SALINAN
I'Fl .j ,trI Illl:l llLll-.11,, lllLr'-rl ll: '-l '
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2016
TENTANG
TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN NEGARA/DAERAH TERHADAP PEGAWAI NEGERI BUKAN BENDAHARA ATAU PEJABAT LAIN
Menimbang
:DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
bahwa
untuk
melaksanakan ketentuan Pasal
63
ayat
(21Undang-Undang
Nomor 1 Tahun
2OO4
tentangPerbendaharaan
Negara,
perlu
menetapkan
PeraturanPemerintah
tentang
Tata
Cara
Tuntutan
Ganti
KerugianNegara/Daerah Terhadap Pegawai Negeri
Bukan
Bendaharaatau Pejabat Lain;
Mengingat
1.
Pasal5
ayat
(2) Undang-UndangDasar
Negara RepublikIndonesia
Tahun
1945;2.
Undang-Undang
Nomor
1 Tahun
2OO4
tentangPerbendaharaan
Negara
(Lembaran
Negara
RepublikIndonesia Tahun
2004
Nomor
5,
Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);Menetapkan :
MEMUTUSKAN:
PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA TUNTUTAN
GANTI KERUGIAN NEGARA/DAERAH TERHADAP PEGAWAI
NEGERI BUKAN BENDAHARA ATAU PEJABAT LAIN.
PRESIDEN REPUELIK INDONESIA
-2
BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Kesatu Pengertian pasal 1Dalam Peraturan Pemerintah ini, yang dimaksud dengan:
1.
Kerugian Negara/Daerah adalah kekurangan uang, suratberharga,
dan
barang, yangnyata dan pasti jumlahnya
sebagai
akibat
perbuatan melawanhukum baik
sengajamaupun lalai.
2.
Tuntutan Ganti
Kerugian adalahsuatu
prosestuntutan
yang
dilakukan terhadap
pegawai
negeri
bukanbendahara
atau
pejabat
lain
dengan
tujuan
untuk
memulihkan Kerugian Negara/ Daerah.
3.
Pegawai
Negeri
Bukan
Bendahara
adalah
pegawaiAparatur
Sipil
Negara,
Anggota
Tentara
Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang bekerja/diserahi tugas selain tugas bendahara.4.
Pejabat
Lain
adalah
pejabat negara
dan
pejabatpenyelenggara pemerintahan yang
tidak
berstatus pejabatnegara,
tidak
termasuk
bendaharadan
Pegawai NegeriBukan Bendahara.
5.
Pihak Yang Merugikan adalah
PegawaiNegeri
BukanBendahara
atau
PejabatLain yang
berdasarkan
hasilpemeriksaan menimbulkan Kerugian Negara/ Daerah.
6.
Pengampuadalah orang
atau
badan yang
mempunyaitanggung
jawab hukum
untuk
mewakili
seseorangkarena sifat pribadinya dianggap
tidak
cakapatau tidak
di
dalam
segala
hal
cakap
untuk
bertindak
dalamhukum.
7.
Yang MemperolehHak
adalah orangatau
badan karena adanya perbuatan atau peristiwahukum,
telah menerima pelepasanhak
atas kepemilikan uang,
surat
berharga,dan/atau
barang dari Pihak Yang Merugikan.8.
Ahli
Waris adalah
anggotakeluarga yang masih
hidupyang
menggantikankedudukan pewaris dalam
bidanghukum
kekayaan karena meninggalnya pewaris.PRESIDEN REPUELII( INDONESIA a
9.
Pejabat
Penyelesaianselanjutnya
disingkatberwenang
untuk
Kerugian
Negara/Daerah
yangPPKN/D
adalah
pejabat
yang10. 12. 13. menyelesaikan Kerugian 11. Negara/ Daerah.
Tim
PenyelesaianKerugian Negara
yang
selanjutnyadisingkat
TPKNadalah
tim
yang bertugas
memproses penyelesaian kerugian negara.Tim
PenyelesaianKerugian Daerah
yang
selanjutnyadisingkat TPKD adalah
tim
yang bertugas
memproses penyelesaian kerugian daerah.Majelis
Pertimbangan
Penyelesaian
KerugianNegara/Daerah yang selanjutnya
disebut
Majelis adalahpara pejabat/pegawai yang
ditunjuk
dan ditetapkan oleh Presiden/ Menteri/Pimpinan
Lembaga/Gubernur,
Bupatiatau Walikota
untuk
menyampaikan pertimbangan dan pendapat penyelesaian Kerugian Negara/Daerah.Surat
Keterangan
Tanggung
Jawab
Mutlak
yangselanjutnya disingkat
SKTJMadalah
surat
pernyataandari
Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain,yang
menyatakan kesanggupan
dan/atau
pengakuanbahwa
Kerugian
Negara/Daerah
menjadi
tanggungjawabnya
danbersedia mengganti
Kerugian Negara/ Daerah dimaksud.Surat
Keputusan
PembebananPenggantian
KerugianSementara
yang
selanjutnya
disebut
SKP2KS adalahsurat
yang dibuat oleh
Presiden/ Menteri/ Pimpinan Lembaga/Gubernur,
Bupati atau
Walikota/ Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah/ Kepala SatuanKerja/Atasan Kepala Satuan
Kerja
dalam
hal
SKTJMtidak mungkin diperoleh.
Surat
Keputusan
PembebananPenggantian
Kerugianyang selanjutnya disebut SKP2K adalah
surat
keputusanyang
ditetapkan
oleh
Presiden/ Menteri/ pimpinanLembaga/Gubernur,
Bupati atau
Walikota
yangmempunyai kekuatan
hukum
tetap tentang pembebananpenggantian Kerugian Negara/Daerah terhadap Pegawai
Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain.
16.
Kementerian
Negara/Lembaga
adalah
kementerian negara/lembaga pemerintah non
kementerian negara/lembaga negara.74.
15.
18.
-t .7
PRESIDEN
REFUELIK INDONESIA
-4-Menteri/Pimpinan Lembaga
adalah
pejabat
yangbertanggung
jawab atas
pengelolaan
keuangankementerian negara/ lembaga yang bersangkutan.
Pemerintahan
Daerah adalah
penyelenggaraanurusan
pemerintahan
oleh
pemerintah
daerah
dan
dewanperwakilan
rakyat
daerah
menurut
asas
otonomi
dantugas
pembantuan
dengan
prinsip
otonomi
seluas-luasnya dalam sistem
dan
prinsip
Negara
KesatuanRepublik
Indonesia
sebagaimana
dimaksud
dalamUndang-Undang
Dasar
Negara
Republik
IndonesiaTahun
1945.Bagian Kedua Ruang Lingkup
Pasal 2
( 1)
Peraturan
Pemerintahini
mengatur
tata
cara Tuntutan
Ganti Kerugian Negara/Daerah atas uang, surat berharga,
dan/atau
barangmilik
negara/daerah yang berada dalam penguasaan:a.
Pegawai Negeri Bukan Bendahara; ataub.
