas sebesar 100.460 km1 dengan jumlah
penduduk 50,42 jt2 yang tersebar di berbagai kota-kota besar, seperti Seoul, Busan,
Incheon, Daegu, Daejeon, Gwangju, dan Suwon. Korea Utara merupakan satu-satunya
1 http://kbriseoul.kr/
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 7
negara yang berbatasan langsung dengan Korea Selatan, dengan panjang perbatasan 238 km yang ditetapkan dengan DMZ (Garis Demarkasi Militer). Wilayahnya sebagian besar dikelilingi perairan dan memiliki panjang garis pantai 2.413 km. Sebelah barat dibatasi oleh Laut Kuning, sebelah selatan dengan Laut Cina Timur, sementara sebelah timur berbatasan dengan perairan Laut Jepang.
Sektor ekonomi Korea Selatan memulai pertumbuhannya pada tahun 1964 setelah terjadi perang Korea pada tahun 1950an. Pada tahun 1971, terjadi peningkatan Gross
National Product (GNP) sebesar 9 persen. Pada tahun yang sama, komiditi ekspor Korea
Selatan mencapai US$ 1,132 juta dimana ekspor manufaktur mencapai 86 persen dari total ekspor. Ketika terjadi krisis ekonomi yang melanda Asia pada tahun 1997, Korea Selatan terkena dampaknya dan menjadikan negara ini sebagai pasien International Monetary Fund (IMF) hingga tahun 2000, dimana pada tahun tersebut Korea Selatan berhasil meningkatkan GDP hingga 10.9 persen. Korea Selatan kembali mengalami resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 2007 hingga 2009 sebagai akibat dari krisis finansial dunia yang memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang melambat sebesar 0.2 persen. Namun pada tahun 2016 kemarin, kondisi ekonomi Korea Selatan menunjukkan kecenderungan yang positif dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 2.7 persen3.
Selama beberapa dekade pemerintah memberikan dukungan kepada berbagai perusahaan raksasa yang dikenal dengan istilah “chaebol” (perusahaan yang dimiliki oleh sebuah keluarga maupun kelompok industri tertentu). Hal ini tentu menjadikan Korea Selatan salah satu negara dengan perekonomian terbesar serta pengekspor produk eletronik dan otomotif terbesar di dunia. Namun akhir-akhir ini sistem perekonomian Korea Selatan mengalami perubahan dari centrally-planned government directed investment menjadi market oriented model.
1.2. Pemilihan Negara
Korea Selatan merupakan terbesar ke-sebelas berdasarkan GDP4. Korea Selatan
tergabung dalam beberapa organisasi ekonomi internasional seperti G-20 ekonomi utama, APEC, WTO dan OECD. Pertumbuhan ekonominya yang sangat cepat membuat negara ini dikenal dengan sebutan Macan Asia dan dikategorikan sebagai salah satu negara yang akan
3 http://data.worldbank.org/
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 8
menguasai perekonomian dunia di grup The Next Eleven. Pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat ini sering dijuluki dengan istilah Keajaiban di Sungai Han. Tabel 1.1 di bawah ini menginformasikan mengenai rangking negara berdasarkan GDP tahun 2016 yang lalu.
TABEL 1.1
PERINGKAT NEGARA BERDASARKAN GDP (CURRENT PRICE)
Pertumbuhan GDP Korea Selatan dari tahun 2010 sampai dengan 2016 dapat dikatakan relatif stabil, meskipun terjadi penurunan sebesar 1.4 persen pada tahun 2012. Pada tahun-tahun berikutnya mengalami peningkatan hingga tahun 2014 yang mencatatkan GDP sebesar 3.3 persen dengan nilai mencapai US$ 1.411.33 miliar. Pada tahun 2015 terjadi penurunan kembali sebesar 0.5 persen, dari yang sebelumnya 3.3 persen menjadi 2.8 persen dengan nilai sebesar US$ 1.382.76 miliar. Pada tahun 2016 yang lalu pertumbuhan GDP Korea Selatan stabil pada angka 2.8 persen dengan nilai sebesar US$ 1.411.25 miliar.
Menurut data yang diperolah dari www.knoema.com, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada tahun 2017 dan tahun-tahun berikutnya diperkirakan akan relatif stabil pada angka 3.0 persen hingga 3.1 persen. Tabel 1.2 di bawah ini menunjukkan perkembanga GDP Korea Selatan dari tahun 2010 hingga 2021.
(billion USD) No Negara 2014 2015 2016 1 United States 17,391.10 18,036.70 18,561.90 2 China 10,557.60 11,181.60 11,391.60 3 Japan 4,595.50 4,124.20 4,730.30 4 Germany 3,885.40 3,365.30 3,494.90 5 United Kingdom 3,002.40 2,858.50 2,649.90 6 France 2,843.70 2,420.20 2,488.30 7 India 2,042.60 2,073.00 2,251.00 8 Italy 2,141.90 1,815.80 1,852.50 9 Brazil 2,417.20 1,772.60 1,769.60 10 Canada 1,783.80 1,550.50 1,532.30 11 Korea 1,411.30 1,377.90 1,404.40 12 Russia 2,031.00 1,326.00 1,267.80 13 Australia 1,444.40 1,225.30 1,256.60 14 Spain 1,383.50 1,199.70 1,252.20 15 Mexico 1,298.20 1,143.80 1,063.60 16 Indonesia 890.6 859 941.00 17 Netherlands 881 750.7 769.90 18 Turkey 798.7 717.9 735.70 19 Switzerland 701.2 664 662.50 20 Saudi Arabia 753.8 646 637.80
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 9 TABEL 1.2
PERKEMBANGAN GDP KOREA SELATAN TAHUN 2010 – 2021
1.3. Kerjasama Ekonomi Korea Selatan dan Indonesia
Semenjak dibukanya hubungan diplomatik pada tahun 1966, hubungan bilateral antara Indonesia dan Republik Korea (ROK) terus mengalami perkembangan dan peningkatan dari tahun ke tahun di berbagai bidang. Hubungan yang erat ini dapat dilihat dari meningkatnya kerjasama dalam 5 (lima) tahun terakhir yang tercermin dari bertambahnya ikatan kerjasama antara kedua negara di berbagai bidang seperti politik, keamanan, ekonomi, perdagangan dan sosial budaya.
