1
SISTEMATIKA
PENULISAN DAN REDAKTUR
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
STKIP MUHAMMADIYAH SORONG
SISTEMATIKA
PENULISAN DAN REDAKTUR
BIOLEARNING JOURNAL
2
PANDUAN PENULISAN JURNAL DAN PROSIDING
1.1 PENDAHULUAN
Jurnal ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review (penelaahan sejawat).
Terdapat berbagai jurnal ilmiah yang mencakup semua bidang ilmu, juga ilmu sosial dan humaniora. Penerbitan dalam bentuk artikel ilmiah biasanya lebih penting untuk bidang ilmu pengetahuan alam maupun kedokteran dibandingkan dengan bidang akademik lain. Suatu jurnal ilmiah dapat dilakukan peer review.
Peer review / penelaahan sejawat atau penilaian sejawat (bahasa Inggris:
peer review) adalah suatu proses pemeriksaan atau penelitian suatu karya atau ide pengarang ilmiah oleh pakar lain di bidang tersebut. Orang yang melakukan penelaahan ini disebut penelaah sejawat atau mitra bestari (peer reviewer). Proses ini dilakukan terutama oleh editor atau penyunting untuk memilih dan menyaring manuskrip yang dikirim, dan juga oleh badan pemberi dana, untuk memutuskan pemberian dana bantuan. Penilaian sejawat bertujuan untuk membuat pengarang memenuhi standar disiplin ilmu mereka, dan standar keilmuan pada umumnya. Publikasi dan penghargaan yang tidak melalui penilaian sejawat kemungkinan akan dicurigai oleh akademisi dan profesional pada berbagai bidang. Bahkan jurnal ilmiah kadang ditemukan mengandung kesalahan, fraud (penipuan), dan berbagai jenis cacat lainnya yang dapat mengurangi reputasi mereka sebagai penerbit ilmiah yang tepercaya.
Jurnal dan prosiding merupakan suatu laporan hasil penelitian atau kajian keilmuan dari suatu permasalahan yang dipublikasikan ke masyarakat umum. Prosiding adalah laporan hasil penelitian atau kajian ilmiah dari suatu permasalahan yang akan dipublikasikan lewat seminar oral.
1.2 SISTEMATIKA PENULISAN 1.2.1 Isi jurnal/prosiding
Jurnal/prosiding hendaknya dibuat secara realistis, komprehensif dan terperinci yang berisi hal-hal berikut ini: Identitas jurnal, nomor regristrasi jurnal, volume terbitan, judul, nama penulis, institusi penulis, alamat elektronik penulis, abstrak (bahasa Indonesia), abstract (bahasa Inggris), pendahuluan, metodologi, pembahasan, kesimpulan dan daftar pustaka.
1.2.1.1 Judul jurnal/prosiding
Suatu judul jurnal/prosiding, selain harus bersifat khas untuk meningkatkan daya tarik pembaca, juga harus singkat dan mampu menggambarkan keseluruhan isi artikel tersebut. Judul jurnal/prosiding hendaknya singkat, jelas, dan menggambarkan tema pokok. Disarankan suatu judul tidak lebih dari 12 kata dalam bahasa Indonesia, 8 kata dalam bahasa Jerman, dan 10
3
kata dalam bahasa Inggris. Judul yang terlalu panjang sering kali mengaburkan makna isi artikel, apalagi pada judul tersebut terdapat kata-kata klise seperti
penelaahan, studi, pengaruh dan lain-lain. Hindari penggunaan kata-kata yang
rendah bobot ilmiahnya. Judul yang terlalu panjang dapat dihindari dengan tetap mempertahankan kejelasan makna judul, maka sebaiknya dibuatkan sub-judul. Judul jurnal/prosiding ilmu-ilmu sosial sedapat mungkin dirumuskan dalam kalimat-kalimat relasional dan menghindari kalimat-kalimat yang mengandung kausalitas. Penulisan judul disarankan untuk menonjolkan kata kunci dan diianjurkan untuk menempatkan kata kunci yang paling penting dan khas di awal judul. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pelayanan penelusuran pustaka (literatur scanning service) yang sering kali menggunakan “sistem kata kunci” (key word sistem).