Pejabat Lain:1)
pejabat negara; dan2)
pejabat
penyelenggarapemerintahan
yang
tidak
berstatus
pejabat
negara,
tidak
termasukbendahara dan Pegawai Negeri Bukan Bendahara. (2)
Tuntutan Ganti
Kerugian
sebagaimanadimaksud
padaayat (1)
berlaku
pula
terhadap
uang
dan/atau
barangbukan milik
negara/daerah
yang
berada
dalampenguasaan Pegawai
Negeri
Bukan
Bendahara
atauPejabat
Lain
yang
digunakan
dalam
penyelenggaraan tugas pemerintahan.PRESIDEN
R EPU E LII( IN DO N ESIA
-5-Bagian Ketiga
Pengamanan Uang, Surat Berharga,
dan/atau
Barang Pasal 3Setiap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pej abat Lain waj ib melakukan tindakan pengamanan terhadap :
a.
uang,
surat
berharga,
dan/atau
barang
milik
negara/daerah yang berada dalam penguasaannya dari
kemungkinan
terjadinya Kerugian
Negara/Daerah; dan/ ataub.
uang
dan/atau
barang
bukan
milik
negara/daerah yang berada dalam penguasaannyadari
kemungkinanterj adinya Kerugian Negara/ Daerah.
Setiap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain
yang
melanggarhukum atau
melalaikan
kewajibannyabaik
langsung
atau
tidak
langsung
yang
merugikankeuangan negara/daerah
diwajibkan
mengganti kerugiandimaksud.
BAB II
INFORMASI DAN PELAPORAN KERUGIAN NEGARA/ DAERAH
Pasal 4
Informasi terjadinya Kerugian Negara/ Daerah bersumber dari:
a. hasil
pengawasan
yang
dilaksanakan
oleh
atasan langsung;b.
Aparat Pengawasan Internal Pemerintah;c.
pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan;d.
iaporan tertulis yang bersangkutan;e.
informasi
tertulis
dari
masyarakat secara
bertanggung jawab;f.
perhitungan ex offi.cio;dan/atau
g.
pelapor secara tertulis.(1)
(2t
(21 (3) PRESIDEN REPUBLIK INIDON ES IA
-6-Pasal S(1)
Atasan
langsung
atau
kepala satuan
kerja
wajibmelakukan
verifikasi terhadap informasi
sebagaimanadimaksud dalam Pasal 4.
Atasan
langsung
atau
kepala satuan
kerja
dapatmenunjuk
PegawaiAparatur
Sipil Negara/Anggota TentaraNasional
Indonesia/AnggotaKepolisian
Negara RepublikIndonesia/ Pejabat
Lain
untuk
melakukan
tugas verifikasiterhadap informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Dalam
hal
berdasarkan
hasil
verifikasi
sebagaimanadimaksud pada
ayat
(1)
dan
ayat
(21terdapat indikasi
Kerugian
Negara/Daerah
ditindaklanjuti
denganketentuan sebagai berikut:
a.
Kepala
Satuan Kerja
Pengelola Keuangan
Daerah selaku Bendahara Umum Daerah:1.
melaporkan
kepada Gubernur,
Bupati,
atauWalikota; dan
2.
memberitahukan
kepadaKeuangan,
untuk
indikasi
kerugian
daerah
yatlg
terjadi
dilingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah;
b.
Atasan kepala satuan kerja/kepala satuan kerja:1.
melaporkan kepada Menteri/Pimpinan
Lembaga; dan2.
memberitahukan
kepada
BadanKeuangan,
untuk
indikasi
kerugian
negara
yang terjadi
di lingkungan satuan kerjanya;c.
Gubernur,
Bupati,
atau
Walikota
memberitahukankepada Badan
Pemeriksa Keuangan,untuk
indikasi
kerugian
daerahyang dilakukan oleh
Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah;Badan
PemeriksaPemeriksa
trRESIDEN
REFUBLIK INDONESIA
-7
-d.
Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara:1.
melaporkan kepada Presiden; dan2. memberitahukan
kepada
Badan
pemeriksaKeuangan,
untuk
indikasi kerugian
negarayang dilakukan
oleh Menteri/ Pimpinan Lembaga; ataue.
Presidenmemberitahukan kepada Badan
PemeriksaKeuangan,
untuk
indikasi
Kerugian
Negara/Daerahyang
dilakukan
oleh
Menteri
Keuangan/PimpinanLembaga Negara/Gubernur, Bupati, atau Walikota.
(4) Laporan atau pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada
ayat (3)
disampaikanpaling lambat
7
(tujuh)
hari
kerjasetelah
diperoleh
informasi
terjadinya
Kerugian Negara/Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.Pasal 6
Dalam
hal
PegawaiAparatur
Sipil
Negara/Anggota TentaraNasional
Indonesia/Anggota
Kepolisian Negara
RepublikIndonesia/
Pejabat
Lain tidak
melaksanakan
kewajiban sebagaimanadimaksud
dalam Pasal5
ayat
(1), Pasal5
ayat(2),
Pasal5
ayat
(3),dan/atau
Pasal5
ayat (4)
dikenakansanksi administratif
sesuaiketentuan peraturan
perundang-undangan.BAB III
PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA/DAERAH Bagian Kesatu
Pejabat Penyelesaian Kerugian Negara/ Daerah Pasal 7
Berdasarkan
laporan hasil verifikasi
sebagaimana dimaksuddalam
Pasal
5
ayat (3),
PPKN/D
harus
menyelesaikanKerugian Negara/Daerah dengan melaksanakan Tuntutan
Ganti Kerugian.
(1)
PRESIDEN
REPUELIK IN DO N ESIA
-8-Pasai 8
PPKN/D
sebagaimanadimaksud dalam pasal
T
adalain sebagai berikut:a.
Menteri/Pimpinan
Lembaga,
dalam
hal
kerugiannegara dilakukan
oleh
Pegawai
Negeri
BukanBendahara
atau
Pejabat
Lain di
lingkunganKementerian Negara/ Lembaga;
b.
Menteri
Keuanganselaku
BendaharaUmum
Negara,dalam
ha1kerugian
negaradilakukan oleh
Menteri/Pimpinan Lembaga;
c.
Gubernur, Bupati, atau
Walikota, daiamhal
kerugiandaerah dilakukan
oleh
Pegawai
Negeri
BukanBendahara
atau
Pejabat
Lain di
lingkunganPemerintahan Daerah; atau
d.
Presiden,
dalam hal
Kerugian
Negara/Daerahdilakukan oleh Menteri
Keuanganselaku
BendaharaUmum
Negara/Pimpinan Lembaga Negara/Gubernur, Bupati, atau Walikota.Kewenangan
PPKN/D
untuk
menyelesaikan
Kerugian Negara/Daerah
sebagaimanadimaksud
pada
ayat
( 1)dilaksanakan oleh:
a.
Kepala
satuan
kerja
untuk
kerugian
negara
yangdilakukan
oleh Pegawai NegeriBukan
Bendahara atauPejabat Lain di
lingkungan
KementerianNegara/Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat
(l)
huruf
a; danb.
Kepala
Satuan Kerja
Pengelola Keuangan
Daerahselaku
Bendahara
Umum
Daerah
untuk
kerugiandaerah
yang dilakukan oleh
Pegawai Negeri BukanBendahara
atau
Pejabat
Lain di
lingkunganPemerintahan Daerah
sebagaimanadimaksud
pada ayat (1)huruf
c.(3) Dalam
hal
kerugian negaradilakukan
oleh kepala satuankerja,
kewenanganuntuk
menyelesaikankerugian
negaradilakukan oleh atasan kepala satuan kerja.
(21
PRESIDEN
REPUELIK INDONESIA
-9-(4) Dalam
hal
kerugian daerahdilakukan
oleh Kepala SatuanKerja
Pengelola Keuangan
Daerah
selaku
BendaharaUmum
Daerah,
kewenangan
untuk
menyelesaikankerugian
daerahdilakukan oleh Gubernur, Bupati,
atauWalikota.
