N o. 7 I LPP M1329.1 lK/
mot
5PI]NDIDIKAT
LAPORAN
PENELITIAN
KEBIJAKAN
FIP
UNESA
Llnive15ita5 Neqeri Surabaya
PENGEMAANCAN
BUKU AJAR
PENDIDIKAN
INKI,TISIF
TINTT]K
N{ENINGKA'I'KAN EFEK'I-IIiII'AS PEMBELAJARAN DI FAKTiLI'AS
ILMIi
PENDIDI
KAN
OLf,TI:
Dr. Budiyanto, M.Pd.Dn.
Sujarwanto, M.Pd. Drs. Wagino, M.Pd,NIDN.00l9l0s60?
NIDN.0001076209
NIDN.00l60E6l0t
Dilaksrtrskan dcngao Datra
DIPA
Un.saBcrdasnrkan
Surrt
Keputussn Rektor Univ€rsitssNcgrri
Sur.rb.ty:tNomor: 329.7/UN38/H K,/LT|2015 'I'anggal lE Juni 2015
KEMENTERIAN PENDIDIKAN
DAN
KEBUDAYAAN
LEMBAGA PENELITIAN
DAN
Pf,NGABDIAN KEPADA MASYARAI.(AT
UNIVERSITAS
Nf,
GERI SURABAYA
1'AHUN 20I5
'---'3
1I
It
L
L
Judul Penelitian11987031003
!s
Ketua Lem
HALAMAN
PENGESAHAN
:
Pengembangan BukuAjar
pendidikanInklusif Untuk
Meningkatkan Efektifi tas pembelajardn di Fakultas
Ilmu
Pendidikan Dr. Budiyanto M.Pd 0019105607Lektor Kepala
Pendidikan Luar Biasa 08r3300338E3
[email protected] Drs. Sujarwanto, M.Pd cn01076209
Lektor Kepala
Pendidikan Luar Biasa
08r 33 t331040710 [email protected]
Drs. Wagino, M.Pd
Lektor Kepala
Pendidikan Luar Biasa 081332541641 special_educatio[[email protected] UNESA Dr. Budiyanto M.Pd Rp. 10.000.000,-Rp. 20.000.000,-Surabaya, ... Desember 2015 Ketua Pelaksana 22-* 1956191982031002 LNESA tan T 51987031003
2.
Peneliti,/Pelalsanaa.
Namab.
NIDNc.
Jabatan Fungsionald.
Program Studie.
Nomor HPf.
Alamat surel Anggota ( I )a.
Namab.
NIDNc.
Jabatan Fungsionald.
Program Studie.
Nomor HPf.
Alamat surel Anggota (2)a.
Namab.
NIDNc.
Jabatan Fungsionald.
Progam Studie.
Nomor HPf.
Alamat surell.
Perguruan Tinggi,1.
Institusi Milra5.
Penanggung Jawab6.
Biaya Tahun BerjalanABSTRAK
Penelitian
ini
benujuan untuk mengembangkan buku ajar pendidikan inktusif yang dilengkapi beberapa indicator penunjangnya, yaitu deskripsi mata kuliah dan satuan acara perkuliahan yang saatini
sangat dibutuhkandi
lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan, ksrcna sampaisaat ini belummemiliki
buku ajar resmi. Disampingitu
mata kuliah pendidikaninklusif
ini
diampu oleh timoleh
karenaifu
pcrlu adanya buku yang dapat dipedomani bersama agarterjadi
keseragaman dalampenyampaiannya-Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode penelitian p€ngembanga[ yang diadaptasi dari
teori Thagaiajan, Dorothy S. Semmel, dan
Mehyn
l.
Semmel. Yatrg dikenal dengan sebutanModel
pengerDbangao4D terdiri
atas4
tahap utamayaitu:
(l)
DefiDe
(pembatasan), (2)Design (Perancangan), (3) Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Peoyebaran). Merujuk
pada
model
pengembaflgan
tersebut,
penelitian
tahun
pertama
ini
telah
berhasilmengembangkan model hipotetik buku ajar pendidikan
inklusif
yang dilengkapi perencanaan pembelajaran,deskipsi
mata kuliah.Model hipotetik
ters€but telah dinayatakanlayak oleh
validoatorahli.
Oleh
sebabitu
padapenelitian tahun
ke
dua akandilakukan
uji
coba implementsi
prototipa
buku ajar rersebutuntuk mengukur efektifitasnya sebelum
di
implementasikan dalam sekala luas. Kata kunci: Pendidikaninklusif,
Perangkat pembelajaEn.BAB
I
PET\DAHULUAN
A.
Latar
Belakang
B.
Mata
kuliah
pendidikafl
inklusif
merupakansalah satu
mata kuliah
yall,g wajib
ditempuh
oleh
mahasiswadi
FakultasIlmu
Pendidikan(FIP).
Artinya
mahasiswadi
setiap prograrn studi (Prodi) yang ada di FIP wajib menempuh mata kuliah pendidikan
inklusif. Oleh
sebabitu
agar perkuliahan dapat
berlangsung secaraefektif
perlu dilakukan penyiapan dan perencanaan yang didasarkan atas hasilkajia[
C.
Perbedaan latar betakang program studi mahasiswa mengimpilkasi keragaman reedsahd
wanls
serta concernriereka
dalan, belajar,di
sisi lain
fokus kajian matakuliah
pendidikan
inklusif
adatah
pada
permasalahanbelajar
dan
pendidikan
anakberkebutuhan khustrs. Sehingga
hal
ini
menjadi bukan merupakanhal mudah
bagisetiap
mahasiswaunhrk
memiliki minat
mempelajarimata
kuliah
ini.
Untuk itu
diperlukan
pengembangan perangkat pembelajaan yang sedemikian rupa sehinggadimungkinkan mata
kuliah
pendidikanintlusif
dapal meojadi komplemen yaog tak terpisahkandari
keseluruhan kompetensi yang dikembangkan pada masing-masingprogram
studi. Untuk
itu dari
sisi
bahanajar
menjadi pentingunhrk
memunculkaa aspek-aspek yangtertait
dengar substansi kajiandali
setiappogram
studi.D,
RumusatrMastlah
Permasalahan
peoelitian dirumuskan sebagai
berikut"
Bagaimana
perangkatpembelajaraa pendidikan
inklusif
yang dapat meningkarkanefektivitas
pembelajarandi
fakultas
ilmu
perdidikan?"E.
Tuju.tr
Menghasilkan
pmduk
Buku
Ajar
Pedidikan loklusif
berupa
Buku
ajar,Perencanaan
Pembetajamn
(Deskripsi
Mata kuliah
dan
SAP), yang telah
teruji
F.
Matrfiat
l.
Mrnfrrt
Teoritis
Memperkaya konsep, prinsip-prinsip dasar dar stmtegi implementasi pendidikan
inklusif
2.
PraLtisa.
Sebagai buku aja. pendidikaninklusifdi
lingkungan Universitas Negeri Surabaya.b.
