• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Perdagangan Internasional Di Negara Berkembang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kebijakan Perdagangan Internasional Di Negara Berkembang"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Kebijakan Perdagangan Internasional di Negara

Kebijakan Perdagangan Internasional di Negara

Berkembang

Berkembang

Dewasa ini, negara-negara berkembang memiliki kontribusi yang cukup besar bagi Dewasa ini, negara-negara berkembang memiliki kontribusi yang cukup besar bagi  perkembangan

 perkembangan ekonomi ekonomi dalam dalam skala skala internasional. internasional. Hal Hal ini ini dikarenakan dikarenakan sumber sumber daya daya yangyang dimili

dimiliki ki oleh negara-negaoleh negara-negara ra berkemberkembang memiliki kriteria bang memiliki kriteria yang berbeda-byang berbeda-beda eda antara negaraantara negara satu dengan negara lainnya dan dapat dikelola secara lebih luas sebagai komoditi utama satu dengan negara lainnya dan dapat dikelola secara lebih luas sebagai komoditi utama untuk negara-negara maju. Kebutuhan akan negara-negara maju terhadap komoditas utama untuk negara-negara maju. Kebutuhan akan negara-negara maju terhadap komoditas utama yang mungkin tidak dimiliki di negaranya menjadi perhatian bagi negara-negara berkembang yang mungkin tidak dimiliki di negaranya menjadi perhatian bagi negara-negara berkembang unt

untuk uk berberupaupaya ya memmemenuenuhi hi kebkebutuutuhan han negnegara ara maju maju terstersebuebut t dendengan gan sumsumber ber daydaya a yanyangg dimili

dimilikinykinya. a. PerdagPerdagangan bebas disini angan bebas disini memilimemiliki ki andil yang andil yang cukup besar cukup besar bagi negara-negbagi negara-negaraara khususnya negara berkembang untuk bersaing mendistribusikan barangnya ke negara-negara khususnya negara berkembang untuk bersaing mendistribusikan barangnya ke negara-negara lainnya di seluruh dunia khususnya untuk negara maju. Namun, regulasi dalam perdagangan lainnya di seluruh dunia khususnya untuk negara maju. Namun, regulasi dalam perdagangan  bebas

 bebas tetap tetap harus harus dipatuhi dipatuhi sesuai sesuai dengan kebijakan dengan kebijakan masing-masing masing-masing negara. negara. Biasanya, Biasanya, aturanaturan dalam pasar bebas di antara negara berkembang dengan negara maju berbeda-beda, sebab dalam pasar bebas di antara negara berkembang dengan negara maju berbeda-beda, sebab aturan dalam pasar bebas tetap harus memperhatikan kapabilitas negara itu sendiri dalam aturan dalam pasar bebas tetap harus memperhatikan kapabilitas negara itu sendiri dalam mengelola aktor produksinya.

mengelola aktor produksinya. Keb

Kebijakijakan an daldalam am perperdagdagangangan an bebbebas as dindinilai ilai sebsebagaagai i paspasar ar intinternernasiasionaonal l dimdimanaana hambatan-hambatan terutama pada pengadaan tari ditiadakan seperti halnya pajak ekspor  hambatan-hambatan terutama pada pengadaan tari ditiadakan seperti halnya pajak ekspor  maupun impor. Para pakar ekonomi politik dalam hal ini mengkritik pendapat tersebut. Bagi maupun impor. Para pakar ekonomi politik dalam hal ini mengkritik pendapat tersebut. Bagi mereka, kebijakan perdagangan yang dibutuhkan oleh negara-negara berkembang ialah mereka, kebijakan perdagangan yang dibutuhkan oleh negara-negara berkembang ialah free free an

and d fafair ir trtradadee. . DalDalam am teoteorinyrinya, a, perperdagdagangangan an bebbebas as menmenolaolak k adaadanynya a hamhambatabatan n sepsepertierti regulasi mengenai pajak, biaya tambahan untuk barang ekspor dan impor, serta regulasi regulasi mengenai pajak, biaya tambahan untuk barang ekspor dan impor, serta regulasi non-tari. !kan tetapi pada kenyataannya, perdagangan bebas hanya akan menimbulkan hambatan tari. !kan tetapi pada kenyataannya, perdagangan bebas hanya akan menimbulkan hambatan  baru khususnya pada hambatan non-tari. Banyak yang mengkritik bahwa

 baru khususnya pada hambatan non-tari. Banyak yang mengkritik bahwa perdagangan bebasperdagangan bebas hanyalah untuk melindungi industri negara maju dan perusahaan besar serta peluang bagi hanyalah untuk melindungi industri negara maju dan perusahaan besar serta peluang bagi negara maju untuk mengeksploitasi negara berkembang dan merusak industri lokal serta negara maju untuk mengeksploitasi negara berkembang dan merusak industri lokal serta membatasi standar kerja dan standar sosial "#udy, $%%&' (()-((&*. Hal ini yang kemudian membatasi standar kerja dan standar sosial "#udy, $%%&' (()-((&*. Hal ini yang kemudian menjadi pertentangan terhadap kebijakan tersebut karena dinilai hanya merugikan negara menjadi pertentangan terhadap kebijakan tersebut karena dinilai hanya merugikan negara  berkembang saja.

