2013
MARKET BRIEF: LEATHER &
LEATHER GOODS Atase Perdagangan Tokyo
[KBRI TOKYO, 5-2-9, Higashi Gotanda, Shinagawa-ku, Tokyo]
5
Daftar Isi
Kata Pengantar 2
Peta Jepang 3
I. Pendahuluan 4
1.1 Pemilihan Produk 4
1.2 Profil Jepang 6
II. Potensi Pasar Jepang 8
2.1 Ekspor Impor Komoditi Leather & Leather Goods Jepang - Dunia 8 2.2 Potensi Pasar Komoditi Leather & Leather Goods Jepang - Dunia 13 2.3 Kebijakan Impor Komoditi Leather & Leather Goods di Jepang 15 2.4 Saluran Distribusi Komoditi Leather & Leather Goods di Jepang 17
2.5 Hambatan Lainnya 18
III. Peluang dan Strategi 20
3.1 Peluang 20
3.2 Strategi 22
IV. Informasi Penting 27
Referensi 33
Lampiran I. Tabel Tarif Bea Masuk dari Indonesia 34
Kata Pengantar
Dengan ucapan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, laporan yang berjudul "Market Brief Leather & Leather Goods" telah selesai disusun. Laporan ini memberikan gambaran potensi pasar komoditi Leather & Leather Goods di Jepang dengan mengacu pada "Outline Market Intelligence dan Market Brief"
yang disampaikan di Hotel Borobudur pada tanggal 8 Maret 2011.
Adapun latar belakang dibuatnya laporan ini adalah adanya dinamika perkembangan pasar dimana tingkat persaingan dengan negara pemasok lainnya menjadi semakin kompetitif. Oleh karena itu, agar Indonesia dapat meningkatkan daya saing dan mengatur strategi bagi peningkatan ekspor komoditi Leather & Leather Goods maka diperlukan informasi terkini terkait kondisi terbaru di pasar tujuan ekspor khususnya Jepang.
Semoga laporan market brief Leather & Leather Goods ini dapat bermanfaat bagi pengusaha, asosiasi terkait, serta pihak terkait lainnya dalam menentukan strategi pemasaran dan pengambilan kebijakan terkait ekspor Leather & Leather Goods ke pasar Jepang sehingga nantinya dapat meningkatkan volume ekspor produk tersebut ke pasar Jepang.
Tokyo, Mei 2013
PETA JEPANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pemilihan Produk
Leather & Leather Goods adalah komoditi yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahun 2012 pasar impor komoditi Leather adalah sebesar US$ 340,6 juta, sementara Leather Goods adalah sebesar US$ 3,94 milyar. Jadi secara keseluruhan, pasar impor komoditi Leather & Leather Goods ini bernilai lebih dari US$ 4 milyar.
Dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia 2012, komoditi Leather tercantum dalam HS 4101 sampai dengan HS 4115 sebagaimana dapat dilihat dalam Tabel 1.1. Sementara itu, produk Leather Goods tersebar dalam berbagai turunan HS 4202, HS 4203, HS 4205, HS 6403, HS 6404, dan HS 6405 sebagaimana dapat dilihat dalam Tabel 1.2.
Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia mencatat bahwa pada tahun 2012
penyamak kulit di Indonesia memproduksi kulit kambing dan domba sebanyak 35
juta meter persegi, dan kulit sapi (cow hide leather) sebanyak 2,4 juta meter
persegi. Volume ekspor komoditi Leather Indonesia ke dunia adalah sebagai
berikut. Ekspor kulit mentah (pickled) sebesar 40,6 ton, cow-based wet blue
leather sebesar 0,15 juta meter persegi, dan cow crust leather sebesar 1,11 juta
meter persegi. Dan dengan kapasitas ekspor komoditi Leather & Leather Goods
Indonesia ke dunia sebesar US$ 2,55 milyar (tahun 2011), Indonesia memiliki
peluang untuk meningkatkan ekspor komoditi ini ke Jepang. Analisa mengenai
Leather & Leather Goods di pasar Jepang akan disampaikan pada Bab II.
Tabel 1.1 Leather dalam BTKI 2012
HS Code Deskripsi Description
4101
Jangat dan kulit mentah dari hewan jenis lembu (termasuk kerbau) atau hewan jenis kuda (segar, atau diasinkan, dikeringkan, dikapur, diasamkan atau diawetkan secara lain, tetapi tidak disamak, tidak diolah secara perkamen atau tidak diolah lebih lanjut), dihilangkan bulunya atau split maupun tidak
Raw hides and skins of bovine (including buffalo) or equine animals (fresh, or salted, dried, limed, pickled or otherwise preserved, but not tanned, parchment, dressed or further prepared), whether or not dehaired or split.
4102
Peti, kopor, tas perempuan, tas eksekutif, tas kantor, tas sekolah, dompet kacamata, tas teropong, tas kamera, tas peralatan musik, kopor senjata, sarung pistol dan kemasan semacam itu; tas untuk bepergian, tas makanan dan minuman bersekat, tas rias, ransel, tas tangan, tas belanja, dompet, pundi, tempat peta, tempat rokok, kantong tembakau, tas perkakas, tas olah raga, tempat botol, kotak perhiasan, kotak bedak, tempat pisau dan kemasan semacam itu kulit samak atau dari kulit komposisi, dengan lembaran dari plastik, atau dari bahan tekstil, atau dari serat vulkanisasi atau dari kertas karton seluruhnya atau sebagian besar dibungkus bahan tersebut atau dengan kertas.
Trunks, suit-cases, vanity-cases, executive-cases, brief cases, school satchels, spectacle cases, binocular cases, camera cases, musical instrument cases, gun cases, holsters and similar containers; travelling-bags, insulated food or beverages bags, toilet bags, rucksacks, handbags, shopping-bags, wallets, purses, map-cases, cigarette-cases, tobacco-pouches, tool bags, sports bags, bottle-cases, jewellery boxes, powder-boxes, cutlery cases and similar containers, of leather or of leather, of sheeting of plastics, of textile materials, of vulcanised fibre or of paperboard, or wholly or mainly covered with such materials or with paper.
4103
Jangat dan kulit mentah lainnya (segar atau diasinkan, dikeringkan, dikapur, diasamkan atau diawetkan secara lain, tetapi tidak disamak, tidak diolah secara perkamen atau tidak diolah lebih lanjut), dihilangkan bulunya atau split maupun tidak, selain yang dikecualikan oleh Catatan 1 (b) atau Catatan 1 (c) dalam Bab ini.
Other raw hides and skins (fresh, or salted, dried, limed, pickled or otherwise preserved, but not tanned, parchment-dressed or further prepared), whether or not dehaired or split, other than those excluded by Note 1 (b) or 1 (c) to this Chapter.
4104
Jangat atau kulit dari hewan jenis lembu (termasuk kerbau) atau hewan jenis kuda yang disamak atau crust, tanpa bulu, split maupun tidak, tetapi tidak diolah lebih lanjut.
Tanned or crust hides and skins of bovine (including buffalo) or equine animals, without hair on, whether or not split, but not further prepared.
4105
Kulit dari biri-biri atau biri-biri muda disamak atau crust, tanpa wol, split maupun tidak, tetapi tidak diolah lebih lanjut.
Tanned or crust skins of sheep or lambs, without wool on, whether or not split, but not further prepared.
4106
Jangat dan kulit dari hewan lainnya disamak atau crust, tanpa wol atau bulu, split maupun tidak, tetapi tidak diolah lebih lanjut.
Tanned or crust hides and skins of other animals, without wool or hair on, whether or not split, but not further prepared.
4107
Kulit samak yang diolah lebih lanjut setelah penyamakan atau crusting, termasuk kulit samak yang diolah secara perkamen, dari hewan jenis lembu (termasuk kerbau) atau hewan jenis kuda, tanpa bulu, split maupun tidak, selain kulit samak dari pos 41.14.
Leather further prepared after tanning or crusting, including parchment-dressed leather, of bovine (including buffalo) or equine animals, without hair on, whether or not split, other than leather of heading 41.14.
4112
Kulit samak yang diolah lebih lanjut setelah penyamakan atau crusting, termasuk kulit samak yang diolah secara perkamen dari biri-biri atau biri-biri muda, tanpa wol, split maupun tidak, selain kulit samak dari pos 41.14.
Leather further prepared after tanning or crusting, including parchment-dressed leather, of sheep or lamb, without wool on, whether or not split, other than leather of heading 41.14.
