• Tidak ada hasil yang ditemukan

S MAT 1205055 Chapter3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S MAT 1205055 Chapter3"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

25 BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

penelitian kualitatif. Metode penelitian kualiatif adalah metode penelitian yang

digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya

adalah eksperimen) di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik

pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat

induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada

generalisasi. Obyek dalam penelitian kualitatif adalah ob yek yang alamiah, atau

natural setting, sehingga metode penelitian ini sering disebut sebagai metode

naturalistik. Obyek yang alamiah adalah obyek yang apa adanya, tidak

dimanipulasi oleh peneliti sehingga kondisi pada saat peneliti memasuki obyek,

setelah berada di obyek dan setelah keluar dari obyek relatif tidak berubah.

Kriteria data dalam penelitian kualitatif adalah data yang pasti. Data yang

pasti adalah data yang sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, bukan data yang

sekadar yang terlihat, terucap, tetapi data yang mengandung makna dibalik yang

terliat dan terucap tersebut. Untuk mendapatkan data yang pasti maka diperlukan

berbagai sumber data dan berbagai teknik pengumpulan data. Dalam peneltian

kualitatif, pengumpulan data tidak dipandu oleh teori, tetapi dipandu oleh

fakta-fakta yang ditemukan pada saat penelitian di lapangan. Oleh karena itu analisis data

yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta- fakta yang ditemukan dan

kemudian dapat dikontruksikan menjadi hipotesis atau teori. Analisis data dalam

penelitian kualitatif dilakukan sejak peneliti menyusun proposal, melaksanakan

pengumpulan data di lapangan, sampai peneliti mendapat seluruh data.

Menurut Bogdan anad Biklen (dalam Sugiyono, 2010) karakteristik

penelitian kualitatif adalah sebagai berikut.

1. Qualitative research has the natural setting as the direct source of data and

researcher is the key instrument.

(2)

3. Qualitative research are concerned with process rather than simply with outcomes or products.

4. Qualitative research tend to analyze their data inductively

5. Meaning is of essential to the qualitative approach.

Berdasarkan karakteristik tersebut dapat dikemukakan di sini bahwa

penelitian kualitatif itu:

1. Dilakukan pada kondisi yang alamiah, langsung ke sumber data dan peneliti

adalah instrumen kunci.

2. Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk

kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka.

3. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau

outcome.

4. Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif.

5. Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati).

Desain penelitian dari metode kualitatif terbagi atas tiga, meliputi grounded theory design, ethnography design, dan narrative design. Penelitian ini termasuk dalam desain penelitian ethnography atau etnografi. Creswell (dalam Nursyahida,

2013) mengemukakan bahwa “etnografi merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan studi terhadap budaya kelompok dalam

kondisi alamiah melalui proses observasi dan wawancara.”

Jadi metode kualitatif dengan desain etnografi yang digunakan dalam

penelitian ini berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan.

A. Desain Penelitian

Alangui (2010: 63) menjelaskan bahwa kerangka penelitian

ethnomathematics yang memfokuskan pada praktik budaya yang tidak biasa

dibangun dengan empat pertanyaan umum berikut ini:

1) Where to start looking (Di mana memulai pengamatan)?

2) How to look (Bagaimanakah cara mengamatinya)?

3) How to recognize that you have found something significant (Bagaimana untuk

mengenali sesuatu yang penting ditemukan)?

(3)
(4)

Caka Sunda dan

B. Lokasi dan Sampel Penelitian

Lokasi atau tempat penelitian ini dilaksanakan di Kampung Cireundeu,

kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Penentuan lokasi dan subject sample dalam penelitian kualitatif ini menggunakan purposive sampling (cara pengambilan sampel sumber data dengan

(5)

(dalam Ashri, 2014) bahwa penelitian kualitatif yang bertujuan dalam memilih

partisipan dan situasi sosial (setting) akan memilih purposive samples agar mendapatkan informasi yang maksimum dan pemahaman mendalam atas hal yang

dikaji. Peneliti akan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya untuk memilih

sampel penelitian dapat membantu peneliti untuk mendapatkan informasi yang

relevan mengenai topik atau setting (situasi sosial) yang diteliti. Selain itu,

purposive sampling sering digunakan dalam penelitan kualitatif, karena memudahkan peneliti dalam mendapatkan data yang diharapkan secara lengkap dan

akurat.