Bagian Kedua
Tim Penyelesaian Kerugian Negara dan
Tim Penyelesaian Kerugian Daerah Pasal 9
Dalam rangka
penyelesaian
Kerugian
Negara/Daerah,PPKN/D sebagaimana dimaksud dalam Pasal
8
ayat
(l)
ataupejabat
yang diberi
kewenangan
sebagaimana dimaksuddalam
PasalB
ayat
(2\,
ayat (3),
dan ayat
(4)
membentukTPKN/TPKD.
Pasal 1O
TPKN/TPKD
melakukan
pemeriksaanKerugian
Negara/Daerah paling lambat 7 (tujuh)
hari
kerja setelah dibentuk.Dalam
pemeriksaan
Kerugian
Negara/Daerah,TPKN/TPKD memiliki tugas dan wewenang:
a. menyusun kronologis terjadinya
KerugianNegara/ Daerah;
b.
mengumpulkanbukti
pendukungterjadinya
KerugianNegara/ Daerah;
c.
menghitungjumlah
Kerugian Negara/ Daerah;d.
menginventarisasi harta kekayaanmilik
Pegawai NegeriBukan
Bendahara
atau
Pejabat
Lain yang
dapatdijadikan
sebagai
jaminan
penyelesaian
Kerugian Negara/ Daerah; dane.
melaporkan
hasil
pemeriksaankepada pejabat
yang membentuknya.(1) (2)
FRESIDEN
REFU BLII( IN DON ES IA _
I0
_Pasal 11
Bukti
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2)huruf
b diperoleh melalui:a.
pengumpulan dokumen pendukung;dan/atau
b.
permintaan
keterangan/tanggapan/klarifikasi
melaluiwawancara kepada
setiap orang
yang
terlibat/diduga
terlibat/
mengetahui terjadinya Kerugian
Negara/ Daerah yang dituangkan dalam hasil pemeriksaan.Pasal
i2
TPKN/TPKD
dalam
menghitung
jumlah
KerugianNegara/Daerah sebagaimana
dimaksud dalam
Pasal 10 ayat(2)
huruf
c
dapat meminta pertimbangan
dari
pihak
yangmemiliki kompetensi.
Pasal 13
Hasil
pemeriksaan
Kerugian
Negara/Daerah
yangdilakukan oleh
TPKN/TPKDdisampaikan kepada
orangyang
diduga
menyebabkan
Kerugian
Negara/Daerahuntuk
dimintakan tanggapan.Tanggapan
sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(1)disampaikan kepada TPKN/TPKD paling
lambat
14 (empatbelas)
hari kerja
sejak
surat hasil
pemeriksaan disampaikan.Dalam
hal
TPKN/TPKD
menerima
dan
menyetujuitanggapan
sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(2),TPKN/TPKD memperbaiki hasil pemeriksaan.
Dalam
hal
TPKN/TPKD menolak tanggapan sebagaimanadimaksud
pada
ayat
(2),
TPKN/TPKD
melampirkantanggapan
atau
klarifikasi tersebut
dalam
hasilpemeriksaan.
Dalam
hal
TPKN/TPKD
tidak
menerima
tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dianggaptidak
ada keberatan atas hasil pemeriksaan.(1)
(2)
(3)
(41
(s)
TPKN/TPKD
menyampaikan laporan
hasilsebagaimana dimaksud pada ayat (3), ayat (a),
kepada pejabat yang membentuknya.
pemeriksaan
dan ayat (5)
Pasal
14.
. .(1)
PRESIDENI
REPU B LII( iNDONESIA
-
11-Pasal 14
Laporan
hasil
pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (6) menyatakan bahwa:a.
kekurangan uang,
surat
berharga,
dan/atau
barangdisebabkan perbuatan
melanggarhukum atau
lalaiPegawai Negeri
Bukan
Bendaharaatau
Pejabat Lain;atau
b.
kekurangan uang,
surat
berharga,
dan/atau
barangbukan
disebabkanperbuatan
melanggarhukum
ataulalai
Pegawai NegeriBukan
Bendaharaatau
PejabatLain.
Laporan
hasil
pemeriksaan sebagaimanadimaksud
padaayat (1)
huruf
a, paling sedikit memuat:a.
pihak yang
bertanggung
jawab
atas
terjadinyaKerugian Negara/Daerah; dan
b.
jumlah
Kerugian Negara/Daerah.Laporan
hasil
pemeriksaan sebagaimanadimaksud
padaayat (1) huruf b,
paling
sedikit
memuat
jumlah
kekurangan uang/ surat berharga/ barang.
Pasal 15
PPKN/D
atau
pejabat
yang diberi
kewenangan sebagaimanadimaksud dalam
Pasal8
ayat
(2),ayat
(3),dan ayat
(4) menyampaikan pendapatatas laporan
hasilpemeriksaan TPKN/TPKD sebagaimana
dimaksud
dalamPasal 13 ayat (6), sebagai berikut:
a.
menyetujui laporan hasii pemeriksaan; ataub.
tidak
menyetujui laporan hasil pemeriksaan.Dalam
hal
laporan
hasil
pemeriksaan
sebagaimanadimaksud dalam Pasal 74 ayat (1)
tidak disetujui,
ppKN/Datau pejabat yang diberi kewenangan segera menugaskan
TPKN/TPKD
untuk
melakukan
pemeriksaan
ulangterhadap materi yang
tidak
disetujui.(2)
(3)
(1)
(2t
PRESIDEN
REtrUELIK INDONESIA
-t2-(3)
Dalam
hal
laporan
hasil
pemeriksaan
TPKN/TPKD sebagaimana dimaksud dalam Pasal14
ayat(l)
disetujui,pejabat
yang diberi
kewenangan sebagaimana dimaksuddalam Pasal
8
ayat
(21,ayat
(3),
dan
ayat (4)
segera menyampaikan laporan kepada PPKN/D.Bagian Ketiga
Penyelesaian Kerugian Negara/Daerah melalui penerbitan Surat Keterangan Tanggung Jawab
Mutlak
(2)
(s)
(4)
Pasal 16
(1)
Dalam
hal
laporan
hasil
pemeriksaan
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal14
ayat (1)huruf
a disetujui
olehPPKN/D sebagaimana
dimaksud dalam
Pasal 15ayat
(1)huruf
a,
PPKN/D segera menugaskan TPKN/TPKDuntuk
melakukan
penuntutanpenggantian
KerugianNegara/Daerah kepada Pihak Yang Merugikan.
Dalam
hal
Pihak Yang Merugikan sebagaimana dimaksud padaayat
(1) berada dalam pengampuan,melarikan diri,
atau
meninggal
dunia,
penggantian Kerugian
Negara/ Daerah beralih kepada Pengampu/Yang MemperolehHak/
Ahli Waris.
Dalam
penuntutan
penggantian Kerugian Negara/Daerah,TPKN/TPKD
mengupayakan
surat
pernyataankesanggupan
dan/atau
pengakuan
Pihak
yangMerugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ahli
Warisbahwa kerugian tersebut menjadi tanggung jawabnya dan
bersedia mengganti Kerugian
Negara/Daerah
dimaksuddalam bentuk SKTJM.
