• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Contoh Solusi) PR 1 METODE FORMAL (CIG4F3) Semester Ganjil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "(Contoh Solusi) PR 1 METODE FORMAL (CIG4F3) Semester Ganjil"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

(Contoh Solusi)

PR 1 METODE FORMAL (CIG4F3)

Semester Ganjil 2015-2016

Dikumpulkan paling lambat pukul 15:00, Jumat, 25 September 2015, di slot pengumpulan PR diidea(softcopy)

atau Loker Pengumpulan PR Metode Formal (hardcopy). Lokasi loker berada di antara toilet dan ruang E 108 (IF2.01.08). Petunjuk pengerjaan:

1. Sebagaimana telah dijelaskan di awal perkuliahan, bobot seluruh nilai PR yang diberikan dalam satu semester untuk perkuliahan Metode Formal pada semester ganjil 2015-2016 direncanakan sebesar 25% dari nilai akhir.

2. Gunakan PR sebagai sarana berlatih untuk menghadapi ujian. Oleh karenanya, ker-jakan PR ini dengan serius. Jangan hanya memberi jawaban dan argumen untuk PR ini tanpa memahaminya dengan baik.

3. PR dikerjakan secara individu. Meskipun begitu, Anda diperkenankan berdiskusi dengan teman sekelas, teman sekampus, atau teman yang berasal dari kampus lain. Tuliskan nama-nama orang yang Anda ajak berdiskusi lengkap dengan asal insti-tusinya pada bagian referensi yang mungkin perlu ditambahkan pada bagian akhir PR. 4. PR ini terdiri dari 6 (enam) soal dengan bobot masing-masing soal yang bervariasi. Anda akan dinilai tidak hanya pada jawaban akhir saja, tetapi juga pada argumen dan tata bahasa penulisan ilmiah yang Anda tuliskan.

5. Berkas PR dikumpulkan dalam bentuk softcopy saja, atau softcopy dan hardcopy. 6. Pengumpulan berkas softcopy dilakukan pada slot yang telah disediakan di idea,

batas waktu unggah adalah Jumat 25 September 2015 pukul 15:00 waktu idea. Berkas yang diunggah berformat.pdfdengan format penamaan

PR1MetFor-<NIM>-Nama_Panggilan. Contoh:PR1MetFor-1103130128-Indra. 7. PR boleh dikerjakan dengan cara:

Ditulis dengan tulisan tangan sendiri, kemudian hasilnya dipindai (scan) dan di-jadikan berkas.pdf. Kertas yang boleh dipakai adalah kertas A4, HVS, atau folio bergaris. Jawaban boleh ditulis dengan pensil 2B, pensil HB, atau pulpen bertinta hitam/ biru.

Diketik rapi. Usahakan untuk memakai notasi yang telah diajarkan diperkulia-han. Jika tidak, jelaskan terlebih dulu notasi yang Anda pakai.

(2)

8. Jika Anda berniat untuk mengumpulkan berkas hardcopy, berkas dikumpulkan di loker pengumpulan PR Metode Formal yang terdapat pada loker dosen KK ICM di depan ruang E 108 (IF2.01.08). Batas pengumpulan berkas hardcopy adalah Jumat 25 Sep-tember 2015 pukul 15:00 waktuidea.

(3)

Soal 1 (5 + 5 + 2 + 6 + 2 = 20) Diberikan proposisi p, q, dan r. (a). [5 poin] Buatlah tabel kebenaran untuk proposisi (p q) r. (b). [5 poin] Buatlah tabel kebenaran untuk proposisi p (q r).

(c). [2poin] Apakah merupakan operator logika proposisi yang bersifat asosiatif? Jelaskan jawaban Anda.

(d). [6 poin] Buatlah tabel kebenaran untuk (p^ :q ^ :r)_(:p ^ q ^ :r)_(:p ^ :q ^ r). (e). [2 poin] Apakah p q r ekuivalen dengan

(p^ :q ^ :r) _ (:p ^ q ^ :r) _ (:p ^ :q ^ r)? SOLUSI:

(a). Tabel kebenaran untuk(p q) r adalah:

p q r p q (p q) r 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0

(b). Tabel kebenaran untukp (q r) adalah:

p q r q r p (q r) 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0

(c). Karena tabel kebenaran(p q) rdanp (q r)identik untuk konfigurasi nilai kebenaran proposisi atom yang sama, maka

(p q) r p (q r), akibatnya merupakan operator logika yang bersi-fat asosiatif dan penulisanp q r tidak ambigu.