Dalam konteks hubungan bilateral, Indonesia–Korsel berada pada posisi yang saling melengkapi. Kedua negara berpotensi untuk saling mengisi satu sama lain. Di satu pihak, Indonesia memerlukan modal/investasi, teknologi dan produk-produk teknologi dan di lain pihak, Korsel memerlukan sumber alam/mineral, tenaga kerja dan pasar Indonesia yang besar. ROK merupakan alternatif sumber teknologi khususnya di bidang heavy industry, IT dan telekomunikasi.
Hubungan kerjasama bilateral RI-ROK yang terbina dengan baik di bidang ekonomi dan politik, dapat dilihat dari tingginya tingkat kunjungan antar pemimpin kedua negara seperti diantaranya:
1. Kunjungan Kenegaraan Presiden Lee Myung Bak, Maret 2009
2. Kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (ASEAN-ROK Commemorative
Summit), Juni 2009
Year GDP, current prices, billion $US
GDP, current PPP dollars, bln. Real GDP Growth, % 2010 1,094.50 1,473.65 6.5 2011 1,202.46 1,559.45 3.7 2012 1,222.81 1,624.58 2.3 2013 1,305.61 1,698.63 2.9 2014 1,411.33 1,786.82 3.3 2015 1,382.76 1,856.43 2.8 2016 1,411.25 1,934.03 2.8 2017* 1,521.00 2,029.90 3.0 2018* 1,591.30 2,141.70 3.1 2019* 1,669.00 2,255.70 3.0 2020* 1,746.80 2,372.60 3.0 2021* 1,819.30 2,496.50 3.0
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 10
3. Kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (G-20 Summit), Nopember 2010 4. Kunjungan Presiden Lee Myung Bak (Bali Democracy Forum), Desember 2010 5. Kunjungan Presiden Lee Myung Bak (ASEAN plus three, East Asia), Nopember 2011 6. Kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (Nuclear Security Summit), Maret
2012
7. Kunjungan Presiden Lee Myung Bak (Bali Democracy Forum), Nopember 2012
8. Kunjungan Kenegaraan Presiden Park Geun Hye (APEC dan State Visit), Oktober 2013 9. Kunjungan Presiden Joko Widodo (25th Asean – ROK Commemorative Summit),
Oktober 2014
10. Kunjungan Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ke Seoul, 15-18 Mei 2016
Dalam hubungan kerjasama di sektor ekonomi, pencapaian target untuk meningkatkan kerjasama RI-ROK juga didukung dengan membentuk Comprehensive
Economic Partnership Agreement (CEPA) untuk melengkapi perjanjian ASEAN-ROK Free Trade Area (FTA) yang telah ada sebelumnya.
Perundingan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IKCEPA) saat ini telah terselenggara sebanyak tujuh kali. Pelaksanaan terakhir diadakan di Seoul, Korea, pada tanggal 21-28 Februari 2014. Putaran ini merupakan lanjutan dari putaran keenam IKCEPA yang diadakan di Bali pada tanggal 4-8 Nopember 2013. IKCEPA terakhir telah dicapai suatu kesepakatan dimana telah disepakati untuk dibentuk pilar utama untuk meningkatkan akses pasar perdagangan barang dan jasa, fasilitasi perdagangan dan investasi serta cooperation termasuk capacity buiding.
Hubungan kerjasama terus terjalin, ini dibuktikan dengan dilaksanakannya pertemuan ke-5 Indonesia-Korea Working Level Task Force (WLTF) on Economic Cooperation pada tanggal 29-30 September 2014 di Seoul, dimana pelaksanaan tersebut diwakili dari berbagai Kementerian RI dan Korea Selatan. Dalam pertemuan ke-5 WLTF tersebut, kedua pihak membahas berbagai proyek yang sedang berlangsung maupun yang akan dilakukan. Kedua pihak sepakat untuk mengakselerasi kerjasama bilateral dengan memprioritaskan 10 proyek utama. Pertemuan ke-5 Plenary WLTF juga sepakat untuk memperpanjang TOR pembentukan Joint Secretariat yang akan segera berakhir sehingga Joint Sekretariat yang telah berjalan sejak bulan Februari tahun 2012 tersebut dapat terus berjalan untuk menjembatani berbagai kerjasama antara kedua negara.
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 11 2. Peluang dan Strategi Penetrasi Pasar
2.1. Sekilas Mengenai Tembakau
Dalam bahasa perdagangan, komoditas tembakau yang akan dibahas pada Market
Brief Edisi Juni 2017 ini dikelompokkan ke dalam kode HS 2403. Untuk deskripsi yang lebih
mendalam dapat dilihat pada Tabel 2.1 di bawah ini.
TABEL 2.1
KODE HS 2403 DAN DESKRIPSI
2.2. Perdagangan Tembakau di Dunia 2.2.1. Produksi Tembakau di Dunia
Menurut data dari Faostat, dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir, produksi tembakau dunia mengalami peningkatan. Pada tahun 2000, produksi mencapai 6,73 juta ton. Pada tahun–tahun berikutnya produksi tersebut relatif mengalami peningkatan walaupun terdapat beberapa periode yang mengalami penurunan. Pada tahun 2010, produksi
Tembakau dipabrikasi lainnya dan pengganti tembakau dipabrikasi; tembakau "dihomogenisasi" atau "dibentuk kembali"; ekstrak dan esens tembakau.
2403 1 - Tembakau rokok,mengandung pengganti tembakau maupun tidak,
dalam perbandingan berapapun:
2403 11 0 - - Tembakau pipa air yang dijelaskan pada subpos Note 1 pada Bab ini
2403 19 - - Lain-lain:
- - - Dikemas untuk penjualan eceran:
2403 19 1100 - - - - Ang Hoon 2403 19 1900 - - - - Lain-lain
2403 19 2000 - - - Tembakau dipabrikasi lainnya untuk pembuatan sigaret 2403 19 9000 - - - Lain-lain
- Lain-lain:
2403 91 - - Tembakau "dihomogenisasi" atau "dibentuk kembali":
2403 91 1000 - - - Dikemas untuk penjualan eceran 2403 91 9000 - - - Lain-lain
2403 99 - - Lain-lain:
2403 99 1000 - - - Ekstrak dan esens tembakau 2403 99 3000 - - - Pengganti tembakau dipabrikasi
2403 99 4000 - - - Bubuk tembakau hirup, kering maupun tidak 2403 99 5000 - - - Tembakau kunyah dan tembakau hisap 2403 99 9000 - - - Lain-lain
Sumber : www.custom.go.kr
2403
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 12
tembakau dunia meningkat tajam bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan itu sebesar 10.23 persen menjadi 7,44 juta ton dari yang sebelumnya sebesar 6,88 juta ton. Rata-rata pertumbuhan produksi selama 10 (sepuluh) tahun terakhir mencapai 1,1 persen setiap tahunnya. Tabel 2.2 berikut ini memberikan informasi mengenai jumlah produksi tembakau dunia pada periode waktu tahun 2000 hingga 2013.
