V. Kebudayaan Modern dan Postmodern
V. Kebudayaan Modern dan Postmodern
Kritik atas
Kritik atas kebudayaan Modern dari perspektif postmodernkebudayaan Modern dari perspektif postmodern Oleh Urbanus Weruin
Oleh Urbanus Weruin
Pengantar Pengantar
Bila kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan system gagasan, pemikiran, ide, teori, Bila kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan system gagasan, pemikiran, ide, teori, nilai, tindakan, aktivitas, dan hasil karya manusia, entah material atau nonmaterial, dalam nilai, tindakan, aktivitas, dan hasil karya manusia, entah material atau nonmaterial, dalam segenap dimensi kehidupannya (ilmu pengetahuan, agama, seni, hokum, ekonomi, filsafat, segenap dimensi kehidupannya (ilmu pengetahuan, agama, seni, hokum, ekonomi, filsafat, dan sebaginnya), pemikiran anggapan, dan gerakan modernisme dan postmodernisme bisa dan sebaginnya), pemikiran anggapan, dan gerakan modernisme dan postmodernisme bisa dia
dianggnggap ap sebasebagai gai suasuatu tu momodel del kebkebudaudayayaan.an.¹ ¹ KebKebudaudayayaan an momoderdern n menmencancangkugkup p segsegenaenapp pemikiran,
pemikiran, nilai, nilai, aktivitas, aktivitas, tantangan tantangan masyrakat masyrakat dan dan segala segala hiruk-pikuk hiruk-pikuk kehidupan kehidupan manusiamanusia dalam zaman
dalam zaman modemodern rn dalam berbagai dimensi dalam berbagai dimensi tersebutersebut. t. ebalebaliknyiknya a kebudkebudayaan postmodeayaan postmodernrn menun!uk pada segala pemikiran, nilai, aktivitas, tatanan masyarakat dan segala hiruk-pikuk menun!uk pada segala pemikiran, nilai, aktivitas, tatanan masyarakat dan segala hiruk-pikuk kehidupan manusia dalam zaman postmodern. Bahkan muncul dan men!amurnya pemikiran kehidupan manusia dalam zaman postmodern. Bahkan muncul dan men!amurnya pemikiran postmodern"isme
postmodern"isme sendiri sendiri merupakan merupakan suatu suatu fenomena fenomena cultural. cultural. #ereka #ereka ingin ingin mengoreksimengoreksi budaya
budaya modern modern yang yang sudah sudah dianggap dianggap usang usang dengan dengan memperkenalkan memperkenalkan budaya budaya (pemikiran)(pemikiran) baru
baru dalam dalam memahami memahami sesame, sesame, dunia, dunia, ilmu ilmu pengetahuan, pengetahuan, dan dan hasil-hasil hasil-hasil kegiatan kegiatan manusiamanusia dalam bidang seni, filsafat, politi
dalam bidang seni, filsafat, politik, k, hokuhokum, bahkan !uga $llah m, bahkan !uga $llah (agam(agama). #aka a). #aka dalam tulisandalam tulisan ini saya
ini saya ingin menempatingin menempatkan segala kan segala pemipemikiran tentang kiran tentang modemodernisme dan rnisme dan postmpostmoderniodernismesme dalam konteks kebudayaa.
dalam konteks kebudayaa. 1.
1. IstiIstilah lah ModeModernitrnitas, as, modemodernisrnisme, me, postpostmodermodernitanitas, ds, dan pan postostmodermodernismenisme %er
%ertantanyayaan an tententantang g apaapakah kah popostmstmodeodernirnis s itu itu dan dan kapkapan an pospostmotmoderdernisnismeme mun
muncul dan cul dan berkemberkembang merupakbang merupakan an pertanpertanyaan yang sulit yaan yang sulit di!a&abdi!a&ab.. Pertama Pertama, karena, karena pemakaiannya
pemakaiannya begitu begitu luas luas dalam dalam berbagai berbagai bidang bidang pengetahuan pengetahuan seperti seperti filsafat, filsafat, seni,seni, linguistic, psikologi, hokum, sosiologi, politik, lingkungan, antropologi, maupun di luar linguistic, psikologi, hokum, sosiologi, politik, lingkungan, antropologi, maupun di luar aka
akademdemis is daldalam am gergerakaakan-gn-geraerakan kan socsocial ial yayang ng dipdipeloeloporpori i aktaktiviivis s hak hak asaasasi si manmanusiusia,a, lingkungan, dan feminis.
lingkungan, dan feminis. Kedua, Kedua, karena istilah ini dianggap dangkal. Kosong dan hampa karena istilah ini dianggap dangkal. Kosong dan hampa karen
karena a dipakdipakai untuk menun!ai untuk menun!ukanukan trend trend intelektual yang bersifat reaksioner terhadap intelektual yang bersifat reaksioner terhadap pemikiran-pemikiran
pemikiran-pemikiran dominan dominan dan dan perubahan-perubahan perubahan-perubahan social social dalam dalam masyarakatmasyarakat 'modern. *alam filsafat dari persepktif modern kaum postmodern dianggap sebagai 'modern. *alam filsafat dari persepktif modern kaum postmodern dianggap sebagai orang ya
orang yang malas berpikir.ng malas berpikir. Ketiga, Ketiga, istilah ini !uga sulit didefinisikan karena di antaraistilah ini !uga sulit didefinisikan karena di antara para pemikir postmodernisme sendiri terdapat berbagai ragam
para pemikir postmodernisme sendiri terdapat berbagai ragam ¹
¹ *efi*efininisi si kekebubudadayyaan aan ini mini menenggggababunungkgkan an dedefifininisi ysi yanang dg dikikememukukakakan oan olelehh Ko
Koenent!t!araaraniningngrat rat dadan n dedefifininisi si yyanang g didikemkemukukakakan an ololeh eh +d+d&ar&ard d B. B. yylolor.r. Koent!araningrat mengartikan kebudayan sebagai keseluruhan system gagasan, tindakan, Koent!araningrat mengartikan kebudayan sebagai keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyrakat yang di!adikan milik diri dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyrakat yang di!adikan milik diri manusia dengan bela!ar. edangkan +d&ard. B ylor merumuskan kebudayan social manusia dengan bela!ar. edangkan +d&ard. B ylor merumuskan kebudayan social seb
dalam pengalaman hisorisnya, termasuk di sini pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, dalam pengalaman hisorisnya, termasuk di sini pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, aga
agama, ma, hokhokumum, , kebkebiasaiasaan,an,, , dan dan kemkemampampuan uan sertserta a perperilailaku ku lailainnynnya a yanyang g dipdiperoerolehleh manusia sebagai anggota masyarakat.
manusia sebagai anggota masyarakat.
