Jemaat
Warta
Tahun X, 86/2021
22 Agustus 2021
KEBAKTIAN ONLINE
MINGGU, 22 AGUSTUS 2021
DIMULAI PK. 09.00, 11.00 DAN 17.00 WIB
Link YouTube: YKB-GKI TV
Ulang tahun, apa yang terlintas dalam pikiran keti-ka menjelang perayaan ulang tahun kita? Apaketi-kah usia yang bertambah? Sisa umur yang berkurang? Uban di
rambut yang bertambah? Harus traktir teman-teman? Kejutan yang mungkin akan kita dapatkan dari orang-orang di sekitar kita? Atau seperti anak kecil yang jauh-jauh hari sudah menceritakan impiannya untuk mendapatkan hadiah tertentu saat ulang tahunnya tiba? 2-3 tahun terakhir ini, hal itulah yang dilakukan kedua anak kami, beberapa bulan sebelumnya mereka sudah merancangkan hadiah yang diinginkan saat ulang tahun kakaknya maupun adiknya. Sebagai anak-anak, mereka masih belum memikirkan gelom-bang kehidupan yang akan dihadapinya. Mereka tetap bersukacita selalu, bahkan gelom-bangga dengan pertambahan usia yang dicapainya, tidak ada rasa khawatir di dalamnya.
Sebagai orang dewasa, terkadang kita tidak dapat mengungkapkan sukacita kita, dan cenderung dipengaruhi rasa khawatir akan hari esok yang belum kita jalani. Alih-alih bersyukur atas 1 tahun penyertaan Tuhan yang telah dilalui, kita terkadang lebih memikir-kan hal-hal apa yang amemikir-kan kita hadapi 1 tahun ke depan. Mazmur 34:20-21 mengingatmemikir-kan kita agar tidak khawatir dan percaya akan penyertaan Tuhan, “Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu; Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.”
Hari Minggu ini kita memperingati HUT ke-33 Gereja Kristen Indonesia sebagai pengingat akan penyatuan GKI yang terjadi pada 26 Agustus 1988 silam. Tiga Sinode Wilayah GKI yang ada, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, memilih untuk menjadi satu Sinode GKI. Proses penyatuan dari tiga Sinode Wilayah yang berbeda latar belakang dan pertumbuhan tentu tidak mudah dan banyak rintangan serta dibutuhkan suatu tekad untuk berderap bersama dan bergandengan erat menghadapi berbagai rintangan per-bedaan yang ada tersebut, seperti yang dinyatakan dalam himne GKI di NKB 230.
Berderaplah satu, pertegap langkahmu! Junjunglah panggilan-Nya, perjuangkan kasih-Nya!
Bergandengan erat, rintanganmu berat, ‘tuk masyhurkan berita perdamaian kekal.
Kristus adalah Kepala G’reja-Nya, Roh-Nya pun tetap membimbing umat-Nya.
Berbarislah utuh, bersatulah teguh, hai seluruh Gereja Kristen Indonesia!
Melalui tema kebaktian hari ini Berderap dalam Persekutuan Kasih dan Karya kita diingatkan kembali agar selalu melandasi setiap derap langkah kita sebagai GKI dengan persekutuan kasih dan karya nyata di dalam Yesus Kristus sang Kepala Gereja. Tuhan kiranya memberkati derap langkah kita dan memampukan kita untuk mengakui seperti Petrus mengaku “Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (Yoh. 6:68b-69). Selamat
ulang tahun ke-33 GKI! (DSS)
Lahir dan dibesarkan di pulau terpencil, tanpa listrik, tanpa kendaraan
bermotor, tanpa televisi dan radio serta semua kelengkapan modern lain
meru-pakan sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Hidup di pulau
tersebut, saya bisa bermain di tepi pantai, berenang di laut yang bersih dan
bening, sambil menangkap ikan-ikan kecil dan langsung dimakan mentah.
Pada saat yang lain, saya bermain di gunung dan lembah, mandi di kali yang
jernih, makan buah-buahan hutan, dan minum air alami dari mata air yang
jernih. Saya merasa hidup seperti di taman Eden. Pengalaman seperti itu,
rasanya sudah tidak dialami oleh sebagian besar generasi masa kini. Terlebih
bagi mereka yang lahir dan dibesarkan di perkotaan. Gambaran kehidupan di
perkotaan dan sub perkotaan yang saat ini saya alami, sangat kontras dengan
masa lalu saat masih tinggal di pulau terpencil. Sekarang, saya tidak lagi bisa
menikmati musik alam dari deburan ombak yang mengiringi waktu tidur pada
malam hari. Tidak ada lagi wangi dedaunan dan kicauan burung menyambut
pagi. Semua itu sudah terganti dengan bau sampah dan asap kendaraan
ber-motor. Alarm dari telepon genggam telah mengganti kokok ayam pada pagi
hari.
Allah menciptakan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan
segala jenis melata di muka bumi. Allah melihat semuanya itu baik (Kej. 1:25).
