• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Kesehatan Dan Keselamatan Kerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Kesehatan Dan Keselamatan Kerja"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

makalah kesehatan dan keselamatan kerja (k3) di

makalah kesehatan dan keselamatan kerja (k3) di perusahaanperusahaan

A.

A. Latar Latar Belakang Belakang Masalah Masalah K3K3

Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum

Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masihdi Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan

sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tinggina angka kecelakaanmasih tinggina angka kecelakaan kerja. !i Indonesia" setiap tujuh detik

kerja. !i Indonesia" setiap tujuh detik terjadi satu kasus kecelakaan kerja (#K3 Masihterjadi satu kasus kecelakaan kerja (#K3 Masih !ianggap $emeh"# %

!ianggap $emeh"# %arta &konomi" ' uni arta &konomi" ' uni '*). Hal ini tentuna '*). Hal ini tentuna sangatsangat memprihatinkan. +ingk

memprihatinkan. +ingkat kepedulian dunia usaha terhadap K3 at kepedulian dunia usaha terhadap K3 masih rendah.masih rendah. ,ada

,adahal kara-an adalah aset hal kara-an adalah aset penting perusahaan.penting perusahaan. Ke-a

Ke-ajiban untuk menelenggarakaan istem Manajemen jiban untuk menelenggarakaan istem Manajemen K3 pada perusahaan/K3 pada perusahaan/ perusahaan besar melalui 0

perusahaan besar melalui 00 Ketenagak0 Ketenagakerjaan" baru menghasilkan '"12 saja erjaan" baru menghasilkan '"12 saja daridari 1. lebih perusahaan berskala besar di Indonesia ang sudah menerapkan 1. lebih perusahaan berskala besar di Indonesia ang sudah menerapkan istem Manajemen K3. Minimna jumlah itu

istem Manajemen K3. Minimna jumlah itu sebagian besar disebabkan oleh masihsebagian besar disebabkan oleh masih adana anggapan bah-a program K3 hana

adana anggapan bah-a program K3 hana akan menjadi tambahan beban biaaakan menjadi tambahan beban biaa perusahaan. ,adahal jika diperhitungkan besarna dana kompensasi4santunan perusahaan. ,adahal jika diperhitungkan besarna dana kompensasi4santunan untuk korban kecelakaan kerja sebagai akibat diabaikanna istem

untuk korban kecelakaan kerja sebagai akibat diabaikanna istem Manajemen K3"Manajemen K3" ang besarna mencapai lebih dari 15 milar rupiah di tahun

ang besarna mencapai lebih dari 15 milar rupiah di tahun '3" jelaslah bah-a'3" jelaslah bah-a masalah K3 tidak selaakna

masalah K3 tidak selaakna diabaikan.diabaikan. !i samping itu" ang

!i samping itu" ang masih perlu menjadi catatan masih perlu menjadi catatan adalah standar keselamatan kerjaadalah standar keselamatan kerja di Indonesia ternata paling buruk

di Indonesia ternata paling buruk jika dibandingkajika dibandingkan dengan negara/negara n dengan negara/negara AsiaAsia  +

 +enggara lainna" termaenggara lainna" termasuk dua negara lainna" akni Banglasuk dua negara lainna" akni Bangladesh dan ,adesh dan ,akistan.kistan. ebagai contoh" data terjadina kecelakaan kerja ang berakibat 6atal pada tahun ebagai contoh" data terjadina kecelakaan kerja ang berakibat 6atal pada tahun '1 di Indonesia sebanak 1*.531 kasus" sementara di Bangladesh 11.7*8 kasus. '1 di Indonesia sebanak 1*.531 kasus" sementara di Bangladesh 11.7*8 kasus.  umlah kecela

 umlah kecelakaan kerja kaan kerja ang tercatat jugang tercatat juga ditengarai tidak mea ditengarai tidak menggambarkannggambarkan kenataan di lapangan ang sesungguhna

kenataan di lapangan ang sesungguhna aitu tingkat kecelakaaitu tingkat kecelakaan kerja angan kerja ang lebih tinggi lagi. eperti diakui oleh berbagai kalangan di lingkungan !epartemen lebih tinggi lagi. eperti diakui oleh berbagai kalangan di lingkungan !epartemen  +

 +enaga Kerjaenaga Kerja" angka k" angka kecelakaan kecelakaan kerja ang tercaerja ang tercatat dicurigai hana me-aktat dicurigai hana me-akili tidakili tidak lebih dari setengah saja

lebih dari setengah saja dari angka kecelakaadari angka kecelakaan kerja ang terjadi. Hal n kerja ang terjadi. Hal iniini disebabkan oleh beberapa masalah" antara lain

(2)

untuk melaporkan kecelakaan kerja kepada pihak ang ber-enang" khususna ,+.  amsostek. ,elaporan kecelakaan kerja sebenarna di-ajibkan oleh undang/undang"

namun terdapat dua hal penghalang aitu prosedur administrasi ang dianggap merepotkan dan nilai klaim asuransi tenaga kerja ang kurang memadai. !i

samping itu" sanksi bagi perusahaan ang tidak melaporkan kasus kecelakaan kerja sangat ringan.

ebagian besar dari kasus/kasus kecelakaan kerja terjadi pada kelompok usia

produkti6. Kematian merupakan akibat dari kecelakaan kerja ang tidak dapat diukur nilaina secara ekonomis. Kecelakaan kerja ang mengakibatkan cacat seumur

hidup" di samping berdampak pada kerugian non/materil" juga menimbulkan

kerugian materil ang sangat besar" bahkan lebih besar bila dibandingkan dengan biaa ang dikeluarkan oleh penderita penakit/penakit serius seperti penakit  jantung dan kanker.

