2 RAKERNAS
SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI DAN PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
SURAT KEPUTUSAN
NOMOR : KEP.01/RAKERNAS/SPKEP SPSI/II/2016 TENTANG
JADWAL ACARA RAKERNAS SPKEP-SPSI
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Rapat Kerja Nasional SPKEP SPSI
Menimbang : a. Bahwa Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) SPKEP SPSI adalah forum konsultasi, informasi dan evaluasi yang memiliki tugas melakukan penyempurnaan program umum organisasi hasil MUNAS.
b. Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI telah ditetapkan penyelenggaraannya pada tanggal 23 – 25 Februari 2016 di Wisma Haji kota Palembang. c. Bahwa untuk kelancaran dan tertibnya pelaksanaan RAKERNAS SPKEP
SPSI 2016, perlu ditetapkan jadwal Acara RAKERNAS SPKEP SPSI tahun 2016.
Mengingat : 1. UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja / Serikat Buruh 2. UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
3. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga SPKEP SPSI, pasal 31
Memperhatikan : Saran-saran dan pendapat yang dikemukakan dalam Rapat Pleno I RAKERNAS SPKEP SPSI pada tanggal 23 Februari 2016.
MEMUTUSKAN
3
Pertama : Jadwal acara RAKERNAS SPKEP SPSI 2016, adalah sebagaimana yang tercantum dalam lampiran, merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan. Kedua : Jadwal acara sebagaimana dimaksud pada diktum pertama merupakan
pedoman dalam Penyelenggaraan RAKERNAS SPKEP SPSI 2016.
Ketiga : Jadwal acara sebagaimana terurai dalam lampiran keputusan ini dapat diubah dengan Persetujuan Rapat Pleno RAKERNAS SPKEP SPSI.
Keempat : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal dan waktu ditetapkan.
Ditetapkan di : Kota Palembang Pada Tanggal : 24 Februari 2016
PIMPINAN RAPAT KERJA NASIONAL
SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
Ketua, (R. ABDULLAH) Sekretaris, (SUBIYANTO, SH) Anggota, (FERRI NUZARLI) Anggota, (SAEPUL ANWAR) Anggota, (ABDUL GANI) Anggota, (ROBET TAMBUNAN) Anggota, Anggota, (EDI SUHERDI) Anggota, Anggota, (AFIF JOHAN) Anggota,
(WARSITO) (MUSTOPO) (SUPARNO PS)
4
PUKUL KEGIATAN / MATERI PENANGGUNG
JAWAB Hari Pertama, Selasa, Tanggal 23 Februari 2016
10:00 – 13:00 Pendaftaran Peserta RAKERNAS SPKEP SPSI Pan-Pel
14:00 – 16:00
Acara Pembukaan RAKERNAS SPKEP SPSI 1. Lagu Indonesia Raya
2. Mengheningkan Cipta
3. Pembacaan Panca Prasetya SPKEP SPSI 4. Laporan Panitia Penyelenggara
5. Sambutan-Sambutan :
a. Ketua Umum PP SPKEP SPSI b. Presiden KSPSI
c. Gubernur Sum-Sel
d. Menaker RI (sekaligus membuka -RAKERNAS)
Panitia Pelaksana
16:00 – 16:30 COFFE BREAK
16:30 – 18.00
Panel Diskusi tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional : 1. Sosialisasi SJSN oleh Ketua DJSN
2. Sosialisasi JKN oleh BPJS Kesehatan 3. Sosialisasi JP oleh BPJS Ketenagakerjaan
Moderator : Subiyanto,SH
18:00 – 19.30 ISHOMA Panitia
19.30 – 21.00
Panel Diskusi tentang Hubungan Industrial di era MEA Reformasi organisasi SPKEP SPSI untuk menjawab tantangan diera pasar bebas oleh H.Moestopo,SE,SH,MH (Anggota Dewan Pakar SPKEP SPSI)
Moderator : Chandra Mahlan
21.30 – 22.00 1. Pemberiaan Penghargaan kepada para penyumbang pembelian gedung kantor PP SPKEP SPSI :
a. PUK yang sudah memungut sumbangan pembelian gedung PP SPKEP SPSI kepada anggota
PIC: Mustopo dan Pajar
5
b. PUK, PD dan PD yang memberikan sumbangan pembelian gedung PP SPKEP SPSI kepada anggota
2. Pemberiaan Penghargaan kepada para perangkat organisasi (PUK,PC,PD) yang berhasil mencapai target pelaksanaan penguatan Keuangan organisasi Hari Kedua, Rabu, tanggal 24 Februari 2016
08:00 – 09:00
1. Absensi, penjelasan Panitia Pengarah 2. Pernyataan quorum
3. Pengesahan Rancangan Jadwal Acara 4. Pengesahan Rancangan Tatib
Panitia OC dan All Staf
09:00 – 09:30 Penyampaian Laporan kegiatan organisasi SPKEP SPSI PP SPEP SPSI
PP FSP KEP SPSI 09.30 -10.00 COFFE BREAK
10.00 – 12.00 Laporan kegiatan organisasi PD SPKEP SPSI dari daerah
Pimpinan RAKERNAS 13.30 – 14.00 Laporan kegiatan organisasi PC SPKEP SPSI dari
wilayah
Pimpinan RAKERNAS 14:30 – 15:30 Lanjutan Laporan kegiatan organisasi SPKEP SPSI dari
PC
Pimpinan RAKERNAS
15.30 -16.00 1. Kesimpulan Laporan Kegiatan Organisasi Pimpinan RAKERNAS 2. Pembagian Komisi-komisi
16.00 – 16.30 COFFE BREAK Panitia
16.30 – 18.00 Rapat Komisi Pimpinan Komisi
18:00 – 19:30 ISHOMA Panitia
19:30 – 21:00 Lanjutan rapat Komisi Pimpinan Komisi
21:00 – 23:00 Rapat Pleno Hasil sidang-sidang Komisi Pimpinan RAKERNAS Hari Ketiga, Kamis, tanggal 25 Februari 2016
09:00 – 10:00 Lanjutan Rapat Pleno Hasil sidang-sidang Komisi Pimpinan RAKERNAS 10.00 – 10.30 Coffe Break
6
10.30 - 11.30 Penandatanganan Konsensus “Kebulatan Tekad taat azas untuk berorganisasi yang baik dan benar dengan melaksanakan 6 Penguatan SPKEP SPSI”
11:30 – 12:30 Acara penutupan RAKERNAS SPKEP SPSI 2016 Panitia
12:30 – 13:00 Makan siang Panitia
7 RAKERNAS
SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI DAN PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
KEPUTUSAN RAKERNAS
NOMOR : KEP.02/RAKERNAS SPKEP SPSI/II/2016 TENTANG
TATA TERTIB RAKERNAS SPKEP SPSI
Menimbang : 1. Bahwa Rapat Kerja Nasional SPKEP SPSI adalah Forum konsultasi, informasi dan evaluasi yang memiliki tugas melakukan penyempurnaan program umum organisasi hasil munas.
2. Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI telah ditetapkan penyelenggaraannya pada tanggal 23 – 25 Februari 2016 di Wisma Haji kota Palembang
3. Bahwa untuk kelancaran dan tertibnya pelaksanaan RAKERNAS SPKEP SPSI 2016, perlu ditetapkan Tata Tertib RAKERNAS SPKEP SPSI.
Mengingat : 1. UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja / Serikat Buruh 2. UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
3. Pasal 31 Anggaran Dasar SPKEP SPSI
4. Surat Keputusan NO : 01/RAKERNAS /SPKEP SPSI /II/2016 Tentang Jadwal acara RAKERNAS
Memperhatikan : Saran - saran dan pendapat yang dikemukakan dalam Rapat Pleno I RAKERNAS SPKEP SPSI pada tanggal 23 Februari 2016.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Tata tertib RAKERNAS SPKEP SPSI 2016.
Pertama : Tata tertib RAKERNAS SPKEP SPSI 2016, adalah sebagaimana yang tercantum dalam lampiran, merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan.
8
Kedua : Tata Tertib sebagaimana dimaksud dalam diktum pertama diatas merupakan pedoman dalam Penyelenggaraan RAKERNAS SPKEP SPSI 2016.
Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal dan waktu ditetapkan.
Ditetapkan di : Kota Palembang Pada Tanggal : 24 Februari 2016
PIMPINAN RAPAT KERJA NASIONAL
SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
Ketua, (R. ABDULLAH) Sekretaris, (SUBIYANTO, SH) Anggota, (FERRI NUZARLI) Anggota, (SAEPUL ANWAR) Anggota, (ABDUL GANI) Anggota, (ROBET TAMBUNAN) Anggota, Anggota, (EDI SUHERDI) Anggota, Anggota, (AFIF JOHAN) Anggota,
9
TATA TERTIB RAKERNAS SPKEP SPSI
Pasal 1
Maksud dan Tujuan
Yang dimaksud dengan RAKERNAS SPKEP SPSI (Rapat Kerja Nasional Serikat Kimia, Energi dan Pertambangan SPSI) adalah forum konsultasi, informasi dan evaluasi secara nasional yang memiliki tugas melakukan penyempurnaan program umum organisasi hasil MUNAS diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat (PP) SPKEP SPSI berdasarkan pasal 31 Anggaran Dasar dan SPKEP SPSI dengan tujuan untuk :
1. Mengevaluasi, mengembangkan dan menyempurnakan program umum organisasi.
2. Menetapkan keputusan-keputusan strategis organisasi sebagai pedoman dalam mengelola organisasi
3. Menetapkan sasaran umum organisasi untuk jangka pendek, jangka menenga dan jangka panjang
Pasal 2 Tema
RAKERNAS tahun 2016 dengan Tema sebagai berikut : ”DENGAN RAKERNAS TAHUN 2016 KITA KUATKAN TEKAD DAN KOMITMEN BERSAMA UNTUK OPTIMALKAN 6 (ENAM) PENGUATAN ORGANISASI UNTUK JADIKAN SPKEP SPSI PADA TAHUN 2027 SEBAGAI SERIKAT PEKERJA BERKELAS DUNIA”
RAKERNAS tahun 2016 dengan Sub Tema sebagai berikut :
1. HANYA DENGAN SPKEP SPSI YANG KUAT, MANDIRI, SETARA DAN PROFESIONAL KITA AKAN MAMPU WUJUDKAN KEHIDUPAN KAUM PEKERJA & KELUARGANYA YANG ADIL, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT.
2. HANYA DENGAN BERSERIKAT KAUM PEKERJA INDONESIA DAPAT MENCERDASKAN DIRI, MENDAPATKAN PERLINDUNGAN DAN PEMBELAAN AGAR TERHINDAR DARI PERLAKUAN TIDAK ADIL (PENINDASAN)
10
3. KEKUATAN SIKAP DAN KOMITMEN UNTUK LAKSANAKAN NILAI-NILAI LUHUR PERJUANGAN MERUPAKAN MODAL UTAMA JADIKAN SPKEP SPSI PADA TAHUN 2027 SEBAGAI SERIKAT PEKERJA BERKELAS DUNIA.
Pasal 3 P e s e r t a 1. Peserta RAKERNAS SPKEP SPSI terdiri dari :
a. Pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI b. Utusan Pimpinan Daerah SPKEP SPSI c. Utusan Pimpinan Cabang SPKEP SPSI d. Utusan Pimpinan Unit Kerja SP KEP SPSI
2. Jumlah dan rincian peserta ditetapkan oleh PP SPKEP SPSI. 3. Peninjau yang ditetapkan oleh PP SPKEP SPSI.
Pasal 4 Hak – hak Peserta
Setiap peserta berhak mengajukan pendapat, saran atau tanggapan baik secara lisan maupun tertulis dalam rapat – rapat. Pendapat, saran dan tangggapan yang diajukan harus disusun secara singkat dan jelas serta disampaikan kepada Pimpinan RAKERNAS SPKEP SPSI.
Pasal 5 Kewajiban Peserta Setiap peserta berkewajiban :
1. Menghadiri semua acara Rakernas.
2. Memelihara kelancaran dan ketertiban Rakernas.
3. Mematuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam tata tertib. Pasal 6
Syahnya RAKERNAS
1. RAKERNAS SPKEP SPSI syah apabila dihadiri oleh 2/3 (dua pertiga) dari peserta yang diundang.
2. Apabila ketentuan sebagaimana pada ayat 1 (satu) tidak terpenuhi maka atas persetujuan peserta yang hadir RAKERNAS SPKEP SPSI dinyatakan syah.