Sebagai reGrensi bagi Dosen, Mahasiswa, Paktisi dan pemerhati pendidikan inklusif.BAB
II
TINJAUAN PUSTAXA
A.
Perangkat Pembelajaran
Perangkat
PembelajaranBedhrk nyata
dari
pesiapon guru
adalah
membuatperaogkat pembelajaran
sebelum
melaksanakankegiatan
pembelajaran.
perangkat pembelajaran nantinya dapat digurakaD sebagai pedomanguru untuk
mencapai tujuanpembelajaran
yang dalam
bukt
Designing
learningfrom
moduleoutline
to
efectite
teaching disebut ebagat"
guidelines anda
commor understdhdiag"
atau pedoman danpengertian umum (Butcher, Davies
&
Highton:
2006:40).
Selainitu
yang patut dicatat adalah pendapat Bu,.zing QOO4:29\, yang menekankao pada pembelajaranini,
pada apayang
disebut sebagai menyediakan ruaog para siswa dalam proses pembelajaran. Jadidari
pendapatini
siswa diberikan ruang untuk melahrkan kegiatan dalam pembelajaran.Dengan demikian, dalam
bahasa
sedefiana
pemngkat pembelajaran
didefinisikan sekumpulansumber belajar yang disusun
sedemikianrupa
dimana siswa
dan
gurumelalokan
kegiatan p€mbelajaran.B.
KoosepPendidikan
Itrklusif
pqdidiken
intlusi
adalah
sistem
Layaoan
PeDdi.lik,n
Kbuus
yangmensyalatkal
anak berkebutuhan khusus belajardi
sekotah-sekolah terdekatdi
kelasbiasa
bersama leman-teman seusianya (Sapon-Shevindalam
O'Neil,
1994).
Anak berkebutuhan khususyang
dimaksuddalam pemlaraan
di
atas adatah mereka yang secarasignifikan
beradadi
luar rerata normal,baik dari
segifisik,
inderawi, mental,sosial, dan emosi
sehingga memerlukan pelayanan L4rusus,€ar
dapat tumbuh
danberkembang secara
sosial, ekonomi,
buday4
dan
religi
bersama-sama denganLebih lanjut
berdasarkan berdasarkan statement Salamanca 1994, dinyatakan bahwa sasaranpendidikan
inklusif lebih dilihat dari
aspek kebutuhan khusus yangdiperlukan
anakdalam
pendidikan, dengan sebututanspecial
needseducation
yatrrgdalam bahasa
Indonesia
diterjemaikan
menjadiAnak
Berkebutuhan K}lusus(ABK).
Dalam
perkembangannyaberdasarkan
Seruan
Bukittinggi 2005,
cakupan
anakberkebutuha[ khusus semakin
diperlLras,yaitu
siapa saja yang
secarasignifikan
mengalami hambala[ untuk memperoleh kebutuhan pendidikan dasar baik karena
faktor
intemal maupun faktor ekstemal dinyatakan sebagai anak ber*ebutuhan khusus.
Pada
sisi
lain
sistem pendidikaninklusi
telah memperoleh pengakuanempirik
yuridis
secaraluas, sepeni
dalam..l\
Declaration
of
Hunan
Righls
(1945)t
(2)
Convention on The Rights
ofThe
Ch
ds (1989);(3\
Lde long education dan Educationfor
All
(Bwrgkok
l99l);
(4\
Dakar
Stotemeht;(5)
Salamanca Statenent(1994);
(6) BhinekaTunggal
Ika; The
Four Pillars
of
education(Unesco,
1997);Asian
Pacificdecade for Disabled
(Biwako)
2002; dan AmanahuU
No. 20 th 2003 (Sisdiknas).Berdasarkan
hasil kajian
Budiyanto
(2003),
terhadap pelaksanaan uji-cobasistim
pendidikan
inklusif
yang dilakukan
oleh
Balitbang Diknas
di
kabupatenWonosari Yogyakarta ditemukan
bah*u
karakterisrik
pendidikaninklusif
antara lainsebagai berikut;
(l)
siswa duduk da.lam kelas yang sama dengan teman seusianya. (2)siswa belajar
sesuai denganpotensi
keamampuannya,(3)
sisrra saling
bekerjasama dengan sesamanya,(4)
siswa merasa kelas sebagaimitik
bersama,(5)
siswamemiliki
p€Ealaman beftasil, (6)
sisre
belajar mengembangkan siksp toleraD, (7) siswa belajarmengembangkan sikap empati,
(8)
siswa belajar menerima menemukan kelebihan dankekurangan
diri
secara
alami,
(9)
guru
menerima
perbedaansisw4 (10)
guru mengembangkandialog
dengan
siswa
(tl)
guru
mendorong
terjadirya
interaksipromotif
arfar
siswa,
(12)
guru
membangkitkan
partisipasi orangtu4
(13)
gurumenjadikan sekolah
menarik
bagi
siswa,(14)
guru
membuat siswaaktif, (15)
gurumempertimbangkan perbedaan
antar
siswa dalam
kelasnya-(16) guru
menyiapkan tugas-tugas yangberMa
unurk siswa-siswanya, (17)gr.[u
fleksibel danke3tif,
(18)guru reguler dengan guru l:husus menjalin berkolabomsi dan saling berbagi pengalaman
dalam mengajar,
(19)
guru reguler menjadilebih
peka terhadap keberadaa.n siswanya,(20)
kepala sekolah berkolaborasi dengan lembagalain
yang lebih
luas,(21)
kepalasekolah memotivasi
terhadap
guunya untuk s€lalu belajar
meningkatkankemampuanny4 (22) kepa.la sekolah tedibat
aktif
dalam kegiatan sosial setempat, (23)kepala sekolah mengkoDdisikan terjadinya sekolah yang .amah terhadap siapa saja, (24) kepala sekolah mempertanggungjawabkan
kine{anya
kepada lembaga yanglebih
luas, (25) kepala sekolah mengoptimalkan peran orangtua terhadap sekolah.C.
Kurikulum
Kurikulum
aclalah seperangkatrenca[a
da[
pengaturan mengenaitujuan,
isi,
dan bahafl p€lajaraD, serta cara yang digunakan sebagai pedoman peflyelenggar.aan kegiatanpembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
terteltu
(tlU
No. 2012003 : Ps.I
:
I 9).Be*aitan
deryar
pendidikan
inklusi
Direkorar
PSLB
Ditjen
Mardikdas
Depdiknas
(2006),
telah
menerbitkan panduan
pengembangankurikulum
bagipenyelenggan sekolah inklusi dikelompokkan menjadi
tig4
yaitu:(1)
Karikutum
regulerpenuh
Kudkuhrn
sekolah
reguler penuh
dipemntukkan
bagi
individu yang
memiliki
kelainan ringan dan tidak membutuhkan
layaun lrndidikan
k:husus atau metrrbuthkanlayanan pendidikan
ktusus letapi tidak
sampai harus
melakukan
modihkasiPada model
ini
pesertadidik
berkebutuh*r
khusus hanya membutuhkan bimbingan atau intervensi khusus, seperti remedial, pendampingao, latihan yanglebih
intensif,dll.
