• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. dengan hampir semua panca inderanya. Pengunjung event dapat melihat,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. dengan hampir semua panca inderanya. Pengunjung event dapat melihat,"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada perkembangan dunia modern saat ini penyelenggaraan suatu event tidak hanya bertujuan untuk memperingati hal-hal penting saja. Melainkan bisa juga bertujuan untuk menyebarkan suatu pesan informatif, persuasif dan dapat menjadi sarana komunikasi yang membuat pengunjung atau publik selalu mengingat dan mengerti tentang apa yang ingin disampaikan pada penyelenggaraan event tersebut.

Menurut Jack Dove dalam Ruslan (2010:238) pengetahuan dapat diserap melalui lima panca indera manusia. Sebuah penyelenggaraan event dapat memberikan pengetahuan kepada pengunjung lebih dari 90%, karena event mampu menyajikan pengetahuan yang dapat diserap oleh pengunjung dengan hampir semua panca inderanya. Pengunjung event dapat melihat, mendengar, meraba, mencium, serta merasakan penyelenggaraan event secara langsung. Selain itu dengan penyelenggaraan sebuah event, dapat membentuk atau membangun suatu citra positif yang diinginkan oleh pihak penyelenggara event terhadap pengunjung atau publik sasaran event tersebut. Event sendiri adalah salah satu media dari public relations yang digunakan dalam membantu perannya untuk meningkatkan atau menciptakan citra baik sebuah perusahaan atau organisasi.

(2)

2 Pada saat ini lembaga atau perusahaan terus menerus menyelenggarakan suatu kegiatan guna ingin menciptakan citra positif di kalangan masyarakat atau pada target sasarannya. Bukan hanya lembaga ataupun perusahaan saja, melainkan pemerintahan pun juga selalu ingin menciptakan citra positif pada masyarakatnya. Citra positif yang ingin dibangun atau dibentuk oleh pemerintah adalah citra dari kota yang dipimpinnya. Hal ini tak lain bertujuan untuk membentuk suatu identitas atau ciri khas kota tersebut agar mudah diingat oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Menurut Kotler dalam Salampessy (2015) pembentukan citra kota melibatkan media konvensional berupa slogan, logo, dan pada tahap selanjutnya adalah menyelenggarakan sebuah event, hingga penetapan strategi public relations. Penyelenggaraan suatu event dapat membentuk citra pada diri seseorang. Citra terbentuk berdasarkan pengetahuan dan informasi-informasi yang diterima seseorang pada penyelenggaraan sebuha event. Citra yang terbentuk pada diri seseorang tersebut merupakan respon yang diberikan setelah mengikuti penyelenggaraan sebuah event.

Pada bulan Nopember sampai Desember 2016 Kota Malang untuk pertama kalinya mengadakan event kreatif guna mengenalkan pemahaman kepada masyarakat tentang kota kreatif dan industri kreatif yaitu Festival Mbois 2016. Pencanangan ekonomi kreatif oleh Presiden Joko Widodo, diharapakan mampu menjadi salah satu tulang punggung perekonomian di Indonesia. Hal ini mendapatkan respon yang cepat oleh pelaku industri kreatif di berbagai kota. Respon pertama yang diberikan oleh Pemerintah Kota Malang adalah

(3)

3 membentuk sebuah komunitas yang mampu mewadahi para pelaku industri kreatif di kota Malang yaitu Malang Creative Fusion (MCF). Melalui MCF ini diharapkan para pelaku industri kreatif dapat terfasilitasi dan mengembangkan sektor-sektor ekonomi kreatif dalam mewujudkan pencapaian Kota Malang sebagai salah satu kota kreatif. Event Festival Mbois 2016 sendiri diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian (Disperin) d/h Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melalui MCF.

Target sasaran dari Festival Mbois 2016 adalah 70% pelaku industri kreatif. Tujuan dari diadakannya event ini adalah menciptakan ekosistem industri kreatif yang berkembang secara berkesinambungan serta mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat Kota Malang mengenai kota kreatif dan industri kreatif. Melalui pemahaman yang diberikan diharapkan masyarakat Kota Malang memahami, mengerti serta berpartisipasi dalam pembentukan citra Kota Malang sebagai kota kreatif.

Selama ini kita mengenal Kota Malang sebagai salah satu kota pendidikan di Indonesia karena terdapat beberapa universitas negeri maupun swasta yang berkompeten dan menjadi salah satu kota tujuan pendidikan. Sesuai dengan tema Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang yang ke-102 yaitu “102 Tahun Kota Malang, Menuju Kota Kreatif Berwawasan Global”. Melalui tema ini Kota Malang berharap mampu menggali potensi-potensi industri kreatif yang berciri khas dan dapat bersaing secara nasional maupun internasional. Banyaknya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Malang yang

(4)