etapetapi menganggi menganggap postmodap postmodernismernisme e hanyhanya sekedar mode intelektua sekedar mode intelektual yang kosongal yang kosong dan
dan reakreaksiosioner ner mermerupaupakan kan kenkenaifaaifan n dan dan kedkedangangkalkalan an tertersensendirdiri. i. #en#enuruurut t catcatatan atan .. Bamb
Bambang ang ugiaugiarto, rto, pandpandangan angan negatnegatif if terhadterhadap ap postmpostmodernodernisme, isme, termastermasuk uk diskudiskusi- si-disku
diskusi tentang postmsi tentang postmodernodernisme di ndonesia, munisme di ndonesia, muncul karena cul karena orang menorang mengidentgidentikkanikkan postmodernisme
postmodernisme dengan dengan ahli ahli &aris &aris /ietzsche /ietzsche yakni yakni kaum kaum post-strukturalis post-strukturalis yangyang de
dekokonsnstrutruktktif if yyanang g keker!ar!annnnyya a hahanynya a memembmbonongkgkatat-bo-bongngkakar r sesegagala la tatatatananan n dadann men
menihiihilkalkan n segsegala ala halhal. . %os%ostmotmoderdernismnisme e lalu lalu dikdikenaenal l hanhanya ya dardari i kulkulit it lualuarnyrnya a sa!asa!a sedangkan substansinya terlupakan. %ada hal masih ada kaum postmodernisme lain dari sedangkan substansinya terlupakan. %ada hal masih ada kaum postmodernisme lain dari tradisi konstruktif-revisioner yang !ustru ingin mengoreksi tatanan social dan gambran tradisi konstruktif-revisioner yang !ustru ingin mengoreksi tatanan social dan gambran du
duninia a veversrsi i mmododerern n susupapayya a memen!n!adadi i lelebibih h babaikik. . 0i0ihahat t . . BaBambmbanang g uugigiarartoto,, Postmodernisme, Tantangan
Postmodernisme, Tantangan bagi Filsafat bagi Filsafat , 1ogyakarta Kanisius, 2334, hlm. 25-26., 1ogyakarta Kanisius, 2334, hlm. 25-26. %em
%emikiikiran ran yayang ng kadkadangang-ka-kadandang g salisaling ng berbertententantangangan. . 7er7erakaakan n yayang ng dildilabeabeli li dendengangan istilah postmodernisme itu sendiri sangat beragam. 8
istilah postmodernisme itu sendiri sangat beragam. 8
#eskipun Kontoversial, ambigu, dan sulit untuk didefinisikan secara !elas mungkin #eskipun Kontoversial, ambigu, dan sulit untuk didefinisikan secara !elas mungkin berguna
berguna membedakan membedakan istilah istilah modernisme, modernisme, modernitas, modernitas, 'post-modernisme 'post-modernisme dan dan 'post- 'post-modernitas agar lebih mudah memahaminnya. *ari perspektif postmodern,
modernitas agar lebih mudah memahaminnya. *ari perspektif postmodern, modernitasmodernitas menun!uk pada tatanan atau kondisi social-historis masyarakat ma!u berkat kema!uan menun!uk pada tatanan atau kondisi social-historis masyarakat ma!u berkat kema!uan ilm
ilmu u penpengetgetahuahuan, an, tekteknolnologiogi, , indindustustryry, , kapkapatalatalismisme, e, dan dan kepkepercaercayaayaan n penpenuh uh padpadaa ke
kemamampmpuauan n akakal al bubudi di mamanunusisia. a. eedadangngkakan n isistitilalahh modernismemodernisme dipdipakaakai i untuntukuk men
menun!un!ukkukkan an pempemikiikiranran-pem-pemikiikiran ran filfilosoosofis fis dan dan ilmilmu u penpengetgetahuahuan an daldalam am berberbagbagaiai bidang
bidang pengetahuan pengetahuan yang yang merupakan merupakan kelan!utan kelan!utan proyek proyek pencerahan pencerahan (+nlightenment).(+nlightenment). %e
%emimikikiran ran momodedernrnismisme e memenenekakanknkan an upupayaya a ununtutuk k memembmbanangugun n kekesatsatuauan n (u(uninityty),), un
univiverersalsalitaitas, s, kekepapastistianan, , dadan n kekebebenanararan-kn-kebebenenaraarann hihighgh-m-minindeded.d. *an *an kebkebenaenaran ran--kebenaran ini menentukan batas yang diterima secara luas antara apa yang merupakan kebenaran ini menentukan batas yang diterima secara luas antara apa yang merupakan 'pusat ('center) atau 'focus dari masyarakat dan apa yang merupakan 'margin atau 'pusat ('center) atau 'focus dari masyarakat dan apa yang merupakan 'margin atau 'periphery.
'periphery. s
stitilalahh PostmodernitasPostmodernitas memenunun!n!uk uk papada da sisitutuasasi i dadan n tatatantanan an sososiasial l prprododuk uk ililmumu pengetahuan dan teknologi informasi, globalisasi, gaya hidup, konsumerisme berlebihan, pengetahuan dan teknologi informasi, globalisasi, gaya hidup, konsumerisme berlebihan, deregulasi pasar uang dan sasaran public, usangnya negara, dan permintaan kembali deregulasi pasar uang dan sasaran public, usangnya negara, dan permintaan kembali inspirasi-inspirasi dari tradisi.
inspirasi-inspirasi dari tradisi.⁴⁴ $tau istilah postmodernitas dipakai untuk menun!ukkan $tau istilah postmodernitas dipakai untuk menun!ukkan
kon
kondisdisi-koi-kondindisi si sosisosioloologi, gi, tekteknolnologiogis, s, dan dan lailain n sebsebagaagainninnya ya yayang ng memmembedbedakaakan n eraera modern (modern age) dengan apa yang muncul setelah kemodernan itu.
modern (modern age) dengan apa yang muncul setelah kemodernan itu. edangkan istilah
edangkan istilah postmodernismepostmodernisme dipakai untuk menun!ukkan kritik-kritik filosofisdipakai untuk menun!ukkan kritik-kritik filosofis ata
atas s gamgambarbaran an dundunia ia ((world view)world view), , epitemepitemologi dan ologi dan ideolideologi-idogi-ideologeologi i modemoden. n. #aka#aka postmodernisme
postmodernisme menun!uk menun!uk pada pada respon-respon respon-respon intelektual, intelektual, kurtural, kurtural, artistic, artistic, akademikakademik dan
dan filfilosoosofis fis terterhadhadap ap konkondisdisi i poposmosmoderdernitnitas. as. KaryKarya-kaa-karyrya a artiartististic c dan dan filofilosofsofisis postmodernisme
postmodernisme cenderung cenderung untuk untuk merangkul merangkul berbagai berbagai ragam ragam perspektif perspektif yangyang berkembang, ekletisisme, ironi.
karya-karya postmodern cenderung menaruh perhatian pada apa yang oleh modernisme dianggap subordinat atau inferior. #isalnya, postmodern lebih menekankan matter dari pada mind, machine dari pada man, writing overspeech, form dari pada substansi, permukaan dari pada kedalaman , feminine dari pada maskulin, derivatif dari pada original, kitsch dari pada fine art, dan lokalisme dari pada universalisme. %ostmodernisme ingin menumbangkan otoritas ideal dalam bidang pengetahuan, filsafat, dan seni (sering disebut metanaratif) melalui fragmentasi, consumerisme, dan dekonstruksi.
:ean-³ ebetulnya pemikir-pemikir yang dikelompokan sebagai pemikir postmodern, bukalah orang yang memiliki pemikiran sama. *iantara kaum postmodern sendiri terdapat berbagai ragam pendapat. :ika kita ingin menggolongkan mereka berdasarkan tema dasar serangan mereka terhadap rasionalaitas, filsafat, kebenaran, paling tidak ada tiga kelompok : Pertama, pemikiran-pemikiran yang dalam rangka mengoreksi kemoderenan cenderung kembali ke pola piker pramodern. ebut misalnya metafisika ew !ge, pandangan 'holistik tentang alam semesta, seperti tampak pada pemikiran ;apra, 0ovelock, dan sebagainya. Kedua, kaum postmodern yang berasal dari lingkungan yang berasal dari lingkungan sastra dan linguistic yang menggeluti persoalan linguistic dengan kata kunci 'dekonstruksi yang ingin membongkar seradikal mungkin (memutuskan sama sekali) 'gambaran dunia dari kaum modern. #ereka berusaha membongkar narasi-narasi agung dan dunia konsep"gambaran dunia tentang diri, makna, dunia, pengetahuan, untuk mencegah kecenderungan totaliterisme namun akhirnya !atuh dalam relativisme dan nihilism. *ari kelompok ini misalnya *errida, <oucault, dan 0yotard. Ketiga, kelompok kaum prostmodernis yang hendak merevisi modernisme (tidak menolak modernisme secara total) melainkan memperbaharui premis-premis modern guna memuaskan gambaran dunia yang baru. radisi ini lebih tepat disebut sebagai kelompok yang mengangkat kritik-kritik imanen dalam diri modernisme sendiri guna mengatasi berbagai akses negatifnya. #isalnya, mereka tidak menolak sains pada dirinya sendiri, melainkan hanya sains sebagai ideology (scientisme) dimana kebenaran ilmiah dianggap kebenaran yang paling sahih. *ari kelompok ini disebut misalnya 7riffin dan *avid Bohm. ermasuk dalam kelompok ini dalah pemikir-pemikir dari lingkungan hermeneutic yang masih mempertahankan pentingnya gambaran dunia (bahkan metafisika) tetapi dilain pihak sadar akan relativitas atau keterbatasannya karena karakter linguistic dan historinya. #ereka !ustru merumuskan secara baru pandangan tentang rasionalitas , ob!ektivitas, kebenaran, dan sebagainya bahkan mempertimbangkan kemungkinan normativitas gambaran dunia yang pluralistik. Kata kunci buat kelompok ini bukalah dekonstruksi, melainkan 'dialog, komunikasi, konsesnsus, intersub!ektif, dan pemanduan horizon-horison. ermasuk dalam tradisi ini =eidegger, 7adamer, >icoeur, #ary =esse, >orty, $pel.
