• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM), PENANAMAN MODAL ASING (PMA) DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAWA TIMUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM), PENANAMAN MODAL ASING (PMA) DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAWA TIMUR"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

96 JOURNAL OF DIGITAL BUSINESS AND ENTREPRENEURSHIP

Website : https://edumediasolution.com/index.php/jdbe Email: [email protected]

E-ISSN : 2723-2255

PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM),

PENANAMAN MODAL ASING (PMA) DAN TENAGA KERJA

TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAWA

TIMUR

Widya Kharismawati1, Asis Riat Winanto2, Sayid Abas3

1,2,3

UniversitasMuhammadiyahPonorogo E-mail : [email protected] INFO ARTIKEL ABSTRAK

Riwayat Artikel Received: 02/12/2020 Revised: 05/10/2020 Accepted: 04/10/2020 Keywords: Human Development Index (HDI), Foreign Investment (PMA), Labor, Economic Growth

This research was conducted to determine the human development index (HDI), foreign investment (PMA) and labor on the economic growth of East Java Province. The analytical method used in this research is quantitative descriptive analysis method. To determine the relationship between variables using classical assumption testing, multiple linear regression analysis, hypothesis testing, through secondary data with East Java Province data in time series (time series) from 2004 to 2018. The results showed (1) the statistical SPSS 16 results showed that partially the human development index variable (HDI) had a negative relationship and had an effect on economic growth then Ho was rejected and Ha was accepted. (2) the statistical SPSS 16 results show that partially foreign investment (PMA) variables have a negative relationship and affect economic growth then Ho is rejected and Ha is accepted. (3) the statistical SPSS 16 results show that partially the labor variable has a positive relationship and has an effect on economic growth, so Ho is rejected. While simultaneously the human development index variable (HDI), foreign investment (PMA) and labor influence on economic growth with a proportion of influence of 80.70% while the remaining 19.30% is influenced by other factors.

A. INTRODUCTION

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi di suatu negara. Salah satu indicator yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu daerah adalah dengan melihat indicator susenas inti dan indeks pembangunan manusia. Dalam perkembangannya pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mengalami fluktuasi sedangkan indeks pembangunan manusia di Jawa Timur mengalami peningkatan (Soejoto Ady, Moh Muqorrobin, 2017).

United Nations Development Programme (UNDP) telah menerbitkan suatu indikator yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk mengukur kesuksesan pembangunan dan kesejahteraan suatu negara. IPM adalah suatu tolak ukur angka kesejahteraan suatu daerah atau

(2)

97

negara dilihat berdasarkan tiga dimensi yaitu: angka harapan hidup pada waktu lahir (life expectancy at birth), angka melek huruf (literacy rate), rata-rata lama sekolah (mean years of schooling), dan kemampuan daya beli (purchasing power parity). Ketiga indikator tersebut akan saling mempengaruhi satu sama lain, selain itu faktor-faktor lain seperti ketersedian kesempatan kerja yang ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dan kebijakan pemerintah sehingga Indeks Pembangunan Manusia akan meningkat. Nilai Indeks Pembangunan Manusia yang tinggi menandakan keberhasilan pembangunan ekonomi suatu Negara(Irmayanti, 2017).

Investasi yang saat ini sedang ditingkatkan oleh negara-negara berkembang adalah dalam bentuk PMA. Menurut undang-undang Republik Indonesia No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, PMA adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri. PMA yang didefinisikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencakup modal asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang didaftarkan pada BKPM. Investasi yang didaftarkan pada BKPM akan diakui negara dan memiliki nilai yang relatif besar (Hapsari,DP dan Prakoso, I. 2016).

Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut UU NO. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat (https://id.m.wikipedia.org).