Pasal 7
Alat – alat Kelengkapan Alat – alat kelengkapan Rakernas SPKEP SPSI adalah :
11 1. Pimpinan Rakernas
2. Komisi – komisi.
Pasal 8 Pimpinan Rakernas
Rakernas SPKEP SPSI dipimpin oleh Pimpinan Pusat SPKEP SPSI Pasal 9
Wewenang Pimpinan Rakernas Wewenang Pimpinan Rakernas adalah :
1. Memimpin dan menyimpulkan rapat-rapat.
2. Menjaga kelancaran dan ketertiban Rakernas SPKEP SPSI. Pasal 10
Komisi – Komisi
RAKERNAS SPKEP SPSI membentuk komisi – komisi terdiri dari : 1. Komisi A Tentang Penguatan Keuangan Organisasi
2. Komisi B Tentang Penguatan SDM Organisasi 3. Komisi C Tentang Penguatan Advokasi
4. Komisi D Tentang Penguatan Soliditas dan Solidaritas
5. Komisi E Tentang Penguatan Administrasi dan Penguasaan Teknologi Informatika (IT) 6. Komisi F Tentang Penguatan Propaganda dan Pengembangan Anggota
7. Komisi G Tentang Rekomendasi Internal Organisasi
8. Komisi H Tentang Rekomendasi ke Eksternal (Pemerintah RI dll) Pasal 11
Komposisi Pimpinan Komisi
1. Komposisi Pimpinan Komisi terdiri dari tiga orang, yakni : Seorang Ketua, Seorang Sekretaris dan seorang anggota
2. Pimpinan Komisi dipilih dari dan oleh Anggota Komisi dalam Rapat Komisi yang dipimpin oleh Pimpinan Rakernas.
3. Pembagian tugas diantara Pimpinan Komisi diatur oleh Ketua Komisi. Pasal 12
Anggota Komisi
12
2. Jumlah anggota Komisi ditetapkan oleh Pimpinan Rakernas SPKEP SPSI dengan persetujuan peserta.
Pasal 13
Tugas – Tugas Komisi
1. Komisi bertugas memusyawarahkan dan mengambil keputusan mengenai bidang yang menjadi tugas Komisi yang bersangkuta.
2. Laporan Komisi disusun oleh Pimpinan Komisi berdasarkan pendapat, saran dan tanggapan Anggota Komisi.
3. Komisi memberikan laporan kepada Rapat Pleno tentang hasil kerjanya untuk diputuskan oleh Rakernas SPKEP SPSI.
Pasal 14
Daftar Hadir serta Tugas dan Wewenang Pimpinan Rakernas 1. Sebelum menghadiri rapat setiap peserta wajib menandatangani daftar hadir. 2. tepat pada waktu yang ditentukan, Ketua Rapat membuka rapat.
3. Setelah dibuka, ternyata qourum belum tercapai, Ketua Rapat menunda rapat paling lama sepuluh menit.
4. setelah ditunda sebagaimana dimaksud pada ayat 3 qourum belum juga tercapai, Ketua Rapat dapat melangsungkan rapat.
5. Pimpinan Rapat mencatat pendapat dan atau usul yang diajukan peserta.
6. Apabila Ketua Rapat menganggap pendapat peserta belum jelas, kepada peserta yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk mengulanginya dengan singkat.
7. Ketua Rapat mengambil kesimpulan berdasarkan pendapat – pendapat diajukan dalam rapat.
8. Ketua Rapat mendaftar peserta yang akan berbicara.
9. Peserta baru dapat berbicara setelah mendapat ijin dari Ketua Rapat. Selama berbicara, ia tidak boleh diganggu.
10. Setelah rapat dibuka, Ketua Rapat menjelaskan secara singkat pokok acara rapat dan masalahnya.
11. Ketua Rapat memberikan kesempatan yang cukup kepada setiap peserta. 12. Ketua Rapat dapat menentukan urutan dan lamanya peserta berbicara.
13. Ketua Rapat dapat memperingatkan pembicaraan yang menyimpang dari pokok pembicaraan dan memintanya supaya kembali kepada pokok pembicaraan semula.
13
14. Apabila Ketua Rapat hendak berbicara selaku peserta, maka untuk sementara waktu Ketua Rapat diserahkan kepada salah seorang Anggota Pimpinan Rapat.
Pasal 15 Interupsi 1. Peserta dapat melakukan interupsi untuk :
a. Meminta penjelasan tentang pokok materi yang tengah dibicarakan.
b. Mengajukan usul tata cara pembahasan materi mengenai hal yang sedang dibicarakan. c. Mengajukan usul penundaan rapat.
2. Interupsi tidak boleh melebihi waktu satu menit. Pasal 16 Risalah Rapat
Setiap rapat dibuat risalah lengkap yang memuat, antara lain : 1. Tempat, jenis dan acara rapat.
2. Hari/tanggal dan waktu dimulai dan ditutup. 3. Ketua dan Sekretaris Rapat.
4. Nama – nama peserta yang hadir.
5. Nama – nama pembicara dan pendapatnya masing-masing. 6. Keterangan – keterangan tentang proses keputusan rapat.
Pasal 17 Qourum
Rapat adalah syah apabila dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah peserta. Pasal 18
Pengambilan Keputusan
1. Pengambilan Keputusan diusahakan sedapat mungkin dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat.
2. Dalam hal ayat 1 diatas tidak dimungkinkan, pengambilan keputusan dilakukan dengan cara voting.
Pasal 19 Materi Rakernas Materi Rakernas disiapkan oleh PP SPKEP SPSI.
14 Pasal 20 P e n u t u p
1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam tata tertib ini, akan diputuskan oleh Rakernas SPKEP SPSI
2. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
Ditetapkan di : Kota Palembang
Pada Tanggal : 24 Februari 2016
PIMPINAN RAPAT KERJA NASIONAL
SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
Ketua, (R. ABDULLAH) Sekretaris, (SUBIYANTO, SH) Anggota, (FERRI NUZARLI) Anggota, (SAEPUL ANWAR) Anggota, (ABDUL GANI) Anggota, (ROBET TAMBUNAN) Anggota, Anggota, (EDI SUHERDI) Anggota, Anggota, (AFIF JOHAN) Anggota,
15 RAKERNAS
SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI DAN PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
SURAT KEPUTUSAN
NOMOR : KEP.03/RAKERNAS /SPKEP SPSI /II/2016
TENTANG
PIMPINAN RAKERNAS
SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI DAN PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
RAKERNAS Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
Menimbang : a. Bahwa Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) SPKEP SPSI adalah forum konsultasi ,informasi dan evaluasi yang memiliki tugas melakukan penyempurnaan program umum organisasi hasil MUNAS. b. Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI telah ditetapkan
penyelenggaraannya pada tanggal 23 – 25 Februari 2016 di Wisma Haji kota Palembang.
2.
Mengingat : 1. UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja / Serikat Buruh 2. UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
3. Pasal 31 Anggaran Dasar SPKEP SPSI
4. Surat Keputusan NO : 01/RAKERNAS /SPKEP SPSI /II/2016 Tentang Jadwal acara RAKERNAS
5. Surat Keputusan NO : 02/RAKERNAS /SPKEP SPSI /II/2016 Tentang Peraturan Tata Tertib RAKERNAS
Memperhatikan : 1. Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI diselenggarakan pada tanggal 23 – 25 Februari 2016 di Wisma Haji kota Palembang, dinyatakan memenuhi quorum pada sidang Paripurna I, Maka keputusan RAKERNAS SPKEP SPSI sah dan mengikat segenap anggota.