SKTJM sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling sedikit
memuat:
a.
identitas Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/yangMemperoleh
Hak/Ahli
Waris;b.
jumlah
Kerugian Negara/Daerah yang harus dibayar;c.
cara dan jangkawaktu
pembayaran Kerugian Negara/ Daerah;d.
pernyataan penyerahan barangjaminan;
dan(1)
(2t
PRESIDEN
REPUBLII( IN DO N ESIA
-13-e.
pernyataandari
Pihak Yang
Merugikan/pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ahli
Waris
bahwa pernyataanmereka
tidak
dapatditarik
kembali.(5)
Pernyataan penyerahan barang
jaminan
sebagaimanadimaksud pada ayat (4)
huruf
d, disertai dengan:a.
daftar barang yang menjadi jaminan;b. bukti
kepemiiikan
yang
sah
atas
barang
yangdijaminkan; dan
c.
surat kuasa menjual. Pasal 17Penggantian
Kerugian
Negara/Daerah
sebagaimanadimaksud
dalam
Pasal
16
ayat (1)
segera dibayarkansecara
tunai
atau angsuran.Dalam
hal
Kerugian
Negara/Daerah
sebagai
akibatperbuatan
melanggarhukum,
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ahli Waris
wajibmengganti
Kerugian
Negara/Daerah
paling
lama
90(sembilan
puluh) hari
kalender
sejak
SKTJM ditandatangani.Dalam
hal
Kerugian
Negara/Daerah
sebagai
akibatkelalaian,
Pihak
Yang
Merugikan/ pengampu/yangMemperoleh
Hak/Ah1i Waris
wajib
mengganti
KerugianNegara/Daerah dalam
waktu paling lama
24
(dua puluh
empat) bulan sejak SKTJM ditandatangani.
Dalam
hal
kondisi tertentu
Menteri/Pimpinan
Lembaga/Gubernur/
Bupati atau
Walikota
sesuai
dengankewenangan
masing-masing
dapat
menetapkan
jangkawaktu
selain sebagaimana dimaksud pada ayat (3).Kondisi
tertentu
sebagaimanadimaksud
pada
ayat
(4)diatur
oleh
Menteri/Pimpinan Lembaga/Menteri
Dalam Negeri.PPKN/D
wajib
melakukan pemantauan
atas
ketaatanPihak Yang
Merugikan/Pengampu/yang
MemperolehHak/Ahli
Waris melakukan
pembayaransesuai
dengan SKTJM. (3) (4t (s) (6)(7)
DalamPRESIDEN
REPUELIK IN]DON ES IA
-t4-(7)
Dalam
hal
Pihak Yang
Merugikan/pengampu/yangMemperoleh
Hak/Ahli
Waris
melalaikan
kewajibanpembayaran
sesuai dengan SKTJM,
ppKN/Dmenyampaikan teguran tertulis.
Pasal 18
Dalam hal Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/yangMemperoleh
Hak/Ahli
Waristidak
mengganti kerugian dalamjangka
waktu
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2),ayat
(3),
atau ayat
(a), Pihak Yang
Merugikan/ Pengampu/Yang
Memperoleh
Hak/Ahli
Waris
dimaksud
dinyatakanwanprestasi.
Bagian Keempat
Penyelesaian Kerugian Negara/ Daerah melalui Penerbitan
Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara Pasal 19
Dalam
hal
SKTJM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16ayat
(3)
tidak
dapat
diperoleh,
TPKN/TPKD
segera menyampaikan laporan kepada PPKN/D.Paling
lambat
7
(tuluh)
hari
kerja
setelah
menerimalaporan
dari
TPKN/TPKD sebagaimanadimaksud
pada ayat (1), PPKN/D menerbitkan SKP2KS.(3) SKP2KS sebagaimana
dimaksud
pada
ayat (2)
palingsedikit memuat materi:
a.
identitas
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/yangMemperoleh
Hak/Ahli
Waris;b.
perintahuntuk
mengganti Kerugian Negara/Daerah;c.
jumlah
Kerugian Negara/Daerah yang harus dibayar;d. cara dan
jangka
waktu
pembayaran
KerugianNegara/Daerah; dan
e.
daftar harta
kekayaanmilik
Pihak yang
Merugikan/Pengarnpr-r/Yang Mernperoleh
Hak/Ahli
Waris.(4)
PPKN/D menyampaikan SKP2KS
kepada
pihak
yangMerugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ah1i Waris.
(1)
(2)
FRESIDEN
REPU BLIK INDON ESIA
-15-Pasal 20
Penggantian Kerugian Negara/Daerah berdasarkan penerbitan SKP2KS dibayarkan secara
tunai paling lambat 90
(sembilanpuluh)
hari
sejak diterbitkannya SKP2KS. Pasal 2 1SKP2KS mempunyai kekuatan
hukum
untuk
pelaksanaan sita jaminan.Pelaksanaan
sita
jaminan
sebagaimanadimaksud
padaayat (1)
dilakukan
oleh
instansi
yang
berwenangmelaksanakan pengurusan
piutang
negara sesuai denganketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 22
Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/
Ahli
Waris dapat
menerimaatau
mengajukan keberatan SKP2KSpaling lambat 14
(empat belas)hari
kerja
sejakditerimanya SKP2KS.
Keberatan
sebagaimana
dimaksud
pada ayat
(1)disampaikan secara
tertulis
kepada
PPKN/D
dengandisertai
bukti.
Pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
tidak
menunda kewajiban
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ah1i
Waris
untuk
mengganti Kerugian Negara/ Daerah. Bagian Kelima
Penyelesaian Kerugian Negara/ Daerah Melalui Majelis Pasal 23
PPKN/D melakukan
penyelesaianKerugian
Negara/Daerah mengenai:a.
kekurangan
uang,
surat
berharga,
dan/atau
barangbukan
disebabkan perbuatan melanggarhukum
atau lalaiPegawai Negeri
Bukan
Bendahara
atau
Pejabat
Lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1)huruf
b; (1) (2) (1) (2t (3)b.
Pihakb.
PRESIDEN
REPUELIK INDONESIA
-16-Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/YangHak/Ahli
Waris dinyatakan wanprestasi atasKerugian
Negara/Daerah
secara
damaidimaksud dalam Pasal 18; atau
penerimaan
atau
keberatan
Pihak
YangPengampu/Yang
Memperoleh
Hak/Ahli
penerbitan
SKP2KS sebagaimana dimaksud22 ayat
(l).
Memperoleh penyelesaian sebagaimana Merugikan/Waris
atasdalam
Pasal Pasal 24Dalam rangka
penyelesaian
Kerugian
Negara/Daerahsebagaimana
dimaksud
dalam
Pasal
23,
PPKN/D membentuk Majelis.Jumlah
anggota Majelis sebagaimana dimaksud pada ayat (1)terdiri
dari 3 (tiga) orang atau 5 (lima) orang.Anggota Majelis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang
dibentuk
oleh Presiden ditetapkan tersendiri oleh Presiden sesuai dengan kewenangannya.Anggota Majelis sebagaimana dimaksud pada ayat (21
yarlg
dibentuk oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum
Negara
ditetapkan tersendiri
oleh
Menteri
Keuanganselaku
Bendahara
Umum
Negara
sesuai
dengan kewenangannya.Anggota Majelis sebagaimana dimaksud pada ayat (21 yang
dibentuk oleh Menteri/Pimpinan Lembaga,
terdiri
dari:a.
pejabatlpegawai
pada sekretariat
jenderal/
kesekretariatan badan lain;
b.
pejabat/pegawai
pada
inspektorat
jenderal/ satuan pengawasan internal; danc.
pejabat/pegawailain
yang diperlukan sesuai
dengan keahliannya.Anggota Majelis sebagaimana dimaksud pada ayat (21
yaflg
dibentuk oleh
Gubernur,
Bupati
atau
Walikota, terdiri
dari:
pejabat/pegawai
pada
sekretariat
daerah
provinsi/
kabupaten/kota;
pejabat/pegawai
pada inspektorat
provinsi/
kabupaten/ kota; dan
C. (1) (2t (3) (4) (s) (6) b.
c.
pejabatPRESIDEN
REPt] E LII( INDONESIA
-t7-c.
pejabat/pegawailain
yang diperlukan
sesuai dengankeahliannya.