B. LITERATUR REVIEW Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Todaro dan Stephen C. Smith dalam Soejoto Ady, Moh Muqorrobin, (2017)pertumbuhan ekonomi merupakan Suatu proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Peningkatan produksi barang dan jasa tersebut berkaitan dengan adanya efisiensi, alokasi biaya minimum dari keterbatasan sumber daya dan pertumbuhan dari sumber daya yang dioptimalkan.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) merupakan suatu indeks komposit yang mencakup tiga bidang pembangunan manusia yang dianggap sebagai mendasar yaitu usia hidup (longetivity), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent living). Pengertian IPM yang dikeluarkan oleh UNDP yang menyatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Indeks (HDI) merupakan salah satu pendekatan untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan manusia. IPM ini mulai digunakan oleh UNDP sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu negara. Walaupun tidak dapat mengukur semua dimensi dari pembangunan, namun mampu mengukur dimensi pokok pambangunan manusia yang dinilai mencerminkan status kemampuan dasar penduduk (Aditiya A. 2016).

Komponen - Komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

1. Lamanya Hidup (Longevity), adalah kehidupan untuk bertahan lebih lama diukur dengan indikator harapan hidup pada saat lahir (life expectancy at birth) dan angka kematian bayi per seribu penduduk atau infant mortality rate.

(3)

98

2. Tingkat Pendidikan (Educational Achievement), diukur dengan dua indikator, yakni melek penduduk usia 15 tahun ke atas (adult literacy rate) dan tahun rata-rata bersekolah bagi penduduk 25 ke atas (the mean years of schooling).

3. Standar Hidup Layak(Access to resource), dapat diukur secara makro melalui PDB rill perkapita dengan terminologi purchasing power parity dalam dolar AS dan dapat dilengkapi dengan tingkatan angkatan kerja.

Ukuran Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

1. Negara dengan pembangunan manusia yang rendah (low human development) bila nilai HDI berkisar 0,0 hingga 0,50.

2. Negara dengan pembangunan manusia yang menengah (medium human development) bila nilai HDI berkisar antara 0,51 hingga 0,79.

3. Negara dengan pembangunan manusia yang tinggi (high human development) bila nilai HDI berkisar antara 0,80 hingga 1,0.

Penanaman Modal Asing (PMA)

Pengertian modal asing adalah alat pembayaran luar negeri yang tidak merupakan bagian dari kekayaan devisa Indonesia, yang dengan persetujuan pemerintah digunakan untuk pembiayaan perusahaan di Indonesia. PMA hanyalah meliputi penanaman modal asing secara langsung berdasarkan Undang-Undang No.1 Tahun 1967 dan yang digunakan menjalankan perusahaan di Indonesia, dalam arti pemilik modal secara langsung menanggung resiko dari penanaman modal tersebut (Norlita,V, 2018).

Manfaat Penanaman Modal Asing (PMA)

Menurut Arsyaddalam Asiyan Sri, (2013)manfaat investasi asing atau penanaman modal asing bagi Negara sedang berkembang, antara lain : untuk menciptakan lapangan kerja, proses ahli teknologi dan ketrampilan yang bermanfaat, sumber tabungan atau devisa. Selain itu dengan adanya investasi asing akan mendapatkan keterampilan baru bagi Negara sedang berkembang. Penanaman modal asing juga merupakan sumber tabungan kerena dengan adanya investor asing yang menanamkan modalnya maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat.

Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja (15-64 tahun) atau jumlah seluruh penduduk dalam suatu negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga mereka, dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut. Tenaga kerja dikelompokkan menjadi dua yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja (labor force) terdiri dari golongan yang bekerja dan menganggur atau yang mencari pekerjaan. Golongan yang bukan angkatan kerja terdiri dari yang bersekolah, golongan yang mengurus rumah tangga dan golongan lain yang menerima pendapatan. Jumlah tenaga kerja yang bekerja merupakan gambaran kondisi dari lapangan kerja yang tersedia, menurut Subri dalam (Suindyah,S, 2011).

C. RESEARCH METHODS Ruang Lingkup Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data kuantitatif dari BPS Provinsi Jawa Timur Tahun 2004-2018 pada www.bps.go.id. Data Pertumbuhan Ekonomi,

(4)

99

data Indeks Pembangunan Manusia (IPM), data Penanaman Modal Asing (PMA) serta data Tenaga Kerja.