 berkembang saja. Dal

Dalam am artiartikel kel #ed#edrik rik "(+"(+' ' ((((* * dindinyayataktakan an bahbahwa wa negnegara-ara-negnegara ara berberkemkembanbangg sering menghadapi struktur oligopolistik dalampasar mengenai impor dan ekspor. anaat sering menghadapi struktur oligopolistik dalampasar mengenai impor dan ekspor. anaat  perdagangan bebas bagi negara-negara berkembang dinilai hanya untuk memenuh

 perdagangan bebas bagi negara-negara berkembang dinilai hanya untuk memenuhi kebutuhani kebutuhan konsu

konsumti mti masyarmasyarakatnyakatnya a dari dari produproduk-prok-produk duk imporimpor. . KebijaKebijakan kan perdagperdagangan di angan di negara negara--negara berkembang cenderung pada pasar persaingan tidak sempurna. Dalam kebijakan itu negara berkembang cenderung pada pasar persaingan tidak sempurna. Dalam kebijakan itu  pula,

 pula, lebih lebih banyak banyak didominasi didominasi oleh oleh sektor sektor industri industri di di negara-negara negara-negara berkembang. berkembang. /e/erdapatrdapat  beberapa

 beberapa alasan alasan mengapa mengapa sistem sistem persaingan persaingan tidak tidak sempurna sempurna lebih lebih banyak banyak dinikmati dinikmati oleholeh  perusahaan

 perusahaan oligopoli yaitu oligopoli yaitu "(* tidak "(* tidak adanya keseadanya keseriusan pada riusan pada penerapan kebijakanpenerapan kebijakan antitrust antitrust  di di negara-negara berkembang dan regulasi yang mengatur di dalamnya0 "$*

negara-negara berkembang dan regulasi yang mengatur di dalamnya0 "$* yakni kebijakan padayakni kebijakan pada industri negara berkembang biasanya membatasi masuknya in1estasi pada sektor manuaktur  industri negara berkembang biasanya membatasi masuknya in1estasi pada sektor manuaktur  sesuai lisensinya dan aturan mengenai biaya-biaya0 "* re2im perdagangan cenderung sangat sesuai lisensinya dan aturan mengenai biaya-biaya0 "* re2im perdagangan cenderung sangat  protekti-eekti dalam

 protekti-eekti dalam menghilangkan menghilangkan kompetisi kompetisi dengan dengan asing. asing. Dalam Dalam hal hal ini, ini, adanyaadanya  pembatasan

 pembatasan pada pada kuota kuota bagi bagi produk produk impor0 impor0 "3* "3* pada pada negara-negara negara-negara berkembang, berkembang, kekuatankekuatan in

indudustrstrinyinya a teterkrkononsensentratrasi si di di tatangngan an kekelolompmpok ok etetnis nis minminororitaitas s sesepeperti rti 4i4ina na di di !!siasia /enggara dan 5ndia di !rika /imur0 dan "6* lemahnyapasar modal di negara berkembang /enggara dan 5ndia di !rika /imur0 dan "6* lemahnyapasar modal di negara berkembang yang berarti menunjukkan bahwa dana in1estasi dihasilkan secara internal. Hal ini sebagai yang berarti menunjukkan bahwa dana in1estasi dihasilkan secara internal. Hal ini sebagai

(2)

upaya untuk menghalangi asing masuk dalam sektor-sektor industri yang besar kemungkinan keuntungan akan lebih banyak didapatkan oleh mereka.

Dalam artikel #edrik "(+' ((3* menyatakan bahwa terdapat dua aspek kelembagaan khusus yang mengatur struktur pasar di negara berkembang. Pertama ialah bahwa dalam  pasar oligopoli juga berdampingan dengan golongan pinggiran dan perusahaan-perusahaan kompetiti lainnya. 7olongan pinggiran tersebut biasanya terdiri dari pemasok dan subkontraktor teknik manuaktur. Berbeda dengan perusahaan besar yang terlindung dari kemalangan ekonomi dengan selisih harga-biaya mereka, perusahaan dalam skala yang lebih kecil biasanya sangat sensiti terhadap perubahan di lingkungannya. Kedua ialah bahwa  banyak sektor dalam negara berkembang seperti mobil, bahan kimia, energi, dan sebagainya yang dimiliki oleh lebih dari satu perusahaan dengan struktur kepemilikan yang  berbeda. Perusahaan publik bersaing dengan perusahaan-perusahaan swasta sedangkan  perusahaan lokal hidup berdampingan dengan anak dari perusahaan multinasional.