Kisah penciptaan dalam Kejadian 1-2 merupakan kisah indah, seperti kisah
indah di pulau terpencil yang saya alami. Allah menciptakan manusia untuk
KEMBALIKANLAH TAMAN
EDENKU!
berkuasa atas seluruh ciptaan-Nya (Kej. 1:26). “Allah memberkati mereka, lalu
berfirman kepada mereka :”beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah
bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung
di udara dan segala binatang yang merayap di bumi” (Kej. 1: 28). Kejadian 1
diakhiri dengan “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu sungguh
amat baik...” (Kej. 1:31a). “Selalanjutnya Tuhan Allah membuat taman Eden, …
Lalu Tuhan Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, dan yang
baik untuk dimakan buahnya...” (Kej 2:8-9a). “Tuhan Allah mengambil manusia
itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan
me-melihara taman itu” (Kej. 2:15).
Kisah indah yang dikisahkan dalam Kejadian 1 dan 2 itu, berubah menjadi
menyedihkan dalam Kejadian 3. Allah mengusir manusia dari Taman Eden.
(Kej. 3:23-24). Kisah ini dialami oleh manusia saat ini, menderita akibat
ulahnya sendiri.
Kuasa dan kebebasan yang Tuhan berikan kepada manusia digunakan
secara tak bertanggung jawab. Betapa banyak pabrik tidak mengelola limbah
dengan baik. Air sungai tercemar oleh limbah pabrik yang akhirnya mengotori
laut dan mematikan biota laut termasuk plankton dan ikan. Padahal
plank-tonlah yang banyak menghasilkan oksigen bagi manusia dan menjadi sumber
makanan bagi ikan yang akan dikonsumsi manusia. Masyarakat masih
mem-buang sampah plastik secara sembarangan dan mencemari tanah, air, dan
udara. Air laut Indonesia dijejali jutaan ton sampah plastik setiap hari.
Menurut Yuval Noah Harari, profesor Universitas Ibrani Yerusalem, dalam
bukunya 21 Lessons for 21st Century, ada tiga ancaman bagi masa depan
peradaban, yaitu perang nuklir, kerusakan lingkungan hidup, dan kecerdasan
buatan. Khusus untuk menghindari keruntuhan peradaban manusia karena
kerusakan lingkungan hidup, sudah saatnya kita ikut berperan secara nyata.
Marilah kita mengambil peran itu. Jangan menunggu nanti atau esok hari,
ka-rena ketika lingkungan hidup sudah tercemar parah, tidak ada cara untuk
kembali. Saat lapisan ozon rusak, es di kutub mencair, dan daratan tenggelam,
maka pada saat itu anak cucu kita akan menyalahkan kita, karena tidak
men-jaga anugerah Tuhan. Mereka akan berteriak: ”Kembalikanlah Taman Edenku!”
HOM
KEBAKTIAN UMUM
22 Agustus 2021
29 Agustus 2021
Pk. 09.00, 11.00 dan 17.00 WIB
Pk. 09.00, 11.00 dan 17.00 WIB
BERDERAP DALAM PERSEKUTUAN
KASIH DAN KARYA
HIDUP BERIMAN YANG BENAR
Pdt. HANDI HADIWITANTO
(KETUA UMUM BPMS GKI)
PDT. ADDI SOSELIA PATRIABARA
(GKI KAVLING POLRI)BERGABUNG DENGAN YKB
Link Youtube:
YKB-GKI TV
BERGABUNG DENGAN YKB
Link Youtube:
YKB-GKI TV
BACAAN ALKITAB
22 Agustus 2021
29 Agustus 2021
Yosua 24 : 1 - 2, 14 - 18 Ulangan 4 : 1 - 2, 6 - 9 Mazmur 34 : 16 - 23 Mazmur 15 Efesus 6 : 10 - 20 Yakobus 1 : 17 - 27 Yohanes 6 : 56 - 69 Markus 7 : 1 - 8, 14 - 15, 21 - 23Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna
melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung
hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna
di dalam kasih.
JADWAL KEBAKTIAN ANAK
Hari Minggu
22 Agustus 2021
29 Agustus 2021
Kelas Batita Tema Sadrakh, Mesakh dan Abednego
Pencerita Kak Irma
Liturgos Kak Lusi, Kak Shirley Kelas Balita Tema Allah Berjanji pada Daud
Pencerita Kak Fifi Liturgos Kak Evi Simo
Kelas 1-2
Tema Melakukan apa yang DifirmankanAllah Pencerita Kak Rini
Liturgos Kak Keke
Kelas 3-4 Tema Hanya Yesus yang DapatMengampuni Dosaku Pencerita Kak Sarah
Liturgos Kak Josephine, Kak Todo Kelas 5-9 Tema Berharap Pada Allah Semata
Pencerita Kak Nina Liturgos Kak Bora
MINGGU CERIA
Tema: DOA
Kelas Batita - Balita
Pencerita: Kak Novita
Kelas 1 - 4
Pencerita: Pdt. David Roestandi S. Sutanto
Kelas 5 - 9:
Pencerita: Kak Cia
Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi
Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.
