• Tidak ada hasil yang ditemukan

MARKET BRIEF: PRODUK OBAT, OBAT TRADISIONAL, KOSMETIK, DAN SUPLEMEN Atase Perdagangan Tokyo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MARKET BRIEF: PRODUK OBAT, OBAT TRADISIONAL, KOSMETIK, DAN SUPLEMEN Atase Perdagangan Tokyo"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

MARKET BRIEF:

PRODUK OBAT, OBAT TRADISIONAL,

KOSMETIK, DAN SUPLEMEN

Atase Perdagangan Tokyo

[KBRI TOKYO, 5-2-9, Higashi Gotanda, Shinagawa-ku, Tokyo]

(2)

Daftar Isi

Kata Pengantar 3

I. Pendahuluan 4

1.1 Pemilihan Produk 4

1.2 Profil Jepang 8

II. Potensi Pasar Jepang 11

2.1 Impor Komoditi Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik,

dan Suplemen Jepang - Dunia 11

2.2 Potensi Pasar Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik,

dan Suplemen Jepang - Dunia 14

2.3 Kebijakan Impor Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik,

dan Suplemen di Jepang 16

2.4 Saluran Distribusi Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik,

dan Suplemen di Jepang 20

2.5 Permintaan Pasar Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik,

dan Suplemen di Jepang 21

2.6 Persyaratan Impor Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik,

dan Suplemen di Jepang 23

2.7 Hambatannya & Isu yang Menghambat Ekspor Produk Obat,

Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen di Jepang 23

III. Peluang dan Strategi 26

3.1 Peluang 26

3.2 Strategi 29

(3)

IV. Informasi Penting 33 Daftar Importir Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik,

dan Suplemen di Jepang 37

(4)

Kata Pengantar

Dengan ucapan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, laporan yang berjudul "Market Brief Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen di Jepang" telah selesai disusun. Laporan ini memberikan gambaran potensi pasar produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen di Jepang dengan mengacu pada "Outline Market Intelligence dan Market Brief" yang telah disampaikan sebelumnya.

Laporan ini dibuat untuk memberikan informasi terkait kondisi terbaru pasar produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen di Jepang, dimana tingkat persaingan di Jepang dengan negara pemasok utama lainnya, seperti Amerika Serikat, China, Irlandia, Perancis, Singapura, serta negara-negara ASEAN lainnya menjadi semakin kompetitif. Laporan ini juga mencoba memberikan rekomendasi hal-hal yang perlu dilakukan agar Indonesia dapat meningkatkan daya saing dan meningkatkan ekspor produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen ini ke Jepang.

Semoga laporan market brief produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen ini dapat bermanfaat bagi pengusaha, asosiasi terkait, serta pihak terkait lainnya dalam menentukan strategi pemasaran dan pengambilan kebijakan terkait ekspor produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen ke pasar Jepang sehingga nantinya dapat meningkatkan volume ekspor Indonesia ke pasar global pada umumnya dan pasar Jepang pada khususnya.

(5)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pemilihan Produk

Jepang memiliki market produk obat yang sangat besar. Pada tahun fiskal 2013, besar market produk obat, termasuk obat tradisional di Jepang telah melampaui ¥ 10 trilyun. Produk kosmetik di Jepang juga memiliki market yang sangat besar, yaitu mencapai ¥ 2,33 trilyun pada tahun fiskal 2014. Sementara itu, besar market untuk produk suplemen dan makanan kesehatan di Jepang mencapai ¥ 1,5785 trilyun pada tahun fiskal 2015.

Dilihat dari kategori produknya, produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen memiliki cakupan yang sangat luas. Tabel 1.1 menunjukkan HS code dari produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen yang menjadi cakupan

Market Brief ini. Definisi yang tercantum dalam Tabel 1.1 adalah definisi yang

tercantum dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia 2012.

Market impor produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen di Jepang juga sangat besar. Pada Gambar 1.1 dapat terlihat bahwa produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen yang tercantum dalam Tabel 1.1 ini secara keseluruhan memiliki market impor sebesar US$ 18,5 milyar pada tahun 2015. Jepang tercatat mengimpor dari Indonesia sebesar US$ 44,67 juta pada tahun 2015.

(6)

Tabel 1.1 Produk-Produk yang Menjadi Cakupan Market Brief ini

HS Code Deskripsi Description

1211

Tanaman dan bagiannya (termasuk biji dan buah), yang terutama dipakai dalam pembuatan wewangian, dalam

farmasi atau untuk insektisida,

fungisida atau untuk tujuan yang semacam itu, segar atau dikeringkan,

baik dipotong, dihancurkan atau

dijadikan bubuk maupun tidak

Plants and parts of plants (including seeds and fruits), of a kind used primarily in perfumery, in pharmacy or for insecticidal, fungicidal or similar purposes, fresh or dried, whether or not cut, crushed or powdered.

3004

Obat (tidak termasuk barang dari pos 30.02, 30.05 atau 30.06) terdiri dari produk campuran atau tidak untuk keperluan terapeutik atau profilaktik,

disiapkan dalam dosis tertentu

(termasuk dalam bentuk sistem

pemberian transdermal) atau dalam bentuk atau kemasan untuk penjualan eceran

Medicaments (excluding goods of

heading 30.02, 30.05 or 30.06)

consisting of mixed or unmixed products for therapeutic or prophylactic uses, put up in measured doses (including those in the form of transdermal administration systems) or in forms or packings for retail sale

3304

Preparat kecantikan atau rias dan preparat untuk perawatan kulit (selain

obat-obatan), termasuk preparat

penutup atau pelindung kulit terhadap sinar matahari; di preparat manikur atau pedikur.

Beauty or make-up preparations and preparations for the care of the skin (other than medicaments), including sunscreen or sun tan preparations; manicure or pedicure preparations.

Gambar 1.1 Market Impor Produk-Produk yang Menjadi Cakupan Market Brief ini di Jepang

(7)

Jepang merupakan negara produsen dan pengekspor produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen. Sebagaimana terlihat pada Tabel 1.2, negara-negara tujuan ekspor produk HS 1211 Medicinal plants Jepang pada tahun 2015 adalah Taiwan (30,6%), Amerika Serikat (15,8%), China (14,4%), Korea Selatan (12,2%), dan Hongkong (9,1%). Indonesia (0,2%) berada di urutan ke-15. Total ekspor Jepang ke dunia tahun 2015 untuk produk HS 1211 ini adalah sebesar US$ 1,6 juta, atau menurun 42,1% dibanding tahun sebelumnya.

