Perubahan Pola Baru
DIKLAT KEPEMIMPINAN
Rapat Kerja Radio Republik Indonesia (RRI)
Hotel Grand Mercure, Hayam Wuruk
Jakarta, 23 Mei 2014
DR. P.M. Marpaung, M.Sc.
Kepala Pusat Promosi Inovasi dan Pengembangan
Kapasitas, LAN RI.
AGENDA DISKUSI
ASN dan Ciri Organisasi Abad 21
Reformasi Sistem Diklat Aparatur
Kebijakan Pembinaan Diklat
UU ASN, Jabatan dan Statistik PNS
Pembaharuan Diklat dan Esensi Perubahannya
Tahap Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan
Analisis Stakeholder Perubahan
SBU Diklat PNS Tahun 2014
Pedoman Akreditasi Diklat PNS
ASN DAN CIRI ORGANISASI ABAD 21
DR.Marps/RRI 2014
3
CIRI ORGANISASI ABAD 21
1.
Kompeten, berinteraksi, berkolaborasi
2.
Punya Renstra (visi, misi, strategi,
program, kegiatan)
3.
Penempatan/penugasan basis kompetensi
4.
Aktualisasi kepemimpinan transformatif
5.
Aplikasi teknologi dalam tugas
6.
Terbuka pada perubahan (change)
7.
Terbangun kompetisi sehat (Trust
Building)
CIRI ORGANISASI
PEMERINTAH ABAD 21:
memiliki keungulan
kompetitif, nilai tambah,
dinamis, serta mampu
beradaptasi dengan tuntutan
lingkungan yang selalu berubah
cepat dan sulit diramalkan.
POTRET SDM ERA GLOBAL
1. SDM kompeten, jujur dan sikap melayani
2. SDM era virtual dalam kerja (techno-industry)
3. Pengembangan kompetensi terprogram
4. Mengedepankan profesionalitas
5. Kompetisi SDM yang ”sehat”
6. Budaya kerja global dampak ”borderless country”
7. Sinergitas IQ, EQ, SQ2 menjadi SDM AQ tinggi.
8. Peningkatan keahlian/spesialisasi terprogram
9. Terampil komunikasi internal, eksternal, global.
10.Aktualisasi keteladanan, keterbukaan, akomodatif
.
KUALITAS ASN ABAD 21
Berintegritas, netral, beretika,
kompeten, capable, profesional,
mampu bersaing, kinerja tinggi,
Jujur, amanah, sportif, melayani
Selaras pola pikir (mind set) &
budaya kerja (culture set)
Taat aturan, disiplin, transparan,
akuntabel, efektif, motivasi dan
keteladanan dalam hidup.
KOMP. JABATAN VS. KOMP. DIKLAT
DR.Marps/RRI 2014
4
Pengemban.
via diklat
Pengemban.
via
non-diklat
Diklat:
1. Prajabatan
2. KEPEMIMPINAN
3. Teknis
4. Fungsional
Non-Diklat:
1. Learning Organiz.
2. Coaching/counsllg
3. Mentoring
4. SDL, SAL, dll
.
Kompet.
Jabatan
K
o
m
p
e
te
n
si
D
ik
lat
/N
o
n
-dik
lat
PP 101/2000 DIKLAT JABATAN PNS INDONESIA
DIKLAT
adalah proses belajar yg bertujuan “mengubah” kompetensi kerja
seseorang sehingga dia dapat berprestasi lebih baik dlm jabatannya
REFORMASI SISTEM DIKLAT APARATUR
Tay
lo
r M
ade
Tr
ain
in
g
Pro
gr
am
V
s.