4113
Kulit samak yang diolah lebih lanjut setelah penyamakan atau crusting, termasuk kulit samak yang diolah secara lainnya bulu split perkamen dari hewan lainnya, tanpa wol atau bulu, maupun tidak, selain kulit samak dari pos 41.14.
Leather further prepared after tanning or crusting, including parchment-dressed leather, of other animals,, without wool or hair on not split on, whether or split, other than leather of heading 41.14.
4114
Kulit chamois (termasuk kulit chamois kombinasi);
kulit paten dan kulit paten dilaminasi, kulit samak diberi logam.
Chamois ( including combination chamois) leather; patent leather and patent laminated leather; metallised leather.
4115
Kulit komposisi dengan bahan dasar kulit samak atau serat kulit samak, dalam lembaran tebal, lembaran atau strip gulungan maupun tidak; reja dan sisa lainnya dari kulit samak atau dari kulit komposisi, tidak cocok untuk pembuatan barang dari kulit samak; debu, bubuk dan tepung kulit samak
Composition leather with a basis of leather or leather fibre, in slabs, sheets or strip, whether or not in rolls; waste of leather or of composition leather, not suitable for the manufacture of leather articles; leather dust, powder and flour.
Tabel 1.2 Leather Goods dalam BTKI 2012
HS Code Deskripsi Description
4202
Peti, kopor, tas perempuan, tas eksekutif, tas kantor, tas sekolah, dompet kacamata, tas teropong, tas kamera, tas peralatan musik, kopor senjata, sarung pistol dan kemasan semacam itu;
tas untuk bepergian, tas makanan dan minuman bersekat, tas rias, ransel, tas tangan, tas belanja, dompet, pundi, tempat peta, tempat rokok, kantong tembakau, tas perkakas, tas olah raga, tempat botol, kotak perhiasan, kotak bedak, tempat pisau dan kemasan semacam itu kulit samak atau dari kulit komposisi, dengan lembaran dari plastik, atau dari bahan tekstil, atau dari serat vulkanisasi atau dari kertas karton seluruhnya atau sebagian besar dibungkus bahan tersebut atau dengan kertas.
Trunks, suit-cases, vanity-cases, executive-cases, brief cases, school satchels, spectacle cases, binocular cases, camera cases, musical instrument cases, gun cases, holsters and similar containers;
travelling-bags, insulated food or beverages bags, toilet bags, rucksacks, handbags, shopping-bags, wallets, purses, map-cases, cigarette-cases, tobacco-pouches, tool bags, sports bags, bottle-cases, jewellery boxes, powder-boxes, cutlery cases and similar containers, of leather or of leather, of sheeting of plastics, of textile materials, of vulcanised fibre or of paperboard, or wholly or mainly covered with such materials or with paper.
4203
Pakaian dan aksesori pakaian, dari kulit samak atau dari kulit komposisi.Articles of apparel and clothing accessories, of leather or of composition leather.
4205
Barang lainnya dari kulit samak atau dari kulit komposisi.Other articles of leather or of composition leather.
6403
Alas kaki dengan sol luar dari karet, plastik, kulit samak atau kulit komposisi dan bagian atas sepatu dari kulit samak.
Footwear with outer soles of rubber, plastics, leather or composition leather and uppers of leather.
6404
Alas kaki dengan sol luar dari karet, plastik, kulit samak atau kulit komposisi dan bagian atasnya dari bahan tekstil.
Footwear with outer soles of rubber, plastics, leather or composition leather and uppers of textile materials.
6405
Alas kaki lainnya. Other footwear.1.2 Profil Jepang
Jepang adalah negara kepulauan yang juga memiliki julukan sebagai negara Matahari Terbit dan negeri Sakura. Jepang yang beribukota di Tokyo merupakan negara industri dengan GDP terbesar ke-3 setelah Amerika Serikat dan China.
Sistem pemerintahan Jepang adalah monarki konstitusional dengan sistem parlementer, dengan kaisar (tennō heika) sebagai kepala negara, dan perdana
menteri sebagai kepala pemerintahan yang dipilih oleh parlemen.
Parlemen di Jepang terdiri dari dua majelis: Majelis Rendah Jepang (House of
Representatives) dan Majelis Tinggi Jepang (House of Councillors).
Menurut Geospatial Information Authority of Japan, luas negara Jepang yang berpenduduk 126 juta (menurut sensus tahun 2012) ini adalah sebesar 377.959 km
2. Jepang memiliki 6.800 pulau, dengan 4 pulau terbesar yaitu Hokkaidō, Honshū, Shikoku, dan Kyūshū. Jepang secara geografis terletak di kawasan Asia timur yang terpisah dari benua Asia, dan berada di sebelah barat Samudera Pasifik. Adapun batas-batas negara Jepang adalah sebagai berikut:
utara adalah Laut Okhotsk, timur adalah Samudera Pasifik, selatan adalah Laut Cina timur dan Laut Filipina, dan barat adalah Laut Jepang dan Selat Korea.
Secara keseluruhan, Jepang mempunyai iklim muson laut sedang.
Jepang memiliki mata uang Yen (¥). Kegiatan ekonomi utama Jepang adalah industri, pertanian, perikanan, pertambangan, perhubungan, dan perdagangan. Rasio swasembada pangan di Jepang adalah 40%, sehingga Jepang sangat tergantung pada impor bahan makanan dari luar negeri.
Kota-kota perdagangan utama di Jepang adalah Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Tokyo adalah kota perdagangan terbesar di dunia, dengan GDP lebih dari US$ 1 triliun.
BAB II
POTENSI PASAR JEPANG
2.1 Ekspor Impor Komoditi Leather & Leather Goods Jepang - Dunia
Jepang merupakan negara produsen dan pengekspor komoditi Leather &
Leather Goods ke berbagai negara di dunia. Sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2.1, negara tujuan utama ekspor komoditi Leather adalah Hongkong (29,34%), China (25,53%), Thailand (15,26%), Vietnam (11,4%), dan Korea Selatan (7,42%). Indonesia berada para urutan ke-8 dengan pangsa 1,06%. Pada Tabel 2.1 ini terlihat bahwa ekspor komoditi Leather Jepang mengalami peningkatan 3,94% pada tahun 2012 dibanding dengan tahun 2011.
Tabel 2.1 Ekspor Leather (HS 41) Jepang ke Dunia Periode 2008-2012
(dalam juta US$)
Rank Importir 2008 2009 2010 2011 2012 Pangsa
(%) 2012
PERUB (%) 12-11
1 2 3 4 5
7 8 9 33 34 35
WORLD Hongkong China Thailand Vietnam Korea Selatan ASEAN Filipina Indonesia Kamboja Myanmar Malaysia Laos
258,89 71,58 75,16 16,79 20,38 8,3
4,18 1,23 0,27 0,1 0,03 0
198,37 57,98 70.88 15,12 6,9 9,29
3,27 1,66 0,12 0,02 0,01 0
225,13 91,44 75,69 18,98 5,29 9,33
4,87 2,47 0,41 0,05 0 0,04
281,5 112,94 70,33 36,62 23,95 20,79
4,03 3,13 0,55 0 0 0,02
292,6 85,86 74,69 44,66 33,35 21,71
5,4 3,09 1,03 0,004 0,003 0,003
100 29,34 25,53 15,26 11,4 7,42
1.85 1,06 0,35 0,001 0,001 0,001
3,94 -31,54 6,2 21,96 39,25 4,43
34 -1,29 87,27 - - -85
Sumber: ITC (diolah)
Berdasarkan statistik yang dikeluarkan oleh International Trade Center, turunan HS 42 yang merupakan komoditi Leather Goods adalah HS 420211 Trunks,suit-cases & similar containers with outer surface of leather, HS 420221 Handbags with outer surface of leather, HS 420231 Articles carried in pocket or handbag, with outer surface of leather, HS 420291 Containers, with outer surface of leather, nes, HS 4203 Articles of apparel & clothing access, of leather or composition leather, dan HS 4205 Articles of leather or composition leather, nes.
Sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2.2, negara tujuan utama ekspor komoditi Leather Goods yang termasuk dalam HS 42 adalah China (30,85%), Amerika Serikat (19,03%), Hongkong (14,9%), Taiwan (11,39%), dan Korea Selatan (9,33%). Indonesia juga merupakan negara tujuan ekspor Jepang dengan pangsa 0,77%. Pada Tabel 2.2 ini terlihat bahwa ekspor komoditi Leather Goods (HS 42) Jepang mengalami penurunan 25,21% pada tahun 2012 dibanding dengan tahun 2011.