Pemilihan sampel dalam penelitian kaulitatif dapat ditetapkan semenjak

peneliti mulai memasuki lapangan dan selama penelitian be rlangsung, dengan

memilih orang tertentu yang dipertimbangkan akan memberikan data yang

diperlukan.

Subyek sampel penelitian ini merupakan sampel yang dipilih secara

purposive yang tergolong dalam jenis criterion sampling. Criterion sampling yaitu sampel yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Dalam penelitian ini, kriteria

yang diambil adalah pemahaman tentang sistem penanggalan Caka Sunda

masyarakat adat Kampung Cireundeu, sehingga sampel yang dianggap sesuai

adalah masyarakat adat Kampung Cireundeu yang dianggap kompeten.

C. Instrumen penelitian

Dalam penelitian kualitatif ini instrumen utamanya adalah peneliti sendiri,

namun selanjutnya setelah fokus penelitian menjadi jelas, maka kemungkinan akan

dikembangkan instrumen penelitian sederhana, berupa pedoman wawancara yang

diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang telah

ditemukan melalui studi pendahuluan. Peneliti sebagai instrumen dalam penelitian

ini melakukan beberapa hal, yaitu memilih narasumber yang tepat sebagai sumber

data, melakukan pengumpulan data dan analisis data kualitatif, dan yang terakhir

membuat kesimpulan secara kualitatif bagaimana perbedaan Kalender Caka Sunda,

Kalender Hijriyah, dan Kalender Masehi yang umum digunakan, menggambarkan

bagaimana penggunaan Kalender Caka Sunda dalam kehidupan sehari- hari sampai

pada menggambarkan bagaimana hubungan yang terjadi antara matematika dan

(6)

D. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan salah satu hal utama yang harus diperhatikan,

karena tujuan dari penelitian adalah mendapatkan data. Peneliti sebagai instrumen

dalam penelitian ini melakukan observasi, studi dokumentasi, dan wawancara.

Berikut akan dijelaskan lebih rinci mengenai teknik pengumpulan data yang akan

digunakan.

1. Observasi

Nasution (dalam Sugiyono, 2010) menyatakan bahwa observasi adalah

dasar semua pengetahuan. Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu

fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi.

Obyek penelitian yang diobservasi menurut Spradley (dalam Sugiyono,

2010) dinamakan status sosial yang terdiri atas tiga komponen yaitu,

1) Place, atau tempat di mana interaksi dalam situasi sosial sedang berlangsung.

2) Actor, pelaku atau orang-orang yang sedang memainkan peran tertentu.

3) Activity atau kegiatan yang dilakukan oleh actor dalam situasi sosial yang sedang berlangsung

Tiga elemen utama tersebut dapat diperluas, sehingga apa yang dapat kita

amati adalah:

1) Space : the physical place : ruang dalam aspek fisiknya.

2) Actor : the people involve : yaitu semua orang yang terlibat dalam situasi sosial.

3) Activity : a set of related acts people do : yaitu seperangkat kegiatan yang dilakukan orang.

4) Object : the physical things that are present : yaitu benda-benda yang terdapat di tempat itu.

5) Act : single actions that people do: yaitu perbuatan atau tindakan-tindakan tertentu.

6) Event : a set of related activities that people carry out, yaitu rangkaian

aktivitas yang dikerjakn orang-orang.

7) Time : the sequencing that takes place over time, yaitu urutan kegiatan.

(7)

9) Feeling : the emotion felt and expressed, emosi yang dirasakan dan diekspresikan oleh orang-orang.

Dalam melakukan observasi terdapat beberapa tahapan yang harus

ditempuh, Spradley (dalam Sugiyono, 2010) menyebutkan tiga tahapan observasi,

yaitu:

a. Observasi deskriptif

Observasi deskriptif dilakukan peneliti pada saat memasuki situasi sosial

tertentu sebagai obyek penelitian. Pada tahap ini peneliti belum membawa

masalah yang akan diteliti, maka peneliti melakukan penjelajah umum dan

menyeluruh, melakukan deskripsi terhadap semua yang dilihat, didengar dan

dirasakan. Semua data direkam, oleh karena itu hasil dari observasi ini

disimpulkan dalam keadaan yang belum tertata. Observasi tahap ini sering

disebut sebagai grand tour observation, dan peneliti menghasilkan kesimpulan

pertama.

b. Observasi terfokus

Pada tahap ini peneliti sudah melakukan mini tour observation, yaitu suatu observasi yang telah dipersempit untuk difokuskan pada aspek tertentu yang

selanjutnya menghasilkan kesimpulan kedua.

c. Observasi terseleksi

Pada tahap observasi ini peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan

sehingga datanya lebih rinci. Pada tahap ini peneliti telah menemukan

karakteristik, kontras-kontras/perbedaan dan kesamaan antar kategori, serta

menemukan hubungan antara satu kategori dengan kategori lain. Pada tahap ini

diharapkan peneliti telah dapat menemukan pemahaman yang mendalam atau

hipotesis.

2. Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti

ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus

diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal- hal dari responden yang

(8)

Wawancara atau interview didefinisikan oleh Esterberg (dalam Sugiyono, 2010) sebagai suatu pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui

tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu.

Manfaat dari wawancara ini adalah untuk mengetahui hal- hal yang lebih

mendalam tentang partisipan dalam menginterpretasikan situasi dan fenomena yang

terjadi, yang tidak bisa ditemukan melalui observasi. Seperti yang dikemukakan

oleh Susan Stainback (dalam Sugiyono, 2010) bahwa : interview provide the researcher a means to gain a deeper understanding of how the participant interpret a situation or phenomenon than can be gained through observation alon.

Dalam penelitian ini wawancara yang digunakan adalah wawancara tak

terstruktur. Menurut Esterberg (dalam Sugiyono, 2010), wawancara tak terstruktur

adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman

wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan

datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis- garis besar

permasalahan yang akan ditanyakan.

Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti

data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa

yang diceritakan oleh responden. Berdasarkan analisis terhadap setiap jawaban dari

responden tersebut, maka peneliti dapat mengajukan berbagai pertanyaan

berikutnya yang lebih terarah pada suatu tujuan.

Terdapat beberapa lngkah dalam melakukan wawancara, yaitu:

1) Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan

2) Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan

3) Mengawali atau membuka alur wawancara

4) Melangsungkan alur wawancara

5) Mengkonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya

6) Menuliskan hasil wawancara ke dalam catatan lapangan

7) Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh.

Dalam melakukan wawancara, Patton dan Molleong (dalam Sugiyono,

2010) menggolongkan enam jenis pertanyaan yang akan digunakan, yiatu:

1) Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman

(9)

3) Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan

4) Pertanyaan tentang pengetahuan

5) Pertanyaan yang berkenaan dengan indera

6) Pertanyaan berkaitan dengan Latar belakang atau demografi

Selain menyiapkan pedoman wawancara berupa daftar pertanyaan, terdapat

beberapa alat yang diperlukan dalam proses wawancara seperti buku catatan yang

berfungsi untuk mencatat semua percakapan dengan sumber data, tape recoder

yang berfungsi untuk merekam semua percakapan atau pembicaraan, dan kamera

untuk memotret ketika peneliti melakukan wawancara.

3. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu

(Sugiyono, 2010). Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya

monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan

harian, sejarah kehidupan, ceritera, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang

berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain- lain. Dokumen

yang berbentuk karya misalnya gambar, patung, film dan lain- lain. Studi dokumen

merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam

penelitian kualitatif.

Hasil penelitian akan lebih kredibel atau dipercaya apabila didukung

foto-foto atau karya tulis akademik dan seni yang telah ada. Tetapi perlu diperhatikan

bahwa tidak semua dokumen memiliki kredibilitas yang tinggi.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif ditujukan untuk menjawab

rumusan masalah dalam proposal. Dalam hal analisis data kualitatif, Bogdan

(dalam Sugiyono, 2010) menyatakan bahwa “Data analysis is the process of

systematically searching and arranging the interview transcripts, fieldnotes, and

other materials that you accumulate to increase your own understanding of them and to enable you to present what you have discovered to other.” Yang berarti analisis data adalah proses mencari dan menyususn secara sistematis data yang

diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga

(10)

Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam

unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting

dan akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceriterakan kepada

orang lain.

Menurut Sugiyono (2010: 89) analisis data kualitatif bersifat induktif, yaitu

suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi

hipotesis. Berdasarkan hipotesis yang dirumuskan berdasarkan data, selanjutnya

dicarikan data lagi secara berulang-ulang sehingga selanjutnya dapat disimpulkan

apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak berdasarkan data yang terkumpul.