16
2. Saran-saran dan pendapat yang berkembang dalam sidang paripurna I RAKERNAS SPKEP SPSI pada tanggal 23 Februari 2016.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : PIMPINAN RAKERNAS SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI DAN PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA (SPKEP SPSI) TAHUN 2016.
Pertama : Mengesahkan Pimpinan RAKERNAS SPKEP SPSI dipimpin oleh Pengurus PP SPKEP SPSI.
Kedua : Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Pimpinan RAKERNAS SPKEP SPSI adalah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Tata Tertib RAKERNAS SPKEP SPSI.
17
Ditetapkan di : Kota Palembang Pada Tanggal : 24 Februari 2016
PIMPINAN RAPAT KERJA NASIONAL
SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
Ketua, (R. ABDULLAH) Sekretaris, (SUBIYANTO, SH) Anggota, (FERRI NUZARLI) Anggota, (SAEPUL ANWAR) Anggota, (ABDUL GANI) Anggota, (ROBET TAMBUNAN) Anggota, Anggota, (EDI SUHERDI) Anggota, Anggota, (AFIF JOHAN) Anggota,
(WARSITO) (MUSTOPO) (SUPARNO PS)
18
KEPUTUSAN RAKERNAS
NOMOR : KEP. 04/RAKERNAS SPKEP SPSI/II/2016
TENTANG
PEMBENTUKAN KOMISI-KOMISI RAKERNAS SPKEP SPSI TAHUN 2016
Menimbang : a. Bahwa Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) SPKEP SPSI adalah forum konsultasi ,informasi dan evaluasi yang memiliki tugas melakukan penyempurnaan program umum organisasi hasil MUNAS.
b. Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI telah ditetapkan penyelengga-raannya pada tanggal 23 – 25 Februari 2016 di Asrama Haji kota Palembang.
Mengingat : 1. UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja / Serikat Buruh 2. UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
3. Pasal 31 Anggaran Dasar SPKEP SPSI
4. Surat Keputusan NO : 01/RAKERNAS /SPKEP SPSI /II/2016 Tentang Jadwal acara RAKERNAS
5. Surat Keputusan NO : 02/RAKERNAS /SPKEP SPSI /II/2016 Tentang Peraturan Tata Tertib RAKERNAS
6. Surat Keputusan NO : 03/RAKERNAS /SPKEP SPSI /II/2016 Tentang Pimpinan RAKERNAS
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Pembentukan Komisi-Komisi RAKERNAS SPKEP SPSI 2016
Pertama : RAKERNAS SPKEP SPSI Tahun 2016, membentuk komisi-komisi antara lain
1. Komisi A Tentang Penguatan Keuangan Organisasi 2. Komisi B Tentang Penguatan SDM Organisasi 3. Komisi C Tentang Penguatan Advokasi
19
5. Komisi E Tentang Penguatan Administrasi dan Penguasaan Teknologi Informatika (IT)
6. Komisi F Tentang Penguatan Propaganda dan Pengembangan Anggota 7. Komisi G Tentang Rekomendasi Internal Organisasi
8. Komisi H Tentang Rekomendasi ke Eksternal (Pemerintah RI)
Kedua : Menugaskan kepada komisi-komisi sebagaimana pada diktum pertama untuk membahas didalam acara sidang komisi atas rancangan-rancangan yang disiapkan oleh panitia pengarah RAKERNAS SPKEP SPSI 2016.
Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal dan waktu ditetapkan.
Ditetapkan di : Kota Palembang Pada Tanggal : 24 Februari 2016
PIMPINAN RAPAT KERJA NASIONAL
SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
Ketua, (R. ABDULLAH) Sekretaris, (SUBIYANTO, SH) Anggota, (FERRI NUZARLI) Anggota, (SAEPUL ANWAR) Anggota, (ABDUL GANI) Anggota, (ROBET TAMBUNAN) Anggota, Anggota, (EDI SUHERDI) Anggota, Anggota, (AFIF JOHAN) Anggota,
20
KEPUTUSAN RAKERNAS
NOMOR : KEP.11/RAKERNAS SPKEP SPSI/II/2016 TENTANG
REKOMENDASI RAKERNAS SPKEP SPSI UNTUK INTERNAL
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.
Menimbang : a. Bahwa Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) SPKEPSPSI adalahforum konsultasi ,informasi dan evaluasi yang memiliki tugas melakukan penyempurnaan program umum organisasi hasil MUNAS.
b. Bahwa rekomendasi untuk internal organisasi yang ditetapkan dalam RAKERNAS tahun 2016 merupakan poin-poin utama yang harus dilaksanakan secara simultan oleh perangkat organisasi (PP,PD,PC dan PUK) untuk memperkuat kelembagaan SPKEP SPSI dalam melaksanakan peran dan fungsi organisasi mewujudkan kehidupan anggota dan keluarganya yang Adil, Sejahtera dan Bermartabat. c. Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI telah ditetapkan
penyelenggaraannya pada tanggal 23 – 25 Februari 2016 di Asrama Haji kota Palembang
Mengingat : 1. UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja / Serikat Buruh
2. UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
3. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga SPKEP SPSI, Pasal 31
4. Surat Keputusan No. 01/RAKERNAS/SPKEP SPSI/II/2016 Tentang Jadwal Acara RAKERNAS
5. Surat Keputusan No. 02/RAKERNAS /SPKEP SPSI /II/2016 Tentang Peraturan Tata Tertib RAKERNAS
21
6. Surat Keputusan No. 03/RAKERNAS/SPKEP SPSI/II/2016 Tentang Pimpinan RAKERNAS
7. Keputusan RAKERNAS No : KEP.04/RAKERNAS/I/2016 Tentang Pembentukan Komisi-Komisi RAKERNAS SPKEP SPSI tahun 2016
Memperhatikan : Saran-saran dan pendapat yang dikemukakan dalam Rapat Pleno I RAKERNAS SPKEP SPSI pada tanggal 23 - 25 Februari 2016
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN RAKERNAS SPKEP SPSI 2016 TENTANG REKOMENDASI RAKERNAS SPKEP SPSI UNTUK INTERNAL SPKEP SPSI.
Pertama : Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI Tahun 2016, mengesahkan
keputusan tentang rekomendasi internal organisasi sebagai pedoman dalam melaksanakan langkah-langkah perbaikan kondisi internal organisasi sebagaimana terlampir yang merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.
Kedua : Bahwa dalam rangka merealisasikan isi garis besar haluan
organisasi yaitu mewujudkan SPKEP SPSI berkelas dunia pada tahun 2027, maka RAKERNAS SPKEP SPSI Tahun 2016 memberikan mandat kepada PP SPKEP SPSI untuk membentuk tim pengkajian dan perumusan AD/ART SPKEP SPSI yang melibatkan unsur PD,PC dan PUK untuk dijadikan materi yang dibahas dalam MUNAS VII SPKEP SPSI pada tahun 2017.