B. enis Makalah !an Lokasi Kejadian

enis makalahna adalah makalah tentang kecelakaan kerja ang terjadi di ,+ Adaro" sebuah tambang batu bara di Kalimantan elatan pada tahun '7.

Kecelakaan kerja ang mengakibatkan kematian merupakan suatu kecelakaan ang sangat serius di industri pertambangan. Kasusna adalah seorang juru ledak

meninggal dunia akibat terkena batuan oleh suatu peledakan dari hasil peledakan ang dikelolana.

ebuah makalah ang dibuat oleh peneliti dari 0 Mine a6et and Health Administration pada tahun '1 menunjukkan bah-a terdapat empat kategori utama kecelakaan kerja ang berhubungan dengan peledakan" aitu (1)

keselematan dan keamanan lokasi peledakan9 (') batu terbang atau:rock" (3) peledakan premature (premature blasting) dan (;) mis6re (peledakan

mangkir)http<44a6andi5'.multipl.com4journal4item43 = >6tn1 .

Kasus ang terjadi di Adaro merupakan salah satu jenis kecelakaan kerja ang ditenggarai disebabkan oleh arah peledakan (keselamatan peledakan) dan terkena batuan hasil peledakan ang dapat dikategorikan sebagai :rock (pada jarak ang dekat). Ini merupakan situasi ang masuk akal karena seorang juru ledak memang berada di daerah ang paling dekat dengan pusat kegiatan peledakan.

(3)

Hal ini merupakan salah satu contoh perluna pengetahuan ang lebih mendalam dalam hal blasting management sstem (sstem pengaturan atau pengontrolan peledakan) terhadap semua ang terlibat di dalam kegiatan peledakan. !alam suatu peledakan terdapat banak hal/hal ang harus diperhatikan untuk

mendapatkan hasil peledakan sesuai dengan ang diinginkan oleh tambang ang bersangkutan. Batuan ang diledakkan dalam hal ini bisa ber-ujud batu bara itu sendiri dan batuan penutup (o?erburdenand interburden).

!alam tambang emas kita mempunai istilah -aste(sampah) dan ore (bijih emas) ang harus diledakkan untuk memudahkan pengangkutan dan pencucian atau

proses permurnian bahan galian ang ditambang. !alam kasus ini ang memegang peranan penting adalah kontrol terhadap proses penembakan. Ada beberapa hal ang perlu dilakukan adalah sebagi berikut

!esain peledakan. Bagian ini memegang peranan penting dalam mengurangi kecelakaan kerja ang berhubungan dengan akti?itas peledakan. $ancangan peledakan ang memadai akan mengidenti@kasi jarak aman9 jumlah isian bahan peledak per lubang atau dalam setiap peledakan9 -aktu tunda (dela period) ang diperlukan untuk setiap lubang ledak atau -aktu tunda untuk setiap baris

peledakan9 serta arah peledakan ang dikehendaki. ika arah peledakan sudah dirancang sedemikian rupa" juru ledak dan blasting engineer harus berkordinasi untuk menentukan titik dimana akan dilakukan penembakan (@ring) dan radius  jarak aman ang diperlukan. Ini perlu dilakukan supaa juru ledak memahami

potensi bahaa ang berhubungan dengan broken rock hasil peledakan and batu terbang (:rock) ang mungkin terjadi.

 +raining kepada juru ledak. Hal ini sangat penting dilakukan" karena sumber daa ini memegang peranan penting untuk menerjemahkan keinginan insinur tambang ang membuat rancangan peledakan. Hal ini sudah diatur dalam Keputusan

Menteri'" ang mengharuskan setiap juru ledak harus mendapatkan training ang memadai dan hana petugas ang ditunjuk oleh Kepala +eknik +ambang ang

bersangkutan ang dapat melakukan peledakan. uru ledak dari tambang tertentu tidak diperbolehkan untuk melakukan peledakan di tambang ang lain karena Karakterisktik suatu tambang ang berbeda/beda.

(4)

,rosedur kerja ang memadai. ,rosedur kerja atau biasa disebut C, (a6e

Cperating ,rocedure) ini memegang peranan penting untuk memastikan semua kegiatan ang berhubungan dengan peledakan dilakukan dengan aman dan selalu mematuhi peraturan ang berlaku" baik peraturan pemerintah maupun peraturan di tambang ang bersangkutan. ,rosedur ini biasana dibuat berdasarkan pengujian resiko (risk assessment) ang dilakukan oleh tambang tersebut sebelum suatu proses kerja dilakukan. ,rosedur ini mencakup keamanan bahan peledak" proses pengisian bahan peledak curah" proses perangakaian bahan peledak " proses penembakan (@ring) termasuk jarak aman dan clearing daerah disekitar lokasi peledakan.

