• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Kimia Logam Berat Kromium DOSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Kimia Logam Berat Kromium DOSEN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah Kimia Logam Berat

Kromium

OLEH KELOMPOK 1 :

Apriliani NIM : 1303

Despite Laurence NIM : 1303

Irin

Yuliana NIM : 1303114559

Zulhendri NIM : 1303

DOSEN PEMBIMBING: GANIS FIA SARTIKA

UNIVERSITAS RIAU

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN KIMIA

(2)

Kata Pengantar

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur marilah kita kirimkan ke hadirat Allah swt. Karena rahmat dan karunianya-Nya,

akhirnya “makalah logam berat kromium” ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Malakah logam berat kromium ini merupakan salah satu tugas mata kuliah logam berat. Atas

penyusunan makalah ini kami berharap dapat mengupas tetang mamfaat,dampak dan sifat dari

kromium yang ada disekitar kita. Hal ini semata-mata untuk menambah pengetahuan mahasiswa

akan logam berat kromium ini.

Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada ibu ganis fia sartika selaku dosen pembimbing

mata kuliah logam berat, yang telah membantu penulis dalam menyusun makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, dan tidak menutup

kemungkinan masih ada beberapa kekurangan. Untuk itu, diperlukan saran dan kritikan yang

membangun dari segala pihak sebagai perbaikan dan penyempurnaan. Demikian semoga

makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para pembaca dan khususnya bagi penulis

sendiri. Amin.

Pekanbaru, Oktober 2014

(3)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kromium merupakan salah satu logam berat yang tidak ditemukan di alam bebas.Logam

krom (Cr) adalah salah satu jenis polutan logam berat yang bersifat toksik, dalam tubuh logam

krom biasanya berada dalam keadaan sebagai ion Cr3+. Krom dapat menyebabkan kanker

paru-paru, kerusakan hati (liver) dan ginjal. Jika kontak dengan kulit menyebabkan iritasi dan jika

tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan muntah. Usaha-usaha yang dilakukan untuk

mengurangi kadar pencemar pada perairan biasanya dilakukan melalui kombinasi proses biologi,

fisika dan kimia. Pada proses fisika, dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam

bak penampung yang telah diisi campuran pasir, kerikil serta ijuk. Hal ini lebih ditujukan untuk

mengurangi atau menghilangkan kotoran-kotoran kasar dan penyisihan lumpur. Pada proses

kimia, dilakukan dengan menambahkan bahan-bahan kimia untuk mengendapkan zat pencemar

misalnya persenyawaan karbonat.Kromium (III) adalah esensial bagi manusia dan kekurangan

dapat menyebabkan kondisi jantung, gangguan dari metabolisme dan diabetes. Tapi terlalu

banyak penyerapan kromium (III) dapat menyebabkan efek kesehatan juga, misalnya ruam kulit.

Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya dengan potensi alamnya. Selain

itu Indonesia juga sedang melakukan pembangunan negeri. Dalam pembangunan ini, maka

banyak muncul industri sebagai penguat ekonomi. Salah satunya adalah industri pelapisan

logam. Industri ini banyak memberikan manfaat, tetapi juga meninggalkan banyak pencemaran

lingkungan dan penyakit yang menghinggapi para pekerjanya.

Menurut Mukono, dalam jumlah kecil kromium (Cr) dibutuhkan oleh manusia. Yaitu

sebagai obat penguat stamina untuk beraktivitas sehari-hari dalam jumlah tertentu. Tetapi akan

berbahaya kalau berlebihan terpapar oleh tubuh manusia. Akibatnya dapat berupa penyakit

kronis, berlangsung selama bertahun-tahun, kalau mengenai salah satu organ tubuh.

(4)

Biro statistik Amerika Serikat (1988), penyakit kulit menduduki sekitar 24% dari seluruh

penyakit akibat kerja yang dilaporkan. Setengah sampai dua pertiga dermatitis akibat kerja

terjadi di pabrik. Walaupun insiden penyakit dermatitis akibat kerja terus menurun secara

perlahan sejak tahun 1974, hal tersebut diyakini karena tidak diketahui atau karena kesalahan

dalam klasifikasi penyakit.

The National Institute of Occupational Safety Hazards

(NIOSH)

dalam survei tahunan (1975) memperkirakan angka kejadian dermatitis akibat kerja yang

sebenarnya adalah 20 -30 kali lebih tinggi dari kasus yang dilaporkan (Thaha, 1997).

Amerika Serikat mencatat bahwa dermatitis akibat kerja merupakan 40% dari semua

penyakit akibat kerja yang non traumatik. Di Inggris lebih banyak hari kerja yang hilang karena

penyakit dermatitis kontak dibandingkan dengan hari kerja yang hilang karena penyakit akibat

kerja lainnya. Pada pekerja laki-laki diperkirakan 650.000 hari kerja yang hilang, sedangkan

wanita sebanyak 200.000 hari kerja yang hilang pertahun (Djarismawati, 2004). Di Amerika

Serikat pula, 90% klaim kesehatan akibat kelainan kulit pada pekerja diakibatkan oleh dermatitis

kontak. Antigen penyebab utamanya adalah nikel, potasium dikromat dan parafenilendiamin.