Tabel 2.2 Ekspor Leather Goods (HS 42) Jepang ke Dunia Periode 2008-2012
(dalam juta US$)
Rank Importir 2008 2009 2010 2011 2012 Pangsa
(%) 2012
PERUB (%) 12-11
1 2 3 4 5
WORLD China
Amerika Serikat Hongkong Taiwan Korea Selatan
Indonesia
26,82 4,61 5,41 5,9 2,55 1,35
0,92
19,15 4,65 3,86 4,29 2,06 0,63
0,05
24,38 9,25 3,75 3,23 2,31 1,62
0,2
33,98 11,23 5,16 4,31 4,29 2,68
0,11
25,42 7,84 4,84 3,79 2,9 2,37
0,2
100 30,85 19,03 14,9 11,39 9,33
0,77
-25,21 -30,17 -6,26 -12,14 -32,51 -11,33
81,48
Sumber: ITC (diolah)
Sementara itu, turunan HS 64 yang merupakan komoditi Leather Goods adalah HS 6403 Footwear, upper of leather, HS 640420 Footwear with outer soles of leather and uppers of textile materials, dan HS 640510 Footwear with uppers of leather or composition leather, nes. Sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2.3, negara tujuan utama ekspor komoditi Leather Goods yang termasuk dalam HS 64 ini adalah Hongkong (26,11%), Taiwan (16,95%), China (14,47%), Korea Selatan (12,66%), dan Singapura (6,65%). Indonesia juga merupakan negara tujuan ekspor Jepang dengan pangsa 0,09%. Pada Tabel 2.3 ini terlihat bahwa ekspor komoditi Leather Goods (HS 64) Jepang mengalami penurunan 17,33% pada tahun 2012 dibanding dengan tahun 2011.
Tabel 2.3 Ekspor Leather Goods (HS 64) Jepang ke Dunia Periode 2008-2012
(dalam juta US$)
Rank Importir 2008 2009 2010 2011 2012 Pangsa
(%) 2012
PERUB (%) 12-11
1 2 3 4 5
WORLD Hongkong Taiwan China
Korea Selatan Singapura
Indonesia
18,87 5,03 2,7 1,01 5,47 0,74
0,01
11,21 3,95 1,94 0,65 1,76 0,47
0,003
15,5 4,49 2,43 2,21 2,6 0,8
0,003
18,75 6,51 3,37 2,41 3,01 0,84
0,02
15,5 4,09 2,63 2,24 1,96 1,03
0,01
100 26,11 16,95 14,47 12,66 6,65
0,09
-17,33 -37,83 -22,02 -6,89 -34,7 22,74
-41,67
Sumber: ITC (diolah)
Total impor komoditi Leather & Leather Goods Jepang dari dunia jauh lebih
besar dibanding nilai ekspornya. Total impor komoditi Leather (HS 41) Jepang
pada tahun 2012 adalah sebesar US$ 340,61 juta (lihat Tabel 2.4). Lima negara
utama pengekspor komoditi Leather ke Jepang adalah China (18,89%), Amerika Serikat (15,03%), Italia (8,69%), Kanada (6,32%), dan Brasil (5,64%).
Indonesia menempati urutan ke-21 atau urutan ke-3 untuk ASEAN dengan pangsa 0,85%. Pada Tabel 2.4 ini terlihat bahwa impor komoditi Leather (HS 41) Jepang mengalami peningkatan 18,02% pada tahun 2012 dibanding dengan tahun 2011.
Tabel 2.4 Impor Leather (HS 41) Jepang dari Dunia Periode 2008-2012
(dalam juta US$)
Rank Importir 2008 2009 2010 2011 2012 Pangsa
(%) 2012
PERUB (%) 12-11
1 2 3 4 5
10 19 21 27 33 38 54
WORLD China
Amerika Serikat Italia
Kanada Brasil ASEAN Thailand Singapura Indonesia Malaysia Vietnam Filipina Laos
306,65 30,97 54,52 19,54 8,2 30,89
7,38 2,31 3,56 2,21 2,33 0,75 0
202,83 31,79 38,85 14,53 5,87 4,96
6,38 2,21 2,39 1,02 1,11 0,78 0
262,3 39,2 57,62 18,64 14,56 10,44
7,99 1,89 1,66 0,84 1,61 0,32 0
288,6 44,39 52,19 23,9 14,81 14,38
8,81 3,7 3,2 1,06 0,79 0,81 0
340,61 64,35 51,18 29,6 21,54 19,2
11,14 3,34 2,91 1,11 0,63 0,33 0,04
100 18,89 15,03 8,69 6,32 5,64
3,27 0,98 0,85 0,33 0,18 0.1 0,01
18,02 44,97 -1,94 23,85 45,44 33,52
26,45 -9,73 -21,35 4,72 -20,25 -59,26 -
Sumber: ITC (diolah)
Sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2.5, negara tujuan utama ekspor
komoditi Leather Goods (HS 42) adalah China (36,78%), Italia (31.03%),
Perancis (13,75%), Spanyol (4,27%), dan Vietnam (2,85%). Pada tahun 2012,
Indonesia memiliki pangsa sebesar 0,79%. Pada Tabel 2.5 ini terlihat bahwa
impor komoditi Leather Goods (HS 42) Jepang mengalami peningkatan 14,49%
pada tahun 2012 dibanding dengan tahun 2011.
Tabel 2.5 Impor Leather Goods (HS 42) Jepang dari Dunia Periode 2008-2012
(dalam juta US$)
Rank Importir 2008 2009 2010 2011 2012 Pangsa
(%) 2012
PERUB (%) 12-11
1 2 3 4 5
WORLD China Italia Perancis Spanyol Vietnam
Indonesia
2.068,8 820,53 657,51 316,08 71,69 10,46
12.97
1.744,9 697,53 520,53 275,01 60,93 10,77
12,4
1.851,2 750,5 549,18 143,08 61,33 15,24
16,03
2.155,6 818,11 689,45 287,55 65,05 44,75
15,98
2.467,9 907,61 765,71 339,31 105,39 70,45
19,4
100 36,78 31,03 13,75 4,27 2,85
0,79
14,49 10,94 11,06 18 62,02 57,42
21,42
Sumber: ITC (diolah)
Lima negara utama pengekspor Leather Goods (HS 64) ke Jepang adalah China (21,5%), Italia (21,03%), Kamboja (11,18%), Vietnam (10,4%), dan Myanmar (6,7%). Pada tahun 2012, Indonesia memiliki pangsa sebesar 2,28%.
Pada Tabel 2.6 terlihat bahwa impor komoditi Leather Goods (HS 64) Jepang mengalami peningkatan 11,04% pada tahun 2012 dibanding dengan tahun 2011.
Tabel 2.6 Impor Leather Goods (HS 64) Jepang dari Dunia Periode 2008-2012
(dalam juta US$)
Rank Importir 2008 2009 2010 2011 2012 Pangsa
(%) 2012
PERUB (%) 12-11
1 2 3 4 5
WORLD China Italia Kamboja Vietnam Myanmar
Indonesia
1.137,5 327,36 298,32 95,25 67,36 54,41
33,87
1.013,7 276,17 230,25 93,2 60,28 71,08
24,74
1.135,2 301,64 229,44 110,12 81 77,1
29,43
1.340,2 322,37 287,66 138,21 111,22 87,27
29,45
1.488,1 319,92 312,99 166,39 154,7 99,67
33,93
100 21,5 21,03 11,18 10,4 6,7
2,28
11.04 -0,76 8,81 20,39 39,9 14,21
15,22
Sumber: ITC (diolah)
Gambar 2.1 menunjukkan lima negara pengekspor terbesar ke Jepang dari kawasan ASEAN untuk seluruh komoditi Leather & Leather Goods. Indonesia berada di urutan ke-4 di antara negara anggota ASEAN lainnya.
