6 A. Konsep Dasar ASI Eksklusif
1. Pengertian ASI Eksklusif
ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang bubur susu, biscuit, bubur, nasi dan nasi tim. Setelah 6 bulan baru diberikan makanan pendamping ASI (MP- ASI). ASI dapat di berikan sampai anak usia 2 tahun atau lebih. (Ambarwati: 2009)
ASI eksklusif yaitu pemberian hanya ASI saja tanpa makanan dan minuman lain. ASI Eksklisif dianjurkan sampai 6 bulan pertama kehidupan bayi. (Dep Kes RI: 2005). Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusifmerupakan pemberian ASI saja pada bayi usia 0-6 bulan tanpa makanan dan minum pendamping apapun, kecuali obat atau vitamin.
2. Tujuh langkah keberhasilan ASI Eksklusif
Terdapat tujuh keberhasilan pemberian ASI Eksklusif, langkah-langkah ini sangat penting terutama bagi ibu bekerja. Menyusui memenga akan mempengaruhi seluruh keluarga. Idealnya suami, kakak, nenek dan kakek, dilibatkan dalam langkah-langkah ini karena dukungan mereka yang sangat berarti. (Roesli: 2009)
Menurut (Roesli : 2009) langkah-langkah yang terpenting dalam persiapan keberhasilan menyusui secara Eksklusif adalah sebagai berikut: a. Mempersiapkan payudara, bila diperlukan.
b. Mempelajari ASI dan tatalaksana menyusui.
c. Menciptakan dukungan keluarga, teman, dan sebagainya.
d. Memilih tempat melahirkan yang “sayang bayi” seperti “rumah sakit sayang Ibu” atau “rumah bersalin sayang bayi”.
e. Memilih tenaga kesehatan yang mendukung pemberian ASI secara eksklusif.
f. Mencari ahli persoalan menyusui seperti klinik laktasi dan atau konsultasi laktasi (laktasion consultan), untuk persiapan apabila kita menemui kesukaran.
g. Menciptakan suatu sikap yang positif tentang ASI dan menyusui.
3. Beberapa alasan ibu untuk tidak menyusui secara Eksklusif menurut (Roesli: 2009)
a. ASI tak cukup
Alasan ini tampaknya merupakan alasan utama para ibu untuk tidak memberikan ASI secara eksklusif. Walaupun banyak ibu yang merasa ASInya kurang, tetapi hanya sedikit sekali (2-5%) yang secara biologis memang kurang produksi ASInya. Selebihnya 95-98% ibu dapat menghasilkan ASI yang cukup untuk bayinya.
b. Ibu bekerja dengan cuti hamil 3 bulan
Bekerja bukan alasan untuk tidak memberikan ASI Eksklusif, karena waktu ibu bekerja, bayi dapat diberi ASI perah yang diperah sehari sebelumnya.
c. Takut ditinggal suami
Alasan pertama kali berhenti memberikan ASI pada anaknya adalah “takut ditinggal suami”. Ini semua karena mitos yang salah, yaitu “menyusui akan merubah bentuk payudara menjadi jelek”. Sebenarnya mengubah bentuk payudara adalah kehamilan bukan menyusui.
d. Tidak diberi ASI tetapi berhasil “jadi orang”
Dengan diberi susu formula memang anak dapat tumbuh besar, bahkan mungkin berhasil “jadi orang”. Namun, kalau bayi ini diberi ASI eksklusif akan lebih berhasil. Bukan tanpa alasan kalau para ahli menamakan ASI sebagai “darah putih”. Air susu ibu bukan sekedar makanan. ASI merupakan cairan hidup yang lebih menyerupai darah. Cairan yang mengandung sel darah putih, zat kekebalan, hormone,
factor pertumbuhan, vitamin, air, protein, bahkan zat yang dapat membunuh bakteri dan virus.
e. Bayi akan tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri dan manja
Pendapat bahwaa bayi akan tumbuh menjadi anak manja karena terlalu sering didekap dan dibelai, ternyata salah. Anak akan tumbuh menjadi kurang mandiri, manja, dan agresif karena kurang perhatian bukan karena terlalu diperhatikan oleh orang tua.
f. Susu formula lebih praktis
Pendapat ini kurang benar karena untuk membuat susu formula diperlukan api atau listrik untuk memasak air, peralatan yang harus steril, dan perlu waktu untuk mendinginkan susu formula yang baru dibuat. Sementara itu ASI yang siap pakai dengan suhu yang tepat setiap saat serta tidak memerlukan, api, listrik, dan perlengkapan yang harus steril jauh lebih praktis daripada susu formula.