<rancois lyotard, salah seorang tokoh terkenal postmodern melukiskan postmodern sebagai sebuah #icredulit$ toward metanarratives% (ketidakpercayaan terhadap metanarasi). #aka secara singkat, cukuplah bagi kita untuk merumuskan postmodernisme sebagai perkembangan baru pasca-modern sebagai reaksi kritis atas
modernisme dan"atau modernitas.
ebetulnya ada banyak hal dari kemodernan yang dikritik oleh postmodeisme. $nggapan kemodernan tentang seni, tata kota, kebudayaan global, gender, agama, praktek politik,dan sebagainya, tidak luput dari perhatian kritik postmodernisme. *alam semangat kemodernan, dalam bidang kesenian misalnya, hanya kesenian Aadi luhung seperti musik klasik misalnya yang dianggap memenuhi kriteria estetika sedangkan musik pop meskipun digandrungi secara masal, dianggap sampah. Kota yang modern adalah kota yang mengikuti standard kota megapolitan dengan kemegahan gedung-gedung pencakar langit yang meruntuhkan bangunan-bangunan tradisional. Bahkan bangunan-bangunan tradisional Adimuseumkanuntuk mengenang se!arah ketertinggalan. *alam bidang kebudayaan, kebudayaan baratlah yang dianggap sebagai kebudayaan yang paling beradab seangkan kebudayaan-kebudayaan lokal dicap Aprimitif bahkan Abiadab. *alam soal gender, kaum laki-laki menikmati privilese mereka sebagai Amanusia sungguh-sungguh dan men!adi Akepala tidak hanya dalam &ilayah domestik dirumah melainkan !uga dalam berbagai &ilayah publik. *alam praktek politik, partai- partai politik yang kecil dan kelompok-kelompok marginal tidak hanya tidak diperhitungkan keberadaannya, melainkan dipinggirkan, dibumihanguskan, bahkan secara sistematis, atas nama A&e&enang yang monopolistik dan menyelamatkan Asatu cita-cita yang dirasionalkan sebagai tu!uan bersama. *alam kaitannya dengan masalah =$#, keyakinan terhadap universalisi =$# memaksa negara-negara berkembang untuk menerima konsep =$# yang dirumuskan dari pengalaman negara-negara ma!u dan keanekaragaman pengalaman negara-negara berkembang dianggap sepi. ;ita-cita postmodern ialah merevisi paradigma modern.
stilah postmodern memang digunakan pertama kali oleh <rederico de nis pada tahun 23CD-an dalam karyanya, !ntologia de la Poesia &spanola a 'ispanoamericana, untuk menun!ukan reaksi yang muncul dari dalam modernisme. Kemudian istilah itu dipakai oynbee dalam ! (tud$ of 'istor$ (23@6 sebagai kategori untuk menun!ukkan siklus se!arah berakhirnya dominasi barat, surutnya individualisme, kapitalisme, dan kristianitas, serta kebangkitan budaya non-barat. %ada tahun 6D-ED-an istilah ini men!adi sangat populer dalam bidang seni karena dipakai untuk menun!ukkan gerakan yang menolak modernisme yang mandek dalam birokrasi museum dan akademi. %ada periode yang sama, dalam bidang arsitektur, dengan ;harles !enks sebagai pembicara utama, kemudian !uga dalam bidang seni visual, pertun!ukan (drama"teater), musik dan sebagainya. Kecenderungan-kecenderungan yang biasanya dikaitkan dengan postmodernisme dalam bidang seni adalah hilangnya batas antara seni dan kehidupan sehari-hari, tumbangnya budaya tinggi dan budaya pop, percampuran gaya yang bersifat eklektik, parodi, kebermainan, mengapresiasi Apermukaan tanpa peduli Akedalaman, hilangnya orsinalitas dan ke!eniusan, dan sebagainya. *alam bidang kebudayaan, :ean Baudrillard, menun!ukan feonem peleburan dan batas &ilayah dan pembedaan antar budaya tinggi dan budaya rendah, penampilan dan kenyataan. 0alu dalam bidang filsafat, istilah postmodernisme diperkenalkan oleh :ean-<rancois 0yotard dalam bukunya The Postmodern ondition: ! *eport on Knowledge (edidi bahasa nggris 23E@) yang
!. latar "elakang Mun#ulnya Postmodernisme
Konse!uensi-konsekuensi negatif dalam tatanan sosial yang dihasilkan oleh pemikiran dan gerakan modernisme pada penghu!ung akhir abad ?D, yang tergambar dalam dominasi sains dan kapitalisme men!adi pemicu munculnya gerakan postmodernisme. Beberapa di antaranya
2. %andangan dualistik yang membagi seluruh kenyataan men!adi sub!ek-ob!ek, spiritual-material, manusia-dunia, dan sebagainya, menghasilkan ob!ektivitasi dan eksplotiasi alam semesta secara berlebihan sehingga menghasilkan krisis ekologis. ?. %andangan modern yang bersifat ob!ektivistik dan positivistik akhirnya cenderung
men!adikan manusia sebagai ob!ek !uga dan masyarakat pun direkayasa bagai mesin, akibatnya masyarakat cenderung tidak manusia&i.
C. =ilangnya nilai-nilai moral dan religius karena standard dan ilmu-ilmu positif empiris dipakai sebagai standard kebenaran tertinggi. ituai ini melahirkan disorientasi moral-religius yang mengakibatkan meningkatnya kekerasan, keterasingan, depresi mental, dan sebagainya.
@. #aterialisme men!adi nilai pokok dalam hidup, =idup tidak lebih dari usaha untuk memiliki dan mengontrol dunia material dengan cara apa pun membunuh, korupsi, menguasai pasar, dan sebagainya.
5. =ilangnya norma-norma umum yang ob!ektif dan digantikan dengan kekuasaan beserta anaman kekerasan untuk mengatur manusia. pirit militerisme mera!alela,
termasuk semangat fundamentalistis dalam agama yang !uga sama koersifnya.
4. Kebangkitan kembali tribalisme dan mentalitas mengunggulkan suku atau kelompok tertentu. $gama-agama yang dulunya berusaha untuk membangun universalisme !ustru men!adi kategori identitas penting dan mendukung kelompok-kelompok yang bertengkar.
6. emakin intensnya interaksi global berkat kema!uan teknologi informasi semakin menumbuhkan pemahaman atas Ayang lain, kesadaran akan relativitas, relasionalitas, interdependensi, dan pluralisme.
E. #unculnya krisis ilmiah dalam metode dan asumsi-asumsi ilmu pengetahuan yang memunculkan kesadaran bah&a tidak ada satu metode ilmu (baca ilmu-ilmu alam) yang dapat diterapkan pada semua bidang pengetahuan, tidak ada satu kebenaran tunggal dan universal, bahkan tidak ada satu instansi pun yang berdaulat menentukan kebenaran dan men!adi sumber norma-norma ilmu. 0agi pula, A!an!i- !an!i pembebasan kehidupan manusia oleh ilmu pengetahuan tak pernah ter&u!ud tanpa ekses negatif. %eran sentral ilmu pengetahuan dan teknologi semakin dipertanyakan.
3. Keoposnya kerangka-kerangka acuan besar (the end of ideolog$) seperti !atuhnya komunisme dan sosialisme di satu pihak dan imperialisme kapatalisme oleh negara-negara ma!u di negara-negara-negara-negara berkembang semakin tak terbendung. $mbruknya totalitarianisme di satu pihak dan rehabilitasi liberalisme dan demokrasi yang semakin beragam mencuatkan sekptisisme terhadap fondamen-fondamen masyarakat termasuk agama.
2D. $mbruknya batas-batas indentitas suku, agama, ras, geografis, profesi, keahlian, dan sebagainya tak lagi menentukan. Kekece&aan dan kritik yang tadinya muncul secara kecil-kecilan dalam klaim-klaim relativitas dan Aberakhirnya.... menggumpal men!adi gelombang besar dalam sebutan Apostmodernisme
$. Peta perbedaan
ebetulnya sangat sulit untuk menun!ukan secara !elas, peta perbedaan antara kebudayaan modern dan kebudayaan postmodern karena istilah kebudayaan modern dan postmodern itu sendiri sangat luas. *isamping itu kesadaran tentang perbedaan antara kebudayaan modern dan kebudayaan postmodern !ustru menguat setelah kritik serampangan postmodernisme terhadap kebudayaan modern. *an celakanya lagi kritik-kritik itu toh dirumuskan demi memperkuat posisi postmodern. $pakah kebudayaan modern dalam kenyataanya persis yang dikritik oleh postmodernF :a&aban atas pertanyaan ini memerlukan penelitian lebih lan!ut.
ecara umum, modernitas (isme) diidentikan dengan the scientific worldviem of the &nlightenment. #odel pendekatan ilmiah ini mendominasi pemahaman dan struktur sosial, ekonomi, moral, politik, filsafat, dan kognisi masyarakat modern. $kal budi manusia ditampilkan sebagai peran agama dan bentuk-bentuk irasionalitas lain. $da tiga kata kunci dalam modernitas yakni reason, science,dan technologi. Ketiga kekuatan ini dianggap mampu merombak pengetahuan, kese!ahteraan dan kebaikan kita sebagai manusia melalui kontrol rasional terhadap alam dan masyarakat. ementara itu postmodernisme !ustru tidak lagi percaya kepada akal sebagai kekuatan tunggal dalam memahami realitas, skeptis terhadap grand narasi (metanarasi), netralitas, dan ob!ektivitas pengetahuan. Kebenaran bagi kaum postmodern bersifat perspektif, hermenutis, kontekstual, dan sub!ektif.
ecara singkat perbedaan antara kebudayaan modern dan postmodern, dalam beberapa bidang, bisa disebutkan diba&ah ini
"idang Modern Postmodern
cience <act, observation, logic, reason, absolute truth,
ob!ective truth
( science,math history...), theiry"science book,
<act and truth are created by assumptions. <eelings, imagination (vision), speculation, re!ect absolute truth-construct your o&n meaning, re!ects ob!ektive kno&ledge (fill vacuum &ith evolving visions driven by sub!ective &ant and group thinking), theory"science book is an autobiography. >eligion ABiblical monotheisme 9 piritual pluralism 9 all
only kno& 7od through holy sciptura.
religion are eGual (because there is no absolute truth or it cannot be kno&n).
