• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Gerusan Lokal Yang Terjadi Di Sekitar Abutmen Dinding Vertikal Tanpa Sayap Dan Dengan Sayap Pada Saluran Lurus (Eksperimen)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan Gerusan Lokal Yang Terjadi Di Sekitar Abutmen Dinding Vertikal Tanpa Sayap Dan Dengan Sayap Pada Saluran Lurus (Eksperimen)"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PERBANDINGAN GERUSAN LOKAL YANG TERJADI DI SEKITAR ABUTMEN DINDING VERTIKAL TANPA SAYAP DAN DENGAN

SAYAP PADA SALURAN LURUS (EKSPERIMEN)

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk Melengkapi Syarat Penyelesaiaan Pendidikan Sarjana Teknik Sipil

09 0404 027 AFRIYANSYAH

BIDANG STUDI TEKNIK SUMBER DAYA AIR DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL

(2)

ABSTRAK

Gerusan (scouring) merupakan suatu proses alamiah yang terjadi di sungai sebagai akibat pengaruh morfologi sungai atau adanya bangunan air (hydraulic structur). Bangunan seperti abutmen merupakan bagian dari struktur bawah jembatan. Keberadaan abutmen pada aliran sungai menyebabkan perubahan pola aliran sungai. Perubahan pola aliran tersebut akan mengakibatkan terjadinya gerusan lokal di sekitar abutmen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk abutmen terhadap potensi gerusan lokal yang terjadi di sekitar abutmen tersebut. Model abutmen yang digunakan adalah bentuk abutmen dinding vertikal tanpa sayap dan abutmen dinding vertikal dengan sayap.

Penelitian gerusan di sekitar abutmen dilakukan di Laboratorium Hidraulika Jurusan Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara, menggunakan alat flume dengan panjang 8 m, tinggi 0,3 m dan lebar 0,076 m. Penelitian dilakukan dengan pengukuran pola dan kedalaman gerusan disekitar abutmen dengan debit aliran sebesar 0,5 lt/det. Material yang digunakan berupa pasir yang lolos saringan No.8 dan tertahan saringan No.100 dengan nilai d50 = 0.51 mm. Model diuji selama 250 menit untuk setiap kali berlangsung (running). Penelitian menggunakan dua jenis abutmen yaitu abutmen dinding vertikal tanpa sayap dan abutmen dinding vertikal bersayap yang dilakukan dengan kondisi aliran clear water scour.

Dari hasil eksperimen yang telah dilakukan didapat bahwa penambahan kedalaman gerusan pada menit-menit awal terjadi sangat cepat dengan kedalaman gerusan bertambah seiring dengan lama waktu pengamatan dan selanjutnya besar penambahan kedalaman gerusan semakin kecil setelah mendekati kondisi kesetimbangan (equilibrium scour depth). Hasil penelitian menunjukan gerusan terbesar pada kedua bentuk abutmen terjadi pada sisi samping depan abutmen bagian hulu. Nilai kedalaman gerusan maksimum pada abutmen dinding vertikal tanpa sayap adalah 1.70 dan lebar gerusan adalah 110 mm, sedangkan untuk abutmen dinding vertikal dengan sayap kedalaman gerusan maksimumnya adalah 1.20 dengan lebar gerusan 90 mm.

Bentuk abutmen merupakan faktor yang mempengaruhi kedalaman dan pola dari gerusan. Maka dalam perencanaan konstruksi disarankan agar bentuk abutmen dirancang sebaik mungkin untuk memaksimalkan fungsi dan kemampuannya.

(3)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji syukur bagi Allah SWT yang telah memberi

karunia kesehatan dan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan Tugas

Akhir ini. Shalawat dan salam ke atas Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang

telah memberi keteladanan tauhid, ikhtiar dan kerja keras sehinggga menjadi

panutan dalam menjalankan setiap aktifitas kami sehari-hari, karena sungguh

suatu hal yang sangat sulit yang menguji ketekunan dan kesabaran untuk tidak

pantang menyerah dalam menyelesaikan penulisan ini.

Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan

studi pada Program Studi Strata Satu (SI) Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik

Universitas Sumatera Utara. Adapun judul skripsi yang diambil adalah:

"PERBANDINGAN GERUSAN LOKAL YANG TERJADI DI SEKITAR ABUTMEN DINDING VERTIKAL TANPA SAYAP DAN DENGAN SAYAP PADA SALURAN LURUS (EKSPERIMEN)"

Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini tidak

terlepas dari dukungan, bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena

itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada beberapa pihak yang berperan penting yaitu:

1. Bapak Ir. Syahrizal, MT dan Bapak Ivan Indrawan, ST, MT selaku Dosen

Pembimbing I dan Pembimbing II, yang telah banyak memberikan

bimbingan yang sangat bernilai, masukan, dukungan serta meluangkan

waktu, tenaga dan pikiran dalam membantu penulis menyelesaikan Tugas

(4)

2. Bapak Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MSME selaku Dekan Fakultas Teknik

Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Prof. Dr. Ing. Johannes Tarigan selaku Ketua Departemen Teknik

Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Ir. Terunajaya,M.Sc selaku Koordinator Sub Jurusan Sumber Daya

Air Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

5. Bapak Ir. Jeluddin Daud, M.Eng selaku Dosen Penasehat Akademik

Penulis, yang telah banyak memberikan bimbingan yang sangat bernilai,

masukan, dukungan serta meluangkan waktu, tenaga dan pikiran serta

kesabarannya dalam perjalanan akademik Penulis.

6. Bapak Dr. Ir. Ahmad Perwira Mulia, M.Sc dan Ir. Alferido Malik selaku

DosenPembanding, atas saran dan masukan yang diberikan kepada

Penulisterhadap Tugas Akhir ini.

7. Kepada keluarga besarku, kedua orangtuaku, Alm Ibunda Rahmawaty

Nasution dan Ayahanda Nasrun Syarief, sertaadik-adikku Muhammad

Fahrefi Ilhamsyah, Yuliawati dan Muhammad Rifqi Adriansyah, terima

kasih untuk perhatian, nasehat, semangat,bantuan, dan kesabaran serta doa

yang telah kalian berikan.

8. Bapak/Ibu seluruh staff pengajar Departemen Teknik Sipil FakultasTeknik

Universitas Sumatera Utara.

9. Seluruh Pegawai Administrasi Departemen Teknik Sipil FakultasTeknik

Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan bantuan selamaini

kepada penulis. (Kak Lince, Kak Dina, Kak Dewi, Bang Zul, Bang Edidan

(5)

10. Kawan-kawan seperjuangan angkatan 2009,Kakak senior serta Adik-adik

junior 2012 terima kasihatas semangat dan bantuannya selama ini.

11. Serta segenap pihak yang belum penulis sebut disini atas

jasa-jasanyadalam mendukung dan membantu penulis dari segi apapun,

sehinggaTugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik.

Mengingat adanya keterbatasan-keterbatasan yang penulis miliki,

makapenulis menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna.

Olehkarena itu, segala saran dan kritik yang bersifat membangun dari

pembacadiharapkan untuk penyempurnaan laporan Tugas Akhir ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga laporan Tugas

Akhir ini bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, Januari 2016

Penulis,

(6)

DAFTAR ISI

ABSTRAK... i

KATAPENGANTAR... ii

DAFTAR ISI……... v

DAFTAR GAMBAR... ix

DAFTAR TABEL... xii

DAFTAR NOTASI... xiii

DAFTAR LAMPIRAN... xvi

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Perumusan Masalah... 4

1.3 Batasan Penelitian... 4

1.4 Tujuan Penelitian... 4

1.5 Manfaat Penelitian... 5

1.6 Sistematika Penulisan... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 7

2.1 Sungai... 7

(7)