g. Takut badan tetap gemuk
Pendapat bahwa menyusui akan sukar menurunkan berat badan adalah tidak benar. Pada waktu hamil, badan telah mempersiapkan timbunan lemak untuk membuat ASI. Didapatkan bukti bahwa menyusui akan membantu ibu-ibu menurunkan berat badan lebih cepat dari pada ibu tidaak menyusui secara eksklusif. Timbunan lemak yang terjadi sewaktu hamil akan dipergunakan untuk proses menyusui, sdangkan wanita yang tidak menyusui akan lebih sukar untuk menghilangkan timbunan lemak ini.
4. Manfaat dan kelebihan ASI Eksklusif (Prasetyono: 2009) a. Menurunnya resiko terjadinya penyakit infeksi
Penyakit infeksi meliputi infeksi saluran pencernaan (diare), infeksi saluran pernafasaan, infeksi pada telinga
b. Menurunkan dan mencegah terjadinya penyakit noninfeksi c. Dapat meningkatkan kecerdasan IQ anak.
d. Menyusui dapat menciptakan ikatan psikologis dan kasih sayang yang kuat antara ibu dan bayi.
e. Dapat mengurangi tingkat kematian pada bayi yang dikarenakan berbagai penyakit yang menimpanya.
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI Eksklusif Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pemberian ASI Eksklusif menurut Notoatmodjo (2003) adalah:
a. internal
Faktor-faktor dari dalam diri ibu atau faktor internal yan g berkaitan dengan keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif antara lain pengetahuan ibu mengenai proses laktasi, pendidikan, motivasi, sikap, pekerjaan ibu, dan kondisi kesehatan ibu.
b. Faktor eksternal
Faktor dari luar diri ibu atau faktor eksternal yang mempengaruhi keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif antara lain sosial ekonomi, tata laksana rumah sakit, kondisi kesehatan bayi, pengaruh iklan susu formula yang intensif, keyakinan keliru yang berkembang di masyarakat dan kurangnya penerangan dan dukungan terhadap ibu dari tenaga kesehatan atau petugas penolong persalinan maupun orangorang terdekat ibu seperti ibu, mertua, suami, dan lain-lain.
B. Kehamilan Trimester III a. Pengertian kehamilan
Dalam masyarakat, definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode trimester untuk memudahkan tahap dari perkembangan janin. Trimester pertama (minggu pertama sampai minggu ke-13) membawa resiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa trimester kedua (minggu ke-14 sampai ke-26) perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Trimester ketiga (minggu ke-27 sampai kehamilan cukup bulan 38-40 minggu) menandakan awal viabilitas, yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran dipaksakan.
Kehamilan adalah rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila ovum dibuahi dan pembuahan ovum akhirnya berkembang sampai menjadi fetus yang aterm (Guyton, 1997). Menurut Kushartanti (2004), kehamilan adalah dikandungnya janin hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Hanifa, 2000).
Beberapa teori tentang kehamilan antara lain :
1) Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis, akan tetapi pentingnya diagnosa kehamilan tidak dapat diabaikan (Cunningham, 2005, p.23) 2) Kehamilan merupakan suatu proses pembuahan dalam rangka
melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh di dalam rahim ibu (Depkes RI, 2002).
3) Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu 9 bulan 7 hari) dihitung dari pertama haid terakhir (Saifudin, 2006, p.89).
b. Periode kehamilan
Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi dalam 3 bagian, yaitu (Wiknjosastro, 2006, p.125):
1) Kehamilan triwulan pertama (antara 0 sampai 12 minggu) 2) Kehamilan triwulan kedua (antara 12 sampai 28 minggu) 3) Kehamilan triwulan ketiga (antara 28 sampai 40 minggu)
Sedangkan ditinjau dari lamanya kehamilan dibedakan menjadi (Wiknjosastro, 2006, p.125):
1) Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur (cukup bulan) 2) Kehamilan lebih dari 43 minggu disebut kehamilan postmatur 3) Kehamilan antara 28 dan 36 minggu disebut kehamilan prematur
c. Perubahan psikologis dalam kehamilan
Perubahan dan adaptasi psikologis dalam masa kehamilan dapat diketahui sebagai berikut :
1) Trimester pertama
Segera setelah terjadi konsepsi kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh meningkat dan ini menyebabkan timbulnya mual muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya, banyak ibu yang merasakan kekecewaan, penolakan, kecemasan dan kesedihan. Pada trimester pertama seseorang ibu akan selalu mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil.