Amsal 16:9
Bagi umat yang memerlukan informasi seputar
COVID-19 serta penanganannya dan atau melaporkan dugaan
kasus COVID-19 bisa menghubungi SATGAS COVID
GKI KOTA WISATA via WhatApps (WA):
Pnt. Amran B. Theodorus | 0816 1823 105
SATGAS COVID-19 GKI KOTA WISATA
JADWAL KEGIATAN JEMAAT
BIDANG KEBAKTIAN
Latihan PS Harmoni Rabu, pk. 18.00
Latihan PS Pelangi Kasih Rabu, pk. 20.00 dan Minggu pk. 11.00
Latihan Angel Voice Jumat, pk. 18.00
Latihan Gita Cantabile Minggu, pk. 13.00
BIDANG PEMBINAAN
Persiapan GSM Rabu, pk. 17.00
Katekisasi Jumat, pk. 19.00
Pray On Air (Remaja) Sabtu, pk. 20.00
Persekutuan Praremaja Minggu, pk. 11.00
BIDANG KEJEMAATAN
Doa Pagi Sabtu, pk. 07.00
MATERI KATEKISASI AGUSTUS 2021
Tanggal Topik PF Penatua Tugas
Kelas katekisasi akan dilaksanakan secara online.
Bagi Anggota/Simpatisan yang tertarik untuk memahami lebih jauh materi yang sesuai dengan kurikulum katekisasi, dapat mengikuti kelas online ini dengan terlebih da-hulu menghubungi PIC atau Sekretariat Gereja untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Pnt. Olga Diella R. Sihombing | 0813 8134 8055
Pnt. Yudi Setiawan | 0811 9918 553
Pnt. Immanuel T.H. Siburian | 0818 739 849
6-Agt-21 Persembahan GSH JAP, UTY 13-Agt-21 Sakit, Penyakit, Kesembuhan,
Kematian DRS REP, LIR 20-Agt-21 Pewahyuan GSH KWP, TSA 27-Agt-21 Iman & Pengakuan Iman DRS CTP, HAR
DOA PAGI SETIAP SABTU, PK. 07.00 WIB
Link Doa Pagi akan dishare pada hari Jumat.
7 Agt | Roti yang Menghidupkan
PF: Pnt. Amran B. Theodorus | PL: Pnt. Donny Sandy Sanjaya
14 Agt | Makanan dan Minuman yang Sejati
PF: Pnt. Andriano Kristiawan| PL: Pnt. Dwi Kartika Wardhani
21 Agt | Peduli Bangsa Kita
PF: Pnt. Ariyani Widosari | PL: Pnt. Elysa S. Prayogo
28 Agt | Hidup Beriman yang Benar
PF: Pnt. Bagus B. T. Saragih | PL: Pnt. Evan F. Hasudungan
DOA MALAM SETIAP KAMIS,
MINGGU KE-2 DAN MINGGU KE-4
PK. 21.00 WIB
12 Agt | PIC: Pnt. Deny Hariady 26 Agt | PIC: Pnt. Olga D. R. Sihombing
Bagi umat yg ingin bergabung dalam Doa Pagi dan Doa Malam Online
serta ingin mengajukan permintaan pokok doa dapat menghubungi:
Ibu Trioni Monicka Panjaitan | WA: 0821 1137 3935
Link Formulir Doa: https://bit.ly/2RYaPqZ
Link YouTube: GKI Kota Wisata
https://bit.ly/3jYmyiU
MINGGU, 22 AGUSTUS 2021
PK. 07.00 WIB
GKI KOTA WISATA
MINGGU, 22 AGUSTUS 2021 | PK. 10.00 WIB
Link YouTube IGNITE GKI:
Sabtu,
28 Agustus 2021
PMJD
merupakan sarana Majelis Jemaat dan Badan Pelayanan Jemaat untuk menyampaikan hasil kerja mereka dan mendapatkan masukan dari anggota bagi peningkatan pelayanan jemaat (pasal 184:2 Tager GKI).Peserta PMJD adalah:
1. Anggota Majelis Jemaat 2. Anggota Badan Pelayanan 3. Anggota Sidi dan Baptisan 4. Anggota BPHM
Majelis Jemaat GKI Kota Wisata akan mengadakan PMJD pada hari Minggu, 29 Agustus 2021, Pk. 13:00 WIB melalui aplikasi Zoom yg akan diinfokan.
Bagi anggota jemaat yang ingin hadir, dapat mengisi Google Form di bawah ini paling lambat hari
Jumat, 27 Agustus 2021
LAPORAN PENERIMAAN DANA
No KETERANGAN Rupiah (Rp.) Mata Uang Asing
1. PPGI 13 - 19 Agustus 2021 4.535.512
2. Beasiswa 650.024
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,
yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Efesus 2:10
Marilah kita mendoakan hal-hal sebagai berikut :
Bangsa dan Negara kita Indonesia tercinta untuk pemulihan per-ekonomian, keamanan serta kehidupan yang selalu penuh kasih, penuh damai sejahtera dan penuh dengan keadilan.
Proses pengadaan Gedung Ibadah. Upaya mengatasi wabah COVID-19. Warga Jemaat:
yang sedang sakit dan yang dalam proses pemulihan, yang belum rindu untuk melayani Tuhan,
yang berulang tahun/berhari jadi pernikahan, sebagai pekerja dan yang masih mencari pekerjaan.
