• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata al-syajar dalam al-qur'an: Studi Penafsiran al-t}abari dalam Kitab al-ja<mi' al-baya<n 'an Tawi<l A<y al-qur'a<n

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kata al-syajar dalam al-qur'an: Studi Penafsiran al-t}abari dalam Kitab al-ja<mi' al-baya<n 'an Tawi<l A<y al-qur'a<n"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Kata al-Syajar dalam al-Qur'an:

Studi Penafsiran al-T}abari dalam Kitab al-Ja<mi' al-Baya<n

'an Tawi<l A<y al-Qur'a<n

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana dalam Teologi Islam (S. Th. I) Strata Satu

Oleh:

Ali Mukti

04531593

JURUSAN TAFSIR DAN HADIS

FAKULTAS USHULUDDIN, STUDI AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA 2010

(2)
(3)
(4)
(5)

v

MOTTO

(6)

vi

PERSEMBAHAN

Untuk:

Kedua Orang Tuaku

Kakak-kakakku dan Adikku

Fakultas

Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam

Univeritas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

(7)

vii

ABSTRAK

al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril. al-Qur’an memiliki berbagai fungsi, di antaranya adalah sebagai mauiz{ah, syifa<’ al-Qalb, hu<dan, rah{ma<n, dan furqa<n. yang sangat berguna bagi manusia sebagai makhluk-Nya.

Dalam memahami pesan atau kandungan al-Qur’an dibutuhkan ilmu yang mengarah kepada pemahaman terhadap al-Qur’an sendiri. Adapun orang yang mencoba memahami akan kandungan makna al-Qur’an, kita menyebutnya dengan mufasir dan hasil pemahaman itu dapat tertuangkan dalam sebuah karya tulis yang disebut dengan tafsir. Adapun salah satu kitab tafsir yang ada adalah Ja<mi’ al-Baya<n 'an Tawi<l A<y al-Qur'a<n karya al-T{abari< yang mana kitab tafsir tersebut menggunakan metode tahli<li< yang memuat sumber bi al-ma’s|u<r dan bi al-ra’yu.

Allah menciptakan berbagai jenis makhluk yang ada di bumi, di antara salah satu ciptaan-Nya adalah pohon. Pohon merupakan salah satu dari jenis tanaman yang banyak macamnya. Ada yang berukuran kecil dan ada yang berukuran besar, ada yang berbuah dan ada yang tidak berbuah. Ada yang bercabang dan ada yang tidak bercabang.

Dalam bahasa Arab pohon diartikan dengan al-syajar. Yang mana memiliki pengertian yang berbeda-beda secara maknanya, dalam hal ini, penulis mengkaji maknanya secara hakiki yaitu sebagai sesuatu yang tumbuh dan berkembang yang mempunyai batang yang bercabang dan secara majazi yaitu memahami makna al-syajar yang diartikan bukan sebagai pohon yang berkayu tetapi bisa sebagai perumpamaan.

Untuk menganalisa kata al-syajar dalam tafsir al-T{abari< ini, penulis menggunakan metode deskrptif-analisis, yaitu penyelidikan yang menuturkan, menganalisis dan mengklasifikasi pemikiran al-T{abari< dalam karya tafsirnya. Adapun langkah yang diambil penulis adalah: pertama, menjelaskan gambaran tentang pohon secara umum dan yang terdapat dalam al-Qur’an, mengumpulkan kata al-syajar (pohon) dengan berbagai padanannya yang terdapat dalam 26 ayat, menjelaskan biografi dan karya al-T{abari<. Kedua, menganalisis kata syajara dan derivasinya menurut penafsiran T{abari< dalam Ja<mi’ Baya<n 'an Tawi<l A<y al-Qur'a<n dan mencari makna kata pohon tersebut menurut versi al-T{abari.

Akhirnya, dari penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa kata al-syajar (pohon) dalam kitab al-T{abari< berarti pohon yang bentuknya tegak dan berdiri di atas bumi atau tanah sehingga berkembang. Sementara korelasi antara al-syajar dengan al-naba<t, memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah bahwa keduanya sama-sama tumbuh di atas bumi dan sama-sama pula dapat menghasilkan buah dan dedaunan. Sedangkan perbedaannya adalah kalau kata al-syajar lebih khusus daripada kata al-naba<t, karena kata al-naba<t memiliki cangkupan makna yang umum dan luas, sedangkan kata al-syajar memiliki kekhususan sehingga menyebut salah satu jenis pohon, maka pohon itulah yang dimaksud.

(8)

viii

KATA PENGANTAR

ﻢﺴﺑ

ﷲا

ﻦﻤﺣﺮﻟا

ﻢﻴﺣﺮﻟا

نإ

ﺪﻤﺤﻟا

ﻩﺪﻤﺤﻧ

ﻴﻌﺘﺴﻧو

ﻪﻨ

ﻦﻡ

ﻩﺪﻬی

ﷲا

ﻼﻓ

ﻞﻀﻡ

ﻪﻟ

ﻦﻡو

ﻞﻠﻀی

ﻼﻓ

يدﺎه

ﻪﻟ

ﺪﻬﺷأو

نأ

ﻪﻟإ

ﻻإ

ﷲا

ﻩﺪﺣو

ﻚیﺮﺷ

ﻪﻟ

نأو

اﺪﻤﺤﻡ

ﻩﺪﺒﻋ

ﻪﻟﻮﺱرو

.