Gambar 2.1 Lima negara pengekspor terbesar ke Jepang dari kawasan ASEAN untuk komoditi Leather & Leather Goods
2.2 Potensi Pasar Komoditi Leather & Leather Goods Jepang - Dunia
Perbedaan nilai ekspor dan impor komoditi Leather & Leather Goods Jepang dengan dunia selama 5 tahun (lihat Tabel 2.1 s/d Tabel 2.6) mengindikasikan potensi pasar ekspor komoditi Leather & Leather Goods ke Jepang. Dari Tabel 2.4 s/d Tabel 2.6, dapat terlihat bahwa total impor komoditi Leather & Leather Goods secara umum mengalami peningkatan, yang memberikan indikasi potensi pasar yang baik untuk komoditi Leather & Leather Goods ini.
(dalam juta US$)
Tabel 2.7 memperlihatkan potensi ekspor Indonesia untuk komoditi Leather & Leather Goods pada tahun 2011. Dengan kapasitas ekspor komoditi Leather & Leather Goods Indonesia ke dunia sebesar US$ 2,55 milyar dan nilai impor Jepang dari dunia sebesar US$ 3,215 milyar, maka terlihat bahwa Indonesia masih memiliki potensi sebesar US$ 0,66 milyar untuk mengekspor komoditi Leather & Leather Goods ke Jepang pada tahun 2011.
Tabel 2.7 Potensi Ekspor Komoditi Leather & Leather Goods Indonesia ke Jepang tahun 2011
HS code Impor Jpn dr Ina Ekspor Ina ke
Dunia Impor Jpn dr Dunia Potensi Perdagangan Ina 4101
4103 4104 4105 4106 4107 4112 4113 4114 4115 420211 420221 420231 420291 4203 4205 6403 640420 640510
0 39 84 81 2.779 3 180 36 0 0 49 3.065 297 7.154 5.346 67 29.442 3 5
5 790 12.492 1.121 9.928 79.546 14.640 18.191 2 1.131 5.212 78.427 1.967 (446) 110.793 7.240 2.198.646 6.145 4.965
72.395 53.243 60.279 8.555 13.515 55.097 5.021 14.565 1.242 1.482 28.209 390.622 657.726 578.072 445.131 57.824 1.326.711 12.363 1.031
5 751 12.408 1.040 7.149 55.094 4.841 14.529 2 1.131 5.163 75.362 1.670 - 105.447 7.173 1.297.329 6.142 1.026
Sumber: ITC (Satuan: ribu US$)
Secara umum dapat disimpulkan bahwa potensi Indonesia untuk mereguk pasar/share yang lebih besar untuk komoditi Leather & Leather Goods di Jepang masih sangat terbuka.
2.3 Kebijakan Impor Komoditi Leather & Leather Goods di Jepang
Untuk impor komoditi Leather & Leather Goods, regulasi yang berlaku di Jepang adalah sebagai berikut:
(1) Export Trade Control Order. Berdasarkan Export Trade Control Order, eksportir komoditi Leather & Leather Goods ke Jepang harus mencantumkan nama ilmiah hewan yang diambil kulitnya pada invoice sehingga dapat diketahui apakah hewan tersebut termasuk dalam daftar hewan yang terancam punah yang dikeluarkan oleh Convention on International Trade in Endangered Species (CITES).
(2) Custom Law. Berdasarkan Custom Law, bila importir mengimpor komoditi
yang dibatasi kuotanya, importir harus meminta jatah kuota impor dari Ministry of
Economy, Trade, and Industry. Kuota ini ada untuk melindungi produsen dalam
negeri Jepang. Bila total impor melebihi jatah yang diberikan, maka importir akan
dikenakan pajak yang lebih tinggi (secondary rate). Tarif bea masuk yang berlaku
untuk komoditi Leather & Leather Goods dari Indonesia tercantum pada Lampiran
I. Selain itu, Custom Law juga berlaku untuk mencegah masuknya Leather Goods
yang melanggar Intellectual Property Right, seperti produk tiruan yang
menggunakan brand terkenal.
(3) Act on Domestic Animal Infectious Diseases Control. Berdasarkan Act on Domestic Animal Infectious Diseases Control, untuk komoditi Leather yang berasal dari hewan ordo Artiodactyla, juga kuda, kelinci, dan sebagian jenis burung, harus mendapatkan sertifikat karantina dari lembaga di negara pengekspor. Importir harus menyerahkan sertifikat ini kepada pihak karantina di Jepang untuk mendapatkan Certificate of Import Quarantine.
Selain ketiga regulasi di atas, regulasi-regulasi berikut ini berlaku untuk penjualan produk Leather Goods di dalam negeri Jepang.
(4) Act on Control of Household Products Containing Harmful Substances.
Regulasi ini melarang penjualan produk Leather Goods yang menggunakan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia.
(5) Indication of Household Article's Quality Law. Regulasi ini mewajibkan penulisan jenis kulit binatang yang digunakan, cara perawatan dan penyimpanan, serta informasi tentang penulis keterangan tersebut.
(6) Act for Preventing Unjustifiable Extra or Unexpected Benefit and Misleading Representation. Regulasi ini mewajibkan pelabelan yang menuliskan negara asal impor dari bahan yang digunakan pada produk Leather Goods.
2.4 Saluran Distribusi Komoditi Leather & Leather Goods di Jepang
Gambar 2.2 mendeskripsikan alur distribusi komoditi Leather & Leather Goods dari produsen, lalu diekspor dan sampai kepada konsumen. Komoditi Leather diekspor dalam bentuk raw leather, maupun yang sudah melalui proses chrome tanning atau tanning process lainnya. Komoditi Leather akan digunakan oleh manufacturers di Jepang untuk memproduksi berbagai macam Leather Goods. Untuk Leather Goods, importir akan mendistribusikan kepada wholesalers sebelum masuk ke retailers dan mass merchandisers. Sementara itu, produk Leather Goods dengan brand terkenal umumnya memiliki official agency dan tidak sedikit yang memiliki official stores.
Gambar 2.2 Saluran distribusi komoditi Leather & Leather Goods dari luar negeri
Overseas Raw Leather Manufacturers, Tanners, Leather Goods Manufacturers
Wholesalers Manufacturers
Importers Exporters Local Brokers
Retailers, Mass Merchandisers
Consumers
Foreign Brand Import Agents
Foreign Brand Direct Shop
2.5 Hambatan Lainnya
Beberapa hal yang dapat menghambat peningkatan ekspor komoditi Leather & Leather Goods ke Jepang adalah sebagai berikut.
(a) Keterbatasan bahan baku. Pada tanggal 5 Maret 2013, Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) mengadakan pertemuan membahas tentang kurangnya raw material untuk industri penyamakan kulit. APKI meminta kepada pemerintah untuk memberikan pajak ekspor yang tinggi atau melarang ekspor raw leather ke luar negeri. Di saat yang bersamaan, APKI meminta pemerintah melonggarkan aturan impor raw leather dari luar negeri karena produksi Leather Goods di Indonesia juga banyak menggunakan raw leather impor. Keterbatasan bahan baku ini tentunya menghambat peningkatan produksi dan ekspor produk Leather Goods. Pada saat yang bersamaan, pemberian pajak ekspor yang tinggi akan mengurangi daya saing komoditi Leather Indonesia terhadap negara pesaing lainnya.
(b) Tarif bea masuk. Walaupun cukup banyak komoditi Leather & Leather Goods
yang akan menjadi bebas tarif bea masuk, namun dibanding dengan negara
pesaing, misalnya Thailand, ada beberapa komoditi Leather & Leather Goods
yang pada saat ini nilai tarif bea masuknya masih lebih tinggi. Sebagai contoh,
produk HS 4101.20.212.5 (Raw hides and skins (other than furskins) and
leather; whole hides and skins unsplit; other), Indonesia masih dikenakan tarif
bea masuk 5,5% dan baru dibebaskan pada tahun 2018, sementara saat ini
Thailand hanya dikenakan 4,4% dan bebas bea masuk mulai tahun 2017.
(c) Reputasi pesaing. Perusahaan Eropa yang memiliki produk dengan brand terkenal memiliki reputasi yang sangat baik di Jepang karena masyarakat Jepang suka dengan produk yang memiliki brand terkenal. Reputasi pesaing di premium market ini merupakan penghalang untuk produk Indonesia masuk ke premium market di Jepang ini.
(d) Kendala bahasa/komunikasi. Ada kendala bahasa/komunikasi antara produsen/pengusaha komoditi Leather & Leather Goods di Indonesia dengan konsumer di Jepang karena keterbatasan pihak Jepang dalam penggunaan bahasa Inggris, dan hal ini dapat menghambat proses transaksi.