(4)

(d). Untuk memperingkas penulisan, kolom untuk :p, :q, dan :r tidak ditulis dan misalkan = (p^ :q ^ :r) _ (:p ^ q ^ :r) _ (:p ^ :q ^ r). Tabel kebe-naran untuk adalah:

p q r p^ :q ^ :r :p ^ q ^ :r :p ^ :q ^ r 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0

(e). Untuk konfigurasi nilai kebenaran proposisi atom yang sama, kolom paling kanan tabel kebenaran untuk p q r berbeda dengan tabel kebenaran untuk(p^ :q ^ :r) _ (:p ^ q ^ :r) _ (:p ^ :q ^ r). Akibatnya

(5)

Soal 2 (2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 10) Misalkan a, s, dan n adalah proposisi-proposisi berikut: a : “sistem dijalankan dalam administrator mode”

s : “sistem dijalankan dalam safe mode” n : “sistem dijalankan dalam normal mode”

Translasikan pernyataan-pernyataan berikut ke dalam formula logika proposisi meng-gunakan proposisi a, s, dan n yang telah dijelaskan serta operator-operator logika:, ^, _, , !, dan $.

(a). [2 poin] Sistem tidak dapat dijalankan dalam administrator mode bila sistem di-jalankan dalam safe mode.

(b). [2 poin] Ketika sistem dijalankan dalam normal mode, maka sistem dijalankan dalam tepat salah satu dari administrator mode atau safe mode.

(c). [2 poin] Sistem selalu dijalankan dalam administrator mode dan normal mode se-cara bersamaan.

(d). [2 poin] Sistem dapat dijalankan dalam administrator mode jika tidak dijalankan dalam safe mode.

(e). [2 poin] Sistem dapat dijalankan dalam tepat salah satu dari administrator mode, safe mode, atau normal mode. (Petunjuk: perhatikan kembali Soal 1 (d) dan (e)). SOLUSI:

(a). Kalimat dapat ditulis ulang sebagai: “jika sistem dijalankan dalam safe mode, maka sistem tidak dapat dijalankan dalam administrator mode”, sehingga translasinya adalah: s! :a.

(b). n! a s

(c). Kalimat dapat ditulis ulang sebagai: “sistem dijalankan dalam administrator mode jika dan hanya jika sistem dijalankan dalam normal mode”, sehingga translasinya adalah: a$ n.

(d). Kalimat dapat ditulis ulang sebagai: “jika sistem tidak dijalankan dalam safe mode, maka sistem dapat dijalankan dalam administrator mode, sehingga translasinya adalah: :s ! a.

(e). Kalimat menyatakan suatu spesfikasi yang bernilai benar tepat ketika hanya salah satu dari proposisi a, s, dan n bernilai benar. Berdasarkan jawaban Soal 1 (e), hasil translasi kalimat ini adalah:

(6)

Definisi 1 Misalkan adalah sebuah formula logika proposisi:

(a). formula dikatakan absah (valid) apabila selalu bernilai benar untuk setiap in-terpretasiI

(b). formula dikatakan terpenuhi (satisfiable) apabila dapat bernilai benar untuk suatu interpretasiI

(c). formula dikatakan kontradiksi (contradictory) apabila selalu bernilai salah un-tuk setiap interpretasiI

(d). formula dikatakan tersalahkan (falsifiable) apabila dapat bernilai salah untuk suatu interpretasiI

(e). formula dikatakan kontingensi (contingency) apabila bukan formula yang bersi-fat absah dan bukan pula formula yang bersibersi-fat kontradiksi.

Soal 3 (4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 20) Diberikan formula-formula 1, 2, 3, 4, dan 5berikut: (a). [4 poin] 1 := (p_ q) ^ (:q _ r) ^ (:r _ s) ! p _ s

(b). [4 poin] 2 := p_ q _ r _ s ! p ^ q ^ r ^ s (c). [4 poin] 3 := p! (q ! r) ^ (p ^ q ^ :r)

(d). [4 poin] 4 := (:p ^ q ^ r) _ (p ^ :q ^ r) _ (p ^ q ^ :r) (e). [4 poin] 5 := (:p _ :q _ r) ^ (:p _ q _ :r) ^ (p _ :q _ :r)