BAB II

 +IDA0AD ,0+AKA

A. +eori K3

K3 atau Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu sistem program ang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaa pencegahan (pre?enti6) timbulna kecelakaan kerja dan penakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali hal/hal ang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penakit akibat hubungan kerja" dan tindakan antisipati6 bila terjadi hal demikian.

 +ujuan dari dibuatna sistem ini adalah untuk mengurangi biaa perusahaan apabila timbul kecelakaan kerja dan penakit akibat hubungan kerja. Damun patut

disaangkan tidak semua perusahaan memahami arti pentingna K3 dan bagaiman mengimplementasikanna dalam lingkungan perusahaan. !alam tulisan sederhana ini penulis mencoba mengambarkan arti pentingna K3 dan akibat hukum apabila tidak dilaksanakan.

(5)

K3 Adalah hal ang sangat penting bagi setiap orang ang bekerja dalam

lingkungan perusahaan" terlebih ang bergerak di bidang produksi khu susna" dapat pentingna memahami arti kesehatan dan keselamatan kerja dalam bekerja keseharianna untuk kepentinganna sendiri atau memang diminta untuk menjaga hal/hal tersebut untuk meningkatkan kinerja dan mencegah potensi kerugian bagi perusahaan.

Damun ang menjadi pertanaan adalah seberapa penting perusahaan

berke-ajiban menjalankan prinsip K3 di lingkungan perusahaanna. ,atut diketahui pula bah-a ide tentang K3 sudah ada sejak ' (dua puluh) tahun lalu" namun

sampai kini masih ada pekerja dan perusahaan ang belum memahami korelasi K3 dengan peningkatan kinerja perusahaan" bahkan tidak mengetahui aturanna tersebut. ehingga seringkali mereka melihat peralatan K3 adalah sesuatu ang mahal dan seakan/akan mengganggu proses berkerjana seorang pekerja. 0ntuk menja-ab itu kita harus memahami @loso@ pengaturan K3 ang telah ditetapkan pemerintah dalam undang/undang.

 +ujuan ,emerintah membuat aturan K3 dapat dilihat pada ,asal 3 Aat 1 00 Do. 1 +ahun 157 tentang keselamatan kerja" aitu<

 mencegah dan mengurangi kecelakaan9

 mencegah" mengurangi dan memadamkan kebakaran9 mencegah dan mengurangi bahaa peledakan9

memberi kesempatan atau jalan menelematkan diri pada -aktu kebakaran atau kejadian/kejadian lain ang berbahaa9

memberikan pertolongan pada kecelakaan9

memberi alat/alat perlindungan diri pada para pekerja9m

mencegah dan mengendalikan timbul atau menebar/luaskan suhu" kelembaban" debu" kotoran" asap" uap" gas" hembusan angin" cuaca" sinar atau radiasi" suara dan getaran9

(6)

mencegah dan mengendalikan timbulna penakit akibat kerja" baik @sik maupun psikhis" peracunan" in6eksi dan penularan9

memperoleh penerangan ang cukup dan sesuai9

1. menelenggarakan suhu dan lembab udara ang baik9 11. menelenggarakan penegaran udara ang cukup9 1'. memelihara kebersihan" kesehatan dan ketertiban9

13. memperoleh keserasian antara tenaga kerja" alat kerja" lingkungan" cara dan proses kerjana9

1;. mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang" binatang" tanaman atau batang9

1. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan9

1*. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar/muat" perlakuan dan penimpanan barang9

17. mencegah terkena aliran listrik ang berbahaa9

menesuaikan dan menempurnakan pengamanan pada pekerjaan ang berbahaa kecelakaanna menjadi bertambah tinggi.

!ari tujuan pemerintah tersebut dapat kita ambil kesimpulan bah-a dibuatna aturan penelenggaraan K3 pada hakekatna adalah pembuatan sarat/sarat keselamatan kerja sehingga potensi bahaa kecelakaan kerja tersebut dapat dieliminir.

B. !asar Hukum ,eraturan K3

Berbicara penerapan K3 dalam perusahaan tidak terlepas dengan landasan hukum penerapan K3 itu sendiri. Landasan hukum ang dimaksud memberikan pijakan ang jelas mengenai aturan apa dan bagaimana K3 itu harus diterapkan. Adapun sumber hukum penerapan K3 adalah sebagai berikut<

(7)

') 00 Do. 3 tahun 155' tentang aminan osial +enaga Kerja.

3) ,, Do. 1; tahun 1553 tentang ,enelenggaraan ,rogram aminan osial  +enaga Kerja.

;) Keppres Do. '' tahun 1553 tentang ,enakit ang +imbul karena Hubungan Kerja.