Tabel 1.2 Ekspor HS 1211 Jepang ke Dunia Periode 2011-2015

(dalam ribu US$)

Rank Importir 2011 2012 2013 2014 2015 Pangsa

(%) 2015 PERUB (%) 15-14 WORLD 2,800 2,985 2,397 2,846 1,649 100 -42.1 1 Taiwan 488 345 277 763 505 30.6 -33.8 2 Amerika Serikat 524 276 317 158 260 15.8 64.6 3 China 322 50 264 68 237 14.4 248.5 4 Korea Selatan 226 230 164 208 202 12.2 -2.9 5 Hongkong 401 321 993 1,389 150 9.1 -89.2 15 Indonesia 0 5 8 5 4 0.2 -20

Sumber: ITC (diolah)

Lima negara tujuan utama ekspor produk HS 3004 Medicament mixtures

(not 3002, 3005, 3006), put in dosage Jepang adalah Amerika Serikat (40,7%),

China (15,6%), Korea Selatan (7,3%), Taiwan (5,5%), dan Perancis (5,1%). Indonesia (0,5%) berada di urutan ke-17. Sebagaimana dapat terlihat pada Tabel 1.3, total ekspor Jepang ke dunia tahun 2015 untuk produk HS 3004 ini adalah sebesar US$ 2,37 milyar, atau meningkat 26,8% dibanding tahun sebelumnya.

(8)

Tabel 1.3 Ekspor HS 3004 Jepang ke Dunia Periode 2011-2015

(dalam ribu US$)

Rank Importir 2011 2012 2013 2014 2015 Pangsa

(%) 2015 PERUB (%) 15-14 WORLD 2,517,125 2,043,333 1,927,039 1,868,838 2,370,350 100 26.8 1 Amerika Serikat 867,357 497,512 457,743 450,933 965,913 40.7 114 2 China 274,908 330,492 363,258 396,189 370,095 15.6 -6.6 3 Korea Selatan 196,559 187,018 157,957 165,441 172,222 7.3 4.1 4 Taiwan 126,075 129,029 124,989 126,691 131,007 5.5 3.4 5 Perancis 76,540 48,966 76,678 92,640 120,440 5.1 30 17 Indonesia 10,755 13,324 12,555 11,355 12,994 0.5 14.4

Sumber: ITC (diolah)

Sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 1.4, lima negara tujuan ekspor produk HS 3304 Beauty, make-up & skin-care preparations; sunscreens,

manicure or pedicure Jepang adalah Hongkong (25,1%), Taiwan (18,4%), China

(16%), Korea Selatan (11,5%), dan Singapura (7,8%). Indonesia (0,8%) berada di urutan ke-11. Total ekspor Jepang ke dunia tahun 2015 untuk produk HS 3304 ini adalah sebesar US$ 1,38 milyar, atau meningkat 17,9% dibanding tahun sebelumnya.

Tabel 1.4 Ekspor HS 3304 Jepang ke Dunia Periode 2011-2015

(dalam ribu US$)

Rank Importir 2011 2012 2013 2014 2015 Pangsa

(%) 2015 PERUB (%) 15-14 WORLD 1,362,027 1,291,363 1,149,144 1,173,765 1,383,711 100 17.9 1 Hongkong 227,864 220,131 207,429 229,464 347,332 25.1 51.4 2 Taiwan 300,265 274,081 250,043 231,380 254,687 18.4 10.1 3 China 238,450 210,009 170,633 169,249 221,755 16 31 4 Korea Selatan 201,944 196,468 143,393 144,130 159,459 11.5 10.6 5 Singapura 95,618 108,982 101,734 102,047 108,466 7.8 6.3 11 Indonesia 2,886 5,191 2,578 5,442 11,479 0.8 110.9

(9)

Jepang adalah negara kepulauan yang juga memiliki julukan sebagai negara Matahari Terbit dan negeri Sakura. Jepang yang beribukota di Tokyo merupakan negara industri dengan GDP terbesar ke-3 setelah Amerika Serikat dan China.

Sistem pemerintahan Jepang adalah monarki konstitusional dengan sistem parlementer, dengan kaisar (tennō heika) sebagai kepala negara, dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan yang dipilih oleh parlemen. Parlemen di Jepang terdiri dari dua majelis: Majelis Rendah Jepang (House of

Representatives) dan Majelis Tinggi Jepang (House of Councillors). Saat ini

pemerintahan Jepang dikuasai oleh koalisi partai LDP dan Komeito.

Gambar 1.2 menunjukkan peta negara Jepang. Menurut Geospatial

Information Authority of Japan, luas negara Jepang adalah sebesar 377.959km2. Jepang memiliki  6.800 pulau, dengan 4 pulau terbesar yaitu Hokkaidō, Honshū, Shikoku, dan Kyūshū. Jepang secara geografis terletak di kawasan Asia timur yang terpisah dari benua Asia, dan berada di sebelah barat Samudera Pasifik. Adapun batas-batas negara Jepang adalah sebagai berikut: utara adalah Laut Okhotsk, timur adalah Samudera Pasifik, selatan adalah Laut Cina timur dan Laut Filipina, dan barat adalah Laut Jepang dan Selat Korea. Secara keseluruhan, Jepang mempunyai iklim muson laut sedang.

Menurut data estimasi Statistics Bureau tanggal 1 Januari 2016, Jepang memiliki penduduk sejumlah 126,82 juta.

(10)

Bank sentral di Jepang adalah Bank of Japan. Jumlah bank yang mendapatkan izin usaha dari Financial Service Agency, Jepang ada 197 bank, dan 56 bank di antaranya adalah bank negara asing. Jepang memiliki mata uang Yen (¥). Kegiatan ekonomi utama Jepang adalah industri, pertanian, perikanan, pertambangan, perhubungan, dan perdagangan.

Pada tahun 2012, konsumsi energi di Jepang diperkirakan mencapai 453.283 toe (tonne of oil equivalent), namun rasio swasembada energi di Jepang pada tahun 2012 tercatat hanya sebesar 6.0%, sehingga Jepang sangat bergantung pada impor bahan bakar dari luar negeri. Rasio swasembada pangan di Jepang adalah 40%, yang mengindikasikan bahwa Jepang sangat tergantung pada impor bahan makanan dari luar negeri.

Jepang memiliki infrastruktur transportasi yang baik. Berdasarkan data 1 April 2012, total panjang jalan darat yang dapat dilalui kendaraan di Jepang adalah 1.273.620,4 km. Untuk transportasi darat, kereta juga memegang peran yang sangat penting bagi Jepang. Menurut data 31 Maret 2009, total panjang rel di seluruh Jepang adalah 27.342,4 km, 2.369,7 km di antaranya khusus untuk

shinkansen.