P O K O K - P O K O K D O A
U L A N G T A H U N
Alaric Tristan Radjah 22-AgtCalvin Mahardika Kristanto 22-Agt David Eko Kurniawan 22-Agt Batsheba Lashahra Maanari 23-Agt Rafael Nixon Munthe 23-Agt
Andrew Linus 24-Agt
Agustina Gabriela Simanjuntak 25-Agt Dewi Kusuma Y. Pakpahan 26-Agt Diana Sarah Koewara 26-Agt Gayatno Gultom 26-Agt Graemmy Geovando Gita 26-Agt
Harry Hamdani 26-Agt
Hernawa Setawidjaja 26-Agt Josep Allejandro Sitanggang 26-Agt
Michaela Christabel T. Nainggolan 27-Agt Nugroho Rahardja 27-Agt
Regina Roseline 27-Agt
Vella Astrila Ethany Sumbung 27-Agt
Andy Chendra 28-Agt
DATA PRESENSI KEBAKTIAN MINGGU, 15 Agustus 2021 (ONLINE)
PK. 09.00, 11.00, dan 17.00 WIB
Kota Wisata 1 5 Kota Wisata 2 7 Kota Wisata 3 7 Kota Wisata 4 8 Legenda Wisata 1 6 Legenda Wisata 2 17 Ciangsana Indah 3 Limus Narogong 4 Transyogi 21 11 Lain2 1 Total 69 Keanggotaan: Anggota Simpatisan 58 11Total Peserta Kebaktian:
Jumlah Laki-laki 80 Jumlah Perempuan 103
Total 183
Mohon partisipasi umat untuk dapat mengisi Form Presensi Kebaktian untuk kebutuhan Laporan Kinerja Kehidupan Jemaat (LKKJ) yang berguna untuk
peningkatan pelayanan kita bersama. Link google form:https://bit.ly/2C4FcVn
Kanal Youtube yang diikuti:
YKB GKI TV 57 IGNITE 7 Gereja Lain 5 Saluran Persembahan: Amplop Transfer QRIS 3 50 16
Peserta per Kategori:
Kebaktian Umum 167
EDUKASI LITURGI
LEKSIONARI
Umat yang telah sekian tahun bergereja di GKI akan semakin menyadari adanya format yang lazim dipakai dalam penyusunan bacaan Alkitab yang dipergunakan pada kebaktian di setiap hari Minggu. Penggunaannya tentu punya tujuan untuk membangun iman dan menjadi sumber pembinaan secara utuh, terarah dan tematik sesuai dengan peristiwa gerejawi (perayaan liturgis gerejawi). Format tersebut dikenal dengan istilah
Leksionari.
Leksionari berasal dari kata Latin lēctiōnārium yang secara harfiah berarti sebuah
buku atau daftar bacaan yang harus dibaca dalam ibadah gereja selama tahun berjalan. Dalam konteks gerejawi, leksionari adalah suatu kumpulan daftar bacaan Alkitab yang disusun dan ditujukan untuk memproklamasikan firman Tuhan dalam kebaktian.
Ada sejumlah bentuk leksionari yang pernah digunakan, terutama dalam tradisi Gereja Katolik. Sejauh ini Gereja Kristen Indonesia (GKI) menggunakan The Revised Common Lectionary (RCL) yang disusun oleh The Consultation on Common Texts dan merupakan revisi dari The Common Lectionary yang telah dipublikasikan pada tahun 1983. Format bacaan ini lazim dipakai di berbagai denominasi Protestan dan senada dengan Ordo Lectionum Missae 1969 yang digunakan di Gereja Katolik.
Penyusunan leksionari pada hakikatnya merupakan suatu upaya ekumenis dari berbagai denominasi gereja untuk mewujudkan keesaan dari gereja-gereja Tuhan yang dilandasi oleh pengalaman bersama dalam membaca Alkitab yang adalah firman Tuhan. Dengan menggunakan leksionari, gereja dari denominasi yang berbeda dapat menghayati kebersamaan dan keserasian sebagai tubuh Kristus.
TUJUAN PENGGUNAAN LEKSIONARI:
1. Menyediakan suatu pola umum dan keseragaman dari kesaksian Alkitab yang terwujud dalam kalender gerejawi.
2. Menyediakan pedoman dalam penggunaan teks Alkitab yang dibaca setiap hari Minggu bagi penyelenggara ibadah (pengkhotbah, pemusik, pelayan liturgi lainnya) dan umat. 3. Petunjuk dan sumber bagi penyelenggara ibadah dari berbagai jemaat untuk berbagi
sumber-sumber inspirasi dan ide-ide teologis dalam menyiapkan ibadah.
4. Sebagai sumber bagi mereka yang menerbitkan buku panduan khotbah-khotbah ekumenis dan berbagai buku liturgi.
5. Sebagai pembimbing untuk individu dan kelompok dalam membaca dan mempelajari Alkitab serta berdoa. Hal ini bisa dilakukan dengan mencantumkan daftar bacaan Alkitab untuk minggu berikutnya dalam warta jemaat, sehingga umat dapat mem-persiapkan diri terlebih dahulu.
6. Dengan menggunakan leksionari, pembacaan Alkitab dari minggu ke minggu berkaitan dan berkesinambungan sesuai dengan kalender gerejawi.