Re
ady
M
ade
Tr
ain
in
g P
ro
gr
am
UU ASN
No. 5/2014
Jenis Pelatihan
PESANAN
(Taylor-Made Training) atau
YANG DITAWARKAN
(Ready-Made Training)
Tujuan Training: to learn, to relearn, to unlearn competencies
Penyelenggara Diklat PNS: Lembaga Diklat Terakreditasi dan Tersertifikasi (LAN)
DR.Marps/RRI 2014
5
KEBIJAKAN PEMBINAAN DIKLAT
KEBIJAKAN PEMBINAAN DIKLAT
1. Penyusunan pedoman Diklat
2. Bimbingan dalam pengembangan kurikulum
3. Bimbingan dalam penyelenggaraan Diklat
4. Standarisasi dan akreditasi Diklat
5. Standarisasi dan sertifikasi widyaiswara
6. Pengembangan sistem informasi Diklat
7. Pengawasan program & penyel. Diklat
8. Pemberian bantuan teknis melalui
konsultasi, bimbingan di tempat kerja,
kerjasama dalam pengembangan,
penyelenggaraan dan evaluasi Diklat
TOTAL QUALITY
MANAGEMENT DIKLAT
• Standar Kualitas
• Kontrol Kualitas
• Jaminan Kualitas
Instansi Pembina Diklat (Instansi Pembina) adalah Lembaga
Administrasi Negara yang secara fungsional bertanggung jawab atas
pengaturan, koordinasi, dan penyelenggaraan Diklat. (PP101/2000)
1. Seleksi & promosi secara adil &
kompetitif
2. Menerapkan prinsip fairness
3. Penggajian, reward and
punishment berbasis kinerja
4. Standar integritas dan perilaku
untuk kepentingan publik
5. Manajemen SDM secara efektif
dan efisien
6. Melindungi pegawai dari
intervensi politik dan dari
tindakan semena-mena
SISTEM MERIT
adalah
kebijakan & Manajemen
ASN berdasarkan
kualifikasi,
kompetensi, dan
kinerja
secara adil dan
wajar tanpa
membedakan latar
belakang politik, ras,
warna kulit, agama, asal
usul, jenis kelamin,
status pernikahan, umur,
atau kecacatan.
“SISTEM MERIT“ DLM UU ASN
6
JENIS, STATUS & KEDUDUKAN ASN
JENIS
PNS
Pasal 1 butir 3
& Pasal 7
PPPK
Pasal 1 butir 4
& Pasal 7
STATUS
1. Berstatus pegawai
tetap dan Memiliki NIP
secara Nasional;
2. Menduduki jabatan
pemerintahan.
1. Diangkat dengan
perjanjian kerja sesuai
kebutuhan instansi
dan ketentuan UU.
2. Melaksanakan tugas
pemerintahan.
KEDUDUKAN
•
Berkedudukan
sebagai unsur
aparatur negara
•
Melaksanakan
kebijakan yang
ditetapkan oleh
pimpinan
•
Harus bebas dari
pengaruh/inter
vensi golongan &
partai politik
7
DR.Marps/RRI 2014
HAK DAN KEWAJIBAN ASN
JENIS
PNS
Pasal 1 butir 3
& Pasal 7
PPPK
Pasal 1 butir 4
& Pasal 7
HAK
1. gaji, tunjangan, dan
fasilitas;
2. cuti;
3. jaminan pensiun dan
jaminan hari tua;
4. perlindungan; dan
5. pengembangan
kompetensi.
1. gaji, tunjangan, dan
fasilitas;
2. cuti;
3. perlindungan; dan
4. pengembangan
kompetensi.
•
setia dan taat pada Pancasila,
UUD NRI 1945, NKRI,
pemerintah sah;
•
menjaga persatuan dan
kesatuan bangsa;
•
melaksanakan kebijakan
pemerintah;
•
menaati ketentuan peraturan
per-UU-an;
•
melaksanakan tugas
kedinasan;
•
menunjukkan integritas dan
keteladanan;
•
menyimpan rahasia jabt.