Tambahan intervensi khusus dapardilakrkan
otehguu
k€las atau GPK(2)
Kuri*ulurn
rrodifrkosiPada Modelini,
gurumelakukanmodifikasi
pada
(l)
isikurikulum,
(2)stmtegip€mbelajaran, (3) jenis dan cara penilaiandan (4) prognrntambahanlairmya.
Ada
mata pelajaEntertentuyang
dapatdiikutideoganpeDuhtaryamodifikasi,dsn
ada mata pelajarantertentu yang harusdenganprogmrnindividual.
Cara melakukan
modifikasi
L-urikrlum dapat dila.kukanmelalui
pelatihan
sederhana bagi guru kelas maupun guru Bidang studi.(3)
Karikulum
PPI
Kurikulurn
Program PendidikanIndividual
(PPD dipemnnrkkanbagi
individu
yang memangtidak
memungkinkan menggunakankurikulum
regulet rnaupun modifikasi. Tingkat kebutuhan pelayanan khususnya terrnasuk seda[g atau agak b€rat.Mereka diberikan
kurikulum
PPI yang dikembangkan otehtim sekolsb
orarlgtu4 danprofesi lain.
Tempat pembelajarafl tidak harus
di
kelas regu.leX dapaldi
kelas khusus yang adadi
sekolah reguler sesuai dengan kemampuan peserta
didilc
Proses pernbelajaran dan p€nilaian
melggmakan
srardar yangberHa.
Untuk mendiskipsikan
lorikulum
temebut Badan Nasional Standarisasi Pendidikan(BNSP),
juga
telah
mengembangkanpedoman
kudkulum
unhk
satuan
tingkat pendidikan(KTSP).
Tujuan penyusuDan KTSPioi
untuk
menjadi acuan bagi satuanpendidikan
SDA4VSDLB, SMPA,{TVSMPLB,
SMA/MA/SMALB,
dan SMK,/MAK
dalan
penyusunandan
pengembango
kurikulnn
yaog ahan
diHsarakar
pda
tingkat
satuan pendidikanyang
bersangkutan.Komporen KTSP berisi tujuan
danstruldur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan.
Sc.jalaa
dengan diberlakulannya
kurikulum 2013
Pendidikan khusus,kurikulum
pada sekolahinklusif diaral*an
menjadi dua jenis,yaitu
Kurikuium
regulerini
diamtkan
untuk pesertadidik
berkebutuhan khusus yang tidakdisertai hambatan intelektual,
perilalrr
dan komunikasi secara signifikan. Pada tataranimplememtasinya meskipun
kurikulum
regulerini
diarahkanbagi
ABK
yang tidak mengalami hambatan intelektual,terapi
perlu
diadaprasikanterlebih dahulu
sesuai deogan hambatan dan atau kebutuhan khusus anak berkebutuhan khusus.(2) Kuril:ulum
khususKurikulum
khusus, adalahkurikulum
yang disusun sesuai dengan tingkat kemampuanABK
yang secara signifikan disertai harnbatan intelektual, perilku dan komunikasiD.
PrograD peDbelajsrsn
l.
Program
pembelajrran akrdemik
Kegiatan
Wrnbelajerao merupakaninti
dari
pelaksanaznkurikulum,
danbaik-buruknya mutu
pendidikan ataumutu
lulusan baoyak dipengaruhioleh
mutu kegiatan pembelajaran.Jika mutu
kegiatan
pembetajaran bagus,dagat
digediksi
bahwa mutu lulusan bagus; atau sebaiknya,
jika
mutu kegiatn
pembelajardnnyatidak
bagus, maka mutu lulusaonyajuga tidak bagus.
Beberapa
priruip
umum
yang
p€du
dipethatikao
dslam
kegiatanpemb€lajaEr
pada sekolahinklusif
berdasarkan pedoman penyelenggaraaa sekolahinklusif
Dn (2006). PSLB adalah adalah sebagaiberikr*:
a.
Prirrsip,notivasi
(1) Kudkulum
regulerGuru harus senantiasa memberikan motivasi kepada siswa agar tetap
memiliki
gairah dan semangat yang
tinggi
dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar.b.
Priasip
latar/konlek
Guru perlu
mengenal
siswa
secam
mendalarn, mengguoakan
contotl
memanfaatkan sumber belajar yang ada
di
lingkungan sekitar, dan semaksimalmungkin
menghindari
pengulangan-pengulaaganmateri
pengajaran
yang sebenamya tidakte
alu perlu bagi anak.c.
Prinsip
keterarahan
Setiap
akan
melakukan kegiatan
pembalajaran,guru
harus
memmuskantujuan
secam j€1a6,
menyiapkan
bahan
dan alat
yang
sesuai,
serta mengembangkanstategi
pembelajaran yang tepatd-
Prinsip hubungan
sosialDalarn kegiatan
belajar-mengajar,
guru
perlu
mengembangkan
strategipembelajaran
yang
mampu
mengoptimalkaninteraksi
altara guru
dengansisw4
siswa dengan siswa,grru
dengan siswa dan lingkungan, searta interaksi banyak arah.a
Pinsip
Major
sambilbckerjo
Dalam
kegiatan
pemb€lajaraq guru harus banyak memberi
kesempatankAada
aDakrmnrk
melakukan praktek
atau
perclbaan,
atau
menemukan sesuatu melalui pengamatan, penclitiao, dan sebagainya.l,
Pti.sipindividulkasi
Guru perlu
metrg€nal keinampuanawal
dznkarakteristik
setiap anak secaramendalam,
baik
da.i
seagi keurampuan maupun ketidalmampuannya dalammenyer4
materilelsjuaq
k€c€Fat@maupur
kelambatamya datambelaja.
dan
perilakuya,
s€hingga setiap kegiatan pembelajardn masing-masing anak meandapal perhatian dan paerlakuan yang sesuai.g,
Prinsip
msrrentuhanGuru perlu
mengembangkanstlategi
pembelaja.ran yang mampu memancinganak untuk terlibat seacara
aktif,
baikfisik,
mental, sosial, dadatau emosional.h.
Priasip
pemecahannasalah
Guru
hendaknya sering mengajukan berbagai persoalan/problem yang adadi
lingkungan sekitar,
dan
anak
dilatih
untuk menmuskan, mencari
data, menganalisis, dan memecahkannya seasuai dengankemamp""nnnya-BAB
III
METODE
PENELITIAN
A.
Disain Penelitian
Pengembangan
Penngkat
pembelajarandalam peneilitian
ini
menggunakan raacangan pengembangan4D-ModeL
Model
ini
dikembangkanoleh S.
Thagarajan,Dorothy
S. Semmel, danMetvrr
I.