) ,ermenaker Do. ,er/4M&D41553 tentang ,etunjuk +eknis ,enda6taran Kepesertaan" pembaaran Iuran" ,embaaran antunan" dan ,elaanan aminan osial +enaga Kerja.

emua produk perundang/undangan pada dasarna mengatur tentang ke-ajiban dan hak +enaga Kerja terhadap Keselamatan Kerja untuk<

Memberikan keterangan ang benar bila diminta oleh pega-ai penga-as dan atau ahli keselamatan kerja9

Memakai alat/alat perlindungan diri ang di-ajibkan9

Memenuhi dan mentaati semua sarat/sarat keselamatan dan kesehatan kerja ang di-ajibkan9

Meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua sarat keselamatan dan kesehatan kerja ang di-ajibkan9

Menatakan keberatan kerja pada pekerjaan di mana sarat keselamatan dan

kesehatan kerja serta alat/alat perlindungan diri ang di-ajibkan diragukan olehna kecuali dalam hal/hal khusus ditentukan lain oleh pega-ai penga-as dalam batas/ batas ang masih dapat dipertanggungja-abkan.

elanjutna sebagai per-ujudan program K3 ang ditujukan sebagai program perlindungan khusus bagi tenaga kerja" maka dibuatlah aminan osial +enaga Kerja" aitu suatu program perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian pengganti sebagian dari penghasilan ang hilang atau berkurang dan pelaanan sebagai akibat peristi-a atau keadaan ang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja" sakit" hamil" bersalin" hari tua dan meninggal dunia.

(8)

,rogram jamsostek lahir dan diadakan dan selanjutna dilegitimasi dalam 00 Do. 3  +ahun 155' tentang amsostek sebagai pengakuan atas setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja. edangkan ruang lingkup program jaminan sosial tenaga kerja dalam 0ndang/undang ini meliputi<

1) aminan Kecelakaan Kerja9 ') aminan Kematian9

3) aminan Hari +ua9

;) aminan ,emeliharaan Kesehatan.

,rogram amsostek sebagai pengeja-antahan dari program K3 di-ajibkan

berdasarkan ,asal ' Aat 3 ,, Do. 1; +ahun 1553 bagi setiap perusahaan" ang memiliki kriteria sebagai berikut<

1) ,erusahaan ang mempekerjakan tenaga kerja 1 orang atau lebih9

') ,erusahaan ang membaar upah paling sedikit $p 1.."/ (satu juta rupiah) per bulan (-alaupun kenataanna tenaga kerjana kurang dari 1 orang). Akibat hukum bagi perusahaan ang tidak menjalankan program jamsostek ini

adalah ,engusaha dapat dikenai sanksi berupa hukuman kurungan selama/lamana * (enam) bulan atau denda setinggi/tinggina $p .."/ (lima puluh juta

rupiah). Apabila setelah dikenai sanksi tersebut si pengusaha tetap tidak mematuhi ketentuan ang dilanggarna" maka ia dapat dikenai sanksi ulang berupa h ukuman kurungan selama/lamana 8 (delapan) bulan dan dicabut ijin usahana" apabila pengusaha melakukan hal/hal sebagai berikut<

1) +idak memenuhi hak buruh untuk mengikuti program amsostek9

') +idak melaporkan adana kecelakaan kerja ang menimpa tenaga kerja kepada Kantor !epnaker dan Badan ,enelenggara dalam -aktu tidak lebih dari ' kali '; jam (' hari)9

3) +idak melaporkan kepada Kantor !epnaker dan Badan ,enelenggara

dalam -aktu tidak lebih dari ' kali '; jam (' hari) setelah si korban dinatakan oleh dokter ang mera-atna bah-a ia telah sembuh" cacad atau meninggal dunia9

(9)

;) Apabila pengusaha melakukan pentahapan kepesertaan program

 jamsostek" tetapi melakukan juga pentahapan pada program jaminan kecelakaan kerja (program kecelakaan kerja mutlak diberlakukan kepada seluruh buruh tanpa terkecuali)9

Hal tersebut diatas berdasarkan ketentuan ang telah diatur dalam ,asal '5 aat (1) dan (') 00 Do. 3 tahun 155' E pasal '7 sub a ,, Do. 1; tahun 1553. anksi lain ang mungkin diterapkan adalah berdasarkan ketentuan ,asal '5 aat (1) dan (') 00 Do. 3 tahun 155' pada ,engusaha dapat dikenai sanksi berupa hukuman

kurungan selama/lamana * (enam) bulan atau denda setinggi/tinggina $p .."/ (lima puluh juta rupiah). Apabila setelah dikenai sanksi tersebut si pengusaha tetap tidak mematuhi ketentuan ang dilanggarna" maka ia dapat dikenai sanksi ulang berupa hukuman kurungan selama/lamana 8 (delapan) bulan dan" apabila pengusaha melakukan hal/hal sebagai berikut<

1) tidak mengurus hak tenaga kerja ang tertimpa kecelakaan kerja kepada Badan ,enelenggara sampai memperoleh hak/hakna9

