• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARTIKEL TENTANG GERAK DAN CAHAYA (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ARTIKEL TENTANG GERAK DAN CAHAYA (1)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ARTIKEL TENTANG GERAK DAN CAHAYA

A. Cahaya

Pengambilan gambar dengan media kamera menggunakan teknik cahaya terdiri dari : 1. Cahaya Depan (Front Light)

o Front light artinya sumber cahaya ada di depan subyek yang di foto sehingga biasanya sumber cahaya ada di belakang kamera kita

o Posisi lighting berada tepat di depan objek, sehingga bagian depan objek akan mendapatkan cahaya yang penuh

o Cahaya depan dimaksudkan bahwa kita memotret searah dengan arah datangnya cahaya

o Cahaya depan bisa datang lurus terhadap subyek, seperti kalau kita menghadap ke matahari saat sunrise di pantai

o Cahaya depan juga bisa membentuk sudut, seperti saat kita menghadap matahari jam 10 siang

o Dengan flash, kita bisa membuat front light tepat di depan wajah atau membentuk sudut terhadap wajah

o Cahaya yang datang dari arah kamera akan menghasilkan foto dengan pencahayaan merata sehingga permukaan objek dapat tampak jelas detil-detilnya

Contoh Gambar :

2. Cahaya Samping (Side Light)

o Side light adala ketika cahaya mengenai subyek dari samping kiri atau kanan

o Cahaya samping ini memberi kesan dimensional yang kuat sehingga banyak dipakai pada foto arsitektur atau landscape

o Pencahayaan dari samping juga akan menguatkan tekstur sebuah subyek

(2)

o Dengan menggunakan pencahayaan dari samping akan memberikan keseimbangan antara gelap dan terang yang merata

o Untuk memotret menggunakan teknik ini akan lebih mudah ditemukan pada pagi hari atau sore hari ketika matahari condong ke barat atau timur

Contoh Gambar :

3. Cahaya Atas (Top Light)

o Top Light agak jarang digunakan karena dapat menghasilkan foto yang kurang bagus

o Pencahayaan yang digunakan pada umumnya ditemukan pada tengah hari saat jam 12.00 – 14.00 siang, ketika titik matahari berada tepat di atas puncak kepala

o Foto wajah yang diambil pada jam 12 siang sering kali akan menghasilkan bayangan kantong mata yang membuat wajah objek terlihat kurang bagus karena area di bawah hidung dan alis objek akan tampak gelap

o Sifat cahaya yang keras dan dapat menghasilkan hasil foto yang over

exposed dan akan menimbulkan bayangan yang sangat kontras

o Efek bayangan yang terlihat pada objek memiliki kecenderungan dapat mengurangi estetika objek kecuali dengan tujuan tertentu

(3)

Contoh Gambar :

4. Cahaya Belakang (Back Light)

o Back light terjadi saat kita memotret subyek dengan sumber cahaya yang berasal dari belakang objek atau dengan kata lain

o Sumber cahaya ada didepan kamera namun dibelakang subyek sehingga bagian depan sepenuhnya gelap namun di sisi belakang tercipta garis yang sangat jelas

o Pemotretan dilakukan dengan posisi menantang matahari sehingga efeknya permukaan objek akan tampak gelap

o Jika kondisi matahari terlalu kuat maka seluruh objek pun akan tampak hitam o Hasil foto dimana seluruh objek akan tampak hitam sering kali menghasilkan

foto siluet

o Namun, jika fotografer memotret objek yang tidak secara frontal membelakangi cahaya, maka akan menghasilkan foto dengan efek rimlight dimana garis luar yang membentuk objek akan terlihat bersinar

Contoh Gambar :

(4)

5. Siluet

o Teknik siluet adalah teknik mengambil gambar dengan obyek utama gelap total dengan background yang terang

o Teknik ini harus menemukan background yang lebih terang dibandingkan obyek utama

o Teknik ini menonjolkan bentuk yang menarik dan karakter yang kuat dari obyek utama

o Teknik ini sangat mudah dilakukan, tetapi perlu mencari obyek yang menarik untuk menghasilkan siluet yang bagus.

o Teknik menggunakan siluet ini lebih mengandalkan pada efek backlight dimana sumber cahaya terdapat di belakang objek

o Teknik ini digunakan untuk menghasilkan foto menyerupai bayangan gelap nantinya sehingga tampak seperti siluet

o Untuk menghasilkan siluet cenderung dilakukan saat sunset atau sunrise, dimana matahari (sumber cahaya) ada di belakang obyek yang ingin anda foto (backlighting)