Berikan tandaX pada baris dan kolom yang bersesuaian untuk Tabel 1 bila formula imemenuhi sifat-sifat yang telah dijelaskan pada Definisi 1. Berikan bukti dan argumen yang mendukung jawaban Anda.

valid satisfiable contradiction falsifiable contingency 1

2 3 4 5

(7)

SOLUSI: Tabel dapat dilengkapi sebagai berikut

valid satisfiable contradiction falsifiable contingency

1 X X

2 X X X

3 X X X

4 X X X

5 X X X

(a). Formula 1 := (p_ q) ^ (:q _ r) ^ (:r _ s) ! p _ sbersifat absah (valid ). Hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut.

Cara 1 (metode falsifikasi): Andaikan 1 tidak absah, maka terdapat inter-pretasiI sehinggaI ( 1) = F. Akibatnya

I ((p _ q) ^ (:q _ r) ^ (:r _ s)) = Tdan (1)

I (p _ s) = F. (2)

Dari persamaan (1) kita memiliki

I (p _ q) = T (3)

I (:q _ r) = T (4)

I (:r _ s) = T (5)

dan dari persamaan (2) kita memilikiI (p) = I (s) = F. Akibatnya: (i) dari persamaan (3) diperolehI (q) = T,

(ii) dari persamaan (5) diperolehI (:r) = T, sehinggaI (r) = F.

Kedua hasil (i) dan (ii) di atas memberikan I (:q _ r) = :T _ F = F, yang bertentangan dengan persamaan (4). Jadi formula 1 tidak mungkin berni-lai F untuk interpretasi apapun. Dengan demikian 1 bersifat absah dan terpenuhi.

(8)

Cara 2 (ekuivalensi logika): Akan dibuktikan bahwa 1 T. Perhatikan bahwa 1 := (p_ q) ^ (:q _ r) ^ (:r _ s) ! p _ s : ((p _ q) ^ (:q _ r) ^ (:r _ s)) _ (p _ s) (ekuivalensi ! : _ ) : (p _ q) _ : (:q _ r) _ : (:r _ s) _ (p _ s) (De Morgan) : (p _ q) _ : (:q _ r) _ : (:r _ s) (ekuivalensi _ : Tdan _ (p _ q _ :q _ r _ :r _ s) _ T T) : (p _ q) _ : (:q _ r) _ : (:r _ s) (sifat asosiatif_) _ (p _ q) _ (:q _ r) _ (:r _ s)

: (p _ q) _ (p _ q) _ : (q _ r) _ (:q _ r) (sifat asosiatif dan komutatif_) _: (:r _ s) _ (:r _ s)

T_ T _ T T (ekuivalensi _ : T).

(b). Formula 2 := p_ q _ r _ s ! p ^ q ^ r ^ smemiliki sifat-sifat berikut: (i) 2 terpenuhi (satisfiable) karena untuk

I (p) = I (q) = I (r) = I (s) = T, maka

I ( 2) = (T_ T _ T _ T) ! (T ^ T ^ T ^ T) = T. (ii) 2 tersalahkan (falsifiable) karena untuk

I (p) = TdanI (q) = I (r) = I (s) = F, maka

I ( 2) = (T_ F _ F _ F) ! (T ^ F ^ F ^ F) = T ! F = F. (iii) 2 tidak absah (valid ) karena 2 tersalahkan.

(iv) 2 tidak kontradiksi (contradictory ) karena 2 terpenuhi. Akibatnya 2 suatu kontingensi.

(c). Formula 3 := p! (q ! r) ^ (p ^ q ^ :r)memiliki sifat-sifat berikut: (i) 3 terpenuhi (satisfiable) karena untuk

I (p) = I (q) = I (r) = F, maka

I ( 3) = F! ((F ! F) ^ (F ^ F ^ :F)) = F ! (T ^ F) = F ! F = T. (ii) 3 tersalahkan (falsifiable) karena untuk

I (p) = TdanI (q) = I (r) = F, maka

I ( 3) = T! ((F ! F) ^ (T ^ F ^ :F)) = T ! (T ^ F) = T ! F = F. (iii) 3 tidak absah (valid ) karena 3 tersalahkan.

(iv) 3 tidak kontradiksi (contradictory ) karena 3 terpenuhi. Akibatnya 3 suatu kontingensi.