Jenis dan Sumber Data Penelitian

Jenis dan Sumber Data Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dan data time series (deret waktu)tahun 2004-2018 pada Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Tenaga Kerja.

Metode Pengambilan Data

Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Pengambilan data dilakukan dengan menelusur laporan atau data yang terpilih menjadi sampel.

Metode Analisis Data a. Uji Normalitas Residual

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal, (Ghozali, I. , 2011 ).Uji normalitas residual yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode uji One Sample Kolmogorov Smirnov.

b. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen, (Ghozali, I. , 2011 ).Salah satu cara untuk menguji gejala multikolinearitas dalam model regresi adalah dengan melihat nilai TOL dan VIF.

c. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi antara anggota serangkaian data observasi yang diuraikan menurut waktu (time-series) atau ruang (cross section), (Ghozali, 2011).

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, I. 2011). Metode yang digunnakan untuk uji Heteroskedastisitas pada penelitian ini adalah metode korelasi Spearman’s rho yaitu mengkorelasikan variabel independen dengan residualnya.

e. Uji Regresi Linier Berganda

Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik menghasilkan persamaan regresi linier berganda. Adapun persamaan regresi linier berganda dengan dua variabel adalah sebagai berikut :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + 

Keterangan :

Y = Variabel dependen Pertumbuhan Ekonomi a = konstanta

(5)

100

b2 = koefisien dari regresi penanaman modal asing (PMA)

b3 = koefisien dari regresi tenaga kerja

X1 = nilai indeks pembangunan manusia (IPM)

X2 = nilai penanaman modal asing (PMA)

X3 = nilai Tenaga Kerja

 = Standart Eror

f. Uji Hipotesis

Uji T (Uji Koefisien Regresi Secara Parsial)

Adalah digunakan untuk menguji tingkat signifikan dari variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Dengan ketentuan menggunakan tingkat signifikan 0,05. Dengan melihat hasil nilai t hitung > t tabel, sehingga variabel tersebut secara parsial dapat dikatakan mempengaruhi variabel dependen dan begitu sebalinya.

UJI F (Uji Koefisien Regresi Secara Bersama-sama)

Uji F digunakkan dalam penelitian ini untuk menguji signifikansi pengaruh beberapa variabel independen terhadapa variabel dependen. Pengujian menggunakan tigkat signifikansi 0,05. Dengan melihat hasil nilai F hitung < F tabel, sehingga variabel tersebut secara bersama-sama dapat dikatakan mempengaruhi variabel dependen dan begitu sebalinya.

Uji R2/R Square

Menurut Ghozali (2011) koefisien determinasi (R2) merupakan alat untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol atau satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen amat terbatas. Dan sebaliknya jika nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen.

D. RESULTS AND DISCUSSION Uji Normalitas Residual

Tabel 1.1

Hasil Uji Normalitas Residual

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 13

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation .05473876

Most Extreme Differences Absolute .154

Positive .130

Negative -.154

Kolmogorov-Smirnov Z .555

Asymp. Sig. (2-tailed) .918

a. Test distribution is Normal.

(6)

101

Dari hasil tabel 1.1 diatas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi (Asymp.Sig 2-tailed) sebesar 0,918. Karena nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka nilai residual terdistribusi dengan normal.

Uji Multikolinearitas

Tabel 1.2 Hasil Uji Multikolinearitas

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolera nce VIF 1 (Constant) 19.053 3.460 5.507 .000 IPM -5.282 .796 -.910 -6.636 .000 .857 1.167 PMA -.094 .039 -.405 -2.431 .038 .580 1.723 Tenaga Kerja .490 .123 .631 3.969 .003 .637 1.570 a. Dependent Variable: Pertumbuhan Ekonomi

Sumber : Data yang diolah tahun 2019

Dari hasil Tabel 1.2dalam Uji Multikolinearitas dibawah ini, Dapat diketahui bahwa nilai Tolerance dan VIF pada IPM (X1) sebesar 0,857 dan sebesar 1,167 , PMA (X2) sebesar 0,580 dan sebesar 1,723, tenaga kerja (X3) sebesar 0,637 dan sebesar 1,570 yang berarti semua VIFnya kurang dari 10. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas.