TABEL 2.2
JUMLAH PRODUKSI TEMBAKAU DUNIA TAHUN 2000 - 2013
Menurut data yang diperoleh dari faostat, Cina merupakan negara penghasil tembakau terbesar dunia. Pada tahun 2016, negara tersebut mampu memproduksi tembakau sebesar 3.1 juta ton, atau 42.3 persen dari total produksi global. Brasil dan India merupakan negara penghasil tembakau terbesar berikutnya dengan total produksi mencapai 850 ribu ton dan 830 ribu ton. Amerika Serikat berapa pada posisi berikutnya dengan total produksi sebesar 345 ribu ton. Indonesia berapa pada posisi ke-lima dengan total produksi mencapai 260 ribu ton, atau hanya 3.4 persen dari total produksi global pada tahun tersebut.
TABEL 2.3
5 NEGARA TERBESAR HASIL TEMBAKAU TAHUN 2016
Produksi Pertumbuhan Produksi Pertumbuhan
(Ton) (%) (Ton) (%) 2000 6,737,541 2007 6,187,390 6.23 2001 6,154,724 8.65 2008 6,594,877 6.59 2002 6,517,126 5.89 2009 7,056,890 7.01 2003 6,028,960 7.49 2010 6,889,920 2.37 2004 6,590,379 9.31 2011 7,448,826 8.11 2005 6,757,698 2.54 2012 7,248,318 2.69 2006 6,598,513 2.36 2013 7,435,068 2.58
Sumber : olah data dari faostat
Tahun Tahun Total Produksi (metric tonnes) 1 China 3,148,547 m/t 42.30% 2 Brazil 850,673 m/t 11.40% 3 India 830,000 m/t 11.10%
4 United States of America 345,837 m/t 4.60%
5 Indonesia 260,200 m/t 3.40%
Sumber : faostat
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 13 2.2.2. Ekspor dan Impor Tembakau di Dunia
Dalam lima tahun terakhir, nilai ekspor dan impor dunia untuk komoditas tembakau dengan kode HS 2403 ini relatif sama. Nilai tersebut tercatat di angka US$ 4 milyar hingga hampir US$ 6 milyar. Pada tahun 2016 yang lalu, nilai impor tembakau dunia mencapai US$ 5,6 milyar. Nilai ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan nilai ekspor pada tahun yang sama yang tercatat sebesar US$ 5,4 milyar.
TABEL 2.4
PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR DUNIA HS 2403 TAHUN 2012 – 2016
Pada perdagangan ekspor tembakau, tahun 2014 merupakan tahun dimana nilai ekspor mencapai titik tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2014 tersebut ekspor dunia tercatat sebesar US$ 5,6 milyar. Begitu juga dengan perdagangan impor. Pada tahun 2014 tersebut nilai impor dunia mencapai angka tertinggi dalam lima tahun terakhir yaitu sebesar US$ 5,8 milyar.
Sumber : Olah data dari trademap.org
GAMBAR 2.1
GRAFIK PERBANDINGAN EKSPOR DAN IMPOR TEMBAKAU DUNIA TAHUN 2012 - 2016 Nilai Ekspor Nilai Impor
(US$'000) (US$'000) 2012 4,891,939 5,104,174 2013 5,574,544 5,731,058 2014 5,666,471 5,850,254 2015 5,150,615 5,235,165 2016 5,424,670 5,633,179
Sumber : olah data dari www.trademap.org
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 14
Pada tahun 2016 yang lalu, Belanda merupakan negara yang mencatatkan nilai ekspor terbesar. Pada tahun tersebut, nilai ekspor Belanda mencapai US$ 912 juta. Angka ini merupakan perolehan terbesar Belanda dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir. Jerman dan Belgia merupakan negara pengekspor besar berikutnya. Pada tahun 2016 yang lalu tercatat nilai ekpsor negara tersebut mencapai US$ 771,5 juta dan US$ 333,1 juta. Polandia berada pada posisi ke-empat dengan nilai ekspor sebesar US$ 233,6 juta. Setelah itu pada posisi berikutnya adalah negara India. Pada tahun 2016 yang lalu, ekspor India tercatat sebesar US$ 232,2 juta. Indonesia pada tahun tersebut berada pada posisi ke-17. Nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 77 juta. Nilai ekspor ini mengalami lonjakan yang tinggi atau sebesar 142.5 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 31,7 juta. Tabel 2.5 di bawah ini memberikan informasi secara rinci mengenai negara pengekspor tembakau dengan kode HS 2403 dari tahun 2012 hingga 2016 beserta dengan nilai ekspor negara tersebut.
TABEL 2.5
NEGARA EKSPORTIR HS 2403 TAHUN 2012 – 2016
Sedangkan untuk negara pengimpor, pada tahun 2016 yang lalu Jepang menjadi negara dengan nilai impor yang paling besar yaitu US$ 495,2 juta. Angka ini melonjak sangat tinggi hingga mencapai di atas 800 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar US$ 54 juta. Perolehan nilai impor Jepang pada tahun 2016 berada di atas nilai impor Jerman yang dalam 5 (lima) tahun terakhir selalu mencatatkan nilai impor paling tinggi. Pada tahun 2016, nilai impor Jerman tercatat sebesar US$ 412 juta. Angka ini
unit : USD Thousand
2012 2013 2014 2015 2016 World 4,891,939 5,574,544 5,666,471 5,150,615 5,424,670 1 Netherlands 812,624 905,153 871,085 738,338 912,276 2 Germany 729,182 757,312 805,769 817,902 771,578 3 Belgium 326,165 368,427 386,773 343,351 333,169 4 Poland 105,116 137,849 180,270 201,603 233,642 5 India 138,271 130,748 149,531 171,462 232,249 6 United Kingdom 206,345 208,690 219,258 196,179 226,000 7 Sweden 196,010 222,800 230,090 201,928 221,577 8 Russian Federation 172,617 200,285 214,158 223,809 204,504 9 Italy 80 449 1,629 11,041 195,393 . . . . . 17 Indonesia 16,781 23,655 39,401 31,780 77,054 Sumber : trademap.org
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 15
mengalami penurunan bila dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya. Perancis dan Algeria merupakan negara pengimpor terbesar berikutnya dengan nilai impor yang mencapai US$ 343,7 juta dan US$ 284,5 juta.