1.2.1.2 Nama penulis jurnal dan identitas penulis jurnal
Nama penulis jurnal ditulis senter, jika penulis lebih dari satu dan memiliki identitas yang berbeda maka dibagian nama penulis masing-masing diberi tanda dengan angka. Tanda angka yang dimaksud yakni merujuk pada identitas institusi penulis. Penulisan angka menggunakan fasilitas superscript yang ada di microsof office. Jika satu penulis memiliki lebih dari satu identitas institusi maka dibelakang nama penulis tersebut diberi angka lebih dari satu jenis angka (sesuai dengan urutan penulisan identitas institusi penulis itu sendiri). Penulisan nama penulis adalah nama asli tanpa disingkat dan tidak menyertakan gelar. Urutan penulisan nama penulis disesuaikan dengan kedudukan para penulis dalam penelitian tersebut. Jika penulis merupakan mahasiswa maka urutan penulisan naman di awali dari nama mahasiswa, dosen pembimbing 1, dosen pembimbing 2 dan seterusnya.
Penulisan identitas keberadaan penulis atau institusi penulis diurutkan sesuai dengan urutan nama penulis. Penulisan masing-masing institusi ditulis dalam satu baris. Penulisan identitas institusi penulis diawali dengan huruf penunjuk sesuai dengan penulisan huruf yang ada di bagian belakang nama masing-masing penulis. Penulisan angka depan institusi penulis menggunakan fasilitas superscript yang ada di microsof office. Contoh penulisan dapat dilihat pada contoh jurnal.
1.2.1.3 Penulisan alamat elektronik penulis
Alamat elektronik yang dimaksud adalah alamat email penulis yang aktif dan dapat dihubungi apa bila suatu kelak jurnalnya dibaca oleh pembaca dan pembaca memerlukan informasi lanjut, koreksi, saran atau complain atas apa yang ditulis dalam jurnal tersebut.
4
1.2.1.4 Uraian Singkat/Abstrak
Abstrak merupakan ringkasan keseluruhan penelitian yang meliputi latar
belakang, tujuan, metode, hasil dan simpulan dalam bentuk singkat dan jelas. Abstrak adalah uraian singkat berisi tentang hal-hal yang akan dikerjakan pada pelaksanaan penelitian. Jumlah kata dalam abstrak umumnya antara 100 dan 250 kata. Abstrak diakhiri dengan kata kunci. Abstrak ditempatkan pada bagian awal jurnal/prosiding. Penulisan abstrak yang baik perlu dipertimbangkan mengingat bagian ini merupakan bagian artikel yang dibaca setelah judul. Abstrak dalam bahasa inggris merupakan satu kemutlakan yang harus ada. Abstrak harus bersifat informatif dan deskriptif, artinya setiap informasi yang terkandung pada abstrak tersebut harus berdasarkan fakta. Dengan kata lain, sangat tidak diperkenankan untuk mencantumkan informasi yang tidak ada faktanya yang jelas dalam isi jurnal/prosiding pada suatu abstrak. Abstrak yang baik harus mengandung empat unsur: argumentasi logis perlunya dilakukan observasi atau penelitian untuk memecahkan masalah, tujuan, pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah (metode) dan ditambahkan tentang hasil yang dicapai dalam penelitian serta simpulan.
Kata kunci adalah kata-kata yang mengandung konsep pokok yang dibahas dalam artikel. Kata kunci dapat diambil dari thesaurus bidang ilmu masing-masing. Kata kunci walaupun sangat sederhana tapi penting dalam pengindekan artikel serta dapat membantu keteraksesan suatu tulisan ke pembaca melalui pemindaian komputer di internet. Bila seseorang ingin mencari suatu artikel dengan membaca kata kunci maka salah satu kata kunci yang Anda tuliskan dapat membuka jurnal/prosiding tersebut. Pilihlah kata kunci yang paling baik mewakili topik yang dibahas dalam artikel tersebut. Jumlah kata kunci bervariasi dari 3 sampai 5 kata-kata tunggal dan cara pengurutannya dari yang spesifik ke yang umum dan ditulis dalam suatu baris.
1.2.1.5 Pendahuluan
Pendahuluan berisi hal-hal yang mendorong atau hal-hal yang melatarbelakangi pentingnya dilakukan penelitian tersebut. Perujukan pustaka sangat perlu dalam pendahuluan. Pendahulaun dalam jurnal/prosiding sudah merupakan satu kesatuan dari komponen latar belakang, perumusan masalah batasan masalah, tujuan, dan relevansi atau manfaat yang diharapkan. Penulisan komponen-komponen dalam jurnal/prosiding tidak dipisahkan dalam sub-sub yang berbeda, melainkan gabungan dari semuanya. Penulisan komponen-komponen pendahuluan ditulis secara berurutan dan jelas.