Semmel.Model
pengembangan4D terdiri
atas 4 tahap utamayaitu:
(t)
Define
(Pembatasan),(2)
Design (perancangan),(3)
D€velop (Pengcmbangan) dan Disseminate (Penyebaraa).Secara garis besar keempat tahap tersebut sebagai berikut:
l)
Tahap
Pendefinisiar
(define).
Tujuan
tahap
ini
"dalah
menentapkan
danmendefinisikan
syarat-syarat pembelajarandi
awali
dengan
analisis tujuan
daribalasai materi yang dikembangka,
pera[gkatnya
2)
Tahap Perencanaan (Design).
Tujuan tahapini
adalah menyiapkanprototipe
bahan ajar.3)
Tahap Pengembaogan (Develop). Tujuan tahapini
adalah untuk menghasilkan bahan ajar yang sudah direvisi berdasarkan masukan dari hasil validasiahli.
4)
Tahap penyebaran @isseminare). Pada tahapini
merupakan tahap bahsnajar
ymg
telah
dikenbangkan pada skala
yang lebih
hus
dengantujuan
untuk
menguji eGktivitas penggrmaa perangka di dalam prosespembelajaro.
Penelitian
ini
dilaksanakan
selama
2
tahun, s€hhgga
berdssarkan
desain
modelpeDgembatrg
tersebur,
kegirr"n
pedlitiao
pada tahun pcrtama difokuskan
pqdap€laksanaaan
3
tahapan
yaitu
(1)
psndefinisia4
(2)
percncsDarD/des,in,dan
(3)PogeIlrbangao.
Secar"a lebih
lcrinci
taiapan penelitian dilaksaoakan sebagai bcrikut:l.
Tshun
I
(Pertama)
Pada
tahun
I
(pertama) kegiatan penelitian terutama diarahkan
padapeDgembangan
prototipe
buku ajar
pendidikan
inklusif
beserta
perangkat p€mb€laja&nnya yangterdid
dari:(l)
RPS, (2) SAP, (3)LKM
(4) Asesmen, dan (5)buku
ajar.Pada tahapan
pengembanganprototipe, penelitian difokuskan
padabeberapa
kegi,t""
sebagaib€dhrt
a-
Melakukan analisis karakteristik pebelajar (mahasis*a)
di
Fakultas
Ilmu
Pendidikan Universitas Negeri
Surabaya-b.
Melakukan kajiankurikulum
pendidikaninklusif.
c.
Mengidentihkasi persepsi dan ekspektasi mahasiswa.d.
Analisis
temuan pada kegiatan
(a-c) yang akan menjadi
dasar
dan
bahan pertimbangan dalam pengembangan buku ajar.e.
Memilih
dan menetapkan ruangliogkup
materi, tingkatan kompleksitas materi, pendekatarL mata kuliah pendidikan iDklusif.f.
Mengembangkan perangkat pembelajaran matakuliah
pendidikaninklusif
g.
Uji
ValidasiAIli
h.
Melalorkan revisi perangkat pembelajaraoi.
Dihasilkatr
prototifa
peraogkatpenbelajaran mata
kuliah
pendidikan inklusif.
(siap
diqii
coba)Untuk
lebih jelasnya
pelaksanaan kegiatanpeaelitian
padatahun
pertama dapat digambarkaa sebagai berikut:PELAKSANAAN PENELITIAN TAHUN
I
PENGEMBANCAN PERANGKT PEMBELA.JARAN
I
2)
Tabur
II
(kedua)
Tahap
tll
(ketiga):
Uji
Coba-Prctipe
prototipa ba.lun
ajar
p€ndidikaninklusilUji
coba prototipabalun
aja. pendidikaninklusifditujukan
urttuk mengukurPersepsi dan Eksp€ktasi mahasiswa
K{tRtK{n.tn4
PI]NDIDIKAN
I\I1'TIIAIE
KARAKTERISTIK
PEBELAJAR
/[rllq6<Icu/
\
AnalisisPerencaan
Pembelajaran:
DeskripsiMK,
RPS,LKS/Evaluasi
Buku
Ajar
VAI-IDASI
AIILI
REVISI
PROTO
TFAPERANGKAT
PEMBELAJARAN
MATA
KULIAH
PENDTDIKAN
tingkat efektifitas
bahanajar
pendidikaninklusifdalam menirykatkan hasil
belajar rnahasiswaKegiatan penelitiao yang dilakukan pzda tahap ini
meliputi:
a)
Pengembangan instrumen tes hasil belajar.b)
Melahrkanuji
rralidasiirstumen
c)
Melaksanakan
Uji
Coba
Prototipa
Perangkaf pembelajamn
pendidikaninklusifhasil
pengembangan.Uji
Coba
dilaksanakan selama3
bulan
dengan pros€dur sebagai b€rikut:-
Pertama: Meloksanakat tes awal (Pre Tes)-
(edna
:Melaksanakaat€atrnent
atau p€rlakuan berupauji
coba
prototipaperangkat pembelajaran pendidikan
inklusif
selama 3bulan
-
r(eaga
: Melaksanakan TesAkhir
(Pos Tes)d)
Metalo*an analisis
terhadap
efektifitas
Perangkat pembelajaran pendidikan inklusifdalam Meningkatkan hasilmahasiswa-e)
Mempqoleh temuan
Perangkat pembelajaraa pendidil.an
inklusifdatamMeningkatkan hasil belajar mahasiswa.
Secara
lebih jelas
p€taksanaanpenelitian
tahun
kedua dapat
diganbarkanPE]\YUSIINAN PANDUAN
IMPLEMENTASI
VALIDASI
PELAKSAI\IAAN PENELITIAN
TAIII]N
II
I
2v
t>
tn1
2L)
2
I
COBAPERANGKAT PEMBELAJARAN
Bulan
I
;v,
;XE
z
BulanII
-ti
BulanIII
Secara metodologi pada tahap
ini
digunakancncangaa
ekperimen, yaitudengan
menggunakan
one
groups
pretest-posttest
desigzr
Pertimbangandigunakannya rancargan ters€but karena
karakteristik
subyekpenelitian tidak
muDgkin dapat diacak. Adapun rancatrgaD dimaksud dapat dfuryatakan s€bagai
berikut:
Or
x
OzREVISI
PANDUAN
IMPLEMENTASI
LAYAK
PRE
TESPELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
POS
TESANALISIS(EFEKTIFIT
ASPEMBELAJARAN)
TEMUAN
PENELITIAN
18B.
Subyek
Penelitian
Subjek penelitian
ini
meliputi
seluruh
mahasiswadi
Fakultas
Ilmu
Pendidikan Unesa.C.
Tek
k Pengumpulan
Datat)
TesTes
,?Irg
digunakan
terdiri
dari
dua
bentuk
tes,
,1aitutes Festasi
belajar(achieyement t€J) digunakan
untuk
menggali data tentangtingkat
penguasaan mahasiswa terludap materi p€rkuliahan.2)
AngketAnggket digunakan untuk rnelakukan validasi +erhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan.
r.