Konsultasi ke dokter kulit sebesar 4-7% diakibatkan oleh dermatitis kontak.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas maka rumusan masalah dalam

penulisan makalah ini yaitu :

1. Pengenalan kromium

2. Sejarah ditemukannya kromium

3. Sifat fisik dan kimia kromium

4. Difisiensi kromium

5. Mamfaat kromium

6. Sumber kromium

7. Kerugian kromium

(5)

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dan manfaat yang ingin dicapai dalam

penulisan makalah ini yakni:

1. Untuk mengetahui pengenalan kromium

2. Untuk mengetahui sejarah ditemukannya kromium

3. Untuk mengetahui sifat fisik dan kimia kromium

4. Untuk mengetahui difisiensi kromium

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGENALAN KROMIUM

Kromium merupakan unsur yang berwarna perak atau abu-abu baja, berkilau, dan keras. Kromium tidak ditemukan sebagai logam bebas di alam. Kromium ditemukan dalam bentuk bijih kromium, khususnya dalam senyawa PbCrO4 yang berwarna merah. PbCrO4 dapat digunakan sebagai pigmen merah untuk cat minyak.

Semua senyawa kromium dapat dikatakan beracun. Meskipun kromium berbahaya, tetapi kromium banyak digunakan dalam berbagai bidang. Misalnya dalam bidang biologi kromium memiliki peran penting dalam metabolisme glukosa. Dalam bidang kimia, kromium Digunakan sebagai katalis, seperti K2Cr2O7 merupakan agen oksidasi dan digunakan dalam analisis kuantitatif. Dalam industri tekstil, kromium digunakan sebagai mordants. Kromium memiliki beberapa istop. Diantara isotop-isotop kromium, ada beberapa isotop kromium yang digunakan untuk aplikasi medis, seperti Cr-51 yang digunakan untuk mengukur volume darah dan kelangsungan hidup sel darah merah.

(7)

yang esensial, krom adalah suatu unsur peralihan dalam tabel berkala. Kemampuan deret unsur-unsur ini untuk membentuk senyawa koordinasi dan kelat adalah suatu sifat kimia penting yang membuat logam-logam esensial tersedia untuk sistem-sistem kehidupan. Krom di dalam makanan terdapat sekurang-kurangnya dalam dua bentuk yaitu sebagai Cr3+ dan di dalam suatu molekul yang aktif secara biologis. Walaupun belum sepenuhnya dicirikan, molekul yang aktif secara biologi itu tampaknya ialah suatu kompleks dinikotinatokrom3+, terkoordinasikan dengan asam-asam amino (mungkin sekali glutation) yang membuat molekul itu stabil (Nasoetion dan Karyadi, 1988). Kromium membantu mengawal tahap gula dalam darah. Ia mungkin juga membantu dalam mengurangkan simptom kelaparan fisiologi dan memainkan peranan dalam mengurai lemak.

2.2 SEJARAH DITEMUKANNYA KROMIUM

Bahkan, nama kromium berasal dari kata Yunani “kroma” yang berarti “warna”, dinamakan demikian karena banyaknya senyawa berwarna berbeda yang diperlihatkan oleh kromium Satu atau dua tahun kemudian seorang kimiawan dari Jerman, Tassaert yang bekerja di Paris menemukan kromium dalam bijih Kromit, Fe(CrO2)2, yang merupakan sumber utama kromit hingga sekarang.

Pada pertengahan abad ke-18 seorang analisis dari Siberia menunjukkan bahwa kromium terdapat cukup banyak dalam senyawa PbCrO4, tetapi juga terdapat dalam senyawa lain. Ini akhirnya diidentifikasi sebagai kromium oksida. Kromium oksida ditemukan pada 1797 oleh Louis-Nicholas Vauquelin.

1. Kromium sebagai unsur logam pertama kali ditemukan dua ratus tahun yang lalu, pada 1797. Namun sejarah kromium benar-benar dimulai beberapa dekade sebelum ini.

Pada 1761, Johann Gottlob Lehmann mengunjungi Mines Beresof di lereng Timur dari Pegunungan Ural di mana ia memperoleh sampel dari mineral merah-oranye yang disebutnya ujung merah Siberia. Setelah kembali ke St Petersburg pada 1766, ia menganalisis mineral ini dan menemukan bahwa itu berisi "mineralisasi dengan spar selenitic dan partikel besi". Bahkan, mineral itu crocoite, sebuah kromat timbal (PbCrO4).

(8)

sebagai kolektor item serta untuk industri cat - kuning cerah yang terbuat dari cepat crocoite menjadi warna modis untuk kereta bangsawan di Prancis dan Inggris.

Pada 1797, Nicolas-Louis Vauquelin, profesor kimia dan pengujian di School of Mines di Paris, menerima beberapa sampel bijih crocoite.. Analisis berikutnya mengungkapkan unsur logam baru, yang disebutnya kromium setelah khrôma kata Yunani, yang berarti warna.Setelah penelitian lebih lanjut dia terdeteksi jejak unsur kromium dalam permata memberikan karakteristik warna merah batu delima dan zamrud hijau khas, serpentine, dan mika krom.

Pada 1798, Lowitz dan Klaproth menemukan kromium dalam sampel batu hitam berat ditemukan lebih ke utara dari Pertambangan Beresof dan pada 1799 Tassaert diidentifikasi kromium dalam mineral yang sama dari sejumlah kecil deposit di wilayah Var Selatan-Timur Perancis. Mineral ini ia ditentukan sebagai besi spinel krom sekarang dikenal sebagai kromit (FeOCr2O3).

Cadangan bijih kromit ditemukan di Pegunungan Ural sangat meningkatkan suplai kromium untuk industri cat berkembang dan bahkan menghasilkan bahan kimia pabrik krom disiapkan di Manchester, Inggris sekitar 1808. Pada 1827, Tyson Ishak mengidentifikasi simpanan bijih kromit di perbatasan Pennsylvania-Maryland dan Amerika Serikat menjadi pemasok monopoli untuk beberapa tahun. Tapi kelas kromit deposito-tinggi ditemukan dekat Bursa di Turki pada tahun 1848 dan dengan kelelahan dari deposito Maryland sekitar 1860, Turki yang kemudian menjadi

sumber utama pasokan.