MANFAAT PENGGUNAAN LEKSIONARIS:
1. Seorang pengkhotbah tidak lagi bertanya-tanya, “Apa yang harus aku khotbahkan pada hari Minggu mendatang?” Melainkan “Tuhan, pesan apakah yang hendak Engkau sampaikan kepada kami melalui pembacaan ayat-ayat Alkitab ini?” Pengkhotbah juga akan terhindar dari kecenderungan untuk hanya mengkhotbahkan perikop-perikop favoritnya.
2. Terjadi keseimbangan dalam pemberitaan Firman Tuhan. Daftar pembacaan Alkitab yang disediakan oleh The Revised Common Lectionary menyajikan teks-teks Alkitab secara seimbang antara Perjanjian Lama, Mazmur, Surat-surat Rasuli dan Injil. 3. Seluruh elemen liturgi yaitu nyanyian, doa, elemen visual dan dramatik dalam ibadah
akan lebih berfokus pada tema
4. Pengkhotbah juga didorong untuk menemukan prespektif teologis yang baru dalam menggali teks atau ayat-ayat Alkitab daripada yang telah biasa dikhotbahkan.
Disarikan dari: Pedoman Liturgi–Komisi Liturgi dan Musik Sinode GKI Hermeneutika Leksionari, Pdt. Yohanes Bambang Mulyono
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan
terang bagi jalanku
Dengan mempertimbangkan pertumbuhan jemaat GKI Kota Wisata yang cukup pesat dan kebutuhan Pendeta Perempuan, maka Majelis Jemaat melihat perlunyaPendeta ketiga untuk me-layani di GKI Kota Wisata. Terkait dengan itu, maka pada hari Minggu tanggal 18 Juli 2021, Persidangan Majelis Jemaat telah memutuskan untukmenjalani proses Pemanggilan Pendeta ketiga tersebut. Adapun ketentuan-ketentuan mengenai Pe-manggilan Pendeta tersebut diatur olehTata Gereja (Tager) dan Tata Laksana (Talak) Gereja Kristen Indonesia sebagai berikut:
1. Anggota dan pejabat gerejawi GKI Kota Wisata dapat mengusulkan nama-nama calon pendeta kepada Majelis Jemaat secara tertulis (Talak Bab XXXI Pasal 126, ayat 5a dan 5b) selambat-lambatnya tanggal18 September 2021.
2. Calon Pendeta yang diajukan sesuai dengan kriteria-kriteria yang diatur dalam Talak Pasal 102, ayat 1 sampai 5 mengenai:
1.Komitmen:
a. Menghayati panggilan sebagai pendeta yang adalah panggilan spiritual dari Allah melalui GKI dan bersedia hidup dalam anugerah Tuhah.
b. Bersedia melaksanakan tugas pendeta secara penuh dan dengan kesetiaan dalam peran sebagai gembala, pengajar, teladan dan penatalayan.
c. Bersedia menunjukkan kelakuan yang sesuai dengan Firman Tuhan Allah d. Bersedia memegang ajaran GKI
e. Bersedia memahami dan menghayati Visi dan Misi GKI
f. Bersedia memahami, menyetujui, dan menaati Tata Gereja dan Tata Laksana GKI
g. Menghayati dan menjalani panggilannya bersama orang lain. 2. Karakter:
a. Rendah hati
b. Rela berkurban untuk orang lain c. Peduli kepada mereka yang lemah d. Jujur
e. Rajin f. Tulus
g. Pengampunan
h. Tidak membeda-bedakan orang
i. Dapat dipercaya, khususnya dalam memegang rahasia jabatan.
3. Kemampuan
a. Mampu berkhotbah dan mengajar b. Mampu menggembalakan c. Mampu memimpin d. Mampu berfikir sistematik e. Mampu berpikir koseptual
f. Mampu bekerja sama dengan orang lain
g. Mampu hidup dalam konteks yang penuh kepelbagaian h. Mampu belajar secara mandiri
i. Mampu menjadi agen pembaruan dalam lingkup hidup individual, gerejawai dan kemasyarakatan
3. Pendidikan:
Telah menyelesaikan pendidikan teologi yang didukung oleh GKI atau yang telah ditetapkan oleh Majelis Sinode
4. Pelengkap:
a. Untuk pendeta dari gereja lain yang seajaran, berusia paling tinggi tiga puluh lima (35) tahun pada saat memasuki Tahap Pra-Pemanggilan.
b. Bersedia untuk tidak bekerja dalam bidang lain yang tidak ada hubungannya dengan pelayanan gerejawi
c. Suami tidak menjadi batu sandungan
d. Jika suami adalah pendeta, suami dimungkinkan untuk menjadi pendeta di Jemaat lain atau Pendeta Tugas Khusus atau pendeta gereja lain yang se-ajaran.
e. Suami bersedia menjadi anggota sidi GKI Kota Wisata dan bersedia men-dukung pelayanan pendeta tanpa mengurangi haknya untuk mempunyai pekerjaan tetap, kecuali jika suami menjadi pendeta di Jemaat lain atau Pendeta Tugas Khusus atau pendeta gereja lain yang seajaran.
f. Jika ia berasal dari gereja lain, ia harus berasal dari gereja yang seajaran. 3. Calon Pendeta yang diajukan sudah menjalani jabatan Pendeta GKI minimal 5
tahun dan berusia maksimal 40 tahun dan jika memungkinkan mempunyai pengalaman pelayanan di Komisi Anak.