Tabel 2.6 di bawah ini memberikan informasi secara rinci mengenai negara pengimpor tembakau dengan kode HS 2403 dari tahun 2012 hingga 2016 beserta dengan nilai impor negara tersebut.
TABEL 2.6
NEGARA IMPORTIR HS 2403 TAHUN 2012 – 2016
2.3. Perdagangan Tembakau di Korea Selatan 2.3.1. Tren Tembakau di Korea Selatan
Tren penggunaan tembakau di Korea Selatan tidak terlepaskan dari penggunaan tembakau untuk industri. Menurut data yang diperoleh dari www.euromonitor.com, pada tahun 2016 yang lalu perusahaan tembakau KT&G menguasai pasar tembakau di Korea Selatan. Penjualan perusahaan tersebut pada tahun 2016 tercatat menyumbang separuh dari total penjualan produk tembakau di Korea Selatan. Pada posisi berikutnya adalah perusahaan Philip Morris.
Tabel 2.7 di bawah ini memberikan informasi mengenai produksi produk tembakau Korea Selatan yang tercatat dari tahun 1996 hingga 2016 yang dipublikasi oleh lembaga statistik Korea Selatan. Satuan yang digunakan oleh lembaga statistik tersebut adalah indeks produksi atau unit 2010 = 100.
unit : USD Thousand
2012 2013 2014 2015 2016 World 5,104,174 5,731,058 5,850,254 5,235,165 5,633,179 1 Japan 38,145 39,630 40,615 54,048 495,241 2 Germany 533,758 519,789 543,321 413,847 412,592 3 France 358,350 367,896 341,637 309,335 343,780 4 Algeria 288,325 302,789 350,841 391,663 284,555 5 Spain 231,508 281,975 279,309 233,776 265,118 6 Belgium 244,901 315,054 312,297 283,401 260,359 7 Norway 198,964 217,613 236,249 202,002 212,864
8 United Arab Emirates 76,643 306,154 337,457 191,578 208,165 9 Iran, Islamic Republic of 115,861 157,055 109,182 79,793 164,523
. . . . .
18 Korea, Republic of 91,256 67,566 101,849 84,467 92,137
Sumber : trademap.org
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 16 TABEL 2.7
PRODUKSI PRODUK TEMBAKAU KOREA SELATAN TAHUN 1996 – 2016
Penjualan produk tembakau di Korea Selatan dari tahun 2009 – hingga 2014 cenderung meningkat. Walaupun ada penurunan di tahun tertentu namun kecenderungannya meningkat setiap tahunnya. Penjualan produk tembakau di tahun 2014 tercatat sebesar 94,7 juta won atau naik 24,17 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 76,3 juta won. Tabel 2.8 di bawah ini menyajikan informasi mengenai penjualan produk tembakau dari tahun 2009 hingga 2014.
TABEL 2.8
PENJUALAN PRODUK TEMBAKAU DI KOREA SELATAN TAHUN 2009 – 2014
Selain itu, menurut laman www.euromonitor.com, pertumbuhan toko convenience di Korea Selatan juga memegang peranan penting dalam ekspansi produk tembakau. Statistik dari kosis.net menunjukkan bahwa toko convenience dengan luas toko di bawah 100m2
sampai dengan tahun 2014 mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk lebih jelasnya dapat melihat Tabel 2.9 di bawah ini.
Unit : 2010=100
Production index Production index (original index) (original index)
1996 73.131 2007 99.964 1997 74.688 2008 103.944 1998 77.997 2009 103.557 1999 74.124 2010 100.0 2000 75.850 2011 101.6 2001 75.509 2012 105.6 2002 75.774 2013 96.5 2003 98.820 2014 103.9 2004 106.867 2015 96.3 2005 86.059 2016 109.0 2006 96.278 Sumber : kosis.net Tahun Tahun
Unit : Juta Won Tahun Penjualan Pertumbuhan
2009 73,739 2011 89,875 21.88 2012 81,055 9.81 2013 76,306 5.86 2014 94,748 24.17 Sumber : kosis.net
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 17 TABEL 2.9
JUMLAH TOKO CONVENIENCE DI KOREA SELATAN TAHUN 2008 – 2014
2.3.2. Tren Impor Tembakau di Korea Selatan
Perkembangan impor Korea Selatan untuk produk tembakau dengan kode HS 2403 ini dalam 25 (duapuluh lima) tahun terakhir cenderung stabil. Pada tahun 1990, nilai impor Korea Selatan untuk produk ini tercatat sebesar US$ 37 ribu dengan kapasitas sebesar 3,309 ton. Pada tahun 2016 yang lalu nilai impor tercatat sebesar US$ 92,1 juta dengan kapasitas sebesar 12,5 juta ton. Peningkatan ini memberikan potensi bagi Indonesia untuk bisa menjadi negara pengekspor produk tembakau dengan kode HS 2403 ke Korea Selatan.
Tabel 2.10 di bawah ini memberikan informasi mengenai perkembangan nilai dan volume impor Korea Selatan dari tahun 1990 hingga 2017.
TABEL 2.10
PERKEMBANGAN IMPOR HS 2403 KOREA SELATAN TAHUN 1990 – 2017 > 30㎡ 30㎡-50㎡ 50㎡-100㎡ 2008 1,269 390 390 2049 2009 1,167 189 342 1698 2011 1,414 507 298 2219 2012 1,240 452 432 2124 2013 1,257 405 279 1941 2014 1,360 742 280 2382 Sumber : kosis.net
Tahun Luas Toko Retail Total
Volume Perub Nilai Perub
(Ton) (%) (US$'000) (%) 1990 3,309 37 1995 7,682 132.15 215 200.00 2000 115 98.50 6 97.21 2001 1,594 1,286.09 16 166.67 2002 1,409,894 88,350.06 8,840 55,150.00 2003 6,857,196 386.36 48,055 443.61 2004 8,120,650 18.43 60,144 25.16 2005 6,465,615 20.38 46,877 22.06 2006 6,976,585 7.90 48,191 2.80 2007 7,996,423 14.62 58,322 21.02 2008 11,477,738 43.54 77,554 32.98 2009 12,215,946 6.43 91,966 18.58 2010 13,260,452 8.55 100,693 9.49 2011 12,963,558 2.24 96,790 3.88 2012 12,668,853 2.27 91,256 5.72 2013 9,085,483 28.28 67,566 25.96 2014 11,413,352 25.62 96,648 43.04 2015 10,961,928 3.96 84,467 12.60 2016 12,507,056 14.10 92,137 9.08 2017* 6,415,997 49,462
Sumber : olah data dari www.kita.org *perhitungan s/d bulan Juni
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 18
Menurut data yang diperoleh dari www.kita.org, Indonesia menjadi negara pengimpor terbesar ke Korea Selatan pada tahun 2017 ini. Pada periode tahun 2017 sampai dengan bulan Juni, nilai impor Korea Selatan dari Indonesia tercatat sebesar US$ 22,8 juta atau 46,2 persen dari total impor Korea Selatan. Nilai ekspor Indonesia ini berada di atas Inggris, Philipina, Perancis dan Amerika Serikat. Pada periode itu, negara tersebut berhasil mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 13,7 juta, US$ 5,8 juta, US$ 2,8 juta dan US$ 1,5 juta. Untuk informasi lebih lanjut mengenai negara asal impor Korea Selatan untuk produk tembakau dengan kode HS 2403 ini dapat dilihat pada Tabel 2.11 di bawah ini.