Ketiga : Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI Tahun 2016, memberikan
mandat kepada PP SPKEP SPSI untuk mempertahankan lambang SPKEP SPSI dengan filosopi nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, persatuan dan kesatuan serta semangat perjuangan dan makna yang tertuang dalam pasal 9 ayat (1) dan
22
ayat (2) ART SPKEP SPSI.
Keempat : Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI Tahun 2016, memberikan
mandat kepada PP SPKEP SPSI untuk membentuk lembaga
kesenian pekerja SPKEP SPSI dan menyelenggarakan
sayembara mars dan lagu perjuangan SPKEP SPSI dengan filosopi nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, persatuan dan kesatuan serta semangat perjuangan sebagaimana amanat pasal 8 ayat (1) huruf c ART SPKEP SPSI.
Kelima : Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI Tahun 2016 memberikan
mandat kepada PP SPKEP SPSI sebagai penanggungjawab MUNAS, untuk melaksanakan MUNAS VII SPKEP SPSI paling lambat tanggal 28 Juni 2017 ditempat yang berdasarkan kajian cukup representatif dan mempunyai nilai strategis untuk pengembangan SPKEP SPSI serta terjangkau oleh semua peserta
23
Ditetapkan di : Kota Palembang Pada Tanggal : 24 Februari 2016
PIMPINAN RAPAT KERJA NASIONAL
SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
Ketua, (R. ABDULLAH) Sekretaris, (SUBIYANTO, SH) Anggota, (FERRI NUZARLI) Anggota, (SAEPUL ANWAR) Anggota, (ABDUL GANI) Anggota, (ROBET TAMBUNAN) Anggota, Anggota, (EDI SUHERDI) Anggota, Anggota, (AFIF JOHAN) Anggota,
(WARSITO) (MUSTOPO) (SUPARNO PS)
24 REKOMENDASI KEPADA SPKEP SPSI
A. Rekomendasi tentang Penguatan dan pengembangan organisasi
Berdasarkan pokok-pokok pikiran yang berkembang dalam RAKERNAS tahun 2016, untuk merealisasikan program kerja hasil MUNAS VI SPKEP SPSI, maka RAKERNAS tahun 2016 merekomendasikan hal-hal sebagai berikut :
I. KEPADA SEMUA PERANGKAT (PP,PD,PC DAN PUK) SPKEP SPSI YAITU :
1. Memaksimalkan pengorganisasian pemungutan dana sumbangan untuk
kepemilikan gedung PP SPKEP SPSI dari anggota sebesar Rp 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) perorang, untuk melunasi sisa hutang pembelian gedung PP SPKEP SPSI sebesar Rp 2.390.518.919,- (Dua Milyar Tiga Ratus Sembilan Puluh Juta Lima Ratus Delapan Belas Ribu Sembilan Ratus Sembilan Belas rupiah) sebelum MUNAS VII SPKEP SPSI pada bulan Juni 2017 harus sudah lunas.
2. Agar semua perangkat organisasi (PUK, PC, PD dan PP ) memaksimalkan
Komunikasi internal
3. Membuat program workshop pemetaan dampak “ MEA ” (Masyarakat Ekonomi
ASEAN) pada industri keluarga besar SPKEP SPSI khususnya dan Indonesia pada umumnya
4. Memperkuat posisi SPKEP SPSI (CEMWU SPSI) pada afiliasi internasional
IndustriALL
5. Memasukan BRIGADE SPSI kedalam AD/ART SPKEP SPSI dan memaksimalkan
peran dan tugas BRIGADE SPSI dari utusan SPKEP SPSI.
6. Membentuk lembaga penelitian dan pengembangan beserta perangkat dan alat kelengkapannya
7. Semua perangkat SPKEP SPSI (PP,PD,PC dan PUK) mendukung koperasi
nasional SPKEP SPSI dengan ikut menjadi anggota Kopamas SPSI dan mendorong koperasi-koperasi dikeluarga besar SPKEP SPSI berkerja sama dengan Kopamas SPSI
8. Memperkuat komite pemberdayaan perempuan SPKEP SPSI untuk
mengkonsolidasikan agar representasi perempuan masuk menjadi pengurus SPKEP SPSI disemua tingkatan (PUK,PC,PD dan PP)
25
10. Membuat program penambahan anggota dan pengembangan PUK SPKEP SPSI di kabupaten/kota di seluruh Indonesia dan menempatkan wakil SPKEP SPSI dalam dewan pengupahan di seluruh kabupaten/kota maupun propinsi.
11. Menginstruksikan kepada semua perangkat (PP,PD,PC dan PUK) serta anggota SPKEP SPSI untuk selalu responsip dalam menghadapi masalah kebijakan ketenagakerjaan tingkat nasional seperti revisi UU ketenagakerjaan yang merugikan pekerja dan penetapan sepihak PP No.78 tahun 2015 tentang pengupahan
12. Menginstruksikan seluruh anggota SPKEP SPSI untuk melakukan aksi unjuk rasa atau mogok kerja nasional apabila rekomendasi RAKERNAS tahun 2016 dan hasil MUNAS VI SPKEP SPSI telah disampaikan kepada pemerintah akan tetapi tidak ditanggapi dan tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah.
13. Mendesak pemerintah agar mengalokasikan dana untuk pembinaan dan pemberdayaan serikat pekerja dalam APBN/APBD.
14. Mendesak pemerintah untuk mencabut Peraturan Menteri ESDM No.7 Tahun 2012 tentang ijin eksport ORT/Nikel Mentah.
15. Dalam rangka efektifitas, efisiensi dan merespon pelaksanaan isu peduli lingkungan “go green” untuk pembangunan berkelanjutan maka pada acara MUNAS VII SPKEP SPSI tahun 2017 pemberian materi MUNAS VII kepada semua peserta dalam bentuk dokumen soft copy di flash disck, maka semua peserta
diwajibkan membawa laptop.
II. LANGKAH-LANGKAH PARTISIPASI SPKEP SPSI MENGANTISIPASI DAMPAK NEGATIF “MEA” (Masyarakat Ekonomi ASEAN) :
A. Di Tingkat Perusahaan.:
1. Mengadakan dialog dan pendekatan dengan Pengusaha/manajemen tentang permasalahan yang akan/telah terjadi sebagai akibat MEA. (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
2. Berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan stabilitas ditempat kerja serta iklim yang kondusif ditempat kerja untuk meningkatkan produktivitas kerja pekerja.
26
3. Mendorong pengusaha untuk menyelenggarakan pelatihan kerja dengan
sertifikasi.