Dengan demikian, perlu dipahami bahwa kebijakan dalam perdagangan memiliki  perbedaan bergantung pada kapabilitas negara tersebut dalam merespon adanya regulasi baru apalagi di saat globalisasi seperti ini. Negara berkembang biasanya yang dirugikan atas lahirnya bentuk kapitalisme baru pada perdagangan bebas dan ketidakmampuannya dalam mengelola perekonomian secara maksimal pada aktor produksi maupun jasa. eskipun aturan main dalam pasar bebas antara negara maju dan negara berkembang berbeda baik  dalam pemberian insenti maupun kemudahan akses serta komitmen, negara berkembang disini harus mampu bersaing dan menunjukkan pada negara-negara maju bahwa tanpa adanya hak istimewa tersebut, negara-negara berkembang mampu survive dalam mempertahankan  perekonomiannya. !danya interdependensi di antara negara-negara saat ini memang sulit untuk dihilangkan karena masing-masing negara memiliki kemampuan yang berbeda-beda karena keterbatasan sumber daya alam. Namun, untuk menanggulangi kerugian yang lebih  besar pada negara-negara berkembang terhadap sistem ini, kebijakan proteksi dirasa sangat

dibutuhkan agar tetap dapat melindungi industri lokal dari ancaman dominasi sektor asing. "&33*

DAMPAK PERDAGANGAN BEBAS DAN KAITANNYA

DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI NEGARA

ASEAN: STUDI KASUS PERDAGANGAN CHINA

-FILIPINA

Penulis: Siti Wulandari Mahasiswa FISIP-Hubungan Internasional Univ. Prof. Dr. Moestopo !eraga"a# $% &anuari '($'# BAB I

(3)

1. Latar Belakang Masalah

Globalisasi me!"a#a$ s!a%! &e$ome$a 'a$( %i)a# )a"a% )ibe$)!$( la(i* Di ma$a s!)a+ %i)a# a)a la(i #e$)ala !$%!# mela#!#a$ mobilisasi bai# )alam be$%!# "o)!#, asa, b!!+ ma!"!$ mo)al* Te$) (lobalisasi i$i me$(+asil#a$ seb!a+ &e$ome$a &ee %a)e 'a$( lebi+ massi.e la(i* Di ma$a $e(aa-$e(aa sema#i$ memili#i #elel!asaa$ )alam me$ali$ #easama "e)a(a$(a$*

Keasama "e)a(a$(a$ 'a$( )ila#!#a$ %i)a# +a$'a seba%as #e"a)a $e(aa-$e(aa %e%a$((a 'a$( memili#i #e)e#a%a$ (eo(a/s a%a! $e(aa-$e(aa 'a$( masi+ bea)a )alam sa%! #a0asa$ 'a$( sama* Misal$'a saa #easama "e)a(a$(a$ 'a$( )ila#!#a$ ole+ C+i$a )a$ Fili"i$a, mes#i"!$ #easama 'a$( )ila#!#a$ ole+ #e)!a $e(aa %eseb!% bela$)as#a$ a%as #easama ASEAN-C+i$a*

Sea# )ise"a#a%i$'a #easama "e)a(a$(a$ bebas a$%aa ASEAN-C+i$a sea# 1232 )a$ m!lai )ila#sa$a#a$ "a)a 3 4a$!ai 1233, #easama "e)a(a$(a$ bila%eal a$%aa C+i$a )a$ Fili"i$a me$(alami "e$i$(#a%a$ )iba$)i$(#a$ )e$(a$ #easama "e)a(a$(a$ 'a$( )iali$ sebel!m$'a*

Ole+ #ae$a i%!, "e$!lis me$5oba me$elaa+ )a$ membe)a+ lebi+ la$!% me$(e$ai #easama "e)a(a$(a$ 'a$( )iali$ ole+ C+i$a )a$ Fili"i$a )alam ma#ala+ 'a$( be)!)!l “Dampak Perdagangan Bebas Dan Kaitanna Dengan Pert!mb!han Ek"n"mi Negara A#EAN$ #t!di Kas!s Perdagangan %hina&'ilipina.