TABEL 2.11
NEGARA ASAL IMPOR HS 2403 KOREA SELATAN TAHUN 2013 – 2017
2.4. Perdagangan Tembakau di Indonesia 2.4.1. Produksi Tembakau Indonesia
Dalam hampir tiga dekade terakhir, produksi tembakau Indonesia mengalami lonjakan sebesar 30 persen. Pada tahun 1990 produksi tembakau tercatat sebesar 156.432 ton mengalami peningkatan sebesar 30 persen menjadi 202.322 ton pada tahun 2015. Pada periode waktu tersebut produksi tidak selalu mengalami peningkatan, ada beberapa periode
Volume Perub Nilai Perub
(Ton) (%) (US$'000) (%) 1990 3,309 37 1995 7,682 132.15 215 200.00 2000 115 98.50 6 97.21 2001 1,594 1,286.09 16 166.67 2002 1,409,894 88,350.06 8,840 55,150.00 2003 6,857,196 386.36 48,055 443.61 2004 8,120,650 18.43 60,144 25.16 2005 6,465,615 20.38 46,877 22.06 2006 6,976,585 7.90 48,191 2.80 2007 7,996,423 14.62 58,322 21.02 2008 11,477,738 43.54 77,554 32.98 2009 12,215,946 6.43 91,966 18.58 2010 13,260,452 8.55 100,693 9.49 2011 12,963,558 2.24 96,790 3.88 2012 12,668,853 2.27 91,256 5.72 2013 9,085,483 28.28 67,566 25.96 2014 11,413,352 25.62 96,648 43.04 2015 10,961,928 3.96 84,467 12.60 2016 12,507,056 14.10 92,137 9.08 2017* 6,415,997 49,462
Sumber : olah data dari www.kita.org *perhitungan s/d bulan Juni
Tahun
unit : USD Thousand
2013 2014 2015 2016 2017* World 67,566 96,648 84,467 92,137 49,462 1 Indonesia - 79 1,522 32,883 22,861 2 Utd. Kingdom 3,806 4,245 4,273 12,257 13,794 3 Philippines 43,696 76,580 63,631 35,309 5,865 4 France 574 1,065 1,737 2,263 2,818 5 U.S.A 5,532 2,662 3,294 3,710 1,516 6 Malaysia 12,861 11,456 9,066 5,203 602 7 Singapore 47 - 2 66 67 8 Denmark 199 90 272 84 50 9 Germany 191 48 166 48 45 10 Sweden 478 67 31 54 32
Sumber : olah data www.kita.org *perhitungan s/d bulan Juni 2017
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 19
tahun yang mengalami penurunan. Tercatat pada tahun 2013 terjadi tingkat penurunan yang drastis, penurunan tersebut mencapai 36,95 persen dari yang sebelumnya produksi mencapai 260.818 ton pada tahun 2012 menjadi 164.448 ton pada tahun 2013. Untuk lonjakan peningkatan produksi terjadi pada tahun 2011. Pada tahun tersebut tercatat produksi tembakau mencapai 214.524 ton atau naik 39,78 persen dari tahun sebelumnya yaitu 135.678 ton. Rata-rata pertumbuhan produksi tembakau Indonesia mencapai dalam kurun waktu dua dekade mencapai 2,8 persen.
Jumlah produksi dan persentase pertumbuhan produksi tembakau Indonesia dalam tiga dekade terakhir dapat dilihat pada Tabel 2.12 di bawah ini.
TABEL 2.12
PRODUKSI TEMBAKAU INDONESIA TAHUN 1990 – 2016
2.4.2. Ekspor Tembakau Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia untuk produk tembakau dengan kode HS 2403 ini dalam 5 (lima) tahun terakhir cenderung meningkat. Walaupun ada penurunan di tahun 2015. Pada tahun 2012, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 16,7 juta, pada tahun berikutnya naik sebesar 40,96 persen menjadi US$ 23,6 juta pada tahun 2013. Pada tahun 2014 nilai ekspor tercatat sebesar US$ 39,4 juta. Namun pada tahun berikutnya mengalami penurunan sebesar 19,3 persen menjadi US$ 31,7 juta. Pada tahun 2016 yang lalu nilai ekspor naik sebesar 142,4 persen menjadi US$ 77 juta.Untuk mengetahui lebih rinci mengenai volume dan nilai ekspor tembakau dengan kode HS 2403 Indonesia dapat melihat pada Tabel 2.13 di bawah ini.