ﻢﻬﻠﻟا

ﻞﺻ

ﻰﻠﻋ

ﺪﻤﺤﻡ

ﻰﻠﻋو

لﺁ

ﺪﻤﺤﻡ

ﺎﻤآ

ﺖﻴﻠﺻ

ﻰﻠﻋ

ﻢﻴهاﺮﺑإ

و

ﻰﻠﻋ

لﺁ

ﻢﻴهاﺮﺑإ

كرﺎﺑو

ﻰﻠﻋ

ﺪﻤﺤﻡ

ﻰﻠﻋو

لﺁ

ﺪﻤﺤﻡ

ﺎﻤآ

ﺖآرﺎﺑ

ﻰﻠﻋ

ﻢﻴهاﺮﺑإ

و

ﻰﻠﻋ

لﺁ

ﻢﻴهاﺮﺑإ

ﻲﻓ

ﻴﻤﻟﺎﻌﻟا

ﻚﻧإ

ﺪﻴﻤﺣ

ﺪﻴﺠﻡ

.

ﺎﻡأ

ﺪﻌﺑ

.

Segala puji bagi Allah. Kami panjatkan puji pada-Nya, mohon pertolongan-Nya. Siapa yang diberi-Nya petunjuk tidak ada kesesatan baginya

dan siapa saja yang disesatkan-Nya, maka tidak ada pemberi petunjuk baginya.

Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan

Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, berilah rahmat kepada

Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi

rahmat Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim dan berilah karunia kepada

Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi

karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim di seluruh alam. Sesungguhnya

Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Amma> ba‘du.

Skripsi yang berjudul Kata Syajar dalam Qur'an: Studi Penafsiran al-T{abari< dalam kitab Ja<mi’ al-Baya<n ’an Tawi<l A<y al-Qur’a<n ini ditulis untuk tujuan formal akademis, memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi di

Program S1 jurusan Tafsir Hadis. Penelitian ini merupakan pengalaman

(9)

ix

Seperti karya tulis pada umumnya, banyak pihak yang terlibat, baik secara

langsung maupun tidak, telah memberi andil dalam penyelesaian tulisan ini. Oleh

karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Dr. Sekar Ayu Aryani M. Ag, sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin,

Studi Agama dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

2. Bapak Prof. Dr. Suryadi, MA., selaku Ketua Jurusan Tafsir Hadis UIN

Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang telah menyadarkan penulis untuk segera

mengerjakan skripsi.

3. Bapak Drs. H. M. Yusron. M. A., selaku penasehat akademik sekaligus

Pembimbing yang telah menasehati dan membimbing penulis dengan

penuh ketelatenan dan mencurahkan waktu untuk berdiskusi.

4. Bapak Moh. Hidayat Noor, S. Ag. M. Ag, selaku pembimbing yang telah

berkenan meluangkan waktunya untuk membimbing penyelesaian skripsi

ini.

5. Segenap Dosen Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam

yang memberi cakrawala dan pelangi keilmuan bagi penulis,

6. Segenap karyawan TU Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran

Islam yang telah memberikan bantuan dan layanan dalam proses

perkuliahan

7. Pemimpin dan Staf Perpustakaan Pusat UIN Sunan Kalijaga, terima kasih

atas pelayanan dan penyediaan buku-bukunya.

8. Kawan-kawan seperjuangan dalam Jurusan/Prodi Tafsir Hadis yang telah

(10)

x

9. Terima kasih kepada Pondok Pesantren al-Munawwir khusunya Komplek

L serta segenap Santri.

10. Terutama kepada Kedua Orang Tua penulis yang dengan sabar mendidik,

mengasah, mengasuh, mendo‘akan, mencerahkan dan mengarahkan

penulis untuk menjadi manusia berguna bagi agama dan bangsa Indonesia.

Kakak-kakakku dan Adikku yang memberikan perhatian dan nasihat serta

bantuan khususnya dalam mengerjakan skripsi.

Kepada mereka yang tidak sempat penulis sebutkan namanya satu per satu,

hanya maaf yang bisa penulis sampaikan. Semoga Allah memberi ganjaran

kebajikan kepada mereka semua, Amin.

Yogyakarta, 12 Agustus 2010 Penulis,

Ali Mukti 04531593

(11)

xi

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

Transliterasi kata-kata Arab yang dipakai dalam penyusunan Skripsi ini berpedoman pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 158/1987 dan 0543b/U/1987.