Hal itu berlangsung selama bertahun-tahun sampai pertambangan bijih kromium dimulai di India dan Afrika Selatan sekitar 1906. Dan meskipun pigmen cat tetap menjadi aplikasi utama selama bertahun-tahun, kromium memiliki kegunaan lain: Kochlin memperkenalkan penggunaan kalium dikromat sebagai mordan dalam industri pencelupan pada tahun 1820.

Penggunaan garam kromium dalam penyamakan kulit diadopsi secara komersial pada tahun 1884. Sementara kromit pertama kali digunakan sebagai bahan tahan api di Perancis pada tahun 1879, penggunaan sebenarnya dimulai di Britania pada tahun 1886.Paten pertama untuk penggunaan kromium dalam baja telah diberikan tahun 1865, tetapi skala besar menggunakan kromium harus menunggu sampai logam kromium bisa diproduksi oleh rute-termal alumino, dikembangkan pada awal 1900-an dan ketika tungku busur listrik bisa mencium bau kromit ke dalam paduan master, ferrochromium. Sementara finishing logam membawa kecemerlangan untuk ditambahkan ke katalog warna krom, sebuah panggilan yang benar datang dengan penemuan dari baja stainless, untuk krom adalah bahan yang membuat stainless steel.

(9)

Peru dan menemukan bahwa warna hijau adalah karena adanya unsur baru, yaitu kromium.

Bahkan, nama kromium berasal dari kata Yunani “kroma” yang berarti “warna”, dinamakan demikian karena banyaknya senyawa berwarna berbeda yang diperlihatkan oleh kromium Satu atau dua tahun kemudian seorang kimiawan dari Jerman, Tassaert yang bekerja di Paris menemukan kromium dalam bijih Kromit,

Fe(CrO2)2, yang merupakan sumber utama kromit hingga sekarang.

Pada pertengahan abad ke-18 seorang analisis dari Siberia menunjukkan

bahwa kromium terdapat cukup banyak dalam senyawa PbCrO4, tetapi juga

terdapat dalam senyawa lain. Ini akhirnya diidentifikasi sebagai kromium oksida. Kromium oksida ditemukan pada 1797 oleh Louis-Nicholas Vauquelin.

Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki

lambang Cr dan nomor atom 24. (Wikipedia)

Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan nomor atom 24. Khrom juga berwarna abu-abu, berkilau, keras sehingga memerlukan proses pemolesan yang cukup tinggi.

(10)

Khromium mempunyai konfigurasi electron 3d54s1, sangat keras, mempunyai titik leleh dan titik didih tinggi diatas titik leleh dan titik didih unsur-unsur transisi deret pertama lainnya. Bilangan oksidasi yang terpenting adalah +2, +3 dan +6. jika dalam keadaan murni melarut dengan lambat sekali dalam asam encer membentuk garam kromium (II).

2.3 SIFAT FISIK dan KIMIA KROMIUM

1) Sifat Fisik Kromium

Massa Jenis 7,15 g/cm3 (250C)

Titik Lebur 2180 K, 19070C, 3465 ° F

Titik Didih 2944 K, 26710C, 4840 ° F

Entalpi Peleburan 20,5 kJ mol -1

Panas Penguapan 339 kJ mol -1

Entalpi Atomisasi 397 kJ mol -1

Kapasitas Kalor (250C) 23,25 J/mol.K

Konduktivitas Termal 94 W m -1 K -1

Koefisien ekspansi termal linier 4,9 x 10 -6 K -1

Kepadatan 7,140 kg m -3

Volum Molar 7,23 cm 3

Sifat Resistivitas listrik 12,7 10 -8 Ω m

Karakteristik 24Cr

Massa atom relative 51,996

Jari-jari atom (nm) 0,117

Jari-jari ion(pm) M+2, M+3, M+4, M+5, M+6 (Bilangan koordinasi 6)

73, 61.5, 55, 49, 44

Keelektronegatifan 1,6

Energi ionisasi (IE) kJ/mol-1 659

(11)

Densitas (g cm-3) 7, 14

Potensial elektroda

M+2(aq) + 2e M(s)

M3+(aq) + e M+2(aq)

-0,56

-0,41

Konfigurasi elektronik [18Ar]

3d54s1

Tingk at oksida si

Oksida (a) Hidroksida Sifat Ion Nama Warn

a

+2 CrO Cr(OH)2 Basa Cr2+ (

b) Kromo kromium( II) Biru muda +3 Cr2O3(hija u) Cr(OH)3(c) Amfoter ik Cr2+ atau [Cr(H2O)6 ]3+ [Cr(OH)3] (d) Kromi atau kromium( III) Violet hijau +6 Cr2O3(me rah tua) CrO2(OH)2Cr2O5(

OH)2 Asam

CrO42-Kromat dokromat Kunin g orany e

2) Sifat Kimia Kromium

Nomor Atom 24

Massa Atom 51,9961 g/mol

Golongan, periode, blok VI B, 4, d

Konfigurasi elektron [Ar] 3d5 4s1

Jumlah elektron tiap kulit 2, 8,13, 1

(12)

Ikatan energi dalam gas 142,9 ± 5,4 kJ / mol -1.