Produksi Pertumbuhan Produksi Pertumbuhan
(Ton) (%) (Ton) (%) 1990 156,432 2008 168,037 1.93 1995 140,169 10.40 2009 176,510 5.04 2000 204,329 45.77 2010 135,678 23.13 2001 199,103 2.56 2011 214,524 58.11 2002 192,082 3.53 2012 260,818 21.58 2003 200,875 4.58 2013 164,448 36.95 2004 165,108 17.81 2014 198,301 20.59 2005 153,470 7.05 2015* 202,322 2.03 2006 146,265 4.69 2016** 203,353 0.51 2007 164,851 12.71
Sumber : olah data dari statistik perkebunan Indonesia (pdf) * Angka Sementara
** Angka Estimasi
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 20 TABEL 2.13
PERKEMBANGAN EKSPOR TEMBAKAU HS 4203 INDONESIA TAHUN 2012 - 2016
Korea Selatan menjadi destinasi baru tujuan ekspor Indonesia untuk produk tembakau dengan kode HS 2403 ini. Pada tahun 2016 yang lalu, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 31,1 juta atau 40,39 persen dari total ekspor pada tahun tersebut. Nilai impor Korea Selatan pada tahun tersebut mengalami lonjakan peningkatan sebesar 2000 persen lebih dari yang sebelumnya hanya US$ 1,2 juta. Sebelum Korea Selatan yang menjadi negara tujuan utama, Malaysia adalah negara tujuan ekspor terbesar untuk produk ini. Pada tahun 2016 nilai ekspor Indonesia ke Malaysia tercatat sebesar US$ 14,8 juta atau naik 144 persen dari nilai ekspor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 6 juta. Singapura, Belgia dan Vietnam menjadi negara tujuan ekspor terbesar berikutnya. Nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut tercatat sebesar US$ 6,29 juta, US$ 6,24 juta dan US$ 5,2 juta. Tabel 2.14 di bawah ini menjelaskan secara rinci mengenai nilai dan negara tujuan ekspor Indonesia untuk produk HS 47 tahun 2012 hingga 2016.
TABEL 2.14
NILAI DAN NEGARA TUJUAN EKSPOR TEMBAKAU HS 2403 INDONESIA TAHUN 2012 – 2016 Nilai Ekspor Perub Kapasitas Ekspor Perub
(US$'000) (%) (Ton) (%) 2012 16,781 1,736 2013 23,655 40.96 2,133 22.87 2014 39,401 66.57 3,985 86.83 2015 31,780 19.34 2,997 24.79 2016 77,054 142.46 9,563 219.09 Sumber : olah data dari www.trademap.org
Tahun
unit : USD Thousand
2012 2013 2014 2015 2016 World 16,781 23,655 39,401 31,780 77,054 1 Korea, Republic of 307 0 82 1,213 31,129 2 Malaysia 4,173 3,321 5,856 6,065 14,817 3 Singapore 1,548 5,353 5,609 6,774 6,291 4 Belgium 2,932 3,111 3,022 3,707 6,244 5 Viet Nam 77 2,366 5,704 3,240 5,251 6 Australia 868 1,244 2,417 3,882 4,081 7 Pakistan 2 30 0 295 2,231 8 India 0 0 1,662 1,186 2,197 9 Denmark 1,554 2,434 2,741 1,479 1,771
10 United States of America 0 786 4,977 1,274 987
Sumber : trademap.org
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 21 2.5. Kebijakan Tarif
Berdasarkan kebijakan ASEAN - Korea FTA, tarif untuk produk tembakau dengan kode HS 2403 dari Indonesia dapat dilihat pada Tabel 2.15 di bawah ini :
TABEL 2.15
PENGENAAN TARIF PRODUK HS 2403 BERDASARKAN FTA
Menurut situs www.custom.go.kr produk tembakau untuk tariff ASEAN-FTA tidak dikenakan bea tarif atau dengan kata lain tarif sebesar 0 (nol).
2.6. Strategi Memasuki Pasar
Strategi yang tepat diperlukan untuk dapat masuk ke pasar Korea Selatan. Pengusaha Indonesia harus dapat menggunakan strategi tersebut untuk mengatasi tantangan dan hambatan tersebut. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain adalah :
Mulai Selesai
Other manufactured tobacco and manufactured tobacco substitutes; “homogenised” or
“reconstituted”tobacco; tobacco extracts and
2403 1 Smoking tobacco, whether or not containing
tobacco substitutes in any proportion :
2403 11 0000Water pipe tobacco specified in Subheading
Note 1 to this Chapter 0 01/01/2017 31/12/2017
2403 19 Other
2403 19 1000 Pipe tobacco 0 01/01/2017 31/12/2017
2403 19 9000 Other 0 01/01/2017 31/12/2017
2403 9 Other :
2403 91 Homogenised or "reconstituted" tobacco
2403 91 1000 Tobacco sheets 0 01/01/2017 31/12/2017
2403 91 9000 Other
2403 99 Other 0 01/01/2017 31/12/2017
2403 99 1000 Chewing tobacco 0 01/01/2017 31/12/2017
2403 99 2000 Snuff 0 01/01/2017 31/12/2017
2403 99 3000 Tobacco extracts and essences 0 01/01/2017 31/12/2017
2403 99 4000Tobacco holding in one's mouth(for example,
Snus) 0 01/01/2017 31/12/2017
2403 99 9000 Other 0 01/01/2017 31/12/2017
Sumber : www.custom.go.kr
Waktu Berlaku
2403
Kode HS Deskripsi Tarif
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 22
1. Melakukan Kerja Sama dengan Perusahaan Lokal
Melakukan kerja sama dengan perusahaan lokal merupakan salah satu strategi untuk dapat masuk ke pasar Korea Selatan. Selain kerjasama dengan perusahaan lokal, strategi lain yang dapat dilakukan antara lain adalah :
1) Direct Entry
Sebuah tenan perlu menyiapkan toko sendiri di sebuah department store, di jalan atau di pusat perbelanjaan.
2) Joint Venture
Sebuah perusahaan dapat membuat persetujuan joint venture dengan retailer lokal. Secara umum ada 3 pemain utama department store di Korea Selatan (Lotte Shopping, Shinsaegae, Hyundai Department Store Group)
3) Franchise
Perusahaan asing dapat masuk ke Korea Selatan dengan membuat perjanjian kerjasama franchise dengan lokal retailer atau pusat grosir.
4) Agent / Distributor
Penjualan dilakukan melalui agen atau distributor yang akan mendistribusikan merek. Biasanya, hal ini dilakukan oleh perusahaan skala kecil atau menengah dengan portfolio merek yang berbeda-beda.
5) Direct Sales
Perusahaan bisa melakukan penjualan langsung dengan mendirikan retail individu.
2. Meningkatkan Kualitas Produk
Korea Selatan memberlakukan peraturan yang ketat dalam memutuskan produk impor, seperti :
1) Kualitas bahan baku 2) Kebersihan produk 3) Proses produksi 4) Kemasan
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 23
3. Berpartisipasi dalam berbagai pameran
Untuk komoditas tembakau ini tidak ada pameran khusus yang diselenggarakan di Korea Selatan. Hal ini juga terkait dengan adanya larangan penggunaan iklan untuk produk tembakau.