Usulan nama calon dapat disampaikan secara tertulis melalui email: [email protected] yang ditujukan kepada Majelis Jemaat GKI Kota Wisata, dengan menyertakan nama dan nomor anggota pemberi usul.
Besar harapan kami agar seluruh umat GKI Kota Wisata mendoakan dan mendukung proses Kebutuhan Pendeta ketiga ini. Melalui prosedur gerejawi ini, anggota dan pejabat gerejawi pada hakikatnya dipakai oleh Tuhan Yesus Kristus untuk melaksanakan kehendak-Nya.
PESAN PASTORAL
BADAN PEKERJA MAJELIS SINODE (BPMS) GEREJA KRISTEN INDONESIA (GKI)
HUT KE-33 GKI
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,Kita patut bersyukur jika tahun ini kita diperbolehkan untuk merayakan penyatuan GKI yang ke-33. Orang dapat beranggapan bahwa memelihara kesatuan gereja itu mudah, nyatanya tidak demikian. Gereja selalu berada di dalam ketegangan antara yang ideal dan yang nyata. Yang ideal selalu baik. Yang nyata tidak selalu baik. Seharusnya yang ideal itu yang dinyatakan, namun yang nyata seringkali jauh dari yang ideal. Mengapa? Karena yang nyata adalah daging yang lemah (Mat. 26:41, Mrk. 14:38). Tetapi lemah bukanlah keadaan yang tidak bisa diubah. Kelemahan daging bukanlah takdir yang tidak dapat diapa-apakan. Justru sebaliknya, kelemahan daging dapat diubah menjadi kekuatan yang menakjubkan.
GKI lahir dari sebuah imajinasi. Imajinasi tentang adanya kesatuan. Pertama-tama, kesatuan gereja. Sebagaimana harapan Tuhan Yesus dalam doanya "...supaya mereka semua menjadi satu..." (Yoh. 17:21). Tetapi kesatuan gereja itu patut dimengerti lebih luas lagi yaitu kesatuan seluruh umat manusia, bahkan alam semesta. Imajinasi kesatuan semes-ta bukanlah sekadar romantisme. Imajinasi tersebut adalah sebuah kebutuhan. Kebutuhan untuk dua hal: mencegah kehancuran dan memajukan peradaban. Kepelbagaian yang tam-pak dalam kehidupan terlalu rawan untuk dibiarkan begitu saja. Nafsu pengagungan diri mu-dah mencuat di tengah kepelbagaian dengan akibat peniadaan terhadap yang lain. Kalau ini yang terjadi, salahnya bukan terletak pada kepelbagaian yang ada di alam raya ini sendiri. Salahnya adalah pada keengganan untuk berimajinasi bahwa yang beragam itu juga ter-hubung. Hubungan yang sebenarnya saling bergantung. Kehidupan di alam semesta adalah kehidupan yang saling bergantung. Tetapi kebergantungan tersebut tidak selalu kasat mata. Maka butuh imajinasi untuk mengakui dan mengamininya. Selanjutnya, imajinasi tentang kesatuan hidup juga dibutuhkan untuk memajukan peradaban. Peradaban bisa maju jika manusia mampu menjawab tantangan dengan kreativitas.
Saat ini GKI menghadapi berbagai tantangan. Tantangan itu sifatnya internal dan eksternal. Yang internal antara lain konflik-konflik antar kelompok dan antar individu. Tidak perlu malu untuk mengakuinya. Sekalipun semua menghayati panggilannya sebagai pe-layan dan bertekad untuk mepe-layani Tuhan dengan sepenuh hati, namun karena alasan tertentu ada saja yang berkonflik. Penatua dengan pendeta, pendeta dengan pendeta, ang-gota jemaat dengan angang-gota jemaat dan sebagainya. Sebab konfliknya macam-macam, mulai dari yang sepele atau seharusnya sepele sampai dengan yang prinsip atau dikesankan sebagai prinsip. Di alam yang semakin terbuka ini, ekspresi orang juga se-makin terbuka. Rasa tidak senang terhadap yang lain mudah dinyatakan lewat sosial me-dia. Lalu ditanggapi juga lewat sosial meme-dia. Persoalan menjadi semakin runyam. Kesan-kesan berseliweran tanpa ada yang tahu ujung pangkalnya. Konflik-konflik eksternal tidak kalah serunya. Di masa pandemi yang berkepanjangan, semakin banyak orang yang ge-lisah bahkan terganggu jiwanya. Teori konspirasi laku keras. Sikap orang bisa menjadi ekstrem. Situasi politik menjadi panas. Tidak hanya di Indonesia, di negara-negara lain juga begitu.
Apakah GKI mampu menghadapi tantangan-tantangan tersebut secara kreatif? Tidak ada satupun yang bisa menjawab dengan kepastian. Potensi memang ada. Salah satunya adalah yang dating dari pengalaman selama 33 tahun ini. Pengalaman mengelola kesatuan telah membuahkan banyak kreativitas dan itu adalah modal yang baik untuk menghadapi tantangan-tantangan di masa kini dan mendatang. Tetapi tidak ada yang dapat memastikan bahwa pengalaman yang sudah banyak itu akan membuat GKI mampu menjawab tan-tangan-tantangan di masa kini dan nanti. Maka, tidak ada jalan lain selain melanjutkan imajinasi tentang kesatuan GKI. Imajinasi ini belum selesai dan mungkin juga tidak akan pernah selesai. Akhirnya, Saudara-saudara, marilah kita terus bertekun dalam mengu-sahakan kesatuan GKI, kesatuan seluruh umat manusia dan kesatuan alam semesta. "Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia" (Kol. 1:16).