') tidak memiliki da6tar tenaga kerja beserta keluargana" da6tar upah beserta perubahan/perubahan dan da6tar kecelakaan kerja di perusahaan atau bagian

perusahaan ang berdiri sendiri9

3) tidak menampaikan data ketenagakerjaan dan data perusahaan ang berhubungan dengan penelenggaraan program jamsostek kepada Badan ,enelenggara9

;) menampaikan data ang tidak benar sehingga mengakibatkan ada tenaga kerja ang tidak terda6tar sebagai peserta program jamsostek9

) menampaikan data ang tidak benar sehingga mengakibatkan kekurangan pembaaran jaminan kepada si korban9

*) menampaikan data ang tidak benar sehingga mengakibatkan kelebihan pembaaran jaminan oleh Badan ,enelenggara9

(10)

7) apabila pengusaha telah memotong upah buruh untuk iuran program  jamsostek tetapi tidak membaarkanna kepada Badan ,enelenggara dalam

-aktu ang ditetapkan9

elain sanksi/sanksi ang sudah disebutkan diatas" ada pula sanksi administrati6 berupa pencabutan ijin usaha seperti ang diatur dalam ,asal ;7 sub a ,, Do. 1; tahun 1553. ,eringatan ini dapat dikenakan apabila pengusaha melakukan

tindakan/tindakan sebagai berikut<

1) tidak menda6tarkan perusahaan dan tenaga kerjana sebagai peserta program amsostek kepada Badan ,enelenggara -alaupun perusahaanna memenuhi kriteria untuk berlakuna program amsostek9

') tidak menampaikan kartu peserta program jaminan sosial tenaga kerja kepada masing/masing tenaga kerja dalam -aktu paling lambat 7 (tujuh) hari sejak diterima dari Badan ,enelenggara9

3) tidak melaporkan perubahan< alamat perusahaan

kepemilikan perusahaan  jenis atau bidang usaha

 jumlah tenaga kerja dan keluargana = besarna upah setiap tenaga kerja palling lambat 7 (tujuh) hari sejak terjadina perubahan9

;) tidak memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan bagi tenaga kerja ang tertimpa kecelakaan9

) tidak melaporkan penakit ang timbul karena hubungan kerja dalam

-aktu tidak lebih dari ' F '; jam setelah ada hasil diagnosis dari !okter ,emeriksa9 *) tidak membaar upah tenaga kerja ang bersangkutan selama tenaga kerja ang tertimpa kecelakaan kerja masih belum mampu bekerja" sampai adana penetapan dari menteri.

(11)

,engusaha dapat pula dikenakan denda sebesar '2 untuk setiap bulan keterlambatan ang dihitung dari iuran ang seharusna dibaar" apabila melakukan keterlambatan pembaaran iuran program amsostek. elanjutna apabila ada pengusaha ang tidak menjalankan program jamsostek padahal telah memenuhi kriteria" maka pekerja ang cepat tanggap dapat melaporkan hal ini pada !epartemen +enaga Kerja" ang kemudian akan diadakan penelidikan

terhadap perusahaan selanjutna ditangani oleh petugas/petugas penelidik dalam hukum acara" aitu<

1) Kepolisian $epublik Indonesia

') ,ega-ai negeri sipil ang mempunai ke-enangan dalam hal ini pega-ai penga-as !epnaker.

BAB III

ADALIIA K3 !I+&M,A+ K&$A A. Gaktor ,enebab

,enebab Kecelakaan kerja E ,AK  1. ,enebab Langsung ( Immediate auses)

,enebab langsung Kecelakaan Adalah suatu keadaan ang biasana bisa dilihat dan di rasakan langsung" ang di bagi ' kelompok<

A. +indakan/tindakan tidak aman (unsa6e acts) aitu ,erbuatan berbahaa dari dari manusia ang dalam bbrp hal dapat dilatar belakangi antara lain<

acat tubuh ang tidak kentara (bodill de6ect) Keletihan dan kelesuan (6atigiue and boredom) ikap dan tingkak laku ang tidak aman

,engetahuan.

B. Kondisi ang tidak aman (unsa6e condition) aitu keadaan ang akan menebababkan kecelakaan" terdiri dari<

(12)

Mesin" peralatan" bahan. Lingkungan

,roses pekerjaan i6at pekerjaan ara kerja

'. ,enebab !asar (Basic causes).

,enebab !asar (Basic auses)" terdiri dari ' 6aktor aitu A. Gaktor manusia4personal (personal 6actor)

Kurang kemampuan @sik" mental dan psikologi Kurangna 4lemahna pengetahuan dan skill. tres.

Moti?asi ang tidak cukup4salah

B. Gaktor kerja4lingkungan kerja (job -ork en?iroment 6actor) Gactor @sik aitu" kebisingan" radiasi" penerangan" iklim dll. Gactor kimia aitu debu" uap logam" asap" gas dst

Gactor biologi aitu bakteri"?irus" parasit" serangga. &rgonomi dan psikososial.