Panjang Ikatan Cr-Cr 249 pm

Senyawa beracun dan mudah terbakar

2.4 DIFISIENSI KROMIUM

Bahwa defiensi krom diaplikasikan dalam beberapa bentuk diabetes telah ditunjukkan dalam studi-studi kassus alimentasi parental. Penurunan kandungan krom jaringan dengan umur dapat mencerminkan sekurang-kurangnya untuk sebagian, adamya defisiensi krom di dalam makanan Di Amerika Serikat dan di masyarakat lain yang teknologinya sudah maju. Schoeder et al. Mengkorelasikan nilai-nilai kandengan krom jaringan dengan nilai dugaan konsumsi krom dalam makanan berbagai populasi dan menemukan konsumsi krom dalam makanan di Amerika Serikat berkisar antara 5 sampai 150 per hari dengann rata-rata 60 , jauh lebih rendah daripada konsumsi-konsumsi yang dilaporkan dari berbagai wilayah di selur dunia.

Kandungan krom yang lebih rendah diduga terjadi akibat pengolahan dan pemurnian pangan, dengan kehilangan krom diperkirakan sampai 80 persen untuk jenis bahan pangan, karena ada kecenderungan orang lebih menyukai serealia, biji-bijian, lemak dan gula yang telah dimurnikan dan diolah lebih lanjut, dan mengingat bahwa dalam bentuknya yang dimurnikan bahan-bahan itu adalah sumber krom. Amerika Serikat agaknya terdapat konsumsi krom yang sanagt marginal.

Penelitian-penelitian tentang suplementasi Cr3+ pada subjek manula memberikan dugaan adanya difisiensi krom dalam kelompok inidan memperkuat proporsi bahwa konsumsi krom dalam makanan Amerika Serikat mungkin tidak cukup untuk

memelihara kandungan krom jaringan sepanjang hayat. Ketidakcukupan konsumsi krom dapat bertanggung jawab sekurang-kurangnya atas beberapa kasus

(13)

2.5 MAMFAAT KROMIUM

a. Digunakan untuk mengeraskan baja, untuk pembuatan stainless steel, dan untuk membentuk paduan

b. Digunakan dalam plating untuk menghasilkan permukaan yang indah dan keras, serta untuk mencegah korosi.

c. Digunakan untuk memberi warna hijau pada kaca zamrud.

d. Digunakan sebagai katalis. seperti K2Cr2O7 merupakan agen oksidasi dan digunakan dalam analisis kuantitatif dan juga dalam penyamakan kulit

e. Merupakan suatu pigmen, khususnya krom kuning

f. Digunakan dalam industri tekstil sebagai mordants

g. Industri yang tahan panas menggunakan kromit untuk membentuk batu bata dan bentuk, karena memiliki titik lebur yang tinggi, sedang ekspansi termal, dan stabil struktur kristal

h. Dibidang biologi kromium memiliki peran penting dalam metabolisme glukosa

i. digunakan untuk aplikasi medis, seperti Cr-51 yang digunakan untuk mengukur volume darah dan kelangsungan hidup sel darah merah.

j. digunakan sebagai pigmen merah untuk cat minyak, khususnya senyawa PrCrO4

k. digunakan dalam pembuatan batu permata yang berwarna. Warna yan kerap digunakan adalah warna merah, yang diperoleh dari kristal aluminium oksida yang kedalamnya dimasukkan kromium.

l. Bahan baku dalam pembuatan kembang api. Hal ini diperoleh dari Hasil pembakaran amonium dikromat, (NH4)2Cr2O7, yang berisi pellet dari raksa tiosianat (HgCNS).

m. Penggunaan utama kromium adalah sebagai paduan logam seperti pada stainless steel, chrome plating, dan keramik logam.

n. Chrome plating pernah digunakan untuk memberikan lapisan keperakan seperti cermin pada baja.

o. Kromium digunakan dalam metalurgi sebagai anti korosi dan pemberi kesan mengkilap.

(14)

q. Kromium (IV) oksida (CrO2) digunakan untuk pembuatan pita magnetik.

Khrom digunakan untuk mengeraskan baja, pembuatan baja tahan karat dan membentuk

banyak alloy (logam campuran) yang berguna. Kebanyakan digunakan dalam proses pelapisan

logam untuk menghasilkan permukaan logam yang keras dan indah dan juga dapat mencegah

korosi. Khrom memberikan warna hijau emerald pada kaca. Industri refraktori menggunakan

khromit untuk membentuk batu bata, karena khromit memiliki titik cair yang tinggi, pemuaian

yang relatif rendah dan kestabilan struktur kristal.

Beberapa senyawa kromium digunakan sebagai katalis. Misalnya Phillips katalis untuk

produksi polietilen adalah campuran dari kromium dan silikon dioksida atau campuran dari krom

dan titanium dan aluminium oksida. Kromium (IV) oksida (CrO 2) merupakan sebuah magnet

senyawa

Kromium merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles menjadi mengkilat.

Dengan sifat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen

bangunan, komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda motor, maupun sebagai pelapis

perhiasan seperti emas, emas yang dilapisi oleh kromium ini lebih dikenal dengan sebutan emas

putih.

Perpaduan Kromium dengan besi dan nikel menghasilkan baja tahan karat. Kromium (IV)

oksida digunakan untuk pembuatan pita magnetik digunakan dalam performa tinggi dan standar

kaset

audio.

Asam kromat adalah agen oksidator yang kuat dan merupakan senyawa yang bermanfaat untuk

membersihkan gelas laboratorium dari setiap senyawa organik. Hal ini disiapkan dengan

melarutkan kalium dikromat dalam asam sulfat pekat, yang kemudian digunakan untuk mencuci

aparat. Natrium dikromat kadang-kadang digunakan karena lebih tinggi kelarutan (5 g/100 ml vs

20 g/100 ml masing-masing). Kalium dikromat merupakan zat kimia reagen, digunakan dalam

membersihkan gelas laboratorium dan sebagai agen titrating.