A. Konsonan Tunggal Huruf

Arab Nama Huruf Latin Nama

ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع Alif ba’ ta’ sa’ jim ha’ kha dal żal ra’ zai sin syin sad dad ta za ‘ain Tidak dilambangkan b t s\ j h kh d z r z s sy s d t z ‘ Tidak dilambangkan be te

es (dengan titik di atas) je

ha (dengan titik di bawah) ka dan ha

de

zet (dengan titik di atas) er

zet es es dan ye

es (dengan titik di bawah) de (dengan titik di bawah) te (dengan titik di bawah) zet (dengan titik di bawah)

(12)

xii غ ف ق ك ل م ن و ء ي gain fa qaf kaf lam mim nun waw ha’ hamzah ya g f q k l m n w h ' y ge ef qi ka ‘el ‘em ‘en w ha apostrof ye

B. Konsonan Rangkap Karena Syaddah ditulis Rangkap ةدﺪﻌﺘﻣ ةّﺪﻋ ditulis ditulis Muta'addidah ‘iddah

C. Ta’ marbutah di Akhir Kata ditulis h ﺔﻤﻜﺣ ﺔﻠﻋ ءﺎﻴﻟوﻷا ﺔﻣاﺮآ ﺮﻄﻔﻟا ةﺎآز ditulis ditulis ditulis ditulis Hikmah 'illah Karāmah al-auliyā' Zakāh al-fitri D. Vokal Pendek __ َ ___ ﻞﻌﻓ _____ ِ fathah kasrah ditulis ditulis ditulis a fa'ala i

(13)

xiii ﺮآذ __ُ ___ ﺐهﺬﻳ dammah ditulis ditulis ditulis żukira u yażhabu E. Vokal Panjang 1. 2. 3. 4. Fathah + alif ﺔﻴﻠهﺎﺟ

Fathah + ya’ mati ﻰﺴﻨﺗ

Kasrah + ya’ mati ﻢیﺮآ

Dammah + wawu mati ضوﺮﻓ ditulis ditulis ditulis ditulis ditulis ditulis ditulis ditulis ā jāhiliyyah ā tansā i karim ū furūd F. Vokal Rangkap 1. 2.

Fathah + ya’ mati ﻢﻜﻨﻴﺑ

Fathah + wawu mati لﻮﻗ ditulis ditulis ditulis ditulis ai bainakum au qaul

G. Vokal Pendek yang Berurutan dalam Satu Kata dipisahkan dengan Apostrof ﻢﺘﻧاا تّﺪﻋا ﻢﺗﺮﻜﺷ ﻦﺌ ditulis ditulis ditulis a’antum u’iddat la’in syakartum

(14)

xiv

H. Kata Sandang Alif + Lam

Diikuti huruf Qamariyyah maupun Syamsiyyah ditulis dengan menggunakan huruf "al". ناﺮﻘﻟا سﺎﻴﻘﻟا ءﺎﻤﺴﻟا ﺲﻤﺸﻟا ditulis ditulis ditulis ditulis al-Qur’ān al-Qiyās al-Samā’ al-Syam

I. Penulisan Kata-kata dalam Rangkaian Kalimat

Ditulis menurut penulisannya.

ضوﺮﻔﻟا ىوذ ﺔﻨﺴﻟا ﻞها ditulis ditulis żawi al-furūd ahl al-sunnah

(15)

xv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN... ii

HALAMAN SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI………. iii

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI... iv

HALAMAN MOTTO ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN ……….. ix

DAFTAR ISI ………. xv

BAB I PENDAHULUAN………... 1

A. Latar Belakang Masalah ……….. 1

B. Rumusan Masalah ……… 5

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ……… 5

D. Tinjauan Pustaka ……….……… 6

E. Metode Penelitian ...……… 7

F. Sistematika Pembahasan…………...……….. 9

BAB II Al-T{ABARI< DAN KITAB JAMI' Al-BAYAN ‘AN TA'WIL AY< Al-QUR'A<N……… 11

A. Setting Historis-Biografis al-T{abari<.………... 11

1. Potret Kehidupan Awal... 11

2. Karir Intelektual... 13

3. Karya-karyanya... 18

B. Tafsir Ja<mi' al-Baya<n 'an Ta'wi<l A<<y al-Qur'a<<n…...……….. 21

1. Latar Belakang Penulisan... 21

2. Karakteristik Kitab... 25

3. Metode Penafsiran ..……….. 27 4. Komentar Ulama dan Kaum Intelektual akan

(16)

al-xvi

T{abari< dan Kitab Tafsirnya ……….. 31

BAB III PANDANGAN TENTANG KATA Al-SYAJAR…...………. 33

A. Kata al-Syajar Menurut Berbagai Pandangan ...………. 33

1. Menurut Ahli Bahasa... 33

2. Menurut Ahli Sastra... 35

3. Menurut Ilmuwan... 35

B. Kata al-Syajar dan Kata-kata yang Semakna dengannya dalam al-Qur'a<n……….……….……... 43

1. Macam-macam Kata al-Syajar dalam al-Qur'a<<<n... 43

2. Kata-kata yang Semakna dengan Kata al-Syajar dalam al-Qur'an... 49

BAB IV PENAFSIRAN Al-T{ABARI< TERHADAP KATA Al-SYAJAR DAN DERIVASINYA... 59

A. Penafsiran al-T{abari< Terhadap Kata al-Syajar dalam Ayat-ayat al-Qur'an... 59

B. Korelasi Antara al-Syajar dengan al-Nabat... 84

BAB IV PENUTUP... 86

A. Kesimpulan ... 86

B. Saran-saran... 87

DAFTAR PUSTAKA ... 88

(17)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Tumbuh-tumbuhan adalah segala yang hidup dan berbatang, berdaun,