Contoh Gambar :

B. Gerak

Pengambilan gambar dengan media kamera menggunakan teknik gerak terdiri dari : 1. Depth of Field (DOF)

o DOF secara teknis berarti rentang atau variasi jarak antara kamera dengan subjek foto untuk menghasilkan variasi ketajaman (fokus) gambar yang masih dapat diterima (tidak blur)

o DOF digunakan untuk menunjukkan ruangan tertentu di dalam foto yang mendapatkan perhatian khusus oleh mata karena adanya perbedaan ketajaman (fokus).

o Semakin lebar sudut lensa maka semakin luas daerah ruang tajamnya sehingga ketika kamera di-zoom out, objek yang kita shoot akan semakin leluasa untuk bergerak maju ataupun mundur dalam jarak tertentu dari kamera dan masih terlihat tajam/fokus

(5)

kurang akan lebih problematis dikarenakan diafragma harus membuka lebar dan objek tidak akan leluasa untuk bergerak mendekat atau menjauh dari kamera karena akan keluar dari fokus (out of focus). o Ruang tajam yang luas dalam pengambilan gambar wide disebut juga

DOF Luas, sedangkan ruang tajam yang sempit dalam pengambilan gambar telephoto, disebut juga DOF Sempit

o Berikut penjelasan masing-masing DOF Luas dan Sempit : a) Depth of Field Luas

 Berarti semua obyek dari yang paling dekat dengan yang paling jauh yaitu foreground dan background akan memiliki ketajaman yang merata

 Untuk mendapatkan DOF Luas dengan melakukan setting aperture pada aperture kecil

 Semakin kecil angka aperture, maka semakin meningkat luas fokus atau area ketajam foto, sehingga foreground dan background akan tampak tajam)

Contoh Gambar :

b) Depth of Field Sempit

 Berarti hanya ada salah satu titik atau area yang ketajaman sedangkan area lain blur

 Objek yang akan difokuskan hanya memilih salah satu di antara foreground dan background saja yang tajam

 Untuk mendapatkan DOF Sempit setting aperture yang besar

 Semakin besar aperture maka akan semakin sedikit area yang tajam

(6)

Contoh Gambar :

2. Panning

o Teknik dalam fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan benda yang sedang bergerak sehingga background tampak blur atau kabur

o Teknik ini digunakan untuk membuat foto dari obyek yang bergerak agar terlihat diam sementara background yang diam dibuat bergerak. o Teknik ini menggunakan kecepatan rana rendah, < 1/125 tapi dengan

teknik mengikuti gerakan objek

o Hasil foto dengan teknik ini mengandung efek motion blur atau objek tampak bergerak dengan didukung background yang tampak kabur o Teknik ini memiliki ciri fokus yang tajam pada objek di mana

background dari objek yang dipotret menjadi blur atau kabur

o Teknik ini dibuat dengan cara mengatur shutter atau keceparan rana yang relatif lambat sehingga yang diperlukan hanya mengatur speed yang diinginkan dengan aperture yang tersetting secara otomatis

o Teknik ini perlu menggerakkan kamera dan lensa ke kiri dan kanan sehingga untuk menjaga posisi kamera, dapat menggunakan monopod atau tripod dengan ballhead yang dapat berputar

o Teknik ini membutuhkan penempatan objek pada frame yang luas sehingga dapat mempermudah dalam memotret objek secara utuh

Contoh Gambar :

(7)

3. Slow Action

o Teknik fotografi yang memperlihatkan kesan gerakan pada suatu objek o Teknik ini umumnya digunakan untuk membuat obyek utamanya diam

sementara background bergerak yang tampak sesuai aslinya

o Teknik ini akan tampak pada foto jika memotret dengan kecepatan rana rendah, < 1/125 maka foto akan merekam seluruh gerakan yang terjadi pada objek

o Hasil dari penggunaan teknik ini, objek yang bergerak lebih cepat daripada kecepatan rana akan tampak kabur

o Teknik fotografi ini, perlu meletakan fokus pada background dan menggunakan kecepatan rendah, sehingga objek bergerak akan tertangkap kamera dalam keadaan blur dan seolah-olah bergerak o Teknik yang menghasilkan efek blur inilah yang ternyata mampu

menghasilkan foto yang terkesan hidup o Terdapat 2 jenis slow action yaitu:

 Obyek utama terlihat bergerak (jadi efek) sementara background diam. Contoh : ada orang lari kita potret gerakannya, sehingga terlihat gerakan orang lari

 Obyek diam sementara background jadi efek (bergerak). Contoh : ada orang diam di pinggir jalan raya yang penuh kendaraan bergerak atau orang menunggu di depan kereta yang sedang berjalan di stasiun.