>elation
%ersonal relationship 7roup relation (spiritual community)
+thics
<ollo& cultural standards"doctrins &hich are consideres inherently correct. #oral absolutism base beliefs, values and hope on a revealed doctrine ( bible)
#oral relatibism base beliefs, values and hope on
agreed upon doctrine. ;reate your o&n standards and values- no right, &rong,sin
eHual boundaries fiHed by god
0icense to choose ones o&n seHual identity
0ogical, scientific pers pen to mysticism and spiritual eHploration
+mphasize doctrine, logical proposition
+mphasize story, personal discovery, !ourney
Ather gods are forbiden ther gods and cultures encourage spiritual gro&th
eriousness rony
0inearity ;ompleH narrative
<orm ;ontent
>eality /atural (Atrue reality) ;onstructed (all our &ays of understanding the &orld are really constructions)
*epth (meaning) urface (connections bet&een things)
>eal =yper-real (or simulacrum)
(eHp. *isney&orld)
=istory Iniformity %lurality
=ostile to history >espect for history
0anguage >eferential #eaning in social conteHt through usage (Alanguage game)
%. postmodernisme dalam "eberapa "idang pengetahuan dan kehidupan
a. Postmodernisme dalam bidang seni
eni modern menurut perspektif postmodern tidak menghargai masa lalu (karya seni sebelumnya) dengan mengatakan bah&a hasil karya seni mereka bersifat Amurni (orisinal), univalensi, dan memiliki integritas gaya.
eni postmodern berangkat dengan kesadaran bah&a ada hubungan erat antara miliknya dan milik orang lain (Atidak murni). #aka mereka menganut keanekaragaman gaya atau multivalensi, mencampuradukan ini kemudian men!adi pastiche: mencampuradukan berbagai gambar, hal, tata huruf yang kacau, gaya, &arna, bahkan yang tidak selaras atau nertentangan sehinggal tidak ada lagi makna ob!ektif.
b. Postmodernisme dalam bidang ekonomi
*alam bidang ekonomi, postmodernisme menun!uk pada kapitalisme multinasionalist dan consumer-based capitalism, la&an dari monopoly capitalism yang dikaitkan dengan modernisme sepan!ang paruh pertama abad ?D, atau kapitalisme pasar (market capitalism) sebelum itu. %andangan lain beraliran marHisme mengatakan bah&a peralihan dari cara dan teknologi produksi ke konsumsi menandai peralihan dari modernisme ke postmodernisme.
#. Postmodernisme dalam bidang Politik
tephen =icks menyebutkan tiga pemikir dan pandangannya cukup kuat mempengaruhi pemikiran modern yakni <rancis Bacon, rene descartes, dan :ohn 0ocke. Ketiga filsuf ini disebut modern karena naturalisme fisafati mereka, kepercayaan penuh mereka pada akal, dan khusus 0ocke, individualismenya. #enurut oemikir-pemikir modern, perspeksi dan akal manusia mampu memahami alam. #anusia adalah makhluk yang otonom dan mampu membentuk karakternya sendiri. %emikir modern menekankan sisi individualitas manusia, melihat individu sebagai the unit of value. #eskipun descartes seorang rasionalist sementara Bacon dan 0ocke seorang empirist, tetapi yang pokok pada ketiga pemikir ini adalah status sentral akal (reason) sebagai yang ob!ektif dan kompetent. :ika akal merupakan kemampuan individual maka indidualisme men!adi tema kunci dalam etika termasuk etika politik. %enerapan individualisme dalam bidang politik tampak dalam liberal democrac$.liberialisme merupakan prinsip kebebasan individual dan demokrasi merupakan prinsip desentralisasi kekuasaan politik pada individu-indiviu.
Banyak kaum postmodernis dalam bidang politik berperan sebagai aktivis politik. #ereka mendekonstruksi akal"reason, kebenaran, dan realJitas k!arena kepercayaan pada akal dan realitas pada peradaban barat melahirkan dominasi, penindasan dan destruksi. 0yotard mengatakan #reason and power are one and the same%. +oth lead to and are s$non$mous eith prisons, prohibitions, selection process, the public good. Kaum postmodernis men!adi aktivis yang menentang koalisi reason and po&er. #ereka tidak bermaksud men!adi dasar pembenaran kekuasaan melainkan menga&al pelaksanaan kekuasaan untuk perubahan sosial. #ereka berusaha untuk menentang berbagai horor dan ke!ahatan politik terutama terhadap kaum minoritas, perempuan, dan kaum miskin.
*alam bidang hukum, pandangan-pandangan dari 0egal %ragmatism dan ;ritical 0egal heory membubuhkan gelombang baru. eori abstrak dan universal tentang hukum tidak lagi dipercaya. eori-teori menurut mereka berguna apabila dalam batas tertentu memberikan la&yer dan para hakim perangkat-perangkat verbal yang berguna (useful verbal tools). tandard-standard itu bersifat sub!ektif dan bervariasi. %ostmodernisme meneruskan per!uangan ini dengan mengatakan bah&a karena tidak ada prinsip-prinsip keadilan legal yang universal, argumen-argumen men!adi ungkapan keinginan semata-mata (rhetorical battles of wills). eori-teori hukum kritis menun!ukan versi ras, kelas, dan seks dari postmodernisme hukum. #enurut pandangan ini, konstitusi-konstitusi hukum dan argumen-argumen pendahulu sesungguhnya tidak menentukan. $pa yang disebut sebagai ob!ektivitas dan netralitas penalaran hukum (legal reasoning ) hanyalah tipuan belaka. emua keputusan pada dasarnya sub!ektif dan didorong oleh faktor preference dan politik.
=ukum merupakan sen!ata yang digunakan dalam arena sosial yang penuh dengan konflik sub!ektif, sebuah arena dengan berbagai keinginan yang saling berkompetisi dan tuntutan-tuntutan keinginan !ahat suatu kelompok terhadap kelompok lain. *alam konteks barat, menurut =icks, selama bertahun-tahun hukum dipakai untuk mem-bacup tuntutan keinginan orang kulit putih. alah satu !alan untuk mencegah hal inio adalah penegasan kekuatan yang sama dari kepentingan-kepentingan sub!ektif dari kelompok-kelompok yang secara historis tertindas. tanley <ish, yang berusaha untuk menggabungkan anggapan kaum pragmatis dan teori kritis ini dengan mengatakan bah&a apabila para la&yer dan para hakim memposisikan diri mereka sendiri lebih sebagai Asuplementers dari pada AteHtualists, maka mereka akan men!adi lebih bebas dari pada mereka harus memaksakan kedalam hukum konstitusi interpretasi-interpretasi mereka sendiri tentang nilai-nilai dalam masyarakat.
e. Postmodernisme dalam bidang arsitektur
*alam bidang arsitektur, fungsi, bentuk-bentuk dan ruang-ruang gerakan modernist digantikan oleh estetika yang tidak apologetik, percampuran gaya-gaya (styles col, bentuk yang diadopsi sesuka hati, dan cara-cara baru dalam melihat style-style dan ruang yang ada.
;ontoh klasik arsitektur modern adalah +mpire tate building atau ;hysler building. edang contoh klasik arsitektur postmodernis adalah $ bilding di /e& 1ork, yang, seperti arsitektur medernist, merupakan suatu skyscraper (pencakar langit) yang disanggah oleh tiang-tiang atau balok-balok ba!a dan kehilangan !endela-!endela 9 namun, tidak eperti arsitektur modern, ia memin!am elemen-elemen dari style klasik (yunani). Bangunan-bangunan postmodern biasanya tidak begitu grand"monumental dan mengesankan (imposing) seperti pada pencakar langit modernJ bangunan-bangunan postmodern lebih merupakan permainan dan sering melalui penggunaan kaca yang memantul yang merefleksikan angkasa dan bangunan sekeliling, menga!ak untuk memperhatikan lingkungan mereka dari pada gedung sendiri.