berakar dan sebagainya. Sementara ilmuwan berkata bahwa tumbuhan

berkembang di bumi ini sejak lebih dari satu miliar tahun lalu yaitu sebelum

adanya hewan. Ia juga yang merupakan satu-satunya makhluk hidup yang

dapat membuat makanannya sendiri.1 Hal ini sebagai pengganti dari

keterbatasan gerak makhluk Ilahi. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam al-Hu<d [11] ayat 6:2

$tΒuρ

⎯ÏΒ

7π−/!#yŠ

’Îû

ÇÚö‘F{$#

ωÎ)

’n?tã

«!$#

$yγè%ø—Í‘

ÞΟn=÷ètƒuρ

$yδ§s)tFó¡ãΒ

$yγtãyŠöθtFó¡ãΒuρ

4

@≅ä.

’Îû

5=≈tGÅ2

&⎦⎫Î7•Β

∩∉∪

Artinya:

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh} mah}fud}).

Ayat di atas menggunakan kata da<bbah ketika menjelaskan jaminan rezeki Allah kepada manusia dan binatang. Makna dasar kata tersebut adalah

bergerak atau merangkak, pemilihan kata tersebut menegaskan bahwa rezeki

1

M. Quraish Shihab, Dia di Mana-Mana: Tangan Tuhan Dibalik Setiap Fenomena, (Jakarta: Lentera Hati, 2004), hlm. 324.

2

Q.S. al-Hud< [11]: 6.

(18)

2

yang dijamin oleh Allah itu menuntut setiap da<bbah untuk memfungsikan dirinya sebagaimana mestinya, yakni bergerak dan merangkak tidak tinggal

diam menanti rezeki yang disediakan oleh Allah SWT.3

Pohon mengeluarkan oksigen yang dihirup oleh binatang dan manusia,

sementara binatang dan manusia menghembuskan karbondioksida agar pohon

dapat mekar dan berbuah. Hal demikian menunjukkan kerja sama yang

harmonis antara makhluk Allah dan yang diatur oleh-Nya. Siang hari pohon

mengeluarkan oksigen dan pada waktu malam mengeluarkan karbondioksida.

Ini karena Allah menjadikan malam sebagai waktu istirahat untuk manusia,

dan ketika siang panas matahari yang menyengat dapat terasa sejuk jika kita

berada di bawah pohon.4

al-Qur’an mengajak manusia memperhatikan pohon yang hijau guna

menyadari betapa kuasa-Nya Allah.5 Kata al-syajar berasal dari bahasa Arab

yakni syajara-yasyjuru-syajran yang berarti pohon. Di sini penulis mengkaji

dengan obyek kajiannya adalah kitab tafsir Ja<mi’ Baya<n ‘an Ta’wi<l A<y al-Qur’a<n karya al-T{abari< (selanjutnya akan ditulis tafsir al-T{abari)< dan juga mengemukakan pendapat-pendapat ahli terkait pemaknaan karena terhadap

kata al-syajar dan derivasinya.

Adapun alasan-alasan yang mendasari penulis menjadikan al-T{abari<

sebagai bahan kajian adalah karena al-T{abari< seorang pemimpin para mufasir,

3

M. Quraish Shihab, Dia di Mana-Mana, hlm. 326. 4

M. Quraish Shihab, Dia di Mana-Mana, hlm. 326. 5

(19)

3

seorang multidisipliner yang tidak dimiliki ulama semasanya. Di samping itu,

beliau juga telah hafal al-Qur’an, mengetahui makna-maknanya serta paham

hukum-hukum yang ada di dalamnya. Mengetahui sunah dengan berbagai

aspeknya, mengetahui sejarah sahabat, tabi’in dan perjalanan umat manusia

lainnya.6

Dalam menafsirkan al-Qur’an, al-T{abari< menuturkan makna-makna

kata dalam terminologi bahasa Arab, menjelaskan struktur linguistiknya dan

melengkapi dengan penguat-penguat (syawa<hid) baik berupa syair maupun prosa. Di samping itu, beliau juga menuturkan riwayat-riwayat yang

diterimanya dari para sahabat dan generasi sesudahnya, dan juga

riwayat-riwayat yang diterimanya dari orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah

masuk Islam seperti Ka’a<b al-Akhba<r, Wahha<b Ibn Munabbih, ‘Abdullah Ibn

Sala<m dan Ibn Juraij. Terhadap riwayat-riwayat ini terkadang ia mengkritiknya dan terkadang pula ia membiarkannya. Kemudian beliau

menjelaskan penafsirannya sendiri tanpa mengikatnya kecuali bila

penafsirannya itu sudah pasti benar.7

Dalam hal ini al-Suyu<ti< berkomentar bahwa motivasi al-T{abari<

menamai kitabnya dengan tafsir Ja<mi’ al-Baya<n ‘an Ta’wi<l A<y al-Qur’a<n adalah untuk memperlihatkan bahwa kitab ini tidak hanya menyingkap

