Ilham Amir Arsyad Teori Antropologi
A. Gagasan Awal Neo-Evolusionis Gagasan awal neo-evolusionis menggunakan analisis konteks historis dalam membedah masyarakat tradisional dan modern, teori ini menyatakan masyarakat modern lambat laun akan terjadi dari tahap tradisional melalui proses diferensiasi sosial. Misalnya, dalam masyarakat tradisional fungsi politik, ekonomi, dan pendidikan dijalankan dibawah satu institusi saja, sedangkan didalam masyarakat modern antara struktur sosial dan organisasi harus dipisahkan untuk menjalankan fungsi politik, ekonomi, dan pendidikan. Secara singkatnya, masyarakat merubah struktur masyarakat sederhana menjadi lebih kompleks dengan adanya diferensiasi kerja. Disebut neo-evolusionisme dikarenakan teori ini menentang pandangan teori evolusionisme yang menyatakan bahwa masyarakat tradisional akan berkembang dengan satu arah (unilinear) menuju masyarakat modern. Para ahli neo-evolusionisme beranggapan banyak jalur yang dapat ditempuh untuk menuju masyarakat modern seperti jalan kapitalis melalui demokrasi plural yang terjadi di Amerika Serikat. Pada tahun 1950an dan 1960an, teori-teori para fungsionalis seperti modernisasi dan neo-evolusionisme sangat dominan, namun gerakan anti-imperialisme yang terjadi di Afrika, Asia, dan Amerika Latin mengangkat teori neo-Marxis untuk menentang dominasi Fungsionalis orthodox.
Berbeda dengan Leslie White dan Gordon Childe yang menyambut evolusi dengan pemikiran yang menjadi kerangka neo-evolusi dengan asumsi universal evolution. Narroll hadir sebagai seorang tokoh yang menyusun index of social development (1956), yakni suatu usaha untuk menyusun daftar sementara dari unsur-unsur kebudayaan terperinci yang berevolusi dengan kecepatan yang berbeda-beda. Melalui analisis komparatif untuk mengukur kemajuan evolusi dari dua kebudayaan yang kemudian dikembangkan oleh Narroll. Adanya beberapa unsur-unsur kebudayaan yang melandasi Narroll untuk membandingkan atau memakai unsur tersebut sebagai indicator yang objektif kuantitatif. Dengan analisa seperti itu Narrol telah mencoba menyusun tingkat-tingkat perkembangan relative dari suatu sample yang terdiri dari 100 kebudayaan yang tersebar di semua benua dan daerah di dunia.