Minggu, 22 Agustus 2021 Teriring salam dan doa
PANITIA NATAL 2021
Panitia Natal 2021 GKI Kota Wisata, akan dilantik pada
tanggal
5 September 2021 pada Kebaktian Umum,
pukul 09.00 WIB dengan susunan panitia sebagai berikut:
Pendamping
:Pnt. Utyani
Pnt. Nathalia Ayu Putri Handoyo
Ketua
: Purwanto Siagian
Sekretaris
: Evi Suryani
Bendahara
: Wong Kim Ing
Sie Acara
Espransa Hotnatiur Sianipar
Rima Suryanty Merry Efyane
Sai Marito Margaretha Silitonga
Ari Susatijo Joga Tjahjono
Widya Tri Setyanto
Sie Pubdok Multimedia:
Daniyanto Sutanto
Salyantoko Pujoaji
Angie Valentine
Erinadya Triandari Putri
Esther Dameria N. Sihombing
Netanya Ruth Chendra
Sie Dekorasi:
Indyah Widiyastuti
Yety Fransisca
Nurjaeni
Dewi Sukmawati
Kristriane
Update: 25 Juni 2020
GKI KOTA WISATA
Transfer Persembahan Umum
Ke Rekening GKI Kota Wisata
BCA : 5725-068-686
Transfer PPGI
Ke Rekening GKI Kota Wisata
BCA : 5725-099-000
Melalui QRIS GKI Kota Wisata
Petunjuk Transfer:
□Transfer Normal Persembahan Umum, misal: Rp.
200.000,-□Tambahkan angka 1 untuk PPGI; misal: Rp.
200.001,-□Tambahkan angka 2 untuk Persepuluhan; misal: Rp.
200.002,-□Tambahkan angka 3 untuk Bulanan; misal: Rp.
200.003,-□Tambahkan angka 8 untuk Dana Beasiswa; misal: Rp.
200.008,-□Tambahkan angka 11 untuk Orang Tua Asuh; misal:
QRIS GKI Kota Wisata:
Bagi umat yang menggunakan aplikasiBCA mobile, Ovo, GoPay, Dana, Sakuku, LinkAja, Go Mobile, Shopee Pay dan aplikasi lain yang menerima QRIS.
Amplop Persembahan Umum/PPGI/Perpuluhan/Bulanan/
Syukur/Beasiswa
Melalui kotak persembahan yang disediakan di Sekretariat Gereja. Umat bisa memasukkan persembahan pada hari dan jam kerja.
Transfer Dana Beasiswa
Ke Rekening GKI Kota Wisata
Mandiri : 129-00079-25528
Tata Cara
Persembahan
PROTOKOL PELAYANAN
APRIL 2021 - MARET 2022
GKI KOTA WISATA
KEBAKTIAN-PERSEKUTUAN-LATIHAN
Kebaktian
Umum
dilaksanakan
secara
LIVE
STREAMING melalui kanal youtube GKI Kota
Wisata.
Kebaktian Kategorial dilaksanakan secara ONLINE
melalui kanal Youtube GKI Kota Wisata dan Ignite.
Semua bentuk Persekutuan, Pemahaman Alkitab,
Doa Pagi, latihan Paduan Suara dan Kelompok
Musik dilakukan secara online.
Update: 13 Desember 2020
PELAYANAN SUSPECT/POSITIF COVID-19
Akan dilakukan Pastoral Khusus, Suspect/Positif
COVID-19 bukanlah aib. Meminta persetujuan
keluarga untuk mewartakan nama yang
bersangkut-an, agar umat yang berinteraksi sebelumnya dapat
waspada dan mengikuti protokol kesehatan
Kemen-kes.
PELAYANAN KEDUKAAN SUSPECT/POSITIF COVID-19
Mengikuti protokol pemerintah pada buku Pedoman
Kesiap-siagaan Menghadapi Corona Virus Disease
(COVID-19).
PPGI
GKI KOTA WISATA
Tuhan Yesus, saat ini kami berdoa bagi gereja kami yang
sedang dalam proses pembangunan gedung gereja. Kami
berdoa memohon kasih karunia-Mu agar usaha
pembangun-an gereja kami dapat berjalpembangun-an dengpembangun-an baik. Kami juga berdoa
untuk dana yang dibutuhkan maupun proses perizinan
ber-jalan lancar dan rencana kami ini dapat selesai tepat waktu.
Terima kasih Tuhan Yesus, Haleluya, Amin.
Rekening Pembangunan Gedung Ibadah
(Donasi Umum dan Janji Iman)
Nama Bank
: BCA Kota Wisata
Nomor Rekening
: 5725-099-000
Nama Rekening
: GKI Kota Wisata
PERSEMBAHAN BUNGA KEBAKTIAN
PERSEMBAHAN BUNGA KEBAKTIAN Tahun 2021
masih dibuka. Bagi umat yang tergerak untuk
memberi persembahan bunga dalam kebaktian
umum dapat menghubungi Sekretariat Gereja.