2.2.1 Pengertian Gerusan... 9

2.2.2 Jenis Gerusan... 10

2.2.3 Mekanisme Gerusan... 11

2.2.4 Faktor yang Mempengaruhi Kedalaman Gerusan... 14

2.2.4.1 Kecepatan Aliran... 15

2.2.4.2 Kedalaman Aliran... 15

2.2.4.3 Ukuran Butiran... 16

2.2.4.4 Bentuk Abutmen... 18

2.3 Studi Model……... 18

2.4 Persamaan Empiris... 21

2.4.1 Bilangan Froude... 21

2.4.2 Koefiseien Kekasaran Dasar... 22

2.4.3 Persamaan untuk Kedalaman Gerusan... 23

2.4.3.1 Persamaan Froehlich (1987)... 23

2.4.3.2 Persamaan Garde dan Raju (1977) ... 23

2.5 Pola Aliran... 27

2.6 Transpor Sedimen... 28

(8)

BAB III METODE PENELITIAN... 32

3.1 Tempat Penelitian... 32

3.2 Bahan Penelitian... 32

3.3 Alat Penelitian... 33

3.4 Alur Pelaksanaan Penelitian... 39

3.4.1 Persiapan Peralatan... 39

3.4.2 Percobaan Pendahuluan... 40

3.4.3 Pelaksanaan Penelitian... 40

3.4.4 Analisis Hasil Percobaan... 44

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 45

4.1 Pemeriksaan Material Dasar... 45

4.2 Karakteristik Aliran... 46

4.3 Aplikasi Program Surfer... 48

4.4 Perkembangan Kedalaman Gerusan Terhadap Waktu... 51

4.4.1 Perkembangan Kedalaman Gerusan Terhadap Waktu pada Abutmen Dinding Vertikal Tanpa Sayap... 52

(9)

4.4.3 Perkembangan Kedalaman Gerusan Maksimum... 55

4.5 Pola Gerusan ... 57

4.5.1 Pola Gerusan di Sekitar Abutmen Dinding Vertikal Tanpa Sayap... 58

4.5.2 Pola Gerusan di Sekitar Abutmen Dinding Vertikal dengan Sayap... 61

4.5.3 Pengaruh Bentuk Abutmen terhadap Kedalaman Gerusan.... 64

4.6 Perhitungan Empiris Kedalaman Gerusan Lokal... 66

4.6.1 Perhitungan Karakteristik Aliran ... 66

4.6.2 Perhitungan Kedalaman Gerusan... 68

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... 76

5.1 Kesimpulan... 76

5.2 Saran ... 77

DAFTAR PUSTAKA ... xvii

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Skema Klasifikasi Aliran... 8

Gambar 2.2 Mekanisme Gerusan Akibat Pola Aliran Air di Sekitar Abutmen... 12

Gambar 2.3 Hubungan Kedalaman Gerusan dengan Waktu... 14

Gambar 2.4 Hubungan Kedalaman Gerusan dengan Kecepatan Geser ... 14

Gambar 2.5 Hubungan Kedalaman Gerusan dengan Kecepatan Aliran... 15

Gambar 2.6 Hubungan Koefisien Aliran (Kd) dan Aliran Relatif (Yo/b) dengan Ukuran Relatif (b/d50)... 16

Gambar 2.7 Koefisien Simpangan Baku (Kσ) Fungsi Standar Geometri Ukuran Butiran... 17

Gambar 2.8 Hubungan η 3dengan θ... 26

Gambar 2.9 Diagram Shield, Hubungan Tegangan Geser Kritis dengan Bilangan Reynold... 31

Gambar 3.1 Alat Recirculating Sediment Flume... 34

Gambar 3.2 Tampak Atas Abutmen pada Flume... 35

Gambar 3.3 Hook and Point Gauge... 36

Gambar 3.4 Pintu Air... 36

Gambar 3.5 Model Abutmen Dinding Vertikal Tanpa Sayap dan Model Abutmen Dinding Vertikal dengan Sayap... 37

Gambar 3.6 Model 3D Abutmen Dinding Vertikal Tanpa Sayap dan Model Abutmen Dinding Vertikal dengan Sayap... 38

(11)