Uji Autokorelasi

Tabel 1.3

Hasil Uji Autokorelasi Lag Ke 2

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .925a .855 .807 .06321 1.934

a. Predictors: (Constant), Tenaga Kerja, IPM, PMA b. Dependent Variable: Pertumbuhan Ekonomi Sumber : Data yang diolah tahun 2019

Dari hasil Output Tabel 1.3 nilai Durbin-Watson sebesar 1,934 Nilai DU dan DL dapat diperoleh dari tabel statistik Durbin Watson. Dengan n = 13, dan k = 3 didapat nilai DL = 0,714 dan DU = 1,815. Jadi nilai 4-DU = 2,185 dan 4-DL = 3.286.

Dapat diketahui nilai Durbin-Watson sebesar 1,910. Karena nilai DU kurang dari DW dan kurang dari 4-DU (1,815 < 1,934< 2,185), maka hasilnya Ho diterima, artinya tidak terjadi autokorelasi.

(7)

102 Uji Heteroskedastisitas

Tabel 1.4

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Correlations IPM PMA Tenaga Kerja Unstandardized Residual Spearma n's rho IPM Correlation Coefficient 1.000 -.075 .080 .028 Sig. (2-tailed) . .791 .776 .927 N 15 15 15 13 PMA Correlation Coefficient -.075 1.000 .843 ** .214 Sig. (2-tailed) .791 . .000 .482 N 15 15 15 13 Tenaga Kerja Correlation Coefficient .080 .843 ** 1.000 .302 Sig. (2-tailed) .776 .000 . .316 N 15 15 15 13 Unstanda rdized Residual Correlation Coefficient .028 .214 .302 1.000 Sig. (2-tailed) .927 .482 .316 . N 13 13 13 13

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber : Data yang diolah tahun 2019

Hasil dari Output Tabel 1.4, Dapat dilihat bahwa korelasi antara variabel IPM (X1), PMA (X2), Tenaga Kerja (X3) dengan Unstandardized Residual memiliki nilai signifikansi (Sig 2-tailed) lebih dari 0,05 yaitu masing-masing sebesar 0,927 ; 0,482 ; 0,316. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.

Analisis Regresi Linier Berganda

Tabel 1.5

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 19.053 3.460 5.507 .000 IPM -5.282 .796 -.910 -6.636 .000 PMA -.094 .039 -.405 -2.431 .038 Tenaga Kerja .490 .123 .631 3.969 .003

a. Dependent Variable: Pertumbuhan Ekonomi

Sumber : Data yang diolah tahun 2019

Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 1.5 diatas dapat dilihat dipersamaan regresi linier berganda dengan dua variabel adalah sebagai berikut :

(8)

103 Uji t Variabel Indeks Pembangunan Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Hasil pengolahan data untuk uji t dapat disimpulkan bahwa pengaruh indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi memiliki nilai thitung sebesar -6,636. Maka mempunyai

persamaan -thitung <-ttabel(-6,636 < -2,262) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat

disimpulkan bahwa indeks pembangunan manusia berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Uji t VariabelPenanaman Modal Asing terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Hasil pengolahan data untuk uji t dapat disimpulkan bahwa pengaruh penanaman modal asing terhadap pertumbuhan ekonomi memiliki nilai thitung sebesar -2,431. Maka mempunyai

persamaan -thitung <-ttabel(-2,431 < -2,262) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat

disimpulkan bahwa penanaman modal asing secara parsial berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Uji t Variabel Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Hasil pengolahan data untuk uji t dapat disimpulkan bahwa pengaruh tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi memiliki nilai thitung sebesar 3,969. Maka mempunyai persamaan thitung >

ttabel(3,969 > 2,262) maka Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja secara parsial

berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Uji F (Uji Koefisien Regresi Secara Bersama-sama)

Dari hasil perhitungan menggunakan SPSS tabel 1.6 diperoleh hasil f hitung sebagai berikut: Tabel 1.6

Hasil Uji F (simultan)

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression .212 3 .071 17.696 .000a

Residual .036 9 .004

Total .248 12

a. Predictors: (Constant), Tenaga Kerja, IPM, PMA b. Dependent Variable: Pertumbuhan Ekonomi

Sumber : Data yang diolah tahun 2019

Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 1.6 diatas dapat dilihat pada Ftabel statistik pada

tingkat signifikansi 0,05 dengan df1 (4-1) = 3, df2 (13-4) = 9, hasil diperoleh Ftabelsebesar 3,863.