•
bersedia ditempatkan di
seluruh wilayah NKRI
KEWAJIBAN
8
DR.Marps/RRI 2014
Jabatan
Administrasi
Jabatan
Fungsional
Jabatan
Pimpinan
Tinggi
Jabatan Administrator
memimpin pelaksanaan
seluruh kegiatan
pelayanan publik serta
admi. emerintahan dan
pembangunan
Jafung keahlian:
a) ahli utama;
b) ahli madya;
c) ahli muda; dan
d) ahli pertama.
Jafung keterampilan:
a) penyelia;
b) mahir;
c) terampil; dan
d) pemula
Jabatan
Pengawas
mengendalikan
pelaksanaan keg.
yang dilakukan
pej. pelaksana
Jabatan Pelaksana
melaksanakan keg.
pelayanan publik
serta administrasi
pemerintahan dan
pembangunan
•
Jabatan pimpinan tinggi utama;
•
Jabatan pimpinan tinggi madya; dan
•
Jabatan pimpinan tinggi pratama
D
IIS
I D
A
R
I
P
E
GA
W
A
I A
S
N
DIISI
PPPK
,
TN
I
DA
N
P
OLRI
Jabatan ASN tertentu
JABATAN ASN
9
DR.Marps/RRI 2014
(sebelumnya dikenal
sebagai pejabat
struktural Eselon I, II)
(saat ini terdapat
133 jabatan
fungsional PNS)
STATISTIK PNS (BKN, MARET 2014)
DR.Marps/RRI 2014
10
•
Fungs. Umum (Staf) : 1.749.085
•
Fungsional Tertentu (Jabatan
Fungsional): 2.335.975
•
Struktural (Eselon. I/II/III/IV):
277.745
•
Jumlah Jabatan Fungs.: 133 JFS
•
Target Jabatan Fungsional Tahun
2014: 240 JFS
DAFTAR INSTANSI PEMBINA & JABATAN FUNGSIONAL PNS
(Updated 24 March 2014)
DR.Marps/RRI 2014
11
1. Pengawas Penyel Urusan Pem. di Daerah 2. Satpol PP
3. Diplomat 4. Kataloger 5. Pemeriksa Merek 6. Pemeriksa Paten
7. Perancang Peraturan Per-UU-an 8. Pemeriksa Desain Industri 9. Petugas Permasyarakatan 10. Penyuluh Hukum 11. Analis Keimigrasian 12. Pemeriksa Keimigrasian
13. Penilai Pajak Bumi dan Bangunan 14. Pemeriksa Bea dan Cukai 15. Pemeriksa Pajak 16. Penyuluh Pajak 17. Pengamat Gunung Api 18. Penyelidik Bumi
19. Inspektur Ketenagalistrikan 20. Inspektur Tambang
21. Inspektur Minyak dan Gas Bumi
22. Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan 23. Penguji Mutu Barang
24. Penera
25. Medik Veteriner 26. Paramedik Veteriner
27. Pemeriksa Perlind. Varietas Tanaman 28. Pengawas Benih Tanaman
29. Pengawas Bibit Ternak 30. Pegawas Mutu Hasil Pertanian 31. Pengawas Mutu Pakan
32. Pengendali Organisme Pengg. Tumbuhan 33. Penyuluh Pertanian
34. Analis Pasar Hasil Pertanian 35. Penyuluh Kehutanan 36. Polisi Kehutanan
37. Pengendali Ekosistem Hutan 38. Pengendali Frekuensi Radio 39. Teknisi Penerbangan
40. Pengawas Keselamatan Pelayaran 41. Penguji Kendaraan Bermotor 42. Pengendali Hama dan Penyakit Ikan 43. Pengawas Perikanan (penggabungan dgn
Pengawas Benih Ikan ) 44. Penyuluh Perikanan 45. Analis Pasar Hasil Perikanan
46. Pengawas Ketenagakerjaan 47. Instruktur
48. Mediator Hubungan Industrial 49. Pengantar Kerja
50. Penggerak Swadaya Masyarakat 51. Pengantar Kerja
52. Teknik Pangairan
53. Teknik Penyehatan Lingkungan 54. Teknik Jalan dan Jembatan 55. Teknik Tata Bangunan dan
Perumahan 56. Penata Ruang
57. Pembina Jasa Konstruksi 58. Administrator Kesehatan 59. Apoteker 60. Asisten Apoteker 61. Bidan 62. Dokter 63. Dokter Gigi 64. Epidemiolog Kesehatan 65. Entomolog Kesehatan 66. Fisioterapis 67. Fisikawan Medis 68. Nutrisionis 69. Okupasi Terapis 70. Ortosis Prostesis