(. Pertanaan Penelitian

Dalam ma#ala+ i$i, "e$!lis me$5oba membe)a+ "esola$ me$(e$ai Bagaimana trend perdagangan dan pert!mb!han ang ter)adi di dalam ker)asama perdagangan ang di)alin "leh %hina&'ilipina*

BAB II PEMBAHA#AN 1. Kerangka +e"ri

(4)

Dalam United Nation Regional Economic and Social Development  Commission in Western Asia 6UN-ESC7A8, (lobalisasi )ielas#a$ seba(ai:

"a widely-used term that can e de!ned in a numer o di#erent  ways$ When used in an economic context, it refers to the reduction and  removal of barriers between national borders in order to facilitate the ow of goods, capital, services and labour... although considerale arriers remain to the %ow o laour$$$ &loali'ation is not a new phenomenon$ (t egan towards the end o the nineteenth century) ut it slowed down during the period rom the start o the !rst World War until the third *uarter o the twentieth century$ +his slowdown can e attriuted to the inward-loo,ing policies pursued y a numer o countries in order to protect their respective industries$$$ however) the pace o gloali'ation pic,ed up rapidly during the ourth *uarter o  the twentieth century 

***93;

De$(a$ )emi#ia$ i#a #i%a me$((!$a#a$ #o$se" (lobalisasi )alam #o$%e#s e#o$omi )a$ "e)a(a$(a$, (lobalisasi )ia%i#a$ seba(ai sema#i$ #ab!$'a ba%as-ba%as (eo(a/s a$%a $e(aa )alam mela#!#a$ i$%ea#si )a$ #easama* Di ma$a )alam #o$)isi (lobalisasi, a!s "e"!%aa$ baa$(, asa, b!!+ )a$ mo)al a#a$ )e$(a$ m!)a+ )ila#!#a$ mes#i"!$ a#%i.i%as %eseb!% )ila#!#a$ mele0a%i ba%as-ba%as a$%a $e(aa*

Dalam %e$) (lobalisasi %eseb!% "!$, $e(aa-$e(aa me$)a"a%#a$ #em!)a+a$ )alam me$ali$ #easama "e)a(a$(a$* Di ma$a )alam %e$) (lobalisasi %e5i"%a #o$se" "e(a(a$(a$ bebas*

b. 'ree +rade +he"r

A)am Smi%+, Da.i) Ri5a)o, 4o+$ Ma'$a) Ke'$es me!"a#a$ "aa %o#o+ )a$ a+li e#o$omi 'a$( me$(!s!$( i)e "e)a(a$(a$ bebas i$i* Se5aa !m!m, "e)a(a$(a$ bebas a)ala+:

“Free trade is a policy by which a government does not discriminate against  imports or interfere with exports by applying tariffs (to imports) or subsidies (to exports). According to the law of comparative advantage the policy permits trading   partnersmutual gains from trade of goods and services.” 

(5)

Sehingga, dalam perdagangan bebas, suatu negara akan menerapkan kebijakan dibebaskannya tarif ekspor-impor, tidak adanya subsidi bagi produk lokal. Hal ini dilakukan agar, kedua belah pihak negara yang melakukan kerjasama perdagangan mendapatkan apa yang disebut comparative advantage [2]. Sehingga, kedua negara pun mendapatkan mutual gains [3]dari kerjasama perdagangan yang dijalin.

A)a"!$ #ebia#a$-#ebia#a$ 'a$( )i%ea"#a$ )alam #o$se" "e)a(a$(a$ bebas a$%aa lai$:

. +rade o goods without ta/es 0including tari#s . or other trade arriers 0e$g$) *uotas on imports or susidies or producers.

1. +rade in services without ta/es or other trade arriers

2. +he asence o "trade-distorting" policies 0such as ta/es) susidies)regulations) or laws . that give some !rms) households) or actors o production an advantage over others

3. 4ree access to mar,ets

5. 4ree access to mar,et inormation

6. (naility o !rms to distort mar,ets through government-imposedmonopoly  or oligopoly  power 

7. +he ree movement o laor  etween and within countries 8. +he ree movement o capital etween and within countries

De$(a$ )emi#ia$, bai# (lobalisasi ma!"!$ "e)a(a$(a$ bebas memili#i #e%e#ai%a$ 'a$( ea%* Kae$a #o$se" (lobalisasi %eseb!%la+ 'a$( #em!)ia$ me$5i"%a#a$ #o$se" "e)a$(a$ bebas* Dalam "e)a(a$(a$ bebas, $e(aa-$e(aa "ela#! #easama "e)a(a$(a$ a$%a $e(aa-$e(aa me$)a"a%#a$ #e!$%!$(a$ )a$ #em!)a+a$*

Bebea"a #e!$%!$(a$ 'a$( )i#ea ole+ $e(aa-$e(aa "ela#! #easama "e)a(a$(a$ bebas a$%aa lai$ a)ala+ #ebia#a$ "e$(!a$(a$ %ai&, "e$(!a$(a$ bia'a e#s"o )a$ im"o, )i%ia)a#a$$'a s!bsi)i %e+a)a" "o)!# lo#al, a#ses 'a$( bebas %e+a)a" "asa, a#ses 'a$( bebas %e+a)a" i$&omasi "asa, se%a a)a$'a #em!)a+a$ a!s "e"i$)a+a$ baa$(-asa-b!!+-)a$ mo)al*

(6)