(e) Pemasaran dan promosi. Masih sangat sedikit promosi komoditi Leather &
Leather Goods ini kepada masyarakat Jepang. Pengusaha-pengusaha komoditi Leather & Leather Goods perlu aktif untuk ikut dalam pameran dagang di Jepang sehingga keberadaan mereka dapat dikenal oleh pengusaha-pengusaha Jepang.
(f) Keikut-sertaan Jepang dalam Trans-Pacific Strategic Economic Partnership
(TPP). Saat ini Jepang sedang melakukan perundingan untuk ikut serta
dalam TPP. Keikut-sertaan Jepang akan memberikan keuntungan bagi
Vietnam yang juga bergabung dalam TPP ini.
BAB III
PELUANG DAN STRATEGI 3.1 Peluang
a. Bentuk Kerjasama
Dengan hubungan bilateral yang terbina baik antara Indonesia dan Jepang, Indonesia memiliki keuntungan untuk mengundang lebih banyak investor dari Jepang untuk mengembangkan komoditi Leather & Leather Goods di Indonesia.
b. Perbaikan ekonomi dalam negeri Jepang
Dengan perbaikan ekonomi dalam negeri Jepang, dapat diharapkan bahwa market untuk komoditi Leather & Leather Goods juga semakin meningkat.
Sebagai contoh, sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 3.1, market untuk peralatan olahraga dalam negeri Jepang, walaupun sempat mengalami penurunan selama 3 tahun setelah Lehman Shock pada tahun 2008, market untuk peralatan olahraga ini sudah kembali mengalami peningkatan sejak tahun 2012, dan diperkirakan market pada tahun 2013 akan menjadi lebih besar dibanding tahun 2008.
Tabel 3.1 Market Peralatan Olahraga di Jepang (dalam milyar yen)
2008 2009 2010 2011 2012 2013
(prediksi)
Market 1.302,15 1.264,57 1.250,07 1.241,05 1.283,80 1.314,34
Sumber: Yano Research Institute, Ltd.
Peralatan olahraga, seperti sepatu, sarung tangan, dan sebagainya cukup banyak yang menggunakan bahan kulit. Kebutuhan dalam negeri Jepang yang meningkat ini merupakan peluang yang baik untuk peningkatan pangsa pasar Indonesia di Jepang.
c. Tarif bea masuk
Melalui perjanjian kerjasama ekonomi dengan Jepang dalam kerangka IJEPA, cukup banyak komoditi Leather & Leather Goods dari Indonesia yang akan menjadi bebas tarif bea masuk. Sebagai contoh, untuk produk HS 4112.00.212.3 (Leather further prepared after tanning or crusting; Other: Other), Indonesia saat ini dikenakan tarif bea masuk sebesar 7,3% dan akan bebas tarif bea masuk pada tahun 2018. Untuk produk ini, China sebagai negara pesaing, dikenakan tarif bea masuk sebesar 30%. Lebih rendahnya nilai tarif bea masuk memberi peluang yang lebih baik bagi Indonesia.
d. Reputasi produk Indonesia
Gambar 3.1 menunjukkan contoh sarung tangan untuk golf dan baseball buatan Indonesia yang ada di pasar Jepang. Produk pada contoh pada Gambar 3.1 ini merupakan produk perusahaan Jepang yang diproduksi di Indonesia. Hal ini mengindikasikan reputasi yang baik dari produk Indonesia di Jepang. Peluang untuk meningkatkan pangsa pasar di Jepang ada karena produk buatan Indonesia sudah diterima oleh masyarakat Jepang.
Gambar 3.1 Sarung Tangan Olahraga Buatan Indonesia di Pasar Jepang 3.2 Strategi
Dengan melihat fenomena secara umum dan mempertimbangkan peluang-peluang yang tertera di atas, hal-hal berikut direkomendasikan bagi dunia usaha Indonesia untuk dapat meningkatkan pangsa pasar untuk komoditi Leather & Leather Goods di Jepang.
a. Berpartisipasi dalam pameran dagang di Jepang. Pameran-pameran yang
terkait komoditi Leather & Leather Goods dilaksanakan setiap tahunnya di
Jepang. Para pengusaha komoditi Leather & Leather Goods di Indonesia
kiranya dapat proaktif untuk berpartisipasi mengikuti pameran sehingga
keberadaan perusahaan mereka dapat dikenal di Jepang. Menghadiri
pameran dagang di Jepang juga merupakan kesempatan yang baik untuk
dapat melihat desain Leather Goods produk Jepang. Misalnya dalam Tokyo
International Gift Show, Japan Leather and Leather Goods Industries
Association juga turut berpartisipasi dengan membuat paviliun Japan Leather
Styles.
b. Proaktif dengan Perwakilan Dagang di Jepang. Para pengusaha komoditi Leather & Leather Goods di Indonesia diharapkan dapat secara proaktif menghubungi perwakilan dagang luar negeri Indonesia di Jepang (Tokyo dan Osaka) untuk meminta informasi pameran dan perkembangan terkait komoditi Leather & Leather Goods ini, maupun untuk bantuan prasarana kerjasama dengan pihak Jepang.
c. Mendirikan lembaga standarisasi eco leather untuk komoditi Leather &
Leather Goods di Indonesia. Secara internasional, semakin banyak negara yang membuat standarisasi eco leather untuk komoditi Leather & Leather Goods. Jepang sendiri memiliki standarisasi yang disebut Japan Eco Leather Standard. Syarat-syarat yang untuk mendapatkan sertifikasi ini, misalnya kandungan formaldehyde tidak boleh melebihi 16 mg untuk 1 kg bahan bila produk digunakan untuk anak di bawah usia 3 tahun, pewarna yang digunakan tidak mengandung carcinogenic aromatic amine, dan sebagainya.
Produk yang lolos standarisasi dapat menggunakan label Japan Eco Leather seperti tertera pada Gambar 3.2. Pengadaan standarisasi seperti ini di Indonesia akan bermanfaat untuk meningkatkan citra produk Indonesia sebagai produk yang ramah lingkungan dan aman bagi manusia.
Gambar 3.2 Label Japan Eco Leather
d. Mengundang asosiasi-asosiasi terkait komoditi Leather & Leather Goods di Jepang untuk menghadiri Pameran Gelar Sepatu, Kulit dan Produk Fashion di Jakarta yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian. Pameran seperti ini dapat menjadi wadah yang baik untuk membina kerjasama antara pengusaha komoditi Leather & Leather Goods di Indonesia dengan pihak Jepang.
e. Memantau perkembangan fashion trend di Jepang. Mengingat Leather Goods adalah produk yang erat hubungannya dengan desain, dan karena desain itu sendiri bersifat dinamis, adalah baik untuk secara berkala memantau perkembangan fashion trend di Jepang. Salah satu majalah yang dapat direkomendasikan untuk memantau perkembangan fashion trend yang terkait dengan Leather Goods adalah majalah Japanese Leather Complete Book, majalah yang terbit setahun sekali (lihat Gambar 3.3). Sementara itu, situs yang yang dapat direkomendasikan untuk memantau perkembangan fashion trend terkait dengan Leather Goods adalah http://timeandeffort.jlia.or.jp yang merupakan situs showroom Leather Goods bernama Time & Effort yang berlokasi di daerah Ginza, Tokyo.
Gambar 3.3 Majalah Japanese Leather Complete Book
f. Meningkatkan kualitas industri Leather & Leather Goods di Indonesia.
Pelaksanaan Pameran Gelar Sepatu, Kulit dan Produk Fashion di Jakarta yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian merupakan satu langkah yang baik untuk meningkatkan kualitas industri. Hal konkret lainnya yang dapat dilakukan adalah seperti mengadakan acara Indonesian Leather Award. Jepang sendiri juga mengadakan acara Japan Leather Award untuk meningkatkan kualitas industrinya. Gambar 3.4 adalah foto produk yang mendapatkan award untuk divisi tas wanita pada tahun 2011 dan tahun 2012.
Produk-produk yang mendapatkan award pada acara Japan Leather Award ini dapat dilihat di showroom Leather Goods bernama Time & Effort yang berlokasi di daerah Ginza, Tokyo.