71. Penyuluh Kesehatan Masyarakat 72. Perawat
73. Perawat Gigi 74. Perekam Medis
75. Pranata Laboratorium Kesehatan 76. Psikolog Klinis 77. Radiografer 78. Refraksionis Optisien 79. Sanitarian 80. Teknik Elekromedis 81. Teknisi Gigi
82. Terapis Transfusi Darah 83. Terapis Wicara 84. Dokter Pendidik Klinis 85. Pembimbing Kesehatan Kerja 86. Dosen 87. Guru 88. Penilik 89. Pamong Belajar 90. Pengawas Sekolah 91. Pengembangan Teknologi Pembelajaran
92. Pranata Laboratorium Pendidilkan 93. Pekerja Sosial 94. Penyuluh Sosial 95. Penghulu 96. Penyuluh Agama 97. Pamong Budaya 98. Adikara siaran 99. Teknisi Siaran 100. Andalan Siaran
101. Pranata Hubungan Masyarakat 102. Pengendali Dampak Lingkungan 103. Pengawas Lingkungan Hidup 104. Perencana 105. Widyaiswara 106. Analis Kebijakan 107. Arsiparis 108. Analis Kepegawaian 109. Auditor Kepegawaian 110. Assessor SDM Aparatur 111. Pustakawan 112. Statistisi 113. Pranata Komputer 114. Pengawas Radiasi 115. Pranata Nuklir 116. Agen 117. Sandiman
118. Operator Transmisi Sandi 119. Penyuluh Keluarga Berencana 120. Surveyor Pemetaan
121. Auditor 122. Peneliti
123. Teknisi Penelitian dan Perekayasaan 124. Perekayasa
125. Pengawas Farmasi dan Makanan 126. Pengamat Meteorologi dan
Geofisika 127. Jaksa
128. Juru Sita dan Juru Sita Pengganti 129. Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi 130. Penerjemah
131. Pemeriksa
132. Pengelola Pengadaan Barang/Jasa 133. Rescuer
INSTANSI PEMBINA JABATAN FUNGSIONAL
1. Kementerian Dalam Negeri 2. Kementerian Luar Negeri
3. Kementerian Pertahanan
4. Kementerian Hukum Dan Ham 5. Kementerian Keuangan 6. Kementerian ESDM 7. Kementerian Perindustrian 8. Kementerian Perdagangan 9. Kementerian Pertanian 10. Kementerian Kehutanan 11. Kementerian Perhubungan 12. Kement. Kelautan dan Perikanan 13. Kementerian Tenaga Kerja 14. Kementerian Pekerjaan Umum 15. Kementerian Kesehatan
16. Kementerian Dik dan Kebudayaan 17. Kementerian Sosial
18. Kementerian Agama
19. Kement. Pariwisata & Ek. Kreatif 20. Kementerian Kominfo
21. Kementerian Lingkungan Hidup 22. BAPPENAS
23. Lembaga Administrasi Negara 24. Arsip Nasional (ANRI)
25. Badan Kepegawaian Negara (BKN) 26. Perpustakaan Nasional
27. Badan Pusat Statistik (BPS) 28. Badan Pengawas Tenaga Nuklir 29. Badan Tenaga Nuklir Nasional 30. Badan Intelijen Negara (BIN) 31. Lembaga Sandi Negara 32. BKKBN
33. BAKORSURTANAL 34. BPKP
35. LIPI 36. BPPT
37. Badan Pengawas Obat &Makanan 38. BMKG 39. Kejaksaan Agung 40. Mahkamah Konstitusi 41. Sekretariat Negara 42. BPK 43. LKPP 44. Badan SAR
KOMPETENSI
13
Fokus Pengembangan Kapasitas PNS
(Capacity Development & Competency Strengthening)
Keterampilan & Keahlian
Wawasan & Pengetahuan
Bakat & Potensi
Kepribadian & Motif Kerja
Moral & Etos Kerja
FOCUS: TO LEARN, TO RELEARN, TO
UNLEARN COMPETENCIES
VIA
DIKLAT,
NON-DIKLAT,
PEND. FORMAL
KO
M
P
ET
ENS
I
TNA
DR.Marps/RRI 2014
MENGAPA PEMBAHARUAN DILAKUKAN?