4 termasuk didalamnya adalah mahasiswa juga menyimpan berbagai kreatifitas sendiri-sendiri yang mampu menjadi keuntungan untuk menciptakan gerakan kreatif. Di Indonesia sendiri predikat kota kreatif disandang oleh Kota Pekalongan dalam bidang seni kriya dan seni rakyat serta Kota Bandung dalam bidang desain (http://indonesiakreatif.bekraf.go.id/iknews/10-kota-kreatif-di-indonesia-1/, diakses pada 29 Mei 2017). Seperti dilansir dalam website indonesiakreatif.bekraf.go.id Kota Malang masuk dalam 10 daftar kota kreatif di Indonesia

Tabel 1.1 :

Daftar Kota Kreatif di Indonesia No Nama Kota No Nama Kota

1. Pekalongan 6. Bali

2. Bandung 7. Banyuwangi

3. Yogyakarta 8. Surabaya

4 Surakarta (Solo) 9. Malang

5. Jakarta 10. Padang

Sumber : http://indonesiakreatif.bekraf.go.id/iknews/10-kota-kreatif-di-indonesia-1/, diakses pada 29 Mei 2017

Menurut penuturan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kota Malang Dra. Tri Widyani P, M.Si mengungkapkan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang berkembang pesat. Dibentuknya komunitas MCF dan Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) yang digelar di Kota Malang makin membangkitkan geliat industri

(5)

5 kreatif. (http://malangkota.go.id/2016/11/04/festival-mbois-2016-ajang-pegiat-ekonomi-kreatif/, di akses pada 29 Mei 2017)

Pada event Festival Mbois 2016 ini memiliki beberapa rangkaian kegiatan, salah satunya yaitu kegiatan workshop. Jenis-jenis workshop pada event Festival Mbois 2016 antara lain Workshop Desain Produk dan Kemasan, Musik, Seni Kriya, Seni Pertunjukan dan Game. Pada kegiatan workshop ini peserta diberikan materi dan praktek tentang perkembangan industri kreattif di Kota Malang sesuai dengan jenis workshop tersebut serta pentingnya mengembangkan industri kreatif dan kota kreatif. Materi tersebut dapat diterapkan untuk mengembangkan bidang industri kreatif yang mungkin sedang ditekuni oleh peserta ataupun untuk memberikan pengetahuan bagi peserta yang baru ingin memulai menciptakan bidang industri kreatif. Hal yang ingin dicapai dalam rangkaian workshop ini salah satunya yaitu memberikan pengetahuan kepada peserta tentang pentingnya mengembangkan industri kreatif di Kota Malang. Harapannya setelah mengikuti workshop peserta mengetahui tentang industri kreatif dan kota kreatif sehingga terbangun kesadarannya untuk menciptakan bidang industri kreatif atau turut berpartisispasi dalam pembentukan citra Kota Malang kreatif dengan mengikuti kegiatan kreatif dan bergabung dengan komunitas kreatif di Kota Malang.

Berdasarkan pada uraian fenomena diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “HUBUNGAN ANTARA PENYELENGGARAAN EVENT FESTIVAL MBOIS 2016 DENGAN PEMBENTUKAN CITRA KOTA MALANG KREATIF”

(6)

6 1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Adakah hubungan antara penyelenggaraan event Festival Mbois 2016 dalam pembentukan citra Kota Malang kreatif?” 1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara penyelenggaraan event Festival Mbois 2016 dalam membentuk citra Kota Malang kreatif. 1.4 Manfaat Penelitian

Peneliti berharap dengan adanya penelitian ini dapat memberikan manfaat secara akademis dan manfaat praktis yang berkaitan dengan evaluasi sebuah event dalam membangun citra sebuah kota. Adapun manfaat penelitian yang ingin dicapai antara lain:

1. Manfaat Akademis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi positif bagi program studi Ilmu Komunikasi sebagai sumber informasi, dan wawasan. Terutama mengenai hubungan penyelenggaraan event dengan pembentukan citra sebuah kota. Serta peneliti berharap agar penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan atau referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengadakan penelitian serupa.

(7)

7 2. Manfaat Praktis

Dengan adanya penelitian ini peneliti mengarapkan secara praktis dapat digunakan sebagai rujukan bagi pihak Malang Creative Fusion sebagai bahan evaluasi terhadap event Festival Mbois 2016 yang sudah diselenggarakan. Selain itu diharapkan menjadi bahan masukan untuk meningkatkan pengelolahan event selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan perumusan masalah di atas tujuan peneliti mengadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Word Square terhadap

Dengan mengacu pada perumusan masalah dan pertanyaan penelitian di atas, maka tujuan penelitian yang akan dicapai adalah untuk menganalisis baik atau tidaknya

Berdasarkan uraian perumusan masalah diatas, tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran apakah terdapat hubungan antara personal fable dan perceived

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Efektivitas Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Dan

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dirumuskan, maka tujuan dari penelitian yang ingin dicapai adalah sebagai berikut: untuk mengetahui hubungan antara Brand Image

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses manajemen event Dieng Culture Festival dan mendiskripsikan hambatan penyelenggaraan event Dieng Culture Festival 2022.. Teori

1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tentu ada tujuan yang di capai antara lain sebagai berikut: 1.3.1 Untuk mengetahui teracapainya atau tidaknya strategi

1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: ” Untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh kualitas pelayanan terhadap