Dalam industri logam, kromium terutama digunakan untuk membuat paduan (aliase)

dengan besi, nikel, dan kobalt. Penambahan kromium memberikan kekuatan dan kekerasan serta

sifat tahan karat pada paduan logam. Baja tahan karat (stainless steels) mengandung sekitar 14%

kromium. Oleh karena kekerasannya, paduan kromium dengan kobalt dan tungsten (wolfram)

digunakan untuk membuat mesin potong cepat. Kromium digunakan dalam membuat berbagai

macam pernik kendaraan bermotor karena sangat mengkilap. Penggunaan kromium sebagai

refraktori terutama karena mempunyai titik leleh yang tinggi (1857°C), koefisien muai yang

tidak terlalu besar dan mempunyai bentuk kristal yang stabil.

(15)

electroplating. Untuk tujuan itu digunakan senyawa kromium dengan tingkat oksidasi +6. Dalam

prosesnya, kromium mula-mula direduksi menjadi Cr+ baru kemudian menjadi kromium. Akan

tetapi, jika larutan yang digunakan adalah Cr3+, ternyata pelapisan tidak teijadi. Hal itu

disebabkan ion Cr3* dalam air terikat sebagi ion kompleks yang stabil, yaitu [Cr(H20)6]3+. Ion

kompleks ini tidak mudah direduksi. Jika yang digunakan adalah Cr6+, maka ion Cr3"1"

terbentuk dalam suatu lapisan di permukaan logam dan tidak lagi bereaksi dengan air, melainkan

langsung direduksi menjadi unsur kromium (Cr).

2.6

SUMBER KROMIUM

Di alam kromium tidak ditemukan sebagai logam bebas. Selain ditemukan dalam bijih

kromit, kromium juga dapat ditemukan dalam PbCrO

4

, yang merupakan mineral kromium dan

banyak ditemukan di Rusia, Brazil, Amerika Serikat, dan Tasmania. Selain itu, kromium juga

dapat ditemukan di matahari, meteorit, kerak batu dan air laut.

Bijih utama khrom adalah khromit, yang ditemukan di Zimbabwe, Rusia, Selandia Baru,

Turki, Iran, Albania, Finlandia, Republik Demokrasi Madagaskar, dan Filipina. Logam ini

biasanya dihasilkan dengan mereduksi khrom oksida dengan aluminum.

Kromium adalah elemen yang secara alamiah ditemukan dalam konsentrasi yang rendah

di batuan, hewan, tanaman, tanah, debu vulkanik dan juga gas. Kromium terdapat di alam dalam

beberapa bentuk senyawa yang berbeda. Bentuk yang paling umum adalah kromium (0),

kromium (III) dan kromium (VI). Kromium (VI) dan kromium (0) umumnya dihasilkan dari

proses industri.

Kromium (III) terdapat di alam secara alamiah dan merupakan salah satu unsur nutrisi

yang penting bagi manusia. Kromium (VI) dan kromium (0) umumnya dihasilkan dari proses

industri. Kromium adalah logam baja berwarna abu – abu, ditambang dalam bentuk biji kromit,

tidak berbau dan mengkilat. Kromium stabil pada tekanan dan temperature normal. Kromium

dalam konsentrasi tertentu bersifat racun bagi manusia, hewan dan tumbuh – tumbuhan.

Kromium juda dapat di hasilkan dari proses isolasi dilabolatorium, karena kromium

begitu mudah tersedia secara komersial. Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa sumber

yang paling berguna dari komersial kromium adalah bijih kromit, FeCr

2

O

4.

Oksidasi bijih ini

melalui udara dalam cairan alkali memberikan natrium kromat, Na

2

CrO

4

di mana kromium

dalam oksidasi 6 negara. Ini dikonversi menjadi Cr (III) oksida, Cr

2

O

3

dengan ekstraksi ke dalam

(16)

Isolasi jenis lain yang dapat digunakan untuk menghasilkan krom adalah dengan proses

elektroplating. Ini melibatkan pembubaran Cr

2

O

3

dalam asam sulfat untuk memberikan suatu

elektrolit yang digunakan untuk elektroplating krom.

2.7 KERUGIAN KROMIUM

Kromium (III) adalah esensial bagi manusia dan kekurangan dapat

menyebabkan kondisijantung, gangguan dari metabolisme dan diabetes. Tapi terlalu banyak penyerapan kromium (III)dapat menyebabkan efek kesehatan juga,

misalnya ruam kulit.

Kromium (VI) adalah bahaya bagi kesehatan manusia, terutama bagi orang-orang yangbekerja di industri baja dan tekstil. Orang yang merokok tembakau juga memiliki kesempatanyang lebih tinggi terpapar kromium.

Kromium (VI) diketahui menyebabkan berbagai efek kesehatan. sebuah senyawa dalamproduk kulit, dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti ruam kulit. Pada saat bernapas ada krom(VI) dapat menyebabkan iritasi dan hidung mimisan. Masalah kesehatan lainnya yangdisebabkan oleh kromium (VI) adalah:

Kulit ruam

Sakit perut dan bisul

Masalah pernapasan

Sistem kekebalan yang lemah

Ginjal dan kerusakan hati

Perubahan materi genetic

Kanker paru-paru

Kematian

(17)

Bentuk Keracunan Kromium

Efek racun akan timbul, jika menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi, misalnya dalam pengelasan stainless steel, kromat atau produksi pigmen krom, pelapisan krom, dan penyamakan kulit. Selain itu, jika menghirup serbuk gergaji dari kayu yang mengandung kromium akan menimbulkan efek keracunan. Efek toksik kromium dapat merusak dan mengiritasi hidung,

paru-paru,lambung, dan usus. Dampak jangka panjang yang tinggi dari kromium

menyebabkan kerusakan pada hidung dan paru-paru. Mengonsumsi makanan berbahan kromium dalam jumlah yang sangat besar, menyebabkan gangguan

perut,bisul, kejang, ginjal, kerusakan hati, dan bahkan kematian.

