40 KRISIS INDUSTRI PERKAYUAN DI SUM ATERA UTARABOKS 5
Bantuan Benih Padi Gratis Sebanyak 7.737 ton di Sumut
Studi Analisis Sumber-Sumber Tekanan Inflasi Di Sumatera Utara akan menjaw ab permasalahan kontribusi karakteristik inflasi terhadap pembent ukan ekspekt asi inflasi, kontribusi sumber-sumber tekanan inflasi terhadap pembentukan inflasi dan alternatif strategi kebijakan unt uk mengurangi t ekanan inflasi di Sumat era Utara. Tujuan studi ini adalah menganalisis karakteristik tingkat inflasi, mengidentifikasi sumber-sumber tekanan inflasi dan menganalisis pembentukan harga komoditas ut ama penyumbang inflasi serta f aktor-f aktor yang mempengaruhi terbentuknya harga, dan menyusun
alternatif strategi kebijakan yang dapat digunakan untuk mengurangi tekanan inflasi. Disain penelitian yang digunakan adalah studi data sekunder dengan metode analisis interdependensi dalam bentuk model VAR dan metode analisis dependensi dalam bentuk model regressi. M odel VAR digunakan untuk menganalisis sumbangan atau kontribusi berbagai karakt eristik harga-harga terhadap harga-harga umum, sedangkan model regressi digunakan unt uk menganalisis sumbangan atau kontribusi berbagai karakteristik
inflasi terhadap inflasi di Sumat era Utara. M odel expected-augmented Phillips curve merupakan model distributed-lag harga-harga umum, tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran.
Selama periode 2000:1-2007:4, hasil investigasi menunjukkan bahw a peningkat an inflasi, pert umbuhan ekonomi dan pengangguran masing-masing 2.07 persen, 1.40 persen dan 9.02 persen per kuartal. M odel the expected-augmented Phillips Curve menghasilkan komponen menetap dan komponen t emporer dari core inflat ion masing-masing sebesar 2.42 persen dan 0.15 persen serta noise inflation negatip 0.50 persen per kuart al. Sumbangan atau kontribusi komponen menetap dan komponen temporer dari core inflation serta noise inflation terhadap pembentukan inflasi di Sumatera Utara masing-masing 78.82 persen, 4.89 persen dan 16.29 persen.
41 persen, 1.12 persen, 0.80 persen, 0.42 persen, 0.76 persen dan 1.48 persen per bulan. Sumber utama tekanan harga-harga umum di Sumat era Ut ara adalah harga-harga exclusion or coredanharga-harga volatile food.
Sedangkan sumber ut ama t ekanan pembentukan harga-harga exclusion or core adalah harga-harga volatile food dan harga-harga traded goods. Demikian juga sumber utama tekanan harga-harga volatile food, yaitu harga-harga adminsitered dan harga-harga exclusion or core, dan sumber utama tekanan pembentukan harga-harga adminsitered adalah harga-harga exclusion or core. Sumber utama t ekanan harga-harga exclude items or non core adalah harga-harga exclusion or core dan harga-harga volatile food, dan sumber utama tekanan harga-harga traded goods adalah harga-harga exclusion or core, harga-harga administered dan harga-harga volatile f ood.
Sumbangan atau kontribusi inflasi exclusion or core, exclude items or non core, administered dan volatile food goods terhadap inf lasi di Sumatera Utara masing-masing 51.30 persen, 16.68 persen, 14.93 persen dan 17.39 persen, sedangkan inflasi traded goods tidak mempunyai kontribusi terhadap inflasi. Oleh sebab itu sumber ut ama tekanan
karakt eristik inflasi adalah inflasi exclusion or core.
Sumber utama t ekanan harga-harga umum di Sumatera Utara adalah harga-harga komoditas transportasi, komunikasi dan jasa keuangan dan komoditas pendidikan, rekreasi dan olahraga. Sedangkan sumber utama t ekanan harga-harga komoditas transportasi, komunikasi dan jasa adalah harga-harga komoditas bahan makanan dan komoditas pendidikan, rekreasi dan olahraga. Sumber utama tekanan harga-harga komodit as pendidikan, rekreasi dan olahraga adalah harga-harga-harga-harga komoditas transportasi, komunikasi dan jasa keuangan dan komoditas makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Sumber utama tekanan harga-harga komodit as bahan makanan adalah harga-harga komodit as pendidikan, rekreasi dan olahraga, komoditas transportasi, komunikasi dan jasa keuangan dan komoditas sandang.
Sumber utama t ekanan harga-harga komodit as makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau adalah harga-harga komoditas pendidikan, rekreasi dan olahraga, komoditas transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, dan komoditas sandang. Sumber utama tekanan harga komoditas perumahan, air, listrik dan bahan bakar adalah harga-harga komoditas transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, komoditas pendidikan, rekreasi dan olahraga dan komodit as bahan makanan.
42 rekreasi dan olahraga, dan komoditas makanan jadi, minuman, rokok dan t embakau. Sumber utama tekanan harga-harga komoditas kesehatan adalah harga-harga komoditas perumahan, air, listrik dan bahan bakar, komoditas bahan makanan, komoditas transportasi, komunikasi dan jasa keuangan dan komoditas makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Hasil investigasi merekomedasikan strategi kebijakan ekonomimikro dan kebijakan ekonomi makro.
Strategi kebijakan ekonomi mikro adalah stabilisasi harga-harga traded goods dan harga-harga administered, stabilisasi harga-harga exclusion or core dan harga-harga volatile food, sehingga tekanan inflasi traded goods dan administered, inf lasi exclusion or core, dan inflasi volatile food berkurang. Stabilisasi karakteristik harga-harga t ersebut dapat dilaksanakan melalui stabilisasi harga-harga komodit as makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, harga-harga komodit as bahan makanan, harga-harga komoditas transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, sehingga tekanan inflasi komoditas makanan
jadi, minuman, rokok dan tembakau, inflasi komoditas bahan makanan serta inflasi komoditas transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.