Bila berdasarkan data yang dapat dikumpulkan secara berulang-ulang dengan

teknik triangulasi, ternyata hipotesis diterima, maka hipotesis tersebut berkembang

menjadi teori.

Dalam prosesnya, analisis data kualitatif dilakukan dari mulai sebelum

memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Seperti

yang dikemukakan Nasution (dalam Sugiyono, 2010) bahwa analisis telah dimulai

sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan

berlangung terus sampai penulisan hasil penelitian. Analisis data menjadi pegangan

bagi penelitian selanjutnya sampai jika mungkin, teori yang grounded. - Analisis Pra Lapangan

Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti

memasuki lapangan. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi penda huluan, atau

data sekunder, yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Namun

demikian fokus penelitian ini masih bersifat sementara, dan akan berkembang

setelah peneliti masuk dan selama di lapangan (Sugiyono, 2010).

- Analisis selama di lapangan model Miles and Huberman

Miles and Huberman (dalam Sugiyono, 2010) mengemukakan bahwa

aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung

secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam

(11)

1. Data reduction (reduksi data)

Sugiyono (2010: 92) berpendapat bahwa semakin lama peneliti ke lapangan,

maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu

segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti

merangkum, memilih hal- hal yang pokok, memfokuskan pada hal- hal yang penting,

dicari tema dan polanya. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan

memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk

melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.

Dalam penelitian ini, tahap reduksi dilakukan setelah pengumpulan data,

yakni observasi, studi dokumentasi, dan wawancara. Selanjutnya, peneliti

melakukan analisis data dengan mengidentifikasi adanya konsep/ide matematis

pada sistem penanggalan Caka Sunda dengan mendikusikan pada matematikawan,

yaitu dosen pembimbing dan rekan penelitian.

2. Data display (penyajian data)

Tahapan selanjutnya setelah mereduksi data adalah menyajikan data.

Menurut Sugiyono (2010: 95) pada penelitian kualitatif penyajian data bisa

dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart

dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles and Huberman (dalam Sugiyono, 2010)

menyatakan “the most frequent form of display data for qualitative research data

in the past has been narrative text.” Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan text yang bersifat naratif.

3. Conclusion Drawing/verification

Langkah terakhir dalam analisis data kualitatif menurut Miles and

Huberman (dalam Sugiyono, 2010) adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi.

Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah

bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap

pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada

tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti

kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan

(12)

Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat

menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga

tidak. Agar kesimpulan yang didapat tepat, maka perlu melakukan verifikasi selama

penelitian. Kesimpulan yang didapat adalah hasil dari analisis data di lapangan

terhadap pertanyaan penelitian.

F. Teknik pengujian keabsahan data

Uji keabsahan data dalam penelitian, sering hanya ditekankan pada uji

validitas dan reliabilitas. Sugiyono (2010: 119) menyatakan bahwa dalam

penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada

perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi

pada obyek yang diteliti.

Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan

reliabilitas dalam penelitian kualitatif. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan

paradigma dalam melihat realitas. Menurut penelitian kualitatif, suatu realitas itu

besifat majemuk/ganda, dinamis/selalu berubah, sehingga tidak ada yang konsisten,

dan berulang seperti semula.

Selain itu cara melaporkan penelitian bersifat individualistik, selalu berbeda

dari orang perorang. Tiap peneliti memberi laporan menurut bahasa dan jalan

pikiran sendiri. Demikian dalam pengumpulan data, pencatatan hasil observasi dan

wawancara terkandung unsur-unsur individualistik. Proses penelitian sendiri selalu

bersifat personalistik dan tidak ada dua peneliti akan menggunakan dua cara yang

persis sama.

Pengujian validitas dan reliabilitas dalam penelitian kualitatif meliputi uji

kredibilitas, uji transferability, uji dependability, dan uji konfirmability. 1. Uji Kredibilitas

Uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian

kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan

ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis

kasus negatif, dan member check.

a. Perpanjangan pengamatan

Dengan perpanjangan pengamatan berarti peneliti kembali ke lapangan,

(13)

maupun yang baru. Dengan perpanjangan pengamatan ini berarti hubungan peneliti

dengan nara sumber akan semakin terbenuk rapport, semakin akrab (tidak ada jarak lagi), semakin terbuka, saling mempercayai sehingga tidak ada informasi yang

disembunyikan lagi. Bila telah terbentuk rapport, maka telah terjadi kewajaran

dalam penelitian, di mana kehadiran peneliti tidak lagi mengganggu perilaku yang

dipelajari.