4. Mendorong adanya pertemuan Forum Bipartit dan/atau LKS Bipartit lebih sering (sebulan sekali) guna membicarakan hal-hal yang terjadi dalam proses produksi perusahaan terkait dengan dampak negatif MEA. (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
B. Di Tingkat Cabang :
1. Mengadakan pendekatan dengan unsur-unsur Tripartit guna mengidentifikasi
perusahaan yang terkena dampak negatif MEA. (Masyarakat Ekonomi
ASEAN)
2. Memonitor perkembangan peristiwa/kasus yang terjadi ditingkat perusahaan. 3. Mendorong adanya rapat-rapat LKS Tripartit untuk membicarakan solusi bagi
pengusaha dan pekerja yang perusahaannya terkena dampak negatif MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
4. Mendorong PEMDA setempat untuk menyelenggarakan pelatihan ketrampilan
dengan sertifikasi bagi para pekerja perusahaan anggota SPKEP SPSI. C. Di Tingkat Daerah :
1. Mengadakan pendekatan dengan unsur-unsur Tripartit guna mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang terkena dampak negatif MEA.
2. Memonitor peristiwa-peristiwa yang terkait dengan dampak negatif MEA ditngka perusahaan, Cabang dan Daerah.
3. Mendorong adanya rapat-rapat LKS Tripartit untuk membicarakan solusi bagi pengusaha dan pekerja yang perusahaannya terkena dampak negatif MEA. 4. Membantu menyuarakan aspirasi pengusaha yang terkena dampak negatif
MEA kepada pihak pemerintah. D. Di Tingkat Nasional :
1. Mengadakan pendekatan dengan pihak APINDO serta berdialog dengan
ASOSIASI Perusahaan sektor sejenis untuk mendalami persoalan yang
dihadapi oleh kalangan pengusaha terkait dengan dampak negatif MEA. 2. Mengadakan pendekatan dan kerjasama dengan ASOSIASI Perusahaan dan
27
Bagi perusahaan-perusahaan di sektor KEP yang terkena dampak negatif MEA.
3. Mengadakan pendekatan dengan unsur-unsur Tripartit untuk mengaktifkan LKS Tripartit Nasional guna menciptakan Norma Perlindungan bagi pekerja lokal/nasional dari serbuan pekerja asing.
4. Membantu menyuarakan aspirasi Pengusaha yang terkena dampak negatif MEA kepada pihak pemerintah.
III. KEPADA KSPSI
1. Segera melakukan langkah-langkah kongkrit untuk menyatukan
Perangkat-Perangkat Organisasi dan anggota SPSI yang masih bersikap ambivalen (tidak konsisten)
2. Melakukan kerjasama dengan Lembaga-lembaga Nasional dan Internasional
untuk meningkatkan frekwensi program DIKLAT terhadap Serikat-serikat Pekerja Anggota
3. Dalam rangka memastikan pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan dengan tata
kelola perusahaan yang baik “Good corporate governance” untuk
menyelamatkan asset anggota KSPSI yang paling besar di BPJS
Ketenagakerjaan, Maka DPP KSPSI diharapkan segera mengambil langkah-langkah kongkrit sehubungan dengan Calon Dewan Pengawas yang diluluskan PANSEL dan DPD RI adalah orang-orang yang menolak BPJS dan tidak mencerminkan representasi pekerja/buruh Indonesia sebagai pemilik uang di BPJS Ketenagakerjaan
4. Agar menyiapkan kader-kader SPSI terbaik dengan DIKLAT tentang Jaminan social dalam rangka mengisi formasi di BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. 5. Mengorganisir semua kekuatan KSPSI untuk membuat langkah-langkah hukum
menolak isi PP No.78 tahun 2015 tentang pengupahan yang merugikan dan memiskinkan secara sistematis kaum pekerja Indonesia
6. Untuk melakukan penataan keuangan di FSPA SPSI lainnya dan juga KSPSI sesuai dengan AD/ART masing – masing.
28
KEPUTUSAN RAKERNAS
NOMOR : KEP.12/RAKERNAS SPKEP SPSI/II/2016 TENTANG
REKOMENDASI RAKERNAS SPKEP SPSI UNTUK EKSTERNAL
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.
Menimbang : a. Bahwa Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) SPKEP SPSI adalah forum konsultasi, informasi dan evaluasi yang memiliki tugas melakukan penyempurnaan program umum organisasi hasil MUNAS.
b. Bahwa rekomendasi untuk eksternal yang ditetapkan dalam RAKERNAS tahun 2016 merupakan poin-poin utama yang harus dilperjuangkan secara simultan oleh semua perangkat organisasi (PP, PD, PC dan PUK) SPKEP SPSI sebagai wadah perjuangan sesuai peran dan fungsinya berjuang mewujudkan kehidupan anggota dan keluarganya yang Adil, Sejahtera dan Bermartabat.
c. Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI telah ditetapkan penyelenggaraannya pada tanggal 23 – 25 Februari 2016 di Asrama Haji kota Palembang
Mengingat : 1. UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja / Serikat Buruh
2. UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
3. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga SPKEP SPSI, Pasal 31
4. Surat Keputusan No. 01/RAKERNAS/SPKEP SPSI/II/2016 Tentang Jadwal Acara RAKERNAS
29
Tentang Peraturan Tata Tertib RAKERNAS
6. Surat Keputusan No: 03/RAKERNAS/SPKEP SPSI/II/2016 Tentang Pimpinan RAKERNAS
7. Keputusan RAKERNAS No : KEP.04/RAKERNAS/I/2016 Tentang Pembentukan Komisi-Komisi RAKERNAS SPKEP SPSI tahun 2016
Memperhatika : Saran-saran dan pendapat yang dikemukakan dalam Rapat Pleno I RAKERNAS SPKEP SPSI pada tanggal 23 - 25 Februari 2016
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN RAKERNAS SPKEP SPSI 2016 TENTANG REKOMENDASI RAKERNAS SPKEP SPSI UNTUK EKSTERNAL (PEMERINTAH, BPJS, APINDO dan lain-lain)
Pertama : Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI 2016, mengesahkan keputusan
tentang rekomendasi untuk eksternal merupakan aspirasi resmi SPKEP SPSI yang disampaikan kepada Pemerintah dan APINDO sebagai mitra dalam pembangunan hubungan industrial agar terwujud hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan di Indonesia.
Ketiga : Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI 2016, memberikan mandat
kepada PP SPKEP SPSI untuk menyampaikan rekomendasi RAKERNAS SPKEP SPSI 2016 kepada pihak-pihak terkait.
Keempat
Kelima
:
:
Bahwa RAKERNAS SPKEP SPSI 2016, memberikan mandat kepada PP SPKEP SPSI untuk menindaklanjuti rekomendasi RAKERNAS 2016 dengan upaya konsep, lobi dan aksi (KLA).
