• Tidak ada hasil yang ditemukan

KANDUNGAN EMISI GAS RUMAH KACA PADA KEBAKARAN HUTAN RAWA GAMBUT DI PELALAWAN RIAU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KANDUNGAN EMISI GAS RUMAH KACA PADA KEBAKARAN HUTAN RAWA GAMBUT DI PELALAWAN RIAU"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Perbandingan  antara  kandungan  gas  CO,  CO 2  dan  CH 4   pada  plot  saprik  dan  plot  hemik
Tabel 3.  Presentase  bahan  bakar  permukaan  terbakar di plot saprik dan plot hemik  No  Lokasi  Plot  Persentase Terbakar (%)

Referensi

Dokumen terkait

Sumber utama emisi GRK adalah pembakaran bahan bakar fosil dalam bentuk bahan bakar minyak untuk industri dan transportasi, penebangan hutan alam yang menyebabkan potensi rosot

Dengan menggunakan asumsi bahwa ke lebihan berat abu pada lokasi bekas hutan terbakar dibandingkan hutan ala mi ada lah berasal dari bahan mineral atau sisa bahan (gambut,

Penelitian selanjutnya adalah membangun model hutan tanaman berisiko kecil kebakaran, pencegahan kebakaran hutan rawa gambut berbasis masyarakat, dan menentukan indikator

Sumber utama emisi GRK adalah pembakaran bahan bakar fosil dalam bentuk bahan bakar minyak untuk industri dan transportasi, penebangan hutan alam yang menyebabkan potensi rosot

Emisi karbondioksida terdapat pada tahun 2005, hal ini disebabkan area terbakar tanah terbuka didominasi oleh lahan gambut, selain itu tingginya emisi karbondioksida yang

Potensi penurunan emisi gas rumah kaca melalui pengomposan

Emisi CO2/CH4/N2O =Σa Fuela× EFa 1 IPCC, 2019 Emisi = emisi CO2/CH4/N2O dari pembakaran bahan bakar Fuela = bahan bakar yang dikonsumsi TJ EFa = faktor emisi kg/TJ a = jenis bahan

Dokumen ini berisi penelitian tentang perhitungan dan perbandingan emisi gas rumah kaca dari pembakaran terbuka sampah rumah tangga di Kabupaten Pati menggunakan metode IPCC Tier 1 dan Tier