• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERLINDUNGAN MATERIAL BAJA SEBAGAI STRUK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERLINDUNGAN MATERIAL BAJA SEBAGAI STRUK"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

\

PERLINDUNGAN MATERIAL BAJA SEBAGAI STRUKTUR BANGUNAN

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1

BAB II KETAHANAN BAJA TERHADAP KOROSI 2

BAB III PERLINDUNGAN SELIMUT BETON DAN MEKANISME 3 KOROSI PADA BAJA TULANGAN

BAB IV MENINGKATKAN KEKUATAN DAN PERAWATAN BAJA 5

BAB V KESIMPULAN 8

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

Baja adalah besi yang mengandung karbon 0,02-2,11 %C yang dikelompokan menjadi 3, yaitu baja karbon rendah (<0,2 %C), baja karbon sedang (0,2-0,5%C), baja karbon tinggi (0,5-2,11%C). Baja karbon rendah dan sedang banyak digunakan untuk struktur dan konstruksi bangunan adalah baja konstruksi. sifat mekaniknya baik. Kekuatan tarik kira kira 500 N/ mm2 Tegangan leleh kira kira 250 N/mm2. Baja konstruksi ini adalah campuran dari besi dan carbon dengan kadar yang rendah yaitu kecil dari 0,3 % C. Baja dikatagorikan sebagai bahan yang non combustible yaitu tidak mudah menyala atau terbakar bila bersentuhan dengan api. Tetapi termasuk bahan penghantar panas yang baik sehingga sewaktu terjadi kebakaran cepat menyebarkan panas. Suhu kritis baja tanpa dibebani sekitar 1333oF atau 723o C Yaitu temperatur awal terjadi perubahn dari bentuk padat ke larutan padat.

(4)

BAB II

KETAHANAN BAJA TERHADAP KOROSI

Korosi adalah penurunan mutu logam akibat reaksi eletrokimia dengan lingkungan. Bila terjadi korosi pada baja maka terjadi perpindahan electron bermuatan negatif, perpindahannya terjadi karena adanya arus litrik. Bila dua logam dengan perbedaan potensial terjadi arus maka electron akan mengalir dari logam yang potensial tinggi kepotensial rendah. Lihat tabel 1 yang menggambarkan daftar potensial logam. Tabel Deret kemuliaan atau deret potensial Logam terhadap air. Potensial air 0,00 volt

(5)

BAB III

PERLINDUNGAN SELIMUT BETON DAN MEKANISME KOROSI PADA BAJA

TULANGAN

(6)

 dipasang pada arus konstan

 dipasang pada tekanan rectifier konstan potensial rebar dibuat konstan (dengan elektroda standar)

(7)

BAB IV

MENINGKATKAN KEKUATAN DAN PERAWATAN BAJA

Kekerasan yang lebih besar sangat penting untuk benda-benda tertentu yang dibuat dari baja. Yang dimaksud dari kekerasan suatu bahan adalah ketahananannya terhadap bisa atau tidak dimasuki oleh bahan lain. Untuk dapat mencapai kekerasan yang tinggi, maka

diperlukan sistim perawatan dengan panas khusus yang disebut ‘pengerasan’ . sebuah benda

baru dapat dikuatkan sesudah benda itu diproduksikan. Ada beberapa cara untuk mengeraskan:

- Mengeraskan secara mendalam:Benda dari baja baik bagian luar maupun bagian dalam dibuat menjadi sangat keras.

- Mengeraskan permukaan :Hanya bagian luar saja yang keras sedangkan bagian intinya tidak.

Pengerasan yang mendalam

Pada pengerasan mendalam, benda yang sudah terbentuk, dipanaskan dengan temperature yang cukup tinggi. Kemudian dengan cepat didinginkan; tindakan ini disebut

‘mengejutkan’baja. Pendinginan ini bisa dilakukan di dalam air,minyak atau udara. Benda itu menjadi keras bukan hanya bagian luar saja, tetapi juga intinya menjadi keras benar. Dengan cara ini baja baja menjadi cepat rapuh; berarti baja itu dapat cepat patah. Kita semua paham betapa mudah patahnya ulir mata bor dari baja yang berukuran kecil.