Jepang memiliki 82 bandara untuk penerbangan domestik, dan 32 di antaranya juga berfungsi sebagai bandara untuk penerbangan internasional. Jepang memiliki 994 pelabuhan, dengan pelabuhan Nagoya sebagai pelabuhan internasional terbesar.

Kota-kota perdagangan utama di Jepang adalah Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Tokyo adalah kota perdagangan terbesar di dunia, dengan GDP lebih dari US$ 1 triliun.

(11)
(12)

BAB II

POTENSI PASAR JEPANG

2.1 Impor Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen Jepang - Dunia

Jepang merupakan negara pengimpor produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen dari berbagai negara di dunia. Sebagaimana terlihat pada Tabel 2.1, lima negara utama pengekspor produk HS 1211 Medicinal plants ke Jepang pada tahun 2015 adalah China (79,3%), Thailand (3,7%), India (3,7%), Korea Selatan (2,5%), dan Indonesia (2,2%). Total impor Jepang tahun 2015 untuk produk HS 1211 adalah sebesar US$ 247,4 juta, atau turun 19% dibanding tahun sebelumnya.

Tabel 2.1 Impor HS 1211 Jepang dari Dunia Periode 2011-2015

(dalam ribu US$)

Rank Eksportir 2011 2012 2013 2014 2015 Pangsa

(%) 2015 PERUB (%) 15-14 WORLD 223,179 266,883 269,115 305,342 247,405 100 -19 1 China 178,043 222,366 222,694 247,460 196,260 79.3 -20.7 2 Thailand 7,412 7,255 7,862 8,433 9,217 3.7 9.3 3 India 7,737 7,625 8,843 11,020 9,215 3.7 -16.4 4 Korea Selatan 1,956 3,180 2,016 5,677 6,190 2.5 9 5 Indonesia 4,789 3,144 5,063 7,412 5,520 2.2 -25.5 ASEAN 9 Malaysia 3,609 3,162 1,536 1,604 1,593 0.6 -0.7 10 Vietnam 2,097 2,169 2,185 1,979 1,584 0.6 -20 25 Laos 545 657 926 1,335 196 0.1 -85.3 32 Filipina 35 43 88 65 84 0.03 29.2 51 Kamboja 0 0 7 4 13 0.01 225 57 Myanmar 222 0 401 2 7 0.003 250 - Singapura 0 8 32 0 0 0 0

(13)

Dari Tabel 2.2 dapat terlihat bahwa lima negara utama pengekspor produk HS 3004 Medicament mixtures (not 3002, 3005, 3006), put in dosage ke Jepang adalah Irlandia (26,3%), Amerika Serikat (15,6%), Jerman (11,8%), Perancis (8,3%), dan Singapura (6%). Indonesia (0,2%) berada di urutan ke-21, atau urutan ke-2 untuk kawasan ASEAN. Total impor Jepang tahun 2015 untuk produk HS 3004 adalah sebesar US$ 17,2 milyar, atau meningkat 25,6% dibanding tahun sebelumnya.

Tabel 2.2 Impor HS 3004 Jepang dari Dunia Periode 2011-2015

(dalam ribu US$)

Rank Eksportir 2011 2012 2013 2014 2015 Pangsa

(%) 2015 PERUB (%) 15-14 WORLD 13,903,126 16,697,389 14,790,765 13,718,126 17,234,181 100 25.6 1 Irlandia 210,230 243,813 218,943 213,065 4,538,193 26.3 2030 2 Amerika Serikat 2,482,365 3,081,606 2,488,585 2,771,577 2,689,064 15.6 -3 3 Jerman 1,854,268 2,520,195 2,230,689 2,111,975 2,028,094 11.8 -4 4 Perancis 1,545,916 1,768,645 1,793,554 1,745,112 1,433,688 8.3 -17.8 5 Singapura 1,000,556 1,279,747 1,139,805 1,054,949 1,032,426 6 -2.1 ASEAN 21 Indonesia 40,790 37,140 35,635 42,414 38,439 0.2 -9.4 24 Thailand 18,699 26,174 22,844 23,017 22,713 0.1 -1.3 31 Vietnam 1,549 4,084 5,433 5,444 4,811 0.03 -11.6 38 Malaysia 930 761 608 621 389 0.002 -37.4 40 Filipina 975 1,163 485 373 340 0.002 -8.8 46 Myanmar 0 0 0 0 2 0.00001 - - Kamboja 0 0 0 2 0 0 -100

(14)

Lima negara utama pengekspor produk HS 3304 Beauty, make-up &

skin-care preparations; sunscreens, manicure or pedicure ke Jepang adalah

Perancis (33,5%), Amerika Serikat (19,8%), Korea Selatan (7,6%), China (7,2%), dan Inggris (6,7%). Indonesia (0,1%) berada di urutan ke-28, atau urutan ke-6 untuk kawasan ASEAN. Sebagaimana terlihat pada Tabel 2.3, total impor Jepang tahun 2015 untuk produk HS 3304 adalah sebesar US$ 1,0667 milyar, atau menurun 3,2% dibanding tahun sebelumnya.

Tabel 2.3 Impor HS 3304 Jepang dari Dunia Periode 2011-2015

(dalam ribu US$)

Rank Eksportir 2011 2012 2013 2014 2015 Pangsa

(%) 2015 PERUB (%) 15-14 WORLD 1,065,034 1,182,609 1,107,570 1,101,864 1,066,744 100 -3.2 1 Perancis 394,686 418,508 386,395 367,779 357,046 33.5 -2.9 2 Amerika Serikat 247,228 284,267 246,085 230,047 210,796 19.8 -8.4 3 Korea Selatan 89,791 122,346 102,827 85,491 81,298 7.6 -4.9 4 China 79,031 83,363 76,292 73,795 77,077 7.2 4.4 5 Inggris 45,139 52,625 53,160 62,041 71,962 6.7 16 ASEAN 6 Vietnam 6,507 6,772 16,342 45,533 46,261 4.3 1.6 9 Thailand 14,139 20,970 32,263 35,495 29,766 2.8 -16.1 18 Malaysia 4,029 2,977 4,019 4,261 3,248 0.3 -23.8 24 Filipina 487 196 913 1,057 1,357 0.1 28.4 27 Singapura 1,708 1,124 814 711 823 0.1 15.8 28 Indonesia 1,127 607 384 549 714 0.1 30.1

Sumber: ITC (diolah)

Gambar 2.1 menunjukkan lima negara pengekspor terbesar ke Jepang dari kawasan ASEAN untuk produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen. Indonesia berada di urutan ke-4 di antara negara anggota ASEAN lainnya.