4. Mempelajari budaya perusahaan Korea Selatan
Jika ingin melakukan bisnis ke negara lain, adalah sebuah aset yang bermanfaat untuk mengetahui serta mempelajari budaya negara tersebut. Dengan memiliki pengetahuan tentang sejarah, bahasa, kultur, cara hidup, terlebih lagi kultur berbisnis Korea Selatan, akan mempermudah produsen maupun eksportir Indonesia untuk berhubungan bisnis dengan rekan Korea Selatan. Selain mengetahui dan mempelajari hal-hal seperti di atas, pengetahuan lebih jauh tentang pasar Korea Selatan juga sangat penting sehingga dapat memahami permintaan dan tren pasar. 5. Menjalin Kerjasama dengan perwakilan dagang di luar negeri
Pengusaha Indonesia harus aktif dalam mencari informasi mengenai pasar Korea Selatan, pencarian informasi ini dapat dilakukan dengan cara menghubungi Perwakilan Dagang Luar Negeri Indonesia di Korea Selatan dalam hal ini Kedutaan Besar RI dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan.
6. Memiliki Website perusahaan
Korea merupakan Negara yang memiliki jaringan internet tercepat di dunia dan orang-orang Korea cenderung untuk mencari informasi melalui internet. Salah satu cara efektif dalam memperkenalkan produk maupun perusahaan secara global adalah memiliki website. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menampilkan informasi di website perusahaan, yaitu :
1) Profil perusahaan, produk dan segala informasi ditampilkan dengan tata bahasa yang jelas dan harus ada pilihan bahasa dalam bahasa Inggris.
2) Memiliki e-mail resmi perusahaan.
3) Perusahaan harus memberi respon dengan cepat apabila ada permintaan dari calon konsumen baik melalui e-mail maupun media komunikasi lainnya seperti telepon atau faksimili.
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 24 3. Mekanisme Ekspor Tembakau
3.1. Tahapan Ekspor Komiditas Tembakau
Pada awalnya, untuk komoditas tembakau merupakan mata dagang yang “diawasi” yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan. Semua eksportir tembakau harus memiliki Angka Pengenal Export (APE). Pengawasan kualitas untuk komoditas ini dilakukan oleh Lembaga Tembakau. Namun sejak tahun 1980, oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri (SK 232, th. 1980), mata dagang yang diawasi menjadi mata dagang yang “bebas”, sehingga untuk export tembakau cukup mempunyai Surat Ijin Usaha Perusahaan (SIUP), NPWP dan Surat Ijin Industri (SII), sedangkan pengawasan kualitas tetap dilakukan oleh Lembaga Tembakau. Sementara itu untuk pencatatan administrasi di kantor Bea Cukai, sejak tahun 2011, semua exportir tembakau diwajibkan mempunyai Nomor Induk Kepabeanan (NIK) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai.
Bagi perusahaan yang ingin mengekspor ke Korea Selatan, berikut ini adalah beberapa tahap yang harus dilakukan, antara lain :
1. Persiapan Ekspor Tembakau
a. Apabila telah terjadi kesepakatan tentang penjualan tembakau kepada pembeli di luar negeri, pihak pembeli mengirimkan Instruksi Pengapalan (Shipping
Instruction) kepada penjual didalam negeri. Di dalam Shipping Instruction
memuat antara lain :
Nama dan alamat penjual
Nama dan alamat lengkap penerima Feeder
Pelabuhan muat Pelabuhan tujuan
Diskripsi tembakau yang dieksport
Jumlah dalam kemasan, berat kotor dan berat bersih
Keterangan lainnya: temperatur, kandungan air dan udara serta lainnya Tanggal pemuatan di tempat eksportir
b. Setelah memperoleh Shipping Instruction, eksportir yang bersangkutan menyiapkan barang sesuai dengan kualitas dan jumlah barang dan menyiapkan:
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 25
Daftar jumlah barang dalam kemasan dan dicatat didalam “packing list” Faktur harga yang dimuat didalam “Invoice”
c. Kemasan tembakau yang akan diekspor dapat berupa :
Tikar glance ukuran P: 90 – 100 cm, L: 70 – 75 cm, Tinggi: ± 30 cm
Karton
Karung Plastik
Didalam setiap kemasan tembakau yang akan diekspor harus mencantumkan : Identitas perusahaan
Identitas komoditas tembakau Tahun panen
Merk dan ukuran tembakau atau dalam bentuk lembaran Berat bersih (netto) tembakau (100 kg – 90 kg atau 80 kg dll) Grade sesuai SNI setelah diperiksa oleh Lembaga Tembakau 2. Persyaratan Ekspor
Untuk menjaga mutu tembakau Indonesia, ditetapkan persyaratan kualitas di dalam kemasan tembakau yang akan diekspor, yaitu :
Tembakau dalam kondisi sehat, tidak basah Bebas dari hama lasioderma
Bebas dari jamur (kapang)
Bebas dari warna hijau daun / hitam busuk Bebas dari bau tanah (duf dan muf)
Bebas dari benda asing (non tobacco related material) 3. Dokumen Ekspor
Dokumen ekspor yang harus dipersiapkan adalah
Hasil pemeriksaan kualitas (grading) oleh Lembaga Tembakau Hasil pelaksanaan hapus hama (Certificate of Fumigation – COF)
Certificate of Origin (COO) dan Certificate of Autencity dari Dinas Perindag
Certificate of Phytosanitary yang dikeluarkan oleh Badan Karantina Kementerian Pertanian
Packing List – daftar berat dan merk dari masing-masing kemasan Invoice atau faktur harga yang dijual
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 26
Beberapa negara di luar negeri memerlukan keterangan bahwa eksportir yang bersangkutan menjadi anggota Asosiasi Eksportir (ITA)
Peraturan / regulasi di dalam negeri maupun luar negeri wajib untuk diikuti apabila terjadi perubahan perubahan
4. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)
Setelah semua persiapan dokumen penunjang dipersiapkan langkah selanjutnya adalah permohonan ekspor barang kepada Kantor Pelayanan Bea Cukai (KPBC) dengan form Pemberitahuan Export Barang (PEB) – BC 3.0. Data yang disampaikan dengan acuan Shipping Instruction antara lain :
Data eksportir,seperti nama, alamat, nomor dan tanggal TDP,SIUP,NIK Data pengangkutan
Dokumen pelengkap (packing list, invoice, negara tujuan) Data transaksi ekspor
Data penerima, seperti nama dan alamat Data PPJK – kalau melalui PPJK
Data pelabuhan muat (ekspor dan pelabuhan bongkar) Tempat pemeriksaan barang
Cara pengangkutan barang (FOB atau CIF) Berat bersih dan jumlah barang
Setelah diperiksa oleh Kantor Bea Cukai tentang kecocokan data yang disampaikan akan diterbitkan Nota Pelayanan Ekspor.