2) Trimester kedua
Trimester kedua biasanya adalah saat ibu merasa sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa dengan keadaan hormon yang lebih tinggi dan merasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang pada trimester ini ibu dapat merasakan gerakan bayinya, dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai seseorang di luar dirinya sendiri.
3) Trimester ketiga
Trimester ketiga seringkali disebut periode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu-waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaanya akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan. Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama hamil
d. Perubahan Fisiologis Kehamilan Trimester III
Beberapa perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan trimester III yaitu:
1) Uterus
Pada akhir kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram (berat uterus normal 30 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2,5 cm. Bentuknya kembali seperti bentuk semula, lonjong seperti telur. Pada kehamilan 28 minggu, fundus uteri terletak kira-kira 3 jari di atas pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke prossesus xipoideus. Pada kehamilan 32 minggu, fundus uteri terletak antara ½ jarak pusat dan prossesus xipoideus. Pada kehamilan 36 minggu, fundus uteri terletak kira-kira 1 jari di bawah prossesus xipoideus. Bila pertumbuhan janin normal, maka tinggi fundus uteri pada kehamilan 28 minggu adalah 25 cm, pada 32 minggu adalah 27 cm dan pada 36 minggu adalah 30 cm. Pada kehamilan 40 minggu, fundus uteri turun kembali dan terletak kira-kira 3 jari di bawah prossesus xipoideus. Hal ini disebabkan oleh kepala janin yang pada primigravida turun dan masuk ke dalam rongga panggul.
2) Vagina dan vulva
Vagina dan vulva akibat hormon estrogen juga mengalami perubahan. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah dan kebiru-biruan (tanda Chadwicks). Pada bulan terakhir kehamilan, cairan vagina mulai meningkat dan lebih kental.
3) Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron, dan somatomammotropin. Pada kehamilan 12 minggu ke atas, dari puting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih disebut kolostrum.
4) Sirkulasi darah
Setelah kehamilan lebih dari 30 minggu, terdapat kecenderungan peningkatan tekanan darah. Sama halnya dengan pembuluh darah yang lain, vena tungkai juga mengalami distensi. Vena tungkai terpengaruhi pada kehamilan lanjut karena terjadi obstruksi aliran balik vena (venous return) akibat tingginya tekanan darah vena yang kembali dari uterus dan akibat tekanan mekanik dari uterus pada vena cava. Keadaan ini menyebabkan varises pada vena tungkai (dan kadang-kadang pada vena vulva) pada wanita yang rentan.
5) Sistem respirasi
Ekspansi diafragma dibatasi oleh pembesaran uterus, diafragma naik 4 cm (1,5 inci), kondisi ini menyebabkan ibu bernafas pendek dan sesak terjadi pada 60% wanita hamil.
6) Sistem pencernanan
Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat yang dapat menyebabkan pengeluaran air liur berlebihan (hipersalivasi), daerah lambung terasa panas, morning sickness, dan mual muntah. Pengaruh progesteron menimbulkan gerak usus makin berkurang dan dapat menyebabkan obstipasi (sembelit).
7) Sistem perkemihan
Pada akhir kehamilan, muncul keluhan sering berkemih karena kepala janin mulai turun ke pintu atas panggul (PAP). Desakan ini menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh. Terjadinya hemodilusi menyebabkan metabolisme air makin lancar sehingga pembentukan urin pun makin bertambah
C. Konsep Dasar Pengetahuan 1. Pengertian
Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui mengenai hal atau sesuatu pengetahuan dapat dilihat dari perilaku seseorang (Sarwono, 2005).
Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu, pengetahuan umumnya datang dari penginderaan, yaitu indera pengliharan, pendengaran, penciuman, rasa, raba, sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoadmodjo, 2003).
Pengetahuan merupakan hasil dari ”tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni: indera penglihatan, indera pendengaran, indera penciuman, indera perasa dan indera peraba. Pengetahuan seorang individu terhadap sesuatu dapat berubah dan berkembang sesuai kemampuan, kebutuhan, pengalaman dan tinggi rendahnya mobilitas informasi tentang sesuatu dilingkungannya (Notoatmodjo, 2003).
