CARA MENDIDIK DAN
MEMBESARKAN ANAK
Yang benar vs yang salah
PENDAHULUAN
Didalam pernikahan, pasangan suami istri pastilah akan merindukan anak-anak yang akan menjadikan suatu
kebahagiaan dan pelengkap. Namun ada tanggung jawab yang besar bagi orang tua untuk mendidik dan
membesarkan anak-anaknya. Mendidik dan membesarkan anak bukanlah
MENDIDIK Menurut kamus bahasa Indonesia artinya memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenahi akhlak /budi pekerti dan kecerdasan pikiran.
MEMBESARKAN Proses dimana
menjadikan anak itu bertumbuh secera fisik sesuai dengan usianya, dengan
ANAK adalah seseorang yang
berusia di bawah 18 (delapan belas tahun) termasuk yang masih dalam kandungan (CRC dan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak)
ANAK adalah seseorang yang berusia di bawah 22 (dua puluh dua tahun)
termasuk yang masih dalam
kandungan (BPK. Compassion V.2.0 )
ANAK Menurut kamus bahasa
MENDIDIK & MEMBESARKAN ANAK YG BENAR
Berdasarkan pernyataan diatas
mendidik dan membesarkan anak yang benar tidaklah cukup dengan
membekali dengan akhlak, pendidikan serta mencukupi kebutuhan
jasmaninya saja.
Namun didalam mendidik anak
hendaklah, kita harus membawanya didalam Tuhan karena anak adalah
milik Tuhan yang diberikan kepada kita untuk dididik dengan baik sesuai
Selain memenuhi kebutuhan fisik, anak membutuhkan rasa aman, keadilan,
tanggung jawab, identitas diri.
Memberikan rasa aman tidak berarti menciptakan suasana yang tenang, aman, tetapi kestabilan hubungan antara ayah dengan ibu. Prinsip lain dalam mendidik anak adalah
keseimbangan antara keadilan dan kasih, janganlah mendidik anak
semata-mata dengan keadilan saja
atau dengan kasih saja. Oleh karena itu orang tua dituntut untuk bersikap
DASAR ALKITAB DALAM MENDIDIK ANAK
Anak adalah pusaka dari Tuhan
(Mazmur 127:3), anak jangan dilihat
sebagai sumber kebahagiaan keluarga ataupun sumber kerepotan, namun
sebagai pemberian dari Tuhan yang sangat bernilai. “Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya... sebagaimana seorang ibu mencintai anak, demikian juga Bapamu yang di sorga” (Mazmur 102:13, Yesaya 66:13). Ayah dan ibu adalah wakil Tuhan bagi anak.
Kewibawaan ayah menyatakan kuasa dan kedaulatan Allah sedangkan
kelembutan ibu menyatakan cinta
Anak akan melihat Tuhan melalui hidup orang tuanya, karena itu orang tua
PERAN ORANGTUA didalam mendidik dan membesarkan anak
1. HARGAI ANAK DAN BERSIKAP ADIL :
Dengan menciptakan
suasana hangat dan penuh kasih sayang. Berilah
penghargaan bila anak
melakukan perbuatan terpuji dan beritahu kesalahannya bila melakukan tindakan
tidak baik. Dengan demikian anak belajar menghargai
2. DENGARKAN KELUHAN ANAK :
Bila anak berperilaku buruk, seperti melawan, suka
memukul atau berbohong,
maka pahamilah perasaaanya dan dengarkanlah penolakan dan keluhannya.
3. UNGKAPKAN DENGAN JELAS KETIDAKSETUJUAN ANDA KETIKA ANAK
BERPRILAKU TIDAK BAIK :
Hindari ungkapan yang memojokan dan
4. PERINGATKAN LEBIH AWAL :
Ketika anda ingin anak anda melakukan sesuatu, cobalah ingatkan lebih awal dan
berikan pilihan serta penjelasan.
5. MENGHINDAR KETIKA MARAH
Ketika anda marah karena perilaku anak, maka
menghindarlah seketika dari anak-anak kemudian
tenangkanlah diri anda, setelah itu dialogkan
6. BERUPAYALAH LEBIH AKRAB
Binalah hubungan yang lebih hangat dan akrab dengan anak, sehingga anak akan menjadi lebih terbuka pada orang
tua.Jadilah contoh bagi anak dalam
menanamkan nilai-nilai moral dan sosil yang berlaku. Dunia anak adalah dunia
TANYAKANLAH SETIAP HARI
KEPADA ANAK KITA,
APA YANG MENYENANGKAN
DAN YANG MENYEDIHKAN
PADA HARI INI
DI RUMAH,
SEKOLAH MAUPUN
MENDIDIK & MEMBESARKAN ANAK YG SALAH
Jika cara MENDIDIK anak salah, maka berakibat fatal dan buruk untuk masa depannya.
Terkadang tanpa disadari, sikap dan cara mendidik anak justru membuat mereka stres. Kadangkala terlalu
memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangkan mereka.
1. Tidak ada waktu
Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja disekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke
2. Terlalu royal memberi hadiah
Sebaiknya Anda tidak terlalu mudah
memberikan anak hadiah apalagi jika tidak
didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja
memberi mereka hadiah, tentunya dengan
memberi pengertian apabila prestasi di
3. Membandingkan-bandingkan
Banyak orang tua yang
membandingkan anak mereka
dengan orang lain, baik itu saudara, teman atau teman sekelas. Kondisi itu akan membuat meereka semakin
merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan
berbeda, jadi lebih baik Anda
memberi motivasi dan dukungan
4. Terlalu dibebani
Anak juga butuh istirahat dan dicharge. Ibarat baterai, kegiatan yang padat setelah sekolah seperti les, kursus dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka
waktu menyalurkan hobi, apakah olahraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.
5. Terlalu menuntut
Ujian adalah saat-saat paling tidak
menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena Anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa
membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak Anda dan motivasi mereka
PENUTUP
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah.
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian.
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri.
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan.
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
Mazmur 127:4
“ Seperti anak-anak panah di tangan