(15)

Gambar 2.1 Lima Negara Pengekspor Terbesar ke Jepang dari Kawasan ASEAN

untuk Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen (dalam juta USD)

2.2 Potensi Pasar Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen Jepang - Dunia

Gambar 2.2 menunjukkan pangsa pasar eksportir, khususnya lima negara eksportir utama produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen ke Jepang pada tahun 2015. Lima negara eksportir utama produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen ke Jepang adalah Irlandia (24,5%), Amerika Serikat (17,8%), Jerman (11,1%), Perancis (9,6%), dan Singapura (5,6%).

Tabel 2.4 memperlihatkan potensi ekspor Indonesia untuk produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen pada tahun 2014. Dengan kapasitas ekspor produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen Indonesia ke dunia sebesar US$ 517,29 juta dan nilai impor Jepang dari dunia sebesar US$ 15,1 milyar, maka terlihat bahwa Indonesia masih memiliki potensi sebesar US$ 466,9 juta untuk mengekspor produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen ke

(16)

Gambar 2.2 Pangsa Pasar Eksportir Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen ke Jepang Tahun 2015

Tabel 2.4 Potensi Ekspor Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen Indonesia ke Jepang tahun 2014

(dalam ribu US$)

HS code Impor Jpn dr Ina Ekspor Ina ke

Dunia Impor Jpn dr Dunia

Potensi Perdagangan Ina

1211 7,412 26,064 305,342 18,652

3004 42,414 357,060 13,718,126 314,646

3304 549 134,167 1,101,864 133,618

Secara umum dapat disimpulkan bahwa potensi Indonesia untuk mereguk pasar/share yang lebih besar untuk produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen di Jepang masih sangat terbuka.

Irlandia (24,5%)

Perancis (9,6%) Jerman (11,1%)

Amerika Serikat (17,8%) Singapura (5,6%)

(17)

2.3 Kebijakan Impor Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen di Jepang

Untuk impor produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen, regulasi yang berlaku di Jepang adalah sebagai berikut.

(1) Custom Law.

Seluruh turunan produk HS 1211, HS 3004, dan HS 3304 dari Indonesia sudah bebas tarif bea masuk berkat adanya perjanjian ekonomi bilateral Indonesia dan Jepang (Indonesia - Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA)). Untuk produk-produk dengan kode HS yang mendapatkan preferential

treatment, pengekspor perlu melampirkan certificate of origin dengan format

IJEPA yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Selain itu, Custom Law juga berlaku untuk mencegah masuknya produk tiruan yang melanggar Intellectual Property Right.

(2) Plant Protection Act.

Berdasarkan Plant Protection Act, untuk produk obat tradisional atau suplemen yang dibuat dari bahan tumbuhan, pihak karantina akan melihat bentuk dan kondisi processing dari produk yang masuk dari luar negeri dan menentukan apakah perlu dikarantina terlebih dahulu atau tidak. Bila produk ternyata perlu dikarantina, maka produk yang masuk ke Jepang perlu dilampiri dengan

Phytosanitary Certificate yang dikeluarkan oleh lembaga terkait di negara asal

(18)

(3) Food Sanitation Act.

Berdasarkan Food Sanitation Act, produk suplemen impor tidak boleh mengandung komponen kimia melebihi batas standar residu komponen kimia yang ditetapkan oleh Ministry of Health, Labour and Welfare di Jepang. List komponen kimia ini dapat dilihat pada database milik The Japan Food Chemical

Research Foundation. Apabila produk impor mengandung komponen kimia

melebihi batas yang ditentukan, maka produk tersebut tidak diizinkan beredar di pasar Jepang.

(4) Pharmaceutical Affairs Law.

Berdasarkan Pharmaceutical Affairs Law, importir harus melaporkan setiap produk obat, obat tradisional dan kosmetik yang akan diimpor, dengan menyampaikan informasi tentang jenis produk, proses produksi, isi kandungan, berat, dan sebagainya kepada Pharmaceuticals and Medical Devices Agency (PMDA) untuk mendapatkan certificate of approval for manufacture and sale dari

Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW). Bila produk kosmetik yang akan

diimpor tersebut memenuhi Standards for Cosmetics, dan seluruh isi kandungan produk tertera pada packaging produk, importir cukup melaporkan ke PMDA, dan tidak perlu mendapatkan certificate of approval for manufacture and sale dari MHLW. Standards for Cosmetics ini dikeluarkan oleh MHLW, dan mengatur batasan kandungan zat kimia yang boleh digunakan. Daftar zat kimia yang tidak boleh digunakan juga tercantum dalam Standards for Cosmetics ini. Terjemahan bahasa Inggris untuk Standards for Cosmetics ini dapat dilihat pada situs yang tertera di bagian Referensi dari laporan ini.

(19)

Selain itu, untuk produk obat dan obat tradisional, produsen produk obat dan obat tradisional di luar Jepang harus mendapatkan Accreditation of Foreign

Manufacturer dari MHLW. Gambar 2.3 menunjukkan proses untuk mendapatkan

akreditasi ini. Pendaftaran dapat dilakukan oleh pihak importer yang sudah memiliki certificate of approval for manufacture and sale dari MHLW, namun nama pendaftar yang dicantumkan tetap menggunakan nama pihak produsen luar negeri. Akreditasi yang diperoleh ini hanya berlaku selama 5 tahun sehingga perlu diperbaharui setiap 5 tahun. Biaya akreditasi ini berkisar antara ¥ 80.000 - ¥160.000, tergantung ada tidaknya inspeksi ke lokasi produksi. Pada umumnya, PMDA tidak melakukan inspeksi ke lokasi produksi. Waktu proses akreditasi ini sekitar 5 bulan. Biaya perpanjangan akreditasi sekitar ¥ 60.000.

Gambar 2.3 Proses untuk mendapatkan Accreditation of Foreign Manufacturer (Sumber: Pharmaceuticals and Medical Devices Agency)

(20)

Sebagai catatan, saat ini hanya tercatat 4 perusahaan di Indonesia yang memiliki akreditasi untuk kategori produk drug, yaitu PT Tanabe Indonesia, PT Meiji Indonesian Pharmaceutical Industries Bangil, PT Tetra Kimia Mulia, dan PT Actavis Indonesia. Selain itu, tercatat 6 perusahaan terakreditasi untuk kategori produk quasi drug, yaitu PT Mandom Indonesia, PT Kemas Indah Maju, PT Yasulor Indonesia, PT Osaki Medical Indonesia, PT Fumakilla Indonesia, dan PT Osimo Indonesia.

Selain itu, berdasarkan Pharmaceutical Affairs Law, importir harus menyampaikan import notification kepada MHLW setiap kali mengimpor produk obat, obat tradisional, dan kosmetik.