Atralisis Data
BAB
IV
IIASIL
YANG
DICAPAI
Beberapa kegiatan yatrg telah dilaksan ka terkait dmgaD pelaksanaan penelitian adalah
sebagai berikut:
l-
Koordinasi
tim
peneliti
(peretapanjadwal
dan
pembagian tugasdalam
pelaksamanpenelitian).
2.
Mendiskusikan st-ategi pelaksaaaan kegiaan.3.
Melakukan pertemuan dengantim
pengampu matakuliah
pendidikaninklusi
datam rangka melakukan analisis terhadapkuikulun.
4.
Tim
peneliti
mendiskusikanhasil
pertemuan dengan dosen matakuliah
pendidikaninklusi
5.
Melakukan observasidi
kelas dalam mngka melakukan analisis karakteristik pebelajar (mahasiswa) di Fakultasllrnu
Pendidikan Universitas Negeri Sumbaya.6.
Mengidentifikasi persepsidar
ekspektasi mahasisnr melalui diskusi dan tanyajawab
dengan mahasiswa7.
Tim
penetiti
mendiskusikan caratatrhasil
obsrvasi
diskusi
dan tanyajawab
dengan mahasiswagrma
mengetahuikarakteristik
pebelajar.Analisis
karalteristik
pebelajar pada kegiatan observasi, diskusj dan tanyajawab denganmahasiswa-8.
Memilih dan
menetspksn
ruang
lingkup
mate{i, thgkatan
kompleksitas
materi,pendekatao,
maa
kuliah
pendittikaninldusif. (Meq.usun
Kerangka BahanAjar/Buku
Ajar)
9.
Mengembaagkan perangkat pemb€lajaran mata kuliah pendidikaninklusii
..
Meo1lsun
pereircanaar pembelsjsran
pendidikan
inklusif (Deskipsi
Mala
KulialL
Sanlan acan perkuliahat,LKS
datr alat evalussi)b.
Menyusunbuku ajar
pendidikaninklusif
yang disesuaiksr dengankarakleristik
belajr
mabasisua
I
BAB
VI
RENCANA
TATIAPAN
B[,RIKUTNYA
Sesuai mncangan dalam penelitian ini rencana tahapan lanjutan penelitian ini adalah:
I
-
Pengembangan instrument uji coba lapanganPenlusunan instruemn
uji
coba lapangan memperhatikanindicator minimal yang
harusdicapai
dalam
pendidikaninklusif,
sehingga konsepdsar
prinsi-prinsip serta
strategi implementasinya dapat dipahami mahasiswa dengan baik.2.
Pree TestSebelum perangkat pembelajaran
di
ujicobakan secara langsung kepada mahasiswa, terlebihdahulu dilakukan test
awal untuk
mengetahuitingkat
penguasaan mahasiswa terhadap pendidikan inklusif, yang selanjumya akan dipergunakan sebagai pijakan untuk mengetahui perlcembangan perolehan hasil belajar s€telah uji coba dilakukan3.
Ujicoba
Kegiatan
uji
coba perengkat pembelajsran pendidikaninklusif
dilakukan selama3
bulanefekii
Pelekasanaanuji
cobaini
disesuaikan dengan jadwsl te.pasangdi
8 jurusan/prodi dilingkungan Fakultas
llmu
Pendidikan. Dosen pelaku u.ji coba adalahTim
dos€n p€ngampu mata kuliah p€ndidikaninklusifyang
sebelumnya diadakan p€latihan te.batls, agar memilikipemahaman dan kesama.an padang terhadap perangkat pembelajaran pendidikan inklusif y,ang
akan
diuji
cobakan.4.
Post TestKegiatan post test dimaksud untuk emngetahu perolchan
hasil
beklajarE mahasiswa )Engmampu menggambarkan tingkat efektifitas perengakat pembalajann pendidikan inklusif yang
diujicobakan.
5.
Analisis hasilSetelah
dila.k*an
uji
coba seLaduroyadilakukan
analisisunurk meryetahui
efeldifrraspemngkat
pembelsjaran pendidikn
inklusif
yarg
telah
diujicobokan
te.s€but, apabilahasilnya
menunjukkantingkat €f€ktivitas yeng tinggr
mak
selanjuh)a
direlcomen&sikuantuk dapatiya digandak& dan
di
implementasikardi
kalaryan Fakultasllmu
Pendidikan&oa
tau fakultas lain yangmerniliki
tnatskxlian
pendidikaninkluif
Apsbila temyat! hssilanalisis
menunjukkan bahwa petangkat pembelsjaran pendidikaninklusif
tersebui tidak efektif, maka rekomendasi tebih lenjut perlu dilakukan kajian utang.BAB
VTIKESIMPULAN
DAN SARANKesimpular
Perangkat pembelajamn pendidikan
inklusifyang
telah dihasilkan pada tahun pertama penelitianini oleh validator telah dinyatakan memenuhi kriteria kcyakan hipotetik. pe.angkat pembelajaran
pendidikao
inklusif
tersebut adalah, buku ajar pendidiken inklusif, deskipsi mata kuliah, satuan acara perkuliahan, dan lembar penilaian.Saran
Demi
kesempumaanproduk hipotetik
perangkat pembelajaran pendidikaninklusif
ini,
perlu memperhatikan aspek tampilan fisik agar dapat meningkatkan keterlekatan substansi yang mudah dipahamioleh
mahasiswa. Selanjutnya kar€na hasil p€nelitianini
telah dinyatakan layak olehvalidator, maka pada tahun ke dua akan dilakukan uji coba tertatas, sosialisasi dan implementasi
di lingkungan Fakult s Ilmu Pendidikao.
DAFTAR
PUSTAI(A
l.
Budiyanto,
(2011) Best Practices
of
Iaclusive Education
in
Japan,
Australia, India
and
Thailaod: How to
bcimplemented
in
Indonesir.
Center
for
Research
on
Intemational Coopeiation
in
EducationDevelopment Univemity
of
Tsukuba Japan.2.
Budiyanto
dkk.,
(2009)
Modul
Petatihan
pendidikan
taktusif.
kerjasama Kementrian Australia- lndonesia
3.
Carrington-
Suzanne,and
Macarthur.
Jude.@d).(2012). Teaching
ln
Inclusive
School ConrmuDities, JohnWilay
&
SonsAust
alia,Ltd.4.
Choate. JoyceS.,
(2004). Petrgajarsn Inclusive Yang
Sukses: Cara
H.ndal
uotuk
mendeteksi
dan
uemperbaiki
kebutubatr
khusus, HellenKeller
Intemational. PearsonFiucation
[nc.5.
HellenKeller
Intemational,Menjrdikstr Lingkungan Ingklusift
RamahTerhadap Pembelajsratr
(LIRP).
6.
HellenKeller
Intemationa.l,MetrjadikrD
Lingkungan
Itrgklusif: Raoah
Terhadrp
Pembelajaran
(LIRP)
7.