6

Jala<l al-Di<n as-Suyu<ti<, T{abaqa<t al-Mufassiri<<<n, (Beirut: al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1982), hlm. 82.

7 Namr, ‘Abd. al-Mu’i<<<n al-, Ilmu al-Tafsi<r Kaifa Nasya’a Tanawaara ila< Asrina al-Hadir, (Beirut: Dar al Kitab al-Lubnani, 1985), hlm. 120.

(20)

4

makna-makna lafaz al-Qur’an, tetapi juga disertai analisis kalimatnya, tersirat

di dalamnya dan analisis linguistiknya.8

Tafsir al-T{abari< adalah sebuah tafsir klasik yang tidak hanya dikenal

pada masanya, namun juga banyak digunakan sebagai rujukan sampai saat ini.

Tafsir tersebut lebih banyak menunjukkan riwayat tanpa mengabaikan kajian

bahasa di dalamnya. Selain itu, kemampuan intelektual dari penulisnya

memberikan masukan yang cukup berarti bagi para pengkajinya. Oleh karena

itu, tidak berlebihan jika Imam al-Nawa<wi berkata “umat telah sepakat bahwa

belum pernah disusun sebuah tafsir yang sama dengan tafsir al-T{abari<.9

Di samping menggunakan gaya bahwa tertentu, al-T{abari< juga

menggunakan metode (manha<j) dan orientasi (ittija<h) tertentu. Tafsir ini menggunakan metode tahli<li karena menafsirkan ayat berdasarkan susunan mushaf, sedangkan orientasi yang digunakannya adalah gabungan antara

penafsiran bi al-ma’s|u<r dengan penafsiran bi al-ra’yi.10

Keistimewaan lain yang dimiliki tafsir al-T{abari< yang tidak dimiliki

tafsir lain adalah penggunaan kata ta’wi<l pada saat mulai mengungkapkan pendekatan sendiri tentang penafsiran ayat-ayat tertentu. Tampaknya al-T{abari<

8

Muhammad Bakr Ismail, Ibn Jari<r al-T{abari< wa Manhaju fi< Tafsi<r, (Kairo, Dar

al-Manar, 1991), hlm. 34-35. 9

Jala<l al-Di<n as-Suyu<ti, al-Itqa<n fi< 'Ulu<m al-Qur’an, (Beirut al-Fikri, 1974), jilid II, hlm. 190.

10

(21)

5

menggunakan kata tersebut dalam pengertian tafsir sebagaimana umatnya

yang digunakan oleh para mufasir lainnya.11

Dari latar belakang masalah di atas penulis ingin melakukan kajian dan

analisa untuk memperoleh makna yang lebih mendalam tentang al-syajar

menurut penafsiran al-T{abari< dan pandangan umum terhadap makna al-syajar.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut untuk mempermudah kajian dan agar

penelitian yang dilakukan terarah pada suatu obyek, sehingga menghasilkan

akhir yang komprehensif dan integral serta relatif mudah dipahami dan dapat

mempresentasikan pemikiran penulis, maka penulis merumuskan

pokok-pokok permasalahan sebagai berikut:

1. Apa makna dan fungsi al-syajar secara umum dan derivasinya menurut

penafsiran al-T{abari<?

2. Bagaimana korelasi antara al-syajar dan al-naba<t?

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Dalam penelitian ini penulis mempunyai tujuan sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui dan memahami al-syajar dan term yang semakna

dengannya berdasarkan pemahaman umum yang berkembang dan menurut

al-T{abari<.

11

(22)

6

2. Untuk mengetahui korelasi antara syajar dan naba<t menurut al-T{abari<.

Sedangkan kegunaan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah :

1. Penelitian ini dilakukan guna memberikan pengetahuan dan pemahaman

yang lebih mendalam tentang makna al-syajar dan urgensitasnya.

2. Penelitian ini juga merupakan sumbangan dalam bidang pengembangan

ilmu keislaman terutama bidang tafsir dengan harapan dapat

disosialisasikan kepada masyarakat, baik akademik maupun umum.

D. Tinjauan Pustaka

Pembahasan mengenai tema al-syajar sebenarnya telah ada beberapa

penafsir dan sarjana yang sudah mengkajinya. Namun, dalam penelitian ini

penulis menganalisis dari hal yang berbeda dari kajian-kajian yang

sebelumnya.