Menurut Henrich 6aktor penebab kecelakaan disebabkan oleh 6aktor +indakan/ tindakan tidak aman (unsa6e acts) 8 2 dan Kondisi ang tidak aman

(unsa6econdition) '2. Menurut umamur 6aktor penebab kecelakaan disebabkan oleh 6aktor +indakan/tindakan tidak aman (unsa6e acts) 8 2 dan Kondisi ang tidak aman (unsa6e condition) 1 2. Menurut Hastuti dan Adiatma 6aktor penebab

kecelakaan disebabkan oleh 6aktor +indakan/tindakan tidak aman (unsa6e acts) 8 2 dan Kondisi ang tidak aman (unsa6e condition) 12 dan 6aktor alam (act o6 god)

(13)

2. Menurut ,hoon (1588)" penebab kecelakaan sangat banak" beraneka ragam" dan kompleks.

Gaktor utama ang menebabkan kecelakaan adalah< Lingkungan kerja

Metode kerja ,ekerja sendiri

Damun pada akhirna semua kecelakaan baik langsung maupun tidak langsung" di akibatkann kesalahan manusia.

elalu ada resiko kegagalan (risk o6 6ailures) pada setiap proses4 akti@tas pekerjaan. !an saat kecelakaan kerja (-ork accident) terjadi" seberapapun kecilna" akan

mengakibatkan e6ek kerugian (loss). Karena itu sebisa mungkin dan sedini mungkin" kecelakaan4 potensi kecelakaan kerja harus dicegah4 dihilangkan" atau setidak/

tidakna dikurangi dampakna.

,enanganan masalah keselamatan kerja di dalam sebuah perusahaan harus dilakukan secara serius oleh seluruh komponen pelaku usaha" tidak bisa secara parsial dan diperlakukan sebagai bahasan/bahasan marginal dalam perusahaan. alah satu bentuk keseriusan itu adalah resourcing" baik itu @nansial dan M!M. ecara umum penebab kecelakaan di tempat kerja adalah sebagai berikut< Kelelahan (6atigue)

Kondisi tempat kerja (en?iromental aspects) dan pekerjaan ang tidak aman (unsa6e -orking condition)

Kurangna penguasaan pekerja terhadap pekerjaan" ditengarai penebab a-alna (pre/cause) adalah kurangna training

Karakteristik pekerjaan itu sendiri.

Hubungan antara karakter pekerjaan dan kecelakaan kerja menjadi 6okus bahasan ang cukup menarik dan membutuhkan perhatian tersendiri. Kecepatan kerja (paced -ork)" pekerjaan ang dilakukan secara berulang (short/ccle repetiti?e

(14)

-ork)" pekerjaan/pekerjaan ang harus dia-ali dengan Jpemanasan prosedural#" beban kerja (-orkload)" dan lamana sebuah pekerjaan dilakukan (-orkhours) adalah beberapa karakteristik pekerjaan ang dimaksud.

,enebab/penebab di atas bisa terjadi secara tunggal" simultan" maupun dalam sebuah rangkain sebab/akibat (cause conseuences chain).

Menimak dari kecelakaaan ang terjadi di Adaro" terdapat dua hal ang menjadi penebab langsung (immediate causes) ang menebabkan kejadian tersebut" aitu" jarak aman dan arah peledakan. arak aman pada suatu peledakan (sa6e blasting parameter) saat ini memang tidak mempunai standard ang dibakukan" termasuk tambang/tambang di Australia. !i dalam Keputusan Menteri/pun" tidak dijelaskan secara detail berapa jarak ang aman bagi manusia dari lokasi

peledakan. Hal ini disebabkan oleh setiap tambang mempunai metode peledakan ang berbeda/beda tergantung kondisi daerah ang akan diledakkan dan tentu saja hasil peledakan ang dikehendaki. Akan tetapi bukan berarti setiap juru ledak boleh menentukan sendiri jarak aman tersebut. Keputusan mengenai keselamatan

khususna jarak aman tersebut berada pada seorang Kepala +eknik +ambang ang ditunjuk oleh perusahaan setelah mendapat pengesahan dari Kepala ,elaksana Inspeksi +ambang.

!i tambang/tambang terbuka di Indonesia" jarak aman terhadap manusia boleh dikatakan hampir mempunai kesamaan aitu dalam kisaran  meter. !ari mana  jarak ini diperoleh elas seharusna dari hasil risk assessment (pengujian terhadap

resiko) ang telah dilakukan di tambang/tambang tersebut. $isk assessment ini tidak saja berbicara secara teknik peledakan dan pelaksaanna" namun perlu juga dimasukkan contoh/contoh hasil perbandingan dari tambang/tambang ang ada baik di dalam ataupun luar negeri. arak aman dari hasil risk assessment inilah ang seharusna menjadi acuan bagi pembuatan prosedur kerja dalam lingkup pekerjaan peledakan di lapangan. %alaupun ada beberapa tambang ang membuat standard ang lebih kecil dari  meter9 tapi hal itu diperbolehkan sepanjang risk

assessment sudah dilakukan dan sudah disetujui oleh Kepala +eknik +ambang ang bersangkutan. Biarpun tidak menutup kemungkinan terjadina pelanggaran

terhadap jarak aman dari peledakan" akan tetapi seorang juru ledak ang kompeten semestina akan mentaati aturan dan prosedur kerja. ,elanggaran prosedur kerja

(15)

akan berakibat 6atal" baik bagi diri dia sendiri" teman kerja maupun ada perusahaan tempat dia bekerja.