1.2.1.6 Metodologi
Metodologi berisi bahan-bahan, peralatan, dan cara kerja serta teknik/proses pengerjaan. Yang dimaksud dengan bahan adalah: material, data,
5
dan hasil penelitian lain. Yang dimaksud peralatan: alat-alat uji laboratorium dan lapangan, perangkat keras dan lunak, teori dan persamaan, serta variabel. Yang dimaksud dengan proses adalah teknik pengumpulan dan analisis data, model pendekatan yang digunakan, rancangan penelitian, cara penafsiran dan pengumpulan hasil penelitian, ujicoba dan cara evaluasi, serta cara penyimpulan. Metodologi ini perlu dijelaskan tempat/lokasi pelaksanaan penelitian.
Metodologi juga memuat jumlah sampel dari populasi yang digunakan dengan menyebutkan pendekatan metode perhitungan atau perlakuan. Metode perhitungan atau perlakuan yang dimaksud adalah suatu pendekatan metode yang telah digunakan oleh peneliti terdahulu yang telah dianggap valid, terpercaya dan baik untuk digunakan.
1.2.1.7 Pembahasan.
Pembahasan adalah ungkapan hasil-hasil penelitian atau kajian-kajian ilmiah yang disertai dengan data-data yang valid. Pembahasan juga mengulas tentang hasil-hasil dari pelaksanaan metode. Selain itu, pembahasan mengkaji secara ilmiah dari hasil-hasil penelitian berdasarkan analisis ilmiah berdasarkan bidang ilmu masing-masing. Ulasan pembahasan diupayakan meruncing hingga menjawab dari tujuan pelaksanaan penelitian yang telah dilakukan.
Data yang ditampilkan dalam pembahasan merupakan data final setelah dilakukan proses analisis statistik, perhitungan matematis, atau data hasil instrumenasi yang mewakili duplo terbaik (bukan data mentah). Data yang berbentuk gambar sebagai bukti hasil diupayakan sejelas mungkin dan diberi penunjuk pada hal-hal tertentu jika itu diperlukan. Tampilan gambar hasil instrumenasi alat atau pembuktian keadaan dapat ditampilkan berwarna (full
colour).
Penulisan persamaan dalam pembahasan hanya untuk pembahasan yang menuntut pembuktian penurunan rumus atau kajian matematis penuh. Sedangkan, untuk persamaan yang merupakan teknik analisis atau perhitungan diungkap dalam sub metodologi.
1.2.1.8 Kesimpulan
Kesimpulan adalah hasil akhir dari pembahasan dan jawaban dari permasalahan dan tujuan penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan ditulis secara singkat dan padat serta memuat informasi dari suatu hasil penelitian.
1.2.1.9 Ucapan terima kasih/penghargaan.
Ucapan terima kasih atau penghargaan dapat dituliskan pada akhir jurnal/prosiding sebelum bagian daftar pustaka. Ucapan terima kasih atau penghargaan ditulis sesingkat mungkin dan ditujukan hanya kepada orang/badan yang betul-betul berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan penelitian sampai
6
terbentuknya jurnal. Ucapan terima kasih dan penghargaan pada umumnya hanya ditulis untuk satu atau dua pihak lain yang betul-betul signifikan dalam membantu penelitian.
1.2.1.10 Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah sekumpulan literatur pustaka yang telah dirujuk dalam penulisan jurnal/prosiding dan tercantum dalam isi jurnal/prosiding. Sedang, literatur yang tidak tercantum dalam isi jurnal/prosiding walau pun telah dirujuk pada saat melakukan penelitian maka tidak dicantumkan. Penulisan daftar pustaka mengikuti system penulisan ISO 690. Penulisan daftar pustaka menggunakan fasilitas references citations and bibliography yang ada dalam
Microsoft office.
1.3 FORMAT TULISAN
Pengetikan jurnal dan prosiding mengikuti ketentuan sebagai berikut:
1.3.1 Jenis dan ukuran kertas :
Kertas HVS ukuran A4 (210 mm x 297 mm) 80 gr.
1.3.2 Jarak spasi : 1.0 (satu koma nol)
Jarak spasi yang digunakan yakni 1.0 (satu koma nol).
1.3.3 Jarak tepi (margin) :
Tepi atas : 3.0 cm. Tepi bawah : 2.5 cm. Tepi kiri : 3.0 cm. Tepi kanan : 2.5 cm
1.3.4 Print out
Isi jurnal sampai dengan lampiran diketik tanpa bolak-balik (lembaran tunggal/satu lembar satu halaman). Isi jurnal ditulis dalam dua kolom (terkecuali abstrak dan sebelum abstrak).