Gambar 3.8 Diagram Alur Penelitian... 42

Gambar 3.9 Diagram Alur Uji Laboratorium... 43

Gambar 4.1 Gradasi Sedimen... 46

Gambar 4.2 Data Hasil Penelitian dibuat dalam Format Excel (*.xls)... 48

Gambar 4.3 Tampilan Jendela Kerja Surfer... 49

Gambar 4.4 Tampilan Menu Worksheet... 49

Gambar 4.5 Tampilan Penyimpanan Data Worksheet dalam bentuk *.bln.. 49

Gambar 4.6 Tampilan New DataGrid... 50

Gambar 4.7 Tampilan Hasil Konversi dalam Bentuk .grd... 50

Gambar 4.8 Tampilan NewContour Map... 50

Gambar 4.9 Tampilan Contour dari Data .grd... 51

Gambar 4.10 Perkembangan Kedalaman Gerusan Terhadap Waktu... 52

Gambar 4.11 Titik Pengamatan pada Abutmen Dinding Vertikal Tanpa Sayap... 53

Gambar 4.12 Perkembangan Kedalaman Gerusan Terhadap Waktu... 54

Gambar 4.13 Titik Pengamatan pada Abutmen Dinding Vertikal dengan Sayap... 54

Gambar 4.14 Perkembangan Kedalaman Gerusan Maksimum Terhadap Waktu... 55

Gambar 4.15 Perkembangan Kedalaman Gerusan Maksimum Tiap Jenis Abutmen Terhadap Waktu pada saat t Puncak... 56

Gambar 4.16 Pola Koordinat Kontur... 58

(12)

Gambar 4.18 Isometri Pola Gerusan pada Abutmen Dinding Vertikal Tanpa

Sayap... 59

Gambar 4.19 Kontur Pola Gerusan pada Abutmen Dinding Vertikal dengan

Sayap... 62

Gambar 4.20 Isometri Pola Gerusan pada Abutmen Dinding Vertikal dengan

Sayap... 62

Gambar 4.21 Kedalaman Gerusan Maksimum pada Abutmen sebagai Fungsi

(13)

DAFTAR TABEL

Tabe1 2. 1 Koefisien Bentuk Abutmen………... 24

Tabe1 2. 2 Nilai η1dan n* untuk Berbagai Diameter Butiran Sedimen... 25

Tabe1 2. 3 Nilai η4 untuk Bentuk AbutmenTerhadap Gerusan... 26

Tabe1 4. 1 Analisa Gradasi Butiran... 45

Tabe1 4. 2 Karakteristik Aliran ... 47

Tabe1 4. 3 Kedalaman Gerusan pada saat Waktu Puncak... 56

Tabe1 4. 4 Kedalaman Gerusan Maksimum di Sekitar Abutmen sebagai Fungsi Variasi Bentuk... 64

(14)

DAFTAR NOTASI

K2 = Koefisien sudut embankment terhadap aliran

Ki = Faktor koreksi

Kd = Faktor ketinggian aliran

Kσ = Fungsi dari standar deviasi geometrik ukuran distribusi butiran

La = Panjang abutmen (m)

Q = Debit aliran (m3/s)

Qc = Debit aliran kritik (m3/s)

(15)

Re = Bilangan Reynolds

yme = Kedalaman gerusan maksimum pada saat setimbang (m)

(16)

η* = Eksponen, fungsi ukuran sedimen dan geometri halangan

η1 = Koefisien Garde – Raju untuk ukuran sedimen

η2 = Perbandingan ukuran pilar

η3 = Koefisien Garde – Raju untuk sudut datang

(17)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Data Hasil Uji Laboratorium Material Dasar.

Lampiran 2. Data Perkembangan Kedalaman Gerusan terhadap Waktu pada

Abutmen Dinding Vertikal Tanpa Sayap.

Lampiran 3. Data Perkembangan Kedalaman Gerusan terhadap Waktu pada

Abutmen Dinding Vertikal dengan Sayap.

Lampiran 4. Hasil Gerusan pada Abutmen Dinding Vertikal Tanpa Sayap.

Lampiran 5. Hasil Gerusan pada Abutmen Dinding Vertikal dengan Sayap.

Referensi

Dokumen terkait

1 sampai 8 pada abutmen wing-wall terlihat kecenderungan dari posisi titik 1 di hulu hingga posisi 9 titik di hilir menunjukkan kedalaman gerusan semakin