Peneliti akan melakukan perpanjangan pengamatan dengan kembali lagi ke

Kampung Cireundeu pada April 2016 untuk mengecek kebenaran data yang didapat

pada studi pendahuluan.

b. Meningkatkan ketekunan

Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih

cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut maka kepastian data dan

urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis.

Sebagai bekal peneliti untuk meningkatkan ketekunan adalah dengan cara

membaca berbagai referensi buku maupun hasil penelitian atau

dokumentasi-dokumentasi yang terkait dengan temuan yang diteliti. Dengan membaca ini maka

wawasan peneliti akan semakin luas dan tajam, sehingga dapat digunakan untuk

memeriksa data yang ditemukan itu benar/dipercaya atau tidak.

c. Triangulasi

Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan

data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan

demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan

waktu.

1) Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara

mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.

2) Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara

mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.

(14)

Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan

dengan teknik wawancara di pagi hari pda saat nara sumber masih segar, belum

banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel.

Untuk menguji kredibiltas data, peneliti melakukan triangulasi waktu

dengan cara melakukan penelitian lanjutan pada April 2016.

d. Menggunakan bahan referensi

Yang dimaksud dengan bahan referensi di sini adalah adanya pendukung

untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Sebagai contoh, data

hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara. Data tentang

interaksi manusia, atau gambaran suatu keadaan perlu didukung oleh foto- foto.

Alat-alat bantu perekam data dalam penelitian kualitatif, seperti kamera, handycam, alat rekam suara sangat diperlukan untuk mendukung kredibilitas data yang telah

ditemukan oleh peneliti. Peneliti melengkapi data-data yang dikemukakan dengan

foto-foto atau dokumen autentik, sehingga menjadi lebih dapat dipercaya.

e. Mengadakan member check

Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. Tujuan member check adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh susuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data.

Pelaksanaan member check dapat dilakukan setelah satu periode pengumpulan data selesai, atau setelah mendapat suatu temuan, atau kesimpulan.

2. Uji Transferability

Transferability merupakan validitas eksternal dalam penelitian kuantitatif. Validitas eksternal menunjukkan derajat ketepatan atau dapat diterapkannya hasil

penelitian ke populasi di mana sampel tersebut diambil.

Nilai transfer ini berkenaan dengan pertanyaan, hingga mana hasil

penelitian dapat diterapkan atau digunakan dalam situasi lain. Bagi peneliti

naturalistic, nilai transfer bergantung pada pemakai, hingga manakah hasil

penelitian tersebut dapat digunakan dalam konteks dan situasi sosial lain. Peneliti

sendiri tidak menjamin “validitas eksternal” ini.

Oleh karena itu, supaya orang lain dapat memahami hasil penelitian

(15)

maka peneliti membuat laporandalam bentuk skripsi secara rinci, jelas, sistematis,

dan dapat dipercaya. Dengan demikian maka pembaca menjadi jelas atas hasil

penelitian tersebut, sehingga dapat memutuskan dapat atau tidaknya untuk

mengaplikasikan hasil penelitian tersebut di tempat lain.

3. Uji dependability

Dalam penelitian kualitatif, uji dependability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Caranya dilakukan oleh auditor yang

independen, atau pembimbing untuk mengaudit keseluruhan aktivitas peneliti

dalam melakukan penelitian. Bagaimana peneliti mulai menentukan masalah/fokus,

memasuki lapangan, menentukan sumber data, sampai membuat kesimpulan harus

dapat ditunjukkan oleh peneliti. Oleh karena itu, peneliti melakukan bimbingan

dengan dosen pembimbing sebagai proses uji dependability.

4. Uji Konfirmability

Dalam penelitian kualitatif, uji konfirmability mirip dengan uji

dependability, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. Menguji

konfirmability berarti menguji hasi penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang

dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar konfirmability. Peneliti

melakukan uji konfirmability bersamaan dengan uji dependability yaitu dengan melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing.

G. Prosedur penelitian

Penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu:

1. Tahap penelitian pendahuluan

Penelitian pendahuluan dilakukan di lapangan dan di luar lapangan. Pada

tahap ini, peneliti memulai dengan studi literatur, merumuskan masalah umum

penelitian pendahuluan, tujuan umum, yang kemudian dilanjutkan dengan

melakukan penelitian pendahuluan ke lapangan.