B. ara ,enanganan !ari egi Hukum Kesehatan.

Membicarakan aspek hukum tentang kesehatan kerja pada masa kini harus

diketahui pula tentang program Asuransi +enaga Kerja (Astek). ,rogram ini sangat penting untuk tenaga kerja ang bukan pega-ai negeri sipil dan anggota AB$I. ,rogram ini dilaksanakan berdasarkan pengalaman banakna korban ang terjadi akibat kecelakaan kerja ang mendatangkan kerugian bark jasmani maupun rohani. Karena itu" pemerintah membuat satu jaminan sosial bagi pekerja ang dapat

kecelakaan pada -aktu melakukan pekerjaan di suatu perusahaan.

 aminan sosial ini bertujuan memberikan perlindungan terhadap risiko sosial ekonomi ang menimpa pekerja. Ketentuan pokok mengenai jaminan sosial ini

diatur dalam 0ndang/undang Do. 1; tahun 15*5. alah satu dari jaminan ini adalah program Astek. Menunit ,eraturan ,emerintah $I Do. 33 tahun 1577 tentang Astek" programna adalah berupa Asuransi Kecelakaan Kerja" Asuransi +abungan Hari +ua dan Asuransi Kematian.

!alam pasal 3 aat 1 ,eraturan ,emerintah ini dijelaskan bah-a setiap perusahaan -ajib menelenggarakan program Astek. !engan demikian" program ini akan

memberikan jaminan terhadap kecelakaan" penakit atau kematian ang timbul dan dengan hubungan kerja.

Ada pula 0ndang/undang Kecelakaan diumumkan tahun 15;7" undang/undang ini dinatakan berlaku pada tahun 151. 0ndang/undang kecelakaan ini disebut juga 0ndang/undang Kompensasi ,ekerja (%orkmen ompensation La-) mengatur tentang penggantian kerugian kepada buruh ang mendapat kecelakaan atau penakit akibat kerja.

Beberapa pasal ang patut diketahui antara lain adalah<

!i perusahaan ang di-ajibkan memberi tunjangan" majikan berke-ajiban membaar ganti rugi kepada buruh ang mendapat kecelakaan berhubungan dengan hubungan kerja pada perusahaan itu.

(16)

,enakit ang timbul karena hubungan kerja dipandang sebagai kecelakaan.  ikalau buruh meninggal dunia akibat kecelakaan ang demikian itu" ke-ajiban

membaar kerugian itu berlaku terhadap keluarga ang ditinggalkanna. !an seterusna.

,enanganan ang harus dilakukan oleh perusahaan adalah pengantirugian atas te-as na para pekerja. ,erusahaaan -ajib memberikan tunjangan atau ganti rugi pada pihak keluarga ang ditinggalkan berdasarkan ketentuan perusahaan. !an apabila perusahaan ikut jamsostek maka jamsostek juga ikut memberi ganti rugi atau tunjangan pada keluarga korban.

BAB I ,&D0+0, A. Kesimpulan

eiring dengan berkembangna dunia industri" dunia kerja selalu dihadapkan pada tantangan/tantangan baru ang harus bisa segera diatasi bila perusahaan tersebut ingin tetap eksis. Berbagai macam tantangan baru muncul seiring dengan

perkembangan jaman. Damun masalah ang selalu berkaitan dan melekat dengan dunia kerja sejak a-al dunia industri dimulai adalah timbulna kecelakaan kerja.  +erjadina kecelakaan kerja tentu saja menjadikan masalah ang besar bagi

kelangsungan sebuah perusahaan. Kerugian ang diderita tidak hana berupa kerugian materi ang cukup besar namun lebih dari itu adalah timbulna korban  ji-a ang tidak sedikit jumlahna. Kehilangan sumber daa manusia ini merupakan

kerugian ang sangat besar karena manusia adalah satu/satuna sumber daa ang tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun.

Kerugian ang langsung ang nampak dari timbulna kecelakaan kerja adalah biaa pengobatan dan kompensasi kecelakaan. edangkan biaa tak langsung ang tidak nampak ialah kerusakan alat/alat produksi" penataan manajemen keselamatan ang lebih baik" penghentian alat produksi" dan hilangna -aktu kerja. umlah kerugian materi ang timbul akibat kecelakaan kerja sangat besar. +entu saja perusahaan/ perusahaan tersebut tidak tinggal diam dalam menghadapi angka kecelakaan ang

(17)

begitu besar. ,erusahaan/perusahaan banak mengeluarkan dana setiap tahun untuk meningkatkan keselamatan di lingkungan perusahaan agar angka kecelakaan kerja ang tinggi bisa diatasi. !ana ang besar tersebut digunakan terutama untuk menambah alat/alat keselamatan kerja (alat pemadam kebakaran" rambu/rambu" dll)" memperbaiki proses produksi agar lebih aman dan meningkatkan sistem

manajemen keselamatan kerja secara keseluruhan. !alam beberapa tahun terakhir memang upaa tersebut bisa mengurangi angka kecelakaan kerja. Damun masih  jauh untuk mencapai angka kecelakaan kerja ang minimal.