a. Efek Klinis

Efek dari chromium terhadap kesehatan yakni bisa mengalami gangguan pernapasan dan juga mengganggu alat pencernaan. Chromium(Vi) dikenal untuk menyebabkan berbagai kesehatan mempengaruhi. Ketika chromium merupakan suatu campuran di dalam produk kulit, itu dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti ruam kulit. Setelah bernafas chromium(VI) dapat menyebabkan gangguan hidung dan mimisan.

b. Keracunan Akut

 Bila terhirup / inhalasi

Bila debu atau uap kromium terhirup pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi.

 Bila kontak dengan kulit

Kontak langsung dengan debu atau serbuk kromium dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

 Bila kontak dengan mata

Kontak langsung dengan debu atau serbuk kromium dapat menyebabkan iritasi pada mata.

 Bila tertelan

(18)

c. Keracunan Kronis

 Bila terhirup / inhalasi

Paparan berulang dalam jangka waktu yang lama dari beberapa senyawa kromium dilaporkan menyebabkan borok (ulcerasi) dan berlobang (perforasi) pada nasal septum, iritasi pada tenggorokan dan saluran pernafasan bagian bawah, gangguan pada saluran pencernaan, tapi hal ini jarang terjadi, gangguan pada darah, sensitisasi paru, pneumoconiosis atau fibrosis paru dan efek pada hati hal ini jarang terjadi. Pada hakekatnya efek ini belum pernah dilaporkan terjadi akibat paparan logam.

 Bila kontak dengan kulit.

Paparan berulang dalam jangka waktu yang lama dari beberapa senyawa kromium dilaporkan menyebabkan berbagai tipe dermatitis, termasuk eksim “Chrome holes” sensitisasi dan kerusakan kulit dan ginjal. Pada hakekatnya efek ini belum pernah dilaporkan akibat paparan logam.

 Bila kontak dengan mata

Paparan berulang dalam jangka waktu yang lama untuk beberapa senyawa krom dapat menyebabkan radang selaput mata (konjungtivities) dan lakrimasi. Pada hakekatnya efek ini belum pernah dilaporkan akibat paparan logam.

Dampak Lingkungan

Ada beberapa jenis kromium yang berbeda dalam efek pada organisme. Kromium memasuki udara, air dan tanah di krom (III) dan kromium (VI) bentuk melalui proses-prosesalam dan aktivitas manusia. kegiatan utama manusia yang meningkatkan konsentrasi kromium(III) yang meracuni kulit dan manufaktur tekstil. Kegiatan utama manusia yang meningkatkan kromium (VI) konsentrasi kimia, kulit dan manufaktur tekstil, elektro lukisan dan kromium (VI)aplikasi dalam industri. Aplikasi ini terutama akan meningkatkan konsentrasi kromium dalamair. Melalui kromium pembakaran batubara juga akan berakhir di udara dan melalui pembuanganlimbah kromium akan berakhir di tanah.

(19)

Tanaman mengandung sistem yang mengatur kromium-uptake harus cukup rendah tidak menimbulkan bahaya. Tetapi ketika jumlah kromium dalam tanah meningkat, hal ini masih dapatmengarah pada konsentrasi yang lebih tinggi dalam tanaman. Peningkatan keasaman tanah jugadapat mempengaruhi pengambilan kromium oleh tanaman. Tanaman biasanya hanya menyerapkromium (III). Ini mungkin merupakan jenis penting kromium, tetapi ketika konsentrasi melebihinilai tertentu, efek negatif masih dapat terjadi.

Kromium tidak diketahui terakumulasi dalam tubuh ikan, tetapi konsentrasi tinggikromium, karena pembuangan produk-produk logam di permukaan air, dapat merusak insangikan yang berenang di dekat titik pembuangan. Pada hewan, kromium dapat menyebabkanmasalah pernapasan, kemampuan yang lebih rendah untuk melawan penyakit, cacat lahir,infertilitas dan pembentukan tumor.

Toksiksitas Kromium

Kontaminasi logam berat di lingkungan merupakan masalah besar dunia saat ini. Persoalan spesifik logam berat di lingkungan terutama karena akumulasinya sampai pada rantai makanan dan keberadaannya di alam, serta meningkatnya sejumlah logam berat yang menyebabkan keracunan terhadap tanah, udara dan air meningkat. Proses industri dan urbanisasi memegang peranan penting terhadap peningkatan kontaminasi tersebut. Suatu organisme akan kronis apabila produk yang dikonsumsikan mengandung logam berat. Kromium (Cr) merupakan elemen berbahaya di permukaan bumi dan dijumpai dalam kondisi oksida antara Cr(II) sampai Cr(VI), tetapi hanya kromium bervalensi tiga dan enam memiliki kesamaan sifat biologinya. Kromium bervalensi tiga umumnya merupakan bentuk yang umum dijumpai di alam dan dalam material biologis kromium selalu berbentuk tiga valensi, karena kromium enam valensi merupakan salah satu material organik pengoksida tinggi. Kromium tiga valensi memiliki sifat racun yang rendah dibanding dengan enam valensi. Pada bahan makanan dan tumbuhan mobilitas kromium relatif rendah dan diperkirakan konsumsi harian komponen ini pada manusia di bawah 100 µg, kebanyakan berasal dari makanan, sedangkan konsumsinya dari air dan udara dalam level yang rendah. Kromium adalah zat gizi esensial untuk hewan dan mungkin untuk manusia. Teloransi glukosa akan terganggu pada hewan yang kekurangan kromium, tetapi suatu postulat tentang faktor teloransi glukosa belum diisolasikan atau dicirikan. Konsumsi yang di anjurkan oleh Food and Nutition Board National Research Council serta dianggap aman dan cukup adalah 50 sampai 200 µg per hari. Penentuan kebutuhan kromium yang tepat untuk manusia, tetap merupakan pekerjaan yang sulit, meliputi indentifkasi fungsi fisiologik khusus yang berhubungan dengan kadar kromium, tidak terang-terangan melawan dan berpengaruh terutama terhadap fungsi-fungsi tersebut dengan faktor-faktor yang berdampingan.