30
Ditetapkan di : Kota Palembang Pada Tanggal : 24 Februari 2016
PIMPINAN RAPAT KERJA NASIONAL
SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
Ketua, (R. ABDULLAH) Sekretaris, (SUBIYANTO, SH) Anggota, (FERRI NUZARLI) Anggota, (SAEPUL ANWAR) Anggota, (ABDUL GANI) Anggota, (ROBET TAMBUNAN) Anggota, Anggota, (EDI SUHERDI) Anggota, Anggota, (AFIF JOHAN) Anggota,
31
BERDASARKAN ASPIRASI YANG BERKEMBANG DIDALAM RAKERNAS SPKEP SPSI, MAKA SPKEP SPSI MENYAMPAIKAN REKOMENDASI PRIORITAS TAHUN 2016-2017 KEPADA :
A. KEPADA PRESIDEN RI :
1. Merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan
khususnya pasal-pasal ketentuan penetapan upah minimum yang mengamputasi hak berunding upah minimum dan upah diatas minimum yang merugikan pekerja karena melanggar hak berserikat dan berundingan bersama
2. Amandemen UU No. 3 Tahun 1951 Tentang Pengawasan Ketenagakerjaan, agar pengawas ketenagakerjaan dikembalikan kepada pemerintah pusat dan tidak di bawah pemerintah daerah, agar pengawasan ketenagakerjaan lebih efektif.
3. Meratifikasi konvensi ILO No. 176 Tentang Perlindungan Keselamatan Pekerja Tambang, agar pekerja mendapat perlindungan K3.
4. Memperbaiki Peraturan Pemerintah (PP) tentang Jaminan Pensiun agar manfaat
yang didapatkan pekerja memenuhi KHL pada saat pension
5. Mengalokasikan APBN untuk kepentingan pekerja
6. Menyempurnakan TAPERA
B. PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN
a. Landasan Normatif
1. Pasal 28 UUD 1945
2. UU No. 32 Tahun 2004 Jo. UU No. 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah.
3. UU No. 3 Tahun 1951 Tentang Pengawasan Perburuhan.
4. Perpres No. 21 Tahun 2010 Tentang Pengawasan Ketenagakerjaan.
5. Kepmenaker No. 32 Tahun 2002 Tentang Pokok Pokok Pengawasan
6. Ketenagakerjaan.
7. Permenaker No.10 Tahun 2012 Tentang Komite Pengawasan
32 b. Pokok-pokok pikiran
1. Bahwa pasal 10 UU No. 32 Tahun Jo. 2004 UU No. 12 Tahun 2008, mengatur tentang 6 (enam) urusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah pusat yaitu politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal nasional dan agama, maka menurut teori residu, urusan pemerintahan dibidang lainnya termasuk bidang ketenagakerjaan diserahkan kepada pemerintah daerah. 2. Bahwa penyerahan urusan bidang ketenagakerjaan kepada pemerintah daerah
mengakibatkan bertambah lemahnya pengawasan ketenagakerjaan akibat penempatan pejabat dan pegawai pengawas ketenagakerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian dan bidang tugasnya.
3. Bahwa dalam kepmen No. 10 tahun 2012, komite pengawas ketenagakerjaan hanya
dibentuk ditingkat pusat, sehingga tidak mampu menjangkau dan menyelesaikan masalah lemahnya pengawasan ketenagakerjaan ditingkat kabupaten / kota.
c. Rekomendasi
1. Mendesak pemerintah dan DPR RI untuk segera merevisi UU No. 3 Tahun 1951 tentang Pengawasan Perburuhan.
2. Mendesak Pemerintah agar :
a. Penempatan pegawai pengawas ketenagakerjaan dengan orang yang benar-benar menguasai bidang ketenagakerjaan.
b. Menambah jumlah pegawai pengawas ketenagakerjaan sehingga perbandingan
jumlah pegawai pengawas ketenagakerjaan dengan jumlah perusahaan di kabupaten / kota maupun propinsi dalam proporsi yang wajar.
c. Melakukan penindakan secara tegas kepada pegawai pengawas
ketenagakerjaan yang menyalahgunakan wewenang.
d. Mengangkat pengawas ketenagakerjaan dari unsur independen yang benar-benar menguasai dan ahli di bidang ketenagakerjaan.
C. PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
a. Landasan normatif
33
2. UU No. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman; UU No. 14 tahun 1985 Jo.
UU No. 3 tahun 2009 tentang Mahkamah Agung; UU No. 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum.
3. UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
b. Pokok-pokok pikiran
1. Pasal 114 dan pasal 115 UU No. 2 tahun 2004 tidak mengatur batas waktu pengiriman berkas perkara kasasi dari PHI kepada Mahkamah Agung maupun batas waktu pengiriman salinan putusan kasasi sejak putusan diucapkan, hal ini berdampak kepada waktu penyelesaian perselisihan menjadi sangat lama.
2. Dalam beberapa kasus putusan PHI, agar putusannya menyatakan gugatan
dinyatakan tidak dapat diterima / NO (Niet ontvankelijk Veerklard), hal ini tentu sangat merugikan pekerja, oleh karenanya perlu adanya proses atau dibentuk lembaga pemeriksaan pendahuluan (Dismissal Process).
3. Kondisi serikat pekerja / pekerja lemah dalam pembuktian di pengadilan akibat pekerja cenderung tidak mendapatkan alat bukti seperti pengusaha tidak memberikan salinan perjanjian kerja kepada pekerja, oleh karenanya perlu dibuat ketentuan yang mengatur mengenai beban pembuktian terbalik.
4. Keberadaan PHI di tingkat propinsi berdampak mahalnya biaya transportasi yang dibutuhkan dalam proses persidangan penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
c. Rekomendasi
1. Mendesak kepada DPR RI dan Pemerintah / Menakertrans RI untuk meneruskan agenda merevisi UU No. 2 Tahun 2004 dengan dibuatnya hukum acara khusus PHI secara lengkap sejak proses pemeriksaan perkara di PHI sampai dengan proses eksekusi sehingga proses peradilan yang murah, cepat dan adil dapat terwujud. 2. Mendesak kepada Mahkamah Agung RI dan Menakertrans RI segera mendirikan
Pengadilan Hubungan Industrial di Kabupaten / Kota yang padat industri Kabupaten Mimika
3. Mendesak pemerintah dan mahakamah Agung RI untuk menambah jumlah hakim ad-hock dari unsur serikat pekerja.
34
4. “Penambahan Pengadilan PHI ada di tiap kabupaten / kota.”