1.3.5 Jenis huruf:
Jenis huruf adalah Times New Roman, Normal, ukuran 10 (khusus untuk judul dipakai ukuran 12), terkecuali pada penulisan-penulisan yang menggunakan bahasa atau jenis tulisan lain seperti tulisan Arab, China, Jepang, Thailand dan sebagainya. Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak diterjemahkan ditulis miring (italic).
Jurnal dan prosiding ditulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah penulisan ilmiah berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 46 Tahun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. (kecuali abstrak bahasa Inggris). Penulisan mengikuti pola SPO (subjek, predikat dan objek) dan diupayakan menggunakan kalimat pasif.
7
Rumus dan lambang matematika ditulis sesuai kaidah penulisan ilmiah yakni menggunakan fasilitas equation yang ada di Microsoft Office dengan tipe huruf Times New Roman menggunakan normal text. Tabel-tabel dan gambar-gambar, jika ada, sedapat mungkin juga disajikan pada kertas yang sama/halaman yang sama.
1.3.6 Nomor halaman.
Halaman diberi nomor urut dengan angka Arab, dimulai dengan angka 1 dan seterusnya hingga pada lembar lampiran. Nomor halaman ditulis di bawah (footer) sebelah tengah (center).
1.3.7 Tabel dan Gambar
Tabel-tabel diberi nomor urut pada setiap sub dengan angka Arab dengan ketentuan penulisan sebagai berikut: (1) Nomor terdiri dari 2 bagian, bagian pertama menunjukkan sub sedangkan bagian kedua menunjukkan nomor tabel (contoh: Tabel 2.1, Tabel 3.2, Tabel 3.3, dan sebagainya.). (2) Nomor dan Judul Tabel diletakkan di atas tabel dan kata tabel dengan angkanya ditulis tebal serta awal kalimat dimulai dengan huruf besar. (3) Tabel yang berasal dari penulis lain atau dari sumber lain maka harus dicantumkan sumber. Tulisan sumber diletakkan tepat dibawah tabel berjarak 1 spasi dari tabel. (4) Cantumkan sd atau se. (5) Cantumkan jumlah pengamatan. (6) Cantumkan superskrip untuk perbedaan statistik. (7) Kalau ada singkatan berikan penjelasan pada catatan kaki. (9) Tabel harus bisa berdiri sendiri tanpa harus membaca teks
Gambar-gambar diberi nomor urut pada setiap sub dengan angka Arab dengan ketentuan penulisan sebagai berikut: (1) Nomor terdiri dari 2 bagian, bagian pertama menunjukkan sub sedangkan bagian kedua menunjukkan nomor gambar. (contoh : Gambar 2.1, Gambar 3.2, Gambar 3.3 dan sebagainya). (2) Nomor dan Judul Gambar diletakkan di bawah gambar dan diatur sedemikian rupa sesuai dengan lebar atau besar gambar (center). (3) Tulisan Gambar dan angka penunjuk gambar ditulis tebal, sedangkan judul ditulus dengan normal teks. (3) Gambar adalah alat bantu penjelasan atau tampilan ungkapan yang dapat berupa gambar foto, gambar grafik, gambar keadaan atau imajinasi dan sejenisnya. (4) Gambar yang berasal dari penulis lain atau dari sumber lain maka harus dicantumkan sumber. Tulisan sumber diletakkan tepat dibawah gambar berjarak 1 spasi dari gambar. (5) Keterangan simbol-simbol yang digunakan dalam gambar sebaiknya dijelaskan dalam judul. (6) Gambar data berbentuk grafik dengan satuan yang sama gunakan satu sumbu x dan satu sumbu y. (7) Untuk data dengan satuan yang berbeda gunakan sumbu yang berbeda.
Tabel dan gambar merupakan satu kesatuan dengan teks yang lain maka buatlah kalimat yang mampu menghubungkan antara teks dengan tabel atau gambar.
8
1.3.8 Berbagai tingkatan judul sub dan penomorannya
Sub dan Judul sub: diketik tebal dengan bentuk huruf kecil (kecuali awal kalimat atau singkatan). Anak sub: ditulis mulai dari tepi sebelah kiri dan ditebalkan. Huruf pertama dari anak sub-judul ditulis dengan huruf besar (awal kalimat). Penomoran sub judul dan anak sub judul mengikuti pola penomoran gambar yakni ditulis dengan huruf Arab, di awali nomor Sub, anak sub, dan seterusnya. (contoh terdapat pada lampiran contoh).