Untuk produk kosmetik dan juga produk suplemen, produsen luar negeri umumnya tidak memerlukan Accreditation of Foreign Manufacturer dari MHLW. Tapi ada baiknya importir menghubungi langsung divisi pharmaceuticals di pemerintah daerah atau ke Pharmaceuticals and Medical Devices Agency, untuk memastikan apakah produk yang akan diimpor itu masuk dalam kategori produk kosmetik atau produk suplemen, atau masuk dalam kategori quasi drug yang akan memerlukan akreditasi dari MHLW.

Selain masalah akreditasi ini, Pharmaceutical Affairs Law juga mewajibkan penulisan keterangan tentang produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen, misalnya nama manufacturer, nama produk, nomor produk, isi kandungan produk, tanggal kadaluwarsa, dan sebagainya. Khusus untuk isi kandungan produk, harus tertulis dalam bahasa Jepang.

(21)

Berdasarkan Pharmaceutical Affairs Law, selain perusahaan, individu dapat mengimpor produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen untuk konsumsi pribadi. Individu ini perlu melaporkan produk yang akan diimpor ke MHLW, dan membuktikan bahwa produk tersebut benar-benar hanya untuk keperluan pribadi dan tidak untuk dijual. Batasan jumlah yang boleh diimpor akan tergantung pada jenis produk yang akan diimpor. Sebagai contoh, untuk produk kosmetik, jumlah maksimum yang boleh diimpor adalah 24 buah per jenis. Di Jepang, cukup banyak perusahaan Jepang yang bergerak sebagai import

agencies untuk membantu konsumen individu mengimpor produk obat, obat

tradisional, kosmetik dan suplemen langsung dari luar negeri.

2.4 Saluran Distribusi Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen di Jepang

Gambar 2.4 mendeskripsikan alur distribusi produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen dari produsen, lalu diekspor dan sampai ke tangan konsumen.

Produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen yang diimpor ini sangat beragam, karena itu jalur distribusi dari produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen itu sendiri sangat beragam. Untuk produk obat yang dapat dibeli oleh konsumen dengan menggunakan asuransi kesehatan, produk obat tersebut hanya didistribusikan kepada konsumen melalui pihak rumah sakit/klinik, dan apotek. Sementara itu, salon kecantikan dapat menjadi jalur distribusi produk kosmetik kepada konsumen.

(22)

Selain itu, konsumen dapat mengimpor langsung produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen dari luar negeri untuk keperluan sendiri, namun umumnya konsumen meminta jasa import agencies untuk mengurus proses impor ini.

Gambar 2.4 Saluran Distribusi Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen dari Luar Negeri

2.5 Permintaan Pasar Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen

di Jepang

Besar nilai impor produk turunan HS 1211 dapat dilihat pada Tabel 2.5. Produk HS 121190 Plants & pts of plants (incl sed&fruit) usd in pharm,perf,insect

etc nes memiliki nilai impor sebesar ¥ 206,68 juta pada tahun 2015, atau 83,5%

dari seluruh nilai impor produk HS 1211.

Hospital, Clinics, Drugstores, Beauty Salon, Retailers, Mass

Merchandisers

Foreign Brand Import Agent Importers

Foreign Brand Shop Manufacturers

Wholesalers

Consumers Exporters

(23)

Tabel 2.5 Impor Produk Turunan HS 1211 Jepang dari Dunia Tahun 2015 (dalam ribu US$)

HS code Product Label Import Value

121120 Ginseng roots usd primly in pharm,perf,insecticide,fungicide/sim

purp 40,722

121190 Plants &pts of plants(incl sed&fruit) usd in pharm, perf, insect etc nes 206,683

Sementara itu, besar nilai impor produk turunan HS 3004 dapat dilihat pada Tabel 2.6. Produk HS 300490 Medicaments nes, in dosage memiliki pasar yang sangat besar di Jepang. Nilai impor produk HS 300490 mencapai ¥ 14,88 milyar pada tahun 2015, atau 86,3% dari seluruh nilai impor produk HS 3004. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan untuk produk HS 300490 di Jepang sangatlah besar.

Tabel 2.6 Impor Produk Turunan HS 3004 Jepang dari Dunia Tahun 2015 (dalam ribu US$)

HS code Product Label Import Value

300410 Penicilins or streptomycins and their derivatives, in dosage 72,205

300420 Antibiotics nes, in dosage 451,301

300431 Insulin, in dosage 419,146

300432 Adrenal cortex hormones, in dosage 613,509 300439 Hormones nes, not containing antibiotics, in dosage., o/t

contraceptive 704,398

300440 Alkaloids or their derivs, not cntg antibiotics or hormones, in dosage 56,409 300450 Vitamins and their derivatives, in dosage 37,162

300490 Medicaments nes, in dosage 14,880,051

Besar nilai impor produk turunan HS 3304 dapat dilihat pada Tabel 2.7. Produk HS 330499 Beauty or make-up preparations nes, sunscreen or sun tan

preparations memiliki nilai impor sebesar ¥ 738,1 juta pada tahun 2015, atau

(24)

Tabel 2.7 Impor Produk Turunan HS 3304 Jepang dari Dunia Tahun 2015 (dalam ribu US$)

HS code Product Label Import Value

330410 Lip make-up preparations 103,468

330420 Eye make-up preparations 98,727

330430 Manicure or pedicure preparations 52,885 330491 Powders, skin care, whether or not compressed 73,542 330499 Beauty or make-up preparations nes, sunscreen or sun tan

preparations 738,122

Dari ketiga tabel di atas, dapat terlihat bahwa nilai impor dari masing-masing produk turunan yang ada semuanya memiliki nilai di atas US$ 35 juta, yang menunjukkan bahwa permintaan untuk produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di Jepang secara umum sangat besar.

2.6 Persyaratan Impor Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen di Jepang

Impor produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen perlu mengikuti aturan Pharmaceutical Affairs Law yang berlaku. Komunikasi yang baik dengan pihak importir sangatlah penting untuk dapat memenuhi aturan yang ada. Karena itu, produsen perlu juga berhati-hati dalam memilih importir. Ada baiknya produsen hanya memilih importir yang sudah berpengalaman mengurus

certificate of approval for manufacture and sale dari MHLW.

2.7 Hambatannya & Isu yang Menghambat Ekspor Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen ke Jepang

Beberapa hal yang dapat menghambat peningkatan ekspor produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen ke Jepang adalah sebagai berikut.

(25)

(a) Pemasaran dan promosi. Pengusaha-pengusaha produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen perlu terus aktif untuk ikut dalam pameran dagang di Jepang sehingga keberadaan mereka dapat lebih dikenal oleh pengusaha-pengusaha Jepang.