(. Perdagangan Bebas dan +rend Perdagangan %hina&'ilipina

Pemei$%a+ C+i$a )a$ Fili"i$a %ela+ mela#!#a$ #ese"a#a%a$ !$%!# mela#!#a$ "e$(emba$(a$ "o(am #easama "e)a(a$(a$ )a$ e#o$omi* Di"e#ia#a$ "e)a(a$(a$ i%! a#a$ me$((!li#a$ )a$a se#i%a US < =2 sam"ai %a+!$ 123=* Kese"a#aa%a$ %eseb!% me!"a#a$ +asil )ai "e$a$)a%a$(a$a$ "ea$ia$ bila%eal a$%aa #e)!a $e(aa 'a$( )i%a$)a%a$(a$i ole+ Me$%ei L!a Ne(ei Fili"i$a, Albe% )el Rosaio, )e$(a$ mi%a$'a 'a$( )isa#si#a$ ole+ Pesi)e$ Be$i($o A>!i$o III se%a Pesi)e$ C+i$a, H! 4i$%ao )i Beii$( "a)a ?3 A(!s%!s 1233*@;

Pe$i$(#a%a$ #easama )i a$%aa #e)!a $e(aa %eseb!%, selai$ "a)a bi)a$( e#o$omi )a$ "e)a(a$(a$ !(a meamba+ #e bi)a$(-bi)a$( lai$ 'a$( s%a%e(is, se"e%i #easama #eme$%ia$ l!a $e(ei, ai$(a$ %ele.isi, !"a'a mem"omosi#a$ Fili"i$a #e i$.es%o C+i$a, bi)a$( i$&omasi, ola+a(a )a$ "ai0isa%a* Dai #ese"a#a%a$ #easama %eseb!% "!$, Fili"i$a me$)a"a%#a$ #o$%a# "e!sa+aa$ C+i$a, TE, !$%!# memba$(!$ ai$(a$ boa)ba$) )a$ "o'e# ala$ #ee%a a"i se$ilai ??2 !%a )ola AS*

Dalam #ese"a#a%a$ %eseb!%, Pesi)e$ Fili"i$a, Be$i($o A>!i$o, me$5oba me$)esa# "aa "e$(!sa+a C+i$a !$%!# me$(i$.es%asi#a$ mo)al$'a )i Fili"i$a* Pesi)e$ Be$i($o A>!i$o, me$5oba mela#!#a$ "e!ba+a$ #easama e#o$omi 'a$( lebi+ bebas se#aa$( i$i* Dalam Fo!m E#o$omi )a$ Pe)a(a$(a$ Fili"i$a-C+i$a, Ia me$(!%aa#a$ ba+0a Ia a#a$ me$5oba me$(ambil ala$ "i$%as s!"a'a )a"a% %e0!!) #ese"a#a%a$ besama*

+ah!n +rend Perdagangan

Eksp"r 'ilipina ke %hina

Eksp"r %hina ke 'ilipina

122 US < 3, Mil'a

122 US < 1, Mil'a US < ,= 1232 US < @, Mil'a US < ,? Mil'a 1233 US < 1= Mil'a

(7)

-E#s"e#%a si 123=

US < =2 Mil'a

#!mber$ Dimo)i/#asi ole+ "e$!lis )ai beba(ai s!mbe:

Da%a Keme$%ia$ Pe)a(a$(a$ Fili"i$a )a$ P!sa% I$.es%asi Beii$(* 4ia

ia$(*9er:asama China dengan 4ilipina* +%%":JJ000*ia-ia$(*$e%Ji$)e*"+"

o"%io$5om5o$%e$%.ie0a%i5lei)3:#easama-5+i$a-)e$(a$-/li"i$a-5a%i)?@:+ea)li$e23* Di a#ses "a)a = 4a$!ai 1231 "!#!l 3*@ 7IB*

C+e$( G!a$(i$ )a$ La$ La$* C+i$a Dail': Sino-;hilippine +rade to Doule<$ 3 Se"%embe 1233* +%%":JJ000*5+i$a)ail'*5om*5$J5+i$aJ1233-2J23J5o$%e$%3?@=?*+%m * Di a#ses "a)a  4a$!ai 1231 "!#!l 3*22 7IB*

C+i$a Ra)io I$%e$asio$al* =9er:asama E,onomi dan ;erdagangan +iong,o,-4ilipina >ening,at$< 13 Mae% 1233*+%%":JJi$)o$esia$*5i*5$J123J1233J2?J13J3s332?*+%m * Di a#ses "a)a   4a$!ai 1231 "!#!l 3*12 7IB*

Selai$ #easama "e)a(a$(a$ a%as #omo)i%as "e)a(a$(a$ 'a$( #e)!a $e(aa %eseb!% la#!#a$* Keasama i$.es%asi a$%aa #e)!a $e(aa %eseb!% "!$ me$i$(#a%* Hal i$i me$!$!##a$ #easama 'a$( bai#* Ya$( )i )a"a% )ai )a%a  Tio$(#o#, i$.es%asi iil Tio$(#o# )i Fili"i$a )alam se#%o #e!$(a$ "a)a %a+!$