M. Quraish Shihab dalam bukunya Dia di Mana-Mana: Tangan Tuhan

Dibalik Setiap Fenomena menjelaskan bahwa Allah menciptakan pohon yang hijau dan mengandung air lalu dia menjadikan kayu itu kering sehingga

manusia dapat menjadikannya kayu bakar dan bahkan dapat memperoleh api

menggesek-gesekkannya jika dari suatu yang basah Allah menjadikannya

kering, maka sebaliknya pun demikian.12

Selain itu terdapat karya yang berkaitan dengan al-T{abari< dan

tafsirnya. Di antaranya adalah Muhammad Yusuf. “Ja>mi‘ al-Baya>n fi> Tafsi>r

12

(23)

7

al-Qur’a>n Karya Ibn jari>r al-T{abari>”, dalam buku Studi Kitab Tafsir: Menyuarakan Teks yang Bisu dimana dalam buku ini menjelaskan setting historis biografi al-T{abari< dan kitabnya serta beberapa komentar mengenai

keduanya..13

Muhammad Bakr Is’mai<l dengan kitabnya Ibn Jari<<r al-T{abari< wa Manhajuhu fi< Tafsi<r juga memaparkan secara lebih jauh tentang tipe-tipe penafsiran al-T{abari< termasuk teknik-teknik penafsiran dalam tafsirnya.14

Di samping itu, terdapat beberapa tulisan yang terkait dengan tema

dalam penelitian ini yang berbentuk skripsi penafsiran ‘Aql menurut al-T{abari< yang memfokuskan tentang akal dalam arti pemahaman rasio yang di

dalamnya tidak terkandung unsur-unsur nilai etika. Sedangkan akal dalam

al-Qur’an menurut al-T{abari< mengandung unsur-unsur nilai yang mengikat bagi

pemiliknya.15

E. Metode Penelitian

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan penelitian

pustaka (Library Research) yaitu penelitian yang sumber datanya adalah

kepustakaan dan literatur lainnya.

13 Muhammad Yusuf, “Ja>mi‘ al-Baya>n fi> Tafsi>r al-Qur’a>n Karya Ibn Jari>r al-T{abari>”, dalam Ahmad Rofiq (ed.). Studi Kitab Tafsir. Yogyakarta: Teras dan TH Press, 2004. hlm. 19-42.

14 Ismail Muhammad Bakr, Ibn Jari<r al-T{abari<

, hlm. 7-8. 15

Maftuh Mubarak, Penafsiran ‘Aql Menurut al-T{abari< dalam Tafsir Ja<mi’ al-Baya<n ‘an Ta’wi<l A<y al-Qur’a<n, Skripsi. Yogyakarta: Fak. Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga, 2008, hlm. 34-35.

(24)

8

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Metode Pengumpulan Data

Seperti yang telah dikemukakan bahwa penelitian ini bersifat

kepustakaan (Library Research) maka dalam pengumpulan data penulis

membagi sumber menjadi dua bagian, yaitu:

a. Sumber data primer (primary resources) yang mencakup pemikiran

dan pandangan al-T{abari< mengenai al-syajar yang dituangkan dalam

kitab tafsirnya Ja<mi’ al-Baya<n ‘an Ta’wi<l A<y al-Qur’a<n.

b. Sumber data sekunder (secondary resources) yang mencakup

referensi-referensi lain yang berkaitan dengan tema pokok pembahasan

tentang pemaknaan al-syajar secara umum, seperti kitab tafsir, jurnal,

artikel dan kitab-kitab atau buku-buku sebagai penunjang.

2. Metode Pengolahan Data

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik, yaitu

dengan melakukan pemaparan tentang kata al-syajar dalam al-Qur’an baik

yang berasal dari kitab tafsir maupun dari literatur yang membahas tentang

hal tersebut untuk kemudian dianalisis.

3. Metode Penarikan Kesimpulan

Dalam penarikan kesimpulan, penulisan skripsi ini menggunakan

metode induktif, yaitu penarikan kesimpulan yang dilakukan atas dasar

data-data yang bersifat teoritis untuk suatu kesimpulan yang bersifat

(25)

9

merupakan hasil penelitian yang bersifat obyektif dan dapat dipertanggung

jawabkan.

F. Sistematika Pembahasan

Penelitian ini terdiri dari lima bab dengan sistematika pembahasan

sebagai berikut:

Bab pertama, merupakan pendahuluan yang meliputi latar belakang

masalah untuk menjelaskan secara akademik mengapa penelitian ini dilakukan

dan apa yang melatarbelakanginya. Kemudian rumusan masalah yang

dimaksudkan untuk mempertegas pokok-pokok masalah yang diteliti agar

lebih terfokus. Setelah itu dilanjutkan dengan tujuan dan kegunaan penelitian

untuk menjelaskan pentingnya penelitian ini dan tujuannya. Adapun metode

langkah-langkah penelitian dimaksudkan untuk menjelaskan bagaimana cara

yang dilakukan penulis dalam penelitian ini, pendekatan apa yang dipakai

serta bagaimana langkah-langkah penelitian tersebut dilakukan. Sedangkan

telaah pustaka memberikan penjelasan di mana posisi penulis dalam hal ini

dan di mana letak kebaruan penelitian ini.