Jadi mempunyai persamaan Fhitung> Ftabel (17,696 > 3,863), maka Ho ditolak, jadi dapat

disimpulkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (X1), Penanaman Modal Asing (X2) dan Tenaga Kerja (X3) secara simultan berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y).

(9)

104 Uji R2/R Square

Tabel 1.7

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .925a .855 .807 .06321

a. Predictors: (Constant), Tenaga Kerja, IPM, PMA Sumber : Data yang diolah tahun 2019

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 1.7 maka dapat dilihat bahwa nilai R sebesar 0,925 atau 92,50% yang berarti bahwa hubungan antara variabel indeks pembangunan manusia, penanaman modal asing dan tenaga kerja dalam kategori kuat. Sementara nilai R Square dan Adjusted R Square sebesar 0,855 atau 85,50% dan 0,807 atau 80,70%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi diterangkan oleh variabel indeks pembangunan manusia, penanaman modal dan tenaga kerja sebesar 80,70%. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 19,30% diterangkan dalam variabel lain diluar penelitian ini.

Pembahasan

Pengaruh IPM Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan terkait pengaruh indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur pada Tahun 2004 - 2018. Hasil penelitian menyatakan bahwa indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur Tahun 2004 - 2018.

Hasil dari penelitian ini juga mendukung temuan dari hasil penelitian terdahulu yaitu penelitian yang dilakukan olehMoh Muqorrobin (2017).Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Timur berpengaruh negatif, artinya semakin tinggi kualitas Indeks Pembangunan Manusia, maka pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur akan mengalami penurunan. Sebaliknya, bila pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mengalami peningkatan, maka indeks pembangunan manusia akan menurun. Berdasarkan hasil olah data juga diketahui bahwa “Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur”.

Pengaruh PMA Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan terkait pengaruh penanaman modal asing terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur pada Tahun 2004 - 2018. Hasil penelitian menyatakan bahwa penanaman modal asing berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur Tahun 2004 - 2018.

Hasil dari penelitian ini juga mendukung temuan dari hasil penelitian terdahulu yaitu penelitian yang dilakukan oleh Adianto, T. (2011) menunjukkan bahwa PMA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Dengan berbagai keuntungan yang dapat diberikan oleh penanaman modal asing tidaklah berarti bahwa kehadiran modal asing akan sepenuhnya menjamin kesuksesan pembangunan ekonomi. Penanaman modal asing dapat juga menimbulkan beberapa hal yang tidak dapat menguntungkan pembangunan ekonomi. Dalam jangka panjang penanaman modal asing dapat mengurangi tingkat tabungan yang tercipta pada masa yang akan datang apabila kegiatan mereka mempertinggi tingkat konsumsi masyarakat,

(10)

105

sebagai akibat lebih banyaknya barang-barang konsumsi yang tersedia, tidak menanam kembali keuntungan yang diperoleh dan menghalangi perkembangan perusahaan-perusahaan nasional yang sejenis. Selanjutnya, jika jangka pendek modal asing melakukan penanaman modalnya tidak di sekitar produktif melainkan di sektor moneter yang bersifat spekulatif kemudian modal dan hasilnya di bawa ke luar negeri maka akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Demikian juga, dalam jangka panjang modal asing dapat memperburuk masalah kekurangan mata uang asing yaitu apabila hasil-hasil mereka tidak diekspor atau tidak menggantikan barang-barang impor, dan mereka mengimpor bahan mentah dari luar negeri.