PedomanUmum
PenyelenggaraatrPendidikrtr
lDklusif,
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.LAMPIRAN.LAMPIRAN
1.
Buku aiar PendidikanInklusif
2.
Deskripsi Mata Kuliah pendidikanInklusif
3.
Satuan acara Perkuliahan pendidikanInklusif
fordulir
4.LOMBAR PEMBAIIASAN
Dralt Laporaa Hasil Pcnelitian/PKM yarg bcdudul
fu
6&$sAN6Ap---?f!:tN-6-r+1---t$i_'-tq
ruv-aN
t{t
Lo9rt
d6ok
_-_9_q!:P-re"_!ENJt:l4l
llt4o
denga! Peoeliti/PelakaDa PKM berikut
9-rl^.-__9,,.Js_t]:94
to
,t(.
Pl
I 3 4 5D6. drq'r\!
,rl
ed. telah dipr€senrasikan p"A^
r^ee"t..J:..0n
. diilt
Ca
,14,-
,^t-.tc
/,-"d
d^
IrLe'
A
Suabaya,. Pembahas,d...0u...aorr
/t'
D,.
6,d, tanro ,
t'1 .?AFormulir
5.LaporaD PenelitiaD/pKM yang berjudul
PENGESAHAN
DAzu
PEMBAIIAS
Ae^r)
$kl.tlttE
orltur
Di
Pe
dengan Peneliti/pelaksana
pKM
bcrikut*.
God.yqnta, trl
.PJ I 2. 3 4. 5Beluu/sudrh
* dircvisiberdasarkan masukan pembahas
corct yang tida& sesuai
--P-22: Pcdola! Pcnelitian Kcbijsk!tr
fskultarJEur&rprodi/Swadara
24 l F$rg\gr\al.r.r
t44a.
*9.
lrJaarno,
m.d,
Surabay4...
l(TMINTTRIAN PTNDIDIIUN OAN I(TEtJDAYAIN
UNIV[R5ITA5 IIEGESI SURABAYA
UNESA
Mengingal
Lntrng
PIMEINTUI( lr
0
potcl{Gt(r] il n},t pElltuTt p 0ApaE.m
rc&,rru rrxulT uunusN/pioot flp o ltl otp^ uNtvtxstTlJ NE6tnt sURlBAyt TUUilllt66l
ti 2ol5TIPuIUSN
f,trloR UfitVtEIIAt
lltcfl
$
8AYANonh.l29.7[lil8nx Tnfi 5
NHTOR U}IN$sITIS IIEGTfl SUNTBAYI
hohw. r6uiitur.t Drlrn l.lulur tlmu pddiditin un.e nomor 2i()truX]!.lflUnol5 Drgg.t2, &.it20]
j
t.ntmgPengirinun Fopo$l Penelilhn dln p(M (!btj.Ln t.tutt.rjurueM?Ddt t fingtung Fti-lrn.e i.hun 20]j d,r
b€rd.erlan Slnl Ed.rrn (.pih LPPM l,m!. nomor 896 J{l8j/TU/1015 bdqd
j6
Juni ml5kntd{
p,orliP.n?tip.n ,udul P.i.lht.r d.n Pang.bdLn l(O.d. Lt.ry.ol.r (Lpp ) y.oq
d&i;n
hn oht Doro Uncjqlrnbcr Dana lP8il d.i Pil8P, maL dip,and.ng pslu meftditan X.FrtuBn ini.l.
Unding-und.ngRllomor20t.hu;2C{]t nlangsirt mprndidik,nNarloo.l).
Unding.lrnd.ng RlHolno.12r.hun 20lI t.oEnq ppndjdik n]inggil.
PlGrunn P€mednrah ltomoratrhun 20t1t.nl;ng pent.t.ngd;n p.ndidilen Inggtd.n p.ng.lol.,n plrguru.nTingqi; 4. 5. 6. 7. E. 9.
Xepu(Uran Prerldan 8l ltomor 269 ttfi un t96j tentang p.ndidan l[p sunbrya;
&purusan Prerd.n nltomorg3t.hun I999lslan9i,.rub.hrn (lP jurahi. m.nJidt Uniytrsila, H.g.riSurabaya; kputusin Mrndrlbud Rl ttornor I61/Mp(Aa/Xt/2OI a l.nr.ng penganght.n R.hor thh.njr., ilg.',t suob.r,i
l(eputren,\,lmdkbudXtNoDor279/0/1999ta.09oqinleslda;T.i.X.dalrnharit.rfllgeiSu;b.y.;
'
xrputusan M.ndiknar [l Nornor 9r0l2ml G,ltanq St.tut. ljntu.Rhar
[.9;
Surabiy.;XepuNrin l{rnl.u RI llornor 50,4(MX.05/208 lent.n! p.n.t.pan lJniv;dr8 lit.ard Surabay. pad. Iho.n.Nn
plndidilin ll$ioral rebagri tiJrin,i prmdntah yang manrnDLn pang.lohan l(au.ngn &d.; hyanan U;m;
Peraruran Manreri l(.uargal RI Nomor 92/F x.Osnolt t.nt.ng Ranian. Btlnt dan A,{grran 5.nr pcbkanirn
Anqg.ran Eadan lryanan ljmum;
Sural Pengeehln I'lenied X.uingan Nomor tp DtpA. 023.ol.2.114970/2Ol
t
tantang Dlpt BUJ t hun 20lj;M
UtUSI(IIIM.mb.nrut din m.ngrnght nm p.n.liti p.d. p.n litiri (.tij.trn f.tulh/ruuadhodl Rp D.n Opl Ums T.hur lngg&,n 2015, yrng luiun n nanEr.flBnla tamntm dalaln Lnpinn XaFltu an
ld
oal.m melakJan.kin Ogasny., nm lmelitl wajib he€dofian padi 6tent0rn ying hrhlu, dan !e(in
l.
0li,h.,nb.rit n l.ponn t.p.d. R.lro. Unh.rih.r
il.Ft
fu.h.y..xrpduran ini bslalu reial l.oggal dilrlaptin ,.m9Ji de09i relelainy. tagbhn ter'e&t dlrqrn
l.f
uan hllivalq.la r?',.tury..bn ditinjau dan diuhh !.b.gitrBni mallhy. .pib . tafliy.ti dfilmudi.n h.rl tod.pat k.Llttutn dalimpenrhpan ini. Ditrtploi dl : trabay.
&ex4sd.illJt'detl
f!ltor, 10. 11. Menddpkan Perlanr &dua Xeliga nd5rlinan ditllpaikrn looadt Yth:
1
l(ement?dan PandidiLn dan (.bud,yaan nl2.
Selrelr r Jando.l (.mdlkbudl.
lnrpellxr lendeal Xemdilbld1.
Dnekru Jend?r.l P.ndld(.i Tin99i (.mdilbudt.
Pira Pembaotu nahor ljne$6.