(9)

(d). Formula 4 := (:p ^ q ^ r) _ (p ^ :q ^ r) _ (p ^ q ^ :r) memiliki sifat-sifat berikut:

(i) 4 terpenuhi (satisfiable) karena untuk I (p) = I (q) = TdanI (r) = F, maka

I ( 4) = (:T ^ T ^ F) _ (T ^ :T ^ F) _ (T ^ T ^ :F) = T. (ii) 4 tersalahkan (falsifiable) karena untuk

I (p) = I (q) = I (r) = T, maka

I ( 4) = (:T ^ T ^ T) _ (T ^ :T ^ T) _ (T ^ T ^ :T) = F. (iii) 4 tidak absah (valid ) karena 4 tersalahkan.

(iv) 4 tidak kontradiksi (contradictory ) karena 4 terpenuhi. Akibatnya 4 suatu kontingensi.

(e). Formula 5 := (:p _ :q _ r)^(:p _ q _ :r)^(p _ :q _ :r)memiliki sifat-sifat berikut:

(i) 5 terpenuhi (satisfiable) karena untuk I (p) = I (q) = I (r) = T,

makaI ( 4) = (:T _ :T _ T) ^ (:T _ T _ :T) ^ (T _ :T _ :T) = T. (ii) 5 tersalahkan (falsifiable) karena untuk

I (p) = I (q) = TdanI (r) = F,

makaI ( 4) = (:T _ :T _ F) ^ (:T _ T _ :F) ^ (T _ :T _ :F) = F. (iii) 5 tidak absah (valid ) karena 5 tersalahkan.

(iv) 5 tidak kontradiksi (contradictory ) karena 5 terpenuhi. Akibatnya 5 suatu kontingensi.

(10)

Soal 4 (5 + 5 = 10) Periksa apakah himpunan-himpunan formula berikut konsisten atau tidak. Jelaskan jawaban Anda.

(a). [5 poin] A =fp _ q; :p; p ! q; :qg

(b). [5 poin] B =f:p ! q; :p $ r; :q $ s; :p ! sg SOLUSI:

(a). Kita akan membuktikan bahwaAtidak konsisten.

BUKTI: (Dengan metode falsifikasi) Andaikan A konsisten, maka terdapat interpretasiI sehingga

I (p _ q) = T (6)

I (:p) = T (7)

I (p ! q) = T (8)

I (:q) = T (9)

Dari persamaan (7) diperoleh I (p) = F dan dari persamaan (9) diperoleh I (q) = F. Kedua hasil ini memberikan I (p _ q) = F yang bertentangan dengan persamaan (6).

BUKTI: (Dengan tabel kebenaran) Misalkan adalah konjungsi dari setiap formula padaA, maka

p q :p :q p _ q p ! q

1 1 0 0 1 1 0

1 0 0 1 1 0 0

0 1 1 0 1 1 0

0 0 1 1 0 1 0

Karena formula kontradiksi, maka tidak terpenuhi, akibatnya himpunan Atidak konsisten.

(b). Himpunan B = f:p ! q; :p $ r; :q $ s; :p ! sg konsisten bila terdapat interpretasiI sehingga

I (:p ! q) = T (10)

I (:p $ r) = T (11)

I (:q $ s) = T (12)

(11)

Dari persamaan (11) dan persamaan (12), haruslah I (:p) = I (r) dan I (:q) = I (s). AkibatnyaI (r) = :I (p)danI (s) = :I (q). Dengan memilih I (p) = I (q) = TdanI (r) = I (s) = F, kita memperoleh

I (:p ! q) = :T ! T = F ! T = T I (:p $ r) = :T $ F = F $ F = T I (:q $ s) = :T $ F = F $ F = T I (:p ! s) = :T ! F = F ! F = T.

Jadi himpunan B bersifat konsisten dan salah satu interpretasi yang men-gakibatkanB konsisten adalahI (p) = I (q) = TdanI (r) = I (s) = F.

Catatan 1 Soal ini juga dapat diselesaikan dengan tabel kebenaran, namun tidak

(12)

Soal 5 (5 + 5 + 5 + 5 = 20) Ubahlah formula logika proposisi berikut menjadi formula yang ekuivalen dan hanya memakai operator : dan ! saja. Verifikasi jawaban Anda dengan tabel kebenaran.