(a) Pemenang tahun 2011 (b) Pemenang tahun 2012
Gambar 3.4 Pemenang divisi tas wanita pada Japan Leather Award
g. Lebih melibatkan desainer dari Jepang dalam mengembangkan industri Leather Goods di Indonesia. Lebih melibatkan desainer dari Jepang bukan berarti meremehkan desainer dalam negeri Indonesia. Namun untuk meningkatkan pangsa pasar di Jepang, tentunya perlu penyesuaian dengan selera masyarakat setempat. Hal konkret yang dapat dikerjakan adalah seperti melibatkan desainer dari Jepang sebagai tim juri pada acara Indonesian Leather Award.
h. Product Branding. Pengusaha komoditi Leather Goods perlu mengupayakan product branding dengan tujuan menembus premium market di Jepang. Hal ini tentunya tidak dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat, namun keberhasilan menembus premium market akan memberikan kontribusi yang besar untuk peningkatan nilai ekspor Leather Goods ke Jepang ini.
i. Mengembangkan industri peternakan di Indonesia. Masalah kekurangan
bahan baku tentunya berhubungan dengan peternakan hewan yang akan
diambil kulitnya ini. Pengembangan industri peternakan di Indonesia ini
tentunya memerlukan dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah
daerah. Perencanaan dan pelaksanaannya pun dapat melibatkan
peneliti-peneliti dari dalam maupun luar negeri dan juga investor asing
termasuk dari Jepang.
BAB IV INFORMASI PENTING 1 Kamar Dagang Jepang
The Tokyo Chamber of Commerce & Industry
Head Office: 3-2-2, Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005, Japan Phone: +81-3-3283-7523
Fax: +81-3-3216-6497 Website: www.tokyo-cci.or.jp
2 Asosiasi Terkait Komoditi Leather & Leather Goods di Jepang All Japan Association of Reptiles Skin and Leather
1-17-10, Kotobuki, Taito-ku, Tokyo-111-0042, Japan Phone: +81-3-3845-9260
Fax: +81-3-3845-9261
Website: www.jra-zenpa.or.jp
All Japan Leather Costume Association 1-15-9, Iriya, Taito-ku, Tokyo-110-0013 Phone: +81-3-3873-7650
Fax: +81-3-3873-1155
All Japan Leather Shoes Industrial Federation
2-17-1, Higashi Asakusa, Taito-ku, Tokyo-111-0025, Japan Phone: +81-3-5603-2135
Fax: +81-3-5603-8678 Website: www.zkkr.jp
Association of Japan Sporting Goods Industries
3-28-9, Kanda Ogawamachi, Chiyoda-ku, Tokyo-101-0052, Japan Website: www.jaspo.org
Japan Association of Leather Technology Asahi Bldg 4F
129, Toyozawachō, Himeji-shi, Hyōgo-ken-670-0964, Japan Phone/Fax: +81-79-284-5899
Website: www.hikaku-kyo.org
Japan Glove Industry Association
1810-1, Minato, Higashi Kagawa-shi, Kagawa-ken-769-2701, Japan Phone: +81-879-25-3208
Fax: +81-879-24-0838
Website: www.tebukurokumiai.jp Japan Golf Goods Association
6-11-11, Soto Kanda, Chiyoda-ku, Tokyo-101-0021, Japan Phone: +81-3-3832.8589
Website: www.jgga.or.jp
Japan Leather Craft Academy Tokyo Kaban Kaikan 5F
4-16-3, Kuramae, Taito-ku, Tokyo-111-0051, Japan Phone: +81-3-3865-7457
Website: www.japanleathercraft.jp
Japan Leather and Leather Goods Industries Association Hikaku Kenpo Kaikan 7F
1-12-13, Komagata, Taito-ku, Tokyo-111-0043, Japan Phone: +81-3-3847-1451
Fax: +81-3-3847-1510 Website: www.jlia.or.jp
Japan Leather Traders Association
1-17-10, Kotobuki, Taito-ku, Tokyo-111-0042, Japan Phone: +81-3-3845-9210
Fax: +81-3-3845-9211 Website: www.nikkaku.or.jp
Japan Sporting Equipments Retailers Association 5-8-6-301, Asakusabashi, Taito-ku, Tokyo-111-0053, Japan Phone: +81-3-5829-6490
Fax: +81-3-5829-6491
Website: www.jsera.jp
Tanners Council Of Japan Asahi Bldg 3F
129, Toyozawachō, Himeji-shi, Hyōgo-ken-670-0964, Japan Phone: +81-79-282-6701
Fax: +81-79-282-6703
Website: www.tcj.jibasan.or.jp
3 Daftar Importir Komoditi Leather & Leather Goods di Jepang ASICS Corporation
7-1-1, Minatojima-Nakamachi, Chuo-ku, Kobe-650-8555, Japan Phone: +81-78-303-2231
Fax: +81-78-303-2241 Website: www.asics.com Forte Japan Co., Ltd.
9-3, Yamanoichō, Kashiwara-shi, Osaka-582-0010, Japan Phone: +81-72-972-0510
Fax: +81-72-972-0403 Website: www.fortejapan.jp Fukumoto Co., Ltd.
2-1-4, Bakurochō, Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo-103-0002, Japan Phone: +81-3-3663-8541
Fax: +81-3-3663-0729
Website: www.fukumoto-bag.co.jp Ishii & Co., Ltd.
2-4-1, Higashi Komagata, Sumida-ku, Tokyo-130-0005, Japan Phone: +81-3-3622-2908
Fax: +81-3-3622-2954
Website: www.ishiijapan.com Kawamura & Co., Ltd.
3-27-9, Asakusabashi, Taito-ku, Tokyo-111-0053, Japan Phone: +81-3-3861-4171
Fax: +81-3-3861-4175
Website: www.kawamura-net.co.jp
Kyohsin Co., Ltd.
30-1, Takagi, Hanada-cho, Himeji-shi, Hyōgo-ken-671-0256, Japan Phone: +81-79-281-2624
Fax: +81-79-282-3260 Website: www.kyohsin.net Matsushita Luggage Co., Ltd.
318, Nakakage, Toyo-oka-shi, Hyōgo-ken-668-0013, Japan Phone: +81-79-622-7161
Fax: +81-79-624-1995 Website: www.luggage.co.jp Nasu International Co., Ltd.
3-29-8, Asakusa-bashi, Taito-ku, Tokyo-111-0053, Japan Phone: +81-3-3861-8971
Fax: +81-3-3861-8974 Website: www.nasu-int.com Office 164 Co., Ltd.
1-6-18, Minamitanabe, Higashi Sumiyoshi-ku, Osaka-shi, Osaka-546-0033, Japan Phone: +81-6-6628-4812
Fax: +81-6-6628-4804
Website: www.showroom.oc-x.jp/OFFICE164/
Shian International Co., Ltd.
2-20-2, Kaminari-mon, Taito-ku, Tokyo-111-0034, Japan Phone: +81-3-3841-1192
Fax: +81-3-3847-4645
Website: www.shian-inter.co.jp Takechi, Co., Ltd.
4-3-3, Ohji, Kita-ku, Tokyo-114-0002, Japan Phone: +81-3-3913-1901
Fax: +81-3-3914-1847
Website: www.takechi-bag.co.jp
4 Daftar Pameran Terkait Komoditi Leather & Leather Goods di Jepang Fukuoka International Gift Show
Website: www.giftshow.co.jp/figs/
Phone: +81-3-3843-9854
International Shoe & Leather Goods Fair Website: www.isf-web.jp
Phone: +81-3-5623-5110 JFW Japan Creation
Website: www.japancreation.com Phone: +81-3-6805-0791
Osaka International Gift Show
Website: www.giftshow.co.jp/osakagiftshow/
Phone: +81-6-6263-0075
Tokyo International Gift Show Website: www.giftshow.co.jp/tigs/
Phone: +81-3-3843-9854
Tokyo Leather & Goods Exhibition Website: leather.fan-site.net
E-mail: [email protected] 5 Perwakilan Indonesia di Jepang
KBRI Tokyo
Duta Besar: Bpk. Muhammad Lutfi
Atase Perdagangan: Ibu Julia Gustaria Silalahi
5-2-9, Higashi Gotanda, Shinagawa-ku, Tokyo 141-0022, Japan Phone: +81-3-3441-4201
Fax: +81-3-3447-1697
E-mail: [email protected]
Website: kbritokyo.jp
KJRI Osaka
Konsul Jenderal: Bpk. Ibnu Hadi Resona Senba Building 6
thFloor
4-4-21, Minami Senba, Chuo-ku, Osaka 542-0081, Japan Phone: +81-6-6252-9826
Fax: +81-6-6252-9872
E-mail: [email protected] Website: www.indonesia-osaka.org ITPC Osaka
Kepala: Ibu Rosiana Christina Frederick Wakil Kepala: Bpk. Eko Priyantoro
ITM 4-J-8, Asia and Pacific Trade Center
2-1-10, Nanko Kita, Suminoe-ku, Osaka 559-0034, Japan Phone: +81-6-6615-5350
Fax: +81-6-6615-5351
Website: www.itpc.or.jp
REFERENSI
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Buku Tarif Kepabeanan Indonesia Tahun 2012.