Bab kedua, membahas tentang al-T{abari dan kitab Ja<mi’ al-Baya<n ‘an Ta’wi<l A<y al-Qur’a<n yang meliputi pembahasan tentang al-T{abari< yang mencakup potret kehidupan awal al-T{abari, karir intelektual al-T{abari dan

karya-karya al-T{abari. kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tentang

(26)

10

karakteristik kitab, metode penafsirannya dan komentar para ulama dan

Intelektual tentang al-T{abari< dan kitab tafsirnya.

Bab ketiga, menjelaskan tentang pandangan tentang kata al-syajar

yang meliputi makna al-syajar menurut pandangan umum, yang terdiri dari

pandangan menurut ahli bahasa, sastra dan ilmuwan. Kemudian dilanjutkan

dengan penjelasan umum tentang al-syajar dan kata-kata yang semakna

dengan kata syajar menurut perspektif Qur’an, seperti syajarah

al-khuldi, syajarah muba<rokah, syajaratu zaqqu<m, nakhl, 'ana<b, al-ti<n, as|l dan sidr, zuru<, dan al-nab<at.

Bab keempat, merupakan peta pemikiran T{abari< terhadap kata

syajar dan derivasinya yang berarti penafsiran T{abari< terhadap kata al-Syajar dalam ayat-ayat al-Qur’a<n. Kemudian penjelasan al-T{abari< terkait hubungan antara al-syajar dan al-naba<t.

Bab kelima, merupakan penutup yang meliputi kesimpulan yang

(27)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Makna fungsi al-asyja<r secara umum dan derivasinya menurut penafsiran al-T{abari<.

Terkait dengan kata al-syajar, maka menurut al-T{abari< bahwa kata

tersebut menurut perkataan orang Arab memiliki makna yaitu setiap yang

tumbuh di atas bumi. Makna al-syajar yang berarti pohon sebagaimana

yang disebut di atas dapat dipahami sebagi benda yang bentuknya tegak

dan berdiri di atas bumi atau tanah. Pohon tersebut dijadikan sebagai salah

satu sumber kehidupan bagi manusia. Oleh sebab itu pohon memiliki

pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Di samping itu

al-syajar juga dapat diartikan sebagai suatu benda yang tegak dan ditetapkan di atas bumi. Berdasarkan makna al-syajar di atas maka dapat dipahami

bahwa al-syajar (pohon) merupakan benda yang berbentuk tegak dan

ditanam sehingga berkembang.

2. Korelasi Antara al-Syajar dengan al-Naba<t

Secara umum pada dasarnya antara al-syajar dengan al-naba<t tidak memiliki perbedaan cukup jauh karena sama-sama tumbuh di atas bumi

dan sama-sama pula dapat menghasilkan buah dan daun. Akan tetapi

antara al-syajar dengan al-naba<t memiliki perbedaan dalam ruang lingkup objek tujuannya yaitu kalau al-syajar lebih khusus dari pada al-naba<t,

(28)

84

yakni al-syajar memiliki kekhususan sehingga menyebut salah satu jenis pohon, maka jelaslah pohon itulah yang dimaksud. Berbeda dengan al-naba<t yang memiliki makna umum dan luas, yang bisa mencakup tumbuhan liar atau tidak.

B. Saran-Saran

Setelah mengkaji kata al-syajar yang diartikan sebagai pohon

secara hakikatnya menurut penafsiran al-T}abari< dalam kitab tafsirnya.

Maka penulis menemukan pelajaran yang menarik agar kita mengetahui

arti penting pohon yang sangat memberikan peran dalam kehidupan kita.

Karena pohon memberikan kita sebuah kesempatan untuk memenuhi

kebutuhan hidup seperti sandang, pangan dan papan. Dan pada pohon pula

kita dapat menarik pelajaran seperti pertimbangan akan kehidupan akhirat

dimana akan adannya suatu balasan bagi perbuatan yang dilakukan di

dunia.

Sehingga sangatlah wajar, agar kita menjaga dan memelihara

lingkungan dengan tujuan terciptanya keseimbangan dan keharmonisan

alam khususnya antara manusia dengan pohonnya sehingga tercipta

kehidupan yang tidak hanya mementingkan dunia saja melainkan

(29)

85

DAFTAR PUSTAKA

Ashfiah<ni<, Al-Ra<ghib . Mu’jam Mufroda<t Fa<d Qur’a<n. Beirut: Da<r al-Fikr.

Bakr, Ismail Muhammad. Ibn Jari<r T}abari< wa Manhaju fi< Tafsi<r. Kairo: Da<r al-Mana<r. 1991.

Baiquni, Ahmad. Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern. Jakarta: Pustaka. 1983.