1232 %e5a%a% sebesa US < = !%a, me$i$(#a% sebesa 331, , se)a$(#a$  Tio$(#o# me$'ea" mo)al Fili"i$a sebesa US< 33, !%a, me$i$(#a% ,*

; A)a"!$ bi)a$( !%ama i$.es%asi Tio$(#o# )i Fili"i$a a)ala+ se#%o "e%amba$(a$, ma$!&a#%!, )a$ e$e(i lis%i#* Se)a$(#a$ i$.es%asi Fili"i$a )i  Tio$(#o# %e!%ama )alam bi)a$( "o"e%i )a$ i%el*

De$(a$ %eali$$'a #easama "e)a(a$(a$ bebas )i a$%aa C+i$a )a$ Fili"i$a, ma#a se#%o "ai0isa%a )i a$%aa #e)!a $e(aa "!$ mem"eli+a%#a$ "e$i$(#a%a$* Dalam mela#!#a$ #easama %eseb!%, C+i$a %i)a# sema%a-ma%a +a$'a me$(ea #e"e$%i$(a$ e#o$omi, %e%a"i !(a "oli%i#, sosial )a$ b!)a'a*

Li! 4ia$5+ao, seoa$( )!%a besa C+i$a !$%!# Fili"i$a me$(em!#a#a$ ba+0a #easama "e)a(a$(a$ bebas 'a$( )iali$ a$%a C+i$a )a$ Fili"i$a a#a$ me$)a%a$(#a$ #esem"a%a$ 'a$( besa* Kae$a )e$(a$ "o%e$si e#s"o 'a$( )imili#i Fili"i$a )alam #omo)i%i ele#%o$i#, "o)!# a(i#!l%!, b!a+-b!a+a$, i#a$

(8)

)a$ mi$eal, Fili"i$a )a"a% mema$&aa%#a$ #esem"a%a$ 'a$( a)a )a$ me$)a"a%#a$ comparative advantage )ai #easama 'a$( %eali$*

Selai$ comparative advantage iterseut)I$.es%asi 'a$( sema#i$ be#emba$( a$%aa C+i$a )a$ Fili"i$a "!$ a#a$ )a"a% me$)oo$( "emba$(!$a$ )i Fili"i$a, +al-+al %eseb!% la+ 'a$( me$a)i bebea"a &a#%o "e$)oo$( )iali$$'a #easama "e)a(a$(a$ bebas 'a$( sema#i$ i$%e$s )i(ala##a$ ole+ Pemei$%a+ C+i$a )a$ Fili"i$a*

-. Analisa dan Pemikiran Pen!lis

La+i$'a "e)a(a$(a$ bebas a#iba% )ai &e$ome$a (lobalisasi mema$( s!)a+ %i)a# )a"a% )ibe$)!$( la(i* Di ma$a se%ia" $e(aa se#aa$( i$i, +a!s besia" me$(+a)a"i #e)!a &e$ome$a %eseb!%* Keasama "e)a(a$(a$ 'a$( )iali$ a$%aa C+i$a )a$ Fili"i$a "!$ me!"a#a$ a#iba% )ai la+i$'a (lobalisasi )a$ "e)a(a$(a$ bebas %eseb!%*

Ke)!a $e(aa, bai# C+i$a )a$ Fili"i$a be!"a'a me$ali$ #easama "e)a(a$(a$ )a$ i$.es%asi 'a$( sama-sama me$(!$%!$(#a$* Sebel!m %eali$$'a #ese"a#a%a$ China-ASEAN 4ree +rade Area6CAFTA8, )a"a% )ili+a% ba+0a #e(ia%a$ "e)a(a$(a$ )a$ a!s i$.es%asi a$%aa #e)!a $e(aa %eseb!% masi+ ela%i& #e5il* Da$, i#a )iba$)i$(#a$ )e$(a$ #easama 'a$( )ila#!#a$ "as#a %eali$$'a #ese"a#a%a$ China-ASEAN 4ree +rade Area6CAFTA8, ma#a "e%!mb!+a$ #easama )i a$%aa #e)!a $e(aa %eseb!% me$(alami "e$i$(#a%a$ 'a$( si($i/#a$*

Dalam #easama e#o$omi 'a$( )ila#!#a$ a$%aa C+i$a )a$ Fili"i$a, %ela+ %e(amba "i$si"-"i$si" "e)a(a$(a$ bebas )i ma$a )i a$%aa #e)!a $e(aa %ela+ %ea)iree movement o goods) services) laour) and capital$