2. Tingkat Pengetahuan Dalam Domain Kognitif
Pengetahuan yang dicakup di dalam domain kognitif (cognitive domain) mempunyai 6 tingkatan,yaitu:
a. Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahun tingkat ini adalah mengingat kembali terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, “ Tahu ” ini adalah merupakan tingkat pengetahuan yang lebih rendah.
b. Memahami (Comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui, dan dapat menginterpretasi materi tersebut secara benar.
c. Aplikasi (Application)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada suatu atau kondisi yang riil (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip, dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain.
d. Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi suatu obyek kedalam komponen-komponen, tetapi masih didalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain.
e. Sintesis (Synthesis)
Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk melakukan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi yang baru dari formula-formula yang ada.
f. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau obyek. Penilaian ini berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang ada (Notoatmodjo, 2007).
3. Proses Penyerapan Ilmu Pengetahuan
Menurut Penelitian Rogers (1974) dalam Notoatmodjo (2003), bahwa suatu pesan yang diterima oleh setiap individu akan melalui lima tahapan-tahapan berurutan sebelum individu tersebut mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), yaitu:
a. Awareness (Kesadaran)
Awareness adalah keadaan dimana seseorang sadar bahwa ada suatu pesan yang disampaikan.
b. Interest (Merasa Tertarik)
Interest adalah seorang mulai tertarik akan isi pesan yang disampaikan.
c. Evaluation (Menimbang-nimbang)
Evaluation merupakan tahap dimana penerima pesan mulai mengadakan penilaian keuntungan dan kerugian dari isi pesan yang disampaikan.
d. Trial (Mencoba)
Trial merupakan tahap dimana penerima pesan mencoba mempraktekkan isi pesan yang didengarkan.
e. Adaption (Adapsi)
Adaption merupakan tahap dimana penerima pesan
mempraktekkan dan melaksanakan isi pesan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan a. Faktor predisposisi
1). Umur
umur adalah usia individu yang dihitung mulai saat dilahirkan sa,pai berulang tahun, semakin cuklup umur, dan tingkat kematangandan kekuatan sesearang akan lebih matang dalam berfikir dan bekarja.
2). Pendidikan
semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin mudah menerima informasi, sehingga semakin bayak pula pengetahuan yang dimiliki. Sebaiknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang tehadap nilai- nilai yang diperkenalkan.
3). Pengalaman
pengalaman merupakan guru yang terbaik. Pepatah tersebut dapayt diartikan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan, atau pengetahuan itu merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh karna itu pengalaman pribadipun dapat digunakan sebagai upaya mempeoleh pengetahuan.
b. Faktor Pendukung 1). Informasi
Informasi adalah penerang, pemberitahuan, kabar, atau berita tentang suatu keseluruhan makna yang menunjang amanat. Informasi memberikan pengaruh kepadaseseorang meskipun orang tersebut mempu nyai tingkat pendidikan rendah tetapi jika ia mendapatkan infotrmasi yang lebih baik dari berbagai media, maka hal ini dapat meningkatkan pengetahuan tersebut. 2). Lingkungan.
Lingkungan adalah seluruh kondisi yang ada disekitar manusia dan pengaruhnya dapat mempengarui perkembangan dan perilaku orang atau kelompok.
c. Faktor Pendorong 1). Sikap Petugas
Tatalaksana yang menunjang keberhasilan harus dilaksanakan seperti:
a) Bayi baru lahir segera diberikan pada ibu untuk segera disusui
b) Merawat bayi besama ibunya
c) Mengajarkan teknik menyusui yang benar
d) Mengajarkan ibu pengeluaran ASI secara normal e) Jangan menjadwalkan pemberian ASI
2). Dari Keluarga
Keluarga (suami, nenek, bibik, dan sebagainya) perlu di informasikan bahwa sesearang ibu perlu dukungan dan bantuan keluarga agar ibu berhasil menyusui misalnya dengan menggantikan sementara tugas rumah tangga ibu (memasak, mencuci, membersihkan rumah) ibu dan bayi membutuhkan waktu berkenalan.
D. Kerangka Teori
Bagan 2.1 Kerangka Teori
Sumber: dikutip oleh Notoatmodjo (2010) Faktor Predisposisi: 1. Umur 2. Pendidikan 3. Pengalaman 4. Pengetahuan Faktor Pendukung : 1. Informasi 2. Lingkungan Faktor Pendorong : 1. Sikap Petugas 2. Keluarga Pemberian ASI Esklusif