(b) Masih sedikitnya perusahaan Indonesia yang memiliki Accreditation of

Foreign Manufacturer dari MHLW. Saat ini hanya tercatat 4 perusahaan di

Indonesia yang memiliki akreditasi untuk kategori produk drug, dan 6 perusahaan untuk kategori produk quasi drug. Masih sedikitnya perusahaan Indonesia yang terakreditasi ini tentunya menghambat peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke Jepang.

(c) Reputasi pesaing. Sebagaimana terlihat pada Tabel 2.1, China memegang 79,3% pangsa pasar produk HS 1211 Medicinal plants. Untuk produk HS 1211, reputasi China sulit ditandingi oleh negara lain. Sementara itu, sebagaimana terlihat pada Tabel 2.2, untuk produk HS 3044 Medicament

mixtures (not 3002, 3005, 3006), put in dosage, Irlandia mengalami

peningkatan nilai impor sebesar 2.030% dibanding tahun sebelumnya. Untuk produk HS 3044, reputasi Irlandia saat ini sulit ditandingi oleh negara lain. Pada Tabel 2.3, dapat terlihat bahwa produk HS 3304 dari Perancis dan Amerika Serikat memiliki pangsa pasar yang besar di Jepang. Reputasi para pesaing ini dapat menghambat peningkatan ekspor Indonesia ke Jepang. (d) Pangsa pasar produk Indonesia di Jepang. Pangsa pasar produk Indonesia di

Jepang untuk produk HS 3004 dan HS 3404 masih di bawah 1%. Indonesia masih sangat perlu meningkatkan pangsa pasar produk obat, obat tradisional,

(26)

(e) Produk buatan Jepang. Bila membandingkan besar market di Jepang dengan nilai impor yang ada, dapat dikatakan bahwa market Jepang didominasi oleh produk buatan dalam negeri.

(f) Kendala bahasa/komunikasi. Kendala bahasa/komunikasi antara produsen/pengusaha produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di Indonesia dengan pihak importir Jepang dapat menghambat proses transaksi.

(27)

BAB III

PELUANG DAN STRATEGI 3.1 Peluang

a. Bentuk Kerjasama

Dengan hubungan bilateral yang terbina baik antara Indonesia dan Jepang, Indonesia memiliki keuntungan untuk mengundang lebih banyak investor dari Jepang untuk mengembangkan produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di Indonesia.

b. Tarif bea masuk

Melalui perjanjian kerjasama ekonomi dengan Jepang dalam kerangka IJEPA, seluruh produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen dari Indonesia sudah bebas tarif bea masuk. Sebagai contoh, produk HS 1211.90.999.6 Other dari China dikenakan tarif bea masuk sebesar 2,5%, sementara produk dari Indonesia sudah bebas tarif bea masuk. Lebih rendahnya nilai tarif bea masuk memberi peluang yang lebih baik bagi Indonesia.

c. Potensi Perdagangan Indonesia

Sebagaimana terlihat pada Tabel 2.3, Indonesia memiliki kapasitas ekspor produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen sebesar US$ 517,29 juta pada tahun 2014, dan memiliki potensi sebesar US$ 466,9 juta untuk mengekspor produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen ke Jepang pada tahun 2014.

(28)

d. Reputasi produk Indonesia di Jepang

Sebagaimana terlihat pada Tabel 2.1, Indonesia merupakan negara pengekspor terbesar ke-5 untuk produk HS 1211 Medicinal plants. Selain itu, untuk produk HS 300410 Penicillins or streptomycins and their derivatives, in

dosage, Indonesia merupakan negara pengekspor terbesar ke Jepang sejak

tahun 2008. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa produk obat dan obat tradisional dari Indonesia telah diterima di pasar Jepang.

e. Bertambahnya populasi usia lanjut di Jepang

Usia harapan hidup di Jepang pada tahun 2014 adalah 86,83 tahun untuk wanita, dan 80,50 tahun untuk pria. Dalam data statistik yang dikeluarkan pada tanggal 22 Pebruari 2016 oleh Ministry of Internal Affairs and Communication, tercatat bahwa jumlah penduduk yang berusia 65 tahun ke atas berjumlah lebih dari 33,79 juta orang, atau sekitar 26,6% dari jumlah penduduk di Jepang. Dengan tingginya angka usia harapan hidup dan semakin bertambahnya populasi usia lanjut di Jepang ini demand untuk produk obat, obat tradisional, dan suplemen secara umum akan terus meningkat.

f. Meningkatnya pasar produk halal di Jepang

Dengan meningkatnya pasar produk halal di Jepang seiring dengan bertambahnya wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang, dapat diharapkan pasar untuk produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen halal semakin bertambah dan memberi peluang untuk peningkatan pangsa pasar produk dari Indonesia di Jepang.

(29)

g. Konsumen yang mengimpor langsung produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen dari luar negeri

Dengan semakin luasnya penggunaan internet, semakin banyak konsumen yang mengimpor langsung produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen dari luar negeri. Tidak sedikit import agencies di Jepang yang membantu proses impor langsung oleh konsumen ini. Selain itu, tidak sedikit

e-commerce dari luar negeri yang menjual produk obat, obat tradisional, kosmetik

dan suplemen khusus untuk konsumen individu di Jepang. Gambar 3.1 menunjukkan beberapa contoh situs e-commerce di luar Jepang tersebut. Karena targetnya khusus konsumen individu di Jepang, situs-situs ini hanya menggunakan bahasa Jepang.

(a) Situs E-commerce yang dikelola oleh perusahaan di Filipina

(b) Situs E-commerce yang dikelola oleh perusahaan di China Gambar 3.1 Contoh Situs E-Commerce yang Berasal dari Luar Jepang

(30)

3.2 Strategi

Dengan melihat fenomena secara umum dan mempertimbangkan peluang-peluang yang tertera di atas, hal-hal berikut direkomendasikan bagi dunia usaha Indonesia untuk dapat meningkatkan pangsa pasar untuk produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di Jepang.

a. Berpartisipasi dalam pameran dagang di Jepang. Pameran-pameran yang terkait produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen dilaksanakan setiap tahunnya di Jepang. Para pengusaha produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di Indonesia kiranya dapat proaktif untuk berpartisipasi mengikuti pameran sehingga keberadaan perusahaan mereka dapat dikenal di Jepang.

b. Proaktif dengan Perwakilan Dagang di Jepang. Para pengusaha produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di Indonesia diharapkan dapat secara proaktif menghubungi perwakilan dagang luar negeri Indonesia di Jepang (Tokyo dan Osaka) untuk meminta informasi pameran dan perkembangan terkait produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen ini, maupun untuk bantuan prasarana kerjasama dengan pihak Jepang. c. Membina terus hubungan baik dengan pembeli dari Jepang. Bila telah

berhasil bertransaksi dengan importir Jepang, pengusaha produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di Indonesia harus berusaha untuk terus menjaga kualitas produk sehingga tetap terjalin hubungan saling percaya yang baik dengan importir Jepang tersebut.