(a). [5 poin] p^ q (b). [5 poin] p_ q (c). [5 poin] p q (d). [5 poin] p$ q

SOLUSI: Untuk menjawab permasalahan ini, kita akan memakai ekuivalensi ! : _ .

(a). Tinjau bahwap^ q : (:p _ :q) = : (p ! :q). Jadip^ q : (p ! :q). p q :q p ! :q : (p ! :q) p ^ q

1 1 0 0 1 1

1 0 1 1 0 0

0 1 0 1 0 0

0 0 1 1 0 0

(b). Tinjau bahwap_ q ::p _ q : (:p) _ q :p ! q. Jadip_ q :p ! q. p q :p :p ! q p _ q 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 (c). Tinjau bahwa p q (:p ^ q) _ (p ^ :q) : (:p ! :q) _ : (p ! ::q) (dengan ^ : ( ! : )) :: (:p ! :q) ! : (p ! q) (dengan _ : ! ) (:p ! :q) ! : (p ! q) p q :p :q p ! q : (p ! q) :p ! :q (:p ! :q) ! : (p ! q) p q 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0

(13)

atau dapat pula p q (p_ q) ^ : (p ^ q) (:p ! q) ^ : (: (p ! :q)) (dengan _ : ! dan ^ : ( ! : )) (:p ! q) ^ (p ! :q) : ((:p ! q) ! : (p ! :q)) (dengan ^ : ( ! : )) p q :p :q :p ! q p ! :q : (p ! :q) (:p ! q) ! : (p ! :q) 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 : ((:p ! q) ! : (p ! :q)) p q 0 0 1 1 1 1 0 0 (d). Tinjau bahwa p$ q (p! q) ^ (q ! p) : ((p ! q) ! : (q ! p)) (dengan ^ : ( ! : ) p q p! q q ! p : (q ! p) (p! q) ! : (q ! p) : (p! q) ! : (q ! p) ! p$ q 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1

(14)

Soal 6 (5 + 5 + 5 + 5 = 20) Periksa apakah pasangan formula-formula dan berikut ekuivalen atau tidak. Berikan argumen pada jawaban Anda.

(a). [5 poin] :=:p ! (q ! r) dan := q ! (p _ r)

(b). [5 poin] := p! (q ! (r ! s)) dan := ((p ! q) ! r) ! s (c). [5 poin] := p! (q ! (r ! s)) dan := p ^ q ^ r ! s

(d). [5 poin] := p (q^ r ^ s) dan := (p q)^ (p r)^ (p s) SOLUSI:

(a). Formula dan ekuivalen, buktinya adalah sebagai berikut := :p ! (q ! r)

:p ! (:q _ r) (dengan ! : _ ) ::p _ (:q _ r) (dengan ! : _ ) p_ (:q _ r) (dengan:: )

:q _ (p _ r) (sifat komutatif dan asosiatif _) q! (p _ r) (dengan: _ ! )

(b). Formula dan tidak ekuivalen, untuk

I (p) = F,I (q) = I (r) = T,I (s) = Fkita memiliki I ( ) = I (p ! (q ! (r ! s)))

= F! (T ! (T ! F)) = F ! (T ! F) = F ! F = T, tetapi I ( ) = I (((p ! q) ! r) ! s)

= ((F! T) ! T) ! F = (T ! T) ! F = T ! F = F.

(c). Formula dan ekuivalen, buktinya adalah sebagai berikut := p! (q ! (r ! s)) p! (q ! (:r _ s)) (dengan ! : _ ) p! (:q _ (:r _ s)) (dengan ! : _ ) (:p _ (:q _ (:r _ s))) (dengan ! : _ ) (:p _ :q _ :r) _ s (sifat asosiatif_) : (p ^ q ^ r) _ s (De Morgan) p^ q ^ r ! s (dengan: _ ! )

(15)

(d). Formula dan tidak ekuivalen, untuk I (p) = I (q) = I (r) = I (s) = T, maka I ( ) = I (p (q^ r ^ s)) = T (T^ F ^ F) = T F = T, tetapi I ( ) = I ((p q)^ (p r)^ (p s)) = (T T)^ (T F)^ (T F) = F^ T ^ T = F.

Catatan 2 Pemeriksaan ekuivalensi juga dapat dilakukan dengan tabel kebenaran, namun

tidak efisien karena memerlukan 24 = 16 baris untuk proposisi yang memuat 4 proposisi

Gambar

Tabel 1: Tabel Sifat-sifat Formula

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,