%ara arsitek modern karena keyakinannya pada kemampuan rasio, dalam karya-karya arsitekturnya menekankan prinsip kesatuan (unit$) (bahan, makna tunggal) atau univalensi seperti dikatakan oleh arsitek modern <ranl 0oyd right Abangunan modern harus merupakan kesatuan yang harmonis, Akesatuan yang agung, dan bukan kumpulan Abahan yang tidak agung,menekankan kesederhanaan bentuk (tampak pada pola dasar glass-and-steel boes) untuk menyampaikan satu makna tunggal, menggunakan cara Arepetisi. $rsitektur modern mema!ukan program industrialisasi dan menyingkirkan aneka corak lokal (meruntuhkan bangunan tradisional) serta hanya menekankan fungsi (utilit$). $rsitektur modern hanyalah sebuah teknik membangun dan menyingkirkan seni dari khasanahnya.
$rsitektur postmodern menyatakan konsep Amultivalensi, memperlihatkan gaya, bentuk, dan cyang saling bertentangan. eni tradisional dihargai sebagai salah satu gaya. %rinsip dasar arsitektur postmodern ialah semua karya arsitektur bersifat simbolik (membahaskan makna, Adunia lain, imaginer). #aka elemen Afiksi, ornamen, kreatif, imaginatifnya ditekankan arsitektur postmodern.
f. Postmodernisme dalam bidang literatur
*alam bidang literatur, dapat dikatakan bah&a tulisan-tulisan postmodern tidak begitu menentang literatur modernist yang mengembangkan tema-tema melalui suatu konklusi logis. %engarang-pengarang modernis sudah meningglakan pandangan Arealist abad 23 bah&a sebuah novel harus Amenceritakan kisah dari sudut pandang yang ob!ektif dan mahatahu. ebaliknya mereka menganut sub!ektivisme, berbalik dari realitas eksternal ke realitas-realitas dalam kesadaran.
*alam bidang linguistik, postmodernisme menekankan makna implisit (tak langsung) suatu kata (bahasa), struktur-struktur kekuasaan dibalik penggunaan bahasa (kata)., disamping diksi (diction) dan &acana (discourse) sebagai praksis bahasa. alah satu konsep kunci pandangan postmodernisme tentang bahasa ialah ide Abermain (A pla$) suatu teks. #akna kata"bahasa selalu kontekstual dan co-tekstual (bersama teks-teks lain), berbeda dari kerangka referensi yang satu ke kerangka referensi yang lain. uatu teks terdiri dari beberapa seri A marings yang maknanya bertalian, dengan pembaca (reader) dan tidak hanya pengarang. %embaca mengkostruksikan dan menginterpretasikan teks, termasuk kehadiran pengarang dalam pemikiran pembaca. >oland Barthes menyebutnya sebagai Adeath of the !uthor% (&afatnya sang pengarang) dan situasi ini memungkinkan kebebasan pembaca untuk memberi makna suatu teks. Karena tidak ada satu otoritas tunggal"final yang menentukan makna suatu teks sama seperti tidak ada makna tunggal untuk suatu tanda (bahasa). Barthes, misalnya mengatakan #it is language the speas, not the author .
=al ini yang ditekankan oleh postmodernisme dalam bidang linguistik ialah pemikiran bah&a manusia pada dasarnya secara linguistik buta. <aktor-faktor kultural, kebiasaan, dan gambaran-gambaran sosial yang pertama-tama membentuk cara kita memandang dunia di luar kita. Kaum postmodernisme !uga menekankan tindakan bicara (speech act), u!aran (utterance) lebih dari pada menulis (&riting).
g. Postmodernisme dalam bidang filsafat
#enurut perspektif postmodern filsafat mesti didekonstruksi dan didesakralisasi. Bahkan dengan bahasa yang sangat provaktif Afilsafat harus diakhiriL. Karena filsafat adalah suatu tulisan (tak pernah merupakan ungkapan transparan pemikiran secara langsung) sehingga berciri tekstual (yang maknanya ditentukan pula oleh teks-teks lain), maka filsafat tak mampu membuat klaim-klaim yang melampaui partikularitas bahasa tekstualnya. <ilsafat tak perlu berpretensi men!adi ilmu yang ketat, argumentatif, dan transendental (menentukan syarat-syarat dasar pengetahuan). %retensi seperti ini harus diakhiri. <ilsafat harus dianggap sebagi salah
satu tulisan di antara tulisan lain.
>asionalitas merupakan pokok lain yang diserang oleh postmodernisme. Kaum modernis mengatakan bah&a manusia men!adi manusia berkat akal budinya. ub!ektivitas manusia terletak pada rasionya. Karena berkat rasionya itu manusia menciptakan dunia, se!arah, dan kehidupannya. %roses humanisasi manusia yang diper!uangkan oleh semangat modernisme ama kehidupannya. %roses humanisasi manusia yang diper!uangkan oleh semangat modernisme sama artinya dengan menegaskan kembali peran akal budi dalam menciptakan se!arah. *ominasi akal itu tampak pada narasi kapitalisme, komunisme, eksistensialisme, liberialisme, idealisme dan sebagainya sebagai bagian dari humanisme masyarakat modern.
*alam pemikiran modern,rasio metrupakan kekuatan tunggal dalam memahami realitas dan membangun ilmupengetahuan, teknilogi, moralitas, estetika, memecahkan persoalan ekonomi, politik, budaya, ideologi, dan sebagainya. >asio dipandang sebagai kekuatan tunggal yang menentukan segala-galanya. Bahkan barasi agung ala =egel menancapkan kesombongan akal atas segala realitas dengan mengatakan bah&a yang real itulah yang rasional dan yangrasional itulah yang real. eber menekankan peran rasionalitas dalam pembangunan dan teknologi.havermas menekankan rasionalitas komunikasi. ingkatnya yang ditekankan adalah dominasi rasio dalam segenap aktivitas manusia. #anusia yang manusia&i adalah manusia yang rasiona. #anusia yang tidak rasional bukanlah Amanusia, bagi kaum postmodern, rasio bukanlah kekuatan tunggal yang menentukan !alannya se!arah
atau peradaban manusia. <oucault misalnya menandaskan bah&a se!arah manusia ditentukan tidak melalui oleh rasio melainkan !uga oleh buan-rasio, oleh Akegilaan. Kaum postmodern percaya bah&a ada Akuasa di luar diri manusia seperti lingkungan, bahasa dan sebagainya yang bahkan irasional menentukan se!arah dan peradaban manusia. Bagi kaum postmodern, banyak manusia-manusia pinggiran, marginal, irasional yang dianggap tidak penting, bahkan yang sakit !i&a sekalipun
yang berperan dalam se!arah. e!arah dan peradaban bukan hanya milik orang-orang A&aras.
alah satu gagasan yang berkaitan erat dengan anggapan tentang rasio tersebut adalahkonsep tentang rasionaltitas. Bagi kaum postmodernis, rasionalitas berkaitan dengan bahasa dan bahasa itu sangat beragam karena ditentukan oleh berbagai bentuk kehidupan yang mendasarinya. >uang, &aktu, ukuran, dan aturan tentang apa yang dianggap rasional itu berbeda. #aka rasionalitas cenderung dilihat bersifat plural (lihatlah berbagai ragam permainan bahasa), sementara, atau paling bekonvensional sa!a dari pada bersifat mutlak dan universal (ini berimplikasi pada anggapan bah&a akhirnya kebenaran itu bersifat Alokal sa!a). etapi perbedaan- perbedaan itu bisa di!embatani, menurut >orty dengan mempela!arinya dan persuasi dan tidak perlu saing menaklukan seperti dibayangkan 0yotard. *engan kata lain persoalannya adalah persoalan dialog, penafsiran. *alam dialog ter!adi saling memahami antara teks dan penafsiran, antara Asub!ek dan Aob!ek, antara Aaku dan Aengkau. *engan hermeneutik filsafati, rasionalitas itu meskipun senantiasa terbungkus dalam partikularitas bahasa, toh mengatasi partikularitas bahasa !uga.
ub&ek sebagai pemilik rasio !uga didekonstruksi oleh kaum postmodern. Bukan sub!ek melalui rasio yang menentukan !alannya se!arah melainkan !ustru sebaliknya. ub!ek dan rasio ditentukan oleh mekanisme dan kontrol kekuasaan, instituasi, budaya, bahasa, sosial ekonomi, keluarga, bahkan pada irasionalitas dirinya sendiri. %usat kekuasaan seorang individu tidak berada dalam dirinya sendiri melainkan diluar dirinya. ub!ek yang oleh kaum modernis ditempatkan sebagai pusat (ingat *escartes) dipinggirkan. ub!ek atau diri bagi kaum postmodern bukan sesuatu yang unified , universal, tidak berubah, yang memiliki pengetahuan penuh dan kontrol terhadap apa yang ia pikirkan dan katakan. #enurut kaum postmodernis, diri atau sub!ek sangat kuat dipengaruhi oleh lingkungan sekeliling, terikat pada kebudayaannya, berubah bersama kebudayaannya, dan fragmented sebagaimana kebudayaan (kebudayaan itu bukanlah sesuatu yang universal melainkan partikular, terdiri dari sub-sub kebudayaan yang lebih kecil). edikit banyak kaum postmodern ingin mengatakan kita bukanlah apa yang kita pikiran, bukan pula apa yang kita bicarakan, atau apa yang kita ker!akan, melainkan kebudayaanlah yang memikirkan,
membicarakan, dan menger!akan buat kita.