(31)

d. Meningkatkan kerjasama dengan industri produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di Jepang. Kerjasama dengan pihak industri di Jepang akan membantu peningkatan kualitas produk Indonesia dan pemasaran produk dari Indonesia di pasar Jepang.

e. Mengadakan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan asing non-Jepang yang sudah memiliki pasar di Jepang. Pengusaha Indonesia dapat juga mengajak perusahaan-perusahaan asing non-Jepang yang sudah memiliki pasar di Jepang untuk memproduksi produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen mereka di Indonesia.

f. Menggunakan situs e-commerce untuk penjualan produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen ke pasar Jepang. Pengusaha di Indonesia perlu memikirkan pembuatan situs e-commerce berbahasa Jepang untuk penjualan produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen ke konsumen individu di Jepang. Akan lebih baik lagi bila bisa bekerja sama dengan perusahaan Jepang untuk membantu pengelolaan situs e-commerce ini.

g. Mempromosikan produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di media Jepang. Promosi dapat dilakukan melalui media majalah, koran industri, dan sebagainya. Gambar 3.2 menunjukkan contoh majalah kesehatan di Jepang. Promosi produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di media Jepang ini akan membantu memperkenalkan keberadaan produsen dan produk dari Indonesia kepada masyarakat Jepang. Melalui promosi ini juga, nilai impor melalui importir individu dapat diharapkan

(32)

Gambar 3.2 Nikkei Health

3.3 Rekomendasi Strategis

Berikut adalah rekomendasi strategis yang perlu dipertimbangkan untuk pelaksanaan strategi yang disampaikan di atas.

a. Pendataan eksportir dari Indonesia dan importir dari Jepang untuk produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen. Pelaksanaan pendataan ini perlu dilakukan dengan kerjasama Direktorat Jendral Bea dan Cukai sehingga dapat diperoleh nama-nama eksportir dari Indonesia dan importir dari Jepang yang saat ini sudah berjalan, terutama yang memiliki nilai transaksi dalam jumlah besar. Pendataan ini dimaksud untuk melaksanakan pendekatan dengan para eksportir dari Indonesia dan importir dari Jepang ini dan menanyakan perkembangan transaksi dan mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi.

(33)

b. Bantuan promosi. Pelaksanaan promosi produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen Indonesia di Jepang perlu mendapatkan dukungan bersama. Tentunya perlu waktu, upaya yang keras, dana yang cukup besar untuk mengadakan sosialisasi untuk produk Indonesia agar dapat meningkatkan share di pasar Jepang.

c. Pengadaan seminar investasi di Indonesia untuk produsen produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen Jepang. Pengadaan seminar investasi di Indonesia perlu terus dilaksanakan, terutama untuk mempertemukan pengusaha-pengusaha dari Indonesia yang berpotensi untuk menjadi partner bagi perusahaan-perusahaan Jepang.

d. Peningkatan sumber daya manusia. Salah satu hal yang dapat menjadi daya tarik perusahaan asing adalah ketersediaan sumber daya manusia untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di Indonesia. Pihak industri di Indonesia perlu bekerja sama dengan dunia akademis di Indonesia untuk dapat menyediakan lebih banyak lagi sumber daya manusia yang siap pakai untuk penelitian dan pengembangan produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen ini. Kerjasama ini juga diharapkan dapat dikembangkan dengan pihak industri dan akademis di Jepang.

e. Dukungan pemerintah pusat. Pemerintah Indonesia perlu mendukung peningkatan industri produk obat, obat tradisional, kosmetik dan suplemen di Indonesia dengan mendorong upaya penyediaan sumber daya manusia, pengadaan regulasi yang dapat menjadi daya tarik bagi perusahaan asing

(34)

BAB IV INFORMASI PENTING 1 Kamar Dagang Jepang

The Tokyo Chamber of Commerce & Industry

Head Office: 3-2-2, Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005, Japan Phone: +81-3-3283-7523

Fax: +81-3-3216-6497 Website: www.tokyo-cci.or.jp

2 Asosiasi Terkait Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen di Jepang

Cosmetic Importers Association of Japan

5-26-20-6F, Shiba, Minato-ku, Tokyo-108-0014, Japan Website: www.ciaj.gr.jp

Home Medicine Association of Japan

New Building 5F

3-19-17, Takanawa, Minato-ku, Tokyo-108-0074, Japan Phone: +81-3-6277-3113

Fax: +81-3-6721-9885 Website: www.hmaj.com

Japan Health and Nutrition Food Association

2-7-27, Ichigayasadoharacho, Shinjuku-ku, Tokyo-162-0842, Japan Phone: +81-3-3268-3134

Fax: +81-3-3268-3136 Website: www.jhnfa.org

Japan Kampo Medicines Manufacturers Association

16-19-3F, Nihonbashi Kodenmacho, Chuo-ku, Tokyo-103-0001, Japan Phone: +81-3-3662-5757

Fax: +81-3-3662-5809 Website: www.nikkankyo.org

(35)

Japan Pharmaceutical Manufacturers Association

Nihonbashi Life Science Bldg

2-3-11, Nihonbashi Honcho, Chuo-ku, Tokyo-103-0023, Japan Phone: +81-3-3241-0326

Fax: +81-3-3242-1767 Website: www.jpma.or.jp

Japan Self-Medication Industry

Itohpia Iwamotocho 1-chome Bldg. 4F

1-8-15, Iwamotocho, Chiyoda-ku, Tokyo-101-0032, Japan Website: www.jsmi.jp

The Japanese Clinical Nutrition Association

2-16-28-601, Ohashi, Meguro-ku, Tokyo-153-0044, Japan Phone: +81-3-3467-0446

Fax: +81-3-3467-0447 Website: www.jcna.jp

The Japan Pharmaceutical Traders Association

3-23-4, Ukima, Kita-ku, Tokyo-115-0051, Japan Phone: +81-3-5918-9101

Fax: +81-3-5918-9103 Website: www.japta.or.jp

3 Daftar Pameran Terkait Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen di Jepang Cosme Tech Website: www.cosme-i.jp Phone: +81-3-3349-8519 Cosme Tokyo Website: www.cosmetokyo.jp Phone: +81-3-3349-8519 In-Pharma Japan