Pengaruh Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan terkait pengaruh tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur pada Tahun 2004 - 2018. Hasil penelitian menyatakan bahwa tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur Tahun 2004 - 2018.

Hasil dari penelitian ini juga mendukung temuan dari hasil penelitian terdahulu yaitu penelitian yang dilakukan oleh Wang dalam Kurniasari, I.R. (2015), yang menyatakan bahwa tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Penambahan jumlah tenaga kerja akan menambah faktor produksi. Dengan bertambahnya faktor produksi maka output yang diperoleh juga akan semakin meningkat. Kemudian, penambahan output tersebut akan memungkinkan pendapatan yang semakin besar.

Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh nilai F hitung sebesar 22,488 dengan probabilitas sebesar 0,000. Nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Tenaga Kerja secara bersama-sama berpengaruh siginifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi.

Selain itu berdasarkan hasil uji koefisien determinasi menunjukkan besarnya variabel independen Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Tenaga Kerja untuk menerangkan variabel dependen pertumbuhan ekonomi sebesar 84,30% sedangkan sisanya yaitu 15,70% dipengaruhi oleh faktor lainnya.

E.CONCLUSION Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis serta pembahasan tentang pengaruh indeks pembangunan manusia (IPM), penanaman modal asing (PMA) dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Variabel indeks pembangunan manusia (IPM) memiliki pengaruh negatif dan signifikan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur.

2. Variabel Penanaman modal asing (PMA) memiliki pengaruh negatif dan signifikan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur.

3. Variabel Tenaga kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur.

(11)

106

4. Variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Tenaga Kerja secara bersama-sama berpengaruh siginifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Timur.

F.REFERENCES

Aditiya A. 2016. Pengaruh Indikator Komposit Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Lampung [skripsi]. Lampung : Universitas Lampung. http://digilib.unila.ac.id

Asiyan ,S. 2013. “Pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri, Penanaman Modal Asing, Dan Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur” Vol. 1, No. 3, Tahun 2013.(Jurnal Online).

https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id

Ghozali, Imam. 2012. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program IBM SPSS.Semarang : Universitas Diponegoro.

Hapsari,D P dan Prakoso, I. 2016. “Penanaman Modal Dan Pertumbuhan Ekonomi Tingkat Provinsi Di Indonesia”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 19, No. 2, Agustus Tahun 2016. ISSN 1979 – 6471. (Jurnal Online).

https://id.m.wikipedia.org https://id.m.wikipedia.org

Irmayanti, 2017. Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Polewali Mandar [skripsi]. Makasar : Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar.

http://repositori.uin-alauddin.ac.id/id/eprint/7194

Norlita,V, 2018. Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja, Dan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Pulau Jawa Tahun 2006-2015 [Skripsi]. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.

http://eprints.uny.ac.id

Soejoto Ady, Moh Muqorrobin, 2017. “Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Timur”. Jurnal Pendidikan Ekonomi. Vol. 5, No. 3, Tahun 2017. (Jurnal

Online).https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jupe/article/view/20602

Suindyah Sayekti, 2011. “Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja Dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Propinsi Jawa Timur”. Jurnal Ekonomi dan Keuangan. Vol. 15, No. 4, Tahun 2011. (Jurnal Online).

https://ejournal.stiesia.ac.id www.bps.go.id

Gambar

Tabel 1.2  Hasil Uji Multikolinearitas

Referensi

Dokumen terkait

Kedua, menganalisis pengaruh penanaman modal asing (PMA), dana perimbangan dan indeks pembangunan manusia (IPM) terhadap pertumbuhan PDRB per kapita di

• Penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Analisis Pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri, Penanaman Modal Asing dan Tenaga Kerja terhadap

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tio Adianto (2011) yang berjudul Analisis pengaruh penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN), Dan ekspor

Secara parsial Pertumbuhan Ekonomi yang diproksikan oleh PDRB harga berlaku yang berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten/Kota

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ekspor dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan

Penelitian ini hanya akan fokus pada beberapa variabel yang mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTT, seperti laju pertumbuhan ekonomi, kepadatan

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA) dan pengeluaran belanja rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat tahun