Paraoel.n,0ir. PPr, X.p.h IPPM7.
Kepald Biro dl linqkungan Uneriwl$o
0xlP't9600519198501 1002
,Qruai dangan bunyi
y.n9arl.
(au,ngan,
5.11, .[l,
IJNE
wwuun.".n..u
|
,drowi^gwitk
eha.act./,t
rqrio: XlprrMan R€hor Ufl.r.Nnrs
:129.7rufl,3/Hl( I/201SIrry!.I
lE hniX)1\0 nm
P
ElPlliEx
I
Nlrtlllul
tfiBulllrra rullryjurusrurioDt,tp orxlotPAulm$ras
xtGtr t0M8 YlIlltul IIG6luI
2015[o.
t.t.
,udul P.n lltl.n Sld.ngllmu TLn ?.n lld HDIg
-0anr (rp.) Sur6.rDrn
I TP Anrliii lkFiaen Mahiirw. l!rh.d.! Pcl.Fan
t,lllt
i.bgai tdrbaga P!'lddlllhof- fi. Iunii, ll.P(L
0r. fi. 8.dnl Srlil 8.d.i, tlPd
rnd lrir&ro. s.ftl- ltPd
0
5106{0{ mtr0{6701 m|Ell8m2lL
si sl 52 t t t 6 50.0m.m t,luhri1 TP l(0.5!p Prndidil n &n lmd.ftnl.iry. ,.d. P.odidilrl
(afua,B d llaryarakat lLtannan.,awa Tiiu
Pefl{,idik
.
Prof. L. eEiino,[Pi
kof. L. H. [m.dq LPn.
0l! li. &rdr(lo, tJd" I?d.
mtm25ll I mztl l5a)1 mrr2604 rv/d 5l 52
t
Lt
6 s0.m.00 hhn.') PtB Hdryat hrild.rinil lihhdrxa (kll&ig,r| hrlrkir
kitir flrolivni drn kemarnF,an ,w.l){rrB&p
P.ff+,ar Pr6r.i At
d.lln
.hri5r.lDroDr 2012-20rlllmu hof. 0r- 9r,
llitoll
t{.Pd. D',' Io(tldrud XEelilll, Mli.oci
ilr"ihr.ii,
Sli.,IJc
oml570t mm5680, o2]l27505 lY.
u
52 sl LI
5 m.m.m1 PIJ AnCiIr iliNliiPddidikanpadrfud.y. .y,rdLt
ordE To99rr.
k (
dn PrdCugr d hnlfi,
Pmdidik.n prof.0r.M ir V.rfiiL Ro.sminingilL il.Pd
hof.lI.WJryuttxtr[nSil .Pd. I)rt I llrrndl Sdrt],
IJ.
muor5{02 ml&)t6&t mml5r5 5l sl 52 P ? L 6 50.m.m t tult65 Pll Pmg{rbang.nEan nAi SorologifniroFSt Padditrn untrt Ll.ntuilirJi lisllJmr.o 0.rftt knit
P.adidik
lhfi.rnt M.rdiyit! tJor , M.,tr*sJ
lo,. s"ronuaii, u.s. l&.IXltt,lltnt
ldq[tlr.,
t .l(l:. mlm67m7 mllr05602 mt966m5 r/d tvD s2 sl sl ? tt
5 r0.m.m Fikuhis6 Pd8lmb.ngan P.iunj.ng Pr.ngf, Prnld.jtin : nPl
l,tdr P.nb.l.Irfr, d.n llEtunnt Muai
Li.
(diahPmdiditin Dr. Irwrmq 5.&., M.Pd. 0f3. lt brn{.n flxf fuano, M.Pd. D.'- I Iaui P,.SiiJ lnh.o., M.Pd.
ot505r0l m70{620r m015l0l flta sl 52 s2 t
t
t 5 r0.m.m FrtuhxI.L
,!dul P.diti.a 3ld:ng lL r tlt0il.
D.n.(rrJ
1 Pt8 P.n9d$.ign Eulu
ljr
Peotdtin nfltrit Lrmuf M.nhgliiLn ff*iifri3 Plrllbd.Fnn di feluttr6 ttmuP.ll(ldtn k. SuIFrro, ,t.Pd. kr suirwmto, [Pd, l}!ll.d'o,litPd. mt91056)7 mr0762n mraB5r0r
h
t
sl 5 r0.m.m6 8( P.ng$bnqan 8du
lir
Fil'.!l P.ndidft& llmuP.rdidtun
Dr.Ill6lltuit
.Pd. ft!( k. Yxin fiynro, ttPtl &. L.dJ,,rro, ltJ. m22l)55i01 ml0r5n5 m$]5q5 tvas
I
s5 L Lt
6t0mm
9 Bl( Plogart[ngiilPrf.ngLl Pdl$.Ljann M.ri l(uli.h PmdidiLn 8ud Pwwto, $d, il.Pd.
l!. trrFri U"rd. Mdnm.d Sr.fa
tN"
Mlc m50l7m2 or1055&r mrr0zE05 tva tv,t f,U( 5T s2 L P t 5 r0.0qlm tldi.'
l0 p.ogdnb.nqn 8ui0r lja. oas o.l.r itan
i€tn€o
P.,xldlil : Iro.i df| lmC.rnduinF
P.ndidiLn &.tntno.rnhloglh,.t. D. Iu4!0,
,t-
rui
t}'.So.lqitlq .Pd. mrl10580t mr 7r0J202 Ntd rud s,ll
s2 ?t
L 6rom.m
1t PL8 ftr.liistrd.ltxlliii P.ny.ld99..an Pmdidikx
liSutfd [oi.
lr?br.
Pmdidik
i
Iiurut
D6 ?ir'E dano,
It(.i
ftl.t.flitqll.m
0l!' tv.*q M.Pd.mDrml
mrc75209 mrff51(x tvib s2 5l s2 t t t 5 7J0.mt
ulDrt2 8X PsB.n$.llg.n (oqiriv. 8.haid Th.r., (OI) miur
rkni'{t
t,r
n i.Ilt
rtslr
(s.tf-rficr) (}ltgdtrlgl Hfl/rDs (Oolu)
D. XdiMXady& .Pd
Ih. r.lllo luriu.ii9t, to(l1
lrrtung0ftyowts|o,lPd., .Pd qx097&l mIIxt01 s, s2 12 ? ? t 6
/50.m
tl
ru
Pd.ls.trl
Prog.ri prxld*r| lon flnduttf
litcringrnrn P..ri*Ei fklFr*ltd.9i
lYli/dtdx.tidl 6. Xl d L!rr$.g. P{f l2-ZlHrr SihJ
nnr(*t
.6ra l,ii.nhtaxo.iunrunpumr. P.idafx Iu& t toldrlV'* tdr*lgft,
srd.nrd-*t
dtlrdifil,lso!,
l"
r'dodo, lPd- X.Pd. (D2run99 olm6r207 u)t&7207n
52 s2t
6 7Jm.m I.lullitt{ f650
P.iF
n9.