'pistemologi (selain metafisika) sebagai salah satu primadona atau inti filsafat modern men!adi sasaran kritik postmodernisme !uga. +pistemologi yang merefleksikan hakikat pengetahuan (hubungan antara sub!ek dan ob!ek"dunia) dan kebenaran atau epistemologi yang berperan sebagai dasar (bahkan !uga menentukan batas) untuk mengecek semua klaim tentang kebenaran (suatu ilmu atau penemuan sahih kalau memenuhi pengu!ian epistemologis) dikritik habis-habisan. %ersoalan pokoknya terletak pada karakter fondasional-representasional epistemologi modern. #odel epistemologi yang diperkenalkan oleh kaum postmodernis adalah epistemologi nonfundasional dan nonrepresentasional. ni berkaitan dengan anggapan mereka tentang realitas. idak ada realitas an sich. >ealitas merupakan
suatu konstruksi sosial. *emikian pula kebenaran. idak ada kebenaran yang ob!ektif, satu, tunggal, mutlak, dan steril dari konteks sosiokultural dan sub!ektivitas.
%engetahuan kita tidak mencerminkan realitas di luar kita dan bahasa sebagai produk pikiran manusia tidak mampu men!elaskan dunia tersebut bagi kita. idak ada kesesuaian antara pikiran dengan realitas. *unia tidak ditemukan Adi sana melainkan diciptakan dengan memasukan konsep-konsep ke dalamnya. *unia merupakan hasil konstruksi orang-orang dan dengan demikian bisa berubah-ubah. *unia kita adalah Asimbolik, suatu realitas sosial yang diciptakan melalui bahasa. >ealitas sosial itu berubah-ubah maka pemahaman kita pun berubah-ubah. idak ada satu titik puncak dimana kita dapat melihat realitas secara ob!ektif.
Karena ada banyak dunia,pengetahuan dan kebenaran itu pun sangat pluralistik. Karena tidak ada dunia yang ob!ektif, maka tidak ada dasar lagi untuk menilai benar-salahnya suatu konsep"pengetahuan. Biarlah konsep-konsep yang berbeda, bahkan bertentangan itu, hidup berdampingan.
Karena realitas itu sebagian bergantung pada kebudayaan, ia setiap saat berubah sebagaimana kebudayaan, dan bervariasi dari satu komunitas dengan komunitas lain.pengetahuan sebagai upaya manusia dalam menangkap realitas dengan demikian bukanlah pengetahuan yang satu, abadi, dan universal.
%engetahuan bagi postmodernisme ( 0yotard) tidak dilihat sebagai alat untuk memupuk otoritas-otoritas melainkan untuk lebih memurnikan sensivitas terhadap perbedaan-perbedaan dan memperkuat kemampuan kita untuk bersikap toleran
terhadap hal-hal yang tidak sepadan (incommensurable)
#aka riset dan penyelidikan tidak harus dilihat sebagai upaya untuk menentukan realitas yang pre-eHisting, melainkan sebuah proses interaktif antara manusia dan realitas dalam penciptaan pengetahuan. *alam pengetahuan kita, menurut kaum postmodernisme, seharusnya mengembangkan suatu A&orking understanding atas realitas dan hidup yang men!amin tu!uan-tu!uan kita. *an karena tu!uan-tu!uan dan konteks itu bervariasi dari satu individu dengan individu lain, dari satu kelompok dengan kelompok yang lain, yang dicapai dalam proses itu sebagian hanyalah autobiografi. a merefleksikan Anarasi personal kita, Atempat partikular kita dalam dunia.
*imensi lain dari pengetahuan, seperti ditun!ukan oleh <oucault, ialah kekuasaan. #enurut <oucault, para ahli modern memiliki anggapan yang salah tentang pengetahuan, seperti 2) $da pengetahuan yang ob!ektif, ?) %engetahuan itu netral (bebas nilai), dan C) %engembangan pengetahuan bermanfaat bagi seluruh umat
manusia, bukan hanya untuk golongan tertentu sa!a. <oucault menolak adanya pemikir yang ob!ektif, karena penge, dalam batas tertentu, tidak bisa melampaui batas se!arah dan masyarakat. Bahkan karena pengetahuan itu menyatu6 dengan dunia, pengetahuan pun terlibat dalam perebutan kekuasaan dan pertempuran dunia. Bentuk-bentuk kekuasaan itu ter&u!ud dalam bahasa-bahasa khusus dan resmi. a menolak kebenaran sebagai pengetahuan yang telah disahkan melalui prosedur- prosedur kelompok ahli.
%engetahuan tidak lepas dari kekuasaan karena tidak lepas dari &acana. acana-&acana yang dihasilkan baik oleh individu maupun lembaga mendukung kekuasaan. acana berguna untuk menyamakan, merinci, dan mendefinisikan berbagai hal sehingga men!adi ada. Kebenaran bukan sesuatu yang A ada disana melainkan Adiproduksi, Adongeng yang berhubungan dengan kekuasaan. istem kekuasaan itulah yang mempertahankan kebenaran. Kebenaran hanyalah produk dari praktek- praktek tertentu. Kekuasaan pengetahuan tampak dalam &acana yang menciptakan
Akebenaran demi kepentingannya. lmu pengetahuan merupakan sebuah ideologi.
eperti &acana lainnya tidak ada pengetahuan yang netral. Keinginan untuk mengetahui masa lampau tidak mungkin digerakkan oleh keinginan ob!ektif untuk mencari pengetahuan dan kebenaran, melainkan lahir dari kehendak untuk mengontrol masa lampau untuk mengesahkan struktur masa kini yang ada. Keinginan yang seolah-olazh netral, pada intinya hanyalah topeng belaka untuk menutupi Akehendak untuk berkuasa melalui pengetahuan (misalnya dengan membuang cerita tertentu dan mengabaikan keberagaman). %engetahuan adalah kekerasan. *an kekerasan ini mesti dila&an dengan memdengungkan mitos-mitos yang berguna untuk meruntuhkan tantanan yang ada untuk men!adi masa lampau.
0yotard beranggapan bah&a tidak ada satu narasi tunggal dalam pengetahuan dan filsafat. 1ang ada ialah multinarasi. #etanarasi, metadiscouse, narasi besar, narasi agung, atau apa pun namanya, menunggalkan kebenaran. #enunggalkan kebenaran merupakan ke!ahatan yang paling !ahat, teroris. Karena yang ter!adi bukanlah suatu dialog kebenaran melainkan suatu upaya sistematis menegaskan Akebenaran dengan membungkam yang lain.
Berkaitan dengan multinarasi diatas, kaum postmodern umumnya percaya bah&a tidak ada satu model pengetahuan yang universal dan kekal. alah satu dari slogan-slogan terkenal kaum postmodernis ialah bah&a Atidak ada pusat atau lebih tepat tidak ada tradisi pusat (central tradition) ilmu pengetahuan (seperti +ropa, $merica, kelas menengah), bagi tradisi-tradisi lain (seperti $sia, %ribumi,slamMkelas peker!a, atau apa pun namanya).
+pistemologi ala postmodern merupakan suatu epistermologi yang terbuka. idak ada kepastian yang benar-benar pasti dan tak terubahkan dalam ilmu pengetahuan.