Pasal 25
Majelis
mempunyai
tugas
memeriksa
dan
memberikan pertimbangan kepada PPKN/D atas:a.
penyelesaian
atas
kekurangan
uang, surat
berharga,dan/atau
barangbukan
disebabkan pErbuatan meiangg:arhukum atau lalai
Pegawai NegeriBukan
Bendahara atauPejabat
Lain
sebagaimanadimaksud
dalam 14 ayat
(1)huruf
b;b.
penggantian Kerugian Negara/Daerah setelahpihak
yangMerugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ahli
Warisdinyatakan wanprestasi
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 18; danc.
penyelesaian
Kerugian
Negara/Daerah
yang
telahditerbitkan
SKP2KS sebagaimanadimaksud dalam
pasal 19 ayat (21.pasal 26
Dalam
melaksanakantugas
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 25, Majelis melakukan sidang.Pasal 27
Dalam sidang
untuk
penyelesaianatas
kekurangan
uang,surat
berharga,
dan/atau
barang
bukan
disebabkanperbuatan melanggar
hukum
atau lalai pegawai Negeri Bukan Bendaharaatau
PejabatLain
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 23huruf
a, Majelis melakukan hal sebagai berikut:a.
memeriksa
dan
mewawancaraipihak
yang
Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ahli
Waris
dan/atau
pihak yang
mengetahui
terjadinya Kerugian
Negara/ Daerah;b.
meminta
keterangan/pendapat
dari
narasumber
yangmemiliki keahlian tertentu;
c.
memeriksabukti
yang disampaikan;dan/atau
d.
ha1lain
yang
diperiukan
untuk
penyelesaian Kerugian Negara/ Daerah.(1) (2) PRESIDEN REPUELIK INDONESIA _ 18_ pasal 28
Dalam
haI
hasil
sidang
sebagaimanadimaksud
dalamPasal
27
terbukti
bahwa
kekurangan
uang,
suratberharga,
dan/atau barang bukan
disebabkan perbuatanmelanggar
hukum atau
lalai,
Pegawai Negeri
BukanBendahara
atau
Pejabat
Lain,
Majelis
menetapkanputusan hasil sidang.
Putusan hasil sidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
berupa pertimbangan penghapusan:
a.
uang,surat
berharga,dan/atau
barangmilik
negara/ daerahyang
berada dalam penguasaan pegawai NegeriBukan Bendahara atau Pej abat Lain;
dan/atau
b.
uang danlatau
barang bukan
miiik
negara/daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai Negeri Bukan Bendaharaatau
PejabatLain yang digunakan
dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan.Pertimbangan sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(21 disampaikan kepada PPKN/ D.Atas
dasar pertimbangan
sebagaimanadimaksud
pada ayat (3), PPKN/D mengusulkan penghapusan:a.
uang,
surat
berharga,
dan/atau
barang
milik
negara/daerah
yang
berada
dalam
penguasaan Pegawai NegeriBukan
Bendaharaatau pejabat
Lain; dan/ ataub.
uang
dan/atau
barang
bukan
milik
negara/daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai Negeri BukanBendahara
atau
PejabatLain yang digunakan
dalampenyelenggaraan tugas pemerintahan.
Ketentuan
tata
cara
penghapusandiatur
sesuai
denganketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 29
(1)
Dalam
hal
hasil
sidang
sebagaimanadimaksud
dalamPasal
27
terbukti
bahwa
kekurangan
uang,
surat
berharga,
dan/atau
barang
disebabkan
perbuatanmelanggar
hukum atau
lalai
Pegawai Negeri
BukanBendahara
atau
Pejabat
Latn, Majelis
dapatmemerintahkan TPKN/TPKD
melalui
ppKN/D
untuk
melakukan pemeriksaan kembali.
(3)
(41
(s)
(2) (3) (41 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
-19-Dalam
perintah
untuk
melakukan
pemeriksaan kembalisebagaimana
dimaksud
pada ayat
(1),
Majelismenyampaikan hal yang
perlu
mendapat perhatian dalam pemeriksaan kembali.Setelah melakukan pemeriksaan
kembali
sebagaimanadimaksud pada
ayat
(1),
TPKN/TPKDmetalui
ppKN/Dmenyampaikan laporan hasil pemeriksaan kembali kepada Majelis.
Laporan
hasil
pemeriksaan
kembali
sebagaimanadimaksud
pada
ayat (3) menyatakan bahwa:a.
kekurangan uang,
surat
berharga,dan/atau
barangdisebabkan perbuatan
melanggarhukum atau
lalaiPegawai Negeri
Bukan
Bendaharaatau
Pejabat Lain;atau
b.
kekurangan uang,
surat
berharga,dan/atau
barangbukan
disebabkanperbuatan
melanggarhukum
ataulalai
Pegawai NegeriBukan
Bendaharaatau
Pejabat Lain;disertai dengan dokumen pendukung.
'
Pasal 30Majelis menetapkan
putusan
berupa pernyataan Kerugian Negara/ Daerah dalam hal:a.
menyetujui laporan
hasil
pemeriksaan
kembaliTPKN/TPKD sebagaimana
dimaksud dalam
Pasal 29ayat (4)
huruf
a; ataub.
tidak
menyetujui laporan
hasil
pemeriksaan kembaliTPKN/TPKD sebagaimana
dimaksud dalam
Pasal 29ayat (4)
huruf
b.Putusan Majelis
sebagaimanadimaksud
pada
ayat
( 1)disampaikan kepada PPKN/D.
PPKN/D menindaklanjuti
putusan
Majelis
sebagaimanadimaksud
pada
ayat (1)
melalui
proses
penyelesaianKerugian Negara/ Daerah
melalui penerbitan
SKTJM danSKP2KS sebagairnana
diatur
dalarn Pasal
16
sampaidengan Pasal 22. (1)
(2) (3)
(1)
PRESIDEI.J
[?Er-lBLll. ll] DO t.i ES iA
-20-Pasal 3 1
Dalam ha1 Majelis
menyetujui laporan hasil
pemeriksaankembali TPKN/TPKD sebagaimana
dimaksud
dalam pasal29
ayat (4)huruf b,
Majelis menetapkanputusan
berupa pertimbangan penghapusan:a.
uang, surat
berharga,dan/atau
barangmilik
negara/daerah
yang berada dalam penguasaan pegawai NegeriBukan Bendahara atau Pejabat Lain;
dan/atau
b.
uang
dan/atau
barang
bukan
milik
negara/daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai Negeri BukanBendahara
atau
PejabatLain yang digunakan
dalampenyelenggaraan tugas pemerintahan.
Putusan
sebagaimana
dimaksud
pada ayat
(1)disampaikan kepada PPKN/D.
Atas dasar
putusan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPKN/D mengusulkan penghapusan:a.
uang,surat
berharga,dan/atau
barangmilik
negara/daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai Negeri
Bukan Bendahara atau Pejabat Lain;
dan/atau
b.
uang
dan/atau
barang
bukan
milik
negara/daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai Negeri BukanBendahara
atau
PejabatLain yang digunakan
dalampenyelenggaraan tugas pemerintahan.
