Penyimpanan Bahan Kimia
Latar Belakang
• Banyak kecelakaan berupa kebakaran, peledakan atau kebocoran bahan kimia beracun dan korosif yang dimulai dari tempat penyimpanan bahan.
• Bahan-bahan yang disimpan dalam gudang, bukan berarti “tidur nyenyak”, tetapi bahan-bahan tersebut akan tetap reaktif terhadap lingkungan.
• Interaksi dapat terjadi antara bahan dengan panas atau sumber penyalaan, uap air dan oksigen dalam udara, wadah dan bahan lain.
Letak Gudang
• Letak gudang sebaiknya terpisah dari bangunan-bangunan penting lain, agar apabila terjadi kecelakaan dapat
dilokalisasi.
• Bahkan untuk bahan-bahan yang teramat rawan seperti amat mudah terbakar atau mudah meledak harus pula disendirikan.
• Kebakaran pelarut organik dalam gudang dapat menyebabkan proses pemanasan bahan lain yang kemudian menjadi reaktif atau eksplosif.
• Atau pemanasan bahan dapat menghasilkan bahan-bahan lain yang mungkin toksis atau beracun.
• Atau juga air yang dipakai untuk pemadaman api dapat
Ventilasi
• Adanya ventilasi dalam gudang amat diperlukan agar
apabila terjadi kebocoran bahan mudah terbakar atau beracun dan korosif dapat terencerkan sampai di bawah ambang bahaya kebakaran atau keracunan fatal.
• Tanpa ventilasi, adanya bahan organik akan
berakumulasi sampai di atas batas konsentrasi bawah mudah terbakar (low flammable limit), sehingga
berbahaya apabila ada sumber penyalaan seperti
loncatan listrik, bara api dan bohlam lampu yang panas.
• Adanya uap beracun atau korosif tanpa ventilasi akan
Bebas dari Sumber
Penyalaan
•
Sumber-sumber penyalaan seperti nyala api,
bara rokok, loncatan api listrik atau loncatan
listrik statis harus dijauhkan dari gudang.
•
Pasanglah poster “
DILARANG MEROKOK
”
atau “
AWAS KEBAKARAN
” untuk mencegah
seorang merokok atau menghasilkan nyala
api.
•
Peralatan-peralatan listrik dalam gudang,
Ruang dingin
• Ruangan yang dingin akan mencegah reaksi penguraian atau memperlambat reaksi.
• Ini dapat dipahami karena reaksi-reaksi kimia dapat mulai terjadi
apabila energi bahan dapat mencapai energi aktivasi.
• Suhu tinggi dalam gudang akan dapat menghantarkan bahan
mencapai energi aktivasi.
• Kewaspadaan juga mesti diberikan apabila cuaca panas akibat musim kering yang berkepanjangan dan hal ini akan menambah rawan kondisi setiap gudang kimia.
• Selain itu, kenaikan suhu juga akan meningkatkan kecepatan
reaksi secara eksponensial.
• Sebagai gambaran sederhana, kenaikan suhu 10OC akan
mempercepat reaksi menjadi 2 kali lipat; 20OC = 4x; 30OC = 8x
dan kenaikan suhu 100OC akan menyebabkan kecepatan reaksi
Ruang Kering
• Banyak bahan kimia yang dapat terhidrolisa oleh air atau uap air dalam udara.
• Reaksi hidrolisa yang eksotermis akan meningkatkan suhu yang berakibat seperti di atas.
• Penggunaan AC sekaligus dapat mendinginkan dan mengeringkan udara dalam gudang.
• Kelembaban lebih rendah dapat dicapai dengan memakai alat “dehumidifier”.
Bahan-Bahan Kimia
Inkompatibel
Bahan-bahan pada tabel 1 di atas ini, apabila berinteraksi dapat bereaksi hebat yang menimbulkan kebakaran atau peledakan.
Bahan-Bahan Kimia
Inkompatibel
Segregasi
• Adanya kelompok bahan inkompatibel di atas, menunjukkan pada kita bahwa penataan bahan kimia menurut abjad yang sering kita lakukan, mengundang risiko bahaya.
• Bahan-bahan harus kita kelompokkan dulu sebelum tiap-tiap kelompok disusun menurut abjad.
• Sayang sekali tak ada sistem pemisahan atau segregasi yang sempurna, karena banyak bahan kimia yang bersifat ganda.
• Suatu contoh pemisahan secara sederhana, seperti pada Tabel 3.