(20)

Polusi zat hexavalent chromium di sukinda,india

Zat ini merupakan jenis logam yang dapat menyebabkan dan meningkatkan resiko kanker. Sukinda, daerah di negara bagian India Orrisa memiliki 97 persen cadangan bijih kromit terbesar di dunia. Kromit merupakan sumber kromium. Daerah ini juga

merupakan tambang kromit terbuka terbesar di dunia.

Menurut Institute Blacksmith, pada tahun 2007 terdapat 12 tambang beroperasi tanpa adanya rencana pengelolaan lingkungan. Mereka menyebarkan limbahnya ke lingkungan sekitar termasuk sungai-sungai didaerah.Tak hanya itu, penambang yang terbiasa terkena debu kromium dan air yang terkontaminasi mengalami berbagai gangguan fisik seperti pendarahan, TBC, dan asma. Dalam beberapa kasus, kandungan krom ini berada pada 20 kali di atas standar keamanan internasional. Asosiasi Sukarelawan Kesehatan Orissa melaporkan bahwa 85 persen kematian di daerah pertambangan dan industri di daerah itu berhubungan dengan kromit.

Logam Chromium (Cr) juga beracun bagi manusia. Pengaruh racun ini pada awalnya juga diketahui di Jepang pada tahun 1960, dimana masyarakat yang tinggal di daerah sekitar pabrik Kiryama, Nippon-Denko Concern di Pulau Hokkaido banyak menderita penyakit kanker paru-paru. Awalnya penyakit ini tidak diketahui penyebabnya, setelah melalui penelitian ternyata Kesehatan Lingkungan 2 of 5 penyakit tersebut diketahui sebagai akibat dari masyarakat menghirup limbah debu Industri tersebut di atas yang mengandung Chromium Bervalensi IV (Cr+4) dan (Cr+6).

misalnya oleh enzim dehalogenase dan oksigenase. Fitostabilisasi adalah suatufenomena diproduksinya senyawa kimia tertentu untuk mengimobilisasi kontaminandi daerah rizosfer. Fitovolatilisasi terjadi ketika tumbuhan menyerap kontaminan danmelepasnya ke udara lewat daun; dapat pula senyawa kontaminan mengalamidegradasi sebelum dilepas lewat daun.Penyerapan dan akumulasi logam berat oleh tumbuhan dapat dibagi menjaditiga proses yang sinambung, yaitu penyerapan logam oleh akar, translokasi

(21)

Penyerapan oleh akar.Telah diketahui, bahwa agar tumbuhan dapat menyerap logam maka logamharus dibawa ke dalam larutan di sekitar akar (rizosfer) dengan beberapa cara bergantung pada spesies tumbuhannya :

Perubahan pH.Pada Thlaspi cearulescens, mobilisasi seng dipacu dengan terjadinya penurunan pH pada daerah perakaran sebesar 0,2-0,4 unit.

Ekskresi zat khelat.Mekanisme penyerapan kromium lewat pembentukan suatu zat khelat yangdisebut fitosiderofor telah diketahui secara mendalam pada jenis rumput-rumputan. Molekul fitosiderofor yang terbentuk ini akan mengikat(mengkhelat) besi dan membawanya ke dalam sel akar melalui

peristiwatransport aktif.

Pembentukan reduktase spesifik logam.Di dalam meningkatkan penyerapan besi, tumbuhan membentuk suatumolekul reduktase di membran akarnya (Marschner dan Romheld, 1994).Reduktase ini berfungsi mereduksi logam yang selanjutnya diangkut melaluikanal khusus di dalam membran akar.

Translokasi di dalam tubuh tumbuhan.Setelah logam dibawa masuk ke dalam sel akar, selanjutnya logam harus diangkutmelalui jaringan pengangkut, yaitu xilem dan floem, ke bagian tumbuhan lain.

Untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan, logam diikat oleh molekul khelat.Berbagai molekul khelat yang berfungsi mengikat logam dihasilkan olehtumbuhan.

Lokalisasi logam pada jaringanUntuk mencegah peracunan logam terhadap sel, tumbuhan

mempunyaimekanisme detoksifikasi, misalnya dengan menimbun logam di dalam organtertentu seperti akar .Selain tumbuhan hiperakumulator, tumbuhan yang mempunyai kemampuanuntuk

mengkonsentrasikan logam di dalam biomassanya dalam kadar yang luar biasatinggi, terdapat juga tumbuhan lahan basah yang memiliki kemampuan alamiah untuk menghilangkan berbagai jenis limbah pada beberapa tingkat efisiensi. Tumbuhan inidipakai untuk pengolah limbah karena tumbuhan tersebut mengasimilasi senyawaorganik dan anorganik dari limbah. Tumbuhan dengan tingkat pertumbuhan yangtinggi dan tajuk yang besar dapat menyimpan bermacam hara mineral. Pada mediakerikil,

pertumbuhan tanaman timbul dapat menurunkan konsentrasi hara mineral.Rizoma dan akar Phragmites australis Scirpus spp. berfungsi sebagai filtrasi dan pengendap senyawa hidrokarbon dan logam berat beracun. Tingkat konsentrasi logam berat dalam jaringan tanaman-tanaman tersebut adalah sebagai berikut: akar > rizoma> daun