2. Tahap persiapan

Pada tahap ini, peneliti mengidentifikasi masalah dan informasi hasil

penelitian pendahuluan, serta melakukan analisis data hasil penelitian pendahuluan.

(16)

tujuan penelitian. Setelah masalah dan tujuan penelitian ditentukan, peneliti

menyiapkan instrumen, melakukan studi literatur, studi dokumentasi, diskusi

dengan pembimbing dan anggota tim penelitian, dan validasi instrumen.

3. Tahap pelaksanaan

Pada tahap ini, peneliti melakukan penelitian dengan cara mengumpulkan

data dari lapangan. Kegiatan pada tahap ini meliputi: memilih subjek penelitian

yang sesuai kriteria, melakukan penelitian dengan mengumpulkan data dalam

bentuk catatan lapangan, jurnal harian, audio record, video dan foto hasil dari proses observasi dan wawancara.

4. Tahap penyelesaian

Pada tahap ini, peneliti menuangkan hasil penelitiannya ke dalam bentuk

karya ilmiah berupa skripsi dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Pengumpulan data hasil penelitian.

b. Pengolahan data hasil penelitian.

c. Analisis data hasil penelitian

d. Pengujian keabsahan data

e. Penyimpulan data hasil penelitian

f. Penulisan laporan hasil penelitian.

H. Penelitian yang relevan

Sebagai bahan pertimbangan, penulis merangkum beberapa stud i yang

relevan, yaitu sebagai berikut:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Adhina Mentari Ashri dengan judul

Ethnomathematics Sebagai Suatu Kajian Dalam Mengungkap Ide Matematis

Pada Sistem Penanggalan Masyarakat Kampung Naga” pada tahun 2014. Hasil

dari penelitian tersebut menunjukkan adanya ide-ide matematis terkait dengan

kehidupan berbudaya masyarakat Kampung Naga termasuk wilayah Desa

Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam

menjalani kehidupan sehari- hari khususnya dalam model penanggalan khusus

yang dimiliki oleh masyarakat Kampung Naga.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Friska Budisari pada tahun 2014 yang berjudul

(17)

Di Ciamis Jawa Barat”. Penelitian ini dilakukan pada aktivitas budaya

masyarakat adat di Kampung Kuta di wilayah Desa Karangpaninggal,

Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Hasil dari

penelitian tersebut, yakni adanya ide- ide matematis terkait dengan kehidupan

berbudaya masyarakat khususnya dalam menentukan hari- hari baik yang

digunakan untuk beraktivitas.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Alfi Syahrin pada tahun 2015 yang

berjudul “Study Ethnomathematics Pada Kalender Aboge (Alif, Rebo, Wage)

Sebagai Penentu Waktu Hari-Hari Besar Islam Dan Upacara Adat Di Keraton

Kasepuhan Cirebon”. Penelitian ini dilakukan pada aktivitas budaya di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat. Hasil dari penelitian tersebut, yakni adanya

ide-ide matematis terkait dengan kehidupan berbudaya masyarakat khususnya

Referensi

Dokumen terkait

Dengan hadirnya layanan repositori institusi di UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang melayankan koleksi digital local content diharapkan dapat memenuhi

Pertanahan Nasional dalam proses pelaksanaan reforma agraria dikarenakan kegiatan PRONA bersifat secara masal maka tujuan yang akan dicapai adalah pelayanan

Terima kasih kepada Tuhan Yesus, atas berkat dan limpahan kasihNYa sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini dengan baik sehingga terbentuklah

K/L akan melakukan penyempurnaan Rancangan Renja K/L 2014 berdasarkan bahan masukan yang telah disepakati di dalam Ratek/Rakernis Tahun 2013 untuk kemudian disampaikan

Hal ini disebabkan perusahaan dengan struktur aktiva tinggi mempunyai dana internal yang besar, sehingga perusahaan tersebut akan lebih menggunakan dana internalnya

daan n like like diss dissolv olve e like like. Ke*#laran meru*akan karakteristik yang ada *ada setia* *elarut,tia*.  Like  Like dissolve dissolve like like   meru*akan

Dengan penulisan mengenai tokoh yang teleh berjaung, diharapkan masyarakat dapat mengetahui dan menghormati bagaimana usaha yang telah ditempuh oleh para pejuang dalam

Pengendalian intern dalam pemungutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan ini berperan penting sebagai sarana evaluasi terhadap sistem dan prosedur yang