Pe$i$(#a%a$-"e$i$(#a%a$ #e(ia%a$ "e)a(a$(a$ )a$ i$.es%asi )i a$%aa #e)!a$'a sema#i$ "o(esi&* Ba+#a$, #e)!a $e(aa %eseb!%, be!"a'a me$((e$o% #easama "e)a(a$(a$ )a$ i$.es%asi +i$((a US < =2 Mil'a "a)a %a+!$ 123= me$)a%a$(*

De$(a$ )emi#ia$, #e)!a $e(aa %ela+ )a"a% mema$&aa%#a$ #esem"a%a$ )e$(a$ sebai#-bai#$'a )i )alam #easama 'a$( %eali$ %eseb!%* Se+i$((a, #e)!a $e(aa me$)a"a%#a$ 5om"aa%i.e a).a$%a(e a%as #easama #e)!a bela+ "i+a#*

Nam!$, seii$( )e$(a$ "e%!mb!+a$ e#o$omi )!$ia 'a$( sema#i$ melamba%, "el! !(a a)a$'a #e0as"a)aa$ )i a$%aa #e)!a $e(aa %eseb!%

(9)

a%as #em!$(#i$a$-#em!$(#i$a$ 'a$( bisa saa %ea)i )alam #!!$ 0a#%! )!a sam"ai %i(a %a+!$ #e )e"a$*

Di ma$a, "as5a %ea)i$'a #isis e#o$omi )i Amei#a )a$ Eo"a, "e%!mb!+a$ e#o$omi C+i$a sema#i$ melamba%* 4i#a "e%!mb!+a$ e#o$omi C+i$a melamba%, se)a$(#a$ C+i$a me!"a#a$ $e(aa 'a$( selama i$i bisa )ibila$( great powers )alam bi)a$( e#o$omi )a$ me$a)i leader )alam bi)a$( e#o$omi )i #a0asa$ Asia Pasi/#, ma#a )am"a# 'a$( $e(a%i& "!$ a#a$ %ea)iasi #e $e(aa-$e(aa se#i%a$'a, #+!s!s$'a $e(aa-$e(aa 'a$( me$ali$ #easama "e)a(a$(a$ )a$ i$.es%asi )e$(a$ C+i$a*

BAB III KE#IMPULAN

Bai# (lobalisasi ma!"!$ "e)a(a$(a$ bebas memili#i #e%e#ai%a$ 'a$( ea%* Di ma$a %e$) (lobalisasi a#a$ me$5i"%a#a$ #o$se" "e)a(a$(a$ bebas* Se+i$((a, $e(aa-$e(aa )i )!$ia i$%e$asio$al me$)a"a%#a$ #em!)a+a$ )ai a%as &e$ome$a %eseb!%* Ne(aa-$e(aa 'a$( me$ea"#a$ #ebia#a$ "e)a(a$(a$ bebas )a"a% mela#!#a$ "e"!%aa$ asa, baa$(, b!!+ )a$ mo)al )e$(a$ m!)a+ )a$ )a"a% me$emb!s ba%as-ba%as (eo(a/s s!a%! $e(aa*

Dalam +al i$i, C+i$a )a$ Fili"i$a me$ali$ #easama "e)a(a$(a$ bebas %eseb!%* 4i#a )ili+a% )ai %e$) "e)a(a$(a$ 'a$( a)a, %e(amba ba+0a #e)!a $e(aa me$(alami "e$i$(#a%a$ #easama "e)a(a$(a$* Di ma$a se%ia" %a+!$, %e$) "e)a(a$(a$ selal! me$i$(#a%*

 4a)i, bai# C+i$a ma!"!$ Fili"i$a )a"a% mema$&aa%#a$ mome$%!m %eseb!%, se+i$((a #e)!a bela+ "i+a# )a"a% meai+ comparative advantage )ai #easama "e)a(a$(a$ 'a$( )iali$*

DA'+A PU#+AKA B!k!$

AFTA Rea)e, ol* , T+e Si%+ ASEAN S!mmi% a$) T+e A55elea%io$ o& AFTA* De5embe 3* 4a#a%a: ASEAN Se5e%aia%*

(10)

ASEAN Sela'a$( Pa$)a$(* 3=* 4a#a%a: Se5e%aia% Nasio$al ASEAN De"a%eme$ L!a Ne(ei Re"!bli# I$)o$esia*

Dam, Sams!ma )a$ Ris0a$)i* Keasama ASEAN, La%a Bela#a$(, Pe#emba$(a$, )a$ Masa De"a$* 3* 4a#a%a: G+alia I$)o$esia*

 /!rnal dan Internet$

S+e$ Ho$(&a$(* Beii$(, 1@-1 4!$i 122=* (mplication o China?s W+@ Entry on ;hilippineEconomic &rowth and Development$