Pengerasan permukaan

(8)

Tempering

Tempering adalah memanaskan baja yang sudah diperkeras dengan temperature yang cukup rendah (180oC), diikuti dengan pendinginan secara perlahan-lahan. Tempering dilakukan dengan tujuan memberikan struktur yang lebih merata pada bahan itu. Lewat proses ini maka baja yang telah diperkeraskan tadi hanya sedikit saja yang diperlunak, tetapi baja itu menjadi tidak begitu rapuh. Karena tempering, produk tersebut menjadi terhindar dari perubahan bentuk (pertambahan isi) sebagai kibat proses pengerasan. Hal ini, terutama ukuran akhir dan semacamnya sangat penting untuk alat pengukur yang tepat seperti caliber.

Meningkatkan mutu

Meningkatkan mutu adalah suatu proses di mana baja pertama-tama dikreskan dahulu, kemudian di tempering dengan suhu yang tinggi. Apabila baja yang diperkeras itu dipanaskan lebih lama dan pada suhu yang lebih tinggi (300 sampai 650oC) dari tempering padsa umumnya, maka struktur bahan itu makin merata. Sejalan dengan pertambahan masa pemanasan dan peninggian suhu, kekerasan baja itu menjadi berkurang, akan tetapi kealotan, kemudahan untuk digarap dan terutama ketahanan terhadap benturan menjadi lebih besar. Dengan meningkatkan mutu baja, maka sifat-sifat baja itubisa disesuaikan dengan tujuan penggunaannya. Baja dengan mutu yang sudah ditingkatkan biasanya dipakai untuk asesories mesin yang dikenai beban berganti-ganti, misalnya per(spring).

Baja tahan karat tidak memerlukan perlindungan. Semua jenis baja lain jika

(9)

Metode yang digunakan unutk melindungi suatu benda dari korosi adalah melapisi benda tersebut dengan logam lain yang tidak akan berkarat yang paling banyak dipakai untuk tujuan tersebut adalah;

 Seng (disepuh dengan seng)

 Timah (isepuh dengan timah)

 Kromium (disepuh dengan kromium)

 Alumunium (terutama untuk menghindari korosi pada temperaturtinggi)

 Melapisi baja dengan aspal

(10)

BAB V

KESIMPULAN

(11)

DAFTAR PUSTAKA

1. National Asosiation of Corrosion Enginers, Corrosion Basics.

2. KR.Treathewey,J.Chamberlain, Terjemahan Korosi untuk Mahasiswa. 3. L.J Murdock, KM Brook, Bahan dan praktek beton.

Referensi

Dokumen terkait

BAJA PROFIL SIKU SEBAGAI PENGGANTI TULANGAN PADA KOLOM BETON, Jegoteluko, NPM 08 02 12960, Tahun 2012, Bidang Keahlian Struktur, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas

Pencegahan korosi yang diterapkan dalam dunia perkapalan sangat bervariasi, diantaranya dengan menggunakan pelapisan dengan pengecatan dan dengan perlindungan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju korosi baja zincallume G550 pada beberapa lingkungan korosi, serta membandingkan struktur mikro dari baja tersebut, baik sebelum

Proteksi katodik digunakan untuk mengendalikan korosi dari logam ataupun paduan yang terpapar dalam lingkungan elektrolit, dengan cara menurunkan potensial reduksi dari

Pada hari ke-5 perendaman (gambar 5), korosi baja tulangan dalam larutan pori beton artifisial terkontaminasi diinterpretasikan oleh rangkaian listrik model 5 yang

Potensial korosi baja tulangan beton yang ditentukan setelah 4 jam dari arus proteksi dimatikan menghasilkan nilai potensial terendah/paling negatif dan nilai laju

Korosi baja tulangan terutama tulangan tarik yang disebabkan oleh penetrasi klorida atau karbondioksida melalui pori-pori beton menyebabkan daya dukung dari

Pada konstruksi beton bertulang, korosi baja tulangan merupakan sebuah permasalah serius.Baja merupakan komponen yang berperan untuk mengakomodasi kelemahan beton dalam hal