5. Pengapalan (shipping)
Bersamaan dengan pengajuan ekspor ke Kantor Bea Cukai (PEB) dilakukan konfirmasi kepada agen kapal pelayaran sesuai dengan Shipping Instruction antara lain :
Nomor pesan kapal (Booking Number)
Nama, alamat eksportir dan penerima barang
Feeder ke Singapore atau kapal yang langsung ke tempat tujuan Nama pelabuhan muat dan tujuan pelabuhan bongkar
Informasi macam barang, jumlah kemasan, berat bersih
Informasi lainnya, seperti : macam kontainer, ukuran, cara pembayaran dan syarat muatan
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 27
Dari pihak pelayaran akan memberikan informasi dan konfirmasi tentang pesanan kapal, jadwal muat dsb kepada eksportir. Pada saat yang ditentukan pemuatan barang dapat dilakukan. Sehari setelah kapal berangkat, akan diterbitkan oleh pihak pelayaran dokumen nomor Bill of Loading yang mencatat informasi antar lain : Nama kapal, nomor pelayaran (voyage),
packing list, invoice, Certificate of Fumigation, Origin, Phytosanitary dan
lainnya
Atas permintaan pembeli, pada setiap kontainer dipasang lasiotrap, untuk mengetahui adanya hama lasioderma didalam kontainer selama perjalanan ke tempat pembeli
3.2. Prosedur Impor (Import Procedures)
Berikut ini adalah prosedur impor ke Korea Selatan menurut laman
www.customs.go.kr.
Sumber : http://www.customs.go.kr
GAMBAR 3.1
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 28 3.3. Pengurusan Ijin Impor (Import Clearence)
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Indonesia sebagai anggota ASEAN yang ikut menandatangani FTA bersama dengan Korea Selatan diharuskan mengikuti import clearence FTA. Berikut ini adalah prosedur tersebut :
Sumber : http://www.customs.go.kr
GAMBAR 3.2
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 29 4. Informasi Penting
4.1. Perwakilan Korea Selatan di Indonesia TABEL 4.1
DAFTAR NAMA PERWAKILAN KOREA SELATAN DI INDONESIA
Nama Perwakilan Alamat
1 Kedutaan Besar Korea Selatan, Jakarta
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 57 Jakarta Selatan 12950 Tel : (+62)-21-2967-2555 Fax : (+62)-21-2967-2556 / 2557 E-mail : [email protected] 2 KOTRA
(Korea Trade Promotion Corporation)
Jakarta
Wisma GKBI, 21F Suite 2102
Jl. Jendral Sudirman Kav. 28, Jakarta 10210, Indonesia
Tel : (+62)-21-574-1522 Fax: (+62)-21-572-2187 E-mail : [email protected] 3 KOICA
(Korea International Cooperation Agency) Jakarta
Jl. Gatot Subroto No.58, Jakarta Selatan 12930,
Indonesia
4.2. Perwakilan Indonesia di Korea Selatan TABEL 4.2
DAFTAR NAMA PERWAKILAN INDONESIA DI KOREA SELATAN
No Nama Perwakilan Alamat
1 Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan
di Seoul
55 Yeoeuido-dong, Yeongdeungpo-gu, Seoul 150-010, Republik Korea
Telp : (02)-783-5675/77 (02)-783-5371 atau 72 Fax : (02)-780-4280
E-mail : [email protected] Website : www.indonesiaseoul.org /
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 30 2 Indonesian Trade and Promotion
Center (ITPC) Busan
1st floor, #103 Korea Express Building
1211-1 Choryang-dong, Dong-gu, Busan Korea Selatan
Telp : 82-51-441-1708 Fax : 82-51-441-1629
E-mail :[email protected] Website :www.itpc-busan.kr
4.3. Perusahaan Importir Tembakau di Korea Selatan TABEL 4.3
DAFTAR NAMA PERUSAHAAN IMPORTIR TEMBAKAU DI KOREA SELATAN
No Nama Perusahaan Keterangan
1 KT & G Corporation CP : Kwak, Young-Kyoon
(306-712) 100, Pyeongchon-dong, Daedeok-gu, DAEJEON Korea Tel : 82-42-939-5000 Fax : 82-42-939-5240 Email : [email protected] Website : www.ktng.com 2 Philip Morris Korea Inc CP : Lutfy Mufarrij
(150-876) 25th Fl., One IFC, 23, Yeouido-dong, Yeongdeungpo-gu, SEOUL
Tel : 82-2-3707-0700 Fax : 82-2- 775 -9780 Email : [email protected] Website : www.pmi.com/kr 3 British American Tobacco Korea
Manufacturing Ltd
CP : Guy Andrew Meldrum
42th Floor, Gangnam Finance Center 737 Yeoksam-dong Kangnam-ku Seoul 135 - 984 Tel : 82-2-2112-7100
Fax : 82-2-2112-7109 Email : [email protected]
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 31
Website : www.batkorea.com
4 Ebaco Corp CP : Cho Yeo Chan
(443-823) 404-5, Woncheon-dong, Yeongtong-gu, Suwon-si, GYEONGGI-DO
Tel : 82-1688-2811 Fax : 82-31-253-7311 Email : [email protected] Website : www.ebaco.co.kr 5 Woori Tobacco co., ltd CP : Gi-yong, Yoo
(443-823) 404-5, Woncheon-dong, Yeongtong-gu, Suwon-si, GYEONGGI-DO
Tel : 82-2-953-5000 Fax : 82-2-953-2020
Email : direct to wooritobacco.en.ec21.com Website : https://wooritobacco.en.ec21.com/ 6 ProTech High Technology 1-71, Sugi-Ri-Bongdam-Up, Hwaseong-City,
Kyeonggi-Do, South Korea Tel : 82-31-224-9020 Fax : 82-31-224-3020 Email : [email protected] Website : www.rolley.co.kr
MARKET BRIEF TEMBAKAU ITPC BUSAN 32 DAFTAR PUSTAKA Website : http://data.worldbank.org/ http://data.worldbank.org/country/korea-republic http://www.southkoreapages.com www.akfta.asean.org www.customs.go.kr www.foreign-trade.com/reference/hscode.cfm www.ftaarea.com www.intertek.com www.kats.go.kr www.kbriseoul.kr www.kesis.net www.kita.org www.knoema.com www.kosis.kr www.standardsportal.org www.trademap.org www.tradingeconomics.com