Kebenaran hanyalah sebuah ketertundaan untuk men!adi salah. %engetahuan, menurut postmodern, menyimpan ambiguitas dan ketidakpastian. $pa yang dianggap sebagai benar paling banter, terutama dari narasi-narasi agung, tidak lebih dari probabilitas- probabilitas yang semakin pasti. *an pengetahuan itu pun terus berubah mengikuti interpretasi tertentu oleh individu-individu atau kelompok-kelompok dengan kebutuhan dan pengalaman yang berbeda. Bermain dengan interpretasi berarti bermain dengan bahasa yang diinterpretasikan dan bahasa yang dipakai untuk menyatakan hasil interpretasi. :ika bahasa adalah sebuah permainan, maka kata-kata itu tidak terikat pada konsep-konsep atau referensi-referensi yang fiHed melainkan bergantungan pada makna (meaning) mereka dalam suatu system kata secara keseluruhan dimana mereka dicampakkan. *alam system itu terus berubah setiap saat dan bervariasi dari satu komunitas pemakai bahasa ke komunitas pemakai bahasa yanhg lain.
h. Postmodernisme dalam bidang agama
Keyakinan bah&a monotheisme bukanlah satu-satunya kepercayaan yang betul. 1ang ada adalah pluralisme religius dan keyakinan. idak ada agama yang memiliki semua kebenaran. Bahkan dalan satu agama pun terdapat banyak interpretasi. #aka dua dosa terbesar modernitas dalam bidang agama menurut postmodern adalah sikap intoleran dan keyakinan adanya realitas ob!ektif eksternal. ikap intoleran tersebut tampak pada sikap menolak atau mengganggu praktek-praktek agama lain, termasuk disini mempertanyakan kebenaran atau validitas aspek-aspek tertentu dari agama lain. ikap seperti ini pun secara moral sangat afensif. Kaum fundamentalis entah dalam pengertian ekstrimis agama atau orang yang menganggap diri mengetahui kebenaran (menilai a!aran agamanya sendiri atau dalam agama lain dalam kategori benar atau salah) atau memutlakan kebenaran agamanya sendiri. Kaum fundamentalis dalam kaca mata postmodern keliru mengklaim adanya satu kebenaran yang ob!ektif, universal, totalistik dan mutlak.
Kaum postmodernist berpendapat bah&a para modernist menggunakan reason atau akan untuk meniadakan Aorang dalam agama. Bila ada orang menerapkan akal pada agama, realitas seseorang itu dianggap salah. ni sangat tidak inklusif, naif dan sadis karena pertama, memepertanyakan keyakinan lain secara tidak langsung menyatakan bah&a kita dapat menun!ukkan suatu realitas ob!ektif ekaternal pada hal realitas semacam itu tidak ada. >ealitas merupakan suatu konstruksi sosial. *engan berusaha untuk menerapkan rasionalitas pada agama, kita sebetulnya ingin mempraktekan budaya (eropa) pencerahan pada yang lain. Kedua, dengan menantang klaim-klaim kebenaran dari agama lain, kita mendevaluasi orang (%erson) yang sebetulnya merupakan sumber dari kebenarannya sendiri. %engalaman dan interpretasi personal serta personal empo&erment diperkenalkan sebagai ganti bagi kebenaran tentang $llah.
>elativisme intrinsik dalam tradisi-tradisi mistik imur seperti =induisme, Buddhisme, dan aoisme sangat cocok (compatible) dengan keyakinan postmodernis. ebagai keyakinan monistik, mereka menga!arkan bah&a segala
sesuatu merupakan bagian dari one essence. $gama-agama ini tidak hanya menolak akan (reason) sebagai sarana untuk menemukan kebenaran melainkan !uga menggunakan kontradiksi atau cara berpikir paradoks pada level rasional untuk menarik pengikutnya untuk sampai pada taraf pemahaman yang lebih dalam atau lebih tinggi. Budhisme misalnya melukiskan ao sebagai suara dari tepuk tangan dengan satu tangan, atau =indu Brahma adalah Aal&ays and never. $gama-agama timur dan postmodernis tidak menerima realitas dunia dalam arti sesuatu yang ob!ektif. *alam hinduisme dunia material adalah a$a, yang berarti ilisi. $pa yang kelihatannya >eal bagi kita (dunia material) hanyalah suatu ilusi. Bagi postmodernis, realitas merupakan suatu konstruksi sosial. piritualitas- piritualitas tradisional dan kesadaran /e& $ge yang tidak menggunakan akal dalam memahami dunia cocok dengan keyakinan postmodern ini.
%engalaman personal (Aallah bagi aku , A$llah sebagaimana yang saya pahami, bukan content ) merupakan kunci dalam memahami agama. *issosiasi sebagai hilangnya kesadaran akan adanya dunia real merupakan pintu masuk ke dalam pengalaman beragama.
i. "udaya dan praksis kehidupan()iperrealitas kebudayaan
Konsep yang erat kaitannya dengan perkembangan kebudayaan yang sedang berlangsung sekarang ini memang agak sulit diberi definisi yang tepat. etapi definisi yang diberikan oleh beberapa pemikir berikut agak sedikit menggambarkan makna konsep tersebut. :ean Baudrillard, mengartikan hiperrealitas sebagai N ! real without origin or realit$N, suatu realitas tanpa realitas. $tau dalam istilah Imberto +co, suatu kepalsuan otentik, OThe authentic faeN. uatu realitas yang tidak otentik tetapi dianggap sebagai sesuatu yag otentik. >ealitas semacam ini sangat !elas tampak dalam perkembangan masyarakat teknologi-informasi sepeti internet dan sebagainya. #aka, pemikir seperti %ater parro&, menyebut hiperrealitas itu sebagai OThe virtual irrealit$N (irealitas maya).
*alam pandangan Baudrillard, masyarakat modern (postmodernF) tidak mampu membedakan realitas dari simulasi tentang realitas"fantasi, atau represetnasi dari simulasi, kenyataan dari citra, terutama dalam perkembangan kebudayaan yang dipengaruhi oleh teknologi media. rang tertipu oleh fantasi, citra dan simulasi tanpa mampu melihat kenyataan sesungguhnya. %erdebatan hukum di P, banyak kasus hukum diselidiki dan divonis, banyak produk hukum dibuat, insitusi-institusi hukum baru"kpk dibentuk, tapi semua ini hanyalah citra, simulasi, fantasi, tentang esensi
keadilan yang seharusnya direpresentasikan oleh hukum. #aka hukum sekarang ini tidak lain dari sepasukan citra, simulasi dan fantasi. emua itu sekedar copy dari realitas tapi bukan realitas itu sendiri. tulah yang disebut Baudrillard, Ahiperrealitas, Arealitas dibalik realitas, Arealitas yang bukan realitas.
%eta misalnya, adalah suatu citra, gambar tentang realitas tapi bukanlah realitas itu sendiri. etapi peta itu yang seolah lebih penting dari pada batas riil geografis. Baurillard menulis , N 'enceforth, it is the map that precedes the territor$ - precession of simulacra - it is the map that engenders the territor$ and if we were to
revive the fable toda$, it would be the territor$ whose shreds are slowl$ rotting across the map.N - Baudrillard, Nhe %recession of imulacra,N imulacra and imulation.
A>ealitas yang di&akili (realit$ b$ pro$). #isalnya O#Q bagi #ac*onalds. *alam kenyataan A# tidak merepresentasikan apa pun, produksi makanan tidak identidak dan tak terbatas, seperi seseorang yang berharap dari restoran fast food.
=iperrealitas penting sebagai paradigma untuk men!elaskan kondisi-kondisi kultural yang sedang berlangsung sekarang ini. Konsumerisme, merupakan faktor yang turut menciptakan hiperrealitas atau kondisi hiperreal. #isalnya merek AR menun!ukkan bah&a sesuatu itu modern atau sesuai dengan mode terakhir, atau mobil Ay mengindikasikan kemakmuran seseorang. =iperrealitas mensiasati"tipu daya kesadaran agar lepas dari keterlibatan emosional real apa pun, sebaliknya memilih simulasi artifisial dan reproduksi terus-menerus penampiral yang pada dasarnya kosong. %ada intinya (meskipun Baudrillard sendiri menolak menggunakan istilah ini) pemenuhan (fulfillment) dan kebahagiaan (happiness) diperoleh melalui simulasi dan imitasi simulakrum sementara"temorer dari realitas dari pada interaksi dengan yang Areal dari realitas.
Berinteraksi pada tempat hiperreal seperti ;asino misalnya, memberi kesan pada sub!ek bah&a orang ber!alan bersama dunia fantasi dimana seria orang itu terus beramain. *ekor"hiasan tidak otentik, semuanya hanyalah suatu copy, dan semua hal
terasa seperti mimpi.
*. Kritik atas Kritik postmodernisme
Kritik postmodernisme terhadap modernisme yang kelihatannya sangat Aradikal terutama dalam filsafat di atas (filsafat harus diakhiri dan epistemologi pun harus ditumbangkanL) ternyata disana ini menuai banyak kritik. Beberapa kritik yang bisa dimunculkan sebagai kritik atas kritik mereka antara lain
2. Kalau filsafat harus diakhiri dan epistemologi harus ditumbangkan, Afilsafat kaum postmodernist pun harus dibuang, karena pandangan mereka toh ingin berfilsafat secara baru !uga. :adi postmodernisme sebetulnya ingin menumbangkan sendiri apa yang ingin mereka bangun. $tau dalam bahasa >osenau, posisi anti filsafat atau anti teori pada pokoknya merupakan suatu posisi filsafat atau teori !uga.