Penerapan Fitoremediasi

Penggunaan tumbuhan sebagai agensia pembersih lingkungan bukan hal yang baru. Sejak lama kita telah mengenal manfaat tumbuhan sebagai "pengusir zat beracun dari udara" sehingga adanya tumbuhan dianggap sebagai penyegar udara disekitarnya. Dengan makin dipahaminya fisiologi dan genetika tumbuhan, maka pemanfaatan tumbuhan sebagai agensia pembersih lingkungan dapat makin diperluascakupannya dan diperhitungkan manfaatnya dari segi rekayasa serta

nilaiekonominya.Pemanfaatan tumbuhan untuk remediasi lingkungan sangat ditentukan oleh pemahaman tentang penyerapan logam serta penyerapan dan atau degradasi senyawaorganik oleh tumbuhan. Pada dasawarsa terakhir terjadi akumulasi yang cepat tentang

pengetahuan mengenai aspek-aspek fisiologi tersebut. Chaney dan koleganya dariUSDA-ARS yang aktif meneliti dan mengembangkan manfaat tumbuhan untuk remediasi logam telah mengidentifikasi

(22)

1.Tumbuhan harus bersifat hipertoleran agar dapat mengakumulasi sejumlah besar logam berat di dalam batang serta daun.

2.Tumbuhan harus mampu menyerap logam berat dari dalam larutan tanahdengan laju penyerapan yang tinggi.

3.Tumbuhan harus mempunyai kemampuan untuk mentranslokasi logam berat yang diserap akar ke bagian batang serta daun.Seperti telah dikemukakan di muka, beberapa jenis tumbuhan mempunyaisifat hiperakumulator yang luar biasa. Namun biasanya tumbuhan yang teradaptasi ditanah berkadar logam tinggi dan toleran terhadap logam mempunyai sifat tumbuhlambat. Karakter manakah yang lebih penting, sifat "hiperakumulator tetapi tumbuhlambat" atau "tumbuh cepat tetapi toleransi medium", memang bisa menjadi bahan perdebatan bila sudah sampai pada persoalan memilih jenis tumbuhan yang

sesuai.Kelompok di USDA-ARS (Chaney et al., 1997) yakin bahwa hipertoleransi lebih penting daripada biomassa tinggi, dengan alasan sebagai berikut. Dalam kondisioptimum, Brassica juncea dapat

menghasilkan hingga 20 t/ha/musim tanam biomassakering. Tanaman ini mampu mengakumulasi Zn dan Cd, namun pertumbuhannyaakan terhambat hingga separuhnya bila kadar Zn dalam biomassa mencapai 500mg/kg.Dalam hubungannya dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai agensia pemulihan lingkungan tercemar, mengutip laporan Departemen Energi AS, Watanabe(1997) mengemukakan prasyarat, yaitu:laju akumulasi harus tinggi, bahkan di lingkungan yang berkadar kontaminanrendahkemampuan

mengakumulasi kontaminan dengan kadar tinggikemampuan mengakumulasi beberapa macam logamtumbuh cepat

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

1 Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Crdan nomor atom 24.

2. Jalur pemajanan kromium melalui saluran pernapasan, saluran pencernaan dan kulit.

(23)

senyawa yang berbeda. Bentuk yang paling umum adalah kromium (0), kromium (III) dan kromium (VI). Kromium (VI) dan kromium (0) umumnya dihasilkan dari proses industri.

4. Efek racun akan timbul, jika menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi,

misalnya dalam pengelasan stainless steel, kromat atau produksi pigmen krom, pelapisan krom, dan penyamakan kulit. Selain itu, jika menghirup serbuk gergaji dari kayu yang mengandung kromium akan menimbulkan efek keracunan. Efek

toksik kromium dapat merusak dan mengiritasi hidung, paru-paru,lambung, danusus.

Dampak jangka panjang yang tinggi dari kromium menyebabkan kerusakan pada hidung dan paru-paru.

B. Saran

(24)

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh kromium dengan konsentrasi 59,94 ppm menyebabkan kerusakan mikroanatomi hati ikan nila berupa melano macrophages center (MMC), seperti yang terlihat pada

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air dan kandungan logam berat kromium (Cr) pada air, sedimen, dan daging ikan nila (Oreochromis niloticus Linn.) di

Telah dilakukan penetapan kadar logam tembaga (Cu) dan kromium (Cr) dalam air laut dan kerang hijau (Perna viridis) yang diambil dari Pantai Kenjeran Surabaya pada bulan Juli -

Hasil penelitian konsentrasi kromium hek- savalen pada ikan nila menunjukkan bahwa rata- rata konsentrasi kromium heksavalen pada ikan nila masih berada di bawah

Fungsi penambahan CaO adalah membentuk garam sukar larut dalam air, yang akan mengendap sehingga memperbesar perbedaan daya larut antara NaCl dan pengotornya.

Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan..

Berdasarkan Gambar 4.33 perbandingan Persentase removal kromium dengan perlakuan salinitas dan tanpa salinitas pada perbandingan bakteri 25:75 menunjukan bahwa nilai removal

Pada hasil Anova menunjukkan signifikan atau memiliki perbedaan konsentrasi kromium antar sampel baik itu air, sedimen dan biota di Desa Banyakan, Piyungan, Bantul