Ba<qi, Muhammad Fua<d ‘Abd . Mu’jam Mufahras li Fa<d Qur’a<n al-Kari<m. Dar al-Fikr. 1981.

Darbi, Ahmad. "Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam. Menurut Perspektif Hukum Islam". dalam http://www.uinsuska.info/syariah/attachments/146_

PENGEMBANGAN%20ILMU%20PENGETAHUAN%20ALAM-Ahmad %20Darbi.pdf. diakses tanggal 13 Agustus 2010.

Deparment Agama RI. al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: Syamil Cipta Mulia. 1987.

Ghafur, Saiful Amin. Profil Para Mufasir al-Qur'an. Yogyakarta: Pustaka Insani Madani. 2008.

Hilmi, Ahmad Kamal, al-Din. al-Salajiqah fi< al-Ta<rikh wa al-Hadharah, Kuwait: Da<r al-Buhusal 'ilmiiyah. 1975.

Lawrence, Bruce. the Quran and Biography. Aditiya Hadi Pratama (Terj). Bandung: Semesta Inspirasi. 2008.

Mubarak, Maftuh. Penafsiran ‘Aql Menurut al-T}abari< dalam Tafsir Ja<mi’ al-Baya<n ‘an Ta’wi<l A<y al-Qur’a<n. Skripsi. Yogyakarta: Fak. Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. 2008.

Namr ‘Abd. Mu’in . 'Ilmu Tafsi<r Kaifa Nasya’a Tanawaara ila< Asrina< al-Ha<}d}ir. Beirut: Da<r al-Kita<b al-Lubna<ni. 1985.

Shihab, M. Quraish. Tafsir al-Misbah vol. 9. Jakarta: Lentera Hati. 2002.

______. Dia di Mana-Mana: Tangan Tuhan Dibalik Setiap Fenomena. Jakarta: Lentera Hati. 2004.

______. Membumikan al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan. 1994.

(30)

86

______. Mukjizat al-Qur’an: Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah dan Pemberitaan Gaib. Bandung: Mizan. 2004.

Solehudin, Deni. Metodologi Penafsiran ibn Jarir dalam Kitab Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an. dalam http://aa-den.blogspot.com/2009/10/metodologi-tafsir-ibnu-jarir_9987 .html. diakses tanggal 10 Agustus 2010. 

Suyu<t}i, Jala<l al-Di<n al-. al-Itqa<n fi< 'Ulu<m al-Qur’a<n. Beirut: al-Fiqr. 1974. ______, Tabaqa<t al-Mufassiri<n, Beirut: al-Kutub al-‘Ilmiyyah. 1982.

T{abari<, Abu Ja’far Muhammad Ibn Jari<r . Ja<mi’ Baya<n ‘an Ta’wi<l ay al-Qur’a<n. Da<r al-Hijr. 2001.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka. 2002.

Tjitrosoepomo, Gembong. Morfologi Tumbuhan. Yogyakartra: Gajah Mada University Press. 2000.

Widodo dan Siti Aisah. Struktur dan Perkembangan Tumbuha Petunjuk Praktikum. Yogyakarta: Fak. Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, 2010.

Wikipedia Bahasa Indonesia, Endiklopedia Bebas. “Pohon” dalam http://id.wikipedia.org/wiki/pohon, diakses tanggal 13 Agustus 2010.

Yusuf, Kadar M. Studi al-Qur'an, Jakarta: Hamzah. 2009.

Yusuf, Muhammad. Ja>mi’ al-Baya<n fi< Tafsi<r al-Qur’a<n karya Ibn Jari<r al-T{aba<ri. dalam http://uin-suka.info/ejurnal/index2. diakses tanggal 10 Agustus 2010. 

 

(31)

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga banyak remaja berpikir bahwa apa yang mereka pikirkan lebih baik dari pada apa yang dipikirkan orang dewasa, hal tersebut yang menjadi penyebab banyak remaja sering

Dalam beberapa literatur lain, seperti dalam Tafsir Ilmi dengan tema “Hewan dalam Perspektif al-Qur’an dan Sains” disebutkan bahwa al-bigal adalah hewan yang lahir dari

Belanja jasa konsultan perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Laboratorium Komputer SMAN 1 Kec. Bunguran

Dan berdasarkan pandangan al-Qur‟an bahwa pohon zaitun disebutkan 7 kali dalam al-Qur‟an, yaitu 6 kali dengan kata zaitun dan 1 kali dengan kata thursina lalu di

Artinya: Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali

bisa disebabkan oleh: (1) mungkin beliau tidak pernah belajar membaca dan menulis; (2) sebelum diangkat menjadi rasul, beliau tidak pernah membaca kitab-kitab samawi, maka

Sedangkan dampak negatif yang timbul dari syahwat adalah: Allah menciptakan syahwat dalam diri manusia yang menyebabkan mereka dapat terbuang dari kebenaran; dengan syahwat

Selanjutnya, muncul pemberitahuan bahwa dalam proses instalasi, interface atau kartu jaringan yang ada pada komputer akan dinonaktifkan untuk sementara waktu, namun