WARTA KOMUNITAS BASIS (KOMBAS)
RINDU BERSEKUTU DENGAN SESAMA UMAT DI WILAYAH ANDA? RINDU MEMBERIKAN KESAKSIAN DAN PELAYANAN DI WILAYAH ANDA? NO KOMBAS CLUSTER/ PERUMAHAN KETUA PEMBINA1 Kowis 1 Seattle, America, California, Paris, Florence, Wina, Amsterdam
Bp. Edward Barimbing
Pnt. Evan Ferdinand Hasudungan 2 Kowis 2 Monaco, Madrid, Den Haag, Kyoto, Montreal,
Toronto, Beverly Hills
Bp. Ferdinand Hasudungan Hasibuan Pnt. Bagus B. T. Saragih 3 Kowis 3
Ruko2, Somerset, Salzburg, Barcelona, Coatesville, Hacienda Heights, Bellevue, West Covina,
Livingstone Bp. Bintoro Winedar Pnt. Theresia Saptarina 4 Kowis 4
Perumahan Kota Wisata Pesona Central Park, Calgary, Vancouver, Ontario, Ottawa, Virginia, Windsor, Florida, San Fransisco, Orlando, Georgia,
Bellwood, Nebraska, Visalia, Nashville.
Bp. Daniyanto Sutanto
Pnt. Caecilia Tri Purwani
5 Limus Narogong Limus Pratama, Kemang Pratama, Citra Indah,
Mekarsari, Cileungsi, Narogong dan sekitarnya Ibu Jurico Sjioen
Pnt. Heinrich Obednego Maanari 6 Lewi 1
Washington, Acropolis, Napoleon, Mozart, Rembrant, Cleopatra, Lincoln, Nobel, Van Gogh, Oscar
Einstein, Vasco Da Gama, Da Vinci
Bp. Imanuel Agung Bayu Aji
Pnt. Sigid Hadiwibowo 7 Lewi 2 Newton, Ruko2, Marcopolo, Columbus,
Picaso, Galileo, Vivaldi Bp. Koegels Tamba
Pnt. Candy A. Deswert
8 Transyogi 21
Taman Kenari, Cibubur Country, Citra Gran, Bukit Golf, The Address, Kranggan, Permata Puri,
Raffles Hill, Puri Sriwedari, Bukit Permai, Depok, dan sekitarnya
Bp. Sihol Untung Pardamean
Sarumpaet
Pnt. Ariyani Widosari
9 Ciangsana Indah Villa Nusa Indah 1-5, Jati Asih, Jati Sampurna, dan sekitarnya
Bp. Todo Hotmatua
Simarmata Pnt. Guntur Sihite
K E A N G G O T A A N
Bagi simpatisan yang ingin menjadi anggota GKI Kota Wisata dapat melengkapi persyaratan berikut:
1. Surat Atestasi Keluar dan dikirimkan ke sekretariat GKI Kota Wisata (format surat ke gereja asal dapat diperoleh di sekretariat GKI Kota Wisata)
2. Pas Foto 3 x 4 (2 lembar)
3. Foto copy Kartu Keluarga & Akta Lahir 4. Foto copy Surat Baptis & Sidi
5. Foto copy Surat Nikah (Sipil dan Gerejawi)
6. Memberikan Alamat dan No Telepon yang bisa dihubungi. Informasi lebih lengkap, hubungi Sekretariat.
BIDANG KEBAKTIAN
Tubuh Kristus yang Hidup, Kudus, dan Berkenan kepada Allah.
1. Meningkatkan keterlibatan umat dalam liturgi dan menghayatinya 2. Meningkatkan kehadiran umat dalam Kebaktian Umum secara
keseluruhan sebesar 5% per 3 bulan.
BIDANG KEJEMAATAN
Hadir untuk menghibur dan menguatkan.
1. Memiliki Komunitas Basis kategorial
2. Memiliki program pemberdayaan umat (minimal 1 program dari umat, oleh umat, untuk umat).
BIDANG PEMBINAAN
Umat yang Bersekutu Menjadi Dewasa, Dinamis, dan Menjadi Terang.
1. Kehadiran umat dalam persekutuan kategorial minimal 70% dari kehadiran sebelum pandemic.
2. Pengajaran yang kontekstual dan actual untuk meningkatkan pemahaman umat melalui Khotbah Pengajaran dan Pemahaman Alkitab.
3. Pembentukan kelompok-kelompok kecil kategorial untuk mewa-dahi kebutuhan umat secara lebih spesifik.
BIDANG KESAKSIAN & PELAYANAN
Gereja yang Menginjili.
1. Menjadi Berkat Bagi Masyarakat Sekitar dan Jemaat.
2. Pengembangan Pelayanan Misi Kontekstual di Daerah Tertinggal/ Pedesaan.
3. Menentukan 2 (dua) Calon Lokasi Pembentukan Jemaat Baru.
BIDANG SARANA PENUNJANG
Gereja yang Modern.
1. Memiliki fasilitas pelayanan Gereja secara digital (e-church). 2. Mendapatkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).