Kenataan bah-a ternata perbaikan ang telah dilakukan oleh perusahaan tersebut belum bisa menurunkan angka kecelakaan kerja seminimal mungkin

membuat para ahli dibidang industri bertana/tana 6aktor apakah ang terlupakan dalam mencegah terjadina kecelakaan kerja.

Kasus ang terjadi di Adaro merupakan salah satu jenis kecelakaan kerja ang ditenggarai disebabkan oleh arah peledakan (keselamatan peledakan) dan terkena batuan hasil peledakan.

,erusahaan -ajib memberikan ganti rugi kepada pihak keluarga korban sebagai kompensasi berdasarkan uu ang telah berlaku.

B. aran

!alam penelenggaran K3 ada 3 (tiga) hal penting ang harus diperhatikan< ,ertama" seberapa serius K3 hendak diimplementasikan dalam perusahaan. Kedua" pembentukan konsep budaa malu dari masing/masing pekerja bila tidak melaksanakan K3" serta keterlibatan (dukungan) serikat pekerja dalam program K3 di tempat kerja.Ketiga" kualitas program pelatihan K3 sebagai sarana sosialisasi. Adapun hal lain ang tak kalah pentingna agar program K3 dapat terlaksana" adalah adana suatu komite K3 ang bertindak sebagai penilai e6ekti?itas dan e@siensi program bahkan melaksanakan in?estigasi bila terjadi kecelakaan kerja untuk dan atas nama pekerja ang terkena musibah kecelakaan kerja.

Bila terjadi hal demikian" maka hal/hal ang harus diperhatikan adalah sebagai berikut<

(18)

Lingkungan Kerja terjadina kecelakaan.

,elatihan" Instruksi" In6ormasi dan ,enga-asan kecelakaan kerja. Kemungkinan resiko ang timbul dari kecelakaan kerja.

,era-atan bagi korban kecelakaan kerja dan pera-atan peralatan sebagai upaa pencegahan kecelakaan kerja ang telah dilakukan.

,erlindungan bagi pekerja lain sebagai tindakan pre?enti6. Aturan bila terjadi pelanggaran (sanksi).

,emeriksaan atas kecelakaan ang timbul di area kerja. ,engaturan pekerja setelah terjadi kecelakaan kerja.

Memeriksa proses in?estigasi dan membuat laporan kecelakaan kepada pihak ang ber-enang.

1. Membuat satuan kerja ang terdiri atas orang ang berkompeten dalam penanganan kecelakaan di area terjadi kecelakaan kerja.

Inti dari terlaksanana K3 dalam perusahaan adalah adana kebijakan standar berupa kombinasi aturan" sanksi dan bene@t dilaksanakanna K3 oleh perusahaan bagi pekerja dan perusahaan" atau dengan kata lain adana suatu kebijakan mutu K3 ang dijadikan acuan4pedoman bagi pekerja dan pengusaha.

!a6tar pustaka

Morison" M " 155'" A.colour guide to the nursing management o6 -ounds" alih bahasa Monica &ster "akarta <&N

Referensi

Dokumen terkait

Kota Bekasi secara umum juga memiliki kekayaan budaya yang tidak kalah menariknya dengan kota/kabupaten lain yang ada di Jawa Barat, di antaranya kesenian

Di tengah fenomena umum maraknya tradisi penafsiran Al-Quran yang terjadi di kalangan Muhammadiyah, metodologi tafsir ternyata masih menjadi hal langka kaitannya dengan kajian

Proses penghilangan noise ( denoised ) pada Transformasi Wavelet dapat dilakukan dengan cara menggunakan nilai treshold tertentu untuk melakukan filter terhadap

Dalam menganalisis kebutuhan sistem untuk membuat aplikasi tata cara wudhu dan shalat, maka dilakukan observasi terhadap beberapa literatur berupa materi-materi yang

PROSEDUR Penyiapan Sediaan Farmasi Menghitung kesesuaian sediaan yang akan dibuat dengan resep standar formularium nasional dsb Mengambil obat dan bahan pembawanya dengan

PLTA Cirata, sejak pertama kali dioperasikan pada tahun 1988 dikelola oleh PLN (Persero) Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Barat (PLN KJB) dengan nama

Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan, Jenis Kelamin dan Sex Ratio Hasil Registrasi Penduduk Akhir Tahun 2008……… Banyaknya Rumahtangga dan Rata-Rata Penduduk Per Rumahtangga

Melalui peningkatan kontraktil protein dan sistem oksidasi pada muscle belly quadriceps, ditandai dengan meningkatnya pasokan oksigen otot sebagai awal terjadinya