(2t
(3)
(4)
Ketentuan
tata
caraketentuan peraturan
penghapusan
diatur
sesuai denganperundang-undangan. Pasal 32
Dalam
sidang
untuk
penyelesaian penggantian
KerugianNegara/Daerah terhadap Pihak Yang Merugikan/pengampu/
Yang
MemperolehHak/Ahli
Waris dinyatakan
wanprestasisebagaimana
dimaksud
dalam pasal
25
huruf
b,
Majelismelakukan ha1 sebagai berikut:
a.
memeriksa kelengkapanpernyataan
penyerahan barangjaminan
sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (5);b.
memutuskan
penyerahan
upaya
penagihan
KerugianNegara/Daerah
kepada
instansi
yang
menangani pengurusan piutang negara/daerah; dan/ atauC.
PRESIDEN
REPUBLII( IN DO N ESIA
-21
-hal lain
yang
diperlukanNegara/ Daerah.
untuk
penyelesaian KerugianPasal 33
Setelah melaksanakan
sidang
sebagaimana
dimaksuddaiam
Pasai
32,
Majelis menetapkan
putusan
berupa pertimbangan penerbitan SKP2K.Pertimbangan sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(1)disampaikan kepada PPKN/D
untuk
menerbitkan SKP2K.SKP2K
sebagaimanadimaksud
pada
ayat
(2)
paling sedikit memuat materi:a.
pertimbanganMajelis;b.
identitas
Pihak Yang
Merugikan/ Pengampu/Yang MemperolehHak/Ahli
Waris;c. jumlah
Kerugian
Negara/Daerah
yang
harusdipulihkan;
d.
penyerahan upaya penagihan Kerugian Negara/ Daerahkepada
instansi
yang menangani pengurusan piutangnegara/daerah; dan
e.
daftar
barang
jaminan Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh
Hak/Ahli
Waris
yangdiserahkan
kepada
instansi
yang
menanganipengurusan
piutang
negarafdaerah, dalamhal
Majelisberpendapat
bahwa
barang
jaminan
sebagaimanadimaksud daiam Pasal 16 ayat
(5)dapat
dijual
atau dicairkan.SKP2K sebagaimana
dimaksud pada ayat
(2)diterbitkan
paling
lambat
14
(empat belas)hari
kerja
sejak
Majelismenetapkan
putusan
sebagaimanadimaksud pada
ayat( 1).
SKP2K sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan
kepada:
a.
Badan Pemeriksa Keuangan;b.
Majelis;c.
instansi
yang
menangani pengurusan
piutangnegara/ daerah; dan
d.
Pihak Yang
Merugikan/ Pengampu/Yang MemperolehHak/Ahli
Waris. (1) (21 (3) (41 (s) Pasal 34PRESIDEN
R EPU B LII( INDONESIA
aa Pasal 34
( 1)
Dalam
sidang
untuk
penyelesaian
Kerugian
Negara/Daerah
yang telah
diterbitkan
SKp2KS
sebagaimanadimaksud
dalam
Pasal
25
huruf
c,
yang
tidak
adapengajuan keberatan
dari
Pihak
yang
Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ahli
Waris,
Majelismelakukan hal sebagai berikut:
a.
memeriksa
laporan
hasil
pemeriksaan
TpKN/TPKDsebagaimana
dimaksud
dalam
pasal
14
ayat
(1)huruf
a;b.
memeriksa
laporan
mengenai
alasan
tidak
dapatdiperolehnya SKTJM
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 19 ayat (1);dan/atau
c.
hal lain
yang diperlukanuntuk
penyelesaian Kerugian Negara/ Daerah.(2) Berdasarkan sidang sebagaimana dimaksud pada
ayat
(1)Majelis
menetapkan
putusan
pertimbangan
penerbitan SKP2K.Pasal 35
(1)
Dalam
sidang
untuk
penyelesaian
Kerugian
Negara/Daerah
yang telah
diterbitkan
SKP2KS
sebagaimanadimaksud
dalam
Pasal
25
huruf
c,
yang
diajukankeberatan
dari
Pihak Yang
Merugikan/pengampu/yangMemperoleh
Hak/Ah1i
Waris, Majelis
melakukan
halsebagai berikut:
a.
memeriksa
laporan
TPKN/TPKD
sebagaimanadimaksud dalam Pasal 14 ayat (1)
huruf
a;b.
memeriksa
laporan
mengenai
alasan
tidak
dapatdiperolehnya SKTJM
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 19 ayat (1);c.
memeriksabukti
sebagaimanadimaksud dalam
pasal22 ayar
(\;
d.
memeriksa
dan
meminta
keterangan
pihak
yangMerugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh
Hak/Ah1iWaris
dan/atau pihak
yang
mengetahui
terjadinyaKerugian Negara/ Daerah;
(2t
(3)
PRESIDEN
REPUELII( IN DO N ESIA
-23-e.
meminta
keterangan / pendapatdari
narasumber yang memiliki keahlian tertentu; dan/ atauf.
ha1lain
yang diperlukanuntuk
penyelesaian Kerugian Negara/ Daerah.Dalam
ha1
Majelis
memperoleh
cukup
bukti,
Majelis memutuskan:a.
menolak seluruhnya;b.
menerima seluruhnya; atauc.
menerima atau menolak sebagian.Dalam
hal
dalam sidang
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1) Majelisbelum
memperolehcukup
bukti,
Majelisdapat
menugaskan TPKN/TPKDmelalui PPKN/D
untuk
melakukan pemeriksaan
ulang
terhadap
materi
yangterkait
dengan Kerugian Negara/Daerah yang terjadi. Pasal 36Berdasarkan
putusan
sebagaimana
dimaksud
dalam Pasal 34 ayat (2) dan Pasal 35 ayat (2)huruf
a danhuruf
c,Majelis
menyampaikan
pertimbangan
kepada
PPKN/Duntuk
menerbitkan SKP2K.SKP2K sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit
memuat materi:
a.
pertimbangan Majelis;b.
identitas
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/YangMemperoleh
Hak/Ahli
Waris;c.
jumlah
Kerugian Negara/Daerah yang harus dibayar;d. daftar harta
kekayaan
milik Pihak
yangMerugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh
Hak/Ah1i Waris;e.
perintahuntuk
mengganti Kerugian Negara/Daerah;f.
cara dan jangka waktu
menggantiKerugian
Negara/ Daerah; dan(1)
(2\
(3) (41 (s) PRESIDEN REFI-]ELII< INDONESIA
-24-g.
penyerahan
upaya
penagihan
Kerugian
Negara/Daerah kepada
instansi yang
menangani pengurusanpiutang
negara/daerah
dalam
hal pihak
yangMerugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh
Hak/Ahli
Waris
tidak
membayar
Kerugian
Negara/Daerah sebagaimanadimaksud pada
huruf
c
sesuai denganjangka waktu sebagaimana dimaksud dalam
huruf
f. SKP2K sebagaimanadimaksud pada ayat
(2)diterbitkan
paiing
lambat
14
(empat belas)hari
kerja
sejak
Majelis menetapkan putusanhasil
sidang sebagaimana dimaksud dalam Pasal34
ayat (2) dan Pasal35
ayat (21huruf
a danhuruf
c.SKP2K sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada:
a.
Badan Pemeriksa Keuangan;b.
Majelis; danc.