Contoh Gambar :

(8)

4. Stop Action (Freeze)

o Freeze ( Stop Action ) memiliki arti beku, atau membekukan sebuah aksi maka dengan kata lain Teknik Freeze merupakan teknik untuk menghasilkan foto yang objeknya telah di bekukan aksinya

o Teknik fotografi stop action digunakan dengan cara menajamkan seluruh bagian foto baik background maupun objek

o Objek yang digunakan disini berada dalam kondisi bergerak, sehingga perlu memaksimalkan kecepatan shutter speed pada kamera agar mampu menangkap detail gerakan dengan tajam

o Teknik ini perlu menggunakan Shutter Speed / kecepatan rana yang tinggi agar kamera mendapatkan moment yang sesuai dengan yang diinginkan secara cepat dan tepat

o Pencahayaan yang terang sangat mendukung dalam menggunakan teknik ini, karena dalam keadaan yang terang maka ISO dapat diatur rendah dan Shutter Speed dapat diatur setinggi mungkin

o Karena membuthkan shutter speed yang cepat, maka cahaya yang dibutuhkan sangat banyak, sehingga lebih banyak dilakukan di ruang terbuka pada siang hari dimana cahaya matahari bersinar terang

o Namun bukan tidak mungkin untuk memperoleh foto freeze pada malam hari atau cahaya yang minim, karena masih memungkinkan meskipun peralatan pendukung mutlak diperlukan seperti flash atau bahkan lampu studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula

Contoh Gambar

5. Bulb

o Teknik Bulb adalah teknik dengan menggunakan speed selambat mungkin sehingga menghasilkan lintasan cahaya

o Teknik ini sudah banyak dikembangkan, sehingga memunculkan banyak bentuk yang beragam, tergantung kemana cahaya tersebut melintas

(9)

o Teknik ini biasanya digunakan untuk merekam aliran cahaya di jalan raya dan diterapkan pula untuk melukis dengan cahaya (light graffiti) o Untuk mendapatkan gambar dengan teknik ini dengan menjaga agar

kamera tidak bergetar sedikitpun sehingga sangat disarankan untuk menggunakan tripod, atau jika tidak ada kita bisa meletakan kamera di tempat yang datar untuk menggantikan fungsi tripod

o Hindari ada getaran, karena ada sedikit saja getaran (biasanya dari tangan) maka akan membuat gambar tidak jelas atau blur

o Teknik ini dilakukan dengan cara menahan tombol pelepas rana dengan lebih lama

Contoh Gambar

(10)

DAFTAR PUSTAKA

o http://haafidkom.wordpress.com/teknik-teknik-dalam-fotografi/

o http://cyanfotografi.blogspot.com/2012/10/memotret-foto-backlight.html

o http://belfot.com/arah-cahaya/

o http://afif.elhashif.net/author/afifulhashif/page/7/

o

http://alighthouseforyou.blogspot.com/2013/03/lesson-2-teknik-fotografi-depth-of-field.html

o

http://alighthouseforyou.blogspot.com/2013/03/lesson-2slow-motion-dan-stop-action.html

o

http://alighthouseforyou.blogspot.com/2013/04/lesson-3-arah-datang-cahaya-lighting.html

o http://www.bisnisfotografionline.com/2013/11/cara-mudah-membuat-foto-siluet/

o http://belfot.com/tips-foto-bagaimana-cara-memotret-siluet/

o

http://www.idseducation.com/2013/10/18/yuk-belajar-teknik-panning-dalam-fotografi/

o

http://kamerasaku.com/415/umum/teknik-fotografi-stop-action-dan-slow-action.htm

o http://klikcileungsi.blogspot.com/2013/06/teknik-freeze-stop-action_8.html

o http://nindihong.wordpress.com/2013/07/03/teknik-fotografi-menggunakan-bulb/

o http://hermawayne.blogspot.com/2011/03/berbagai-macam-teknik-fotografi.html

(11)

TUGAS PRAKTIKUM FOTOGRAFI DASAR

ARTIKEL CAHAYA & GERAK

LUTHFIA CAHYANINGRUM

B/153120055

Jurusan ILMU KOMUNIKASI

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Pembangunan Nasional “VETERAN”

Referensi

Dokumen terkait