1.
Efektivitas Diklat dalam pembentukan Kompetensi kepemimpinan
rendah (karakter dan integritas pimpinan rendah).
2.
Kurikulum dan metoda pembelajaran belum mampu mendorong
terbentuknya pemimpin perubahan.
3.
Terlalu banyak mata diklat, tidak fokus pada penguatan kapabilitas
kepemimpinan
4.
Metoda pembelajaran tidak berbasis pengalaman
5.
Penjaminan kualitas lembaga penyelenggara diklat belum berjalan
secara optimal
6.
Pembinaan Widyaiswara belum berjalan dengan baik
7.
Cara pembelajaran lebih banyak klasikal;
8.
Peran widyaiswara hanya sebagai fasilitator
9.
Peran dari lembaga pengirim terbatas dan pasif
10.
Peran penyelenggara terbatas pada persiapan dan pelaksanaan diklat
14
DR.Marps/RRI 2014
FOKUS PEMBAHARUAN TAHUN 2013
NO
FOKUS PERUBAHAN
ESENSI PERUBAHAN
1
DIKLAT PRAJABATAN
1. Nilai-nilai Dasar PNS
2. Aktualisasi Di Tempat Kerja
2
DIKLAT KEPEMIMPINAN
1. Pemimpin Perubahan
2. Memimpin Perubahan Di Tempat Kerja
3
AKREDITASI
1. Pendelegasian Kewenangan Akreditasi
Diklat Fungsional Dan Diklat Teknis
2. Instansi Pembina Jabatan Fungsional
Memperbaharui Sistem Diklat
Fungsional
3. Kementerian Dan Lembaga
Memperbaharui Sistem Diklat Teknis
15
DR.Marps/RRI 2014
TAHUN 2014 DAN KE DEPAN
Semua Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan
Menggunakan Pola Baru,
Jika Belum Siap,
Sudah Menjadi Tanggung Jawab Kami
Membina Anda Sampai Siap.
16
DR.Marps/RRI 2014
PEMIMPIN PERUBAHAN
SEBAGAI TUJUAN DIKLAT KEPEMIMPINAN
COLLECTIVE ACTION:
1. LAN
2. BKN
3. K/L/D
4. Dirjen Anggaran
5. Pejabat Pembina
Kepegawaian
6. Pengelola Diklat
7. Penyelenggara Diklat
8. Widyaiswara
9. Peserta Diklat
17
EMPAT HAL PENTING TERKAIT PEMIMPIN
•
Bahwa
DEFINISI
tentang seorang
pemimpin adalah orang yang
mempunyai pengikut.
•
Bahwa seorang
PEMIMPIN EFEKTIF
bukanlah orang yang dicintai atau
dikagumi, tetapi orang yang menggugah
pengikutnya untuk melakukan hal yang
besar & benar
•
Bahwa
PEMIMPIN ITU NYATA
. Mereka
adalah orang-orang yang nyata
memberikan teladan.
•
Bahwa
KEPEMIMPINAN
bukanlah
jabatan, hak istimewa, gelar atau uang.
Kepemimpinan adalah tanggung jawab.
(Sumber: Peter F. Drucker, 1997).