Pihak Yang Merugikan/Pengampu/yang
MemperolehHak/Ahli
Waris.PPKN/D
melakukan
pengawasan
atas
pelaksanaan SKP2K.Pasal 37
SKP2K mempunyai hak mendahulu. Pasal 38
(1) Berdasarkan putusan sebagaimana dimaksud dalam pasal
35
ayat
(2)
huruf
b,
Majelis memberikan
pertimbangankepada
PPKN/Duntuk
melakukan:a.
pembebasan penggantian Kerugian Negara/Daerah;b.
penghapusan:1.
uang, surat
berharga,
dan/atau
barang
milik
negara/daerah yang
berada dalam
penguasaanPegawai
Negeri
Bukan
Bendahara
atau
pejabatLain;
dan/atau
2.
uangdan/atau
barang bukanmilik
negara/daerahyang
berada
dalam
penguasaanpegawai
NegeriBukan
Bendahara
atau
pejabat
Lain
yangdigunakan
dalam
penyelenggaraan
tugas pemerintahan.trRESIDEN
REPI-.I BLIK IN DON ES IA
-25-(2)
Atas
dasar pertimbangan
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1),
PPKN/D:a.
menerbitkan
surat keputusan
pembebasan penggantian Kerugian Negara/Daerah; danb.
mengusulkan penghapusan:1.
uang, surat
berharga,
dan/atau
barang
milik
negarafdaerah
yang
berada
dalam
penguasaanPegawai
Negeri
Bukan
Bendahara
atau
pejabatLain; dan/ atau
2. uang, dan/atau barang bukan
milik
negarafdaerah
yang
berada
dalam
penguasaan Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lainyang
digunakan
dalam
penyelenggaraan tugas pemerintahan.(3)
Surat
keputusan
pembebasan penggantian
Kerugian Negara/Daerah
sebagaimanadimaksud
pada
ayat
(21huruf
a
paling sedikit memuat materi:identitas
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/YangMemperoleh
Hak/Ahli
Waris
yang
dibebaskan
daripenggantian Kerugian Negara/Daerah;
jumlah
kekurangan uang,
surat
berharga, dan/atau
barang
milik
negara/daerah
yang
berada
dalampenguasaan Pegawai Negeri
Bukan
Bendahara
atauPejabat
Lain
dan/atau
uangdan/atau
barang bukanmilik
negara/daerahyang
beradadalam
penguasaan Pegawai NegeriBukan
Bendaharaatau
Pejabat Lainyar.g
digunakan
dalam
penyelenggaraan
tugas pemerintahan; danpernyataan
bahwa
telah
terjadi
kekurangan
uang,surat
berharga,dan/atau
barangmilik
negara/daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai Negeri BukanBendahara atau Pejabat Lain
dan/atau
uangdan/atau
barang
bukan milik
negara/daerah yang berada dalampenguasaan Pegawai Negeri
Bukan
Bendahara
atauPejabat
Lain yang digunakan dalam
penyelenggaraantugas
pemerintahan
bukan
disebabkan
perbuatanmelanggar
hukurn atau
lalai
Pegawai Negeri BukanBendahara atau Pej abat Lain.
a.
b.
FRESIDEN
REFUELIK INDONESIA
-26-Surat
keputusan
pembebasan penggantian
Kerugian Negara/Daerahditerbitkan
palinglambat
14 (empat belas)hari kerja
sejak Majelis menetapkanputusan hasil
sidang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (2)huruf
b.Surat
keputusan
pembebasan penggantian
Kerugian Negara/Daerah disampaikan kepada:a.
Badan Pemeriksa Keuangan;b.
Majelis;c.
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/Yang MemperolehHak/Ahli
Waris yang
dibebaskan
dari
penggantianKerugian Negara/Daerah; dan
d.
PPKN/D yang bersangkutan.(6)
Ketentuan
tata
cara
penghapusandiatur
sesuai denganketentuan peraturan perundang-undangan.
BAB IV
PENENTUAN NILAI KERUGIAN NEGARA/DAERAH
Pasal 39
Dalam rangka
penyelesaian
Kerugian
Negara/Daerah,dilakukan penentuan
nilai
atas berkurangnya:a.
barang
milik
negarafdaerah
yang
berada
dalampenguasaan Pegawai Negeri
Bukan
Bendahara
atauPejabat Lain;
dan/atau
b.
barang bukanmilik
negara/daerah yang berada dalampenguasaan Pegawai Negeri
Bukan
Bendahara
atauPejabat
Lain yang digunakan dalam
penyelenggaraantugas pemerintahan.
Penentuan
nilai
sebagaimanadimaksud
pada
ayat
( 1)didasarkan pada:
a.
nilai buku;
ataub.
nilai
wajar atas barang yang sejenis.Dalam
hal
baik
nilai buku
maupun
nilai
wajar
dapatditentukan, maka
nilai
barang
yang
digunakan
adalahnilai yang paling tinggi di antara kedua
nilai
tersebut.(4) (s) (1) (2t (3) BAB V
PRESIDEN
R EPU E LII( INDONESIA
-27
-BAB V
PENAGIHAN DAN PENYETORAN Pasal 40
(1)
Penagihan
dalam rangka
penyelesaian
KerugianNegara/ Daerah dilakukan atas dasar:
a.
SKTJM
sebagaimana
dimaksud
dalam
pasal
16ayat (3);
b.
SKP2KS sebagaimana
dimaksud
dalam pasal
19ayat (2); atau
c.
SKP2K sebagaimana dimaksud dalam pasal 36.(2) Penagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan
dengan surat penagihan.
(3)
Surat
penagihan
sebagaimanadimaksud pada
ayat
(2)diterbitkan
oleh
PPKN/D
paling lambat
7
(tujuh)
hari
kerja sejak SKTJM, SKP2KS, atau SKP2K ditetapkan. Pasal 41
Berdasarkan
surat
penagihan sebagaimanadimaksud
dalamPasal 4O ayat (2), Pihak Yang
Merugikan/ pengampu/yangMemperoleh
Hak/Ahli
Waris
menyetorkan
ganti
Kerugian Negara/Daerah ke Kas Negara/Daerah.Pasal 42
Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/
Ahli
Waris yang telah
melakukan
penyetoran
gantiKerugian
Negara/Daerah
ke
Kas Negara/Daerah
sesuai denganjumlah
danjangka waktu
yangtercantum
dalamSKTJM,
SKP2KS,
atau
SKP2K,
dinyatakan
telahmelakukan pelunasan dengan
surat
keterangan
tandalunas.
Surat
keterangan
tanda lunas
sebagaimana dimaksudpada ayat (1) ditandatangani oleh PPKN/D,
untuk
SKTJM, SKP2KS, atau SKP2K.Surat
keterangan
tanda lunas
sebagaimana dimaksudpada ayat (1) paling sedikit memuat:
(1)
(2t
(3)
PRESIDEN
REtrUBLIK INDONESIA
-24-a.
Identitas
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/yangMemperoleh
Hak/Ahli
Waris;b.
jumlah
Kerugian
Negara/Daerah
yang telah
dibayarsesuai
dengan
jumlah dan
jangka
waktu
yangditetapkan dalam SKTJM, SKP2KS, atau SKP2K;
c.
pernyataan bahwa Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang
MemperolehHak/Ahli
Waris
telah
melakukanpelunasan ganti Kerugian Negara/Daerah;
d.
pernyataan pengembalian barangjaminan, dalam
halsurat
keterangantanda lunas yang diterbitkan
atas dasar pelunasan SKTJM; dane.
pernyataan pengembalianharta
kekayaan yang disita,dalam
hal
surat
keterangan
tanda
lunas
yangditerbitkan
atas dasar pelunasan SKP2KS atau SKP2K.(4) Dalam
hal surat
keterangantanda lunas diterbitkan
atasdasar
pelunasan SKTJM, pemberian
surat
keterangantanda lunas kepada Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ahli
Warissebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(1)
disertai
denganpengembalian dokumen
yang terkait
dengan penyerahan barang jaminan.Dalam hal terdapat harta kekayaan Pihak Yang Merugikan
yang telah disita atas dasar
SKP2KS
atau
SKP2K,pemberian
surat
keterangantanda
lunas
kepada
PihakYang
Merugikan/Pengampu/Yang MemperolehHak/Ahli
Waris
sebagaimanadimaksud
pada
ayat
(1)
disertaidengan
surat
permohonanpencabutan
sita
atas
harta
kekayaan kepada instansi yang berwenang.