(36)

Interphex Japan Website: www.interphex.jp Phone: +81-3-3349-8519 Interphex Osaka Website: www.medical-jpn.jp Phone: +81-3-3349-8519

Japan Drugstore Show

Website: www.drugstoreshow2016.jp Phone: +81-3-6206-0067

Pharcon Japan

Website: pharcon.lifescience-world.jp Phone: +81-3-3349-8519

Tokyo Health Industry Show

Website: www.this.ne.jp Phone: +81-3-5296-1025

4 Perwakilan Indonesia di Jepang KBRI Tokyo

Duta Besar: Bpk. Yusron Ihza Mahendra Atase Perdagangan: Ibu Julia Gustaria Silalahi

5-2-9, Higashi Gotanda, Shinagawa-ku, Tokyo 141-0022, Japan Phone: +81-3-3441-4201

Fax: +81-3-3447-1697 E-mail: [email protected] Website: kbritokyo.jp

KJRI Osaka

Konsul Jendral: Bpk. Wisnu Edi Pratignyo Resona Senba Building 6th Floor

4-4-21, Minami Senba, Chuo-ku, Osaka 542-0081, Japan Phone: +81-6-6252-9826

(37)

ITPC Osaka

Kepala: Ibu Hotmida Purba

Wakil Kepala: Bpk. Adhi K. Yudha Halim Matsushita IMP Building 2nd Floor

1-3-7, Shiromi, Chuo-ku, Osaka-540-6302, Japan Phone: +81-6-6947-3555

Fax: +81-6-6947-3556 Website: www.itpc.or.jp

(38)

Daftar Importir Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen di Jepang 1. Ace Trading Co., Ltd.

Kawaguchiya Bldg. 6F

4-2-12, Nihonbashi Muromachi, Chuo-ku, Tokyo-103-0022, Japan Phone: +81-3-6225-2516

Fax: +81-3-6225-2517 Website: www.ace-t.jp

2. Harasawa Pharmaceutical Co., Ltd.

3-19-17, Takanawa, Minato-ku, Tokyo-108-0074, Japan Phone: +81-3-3441-5191

Website: harasawa.co.jp

3. Itochu Chemical Frontier Corporation

2-5-1, Kita Aoyama, Minato-ku, Tokyo-107-0061, Japan Phone: +81-3-3497-4510

Fax: +81-3-3497-4520 Website: www.itcchem.co.jp

4. Matsushita Trading Co., Ltd.

1-1-7, Kamata, Ohta-ku, Tokyo-144-0052, Japan Phone: +81-3-3737-1482

Fax: +81-3-3731-1019 Website: www.mtk117.jp

5. Meiji Seika Pharma Co., Ltd.

2-4-16, Kyobashi, Chuo-ku, Tokyo-104-8002, Japan Phone: +81-3-3273-6030

Website: www.meiji-seika-pharma.co.jp

6. Mitsuba Trading Co., Ltd.

Watahan Nohara Bldg. 7F

1-4, Yotsuya, Shinjuku-ku, Tokyo-160-0004, Japan Phone: +81-3-3353-2301

(39)

203, Tamaike-cho, Nishi-ku, Nagoya-shi, Aichi-452-0812, Japan Phone: +81-52-501-2221

Website: www.osakimedical.co.jp

8. Takeda Pharmaceutical Co., Ltd

4-1-1, Doshomachi, Chuo-ku, Osaka-shi, Osaka-540-8645, Japan Phone: +81-6-6204-2111

Fax: +81-6-6204-2880 Website: www.takeda.com

9. Toyo Beauty Co., Ltd

Osaka Midosuji Bldg. 4F

4-1-3, Kyutaromachi, Chuo-ku, Osaka-shi, Osaka-541-0056, Japan Website: www.toyobeauty.co.jp

10. Yamakawa & Co., Ltd

3-21, Kandasakumacho, Chiyoda-ku, Tokyo-101-0025, Japan Website: www.yamakawa-and.co.jp

(40)

REFERENSI

International Trade Center. http://www.trademap.org Japan Customs, Pebruari 2016, http://www.customs.go.jp Ministry of Health, Labor and Welfare: MRLs List.

http://www.mhlw.go.jp/english/topics/foodsafety/positivelist060228/dl/index-1a.pdf http://www.mhlw.go.jp/english/topics/foodsafety/positivelist060228/dl/index-1b.pdf Pharmaceuticals and Medical Devices Agency. http://www.pmda.go.jp

Standards for Cosmetics.

http://www.mhlw.go.jp/file/06-Seisakujouhou-11120000-Iyakushokuhinkyoku/000 0032704.pdf

Statistics Japan. http://www.stat.go.jp

The Japan Food Chemical Research Foundation. http://www.ffcr.or.jp/ Trade Statistics of Japan. http://www.customs.go.jp/toukei/

Gambar

Tabel 1.1 Produk-Produk yang Menjadi Cakupan Market Brief ini
Tabel 1.2    Ekspor HS 1211 Jepang ke Dunia  Periode 2011-2015
Tabel 1.3    Ekspor HS 3004 Jepang ke Dunia  Periode 2011-2015
Gambar 1.2    Peta Negara Jepang
+7

Referensi

Dokumen terkait

HK.00.05.1.23.3516 Tahun 2009 tentang Izin Edar Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, Suplemen Makanan dan Makanan Yang Bersumber, Mengandung, Dari Bahan

Dengan modal kemampuan bahasa Jepang dan pengalaman bekerja di Jepang, para peserta magang yang telah kembali ke Indonesia ini merupakan sumber daya manusia yang akan

pasar/share yang lebih besar untuk produk sirip ikan hiu di Jepang masih

Indeks kepuasan terhadap parameter Persyaratan Pelayanan di Layanan Registrasi Iklan Obat Tradisional dan Suplemen Makanan dinilai KURANG BAIK karena berada pada skor 65,00 –

Melihat data ekspor Indonesia ke dunia dimana nilai ekspor produk HS 4402 Indonesia ke dunia terus meningkat dari tahun 2011 (US $85 juta) sampai tahun 2015 (US $185 juta),

pasar/share yang lebih besar untuk produk furniture di Jepang masih

Istilah Java Tea memang cukup dikenal karena sudah ada perusahaan minuman yang mengeluarkan produk teh dengan nama Java Tea ini, namun tidak sedikit orang Jepang yang tidak tahu

Resume berjudul "Kontrol Kualitas Sediaan Obat Tradisional" oleh Ni Luh Sri Utami membahas tentang pentingnya stabilitas obat tradisional dan suplemen kesehatan untuk memastikan kualitas dan keamanan