A$i$(, 4eome* P+ili""i$e Dail' I$>!ie: ;hilippines) China +rade &rows Despite Row$< 12 Desembe 1233* +%%":JJ(lobal$a%io$*i$>!ie*$e%J1333J"+ili""i$es-5+i$a-%a)e-(o0s-)es"i%e-o0* Di a#ses "a)a = 4a$!ai 1231 "!#!l 3@*22 7IB*

C+e$( G!a$(i$ )a$ La$ La$* C+i$a Dail': Sino-;hilippine +rade to Doule<$3 Se"%embe 1233* +%%":JJ000*5+i$a)ail'*5om*5$J5+i$aJ1233-2J23J5o$%e$%3?@=?*+%m * Di a#ses "a)a  4a$!ai 1231 "!#!l 3*22 7IB* C+i$a Ra)io I$%e$asio$al* =9er:asama E,onomi dan ;erdagangan +iong,o,-4ilipina

>ening,at$< 13 Mae%

1233* +%%":JJi$)o$esia$*5i*5$J123J1233J2?J13J3s332?*+%m * Di a#ses "a)a   4a$!ai 1231 "!#!l 3*12 7IB*

 4ia ia$(* 9er:asama China dengan 4ilipina* 31 4a$!ai 1231* +%%":JJ000*ia-

ia$(*$e%Ji$)e*"+"o"%io$5om5o$%e$%.ie0a%i5lei)3:#easama-5+i$a-)e$(a$-/li"i$a-5a%i)?@:+ea)li$e23* Di a#ses "a)a 3? 4a$!ai 1231 "!#!l 3*@ 7IB*

Kom"as* ASEAN-C+i$a Me$(!a%* 3? A(!s%!s

1233*+%%":JJbis$is#e!a$(a$*#om"as*5omJea)J1233J2J3?J2?1?@=JASEAN-C+i$a*Me$(!a%* * Di a#ses "a)a = a$!ai 1231 "!#!l 3=*22 7IB*

Li! 4ia$5+ao* =4ull Estalishment o China-ASEAN 4ree +rade Area$< 1 4a$!ai 1232*+%%":JJ000*"+ils%a*5omJA%i5le*as"

a%i5leI)?@3"!bli5a%io$S!bCa%e(o'I)=? * Di a#ses "a)a  4a$!ai 1231 "!#!l 3*22 7IB*

3; Summary of the Annual Review of Developments in lobali!ation and Regional "ntegration in the #ountries of the $S#%A Region by the &nited 'ations $(onomi( and So(ial #ommission for %estern Asia.

1; Comparative advantage merupakan suatu konsep yang diusung oleh David Ri(ardo. "n e(onomi(s, the law of (omparative advantage says that two (ountries )or 

(11)

other kinds of parties, su(h as individuals or firms thereas* will both gain from trade if, in the absen(e of trade, they have different relative (osts for produ(ing the same goods.

?;Mutual gains adalah merupakan suatu konsep di mana apabila dua negara menjalin kerjasama perdagangan, maka kedua negara tersebut akan sama-sama mendapatkan keuntungan.

@; +ia iang. erjasama #hina dengan ilipina. http/00www.jia-1iang.net0inde1.php2

option3(om4(ontent5view3arti(le5id3678/kerjasama-(hina-dengan-filipina-5(atid39:/headline;6. Di akses pada < +anuari =;6= pukul 6>.:7 %"?.

; #hina Radio "nternasional. =6 @aret =;66. erjasama $konomi dan erdagangan

$konomi Biongkok-ilipina

Referensi

Dokumen terkait

Perbandingan negara-negara eksportir yang memiliki dayasaing kuat (nilai RCA &gt; 1) di pasar dunia dengan metode RCA adalah 15 negara maju dan 26 negara berkembang

Judul Skripsi : Intensitas Dan Dinamika Perdagangan Produk Industri Mebel Antara Indonesia Dengan Negara Mitra Dagang Utama Tahun 1994-2008 : Pendekatan Perdagangan

• Kuota impor adalah pembatasan secara lansung terhadap jumlah barang yang boleh diimpor dari luar negeri untuk melindungi kepentingan industri dan konsumen. • Pembatasan

GATT mengharapkan tarif menjadi satu-satunya alat yang digunakan oleh negara-negara anggotanya dalam melindungi industri dalam negerinya dari persaingan dengan industri luar negeri

Barangkali dalam perbedaan yang paling mencolok antara kebijakan kebhijakan di Negara- negara maju dan Negara-negara berkembang adalah bahwa di Negara-negara

Mata kuliah ini mempelajari berbagai konsep dan ruang lingkup kebijakan perdagangan internasional, ketergantungan bisnis internasional, persaingan bebas internasional,

Negara berkembang yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih maju dibandingkan negara lain yang setingkat, tetapi belum mencapai tingkat negara maju disebut negara

Sampai pada tahun 1995, tarif proteksionis baru dan aneka hambatan perdagangan non tariff yang ada sekarang ini di negara-negara industri maju (misalnya pajak