Surat
keterangan
tanda lunas
sebagaimana dimaksudpada ayat (1) disampaikan kepada:
a.
Badan Pemeriksa Keuangan;b.
Majelis;c.
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/Yang MemperolehHak/Ahli
Waris
yang
melakukan penyetoran
gantiKerugian Negara/Daerah; dan
d.
Instansi yang
berwenangmelakukan
sita
atas
hartakekayaan.
(s)
(6)
TTRESIDEN
REPUBL IK II.IDOIIESI,A
-29-Pasal 43
(1)
Atas
dasar
surat
keterangan
tanda
lunas
sebagaimanadimaksud
dalam
Pasal
42,
PPKN/D
mengusulkanpenghapusan:
a.
uang,surat
berharga,dan/atau
barangmilik
negara/ daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai NegeriBukan Bendahara atau Pejabat Lain;
dan/atau
b.
uang
dan/atau
barang
bukan
milik
negara/daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai Negeri BukanBendahara
atau
PejabatLain yang digunakan
dalampenyelenggaraan tugas pemerintahan.
(2) Ketentuan
tata
cara
penghapusandiatur
sesuai denganketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 44
Dalam
hal
dapat dibuktikan
bahwa
jumlah
KerugianNegara/Daerah
yang
telah ditagih
ternyata
lebih
besardaripada
yang
seharusnya,
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ahli Waris
dapatmengajukan
permohonan pengurangantagihan
negaraf
daerah.Dalam
hal
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/YangMemperoleh
Hak/Ahli
Waristelah
melakukan penyetoranke Kas
Negara/Daerah,
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ahli Waris
dapat mengajukan permohonan pengembalian kelebihan setoranatas
Kerugian
Negara/Daerahatas dasar
pengurangan tagihan.Tata cara pengembalian kelebihan tagihan negara/daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(1)
(21
(3)
R E tr L JLTnu
t,',?Sf;*
..
,o-30-BAB VI
PENYERAHAN UPAYA PENAGIHAN KERUGIAN NEGARA/ DAERAH KEPADA INSTANSI YANG MENANGANI PENGURUSAN
PIUTANG NEGARA/DAERAH
Pasal 45
Menteri/Pimpinan
Lembaga/Gubernur,Bupati,
ataLl Walikotamenyerahkan
upay.t
penagiharr
Kerugian
Negara/Daerahkepada
instansi
yang
menangaui
pengurltsan
piutangnegara/daerah
berclasarkanSKP2K
l,ang
diLerbitkan
atzrspenggantian
Kerugian
Negara/Daerah
]rang
dinyatzrkanwanprestasi sebagaimana climaksud
dalam pasal
33,
paling lambzrt 30 (tiga puluh)hari
sejak SKP2K direrbitkan.Pasal 46
Dalam ha1
Pil.rak
Yang
Merugikan/ pengampu/yangMemperolch
Hak/Ahli
Waristidak
clapat mengganti KerugianNegara/Daerah clalam
jangka waktu yang ditetapkan
clalarrSKP2K
sebagaimanar
d.imaksud
dalam pasal
36, Menteri/ Pimpinan Lembaga/ Guberr-rur,Bupati,
atau Walikotamenyerahkan upa5,a
penagilian Kerugian
Negara/ Daerahkepada instansi
yang
merrangani
perlgurusan
piutangnegara/ daerah.
Pasal 47
Pcnycrahan
upaya
penagihan
Kerugian
Negara/ Daerahkepada
instansi yatlg
rnenetngzrnipcngLtrusan
piutzrngnegara/daerah
sebagaimarnadimaksud dalam pasal
a5
clanPasal 46
clilaksanakan
sesuai ketentuan
peraturanperundang-undern gern.
Kewajiban PRESIDEN REPUELIK IN DO N ESIA Jt -BAB VII KEDALUWARSA Pasal 48
Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/yangMemperoleh
Hak/Ahli
Waris
untuk
membayar
ganti
rugi,menjadi
kedaluwarsajika
dalamwaktu
5
(lima)tahun
sejakdiketahuinya Kerugian
Negara/Daerahtersebut
atau
dalamwaktu
8
(delapan)tahun
sejak terjadinya
Kerugian Negara/ Daerahtidak
dilakukan penuntutan gantirugi
terhadappihak
Yang
Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli
Waris.
Pasal 49
Tanggung jawab Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ahli
Warisuntuk
membayar
ganti
Kerugian
Negara/Daerah
menjadihapus apabila dalam
waktu
3
(tiga)
tahun
sejak
putusanpengadilan yang menetapkan pengampuan kepada Pihak yang
Merugikan,
atau
sejak Pihak
Yang
Merugikan
diketahuimelarikan
diri
atau
meninggal
dunia,
pengampu/yangMemperoleh
Hak/Ahli
Waristidak diberi
tahu
oleh
ppKN/Dmengenai adanya Kerugian Negara/ Daerah.
BAB VIII
PELAPORAN PENYELESAIAN TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
pasal 50
Menteri/Pimpinan Lembaga/Gubernur,
Bupati,
atau Walikotamelaporkan
penyelesaianKerugian Negara/Daerah
kepada Badan Pemeriksa Keuanganpaling lambat
6O (enam puluh)hari
setelahTuntutan
Ganti Kerugian dinyatakan selesai. Pasal 51Akuntansi dan pelaporan keuangan dalam
rangkapenyelesaian
Kerugian
Negara/Daerahdilaksanakan
sesuaiStandar Akuntansi Pemerintahan.
PRESIDEN
REPUBLII< IN DO N ESIA
1a BAB IX
KETERKAITAN SANKSI TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DENGAN SANKSI LAINNYA
Pasal 52
Pihak Yang Merugikan yang telah ditetapkan
untuk
menggantiKerugian Negara/ Daerah
dapat dikenai sanksi administratif
dan/atau
sanksi pidana.Pasal 53
Putusan pidana
tidak
membebaskan Pihak Yang Merugikandari
Tuntutan Canti
Kerugian. BAB XKETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal 54
Dalam rangka
penyelesaiankerugian daerah,
Gubernur,Bupati,
atau
Walikota
dapat
menugaskan
unit
kerjatertentu
pada Pemerintahan Daerahuntuk
melaksanakan kewenangan TPKD.Ketentuan
lebih
lanjut
mengenai penyelesaian kerugiandaerah
sebagaimanadimaksud
pada
ayat
(1)
diatur
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri.
Menteri/Pimpinan
Lembaga menetapkanketentuan
lebihlanjut
mengenai
penyelesaian
kerugian negara
dilingkungan
Kementerian
Negara/Lembaga
yangdipimpinnya
sesuai
ketentuan
dalam
peraturanPemerintah ini.
Menteri Dalam Negeri menetapkan ketentuan
lebih lanjut
mengenai penyelesaian kerugian daerah sesuai ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini.(1)
(2)
(s)
(41