1.3.9 Daftar Pustaka, Acuan dan Sumber Acuan.
Semua sumber pustaka yang diacu secara langsung harus dicantumkan. Cara menyebutkan sumber ialah dengan menuliskan angka di dalam kurung, contoh [1]. Kutipan yang diambil tidak secara langsung dari aslinya maka yang dituliskan adalah nama penulis asli dan penyunting ditulis dengan angka (contoh: Faqih [2] menyatakan bahwa pendidikan…..). Dalam contoh: Faqih adalah penulis pertama dan [2] adalah penyunting.
Jika sumber diletakkan pada awal kalimat maka penulisan penulis diluar tanda kurung dan diikuti dengan angka dalam kurung sebagai penunjuk literatur . Contoh; Arikunto [3] menyatakan bahwa pendidikan……
Sumber pustaka ditulis nama penulis bagian belakang tanpa gelar atau predikat atau status. Sumber acuan harus dari tulisan ilmiah nasional resmi atau internasional resmi, journal nasional atau internasional terakreditasi, buku (memiliki ISBN), tulisan ilmiah yang dipublikasikan lewat media internet (harus memiliki nomor DOI), situs resmi (situs Negara, pemerintah, akademik, badan resmi nasional atau internasional, perusahaan milik pemerintah, dan sejenisnya), media elektronik dan cetak resmi, tabloid, manual atau brosur yang dikeluarkan oleh badan-badan resmi. Tulisan ilmiah nasional resmi, contoh: Perundang-undangan, peraturan, himbauan pemerintah dan sebagainya. Tulisan ilmiah internasional, contoh: Laporan PBB, laporan UNICEF, peraturan Bank Asia, dan lain sebagainya. Jurnal Nasional dan internasional terakreditasi, contoh: Elsevier, ACS, International Journal Of Special Education, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP) dan sebagainya. Journal nasional harus memiliki nomor ISSN. Jika journal masih belum memiliki nomor halaman atau tahun terbitan (karena journal yang dimaksud masih baru) maka perlu menuliskan nomor DOI. Situs Negara, pemerintah atau akademik serta badan resmi nasional atau internasional, contoh LIPI, PERTAMINA, PBB, UNICEF, UPI Bandung, UI Jakarta dan sebagainya.
Situs-situs internet resmi, contoh; www………go.id, www……..go.sin,
www…..ac.id, www……edu.us, www…….co.id, www…..co.mal dan
sebagainya. Situs-situs yang tidak diperbolehkan untuk di jadikan rujukan adalah situs-situs tidak resmi atau situs yang mengambil bahan tulisan dari penulis
9
lain seperti Wikipedia, blog, wordpress, atau www………com, dan sejenisnya. Tulisan-tulisan ilmiah yang dapat dijadikan rujukan bisa diambil di google
scholar.
1.4 Penulisan identitas jurnal
Identitas jurnal ditulis pada pojok kanan atas dengan menggunakan fasilitas
haeder yang ada dalam microsof office dan identitas perguruan tinggi ditulis
dipojok kiri bawah dengan menggunakan fasilitas footer yang ada di microsof
office. Penulisan identitas jurnal harus rata kanan.
1.4.1 Tulisan identitas jurnal
Identitas jurnal terdiri dari nama jurnal, nomor regristasi jurnal dan volume terbitan. Nama jurnal yakni BIOLEARNING JOURNAL. Nomor regristrasi jurnal yakni ISSN: 2406-8233; EISSN: 2406-8241 Volume terbitan yakni Vol. 3 Agustus 2015. Identitas perguruan tinggi yakni STKIP Muhammadiyah Sorong.
1.4.2 Jenis tulisan identitas jurnal
Tulisan nama jurnal ditulis dengan huruf Cooper Std Black font 11 bold
italic. Nomor regristrasi dan volume terbitan ditulis dengan huruf Calibri (Body) font 10 tanpa bold dan tegak, penulisan nomor regristrasi jurnal dan volume
terbitan merupakan tulisan dalam satu baris. Identitas perguruan tinggi ditulis dengan huruf Cooper Std Black font 8 bold italic ditulis rata samping kiri bawah. Contoh penulisan identitas jurnal
10
Contoh penulisan nama penulis dan identitas institusi penulis:
11
12