• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyimpanan Bahan Kimia - Michael Riverdo Hutauruk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penyimpanan Bahan Kimia - Michael Riverdo Hutauruk"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Penyimpanan Bahan Kimia

(2)

Latar Belakang

Banyak kecelakaan berupa kebakaran, peledakan atau kebocoran bahan kimia beracun dan korosif yang dimulai dari tempat penyimpanan bahan.

Bahan-bahan yang disimpan dalam gudang, bukan berarti “tidur nyenyak”, tetapi bahan-bahan tersebut akan tetap reaktif terhadap lingkungan.

Interaksi dapat terjadi antara bahan dengan panas atau sumber penyalaan, uap air dan oksigen dalam udara, wadah dan bahan lain.

(3)

Letak Gudang

• Letak gudang sebaiknya terpisah dari bangunan-bangunan penting lain, agar apabila terjadi kecelakaan dapat

dilokalisasi.

• Bahkan untuk bahan-bahan yang teramat rawan seperti amat mudah terbakar atau mudah meledak harus pula disendirikan.

• Kebakaran pelarut organik dalam gudang dapat menyebabkan proses pemanasan bahan lain yang kemudian menjadi reaktif atau eksplosif.

• Atau pemanasan bahan dapat menghasilkan bahan-bahan lain yang mungkin toksis atau beracun.

• Atau juga air yang dipakai untuk pemadaman api dapat

(4)

Ventilasi

Adanya ventilasi dalam gudang amat diperlukan agar

apabila terjadi kebocoran bahan mudah terbakar atau beracun dan korosif dapat terencerkan sampai di bawah ambang bahaya kebakaran atau keracunan fatal.

Tanpa ventilasi, adanya bahan organik akan

berakumulasi sampai di atas batas konsentrasi bawah mudah terbakar (low flammable limit), sehingga

berbahaya apabila ada sumber penyalaan seperti

loncatan listrik, bara api dan bohlam lampu yang panas.

Adanya uap beracun atau korosif tanpa ventilasi akan

(5)

Bebas dari Sumber

Penyalaan

Sumber-sumber penyalaan seperti nyala api,

bara rokok, loncatan api listrik atau loncatan

listrik statis harus dijauhkan dari gudang.

Pasanglah poster “

DILARANG MEROKOK

atau “

AWAS KEBAKARAN

” untuk mencegah

seorang merokok atau menghasilkan nyala

api.

Peralatan-peralatan listrik dalam gudang,

(6)

Ruang dingin

• Ruangan yang dingin akan mencegah reaksi penguraian atau memperlambat reaksi.

Ini dapat dipahami karena reaksi-reaksi kimia dapat mulai terjadi

apabila energi bahan dapat mencapai energi aktivasi.

Suhu tinggi dalam gudang akan dapat menghantarkan bahan

mencapai energi aktivasi.

• Kewaspadaan juga mesti diberikan apabila cuaca panas akibat musim kering yang berkepanjangan dan hal ini akan menambah rawan kondisi setiap gudang kimia.

Selain itu, kenaikan suhu juga akan meningkatkan kecepatan

reaksi secara eksponensial.

Sebagai gambaran sederhana, kenaikan suhu 10OC akan

mempercepat reaksi menjadi 2 kali lipat; 20OC = 4x; 30OC = 8x

dan kenaikan suhu 100OC akan menyebabkan kecepatan reaksi

(7)

Ruang Kering

Banyak bahan kimia yang dapat terhidrolisa oleh air atau uap air dalam udara.

Reaksi hidrolisa yang eksotermis akan meningkatkan suhu yang berakibat seperti di atas.

Penggunaan AC sekaligus dapat mendinginkan dan mengeringkan udara dalam gudang.

Kelembaban lebih rendah dapat dicapai dengan memakai alat “dehumidifier”.

(8)

Bahan-Bahan Kimia

Inkompatibel

Bahan-bahan pada tabel 1 di atas ini, apabila berinteraksi dapat bereaksi hebat yang menimbulkan kebakaran atau peledakan.

(9)

Bahan-Bahan Kimia

Inkompatibel

(10)

Segregasi

• Adanya kelompok bahan inkompatibel di atas, menunjukkan pada kita bahwa penataan bahan kimia menurut abjad yang sering kita lakukan, mengundang risiko bahaya.

• Bahan-bahan harus kita kelompokkan dulu sebelum tiap-tiap kelompok disusun menurut abjad.

• Sayang sekali tak ada sistem pemisahan atau segregasi yang sempurna, karena banyak bahan kimia yang bersifat ganda.

• Suatu contoh pemisahan secara sederhana, seperti pada Tabel 3.

Gambar

Tabel 1. Bahan-bahan inkompatibel yang
Tabel 2. Bahan-bahan inkompatibel yang apabila bereaksi menimbulkan gas beracun

Referensi

Dokumen terkait

dititiberatkan agar bahan-bahan kimia seperti, asid nitric, fosforus, natrium klorida dan lain-lain berada di tempat penyimpanan yang sesuai dan selamat..  Secara

Apabila hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan standar, maka sampel tepung terigu maupun tepung tapioka dapat disimpan di gudang penyimpanan bahan baku sebelum

 Virgin Cake & Bakery telah mengusahakan sanitasi pada gudang penyimpanan bahan baku terutama buah pisang dengan diberi rak yang bagian bawah mengunakan pallet , supaya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penyimpanan bahan kimia hasil modifikasi skema chemical register, safety guideline LSU, dan model syarat penyimpanan Harjanto dinyatakan

1) Penyimpanan bahan harus mengikuti petunjuk pada MSDS, perhatikan sifat bahan kimia yang disimpan termasuk mengenai incompatible material, yaitu bahan-bahan kimia

Dengan adanya beberapa bahan baku yang Dengan adanya beberapa bahan baku yang  tersimpan di gudang dalam waktu lama dan menyebabkan luas penyimpanan tidak.. menyebabkan luas

Metanol adalah salah satu bahan kimia yang memiliki sifat mudah terbakar dan beracun yang dapat meneyabakan kebakaran karena memiliki titik nyala di bawah 21 0 C dan

 Virgin Cake & Bakery telah mengusahakan sanitasi pada gudang penyimpanan bahan baku terutama buah pisang dengan diberi rak yang bagian bawah mengunakan pallet, supaya