?. %ostmodernisme membenturkan diri mereka sendiri dengan membahasakan kembali (relinguishing ) klaim-klaim kebenaran dalam tulisan-tulisan mereka sendiri. #ereka !uga mengkritik inkonsisitensi modernisme tetapi menolak untuk mengakui
norma-norma konsistensi itu sendiri.
C. %enekanan berlebihan pada peran rasio memang meneggelamkan kemampuan lain yang dimiliki manusia di luar rasio. etapi menghapus atau menolak sama sekali peran rasio adalah sebuah kemustahilan. oalnya adalah rasio sendiri dipakai kaum postmodern untuk memperkenalkan dan mengembangkan perspektif mereka. ingkatnya, pemikiran mereka sendiri merupakan ker!a rasio. %emikiran atau argumen apa pun mengandalkan rasio !uga.
@. %ostmodernisme menekankan intertektualitas tetapi sering memperlakukan teks sangat isolatif.
5. *alam bidang kebudayaan, postmodernisme dianggap menyuburkan tribalisme baru dengan menekankan kesadaran akan keunikan dan keunggulan suatu identitas dan kebudayaan lokal yang pada gilirannya memupuk semangat eksklusi. %ada hal %ostmodernisme ingin mengembangkan semangat inklusif dan keterbukaan pada keberagaman.
4. *alam bidang agama, pemikiran postmodern cenderung kembali ke pola brpikir pramodern yang berciri mistik-mistis seperti pada a!aran metafisika /e& $ge (fisika baru) dengan semboyan Aholisme mereka.
6. Kebudayaan modern dari perspektif postmodernisme seolah-olah dianggap sebagai sesuatu yang susah !adi, stabil, bahkan selesai. %ada hal kebudayaan modern adalah sesuatu hany dinamis, berkembang, berubah. *an perkembangan lan!utan dari modernisme adalah postmodernisme tersebut. #aka postmodernisme sebetulnya bisa dipahami sebagai Amost-modernisme.
E. $nggapan kaum postmodern untuk menghapus sama ekali fondasi entah dalam bidang pengetahuan, tradisi, atau filsafat, tampaknya merupakan argumen yang !uga kurang meyakinkan karena orang toh tidak pernah berpikir berangkat dari nol (termasuk pemikiran kaum postmodern). %andangan kaum modernislah, yang entah disadari atau tidak, melahirkan (men!adi dasar) pemikiran postmodern. #aka pandangan tentang Atidak ada fondasi sebetulnya tidak berdasar. #ungkin lebih baik mengatakan bukan tidak ada dasar melainkan bah&a dasar atau fundasi itu banyak dan tidak boleh memutlakan satu dasar sa!a. ebab ibarat rumah toh harus ada dasar. idak mungkin membangun tembok dan atap tanpa fondasi. <ondasi-fondasi itu entah teori, tradisi, masa lalu, atau pun namanya. Karena orang tidak mungkin berpikir mulai dari nol. #asyarakat, kebudayaan, tradisi, Ayang lain, sudah memikirkan buat kita. #emutuskan mata rantai yang menghubungkan masa kini dengan masa lampau, postmodern dari modern, tradisi yang positif sama dengan bunuh diri secara sosial, intelektual, dan moral. #ungkin posisi Apostmodernisme
yang konstruktif A bisa dipertimbangkan.
+. umbangan Postmodernisme
erlalu naif bila pemikiran dan gerakan postmodern dianggap diangkat dan kosong. Bah&a disana sini posisi postmodernisma agak goyah (lihat kritik-kritik di atas), tidak menghilangkan sama sekali sumbangan besar postmodernisme (kebudayaan) dalam pemahaman tentang filsafat, ilmu pengetahuan, kehidupan kehidupan sosial, bahkan !uga
agama.
Berkaitan dengan filsafat, sebaiknya filsafat tidak lagi dipahami sebagai A&acana logis ketat transparan melainkan Asebuah konstruksi tentatif tentang dunia. a tidak seharusnya dilihat sebagai satu-satunya Apemahaman (pemikiran besar) yang paling mendalam dan menyeluruh tentang realitas (manusia dan dunia kehidupannya) melainkan sekedar Arefleksi kritis manusia tentang berbagai cara manusia memahami dunianya. *ari perspektif postmodernis-konstruktif-hermeneutis, filsafat adalah refleksi
atas aktivitas pemahaman atas dunia dan kehidupan manusia sebagai teks atau &acana yang tidak memiliki makna tunggal melainkan multi makna karena yang berlangsung dalam historiko-kultural tertentu dan oleh karenanya Aterbatas. Kesadaran atas keterbatasan ini membuka kemungkinan untuk ker!a sama dan dialog antar berbagai bentuk pemahaman dan makna.
Berkaitan dengan rasionalitas, kaum postmodernis revisionis tidak menghapus sama sekali peran Areason dalam pemahaman. #ereka menegaskan bah&a memang tidak ada standar rasionaltitas yang sepenuhnya lepas dari bahasa, kultur, atau konteks-kontesk partikular tertentu. etapi sebaliknya dibutuhkan pula suatu rasionalitas komunikatif universal (yang serentak didasarkan pada rasionalitas yang terkandung dalam bahasa dan kultur tersebut) yang memungkinkan dicapainya dialog dan pemahaman timbal balik.
Kebenaran yang satu, universal, mutlak, dan tak tergoyahkan memang patut dipertanyakan kembali. $palagi apa yang kita anggap sebagai kebenaran yang universal dan mutlak sekarang ini adalah hasil dari konsensus, koherensi, maupun konvensi di masa lalu yang terus dipertahankan yang dalam kurun &aktu yang begitu lama sehingga berubah men!adi Are!in super po&er yang menindas. /amun kelemahan ini selalu menuntut munculnya idealitas-normatif yang Aabstrak (entah Aakseptabilitas rasional yang diidealkan atau Akomunitas komunikatif ideal) yang terbentuk melalui pengambilan !arak kritis terhadap konsensus atau konvensi untuk menun!ukkan kesementaraan dan keterbatasannya sehingga tidak men!adi super po&er. /amun kenyataan Apada diri sendiri, apalagi yang ekstralinguistik, tak pernah persis kita ketahui.inilah batas horison kita.
*engan model kebudayaan postmodern,terutama dalam bidang politik, hak-hak kaum minoritas dan tertindas seperti perempuan, dunia ketiga, dan kulit hitam terus disuarakan. Pisi tentang kebebasan, kesamaan, pluralitas, multikilturalitas, merupakan sumbangan besar pemikiran postmodernisme. *engan postmodernisme, kita bisa menga!ukan peryanyaan kritis apakah ;hristopher ;olombus adalah seorang pahla&an (hero) atau pembuka !alan bagi imperialis baratF $pakah kebudayaan barat lebih superior dari kebudayaan lainF $pakah liberialisme, pasar bebas, teknologi, dan kosmopolitanisme 9 sebagai prestasi sosial 9 dapat dinikmati oleh semua kebudayaan, terutama non-BaratF Insur kekuasaan, manipulasi, dan represif dalam ilmu pengetahuan !uga harus diperhatikan.
*alam bidang pengetahuan kesadaran bah&a tidak ada satu metode ilmu (baca ilmu-ilmu alam) yang dapat diterapkan pada semua bidang pengetahuan, tidak ada satu kebenaran tunggal dan universal, bahkan tidak ada satu instansi pun yang bverdaulat menentukan kebenaran dan men!adi sumber norma-norma ilmu, merupakan sumbangan besar postmodernisme. %eran sentral ilmu pengetahuan dan teknologi memang harus di pertanyakan. #elalu postmodernisme kita semakin sadar bah&a ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dengan sendirinya membuat dunia men!adi sehat, lebih bersih, dan lebih
produktif. ebaliknya, selubung elitisme, seksisme, kekuasaan, dan destruksi harus terus di&aspadai.
*alam agama, berkaitan dengan kritik postmodern, orang beragama seharusnya semakin sadar bah&a tidak ada satu agamapun yang memonopoli semua kebenaran. *alam kehidupan sosial yang semakin plural, fundamentalisme agama sangatlah tidak fundamen. $gama !angan dipakai sebagai dasar, tolok ukur, patokan dalam relasi sosial. ebaliknya agama harus ditempatkan sebagai keyakinan pribadi. *i samping itu, teologi dalam agama pun bersifat Aperspektival.
aftar Pustaka
$rbic, #ichael $., and =esse, #ary B., The onstruction of *ealit$, ;ambridge ;ambrige Iniversity %ress, 23E4.