Ld.
htr.hiff4i
E.rbait C{ p.d. Sdudoif-
ffrddt|tr (tlP) tlivrrritr{qdi
St '&r.(l*r.)
PddLn
0ah!9 ldd,s.Pd_. .pd. XdFai, M.Pd ftiAhiut,
S?d, X?( 617108r02 u)16516 or&aEl06 Iu( It s2 5,a
t
P 67tmm
[ilullnt5 8l( Paqsrhrg.n tlod.l IrE ling Treui.B
r.lri
tlin'linFi ort ltodlcn.l, Xu6Ji'( ILSi. m1056&7t
6 7.500.m [alult6Tim P.n.lid
t
Lt
W( W. lll^ IU( tud llU(Io. li(hrg llmu
nr
P.r.liri tit0li3
s
-t6 XIP ftofil dx Pd!$n n Uorno.irn Progan Slud
r!ho*{ P.ltdd.n
fru
luihtut dfi I*rdogip.ndidili.l f&Irrs lllnu P.ndidit n lJnivait,s ll.!.ri
tu.b.y. P.oddtin 0n S{tino Widodq Lt.Pd. Ain SlIl|,I|o, tPd" .Pd. tXni odt 5lll" tl.Pd. ITA llur 5l
'l
tI
6 r0.0m.0mt7 NP Pmga
.rF8.lurPp.d.
.ux'Iirl
P.ngdrt
nFr
.dii tudoA.dio turuen Xrdtdum &n Idnolai Pgld(Il.. RP tlt6. l0l,grdndhJl
lP{.,fr(
Dr..liri
a0
.Pd. rnd fi[n!o,5r(
m(
m0{6790a 00091t5708 m18l$ml rt6 It/d sl s2 L 5 r0m.m0t8 P.ngrll!.nF EJ|.n
lir
Xdi.t P.nilift4pafiatat.n drn traxnn M.dir untul lLll.iiixa ftod Lkdd, P!?ddr
th S..rraitu,
m{
Frir fd.nto, itPdnR*UnA/rdt A,ll.Pd mr7r05)02 Ir/d t2 L
t
P 5 10.0(Im
t9 n5 tuiin Poh
,tr!-rlln
Orrg Iu. 84 P.t.mtrg.rSo*J
trrisd
ln.n 0L DidI}r ArXi l)ui
kr-,
[A
t!.rFio grc'lo, srd,
tt.r[
Nf'dy.luad-r
Sr( lil.P{m12076104 mB056l6 l[/t t2 52 s2
t
P 6I00m
20 Filologr PsE nbngr lElurcr l6rn n liloldtir b.ii
l,|.f
Sctrhnaa nll'l6
Bllolog 9a$9&5}d- rrsr
0i$ n rtndFd, l.PC.
I{ri.
rl io Srtrl 8od.tt l.li.,
fAi.
02911710t lV(
M
5lt
P P ? 5 5.20.m2r Btobq
fnliir
odni(.li
drilu dxi &b.n (..i d.nP6r.gii aBd|l U?ir Ah.on p.d.
I.i4.
P6ddr d ftld Pelolo, Ll.sPrrobg' illiL S.6li &dni, l-PIi"
t}i.
[)ci fluriLmti, S.!. $Jc
0lri.
hrni
tldt
\
tfi"
l{r!
tr'tdogou058r0l m2t 127505 @lltGt02
rlt
llu.[A
s2 s2a
? ? P 5 ,)m.m2l Prkolog hofl r.FiM& Guu lhda) PAU0 di su.t y.&r.r Nrobgi h oltlEsl|d. S.pc-
X.li
0l..tlfl*n
L*ltimi,I}i
Diqltd
ranr
hi
5}{
HJi.otTt)rrx
mra6,
o2n070a llU( lud&i
12 p ? P 6 5.tm.m2l Frikologt H.lg. &i drl Uijillir6d.nga R6ili('llrip.d. n nDi
Ldr.
B.rdarlrn Imt*r Sai.l tud.p lhdmFiloloq Di't 8rut5ri, tF!-
tls
&. Xiltdri
,In4
S.Fi-rS.
Ii lY.F
lln
raih4rd
i. S.lr-ttrii
IUd flvd
ll/t
'2s2I
? 6 t.)00.m ornr (rpJ 00r80u5!l ml6r70l mt70E790l m2to98r01 or767201 0lmul02 olt67$9lld
&el4tn d :
!r&r.
Pr&t 06.l rll
rri ,lt1(ndt(,
)
Xo. tat. 8ir.ng llnxr Ii'r P.mlid litox
-It
P,irobg tluhr!.n ntxa Lddrlx dllrg]r Ljngkung- (ru(.lnr(,in|.n0 dalgn P.r rfu fh$u.ng
grp.t
S.mb.r.ng.n (tin ring) p.d. t{r!r!rr-. nP Un6.
P5*dod uhrmoJ Syefro 5-Pi.,
l$(
9t hi 5.*1 S.Pi., ll.td
Ud lnugd.h lz.ii, t.ti. llFa.
mmrrEos oto98r0l
uinr116
ft llU( llU( s2 92 t P 6tm.m
l5 PGPAUD Ef.hin6 .dil Pabolil lutid.p Pros6 Pohl.j.uan
8.(.n
p.d.^ll.l Ui.ohl P.ndliibn lrEl Ui. Um lluu Xlorh.h, S.gd- ll.Pd. 9i r'd4d, s.Pd- I.?d. 06i XcrrCr.ri,1l(
ttP{ m50r70t mt06|00 mt02mt llU(,t
llvr 92 t2 6 ro.m.m26 PL8 P.og.mb.ng.n Mod.l ldnrn p.ndidiran ft!.odrti bdtlir p.mring untrt lllfig.mbnngt.n Fil.lu b.rnor.l p.r.nr ddt M.g.hit rtliajr p.d, !*ohh
luJ UaJa Itru
MdLn
Lor Bi6. t)r.. Xj. Si, lrJnud.[ M.X.r. I}r tdy ft.)lq tl.Pd. Dr. Hi 9i Jo.d. lnd.jJti,ll.[6
ort0r6ro tmlIJ60a m)qr6ql9 tY Nl.t
s2 slt
6 5.m.m 21 PLB Pg|Fnb.tga Pr.ngtd rr*$trttrn r 0dlhnuft.tlGl6ur p.d. S.toLh lntid Paxtditdr
ln
llrldr
Arnl s.?d-[m
d.kt
in ld.ninFlr ltg. nEfdorr lofi rL ltPd. m20280J m302t102w.
llta s, s2 s2 6t.mm
2E 8t( PcB.oh gfr P.ndln Xom.fng lr:tirmh* Xonsrlo.
5.td.h tlildinlJl dal t(drta{r19 w.ryo lrr|ollo. S.Pd- ttrd. ki n6{rarddi, S.Pd" M.Pd mt202860r o15fi8501 A It/b s2