D. PENGUPAHAN
a. Landasan normatif
1. Undang – Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 01 tahun 1999 (Jo) Kepmenaker No. 226
tahun 2000 tentang Upah Minimum.
3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 13 tahun 2013 tentang parameter dan tahapan pencapaian kebutuhan hidup layak.
b. Pokok-pokok Pikiran
1. Cita-cita kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
2. Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan belum mengatur tentang standar pengupahan nasional secara komprehensif dan berpihak kepada pekerja.
3. Permenaker tentang Upah Minimum perlu dilakukan penyempurnaan agar dalam
pelaksanaannya tidak multitafsir dan lebih menjamin adanya kepastian hukum. 4. Parameter kebutuhan hidup layak yang diatur dalam permenaker No. 13 tahun
2012 menetapkan 60 parameter hanya memenuhi kebutuhan hidup layak secara fisik dan belum memenuhi kebutuhan hidup layak secara social.
c. Rekomendasi
1. Mendesak DPR RI dan Pemerintah untuk segera menyusun dan mengesahkan Undang-Undang Pengupahan nasional yang berpihak dan melindungi kepentingan pekerja.
2. Mendesak pemerintah untuk merevisi pasal-pasal Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan dan Penerapan Struktur Skala Upah yang diamanatkan dalam PP 78 Tahun 2015 yang mengamputasi hak berunding upah minimum dan upah diatas minimum yang merugikan pekerja
35
E. PERBAIKAN PELAYANAN BPJS KESEHATAN
a. Landasan normatif
1. UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
2. UU No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
b. Pokok-pokok pokiran
1. Bahwa Setiap warga negara berhak atas jaminan sosial, untuk mewujudkan jaminan sosial bagi seluruh warga negara, pemerintah membentuk Badan Penyelenggara jaminan sosial.
2. Bahwa dalam pelaksanaan dan operasional badan penyelenggara jaminan sosial
perlu badan pengawas yang melibatkan pemangku kepentingan yaitu pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja.
c. Rekomendasi
1. Membuat BPJS Watch disemua Kab / Kota untuk memonitor dan mendorong pelaksanaan pelayanan BPJS Kesehatan yang baik
2. PP mendesak Presiden RI untuk memperbaiki regulasi BPJS Kesehatan dan memenuhi faskes sesuai standar WHO dengan penyebaran yang merata diseluruh wilayah Indonesia agar pelayanan BPJS Kesehatan menjadi lebih baik
KHUSUS KEPADA MENTERI KEUANGAN RI 1. PENINGKATAN NILAI PENDAPATAN TIDAK KENA PAJAK
a. Landasan Normatif
1. UU No. 36 Tahun 2008 tentang perubahan keempat UU NO. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
2. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
b. Pokok-pokok pikiran
Pasal 7 ayat 3 UU No. 36 Tahun 2008 bahwa Peninjau besaran nilai Pendapatan Tidak Kena Pajak ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan setelah dikonsultasikan dengan DPR RI.
36
2. Kebutuhan Hidup Layak merupakan salah satu parameter derajat kehidupan pekerja dan sebagai garis kemiskinan bagi para pekerja.
3. Upah Minimum yang ditetapkan belum mencapai 100% KHL artinya masih menuju pemenuhan kehidupan yang layak dengan demikian upah minimum yang ditetapkan masih dibawah garis kemiskinan.
c. Rekomendasi
Mendesak Pemerintah atau Menteri Keuangan setiap tahun untuk menaikkan besaran Nilai Pendapatan Tidak Kena Pajak.
C. KHUSUS KEPADA KEMENAKERTRANS RI :
1. Revisi Permennakertrans RI No.13 Tahun 2012 Tentang KHL (merubah 60 item parameter KHL menjadi 86 item parameter KHL) serta pengaturan KHL untuk (K0, K1, K2 dan K3), agar kualitas KHL nya layak secara fisik dan layak secara sosial
2. Cabut SE No.4 Tahun 2013 dan revisi permennakertrans RI No.19 Tahun 2013 khusus ketentuan yang mengatur tentang alur proses kerja ditetapkan oleh asosiasi sektor. Karena dikhawatirkan asosiasi sektor dapat menentukan / menetapkan bidang kerja, jenis kerja yang tidak sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003.
3. Membuat Surat Edaran (SE) yang memperjelas tentang upah proses selama perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK) agar ada kepastian hukum khusus pekerja yang waktu kerjanya diatur (UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 77 dan Pasal 78)
4. Cabut Permenaker No. 07 Tahun 2013 tentang pelaksanaan upah minimum 5. Mendesak Menakertrans RI untuk merevisi seluruh peraturan Menteri tentang
Upah Minimum menjadi satu Peraturan Menteri yang menegaskan keberpihakan Negara kepada pekerja dan tidak multi interpretasi sehingga adanya kepastian hukum.
6. Mendesak Menakertrans RI untuk mencabut Kepmenaker No. 231 Tahun 2003 tentang Tata cara penangguhan Upah Minimum.
37
7. Mendesak Menakertrans untuk segera merevisi Kepmenaker No. 10 Tahun 2012 dengan pembentukan Komite Pengawasan Ketenagakerjaan di tingkat Propinsi dan Kabupaten / Kota yang memiliki wewenang eksekusi.
D. KHUSUS KEPADA KEMENEG ESDM RI
1. Revisi Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral No. 7 Tahun 2012
Tentang
Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan Dan Pemurnian Mineral. Agar dilaksanakan secara bertahap karena dapat menimbulkan PHK massal pada industri pertambangan.
2. Mengembalikan penetapan peraturan bidang ketenagakerjaan di industri
pertambangan agar tunduk pada peraturan perundang-undangan
ketenagakerjaan.
E. KHUSUS KEPADA KEMENTIRAN PERINDUSTRIAN
Revisi Permen Perindustrian No. 51 Tahun 2013 tentang industri padat karya
F. KEPADA DPN APINDO
1. Membina dan mendorong semua pengusaaha supaya komit terhadap budaya
berunding yang dilandasi itikad baik dalam pembangunan hubungan industrial yang harmonis,dinamis, adil dan bermartabat.
2. Membina dan mendorong semua pengusaha supaya tidak menghalang-halangi pembentukan SPKEP SPSI dan secara sunguh-sungguh membangun kemitraan dengan SPKEP SPSI.
3. Membina dan mendorong semua pengusaha lakukan gerakan budaya K3 ditempat kerja dengan melaksanakan sistem manjemen K3.
4. Membina dan mendorong semua pengusaha supaya dalam penyelesaian perselisihan tidak melibatkan unsur diluar instansi yang terkait.
5. Membina dan mendorong semua pengusaha dalam penerimaan pekerja tidak bekerjasama dengan oknum tertentu dengan dalih OTODA yang meminta uang sogokan kepada calon pelamar.