• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 09 Perlawanan Terhdap Kekuasaan Kolonial – Soal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bab 09 Perlawanan Terhdap Kekuasaan Kolonial – Soal"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Xpedia Sejarah

Bab 09 Perlawanan Terhadap Kekuasaan Kolonial - Soal

Copyright © 2017 Zenius Education

Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 1109 ke menu search. Doc. Name: XPSEJ0999 Version: 2017-07 Halaman 1

01. Raja-raja Nusantara yang berhasil mengusir

kolonialisme di wilayah kekuasaannya adalah ....

(E) Sultan Nuku dan Hairun dari Maluku

02. Perang aceh berlangsung cukup lama, faktor

utamanya adalah ....

(1) adanya rasa nasionalisme yang cukup tinggi

(2) adanya penderitaan akibat penjajahan

(3) adanya ketergantungan terhadap pemimpin

(4) adanya fanatisme terhadap agama dan semangat jihad fisabilillah

03. Dalam menghadapi perlawanan pasukan

Aceh, Belanda melakukan berbagai cara seperti membentuk pasukan Marhause yang

terdiri dari orang-orang Indonesia yang beragama kristen, melakukan konsentrasi

stelsel juga benteng stelsel.

SEBAB

Belanda sedang konsentrasi kepada pelaksanaan Pax Neerlandica agar tidak

terkalahkan oleh bangsa Barat lain yang menjadi saingannya.

4. Perang Paderi di Sumatera Barat (1821-1837)

bermula dari pertentangan antara kaum Paderi dengan kaum adat tentang pelaksanaan agama.

SEBAB

Pemerinta h Bela nda mena na mka n kebudayaan Barat dengan bantuan kaum Paderi.

(C) penderitaan rakyat akibat banyaknya pungutan pajak dan kerja paksa

(D) pertentangan antara kaum adat dan ulama

(E) raja dan kalangan istana merasa kecewa terhadap Belanda karena wilayah Mataram dibagi menjadi dua

06. Sebab-sebab perlawanan Ketut Jelantik dari

Kerajaan Buleleng terhadap Belanda adalah ....

(A) Belanda menerapkan monopoli perdagangan

(B) Belanda menyerang Kerajaan Bali

(C) Belanda mendatangkan kapal-kapal perang ke Bali

(D) Belanda mencampuri urusan Kerajaan Buleleng

(E) Belanda menolak hukum tawan karang

07. Upacara Grebeg Maulud merupakan contoh

akulturasi kebudayaan asli Indonesia dengan kebudayaan Islam.

Di bawah pimpinannya rakyat Maluku dapat merebut benteng Duurstede dari tangan

(2)

Xpedia Sejarah, Bab 09 Perlawanan Terhadap Kekuasaan Kolonial - Soal

Doc. Name: XPSEJ0999 Version: 2017-07 Halaman 2

Copyright © 2017 Zenius Education

Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 1109 ke menu search.

09. Pada dasarnya gerakan-gerakan rakyat pada

abad ke-19 dapat dibedakan atas:

(1) gerakan melawan pemerasan

(2) gerakan Ratu Adil

(3) gerakan golongan keagamaan

(4) gerakan kaum adat

10. Perjanjian Gianti antara Pakubuwono III,

Pangeran Mangkubumi dan Belanda tahun

1755 menghasilkan:

(1) semua daerah yang semula berada di bawah kekuasaan Mataram diserahkan kepada Belanda

(2) Belanda tidak boleh mencampuri urusan dalam kerajaan Mataram

(3) Mataram mendapat bantuan dana dari Belanda

Referensi

Dokumen terkait

deskripsi tentang hal-hal yang tersem- bunyi di balik realitas sosial masyarakat, misalnya berkenaan dengan negosiasi antara adat atau tradisi Madura dan Islam

Kaum Muhajirin dari Quraisy, sesuai dengan adat istiadat mereka, harus membayar dan menerima uang tebusan darah (diyat) di antara mereka, dengan cara yang baik

Berbeda dengan pandangan kaum realis yang melihat power secara keseluruhan sebagai kekuatan militer, kaum neorealis berpendapat bahwa power merupakan akumulasi dari seluruh

Sumber konflik interpersonal antara mualaf dengan keluarga maupun kerabat dari lingkungan agama sebelumnya berupa pertentangan yang berdasarkan perbedaan kepribadian,

Oleh sebab itu, sistem pengupahan bagi karyawan harus diatur sedemikian rupa sampai terciptanya rasa keadilan antara majikan dengan karyawan sehingga pertentangan

Bermula dari uraian di atas peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut tentang terkaitannya dengan ketentuan dan pelaksanaan jual beli pada lahan Perhutani di

Dengan berlandaskan gagasan dari berbagai pengalaman dalam melakukan aktivitas adat dan agama, terutama pemyimpangan dalam pelaksanaan upacara dan judi tajen, melahirkan sebuah