International Trade Center. http://www.trademap.org Japan Customs, Mei 2013, http://www.customs.go.jp Japan Eco Leather Standard Certification System.
http://www.hikaku.metro.tokyo.jp/images/pdf/149pdf/04.pdf Japan Leather Award. award.jlia.or.jp
JETRO. http://www.jetro.go.jp/world/japan/qa/importproduct_05/
J-LIA Magazine, Vol. 97, March 2013
http://www.jlia.or.jp/library/mjlia/mjlia_097.pdf
World Tariff. http://worldtariff.com
Lampiran I.
Tarif Bea Masuk Komoditi Leather & Leather Goods dari Indonesia
HS Number Description Tariff Note
4101
RAW HIDES AND SKINS OF BOVINE (INCLUDING BUFFALO) OR EQUINE ANIMALS (FRESH OR SALTED, DRIED, LIMED, PICKLED OR OTHERWISE
PRESERVED, BUT NOT TANNED,
PARCHMENT-DRESSED OR FURTHER PREPARED), WHETHER OR NOT DEHAIRED OR SPLIT:
- Whole hides and skins, unsplit, of a weight per skin not exceeding 8 kg when simply dried, 10 kg when dry-salted, or 16 kg when fresh, wet-salted or otherwise preserved:
- - Of which have undergone a chrome tanning (including a pre-tanning) process which is reversible, or of which have not yet undergone any tanning process::
- - - Of which have not yet undergone any tanning process:
4101.20.111.2 - - - - Of equine animals
free 4101.20.112.3 - - - - Other
4101.20.113.4 - - - Other - - Other
4101.20.211.4
- - - For the quantity within the limits of an annual tariff quota, on the basis of 214,000 sqm, stipulated by a Cabinet Order, on hides and skins of bovine (including buffalo) or equine animals which have undergone a tanning process (indulging pre-tanning) which is reversible of 4101.20-2, 4101.50-2, and 4104.90-2, tanned or crusted hides and skins of bovine (including buffalo) or equine animals or 4101.11-2, 4104.19-2, 4101.41-1-(2), 4104.41-2-(2) and 4104.49-1-(2) and 4104.49-2-(2) and leather of bovine (including buffalo) or equine animals of 4107 .11-2-(2), 4107.12-2-(2), 4107.19-2-(2), 4107.91-2-(2), 4107.92-2-(2) and 4107.99-2-(2) (hereinafter in this heading and headings and referred to as "the Pooled Quota (First Category)"
12% IJEPA X
4101.20.212.5 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - Whole hides and skins, of a weight exceeding 16 kg:
- - Of which have undergone a chrome tanning (including a pre-tanning) process which is reversible, or of which have not yet undergone any tanning process:
- - - Of which have not yet undergone any tanning process:
4101.50.111.0 - - - - Of equine animals free
4101.50.112.1 - - - - Other free
4101.50.113.2 - - - Other free
- - Other:
4101.50.211.2 - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12% IJEPA X
4101.50.212.3 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - Other, including butts, bends and bellies:
- - Of which have undergone a chrome tanning (including a pre-tanning) process which is reversible, or of which have not yet undergone any tanning process:
4101.90.110.1 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4101.90.113.4 - - - Other free
- - Other:
4101.90.211.4 - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12% IJEPA X
4101.90.212.+ - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free
HS Number Description Tariff Note
4102
RAW SKINS OF SHEEP OR LAMBS (FRESH, OR SALTED, DRIED, LIMED, PICKLED OR OTHERWISE
PRESERVED, BUT NOT TANNED,
PARCHMENT-DRESSED OR FURTHER PREPARED), WHETHER OR NOT WITH WOOL ON OR SPLIT, OTHER THAN THOSE EXCLUDED BY NOTE 1 (C) TO THIS CHAPTER:
4102.10.000.4 - With wool on free
- Without wool on:
- - Pickled:
4102.21.010.3 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4102.21.090.6 - - - Other free
- - Other:
4102.29.010.2 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4102.29.090.5 - - - Other free
4103
OTHER RAW HIDES AND SKINS (FRESH, OR SALTED, DRIED, LIMED, PICKLED OR OTHERWISE
PRESERVED, BUT NOT TANNED,
PARCHMENT-DRESSED OR FURTHER PREPARED), WHETHER OR NOT DEHAIRED OR SPLIT, OTHER THAN THOSE EXCLUDED BY NOTE 1 (B) OR 1 (C) TO THIS CHAPTER:
- Of reptiles:
- - Of alligators or crocodiles:
4103.20.011.3 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4103.20.019.4 - - - Other free
- - Of lizards:
4103.20.021.6 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4103.20.029.0 - - - Other free
- - Of snake:
4103.20.031.2 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4103.20.039.3 - - - Other free
- - Turtles and tortoise:
4103.20.041.5 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4103.20.049.6 - - - Other free
- - Other
4103.20.091.6 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4103.20.099.0 - - - Other free
- Of swine:
4103.30.100.5 - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4103.30.200.0 - - Other 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free
- Other:
- - Of deer:
4103.90.011.3 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4103.90.019.4 - - - Other free
- - Of ostrich:
4103.90.021.6 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4103.90.029.0 - - - Other free
- - Of goats or kids:
4103.90.031.2 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4103.90.039.3 - - - Other free
- - Other:
4103.90.091.6 - - - Of which have not yet undergone any tanning process free
4103.90.099.0 - - - Other free
HS Number Description Tariff Note
4104
TANNED OR CRUST HIDES AND SKINS OF BOVINE (INCLUDING BUFFALO) OR EQUINE ANIMALS, WITHOUT HAIR ON, WHETHER OR NOT SPLIT, BUT NOT FURTHER PREPARED:
- In the wet state (including wet-blue):
- - Full grains, unsplit; grain splits:
4104.11.100.1 - - - Chrome tanned leather free
- - - Other:
4104.11.211.0 - - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4104.11.212.1 - - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - - Other:
4104.19.100.0 - - - Chrome tanned leather free
- - - Other:
4104.19.211.6 - - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4104.19.212.0 - - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - In the dry state (crust):
- - Full grains split; grain splits:
- - - Tanned or (including retanned) but not further prepared:
4104.41.110.2 - - - - Chrome tanned leather free
- - - - Other:
4104.41.121.6 - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4104.41.122.0 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - - - Other:
- - - - Dyed or colored:
- - - Dyed or colored, excluding whole bovine skin leather of a unit surface area not exceeding 2.6 sqm, buffalo leather and roller leather:
4104.41.211.5
- - - For the quantity within the limits of an annual tariff quota on the basis of 1,466,000 sqm, stipulated by a Cabinet Order, on tanned or crust hides or skins of bovine (including buffalo) or equine animals of 4104.41.211 and 4104.91.211, and leather of bovine (including buffalo) or equine animals of 4107.11.211, 4107.12.211, 4107.19.211, 4107.91.211, 4107.92.211, and 4107.99.211 (here-in after this heading and headings 4107 referred to as "the Pooled Quota (Second Category)")
13,3%
4104.41.212.6 - - - Other 6% IJEPA B10 2014 4,8% 2015 3,6%
2016 2,4% 2017 1,2% 2018 free - - - Other:
4104.41.213.0 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 16%
4104.41.219.6 - - - Other 7,3% IJEPA B10 2014 5,8% 2015 4,4%
2016 2,9% 2017 1,5% 2018 free - - - - Other:
4104.41.221.1 - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4104.41.222.2 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - - Other:
- - - Tanned or (including retanned) but not further prepared:
4104.49.110.1 - - - - Chrome tanned leather free
- - - - Other:
4104.49.121.5 - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4104.49.122.6 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - - - Other:
- - - -Dyed or colored:
4104.49.211.4 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 16%
4104.49.212.5 - - - Other 7,3% IJEPA B10 2014 5,8% 2015 4,4%
2016 2,9% 2017 1,5% 2018 free - - - - Other:
4104.49.221.0 - - - - -For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4104.49.222.1 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free
HS Number Description Tariff Note
4105
TANNED OR CRUST SKINS OF SHEEP OR LAMBS, WITHOUT WOOL ON, WHETHER OR NOT SPLIT, BUT NOT FURTHER PREPARED:
4105.10.000.5 - In the wet state (including wet-blue) free - In the dry state (crust):
- - Dyed or colored:
4105.30.111.5
- - - For the quantity within the limits of an annual tariff quota, on the basis of 1,070,000 sqm, stipulated by a Cabinet Order on tanned or crust hides and skins of sheep or lamb of 4105.30.1, tanned or crust hides and skins of goat or kid of 4106.22.1, sheep or lamb skin leather of 4112.00.211, and goat or kid skin leather of 4113.10.211 (hereinafter in this subheading and subheadings 4106.22, 4112.00 and 4113.10 referred to a "the Pooled Quota")
16%
4105.30.112.6 - - - Other 7,3% IJEPA B10 2014 5,8% 2015 4,4%
2016 2,9% 2017 1,5% 2018 free
4105.30.200.3 - - Other free
4106
TANNED OR CRUST HIDES AND SKINS OF OTHER ANIMALS, WITHOUT WOOL OR HAIR ON, WHETHER OR NOT SPLIT, BUT NOT FURTHER PREPARED:
- Of goats or kids:
4106.21.000.6 - - In the wet state (including wet-blue) free - - In the dry state (crust):
- - - Dyed or colored:
4106.22.111.4 - - - - For "the Pooled Quota" 16%
4106.22.112.5 - - - - Other 7,3% IJEPA B10 2014 5,8% 2015 4,4%
2016 2,9% 2017 1,5% 2018 free
4106.22.200.2 - - - Other free
- Of swine:
4106.31.000.3 - - In the wet state (including wet-blue) 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free - - In the dry state (crust):
4106.32.100.4 - - - Dyed or colored 0,4% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free
4106.32.200.6 - - - Other 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free
- Of reptiles:
- - Vegetable pre-tanned:
- - - Of alligators, crocodiles or lizards:
4106.40.111.0 - - - - Of alligators or crocodiles free
4106.40.112.1 - - - - Other free
4106.40.114.3 - - - Other free
- - Other:
- - -Dyed or colored:
- - - -Of alligators, crocodiles or lizards:
4106.40.211.2 - - - Of alligators or crocodiles 0,5% IJEPA B7 2014: 0,3%, 2015: free
4106.40.212.3 - - - Other 0,5% IJEPA B7 2014: 0,3%, 2015: free
4106.40.214.5 - - - - Other 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free
- - - Other:
- - - - Of alligators, crocodiles or lizards:
4106.40.221.5 - - - Of alligators or crocodiles free
4106.40.222.6 - - - Other free
4106.40.224.1 - - - - Other free
- Other:
- - In the wet state (including wet-blue):
4106.91.010.2 - - - Of ostriches free
4106.92.110.3 - - - Other free
- - In the dry state (crust):
- - - Dyed or colored:
4106.92.110.3 - - - - Of ostriches 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free
4106.92.190.6 - - - -Other 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free
- - - Other:
4106.92.210.5 - - - - Of ostriches free
4106.92.290.1 - - - - Other free
HS Number Description Tariff Note
4107
LEATHER FURTHER PREPARED AFTER TANNING OR CRUSTING, INCLUDING PARCHMENT-DRESSED LEATHER, OF BOVINE (INCLUDING BUFFALO) OR EQUINE ANIMALS, WITHOUT HAIR ON, WHETHER OR NOT SPLIT, OTHER THAN LEATHER OF HEADING 4114:
- Whole hides and skins:
- - Full grains, unsplit:
4107.11.100.2 - - - Parchment-dressed 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free
- - - Other:
- - - - Dyed, colored, stamped or embossed:
- - - Dyed or colored excluding whole bovine skin leather of a unit surface area not exceeding 2.6 sqm, and buffalo leather and roller leather:
4107.11.211.1 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 13,3%
4107.11.212.2 - - - -Other 6% IJEPA B10 2014 4,8% 2015 3,6%
2016 2,4% 2017 1,2% 2018 free - - - Other:
4107.11.213.3 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 16%
4107.11.219.2 - - - Other 7,3% IJEPA B10 2014 5,8% 2015 4,4%
2016 2,9% 2017 1,5% 2018 free - - - - Other:
4107.11.221.4 - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4107.11.222.5 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - - Grain splits:
4107.12.100.1 - - - Parchment-dressed 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free - - - Other:
- - - - Dyed, colored, stamped or embossed:
- - - Dyed or colored excluding whole bovine skin leather of a unit surface area not exceeding 2.6 sqm, and buffalo leather and roller leather:
4107.12.211.0 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 13,3%
4107.12.212.1 - - - Other 6% IJEPA B10 2014 4,8% 2015 3,6%
2016 2,4% 2017 1,2% 2018 free - - - Other:
4107.12.213.2 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 16%
4107.12.219.1 - - - Other 7,3% IJEPA B10 2014 5,8% 2015 4,4%
2016 2,9% 2017 1,5% 2018 free - - - - Other:
4107.12.221.3 - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4107.12.222.4 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - - Other:
4107.19.100.1 - - - Parchment-dressed 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free
- - - Other:
- - - - Dyed, colored, stamped or embossed:
4107.19.211.0 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 16%
4107.19.212.1 - - - Other 7,3% IJEPA B10 2014 5,8% 2015 4,4%
2016 2,9% 2017 1,5% 2018 free - - - -Other:
4107.19.221.3 - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4107.19.222.4 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - Other, including sides:
- - Full grains, unsplit:
4107.91.100.6 - - - Parchment-dressed 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free
HS Number Description Tariff Note - - - Other:
- - - - Dyed, colored, stamped or embossed:
- - - Dyed or colored excluding buffalo leather and roller leather:
4107.91.211.5 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 13,3%
4107.91.212.6 - - - Other 6% IJEPA B10 2014 4,8% 2015 3,6%
2016 2,4% 2017 1,2% 2018 free - - - Other:
4107.91.213.0 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 16%
4107.91.219.6 - - - Other 7,3% IJEPA B10 2014 5,8% 2015 4,4%
2016 2,9% 2017 1,5% 2018 free - - - - Other:
4107.91.221.1 - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4107.91.222.2 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - - Grain splits:
4107.92.100.5 - - - Parchment-dressed 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free
- - - Other:
- - - - Dyed, colored, stamped or embossed:
- - - Dyed or colored excluding buffalo leather and roller leather:
4107.92.211.4 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 13,3%
4107.92.212.5 - - - Other 6% IJEPA B10 2014 4,8% 2015 3,6%
2016 2,4% 2017 1,2% 2018 free - - - Other:
4107.92.213.6 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 16%
4107.92.219.5 - - - Other 7,3% IJEPA B10 2014 5,8% 2015 4,4%
2016 2,9% 2017 1,5% 2018 free - - - - Other:
4107.92.221.0 - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4107.92.222.1 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free - - Other:
4107.99.100.5 - - - Parchment-dressed 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free
- - - Other:
- - - - Dyed, colored, stamped or embossed:
4107.99.211.4 - - - For "the Pooled Quota (Second Category)" 16%
4107.99.212.5 - - - Other 7,3% IJEPA B10 2014 5,8% 2015 4,4%
2016 2,9% 2017 1,5% 2018 free - - - - Other
4107.99.221.0 - - - For "the Pooled Quota (First Category)" 12%
4107.99.222.1 - - - Other 5,5% IJEPA B10 2014 4,4% 2015 3,3%
2016 2,2% 2017 1,1% 2018 free
4112
LEATHER FURTHER PREPARED AFTER TANNING OR CRUSTING INCLUDING PARCHMENT-DRESSED LEATHER, OF SHEEP OR LAMB, WITHOUT WOOL ON, WHETHER OR NOT SPLIT, OTHER THAN LEATHER OF HEADING 4114:
4112.00.100.3 - Parchment-dressed 0,3% IJEPA B7 2014: 0,2%, 2015: free - Other:
- - Dyed, colored, stamped or embossed:
4112.00.211.2 - - - For "the Pooled Quota" 16%
4112.00.212.3 - - - Other 7,3% IJEPA B10 2014 5,8% 2015 4,4%
2016 2,9% 2017 1,5% 2018 free
4112.00.220.4 - - Other free